Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT BERDASARKAN METODE HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL DI KOTA DENPASAR Arimbawa, Putu Eka; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Santika, I Wayan Martadi
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2041

Abstract

Penggunaan obat herbal melalui persepsi pengalaman dan informasi membuat keputusan untuk melakukan pengobatan semakin tinggi. Mengukur persepsi individu dapat melalui teori health belief model (HBM). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan persepsi masyarakat berdasarkan metode health belief model (HBM) dengan penggunaan obat herbal di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 97. Data dikumpulkan dari bulan Januari–Februari 2020 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji binary logistic. Perceived benefits dan self-efficacy memberikan hubungan yang signifikan terhadap penggunan obat herbal di Kota Denpasar (P<0.05).  Pertimbangan apoteker dan penggunaan dosis yang relatif aman membuat masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan obat herbal. Peningkatan aspek fisik, mental, dan spiritual dengan penggunaan obat herbal masih perlu dilakukan, terutama dalam menunjang kesehatan masyarakat.Kata kunci : Persepsi, HBM, obat herbal, masyarakat
EFEK EKSTRAK DAUN SENDOK (Plantago major L.) TERHADAP ERITEMA PADA MARMUT PUTIH BETINA (Guinea pig) OLEH RADIASI ALAT MODIFIKASI UV 04-08 Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i1.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anti-inflamasi ekstrak daun sendok (Plantago major L.) pada hewan coba berupa marmut putih betina (Guinea pig) yang diinduksi radiasi UV-B (290-320 nm). Penelitian ini menggunakan 30 ekor marmut putih betina yang dibagi menjadi kelompok uji sebanyak 10 ekor, kelompok pembanding sebanyak 10 ekor dan kelompok kontrol sebanyak 10 ekor. Kelompok uji diberi kapsul daun sendok dengan dosis 50 mg/kg yang diberikan secara oral tiap 5 jam sekali sehari, kelompok pembanding diberi obat antalgin dengan dosis 50 mg/kg yang diberikan secara oral tiap 5 jam sekali sehari dan kelompok kontrol diberi aquadem secara oral tiap 5 jam sekali sehari. Parameter yang diamati berupa perbandingan gradasi eritema dan persentase perubahan luas area eritema setelah diinduksi radiasi UV-B dan 24 jam setelah diinduksi radiasi UV-B. Berdasarkan hasil persentase perubahan luas area eritema dan gradasi eritema dapat disimpukan bahwa ekstrak daun sendok memiliki efek anti-inflamasi, tetapi efek anti-inflamasi ekstrak daun sendok tidak sebaik efek anti-inflamasi antalgin (sebagai pembanding).
EDUKASI PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN PADA IBU-IBU PKK DI MASA PANDEMI COVID-19 WILAYAH DESA PEMECUTAN KAJA, KECAMATAN DENPASAR UTARA, KOTA DENPASAR Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Ni Putu Wintariani; Dewi Puspita Apsari; Ni Putu Aryati Suryaningsih
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6239

Abstract

ABSTRAKPemerintah pusat terus menggalakkan pencegahan dan pengendalian Covid-19, melalui Gugus Tugas COVID-19. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh dari serangan virus corona adalah dengan mengkonsumsi vitamin atau suplemen. Informasi vitamin/suplemen yang akan disebarkan pada pengabdian masyarakat ini adalah vitamin C, Zink, dan Vitamin D3 di wilayah Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar dengan sasaran ibu-ibu PKK. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi terkait pentingnya mengkonsumsi suplemen kesehatan dimasa pandemi COVID-19 dan bagaimana mengkonsumsi suplemen/vitamin dimasa pandemi COVID-19. Metode kegiatan ini dengan memberikan edukasi berupa poster secara langsung dan e-booklet melalui whatsapp grup kepada ibu-ibu PKK dan pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan setelah pemberian edukasi. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu PKK secara signifikan (p=0,000) yakni dari skor baik semula berjumlah 19% meningkat menjadi 98% partisipan. Data tersebut menunjukkan bahwa tujuan dari program kerja tercapai, yaitu peningkatan pengetahuan partisipan ibu-ibu PKK terhadap penggunaan suplemen kesehatan di masa pandemi covid-19. Kata kunci: edukasi; suplemen; covid-19. ABSTRACTThe central government continues to promote the prevention and control of Covid-19, through the COVID-19 task force.One way to maintain the immune system from the corona virus is to take vitamins or supplements. Information on vitamins/supplements that will be distributed in this community service is vitamin C, Zink, and Vitamin D3 in the Pemecutan Kaja Village area, North Denpasar District, Denpasar City with the target of PKK women. The purpose of this activity is to provide education regarding the importance of consuming health supplements during the COVID-19 pandemic and how to take supplements/vitamins during the COVID-19 pandemic. The method of this activity is to provide education in the form of direct posters and e-booklets via whatsapp groups to PKK women and knowledge measurements are carried out before and after providing education. The results obtained were that there was a significant increase in the knowledge of PKK women (p = 0.000), namely from the original good score of 19%, it increased to 98% of participants. The data shows that the goal of the work program was achieved, namely increasing the knowledge of PKK women on the use of health supplements during the COVID-19 pandemic. Keywords: education; supplements; covid-19. 
PERSEPSI MASYARAKAT BERDASARKAN METODE HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL DI KOTA DENPASAR Putu Eka Arimbawa; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; I Wayan Martadi Santika
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2041

Abstract

Penggunaan obat herbal melalui persepsi pengalaman dan informasi membuat keputusan untuk melakukan pengobatan semakin tinggi. Mengukur persepsi individu dapat melalui teori health belief model (HBM). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan persepsi masyarakat berdasarkan metode health belief model (HBM) dengan penggunaan obat herbal di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 97. Data dikumpulkan dari bulan Januari–Februari 2020 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji binary logistic. Perceived benefits dan self-efficacy memberikan hubungan yang signifikan terhadap penggunan obat herbal di Kota Denpasar (P<0.05).  Pertimbangan apoteker dan penggunaan dosis yang relatif aman membuat masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan obat herbal. Peningkatan aspek fisik, mental, dan spiritual dengan penggunaan obat herbal masih perlu dilakukan, terutama dalam menunjang kesehatan masyarakat.Kata kunci : Persepsi, HBM, obat herbal, masyarakat
Peralihan Antibiotik Intravena ke Oral terhadap Lama Rawat Inap Pasien Pneunomia Komuniti di RSUD Klungkung Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Ni Putu Aryati Suryaningsih
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.9216

Abstract

Terapi sulih atau peralihan terapi antibiotik intravena ke oral pada pasien pneumonia komuniti di rumah sakit bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan, lama rawat inap, mencegah infeksi nosokomial dan meningkatkan patient safety dalam rangka mencegah resistensi antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola peralihan terapi antibiotik intravena ke oral dengan lama rawat inap (length of stay) pasien pneumonia komuniti di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung Penelitian ini menggunakan desain non-experimental dengan metode deskriptif korelasi. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien pneumonia komuniti yang menjalani rawat inap di RSUD Klungkung pada tahun 2017-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola peralihan antibiotik intravena ke oral dengan lama rawat inap (length of stay) pasien pneumonia komuniti di RSUD Klungkung (p-value 0,918 > 0,05). Sedangkan tipe peralihan antibiotik intravena ke oral yang paling banyak diterapkan pada pengobatan pneumonia komuniti adalah tipe sequential (48,3 %) dibandingkan dengan tipe lainnya. Antibiotik yang sering diberikan pada pasien pneumonia komuniti adalah golongan fluorokuinolon sebesar 56,7 % dalam bentuk sediaan intravena dan 68,3 % dalam bentuk sediaan oral. Kesimpulan dari studi ini adalah peralihan antibiotik intravena ke oral tidak memiliki hubungan dengan lama rawat inap (length of stay) pasien pneumonia komuniti di RSUD Klungkung.
EFEK EKSTRAK DAUN SENDOK (Plantago major L.) TERHADAP ERITEMA PADA MARMUT PUTIH BETINA (Guinea pig) OLEH RADIASI ALAT MODIFIKASI UV 04-08 Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Ni Putu Aryati Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i1.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anti-inflamasi ekstrak daun sendok (Plantago major L.) pada hewan coba berupa marmut putih betina (Guinea pig) yang diinduksi radiasi UV-B (290-320 nm). Penelitian ini menggunakan 30 ekor marmut putih betina yang dibagi menjadi kelompok uji sebanyak 10 ekor, kelompok pembanding sebanyak 10 ekor dan kelompok kontrol sebanyak 10 ekor. Kelompok uji diberi kapsul daun sendok dengan dosis 50 mg/kg yang diberikan secara oral tiap 5 jam sekali sehari, kelompok pembanding diberi obat antalgin dengan dosis 50 mg/kg yang diberikan secara oral tiap 5 jam sekali sehari dan kelompok kontrol diberi aquadem secara oral tiap 5 jam sekali sehari. Parameter yang diamati berupa perbandingan gradasi eritema dan persentase perubahan luas area eritema setelah diinduksi radiasi UV-B dan 24 jam setelah diinduksi radiasi UV-B. Berdasarkan hasil persentase perubahan luas area eritema dan gradasi eritema dapat disimpukan bahwa ekstrak daun sendok memiliki efek anti-inflamasi, tetapi efek anti-inflamasi ekstrak daun sendok tidak sebaik efek anti-inflamasi antalgin (sebagai pembanding).
THE EFFECT OF LAVENDER AROMATHERAPY ON DYSMENORRHOEA STUDENTS IN INSTITUTE OF HEALTH SCIENCE MEDICA PERSADA BALI AA Sg Dewi Pradnya Pramita; IA Manik Partha Sutema; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Journal Pharmaceutical Science and Application Vol 2 No 1 (2020): Journal Pharmaceutical Science and Application
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematic and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.323 KB) | DOI: 10.24843/JPSA.2020.v02.i01.p02

Abstract

Background: Menstrual pain (dysmenorrhoea) is a symptom characterized by discomfort in the abdomen during menstruation. Lavender aromatherapy is beginning to be sought as one of the non-pharmacological therapies because the use of NSAIDs is reported to cause many side effects. The main components of lavender, linalool (35%) and linalyl acetate (51%) are efficacious as analgesics and maximally absorbed through the skin. Objective: This study aims to determine the effect of lavender aromatherapy on the menstrual pain of female college students at the Persada Medika Institute of Bali. Methods: Quasy experimental with one group pre-posttest design. The study was followed by 38 female students with moderate to severe pain using the random sampling technique. Data were analyzed using the non-parametric Wilcoxon test with p <0.05. Results: The results prior to lavender aromatherapy showed moderate pain at 73.7% and severe pain 26.3%. After lavender aromatherapy was administered, they showed moderate pain at 21% and mild pain at 79%. The Wilcoxon test indicated that the value of p = 0,000, where p <0.05. Conclusion: There is an effect of lavender aromatherapy to decrease menstrual pain (dysmenorrhoea) of female college students at the Persada Bali Institute of Health Sciences. Keywords: Aromatherapy Lavender, Dysmenorrhoea, Pain Scale, Linalool, Linalyl Acetate
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus I Putu Gede Adi Purwa Hita; Putu Eka Arimbawa; Dhiancinantyan Windydaca BP
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v9i2.34

Abstract

Pengobatan jerawat dewasa ini didominasi oleh kosmetika khususnya kosmetika sintetis memiliki efek samping yang tinggi, sehingga memerlukan alternatife yaitu pengobatan obat herbal. yang memiliki efek samping lebih sedikit dari obat sintetis. Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan salah satu tanaman obat herbal khas Indonesia yang secara empiris digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 70% daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap bakteri Staphyloccocus aureus. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram yang diukur diameter zona hambatnya. Sebanyak 84,04 gram ekstrak kental daun binahong yang memiliki warna hijau kehitaman, bau khas, dan rasa pahit didapatkan melalui proses ekstraksi. Diameter zona hambat ekstrak yang dihasilkan sebesar 12,97 ± 0,54 mm, kontrol positif (kloramfenikol) 30,18 ± 0,08 mm, dan kontrol negatif tidak memberikan zona hambat. Ekstrak etanol 70% daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Praktek Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Kecamatan Denpasar Barat Made Dio Lokantara; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; I Gusti Made Aman
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.7701

Abstract

ABSTRAKProtokol kesehatan merupakan bentuk pencegahan COVID-19 yang berkaitan dengan perilaku masyarakat sekaligus menjadi faktor utama keberhasilan dalam memutus rantai penularan COVID-19. Kecamatan Denpasar Barat merupakan kecamatan di Kota Denpasar dengan angka kejadian kasus tertinggi COVID-19, dimana tingginya angka kejadian kasus ini tidak lepas dari perilaku masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan praktek masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Metode penelitian ini adalah deskriprif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah masyarakat Kecamatan Denpasar Barat yang memenuhui kriteria inklusi sebanyak 110 responden. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki pengetahuan baik berjumlah 81 responden (73,6%), kategori cukup sebesar 19 responden (17,3%) dan kategori kurang sebesar 10 responden (9,1%). Responden yang memiliki sikap positif berjumlah 60 responden (54,6%) dan memiliki sikap negatif sebanyak 50 responden (45,4%). 68 responden (61,8%) masuk kedalam kategori praktek yang baik, kategori cukup baik sebesar 9 responden (8,2%) dan kategori kurang baik sebesar 33 responden (30,0%) terhadap protokol kesehatan. Simpulan dari penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Denpasar Barat memiliki pengetahuan yang baik, sikap yang positif, dan praktek yang baik terhadap terhadap protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Kata kunci : Pengetahuan; Sikap; Praktek; Protokol Kesehatan; Covid-19.ABSTRACTThe health protocol is a form of preventing COVID-19 related to community behavior as well as being the main success factor in breaking the chain of transmission of COVID-19. West Denpasar Sub-District is a sub-district in Denpasar City with the highest cases of COVID-19, wherever the highest cases cannot be separated from the behavior of the community in implementing health protocols. The purpose of this study was to describe the knowledge, attitudes and practices of the community towards health protocols in the prevention and control of COVID-19. The method used in this research was descriptive with a cross sectional approach. The sample used was the people of West Denpasar Sub-District who met the inclusion criteria of 110 respondents. The results showed that respondents who had good knowledge were 81 respondents (73.6%), sufficient category was 19 respondents (17.3%) and knowledge category was less than 10 respondents (9.1%). Respondents who have a positive attitude were 60 respondents (54.6%) and a negative attitude were 50 respondents (45.4%). 68 respondents (61.8%) fall into the good practice category, good enough category were 9 respondents (8.2%) and bad practice category were 33 respondents (30.0%) regarding health protocols. Based on the research, it can be concluded that the people of West Denpasar Sub-District have good knowledge, positive attitudes, and good practices towards health protocols in the prevention and control of COVID-19. Keywords : Knowledge; Attitude; Practice; Health Protocol; Covid-19.
Rasionalitas dalam swamedikasi vitamin c pada masa pandemi covid - 19 di kota denpasar: Rationality in self-medication of vitamin c during the covid-19 pandemic in denpasar city Ni Putu Aryati Suryaningsih; Gde Palguna Reganata; Ida Ayu Manik Partha Sutema; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 2 (2021): Bali Medika Jurnal Vol 8 No 2 Juli 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i2.187

Abstract

Latar Belakang Wabah penyakit yang bernama Coronavirus Disease (COVID-19) mempunyai dampak cukup besar disemua sektor kehidupan manusia. Indonesia melaporkan kasus COVID-19 pertama pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus (WHO, 2020). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan selama pandemi COVID-19 untuk mengonsumsi makanan sehat serta meningkatkan kekebalan tubuh dengan perbanyak vitamin. Vitamin C menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Peningkatan konsumsi vitamin C perlu dilihat rasionalitas dari penggunaan swamedikasi vitamin C selama masa pandemi COVID-19. Penggunaan vitamin yang kurang tepat atau berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan pada organ-organ seperti ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui rasionalitas dalam swamedikasi vitamin C pada masa pandemi COVID-19 dikota Denpasar. Metode penelitian menggunakan Desain penelitian rancangan deskriptif yang menggunakan teknik pengambilan non probability sampling, Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Populasi sampel sebanyak 100 responden pada masyarakat kota Denpasar. Hasil Penelitian ini menujukkan rasionalitas penggunaan swamedikasi vitamin C selama masa pandemi COVID-19 di kota Denpasar sebesar 84,73% Rasional dan secara tidak rasional sebanyak  15,27%. Rasionalitas dilihat dari 4T1W meliputiu tepat indikasi obat, tepat cara pemberian obat, tepat dosis, tepat penyimpanan dan waspada efek samping.