Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Ergonomi Dapur Terhadap Kenyamanan Pengguna: Perumahan Alexsandria, Palembang Jassmine Jassmine; Tessa Eka Darmayanti; Yunita Setyoningrum
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 10, No 1 (2022): Lintas Ruang
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v10i1.6947

Abstract

Dapur merupakan kebutuhan utama untuk rumah tinggal. Dapur juga merupakan area rumah tinggal yang memiliki frekuensi aktivitas yang cukup tinggi. Dikarenakan itu, dibutuhkan segitiga kerja pada dapur untuk meningkatkan efisiensi pengguna dapur dalam menjalankan aktifitasnya di dapur. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kenyamanan berdasarkan layout dapur dan memberi himbauan kepada orang untuk memperhatikan dapur dari aspek ergonomi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dengan mewawancara penghuni rumah di komplek Alexsandria Palembang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dapur rumah yang ada di perumahan ini tidak sesuai standar dikarenakan masih banyaknya keluhan seperti area racik yang terlalu sempit sehingga penghuni menggunakan meja makan atau lantai sebagai gantinya. Manfaat dari artikel ini adalah untuk mengetahui ergonomi dapur sehingga meningkatkan kenyamanan kerja serta mengurangi dampak buruk bagi kesehatan yang dapat mempengaruhi tubuh di kemudian hari.
Pengaruh Pencahayaan pada Showroom Terhadap Kenyamanan Visual (Studi Kasus Showroom Harley Davidson, Bandung) Rudy Kurniawan; Miky Endro Santoso; Tessa Eka Darmayanti
Waca Cipta Ruang Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v8i1.6593

Abstract

The role of lighting is an important part of a space design. Its function is not just to be a light, but can create and offer a certain atmosphere that can support its function, in this case the Harley-Davidson Motorcycle showroom. A pleasant atmosphere and providing comfort can make a display object more attractive so as to create a separate experience for consumers or anyone who comes to the showroom. The role of lighting can make a difference in the Harley-Davidson showroom in Bandung with other showrooms. The purpose of this study is to find out the right lighting in the Harley Davidson showroom in Bandung. The research method used is a descriptive approach in the form of written or spoken words from observable people and actors.. based on the showroom that author studied, it was found that the intensity, color and type of lighting are the components of visual comfort and create the image, identity and attractiveness of a showroom. Indirectly, this shows that lighting does not only have tangible values that can be seen by the eye, but also has intangible values that can be felt by the five human senses, one of which is a sense of comfort.
Membaca Visual Wayang Beber Sebagai Ide Perancangan Ruang Tessa Eka Darmayanti; Rama Perdana Drajat; Tiara Isfiaty
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i3.5904

Abstract

Wayang Beber, kesenian yang berasal dari daerah Jawa Timur ini merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia yang sudah kurang diminati saat ini. Hal tersebut menyebabkan popularitas wayang beber menjadi sangat rendah di kalangan masyarakat modern. Salah satu cara untukmelestarikan kesenian wayang beber ialah dengan menerapkan nilai-nilai simbolis yang terkandung di dalam kesenian wayang beber terhadap sebuah perancangan interior. Hal tersebut tidak hanya dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dunia desain interior, namun juga pada bidang seni dan budaya tradisional Indonesia. Wayang Beber memiliki unsur-unsur yang berbeda dengan jenis wayang lainnya, dapat dilihat dari bentuk wayang beber itu sendiri hingga cara pementasaanya. Berbagai nilai tersebut dapat diterapkan pada elemen desain interior yaitu bentuk, pola dan warna. Penulisan artikel ini didukung metode kualitatif dengan pendekatan eksplorasi studi literatur dan teori Bahasa Rupa dari Primadi Tabrani. Usaha pelestarian wayang beber sebagai warisan bangsa Indonesia ini tidak menutup kemungkinan dapat menjadi bahan rujukan penelitian selanjutnya baik skala nasional maupun internasional.
NARASI GERBANG RUMAH PERANAKAN DI PECINAN, LASEM, JAWA TENGAH: PENDEKATAN FENOMENOLOGI Darmayanti, Tessa Eka; Bahauddin, Azizi
MODUL Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.20.2.2020.126-133

Abstract

The gate is an important component of Peranakan houses in Lasem. They are included in the cultural heritage of Indonesia, and most of them are more than a hundred years old, but still stand firm and lined up neatly adorning the Pecinan area. The purpose of this paper is to provide a different perspective on the existence of the Peranakan houses’ gates that interpreted through the author’s experiences during the fieldwork. The gate embodiment gives a different atmosphere and experience which is not found elsewhere because they are unique and irreplaceable. Unfortunately, preserving these gates become a serious challenge in the modern era. The finding comes from the phenomenon which found after the field research and analyzed using the phenomenology approach of Merleau Ponty, Juhani Pallasmaa, and Steven Holl. Phenomenology allows people to express their existence through architecture and let its value appear to people as they experience it. The result showed that experiences would give the people have an attachment to the place unconsciously.
Pengaruh perubahan sirkulasi terhadap fungsi ruang di rumah Peranakan, Kampung Babagan, Lasem Tessa Eka Darmayanti; Azizi Bahauddin
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 5 No 2 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | May 2020 ~ August 2020
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v5i2.403

Abstract

Effects of changes in circulation on spatial function in peranakan house, Babagan Village, Lasem A change could affect circulation in a building. The change may be influenced by external or internal sources that are related to the perspective of tradition, culture and social surroundings. It may indirectly presents a new feature that can accommodate the needs of residents and this happens in one of the Peranakan houses in Lasem. It could be seen as a form of conservation while respecting family and social traditions and culture. The purpose of this study is to understand which components that influence changes in the circulation of space within the Peranakan-Kidang Mas housing complex which includes the main building, courtyard, kitchen, and workshop. To answer these objectives, the methods used are surveys, interviews, and observation. This narrative research discussion is supported by a spatial concept and research findings show that changes in circulation make it possible to give new meaning to the function of a space. © 2020 Tessa Eka Darmayanti, Azizi Bahauddin
Penerapan Material Ramah Lingkungan pada Microlibrary Bima Kota Bandung Christa Bella; Tessa Eka Darmayanti
Waca Cipta Ruang Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v8i1.6095

Abstract

Penelitian ini didasari kegelisahan penulis mengenai perilaku masyarakat Indonesia terhadap penggunaan plastik sekali pakai hingga akhirnya menimbulkan penumpukan limbah plastik. Kerusakan hingga bencana alam kerap terjadi akibat penumpukan limbah plastik, hingga akhirnya masyarakat sadar akan pentingnya edukasi ramah lingkungan dan daur ulang sedari dini. Mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak tentang ramah lingkungan dapat dimulai melalui sarana edukasi yang memadai. Dalam konteks tersebut, penelitian ini mengambil contoh perancangan Microlibrary Bima yang berlokasi di Jalan Bima Utara Kota Bandung. Microlibrary Bima merupakan sarana edukasi di area pemukiman warga yang menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya bagi anak-anak, yang menerapkan penggunaan material ramah lingkungan pada fasad bangunan. Meskipun selama masa pandemi ini Microlibrary Bima tidak beroperasi, tidak menjadikan hal tersebut sebagai halangan bahwa Microlibrary Bima merupakan bangunan yang menarik untuk dibahas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan metode penelitian analisis deskriptif. Tulisan ini memberikan pemaparan mengenai pentingnya pengaplikasian material ramah lingkungan dalam menciptakan sarana edukasi sebagai contoh nyata bagi anak untuk mempelajari konsep ramah lingkungan. Hasil analisis menyimpulkan bahwa perancangan Microlibrary Bima sebagai sarana edukasi yang menerapkan material ramah lingkungan dapat menjadi contoh nyata bagi anak untuk belajar dan menyadari manfaat pentingnya mempelajari konsep ramah lingkungan dan turut berkontribusi dalam mengembangkan karakter anak yang peduli terhadap lingkungan. Kata Kunci: Microlibrary Bima, ramah lingkungan, daur ulang, material
Tinjauan Ornamen Cina pada Atap Masjid Tan Kok Liong, Depok, Indonesia Tessa Eka Darmayanti; Amanda Muliati; Annisa Rahma Amadea
Waca Cipta Ruang Vol 5 No 1 (2019): Vol 5 No 1 (2019) : Waca Cipta Ruang
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v5i1.1647

Abstract

This review covers the observation of Chinese ornaments on the roof of Tan Kok Liong Mosque compared with The Great Mosque of Xi’an in China. The method used in this study is descriptive method with qualitative approach. This study was conducted on Tan Kok Liong Mosque, which is located in Cibinong, Indonesia and on The Great Mosque of Xi’an located in Shaanxi Province, China. The data were collected from the field observations and interviews with the designer, owner, Islamic leader, the Mosque caretakers, and the local residents who are familiar with the components and history of both Mosques. Exploratory literature also used to support and strengthen existing data. The data were analyzed by describing, presenting, and verifying by using the theories of culture and meaning (semiotics). There are five ornaments on the roof of Tan Kok Liong Mosque, there are; bao ding (宝顶), dun shou (蹲兽), chui shou (垂兽), arched roof, and ceramics that cover the roof. The result of this study shows that there is a relation between the ornaments and the Chinese culture, although not entirely the same, but still have the same essence with the ornaments on The Great Mosque of Xi’an. The contribution that can be given from this research is to broaden knowledge about the use and the meaning of Chinese ornaments used on the roof of mosque buildings in two different countries.Other than that, it can be a new source of literature for future research.
Pengaruh Warna Terhadap Psikologi User di Zen Family Spa & Reflexology Bandung Yosia Franklin Gunawan; Tessa Eka Darmayanti
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 1, No 1 (2022): REKAJIVA Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna berperan aktif dalam menunjang mood para pengunjung. Warna adalah salah satu elemen interior yang berpengaruh terhadap psikologi, sehingga dapat dipertimbangkan dalam menciptakan sebuah suasana ruang untuk tiap segmentasi/kebutuhan ruangan tersebut. Tujuan pada penelitian kali ini adalah bagaimana pengaruh warna mempengaruhi suasana dan user di tempat spa dan pijat. Penelitian ini dilakukan dengan metodologi kuantitatif yang menggunakan platform google form sebagai alat untuk mengumpulkan kuisioner yang dibuat. Hasil kuesioner digunakan untuk memperoleh data tentang pengaruh warna pada ruang pijat dan spa di ZEN Bandung. Hal tersebut menjadi sangat penting dalam penelitian ini untuk mengembangkan wawasan mengenai pengaruh warna terhadap psikologi user di tempat sebuah fasilitas spa.Kata kunci: : Psikologi, warna, suasana ruang, tempat spa.
Wastra Kreatif: Sosialisasi Dan Pelatihan Teknik Cabut Warna Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Dewi Isma Aryani; Tessa Eka Darmayanti; Ismet Zainal Effendi; Dieni Nuraeni
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.1011-1022.2022

Abstract

Teknik cabut warna dalam karya-karya seni banyak dipergunakan oleh masyarakat yang mencintai dunia kreatif. Istilah cabut warna ini awal mulanya dikenal dalam teknik sablon yaitu sebuah istilah yang sama dengan angkat warna. Wastra yang dibutuhkan adalah jenis katun berwarna gelap, apabila di sablon maka tintanya akan berubah sama dengan warna tinta yang disablonkan. Berbagai eksperimen diatas kain terus dikembangkan termasuk dalam pengembangan wastra kreatif, yang membedakan adalah jenis tinta yang dipakainya. Dalam wastra kreatif jenis cairan untuk menghilangkan warna memanfaatkan pemutih yang beredar di pasaran. Pemakaiannya dengan menggunakan benda tumpul yang aman dan dicelupkan ke dalam pemutih, dan torehkan di atas kain. Tapak jejak torehan tersebut akan berganti warna menjadi putih, warna dasar kain tersebut tercabut warnanya. Metode pengabdian yang dipergunakan adalah metode partisipan yang akan dilakukan empat tahapan yaitu persiapan alat dan bahan, kedua untuk pelaksanaan dilakukan sosialisasi, demo dan pelatihan, ketiga tahapan evaluasi peserta melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta pengabdian ini adalah Guru Dasyat Nusantara (GDN) dengantarget peserta adalah 40 orang. Pelaksanaannya setiap peserta memperhatikan apa yang diuraikan oleh trainer. Hasil pengabdian dari wastra kreatif cabut warna ini peserta dapat meningkatkan kompetensinya dalam membuat karya wastra kreatif.
MAKNA MOTIF BATIK PARANG SEBAGAI IDE DALAM PERANCANGAN INTERIOR Sella Kristie; Tessa Eka Darmayanti; Sriwinarsih Maria Kirana
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.788 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i2.805

Abstract

Batik merupakan salah satu mahakarya Indonesia dan keberadaan batik telah diakui oleh seluruh dunia. UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, yaitu sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 2 oktober 2009. Batik memiliki banyak jenis corak dan makna di dalamnya dan motif Parang akan menjadi fokus pada artikel ini. Makna yang terkandung di dalam motif dapat menjadi inspirasi dan diterapkan didalam sebuah perancangan interior. Artikel kualitatif ini menggunakan pendekatan kajian budaya yang didukung dengan eksplorasi literatur. Penelitian ini memiliki kontribusi dalam memberikan ide dalam penerapan berbagai makna motif Parang ke dalam elemen ruang, selain itu memberikan pandangan bahwa batik bukan saja sehelai kain dekoratif, namun juga memiliki berbagai arti mendalam yang dapat menjadi identitas bangsa Indonesia.