cover
Contact Name
Tri Wahyu Widodo
Contact Email
notasi3@yahoo.co.id
Phone
+6287839174055
Journal Mail Official
promusika7@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indoneisa Yogyakarta Jl. Parangtritis Km 6,5 Sewon Bantul Yogyakarta Telp: 0274-384108, 375380, fax: 0274-384108/0274-484928 HP: Hp. 087839174055
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik
ISSN : 2338039X     EISSN : 2477538X     DOI : https://doi.org/10.24821/promusika.v1i2
Core Subject : Art,
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik, focuses on the results of studies in the field of music, that its topics scope encompasses: Western Music Studies; History of music; Music theory/ analysis; Choir; Orchestra/ Ensemble/ Chamber Music; Composition/ Arrangement; Music Pedagogy/ education; Instrumental/ Vocal Studies; Music Technology; Popular/ folk Music; Music Esthetic/ philosophy
Articles 91 Documents
Performance as a Research Instrument: An Example from the Western European Baroque Edward C. Van Ness
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 5, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v5i2.2288

Abstract

In this paper, I discuss performance as a research instrument in Western European classical music.  I describe considerations and process leading to my performance of Corelli Op. 5 no. 12 "Follia" in the Indonesian Chamber Music Festival 2011 at ISI Yogyakarta Concert Hall.  Corelli's Follia (La Folia), as it is commonly known, is a canonized work which opens many professional violinist's recital programs. Its real identity has become marginalized and transformed through rather blind reliance on 19th-century editions by violinists who wished to adopt it to "mainline" romantic concepts of style and performance. This process of adaption has been characteristic of European classical music for centuries. Works of earlier times were reshaped both in performance and in print editions to fit prevailing musical tastes.  I chose to approximate an appropriate ensemble with modern instruments. Using a constructivist approach, I employed aspects of Baroque performance practice, especially in ornamentation and embellishment, along with manipulation of rhythmic elements and in a more spontaneous, and consciously contemporary manner.  I take the opportunity to contribute to productive dialogue regarding the role of performance at Music Department, the Faculty of Performing Arts, Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts, and qualitative research. I seek to open up our discourse to a wider understanding beyond the persistent positivist continues to approach the academic world in Indonesia as the only platform for research theory and method.  I suggest that this performance, like any other, is an informed adventure across time and space and that ethnomusicology and music are no longer separate worlds.
PEMBELAJARAN KOMPOSISI UNTUK BIDANG KONSENTRASI POP-JAZZ DALAM KURIKULUM SARJANA MUSIK Royke B. Koapaha
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 1, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/pro.v0i0.537

Abstract

This article is worked to support the undergraduate study program revitalization of Music Department, The Facuty of Performing Arts, ISI Yogyakarta, especially in developing creative industry weight through composition training into the Pop-Jazz subjects package, wich is one among the five elective sub competency packages provide by the curriculum. Basically, the author offers composition subject material that is estimated beneficial in developing creative industry in Pop-Jazz program of the Department Keywords: Creative industry, composition, pop-jazz
Pembelajaran Karawitan Liturgi Pada Kelompok Karawitan Remaja Gita Rarya Di Yogyakarta Agustina Ratri Probosini; Albertus Wisnu Aji Nugroh
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v6i1.3155

Abstract

Lagu model merupakan lagu yang digunakan sebagai media dalam mencapai pembelajaran berdasarkan tema. Yang menjadi kendala dalam proses penciptaan lagu adalah perbedaan kemampuan musikal mahasiswa antara latar belakang pendidikan musik dan mahasiswa di Prodi PG-PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi proses pembelajaran cipta lagu untuk pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat II di kelas A, B, C, dan D yang berjumlah 59 orang mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2015/2016, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa cara untuk mengoptimalkan penciptaan “Lagu Model” anak usia dini adalah melalui pembuatan sinopsis, pelaksanaan metode diskusi kolaboratif, apresiasi, serta pendokumentasian lagu dalam bentuk CD dan Buku. Dengan adanya metode yang tepat dalam mengoptimalkan proses pembelajaran, maka dapat meningkatkan kualitas lagu yang diciptakan oleh mahasiswa. One of the weekly Eucharist Celebrations (Mass) in Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (GHKTY) Pugeran is held using the instrument of gamelan as form enculturation church music. The existence of Gita Rarya as group of karawitan, established by FX. Wiyono, who is responsible for the mass instrument is one of the froms of the process lessons. Therefore, the aim of the research is to describe the liturgical karawitan in GHKTY Pugeran applied by karawitan teens group Gita Rarya and describe the learning process of liturgical karawitan on karawitan teens group Gita Rarya. This research is a qualitative research with didactic approach. To get written data, research library method is used. Meanwhile, the methods of observation, interview, and recording used for obtain oral data. The technique of sample taking from the available population is the technique of purposive sampling. This particular technique is used to aim the advanced depth of the study. The conclusion that can be delivered is that for over 10 years, the karawitan teenagers group Gita Rarya consistently take part in the implementation of Catholic liturgy and the progress in mastering the church instrument is used, especially the  tabuhanimbal technique . Gita Rarya have high taste in musicality and their existences as pengrawit in GHKTY Pugeran is strengthen because they perform their duties with pleasure.
Proses Penyajian Kolaborasi Angklung dan Orkestra pada Aransemen Lagu Radetzky March Di SD Budi Mulia Dua Yogyakarta Wahyudi Wahyudi; Ayub Prestiyo
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 3, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v3i2.1699

Abstract

This researcch is focused on musical arrangement of the angklung and orchestra collaborative performcance process as a part of the Yogyakarta Second Budi Mulia Primary School extra curricular project. It is done within qualitative research frame work, and specifically approached through developmental method. That is a research process that study its subject as musical practitioners. This study concludes that the collaborative work of the angklung and orchestra would contribute to an interesting and innovative performance if it is supported by a good musical arrangement which is based on the angklung registers and the motoric skills of children
Bagatelle: Penciptaan Musik Dalam Format Duet Biola Dan Gitar Haris Natanael Sutaryo; Alexander Dewanta Candra Yogatama
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v1i1.3604

Abstract

Bagatelle berarti sebuah komposisi musik yang pendek untuk piano. Namun demikain, dalam perkembangannya komposisi bagatelle tidak terbatas hanya digubah untuk piano saja, melainkan juga sudah digubah untuk instrumen selain piano. Bentuknya  komposisinya adalah AB atau ABA. Pemakaian bentuk ABA biasanya untuk mewakili dua mood yang kontras antara yang ritmis A dengan yang B. Dengan kembalinya ke A karya ini bersifat melingkar, membuatnya balans dan simetris. Ide dalam penciptaan musik  bagatelle ini muncul  terinspirasi  dari ketertarikan penulis dalam menyaksikan Ujian kompentesi  di auditorium musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI  Yogyakarta. Salah satu repertoar yang dibawakan Bagatelle untuk piano op. 3, op. 119  karya Beethoven. Menurut  pengamatan penulis bentuk musik bagatelle dari segi komposisinya sangat menarik, terdapat kebebasan dalam  mengungkapan ide-ide kreatif dan imajinatif komponisnya.  Perancangan komposisi bagatelle ini intinya menuangkan ide penulis dalam memadukan dua karakter instrument musik Biola dan Gitar, dengan penekanan pada penggarapan ritme, melodi dan  harmoni sehingga menjadi sebuah integritas. Hasil karya ini nantinya selain sebagai apresiasi musik di multimedia, juga sebagai salah satu materi  mata kuliah komposisi 1 pada prodi penciptaan musik FSP ISI Yogyakarta.AbstractBagatelle: The Creation of Music in Violin and Guitar Duet Format. Bagatelle is a short musical composition for piano. However, nowadays Bagatelle wrote not only for piano but for other instruments. The musical form of Bagatelle, either binary or ternary form. In the binary form of Bagatelle usually represents two contrasting rhythmic features which called A and B. This composition is a rondo, and it makes balance and symmetry. The idea of this Bagatelle inspired by Beethoven’s Bagatelle for solo piano Op. 119, no. 3. Bagatelle is an interesting musical composition because there is a freedom to representing the creative idea and imagination form the composer. The essence of its musical composition is representing the composer’s idea about two different characters of musical instruments: Violin and Guitar with emphasized the integration in rhythm, melody, and harmony. This Bagatelle not only can be used as a music appreciation but also as a material for Composition subject in Prodi Penciptaan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.Keywords: Bagatelle; violin and guitar; multimedia
Vokalista Divina: Penerapan Eksistensi Transjender pada Paduan Suara Sebagai Sebuah Identitas Sosial Linda Sitinjak
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 4, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v4i1.2272

Abstract

Vocalista Divina adalah kelompok paduan suara di Semarang yang didukung oleh para penyanyi transjender. Keberadaan transjender selalu memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia, dan seringkali mereka ditentang oleh sebagian masyarakat tersebut. Namun demikian jika kita amati lebih cermat, para transjender sebenarnya telah dilegitimasi dan diinstitusionalkan melalui praktik kebudayaan seni-seni di Indonesia. Walaupun demikian tidak semua masyarakat di Indonesia dapat menerima keberadaan dan identitasnya. Suatu identitas kelompok, seperti terdapat pada Vokalista Divina, terbangun dari identitas individual para anggotanya. Pada peningkatan identitas positif terdapat tiga strategi dasar, yaitu mobilitas individual, kreativitas social, dan kompetisi social. Identitas kelompok tranjender dapat terlihat dari cara mereka menunjukkan eksistensinya. Ketika mereka terfokus pada aktivitasnya sendiri masyarakat dapat mengidentifikasi mereka melalui apa yang mereka lakukan. Walaupun sejumlah jumlah besar kelompok tranjender di Indonesia masih enggan menunjukkan identitasnya terdapat beberapa kelompok  yang mulai berasimilasi ke dalam aktivits seni di masyarakat, seperti khususnya kegiatan sen paduan suara. Menyadari kenyataan tersebut peneliti tertarik untuk mempelajari paduan suara transjender, Vokalista Divina, di kota Semarang. Keberadaan  transjender melalui aktivitas paduan suara telah menjadi identitas social mereka yang kini telah dimaklumi masyarakat. Guna mengungkap keberadaanya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Melalui pendekatan ini telah diperoleh temuan-temuan yang komprehensif bahwa identitas transjender dapat dibangung  melalui mediasi aktivitas paduan suara. Malaupun eksistensi mereka belum sepenuhnya diterima masyarakat setiddak-tidaknya studi ini dapat menginspirasi kelompok-kelompok mereka yang lain untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang positif seperti halnya latihan paduan suara.
Model Penciptaan Karya Lagu Anak Populer yang Berangkat dari Nilai Tradisi Catur Surya Permana
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 5, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v5i2.2293

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bagaimana bentuk yang baik dalam membuat karya musik untuk anak khususnya mengangkat nilai tradisi, sehingga luaran yang ingin dicapai peneliti agar insan akademis khususnya mahasiswa seni musik mampu untuk membuat ataupun mengonsep sebuah karya musik untuk anak, yang nantinya akan membantu mahasiswa dan insan akademis lainnya untuk bersaing dalam industri musik secara global. Menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan pada musikologi, dengan teori Ilmu Bentuk Analisis, Harmoni, komposisi dan litelataur mengenai nilai tradisi ke’Sunda’an, maka dari dasar tersebut dapat diperoleh dengan cara menganalisis karya lagu anak yang didapat langsung dari sumber yaitu rekaman kaset ataupun audiovisualnya, literataur, serta pengaplikasian secara langsung yang erat kaitannya dengan penelitian. Hasil yang diharapkan mendapatkan pola-pola bentuk musik, lirik, melodi, serta akor yang mampu menggambarkan atau mencirikan sebuah karya musik pop anak yang merepresentasikan nilai tradisi. 
Analisis Schenkerian Pada Komposisi L’Armonia Opus 148.5 Gitar Klasik Karya Mauro Giuliani adityo legowo
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 6, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v6i2.2458

Abstract

Ada beragam jenis cara analisis musik namun yang selama ini lebih dikenal dan dipelajari di lingkungan penulis, adalah analisis bentuk musik. Ada cara lain dalam bidang analisis, salah satunya adalah analisis schenkerian. Melalui cara analisis tersebut maka akan didapatkan struktur tonal yang terdalam dari sebuah sistem musik tonal. Cara ini sama sekali belum umum di Indonesia untuk saat ini. Maka dari itu penulis ingin mempelajari lebih dalam mengenahi cara analisis schenkerian. Untuk materi pembahasan akan dibatasi pada karya Mauro Giuliani komposisi L’Armonia opus 148. 5 untuk gitar klasik. Adapun pertimbangan mengenahi objek pembahasan tersebut karena era keemasan musik tonal adalah jaman klasik. Karya tersebut dibuat pada waktu jaman klasik dan diciptakan oleh seorang komposer arus utama untuk musik instrumen gitar. Selain itu karya tersebut dimainkan dalam resital tugas akhir yang dilakukan oleh penulis. Sehingga harapan penulis dengan analisis karya Mauro Giuliani dapat melihat gambaran komponis gitar lainya pada era tersebut. Dgn menggunakan metode kualitatif desriptif dengan pendekatan musikologis, khususnya teori musik dapat disimpulkan bahwa bentuk background komposisi L’Armonia karya Mauro Giuliani adalah bentuk kedalaman yang merupakan hasil reduksi dari bentuk-bentuk sebelumnya. Di dalam bentuk ini terdapat interruption yang berfungsi sebagai penyela dan dikembalikan lagi ke kopfton 3 yang disebabkan oleh adanya struktur yang diulang. Bentuk tersebut dapat dilihat pada pembahasan background.There are various types of music analysis, but what has been better known and studied in the writer's environment, is the analysis of musical forms. There are other ways in the field of analysis, one of which is Schenkerian analysis. Through this method of analysis we will get the deepest tonal structure of a tonal music system. This method is not yet common in Indonesia at this time. Therefore the writer wants to learn more about the schenkerian analysis. For discussion material will be limited to the work of Mauro Giuliani the composition of L 'Armonia opus 148. 5 for classical guitar. The consideration of the object of discussion is because the golden era of tonal music is the classical era. The work was made in classical times and was created by a mainstream composer for guitar instrument music. In addition, the work is played in a final project recital carried out by the author. So the hope of the writer with the analysis of the work of Mauro Giuliani can see the picture of other guitar composers in that era. Using qualitative descriptive methods with a musicological approach, especially music theory, it can be concluded that the form of the background of L'AAmonia's composition by Mauro Giuliani is a form of depth that is the result of reduction from previous forms. In this form there is an interruption that functions as an interrupter and is returned again to Kopfton 3 caused by a repeated structure. This form can be seen in the background discussion.Keywords: schenkerian analysis; L'Oronia opus 148. 5.
Pelatihan Pola Ritme Sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pembalajaran Mata Kuliah Instrumen Gitar di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta Kustap Kustap; Ikhsan Lubis
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.2473

Abstract

Pola ritme merupakan elemen musik utama yang berkaitan langsung dengan gerakan waktu dalam musik, di mana waktu selalu bergerak dan mengatur kestabilan rasa musikal. Pola ritme sangat mentukan ketepatan hitungan dalam permainan gitar tunggal, dan bermain anasambel gitar. Pola ritme merukan objek material penelitian sedangkan proses pelatihan pola rime dalam pembelajaran mata kuliah instrumen gitar merupakan objek formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan tindakan kelas dengan teknik pengupulan data triangulasi, sedangkan proses analisis data menggunakan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah strategi latihan pola ritme yang disesuaikan dengan tanda sukat yang ada pada materi yang berupa lagu yang akan dilatih dengan instrumen gitar. moving and regulating musical stability. Rhythm patterns really determine the accuracy of counts in a single guitar game, and play guitar ensembles. Rhythm patterns are research material objects while the rime training process in learning guitar instrument subjects is a formal object. The method used in this study is a qualitative method and class action with the technique of collecting triangulation data, while the data analysis process uses an interactive model. The results obtained from this study are the rhythmic pattern training strategies that are tailored to the signs of sukat that are in the material in the form of songs that will be trained with guitar instruments.Keywords: Rhythm pattern; training; learning; guitar
Metamorfosis Kupu-kupu: Sebuah Komposisi Musik Amiruddin Sitompul
PROMUSIKA : Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v5i1.2283

Abstract

Gagasan menciptakan karya seni terkadang berasal dari lingkungan sekitar, di antaranya yang banyak digunakan sebagai ide ialah kupu-kupu yang perkembangbiakannya melalui proses metamorfosis. Metamorfosis Kupu-kupu dipilih sebagai gagasan komposisi musik karena memiliki metamorfosis sempurna, atau holometabolisme. Penerapan gagasan Metamorfosis Kupu-kupu dalam komposisi ini menggunakan unsur ekstra-musikal sebagai gagasan dasar penciptaannya. Elemen ekstra musikal tersebut ditransformasikan ke dalam ide musikal dengan menggunakan unsur musikal di wilayah musik tonal. Karya ini dibuat oleh sumber program musik apelatif, yaitu yang dapat menempatkan karakter tertentu menjadi judulnya. Musik program musikal ini dibudidayakan dengan mengeksplorasi bentuk dan harmonisasinya. Pada karya ini penulis memperdalam ide dengan konsep-konsep harmoni, melodi, dinamika dan timbre. Penggunaan ukuran elemen eksplorasi dan pengolahan konsep-konsep tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap orisinalitas karya. Metamorfosis Kupu-kupu dilambangkan dengan catatan kunci soprano yang tenang pada bagian awal, kemudian menjadi lebih kompleks, dan didasarkan atas harmoni dan ritme yang dipertahankan sebagai iringan dengan penggunaan arpeggio sehingga menciptakan amosfir tenang pada proses tahap metamorfosis. Pemilihan alat musik yang tepat, penggunaan teknik-teknik kontrapung stretto, modus, polikordal, metrik, dan juga motif ekspansi maupun penyempitan yang digunakan dalam budidaya, diharapkan dapat memberi warna baru dalam penciptaan karya seni musik dan orisinalitasnya.

Page 1 of 10 | Total Record : 91