cover
Contact Name
Dr. Masturin, M.Ag
Contact Email
masturin@stainkudus.ac.id
Phone
+628122532397
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 430 Documents
PENGENALAN SEJAK DINI PENDERITA MENTAL DISORDER Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental disorder merupakan bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan/ terhadap stimuli eksternal dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan pada struktur kejiwaan. Gangguan  mental Merupakan totalitas kesatuan dari ekspresi mental yang patologis terhadap stimuli sosial,   yang  dikombinasikan dengan  factor-faktor sekunder lainnya. Seperti halnya rasa pusing, sesak nafas, demam panas dan  nyeri-nyeri pada  lambung  sebagai pertanda  permulaan dari penyakit jasmani, maka mental disorder itu mempunyai pertanda awal antara lain: cemas, ketakutan, pahit hati, dengki, apatis, cemburu,  iri, marah secara eksplosif, asosial, ketegangan kronis, dan lain sebagainya. Maka kesehatan mental yang baik itu, berarti mempunyai perasaan positif tentang diri sendiri, mampu menyelesaikan masalah dan tekanan hidup sehari-hari, dan bisa membentuk dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Selama ini kita sudah memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik. Tapi menjaga kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kenyataannya, kesehatan mental yang buruk akan mengakibatkan kesehatan fisik yang buruk pula.kata  kunci:  Mental  Disorder,  Gangguan Jiwa,   Kekalutan Mental.THE    INTRODUCTION    OF     THE    EARLY PATIENTS WITH MENTAL  DISORDER.  Mental   disorder  is  a  form of disruption and chaos mental  function that is caused  by the failure of mereaksinya adaptation  mechanism  of psychological  functions/ against external stimuli and tensions so that appears on the structure of the disorders psychological disorders. Mental disturbances is the totality of the unity of mental expression pathological culture toward social stimuli, combined with the factor of other secondary factor. Like a sense of dizziness, breathing difficulties, hot Fever and pain in the pain in the stomach as a sign of the beginning of the disease of physical and mental disorder had first signs among others : worry, fear, bitter heart,  envy, apathetic,   jealousy,  covetousness,  angry  by eksplosif, asosial, chronic tensions, etc. Then  the  good mental  health,  means have positive feelings about themselves and able to resolve the problem and the pressure of everyday life and can form and maintain  a good relationship with other people. For this we have to understand the importance of maintaining physical health. But keep the mental health also is as important  as physical health. In fact, bad mental health will result in a bad physical health.Keywords: Mental Disorder, Soul,  Damage Mental Disorders.
KEBAHAGIAAN DAN PERMASALAHAN DI USIA REMAJA (PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PELAYANAN BIMBINGAN INDIVIDUAL) Azizah, Azizah
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan  ini  bermaksud untuk  memberikan informasi yang bersifat umum tentang penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan secara individual kepada remaja. Berdasarkan tahap perkembangannya, usia remaja disebut dalam masa pancaroba/ transisi/peralihan karena  sedang  mengalami perkembangan fisiologis  (perubahan  fisik  primer  maupun  perubahan fisik sekunder), perkembangan emosi  (psikis  atau  mental  yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil)  dan perkembangan sosial (tuntutan  atau beban sosial) yang akan menimbulkan ketakutan, kecemasan bahkan rasa tidak percaya diri. Sehingga usia remaja rawan terhadap munculnya  berbagai permasalahan (baik permasalahan dengan:  diri  sendiri/kurang  puas atas apa yang di miliki, kelompok  bermain atau peer group/selisih pendapat,  orang tua/bersikap memberontak terhadap aturan- aturan, lingkungan masyarakat/tidak mau terlibat dalam aktivitas masyarakat, sekolah/melanggar tata tertib sekolah, norma agama/ tidak melaksanakan perintah agama, hukum/pelanggaran  hukun dalam bentuk tindakan kriminal dan lain-lain). Dengan adanya informasi gambaran tentang kebahagiaan dan permasalahan di usia remaja, diharapkan dapat digunakan panduan para remaja untuk  menciptakan kebahagiaannya sendiri ataupun  berada dalam permasalahan remaja yang tak berujung. Kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang perlu diperjuangkan agar mencapai kedewasaan yang matang dan permasalahan adalah keadaan yang harus diupayakan solusinya yang efektif agar menjadi dewasa yang tangguh dan bertanggung jawab.Kata kunci: Kebahagiaan remaja, permasalahan remajaHAPPINESS AND PROBLEMS IN YOUNG AGE.  This paper is intended to provide general information  about the use of information in individual  counseling services to teenagers. Based on the stage of its development, teenager is called the transition period / transition / transition Facing physiological development (physical changes in both primary and physical  changes secondary),  emotional development (psychic  or mental  volatile  / emotionally unstable)  and social development (demand or social burden) which will lead to fear, anxiety and even insecurity. So that the teenage years are vulnerable to the emergence of various problems (both  problems with: self / less satisfied with what have, playgroup or peer group / disagreement, parents / rebellious attitude  against the rules, community  / not involved in community  activities, school / in violation of school rules, the norms of religion/not carried out the orders of religion, law / hukun violations in the form of criminal acts and others). With the information picture of happiness and problems in their teens, are expected to be used guide the youth to create their own happiness, or are in the teenager problems are endless. Happiness  is a choice that needs to be fought in order to reach maturity mature and problems is the state that should be pursued in order to be an effective solution formidable  mature and responsible.Keywords: Happiness   teenager,  teenagers  problems,   individual guidance
BIMBINGAN KONSELING MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL TERHAPAP ANAK-ANAK DAN REMAJA DALAM PENANGGULANGAN PAHAM RADIKALISME Nuriyanto, Lilam Kadarin
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paham  radikalisme merupakan  akar  dari ketidakrukunan antar umat beragama.  Anak-anak  dan remaja adalah generasi penerus  yang  harus dilindungi   dari  radikalisme,   sehingga perlu penanganan yang tepat. Pendidikan multikultural sangat diperlukan dalam membentuk generasi saling menghormati dalam setiap perbedaan. Keadaan psikologis anak-anak dan remaja harus tetap  dipertahankan dalam pendidikan multikultural. Dalam pembentukan  komunitas lintas agama, dunia bermain untuk anak- anak dan suasana santai untuk remaja harus tetap dipertahankan. Kata Kunci: Bimbingan  Konseling, Pendidikan Multikultural, Radikalisme Radicalism   is  at the  root of inter-religious disharmony. Children and adolescents are the next generation who must be protected from radicalism,  so it needs proper handling.  Multicultural  education  is indispensable in shaping the generation of mutual  respect in every differences. The condition of children’s psychologycal and adolescents should be maintained in multicultural education. In forming interfaith community, the world play for the kids and a relaxed atmosphere for young people must be maintained. Keywords: Counseling , Multicultural  Education, Radicalism
KONSTRIBUSI KONSELING ISLAM DALAM PENYEMBUHAN PENYAKIT FISIK Yuliyatun, Yuliyatun
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa seorang penderita penyakit fisik  terutama yang dikategorikan  akut,  tidak hanya membutuhkan pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan pengobatan psikis dan religius. Pengobatan psikis-religius ini akan membantu penderita penyakit fisik untuk menguatkan mentalnya menjalani hari-hari dengan kondisi fisiknya yang sakit. Konseling Islam sebagai salah satu kegiatan membantu penderita penyakit fisik dalam mengelola problem psikisnya, akan sangat membantu untuk mempercepat penyembuhan. Kondisi psikis yang stabil, kondisi religi yang baik akan menjadi daya imun bagi seseorang yang sedang sakit fisik  yang pada gilirannya  akan membantu mempercepat proses sembuhnya.kata   kunci:   Konseling   Islam,  Penyakit  Fisik,   Dimensi PsikoreligiusCOUNSELING    CONTRIBUTION    OF ISLAM    IN THE HEALING OF PHYSICAL DISEASE.  This article aims to explain that a physical disease patients especially that categorized acute not only need medical treatment,  but also need psychological treatment and religious. psychological treatment  of this religious will help physical disease patients to strengthen his mental through the days with the physical condition that sick. Counseling Islam as one of the activities help physical disease patients in managing the problem psikisnya, will be very helpful to speed up the healing. Psychological condition of a stable, the condition of the religious aspects of the good will be immune power for someone who is sick physically which in turn will help speed up the process of sembuhnya.Key  Words: Counseling   Islam,   Physical   Disease, Psikoreligius Dimension
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN KECEMASAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK Inikah, Siti
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada tiga tujuan dari penelitian ini. Pertama, mengetahui pola asuh orang tua, tingkat kecemasan komunikasi, dan kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus. Kedua, pengaruh pola asuh demokratis terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus. Ketiga, pengaruh kecemasan komunikasi terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel sebanyak 101 peserta didik kelas XI IPS MAN 1 Kudus. Hasil penelitian menunjukkan empat poin penting. Pertama, pola asuh peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata 92,18. Tingkat kecemasan komunikasi peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus termasuk kategori sedang dengan nilai  rata-rata 80,85. Sedangkan  kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 86,62. Kedua, hipotesis adanya pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus diterima kebenarannya. Hal itu dibuktikan dengan hasil uji model regresi yang nilainya 59,013 + 0,300X1,  dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola asuh orang tua hanya mempengaruhi kepribadian peserta didik sebesar 10%. Ketiga, hipotesis adanya pengaruh antara kecemasan komunikasi terhadap kepribadian peserta didik kelas  XI IPS di MAN 1 Kudus hasilnya diterima. Hal itu dibuktikan dengan nilai hasil uji model regresi sebesar 116,228 - 0,366X2, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,156. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola asuh orang tua hanya mempengaruhi kepribadian peserta didik sebesar 15,6%. Keempat, hipotesis adanya pengaruh antara pola asuh orang tua dan kecemasan komunikasi secara simultan terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus dapat diterima kebenarannya. Hal itu dibuktikan dengan nilai hasil uji model regresi sebesar 88,165 + 0,316X1  - 0,379X2, dengan nilai koefisien determinasi  sebesar 0,267. Artinya pola asuh dan kecemasan komunikasi mampu  mempengaruhi kepribadian peserta didik sebesar 26,7 %. Kata kunci: pola asuh, kecemasan komunikasi, dan kepribadian.  EFFECT  OF  PARENTING PARENTS AND  ANXIETY  OF COMMUNICATION TO PERSONALITY LEARNERS.  There are three goals of this study. First, find parenting pattern, the anxiety level  of communication,  and students  personality of class  XI IPS MAN 1 Kudus. Second, the  effect of democratic parenting on the students personality of class XI IPS MAN 1 Kudus. Third, influence of communication anxiety on the student personality in class XI IPS MAN 1 Kudus. This research used quantitative  method, and there are 101 student sample of class XI IPS MAN 1. This research used some techniques to collect data, they were observation, interview, scale, and documentation.  The results of this research showed four important points. First,parenting  to students  in class  XI IPS MAN 1 was categorized as good with an average value of 92.18. Communication anxiety  levels of students in class XI IPS MAN 1 was medium category with an average value of 80.85. While the personality of students in class XI IPS MAN 1 included in good categories with an average value of 86.62. Secondly, the hypothesis of the influence of parenting on the students personality in class XI IPS MAN 1 was accepted. This was evidenced by the test results of the regression model 0,300X worth 59.013  +1, and the value of determination  coefficient of 0.100. These results suggest that parenting only affects the personality of students by 10%. Third,the hypothesis of the communication anxiety influence on the students personality in class XI IPS MAN 1 was accepted. This was evidenced by the value of the test results of the regression model 116.228 - 0,366X2,with   the  value of determination   coefficient of 0.156. It’s result showed that parenting only affects the personality of students of 15.6%. Fourth,the hypothesis of the influence of parenting and anxiety of communication simultaneously  on the  personality of students in class XI IPS MAN 1 Kudus can be accepted as true. This was evidenced by the value of the test results of the regression model 0,316X 88.165 +1 - 0,379X2, with the value of determination coefficient of 0.267. This means that parenting and communication anxiety can influence the personality of students by 26.7%.Keywords: parenting , anxiety communication, and personality
DAKWAH TERHADAP PASIEN: TELAAH TERHADAP MODEL DAKWAH MELALUI SISTEM LAYANAN BIMBINGAN ROHANI ISLAM DI RUMAH SAKIT Riyadi, Agus
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan dakwah yang perlu mendapat perhatian adalah dakwah terhadap pasien di rumah sakit. Dakwah terhadap pasien di rumah sakit seperti ini tentu memiliki cara (manhâj) dan pendekatan berbeda dengan dakwah kepada mad’u  yang terbilang “normal”. Secara normatif Islam sangat menganjurkan melakukan kunjungan kepada orang sakit. Berdasar hasil beberapa penelitian juga ditunjukkan bahwa 91% pasien mencari bantuan spiritual dan  kerohanian untuk  membantu  menyembuhkan penyakitnya. Penelitian yang lain melaporkan bahwa 70 % pasien percaya kekuatan do’a untuk penyembuhan, lebih dari 64 % pasien menyatakan bahwa para dokter hendaknya juga memberikan terapi psiko religius dan doa. Konseling merupakan pelayanan khusus dan unik yang tidak sama antara satu pasien dengan pasien yang lain. Salah satunya dapat diberikan kepada pasien kronis yang secara umum memiliki  “psychogical strenght” yang lemah. Adapun tahapan layanan konseling tersebut terbagi dalam tiga tahapan, yakni tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir. Konselor dituntut untuk dapat menciptakan hubungan yang baik dan memiliki kreativitas yang tinggi agar dapat membawa klien pada proses konseling secara aktif. Tahap awal ini dapat disebut pula sebagai tahap eksplorasi, karena pada tahap ini konselor harus dapat menerapkan berbagai teknik agar klien dapat secara bebas dan terbuka mengemukakan masalah yang sedang dihadapi. Terlihat jelas bahwa pada dasarnya para pasien membutuhkan terapi keagamaan, selain terapi dengan obat-obatan dan terapi medis lainnya. Pentingnya memberikan bantuan spiritual bagi pasien seperti itu mendorong peningkatan dan pengembangan model layanan bimbingan dan konseling bagi pasien di rumah sakit.kata kunci: Dakwah, Bimbingan Rohani Islam, Rumah Sakit.DAWAH    TOWARD    PATIENTS    (EXAMINATION    OF THE  MODEL OF  THE  DAWAH  THROUGH SPIRITUAL GUIDANCE SERVICE SYSTEM ISLAM IN HOSPITAL). One of the activities of dawah attention is the dawah toward patients in hospital. Dawah toward patients  in hospital such  as these  would have way (manhâj)  and  a different   approach   with  dawah to madyan’u  which numbered  “normal”. In normative Islam strongly recommends a visit to the sick. Based on the results of some research also indicated that 91 percent of patients seeking spiritual assistance and spirituality  to help cure disease. Other Research reported that 70 % patients believe the strength of prayer for healing , more  than 64 % patients stated that the doctors should also provide psychosocial therapy  religious  and prayer. Counseling  is a special  and unique service that is not the same between one patient with other patients. One of them can be given to patients with chronic in general have “psychogical strenght”  the weak. Now the  stages of the counselling service is divided into three stages of the early stages of the middle  ages, stage and the final stage. Counselors are required to be able to create a good relationship and have a high level of creativity in order to bring the client on the counseling process actively. This early stage can be called as exploration  step, because at this stage counselors must be able to apply the various techniques that the client can freely and openly expressing their problem which is faced. It is obvious that basically the patients need religious therapy, besides therapy with drugs and other medical therapy. The importance of providing spiritual assistance for patients like that encourage improvement  and development of service model guidance and counseling for patients in the hospital.Keywords: Dawah, Spiritual Guidance of Islam, Hospital.
KONSEP BIMBINGAN KONSELING (BK) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DALAM MEMBERIKAN KETERAMPILAN MANAJEMEN DIRI DAN PENCEGAHAN KORUPSI Solihah, Farhatus
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk memberikan informasi tentang konsep bimbingan konseling yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah Atas guna membantu siswa SMA dalam memanajemen diri dan agar terhindar dari perbuatan korupsi. Adapun tujuan khusus bimbingan konseling di kaitkan secara langsung dengan permasalahan yang dialami individu yang bersangkutan, sesuai dengan  kompleksitas permasalahan itu.  Masalah-masalah individu bermacam ragam jenis, intensitas dan sangkut-pautnya, serta masing-masing bersifat unik. Oleh karena itu tujuan khusus bimbingan konseling untuk masing-masing individu bersifat unik pula.  Konsep bimbingan konseling  SMA dalam memberikan keterampilan manajemen diri dan pencegahan korupsi diperlukan untuk  mempersiapkan siswa SMA hidup  di  tengah-tengah masyarakat atau terlibat dalam organisasi kemasyarakatan.Kata Kunci: Keterampilan  Manajemen Diri dan Pencegahan Korupsi.HIGH SCHOOL GUIDANCE COUNSELING CONCEPT TO PROVIDE SKILLS SELF MANAGEMENT AND PREVENTION OF CORRUPTION.   This  paper  intends  to provide  information about the concept of counseling that can be applied in high school to help high school students in managing themselves and to avoid acts of corruption.  As for the specific purpose of counseling in associate directly with the problems experienced by the individual in question, according to the complexity of the problem. Individual  problems multifarious types, intensity and little to do, and each is unique. Therefore, a special purpose counseling for each individual  is unique, too. The concept of high school guidance counseling in providing self-management skills and the prevention of corruption needed to prepare high school students living in the midst of society or involved in community  organizations.Keywords:  Skills Self-Management and Prevention of Corruption
BIMBINGAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT PERKOTAAN Farihah, Irzum
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap masyarakat  pasti membutuhkan agama. Tanpa melihat asal usul maupun tingkatan klas sosial mereka. Bahkan tanpa memperhatikan apak berasal dari pedesaan ataupun perkotaan. Namun cara memahami agama masing-masing kelompok berbeda. Begitu juga yang dialami masyarakat perkotaan, dengan kesibukan pekerjaan yang harus dilalui,  mereka sangat membutuhkan bimbingan keagamaan yang mampu memberikan ketenangan dan pencerahan pada dirinya. Tentunya dengan cara yang mereka pilih berbeda dengan masyarakat pedesaan yang mampu mendapatkan bimbingan keagamaan melalui rutinitas ritual keagamaan secara kolektif. Sedangkan masyarakat kota lebih suka memilih cara yang lebih praktis yang cenderung individualistik, yakni memperoleh bimbingan keagamaan melalui   televisi.  Hal  ini  disebabkan tingkat kesibukan dan bentuk relasi atau pergaulan yang meraka alami,  dapat mempengaruhi pola bimbingan keagamaan  yang mereka pilih.Kata kunci: Agama, Bimbingan Keagamaan, Masyarakat Kota.RELIGIOUS GUIDANCE  FOR URBAN COMMUNITIES. Each community would need religion. Without seeing the origin of and levelsof social satelite them. Even without notice apak come from rural or urban areas. But how to understand the religion of each of the groups of different. So also experienced urban communities, with the rush of work that must be passed through, they need very religious guidance is able to give you peace of mind and enlightenment in itself. Of course with the way they choose different with rural communities who are able to obtain religious guidance through the routine religious rituals collectively. While the city community  prefer to choose a more practical way that tend to be  individualistic,   i.e. obtain religious  guidance through  television. This is caused by the level of enjoyment and the shape of the relation or association that they whispered natural, can affect the pattern of religious guidance that they choose.Key Words:  Religion, Religious Guidance, City Community.
PSIKOTERAPI FRUSTRASI Haryuni, Siti
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan bantuan pada individu yang terkena  frustrasi  maupun  informasi bagi  pencegahan munculnya frustrasi.  Frustasi dapat menghinggapi siapa saja ketika berhadapan dengan konflik motif. Akibat dari frustasi dapat berupa psikis (kecemasan, tak berdaya dan lain-lain) maupun fisik (berkeringat, malas beraktifitas dan lain-lain) atau mengganggu kognitif  (pikiran kacau), emosi (tidak  stabil),  tingkah laku (tidak terkendali) dan sosial (menarik diri). Reaksi individu ketika frustrasi dapat berupa agresif, mekanisme pertahanan diri maupun menarik diri. Untuk mengatasi frustrasi dilakukan dengan jalan psikoterapi yaitu: (1) menghilangkan,  mengubah atau menurunkan gejala-gejala frustrasi, (2) memperantarai/perbaikan pola tingkah laku yang rusak, dan (3) meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan kepribadian. Meskipun psikoterapi dapat mengatasi frustrasi, namun lebih baik melakukan pencegahan munculnya frustrasi sehingga dapat hidup secara sehat baik fisik maupun psikis serta selaras dengan lingkungan sosial.kata kunci: Psikoterapi, FrustrasiPSYCHOTHERAPY FRUSTRATION. This article aims to provide assistance to individuals who are affected by frustration and information for the prevention of the emergence of frustration.  The frustration can be empowered anyone when faced with conflict motives. As a result of the frustration can be a psychological disorder (anxiety, helpless and others) and physical (sweating , lazy exercising and others) or interfere with the cognitive chaotic mind), emotions (not stable), (uncontrolled behavior) and social (withdraw). The reaction of the individual when frustration  can be aggressive, defense mechanism  and withdraw. To overcome the frustration  is done with the way psychotherapy: (1) eliminate, change or reduce symptoms  of frustration, (2) facilitates/ repair patterns of behavior that is damaged,  and (3) increasing the growth and development of the personality. Although psychotherapy can overcome frustration, but it is better to do the prevention of the emergence of frustration so that can live in a healthy both physical and psychological and in harmony  with the social environment.Keywords: Psychotherapy, frustration.
PESANTREN DAN PUSAT KONSELING BAGI GENERASI MUDA Jannah, Hasanatul
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pesantren memberikan kontribusi besar  dalam membentuk akhlak remaja.  Di saat negara sedang gencar meyerukan kepada masyarakat untuk bersama-sama membentuk generasi muda yang bermoral, maka sesungguhnya  pesantren telah menjadi pionir dalam program pembentukan akhlakul karimah bagi remaja. Melalui nilai-nilai pendidikan pesantren dengan beberapa pola pembelajarannya, bahkan pesantren dapat berperan sebagai pusat kegiatan konseling dalam pembinaan generasi muda yang sedang dalai masa pencarian identitas dirinya.Kata Kunci: Pesantren, Konseling, Generasi MudaBOARDING SCHOOL AS  CENTRAL COUNSELING FOR YOUNGS. This article aims to reveal the extent of Islamic boarding schools provide a major contribution in shaping moral adolescents. At a time when countries are incessantly meyerukan  to the community to work together to form the young generation that immoral behavior, verily pesantren  has become  a pioneer  in the establishment of the supremacy of karimah  program for adolescents. Through the values of education pesantren with some patterns of learning , even pesantren can serve as the center of counseling activities in the construction of the young generation who is the Dalai Lama search time identity. Keywords: Pesantren, Counseling , Young Generation

Page 1 of 43 | Total Record : 430