cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 157 Documents
Kemampuan Daya Dukung Lingkungan Wisata Tirta Nirwana Songgoriti Herlambang, Moch. Faisal; Wicaksono, Agus Dwi; Hidayat, AR Rohman Taufiq
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tirta Nirwana Songgoriti Tourism is one of main tourism destination in Batu City East Java. Currently, a fairly rapid growth can be seen from the quantity of tourist visit in the Tirta Nirwana Songgoriti Tourism which tends up from year to year. However, the embodiment of balance beetwen activity in tourist sites with environmental sustainability to be concern given the number of visitors who traveled quite high. The purpose of this research is to know the ability of Tirta Nirwana Songgoriti Tourism to accommodate the number of tourists during a visit to the unit of visits per day. The methods used in this research is using Cifuentes were modified to the Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), Management Capacity (MC), and Effective Carrying Capacity (ECC). The result of the calculation about carrying capacity conclude that the average number of tourists which can accommodate Tirta Nirwana Songgoriti Tourism is 148 tourists visit per day. The value wasn’t exceeded by the average tourist visits in the last 5 years which reached 131 tourist visitors per day. Keywords: Carrying Capacity, Tirta Nirwana Songgoriti, Tourist Visits
Kinerja dan Rute Pelayanan Angkutan Kota di Kawasan Perkotaan Lumajang - Kabupaten Lumajang Achadiyah, Ira Rachmani; Kurniawan, Eddi Basuki; Hariyani, Septiana
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan kota merupakan salah satu bentuk dari sarana transportasi yang mempunyai fungsi sebagai sarana pergerakan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, yang juga merupakan sarana transportasi alternatif di dalam kota, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang memiliki permasalahan kinerja dan rute pelayanan dikarenakan semakin menurunnya jumlah penumpang sehingga trayek yang ada (yaitu 7 trayek) disusutkan menjadi tiga trayek pada tahun 2003 berdasarkan Keputusan Kadinhub Kabupaten Lumajang dengan SK No. 551. 21/ 332/ 427. 37/ 2003 tentang Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Lumajang hingga menjadi satu trayek pada saat survei dilaksanakan (Mei 2009). Selain itu masih terdapat guna lahan potensial yang belum terlayani oleh jasa angkutan kota. Pada kondisi eksisting, angkutan kota mengalami penumpukan trayek yang disebut overlap rute. Kondisi overlap mempengaruhi kinerja operasional angkutan kota yang nantinya akan berpengaruh pada kenyamanan penumpang. Penelitian kinerja dan rute pelayanan angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang-Kabupaten Lumajang untuk mengavaluasi angkutan kota baik dari sisi kinerja operasional, finansial dan rute/ trayek.Hasil dari analisis kinerja operasional (faktor muat, waktu antara, waktu tunggu keberangkatan, waktu perjalanan dan kecepatan kendaraan) angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.687/AJ.206/DRJD/2002, rata-rata masih berada di bawah standar. Untuk kinerja finansial, diperoleh hasil bahwa rata-rata biaya operasi kendaraan (BOK) per hari sebesar Rp. 161.704,29,- dan pendapatan pemilik angkutan per hari sebesar Rp. 27.295,72 bila dihitung berdasarkan tarif yang berlaku saat ini (tahun 2009). Sedangkan berdasarkan hasil dari pemilihan rute dengan memakai model all or nothing dan stokastik dihasilkan rute rekomendasi untuk agkutan kota. Selanjutnya hasil analisis tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat rekomendasi dalam upaya peningkatan kinerja dan rute pelayanan angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang.Kata kunci: Angkutan kota, Kinerja operasional, Kinerja finansial, Rute pelayanan
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Perumahan Swasta Du Kota Padang Putri, Agisti Amelia; Fosterharoldas, Deva; Roychansyah, Sani
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.02.1

Abstract

Padang City is one of the coastal city located in coastal area of Sumatera Island. The beginning of the development of housing was in the western region which was the Muara Batang Arau Port Area. The development of private housing in the city of Padang continues to shift increasingly moving towards the eastern region which is a suburb far from the coast. This phenomenon affects the activities of large land conversion that resulted in changes in the structure of the Padang City space and increasingly eliminate the characteristics of the City of Padang as a Beach City. This is interesting to study so research questions arise as to the development of private housing in the city of Padang and what are the factors that influence this development. The purpose of this study is to describe the development of private housing in the city of Padang and identify factors that influence the development of private housing in the city of Padang. The research approach used is deductive qualitative rationality, which in the analysis phase uses a Geographic Information System (GIS) to describe the development of private housing in Padang City in 2007-2016.The results showed that there was a change in the orientation of private housing development from 2007-2016 from the western part of Padang Sarai, Lubuk Buaya, Pasie Nan Tigo, Bungo Padang and Parupuk Tabing villages to the eastern part of Balai Gadang Village, Lubuk Minturun Urban Village, Gunung Sarik Urban Village and Kuranji Village with the addition of 156 Ha of private housing area. Factors affecting housing development in Kota Padang are factors of policy, population factor, land limitation factor, and partnership factor.Keywords: Kota Padang, development of private housing, factors
Pengaruh Infrastruktur Dan Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Ketahanan Pangan Adnan, Suraya; Surjono, Surjono; Sutikno, Fauzul Rizal
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food security can be affected by infrastructure and social economic condition. The purpose of this research is to analyze the effect of infrastructure and social-economic condition on rice price with path analysis. The second purpose of this research is to analyze the food purchasing power of people in Malang Regency as the indicator of food security. And then the third purpose is to analyze the effect of infrastructure and social-economic condition on food security based on exploratory data analysis (EDA). This research provides coefficient of the effect of infrastructure and social-economic condition on rice price, Y 1 = 2.917,99 + 0,54 X – 2,06 X 4 + 1,72 X , it means that rice price has a positive correlation with the price of substitutes goods, and road conditions. Rice price also has a negative correlation with the number of poor family, rice productivity, and width of road. The higher the price of some goods, the higher people’s expenditures, and finally people’s purchasing power become weaker. Generally, there is a correlation between infrastructure and social economic condition. This finding should encourage government to pay more attention to infrastructure and social sector in order to reach food security.Keywords: Infrastructure, Social-economic Condition, Food Security
Pelestarian Lingkungan dan Bangunan Kuno di Kawasan Pekojan Jakarta Suprihatin, Ari; Antariksa, Antariksa; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakterIstik dan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, menentukan faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, serta menentukan arahan pelestarian dalam melindungi lingkungan dan bangunan kuno. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, evaluatif, dan development. Hasil analisis tingkat kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kualitas, yaitu pada aspek kemudahan aksesibilitas, kesehatan, keamanan dan keselamatan, serta keromantisan. Penurunan kualitas juga terjadi pada bangunan kuno yang masih bertahan di Kawasan Pekojan. Berdasarkan hasil analisis, terdapat bangunan kuno yang memiliki tingkat kerusakan kecil sebanyak 11 bangunan (16%), kerusakan sedang sebanyak 55 bangunan (78%), dan kerusakan besar sebanyak 4 bangunan (6%). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan adalah faktor kurangnya peran aktif masyarakat dan faktor pergeseran fungsi kawasan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas bangunan kuno yang paling utama adalah kurangnya dana yang dimiliki pemerintah, faktor pergantian kepemilikan, dan faktor kurangnya perawatan pada bangunan kuno. Arahan pelestarian lingkungan di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tiga jenis tindakan, yaitu tindakan preservasi (lingkungan I), konservasi (lingkungan II), dan rehabilitasi atau gentrifikasi (lingkungan III). Adapun tindakan pelestarian bangunan kuno di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tindakan preservasi (8 bangunan), konservasi (54 bangunan), dan rehabilitasi atau restorasi (8 bangunan).Kata kunci : Pelestarian, Faktor-faktor, Penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno
Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Kekritisan Lahan Pada Kawasan Budidaya Pertanian (Studi Kasus Desa Ngabab Kecamatan Pujon) Hakim, Annisa Nurul; Anggraeni, Mustika; Dinanti, Dian
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population growh affects the increasing needs for food and agricultural land, while the existence of agricultural land is reduced. Efforts to increase agricultural product by using chemical fertilizers and pesticides have negative impact on the environment. Insistence of the fulfillment of economic needs affected to the exploitation of agricultural land that can trigger critical land. Most villagers work as a farmer, which is identical with low level of welfare. Increasing poverty rate among farmers will continue if the critical condition of agricultural land increasingly widespread because farmers will lose their jobs. It will caused socio-economics impacts, namely the broader unemployment, crime, and decreased quality of life. This study aimed to determine critical land level on agricultural land and whether there is influence between socio economic condition with the critical land level. The methods used to measure the critical land level were overlay, scoring, and weighting. The critical level divided into five categories, are very critical, critical, medium critical, potential critical, and uncritical area. The analysis methods used to measure correlation between socio economic with crtical land level was multiple linear regression analysis. Based on the overlay analysis showed that critical land level on samples are Critical 0,957 ha, Medium Critical 10,473 ha, Potential Critical 6,24 ha, and Uncritical 1,247 ha. The result of regression analysis showed that there was significant influence between the socio economic and critical land level. The significant variables on farmer samples are agricultural counseling frequencies, per capita income, and farm product with the model is Y = 179,452 + 18,672X1 + 10,394X4 + 3,278X5. Meanwhile for the landowner samples, the significant variables are per capita income and farm product with the model is Y = 308,342 + 4,729X4 + 2,043X5. Regression results were positif it means, the lower socio economic conditions, the land become more critical. Keywords: critical land level, socio economic, agricultural, regression
MODEL SUPPLY-DEMAND LAHAN PERTANIAN DENGAN KONSEP ECOLOGICAL FOOTPRINT Faiz, Syauqi Asyraf; Wicaksono, Agus Dwi; Dinanti, Dian
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malang melalui RTRW Kabupaten Malang tahun 2010-2030 merupakan wilayah yang diarahkan sebagai pusat perkembangan pertanian termasuk juga di kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan Kota Malang. Kecamatan-kecamatan tersebut juga diarahkan sebagai kawasan penyokong Kota Malang dengan ketersediaan permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur. Dua peranan tata ruang tersebut berdampak pada peningkatan permintaan akan hasil produksi padi namun ketersediaan lahan sawahnya yang justru semakin terbatas. Oleh sebab itu, diperlukan penyeimbang antara dua peran kebijakan sekaligus mengatasi dampak yang muncul. Kajian supply-demand lahan pertanian berdasarkan konsep ecological footprint merupakan cara untuk menyeimbangkan dan menanggulangi dari dampak tersebut. Kajian ini didasari dari model regresi untuk membuat model supply-demand lahan pertanian. Hasilnya, model hasil produksi padi dengan bentuk Y 1 =- 207,983+10,246X 1 dan model tingkat konsumsi beras masyarakat dengan bentuk Y 2 = 8,015+2,080X 5 +0,002x 8 . Berdasarkan model supply-demand yang sudah dirumuskan, pada tahun 2015 permintaan konsumsi adalah sebesar 15.911,09 Ton dan kebutuhan lahan pertanian sebesar 2.161,40 Ha dan permintaan konsumsi terus meningkat menjadi 22.273,00 Ton pada tahun 2035 dengan kebutuhan lahan pertanian sebesar 2.825,41 Ha. Hal ini mengakibatkan 14 desa yang berbatasan dengan Kota Malang akan mengalami defisit lahan sawah. Hingga tahun 2035, terjadi peningkatan kebutuhan lahan sebesar 33,18 Ha/tahun dan ancaman defisit lahan sawah akan semakin besar.
Disaster Preparation Knowledge Of Urban And Rural Students At Solo Region Sunarhadi, R. Muh. Amin; Khoirunisa, Nanda
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solo region covers Sukoharjo, Surakarta and Klaten that have been recognized as vulnerable areas for flood and earthquake. This study wants to determine the level of students’ preparedness who attends school in urban and rural areas against floods and earthquakes. The data come from secondary data obtained through research in 2013-2014. 1.150 respondents came from 15 junior high schools. The results show that: 1) the average level of student preparedness against floods is 52.22% and included in the category of less prepared; 2) the average level of preparedness of students to the earthquake is 67.52% and included in the category of prepared; 3) the average level of preparedness of students who attend school in urban areas is 67.72% included in the category of prepared; 4) the average level of preparedness of students who attend school in rural areas is 52.02% and included in the category of less prepared. The study conclude that students who attend school in an urban preparedness higher than students who attend school in rural areas.Keywords: Disaster preparedness, urban and rural, school
Pengaruh Guna Lahan Terhadap Penurunan Infiltrasi di Kota Batu Permanasari, Puspa; Bisri, M.; Suharyanto, Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to evaluate the condition of existing land use in years 2010 with the Spatial Plan Batu years 2003 to 2013 to determine the effect of land use on infiltration in Batu City. The method used in this study is regression analysis and Analysis Hierarky Proces. The results showed there is a dominant influence of land use on infiltration and analysts have a different outcome each district. Existing land use conditions in 2010 have an influence on the decline in power of absorbing rainwater into the soil. It can be seen from the declining value of the infiltration in Batu declined 34.915.235 m³ / year or 13% of land use in 2003. To ensure the conservation of water resources in terms of preventing the destructive force of water, the ground water reserves in 3 (three) districts in the town of Batu need to consider land use contained in the spatial plan that no longer have the conversion of land to land up which can lead to reduced capacity and water potential capacity.Keywords: conservation, land use, infiltration.
Manajemen Lalu Lintas Jalan Brigjen Hasan Basri - Jalan S. Parman Kota Banjarmasin Rosanti, Rossy; Hariyani, Septiana; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman merupakan salah satu jalan utama yang melintas di dalam Kota Banjarmasin dengan hirarki arteri sekunder yang mempunyai peran dan fungsi penting karena merupakan satu-satunya jalan yang digunakan untuk lalu lintas dua arah yang menghubungkan pusat Kota Banjarmasin (Kecamatan Banjarmasin Tengah) dengan Kecamatan Banjarmasin Utara, dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja jalan, pengaruh pembangunan jalan alternatif terhadap tingkat pelayanan jalan untuk kemudian merumuskan alternatif penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif evaluatif meliputi analisis sistem transportasi, tingkat pelayanan jalan, plat matching. Analisis tingkat pelayanan jalan with-without jalan alternatif untuk mengetahui pengaruh jalan alternatif terhadap kinerja jalan dan analisis alternatif penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ruas Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman mencapai puncak (peak hour) pada hari efektif di pagi hari pukul 07.00-08.00. Tingkat pelayanan jalan segmen I bernilai D dengan DS mencapai 0,760 smp/jam (utara) dan bernilai C dengan DS mencapai 0,670 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen II bernilai D dengan DS mencapai 0,830 smp/jam (utara) dan 0,780 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen III bernilai E dengan DS mencapai 0,930 smp/jam (utara) dan 0,950 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen IV bernilai E dengan DS mencapai 0,910 smp/jam (utara) dan 0,950 smp/jam (selatan). Adanya rencana pembangunan jalan alternatif dalam pengalihan arus menerus kendaraan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ruas Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman karena hanya dapat menurunkan derajat kejenuhan rata-rata sebesar 1,79%. Penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas meliputi skenario penambahan lebar jalan, pelarangan parkir on street, penertiban aktivitas angkutan umum, penertiban PKL, dan pengaturan arus menerus kendaraan berat melalui jalan alternatif untuk meningkatkan kinerja jalan.Kata kunci : Manajemen lalu lintas, Tingkat Pelayanan, Jalan Alternatif

Page 1 of 16 | Total Record : 157