Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Studi Potensi Air Sungai di Kabupaten Bireuen azizah, azizah
JURNAL VARIASI Volume 3 Nomor 9, Februari 2012
Publisher : JURNAL VARIASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bireuen mempunyai lima sungai besar yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan air, yaitu Krueng Peusangan, Krueng Peudada (Krueng Oeneun), Krueng Nalan, Krueng Pandrah (Krueng Sambang), dan Krueng Samalanga (Krueng Krian). Sungai tersebut sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air minum, irigasi, industri dan perikanan. Namun dari beberapa tulisan dan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan air eksisting, ketersediaan air, kelebihan air dan kebutuhan air. Kebutuhan air dihubungkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen tahun 2007-2027. Observasi dan inventarisasi data debit pengambilan pada bangunan di aliran sungai digunakan dalam analisis penggunaan air eksisting. Analisis ketersediaan air menggunakan Metode Mock. Analisis kebutuhan air menggunakan data jumlah penduduk, luas sawah, luas bangunan industri dan jumlah ternak.  Dari hasil penelitian diketahui Kebutuhan air minum penduduk Kabupaten Bireuen sampai dengan tahun 2027 yaitu 572.011 jiwa, dapat dipenuhi dari Krueng Peusangan dan Krueng Peudada. Kebutuhan air irigasi lahan potensial sawah yang dapat dikembangkan menjadi irigasi teknis yaitu seluas 5.789 ha, dapat dipenuhi oleh semua sungai. Kebutuhan air industri kawasan KIB Batee Geulungku dan KIB juli dipenuhi oleh Krueng Pandrah dan Krueng Peusangan. Kebutuhan air peternakan dipenuhi oleh Krueng Peusangan dan Krueng Peudada. Berdasarkan analisis kebutuhan air, pada tahun 2028 Krueng Peusangan masih bisa di andalkan dalam memenuhi kebutuhan air Kabupaten Bireuen. Krueng Peudada hampir mengalami kekurangan air terutama untuk kebutuhan air minum. Krueng Nalan, Krueng Pandrah dan Krueng Samalanga pada tahun 2028 sudah tidak dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan air. Dengan potensi air sungai yang begitu besar sangat disarankan Kabupaten Bireuen dapat memaksimalkan penggunaan air untuk pemenuhan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan air pada tahun 2028, Kabupaten Bireuen disarankan membangun waduk di sungai Krueng peudada, Krueng Nalan, Krueng Pandrah dan Krueng Samalanga.
VOCATIONAL SCHOOL-INDUSTRY PARTNERSHIP IN IMPROVING GRADUATE COMPETENCY AR, Murniati; Usman, Nasir; Azizah, Azizah
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 4 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.902 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v4i3.102

Abstract

A wide variety of educational reform on vocational education in accordance with the policy of link and match requires the schools to do the partnership to encourage the improvement of graduate competency and the demands of the relevance of education to the job needs. The purpose of this research is to illustrate and analyze the partnership strategy of vocational schools with the business world in its efforts to improve the graduate competency. This research has been held at SMK 3 Banda Aceh using qualitative descriptive approach. The instrument in this research is a researcher itself. This is because in qualitative approach, the researchers are essential instruments. As key instruments, researchers have to create their own set of the guidelines, observation, interview and documentary of appraisal guidelines that is used as a general guide in the process of recording. The results of the study show that the strategies adopted by SMK in forge cooperation with the world of business and industry are through the establishment of the cooperation program, working mechanism and analysis of factors that affect the holding of cooperation between the two parties.
Perkiraan Dosis dan Distribusi Fluks Neutron Cepat dengan Simulasi Monte Carlo MCNPX pada Fantom Saat Terapi Linac 15 MV Azizah, Azizah; Abdurrouf, Abdurrouf; Bunawas, Bunawas
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Linac (Linear Accelerator) dengan energi di atas 10 MV akan menghasilkan neutron cepat karena terjadi interaksi antara foton dengan inti atom suatu material dengan nomor atom (Z) tinggi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung dosis neutron cepat yang dihasilkan oleh Linac adalah dengan menggunakan metode simulasi Monte Carlo. Salah satu aplikasi dari kode transport radiasi Monte Carlo yang dapat menghitung dosis dan fluks neutron adalah MCNPX (Monte Carlo N-Particle eXtended). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis ekivalen dan distribusi fluks partikel neutron pada saat terapi Linac dengan metode simulasi Monte Carlo pada program MCNPX. Fantom disimulasikan menggunakan program MCNPX untuk menentukan dosis pada tiap organ dan ditribusi fluks pada fantom. Simulasi penyinaran dilakukan pada 4 sudut yaitu 0°, 90°, 180°, dan 270°. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh dosis ekivalen neutron cepat paling tinggi terdapat pada permukaan tubuh yaitu dengan total sebesar 6,32 x10-11 mSv. Sedangkan dosis paling rendah terdapat pada kaki kiri bawah yaitu dengan total sebesar 4,77 x10-13 mSv. Fluks paling tinggi pada penyinaran sudut 0° terdapat pada daerah payudara yaitu sebesar 1,40x10-6 MeV/cm3. Fluks paling tinggi pada penyinaran sudut 90° terdapat pada bagian tubuh sebelah kiri fantom yaitu sebesar 1,60x10-5 MeV/cm3. Fluks paling tinggi pada penyinaran sudut 180° terdapat pada punggung fantom yaitu sebesar 9,00x10-6 MeV/cm3. Fluks paling tinggi pada penyinaran 270° terdapat pada bagian tubuh sebelah kanan fantom yaitu sebesar 1,40x10-5 MeV/cm3.   Kata kunci              : Linac, neutron cepat, simulasi Monte Carlo, MCNPX.
Gagasan konseptual supervisor pendidikan tentang pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai Sumber belajar guna meningkatkan mutu guru dalam mengajar di MIS Meunasah Teungoh Azizah, Azizah
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Vokasi (JP2V) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jp2v.v1i2.2064

Abstract

The purpose of this study is to improve the ability of teachers to use the school environment as a source of learning through Teacher Working Group (KKG) discussions and to improve learning methods ap-plied in schools so as to increase creativity, motivation and student learning outcomes. The subjects of this School Action Research are all class teachers at MIS Meunasah Teungoh in the 2019/2020 Academ-ic Year with a total of 18 teachers. The number of male teachers is 5 people and female teachers are 13 people. This School Action Research was conducted in the 2019/2020 Academic year. This School Ac-tion Research was conducted in 3 months, from August to October 2019 in odd semester. The data ob-tained came from MIS Meunasah Teungoh class teacher in 2019/2020 Academic Year. This research is a School Action Research consisting of two cycles and each cycle consists of two meetings. The data collection technique is carried out by supervising the school principal for the teacher or conducting class visits, evaluating the teacher's preparation for taking part in the guidance of learning to use Information and Communication Technology (ICT). Assessing the results of observations, learning scenarios and learning implementation in utilizing the school environment as a source of learning through the Teacher Working Group (KKG) discussion. Data collection techniques are through the supervision list of princi-pals. Data analysis was performed descriptively qualitatively by observation and reflection through ob-servation of learning scenarios and learning implementation. The research procedure consisted of Cycle I and Cycle II. The results showed, the average value of the increase in the ability of teachers to use the school environment as a source of learning is the average value of the observation results of the discus-sion activity 79.85 in Cycle I to 89.00 in Cycle II there was an increase of 9.15. In the activity of prepar-ing learning scenarios the average value of 80.71 in Cycle I to 91.42 in Cycle II there was an increase of 10.71. Learning activities or in the teaching and learning process the average value of 77.61 in Cycle I to 87.14 in Cycle II, there was an increase of 9.53.
KEBAHAGIAAN DAN PERMASALAHAN DI USIA REMAJA (PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PELAYANAN BIMBINGAN INDIVIDUAL) Azizah, Azizah
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan  ini  bermaksud untuk  memberikan informasi yang bersifat umum tentang penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan secara individual kepada remaja. Berdasarkan tahap perkembangannya, usia remaja disebut dalam masa pancaroba/ transisi/peralihan karena  sedang  mengalami perkembangan fisiologis  (perubahan  fisik  primer  maupun  perubahan fisik sekunder), perkembangan emosi  (psikis  atau  mental  yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil)  dan perkembangan sosial (tuntutan  atau beban sosial) yang akan menimbulkan ketakutan, kecemasan bahkan rasa tidak percaya diri. Sehingga usia remaja rawan terhadap munculnya  berbagai permasalahan (baik permasalahan dengan:  diri  sendiri/kurang  puas atas apa yang di miliki, kelompok  bermain atau peer group/selisih pendapat,  orang tua/bersikap memberontak terhadap aturan- aturan, lingkungan masyarakat/tidak mau terlibat dalam aktivitas masyarakat, sekolah/melanggar tata tertib sekolah, norma agama/ tidak melaksanakan perintah agama, hukum/pelanggaran  hukun dalam bentuk tindakan kriminal dan lain-lain). Dengan adanya informasi gambaran tentang kebahagiaan dan permasalahan di usia remaja, diharapkan dapat digunakan panduan para remaja untuk  menciptakan kebahagiaannya sendiri ataupun  berada dalam permasalahan remaja yang tak berujung. Kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang perlu diperjuangkan agar mencapai kedewasaan yang matang dan permasalahan adalah keadaan yang harus diupayakan solusinya yang efektif agar menjadi dewasa yang tangguh dan bertanggung jawab.Kata kunci: Kebahagiaan remaja, permasalahan remajaHAPPINESS AND PROBLEMS IN YOUNG AGE.  This paper is intended to provide general information  about the use of information in individual  counseling services to teenagers. Based on the stage of its development, teenager is called the transition period / transition / transition Facing physiological development (physical changes in both primary and physical  changes secondary),  emotional development (psychic  or mental  volatile  / emotionally unstable)  and social development (demand or social burden) which will lead to fear, anxiety and even insecurity. So that the teenage years are vulnerable to the emergence of various problems (both  problems with: self / less satisfied with what have, playgroup or peer group / disagreement, parents / rebellious attitude  against the rules, community  / not involved in community  activities, school / in violation of school rules, the norms of religion/not carried out the orders of religion, law / hukun violations in the form of criminal acts and others). With the information picture of happiness and problems in their teens, are expected to be used guide the youth to create their own happiness, or are in the teenager problems are endless. Happiness  is a choice that needs to be fought in order to reach maturity mature and problems is the state that should be pursued in order to be an effective solution formidable  mature and responsible.Keywords: Happiness   teenager,  teenagers  problems,   individual guidance
Pemfokusan Citra Radar untuk Hasil Pemodelan Radar Penembus Permukaan menggunakan Algoritma Migrasi Jarak AZIZAH, AZIZAH; AMIN, ERSHAD JUNUS
Jurnal Elkomika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Elkomika
Publisher : Jurnal Elkomika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Citra Radar Penembus Permukaan (GPR) memberikan gambaran tentang objek dalam bentuk kurva hiperbola. Kurva hiperbola ini memiliki resolusi yang rendah sehingga sulit untuk menganalisis lokasi objek yang sebenarnya. Oleh karena itu diperlukan proses untuk membuat citra menjadi lebih fokus. Proses ini disebut transformasi atau migrasi. Salah satu algoritma migrasi adalah algoritma migrasi jarak. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam penelitian ini. Pertama, pemodelan GPR dilakukan menggunakan perangkat lunak. Kemudian, algoritma migrasi jarak diimplementasikan untuk data hasil pemodelan. Terakhir, dilakukan analisis hasil yang didapat. Informasi jumlah dan lokasi objek didapatkan dari citra hasil migrasi ini dengan persentase kesalahan untuk pada sumbu x sebesar 4 % untuk 1 objek, 17 % untuk 2 objek, dan 4 % untuk 3 objek. Sedangkan persentase kesalahan pada sumbu y sebesar 2% untuk 1 objek, 3% untuk 2 objek, dan 8% untuk 3 objek. Kata kunci: GPR, migrasi, algoritma, migrasi jarak, fokus,   Abstract Ground Penetrating Radar (GPR) image give description about object in hyperbolic curve. This hyperbolic curve has low resolution so it is too difficult to analysis the actual object position. Therefore, we need a process can make the image more focus. This process usually called transformation or migration. One of them is range migration algorithm. There are several steps in this reseacrh. First, GPR modelling done using software. Next, range migration algorithm is implemented for the data result from simulation. Last, the result are analyzed. The information about the number and object position is obtained from the image in this migration process with margin error in x-axis are 4% for 1 object, 17% for 2 object, and 4% for 3 object. On the other side, margin error in y-axis are 2% for 1 object, 4% for 2 object, and 8% for 3 object. Keywords: GPR, migration, algorithm, range migration, focus
HUBUNGAN MINUMAN ISOTONIK DENGAN KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL PADA MAHASISWA JPOK UNLAM BANJARBARU Azizah, Azizah; Biworo, Agung; Asnawati, Asnawati
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.182

Abstract

Maximum oxygen consumption (VO2 max) is the maximum number of individual oxygen that can be used during the exercise and is one of the good measurements of cardiorespiratory fitness. Isotonic drink is one of the drinks that supplies the energy and fluid balance during the exercise.  This research aims to determine whether there is a relationship of isotonic drink with maximum oxygen consumption. This research uses quasi experimental  pretest and posttest design.  The population of this research are the students of JPOK UNLAM Banjarbaru, who were divided into two groups based on before and after giving isotonic drinks. The method of retrieval research subjects is by purposive sampling method, with 33 respondents of the research subjects. The measurement of VO2 max is conducted by using multistage fitness test. The average value of VO2 max before giving isotonic drinks was 45,05 ml/kg/minute and after giving it became 49,34 ml/kg/minute. The paired t test with confidence level 95% showed significant differences in both of the data with the value of p = 0,000, it can be concluded that isotonic drinks can increase VO2 max. Keywords:  isotonic, VO2 max.
KEBAHAGIAAN DAN PERMASALAHAN DI USIA REMAJA (PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PELAYANAN BIMBINGAN INDIVIDUAL) Azizah, Azizah
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1008

Abstract

Tulisan  ini  bermaksud untuk  memberikan informasi yang bersifat umum tentang penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan secara individual kepada remaja. Berdasarkan tahap perkembangannya, usia remaja disebut dalam masa pancaroba/ transisi/peralihan karena  sedang  mengalami perkembangan fisiologis  (perubahan  fisik  primer  maupun  perubahan fisik sekunder), perkembangan emosi  (psikis  atau  mental  yang mudah berubah-ubah/emosi tidak stabil)  dan perkembangan sosial (tuntutan  atau beban sosial) yang akan menimbulkan ketakutan, kecemasan bahkan rasa tidak percaya diri. Sehingga usia remaja rawan terhadap munculnya  berbagai permasalahan (baik permasalahan dengan:  diri  sendiri/kurang  puas atas apa yang di miliki, kelompok  bermain atau peer group/selisih pendapat,  orang tua/bersikap memberontak terhadap aturan- aturan, lingkungan masyarakat/tidak mau terlibat dalam aktivitas masyarakat, sekolah/melanggar tata tertib sekolah, norma agama/ tidak melaksanakan perintah agama, hukum/pelanggaran  hukun dalam bentuk tindakan kriminal dan lain-lain). Dengan adanya informasi gambaran tentang kebahagiaan dan permasalahan di usia remaja, diharapkan dapat digunakan panduan para remaja untuk  menciptakan kebahagiaannya sendiri ataupun  berada dalam permasalahan remaja yang tak berujung. Kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang perlu diperjuangkan agar mencapai kedewasaan yang matang dan permasalahan adalah keadaan yang harus diupayakan solusinya yang efektif agar menjadi dewasa yang tangguh dan bertanggung jawab.Kata kunci: Kebahagiaan remaja, permasalahan remajaHAPPINESS AND PROBLEMS IN YOUNG AGE.  This paper is intended to provide general information  about the use of information in individual  counseling services to teenagers. Based on the stage of its development, teenager is called the transition period / transition / transition Facing physiological development (physical changes in both primary and physical  changes secondary),  emotional development (psychic  or mental  volatile  / emotionally unstable)  and social development (demand or social burden) which will lead to fear, anxiety and even insecurity. So that the teenage years are vulnerable to the emergence of various problems (both  problems with: self / less satisfied with what have, playgroup or peer group / disagreement, parents / rebellious attitude  against the rules, community  / not involved in community  activities, school / in violation of school rules, the norms of religion/not carried out the orders of religion, law / hukun violations in the form of criminal acts and others). With the information picture of happiness and problems in their teens, are expected to be used guide the youth to create their own happiness, or are in the teenager problems are endless. Happiness  is a choice that needs to be fought in order to reach maturity mature and problems is the state that should be pursued in order to be an effective solution formidable  mature and responsible.Keywords: Happiness   teenager,  teenagers  problems,   individual guidance
KIAT- KIAT MENYAMBUT HADIRNYA GEDUNG PERPUSTAKAAN BARU YANG REPRESENTATIP (DI STAIN KUDUS) Azizah, Azizah
LIBRARIA Vol 2, No 2 (2014): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/libraria.v2i2.1210

Abstract

A hard work will be easier if we know how to do it, by using the facilities in accordance with references program, we can manage various types of literature (writings, printed works and/ or recorded works) professionally with the standard system to fulfi ll the needs of education, research conservation, information and recreation of the users (educators and students) in state college of Islamic studies as its function as the appropriate material literature provider. Suatu pekerjaan yang sukar akan tetapi tahu caranya, maka dengan mudah sekali untuk dikerjakan dengan tujuan memanfaatkan fasilitas yang sesuai dengan program kegiatan kepustakaan yang berfungsi untuk mengelola berbagai jenis bahan pustaka (karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam) secara profesional menggunakan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pengguna/pemustaka ( tenaga pendidik dan kependidikan serta mahasiswa) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus yang sesuai dengan fungsinya sebagai layanan bahan pustaka.
PENGEMBANGAN MODUL KONSEP DASAR IPA BERPENDEKATAN ETNOSAINS BAGI MAHASISWA PGSD UNDARIS Winarti, Puji; Azizah, Azizah
JURNAL SEKOLAH Vol 1, No 4 (2017): September 2017
Publisher : JURNAL SEKOLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Pengembangan Modul Konsep Dasar Ipa Berpendekatan Etnosains Bagi Mahasiswa PGSD Undaris. Tujuan penelitian mengembangkan modul Konsep Dasar IPA berpendekatan etnosains untuk mahasiswa PGSD UNDARIS. Penelitian ini merupakan penelitian Pengembangan. Diperoleh data bahwa modul konsep dasar IPA berpendekatan etnosains dikembangkan dengan beberapa tahap yaitu: mengidentifikasi dan mengkaji kurikulum konsep dasar IPA, menganalisis kondisidan kebutuhan mahasiswa PGSD UNDARIS, mendesain modul sesuai dengan kriteria modul yang baik sesuai teori, menyusun modul sesuai dengan desain yang telah dibuat, memvalidasi modul yang telah selesai disusun hingga didapatkan modul yang valid, menguji coba modul dalam skala kecil yaitu pada 6 (enam) mahasiswa semester 3 (tiga) PGSD UNDARIS untuk mendapatkan modul yang praktis.Kata Kunci : Pengembangan Modul, Pendekatan Etnosains, Konsep Dasar IPA