Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KUALITAS SUPLEMEN BAHAN AJAR CETAK PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (BERDASARKAN PERSEPSI MAHASISWA DI UPBJJ-UT JAKARTA, SERANG, DAN BANDUNG) Tatminingsih, Sri; Amini, Mukti; Setiawan, Denny
Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 12 No 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to access the quality of non printed learning materials especially video as a supplement for learning modules offered by undergraduate study program of early childhood education (PGPAUD). Data were collected by using questionnaire with 86 closed-ended questions and one open-ended question. Students in their third, forth, and fifth semester from Jakarta, Serang, and Bandung were taken as samples. Among 90 questionnaires distributed, about 69 (76.67%) were returned. Descriptive analysis was employed in this research. It was concluded that the technical quality of the Video Program including sounds, colors, packaging, duration, captions, utilization, and documentation, were good. The quality of instruction in that video was good as well. In addition, the Video Program has high quality content. The respondents also agreed that the Video Program was useful for them as kindergarten teachers. However it was stated that the Video Program was only a little helps in doing their course examination. Meanwhile, the average students score for this subject is B and C.
DAMPAK PENGGUNAAN TIK TERHADAP PERILAKU ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ANAK USIA 4-7 TAHUN Tatminingsih, Sri
Jurnal Pendidikan Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v18i1.p42-52.2017

Abstract

This study aims to determine the impact of the use of gadgets by early childhood. This  is a case study employing descriptive qualitative method. Data was collected by means of interviewing parents and observing children's behavior. The source of data is two mothers with 4 children aged 4 to 7 years. The results showed that the use of information and communication technology, in the forms of Ipad and mobile phones can have a positive as well as negative impact on the children’s behavior. When playing a gadget, children tend to play intensively and with a high frequency. It is interesting to note that at an early age the children already have the skills to use gadget features, and they can concentrate on the game for quite a long time. Another positive impact is the improved ability of conversational English by children, due to frequent exposure to many English programs. The negative impacts are the tendency of children to be selfish when sharing gadgets with other children, and tendency to delay their routine obligations. Parents needs to control the use of gadgets by children so that it brings more positive impacts than negative consequences. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan pada penggunaan gadget oleh anak usia dini. Penelitian ini merupakan studi kasusdengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap orang tua dan observasi perilaku anak. Sumber data adalah 2 orang ibu dengan 4 anak usia 4-7 tahun. Waktu penelitian selama 2 Minggu, yaitu tanggal 7-20 Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Setiap anak, rata-rata bermain gadget (Ipad dan/atau telepon genggam) selama 5-6 jam/hari yang dilakukan setelah pulang sekolah hingga waktu tidur; 2) Orangtua melarang lunak, dalam arti melarang tapi ketika anak merengek maka akan diijinkan; 3) Anak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam menggunakan fitur-fitur gadget; 4) Anak dapat berbahasa Inggris terutama dalam percakapan; 5) Anak cenderung tenang dan diam selama bermain gadget sendiri; 6) Anak cenderung rebut dan sulit mengalah saat bermain gadget bersama; 7) Anak cenderung menunda kewajiban rutinnya, seperti makan, mandi, tidur, belajar ketika sudah bermain gadget; 8) Anak cenderung tidak peduli dengan situasi di sekitarnya dan asyik sendiri; 9) Anak tidak suka jika diajak kegiatan di luar rumah dan selalu ingin cepat pulang agar bisa segera bermain gadget. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya Ipad dan telepon genggam dapat berdampak positif dan negatif bagi perilaku anak usia dini. Rekomendai yang dapat disampaikan adalah sebaiknya orang tua benar-benar mengontrol penggunaan gadget pada anak agar dampak positifnya lebih banyak dibanding dampak negatifnya.
Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Bima Sri Rahayu; Siti Nurmayanti; Sri Tatminingsih
INOVATOR Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/inovator.v9i2.3411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja, motivasi kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Bima berjumlah 74 orang pegawai negeri sipil. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sensus berjumlah 74 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja, sedangkan motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan kompensasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini disarankan untuk tetap menjaga kondisi lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif, kemudian lebih memperhatikan secara optimal motivasi kerja pegawai dalam rangka meningkatkan kepuasan kerjanya dan untuk tetap memperhatikan sistem kompensasi baik itu kompensasi finansial maupun kompensasi non finansial untuk kesejahteraan pegawai.
Alternatif Stimulasi Kemampuan Kognitif melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Permainan Komprehensif Sri Tatminingsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019): June 2019, 30 Articles, Pages 1-293
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.130

Abstract

Model pembelajaran berbasis permainan yang komprehensif dikembangkan dengan menggabungkan permainan yang konstruktif, edukatif dan tradisional. Implementasi model ini terintegrasi dalam strategi pembelajaran terpadu dan dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak (TK). Alat permainan yang digunakan dikembangkan dengan konsep-konsep yang terkandung dalam kemampuan kognitif, seperti: warna, bentuk, angka, huruf, urutan dan klasifikasi. Strategi implementasi disusun secara terstruktur sesuai dengan konsepnya. Uji coba penerapan dilakukan secara formatif dalam kelompok kecil dan kelompok besar yang dilakukan pada bulan Juli- September 2015 di TK Fithria di Jakarta Selatan, Indonesia. Subjek dalam ujicoba kelompok kecil adalah guru dan anak kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak-anak TK kelompok B setelah penerapan pembelajaran berbasis permainan yang komprehensif. Model ini merupakan alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan dalam model sentra maupun kelompok dan klasikal. Meskipun dapat membantu menstimulasi kemampuan anak, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran tidak dapat digantikan dengan media apapun.
DAMPAK PENGGUNAAN TIK TERHADAP PERILAKU ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ANAK USIA 4-7 TAHUN Sri Tatminingsih
Jurnal Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.478 KB) | DOI: 10.33830/jp.v18i1.281.2017

Abstract

This study aims to determine the impact of the use of gadgets by early childhood. This is a case study employing descriptive qualitative method. Data was collected by means of interviewing parents and observing children's behavior. The source of data is two mothers with 4 children aged 4 to 7 years. The results showed that the use of information and communication technology, in the forms of Ipad and mobile phones can have a positive as well as negative impact on the children’s behavior. When playing a gadget, children tend to play intensively and with a high frequency. It is interesting to note that at an early age the children already have the skills to use gadget features, and they can concentrate on the game for quite a long time. Another positive impact is the improved ability of conversational English by children, due to frequent exposure to many English programs. The negative impacts are the tendency of children to be selfish when sharing gadgets with other children, and tendency to delay their routine obligations. Parents needs to control the use of gadgets by children so that it brings more positive impacts than negative consequences. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan pada penggunaan gadget oleh anak usia dini. Penelitian ini merupakan studi kasusdengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap orang tua dan observasi perilaku anak. Sumber data adalah 2 orang ibu dengan 4 anak usia 4-7 tahun. Waktu penelitian selama 2 Minggu, yaitu tanggal 7-20 Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Setiap anak, rata-rata bermain gadget(Ipad dan/atau telepon genggam) selama 5-6 jam/hari yang dilakukan setelah pulang sekolah hingga waktu tidur; 2) Orangtua melarang lunak, dalam arti melarang tapi ketika anak merengek maka akan diijinkan; 3) Anak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam menggunakan fitur-fitur gadget; 4) Anak dapat berbahasa Inggris terutama dalam percakapan; 5) Anak cenderung tenang dan diam selama bermain gadget sendiri; 6) Anak cenderung rebut dan sulit mengalah saat bermain gadget bersama; 7) Anak cenderung menunda kewajiban rutinnya, seperti makan, mandi, tidur, belajar ketika sudah bermain gadget; 8) Anak cenderung tidak peduli dengan situasi di sekitarnya dan asyik sendiri; 9) Anak tidak suka jika diajak kegiatan di luar rumah dan selalu ingin cepat pulang agar bisa segera bermain gadget. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya Ipad dan telepon genggam dapat berdampak positif dan negatif bagi perilaku anak usia dini. Rekomendai yang dapat disampaikan adalah sebaiknya orang tua benar-benar mengontrol penggunaan gadget pada anak agar dampak positifnya lebih banyak dibanding dampak negatifnya.
Pengaruh Minat Belajar Dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Moch Taufik Iskandar; Karta Sasmita; Sri Tatminingsih
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v5i1.3763

Abstract

Hasil belajar yang rendah dapat dipengaruhi oleh minat belajar dan efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhl minat belajar dan efikasi diril terhadap hasill belajar lIPS siswal kelasl V di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Adapun penelitian ini menggunakan desain penelitian survei pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini seluruhl peserta didik kelasl V SD di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengn jumlah 169 siswa dengan menggunakan teknik purposive lsampling sejumlah 157 peserta didik.  Pengambilan data menggunakan instrument non tes dan tes untuk mengukur hasil belajar IPS yang telah diujicobakan. Adapun analisis data penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian ini adalah pertama, terdapatl pengaruhl minat belajar terhadapl hasill belajar IPSl siswa kelasl V dil Kabupatenl Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 63,7% dan sebesar 36,3% pengaruh berasal dari fackor lain. Kedua, terdapatl pengaruh efikasil diri terhadapl hasil belajarl IPSl siswa lkelas V dil Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 67% dan sebesar 33% pengaruh berasal dari fakrot lain. Ketiga, terdapatl pengaruhl minat belajarl dan efikasil diri terhadapl hasil lbelajar IPSl siswa kelasl V dil Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 79% dan sebesar 21% pengaruh sisanya berasal dari faktor lain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi guru untuk dapat memperhatikan minat belajar dan efikasi diri guna menunjang pencapaian belajar siswa.
Implementasi Pengembangan Model Praktik Tarian Rakyat Indonesia melalui Gerakan Kreatif pada Guru TK Sri Tatminingsih; Budi Hermaini; Dian Novita; Mutiara Magta; Ngadi Marsinah; Titi Chandrawati; Untung Laksana Budi; Tedjo Djatmiko
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4321

Abstract

Tarian tradisional merupakan salah satu budaya Indonesia yang hampir dilupakan, terutama oleh generasi masa kini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengembangan model praktik Tarian Rakyat Indonesia melalui gerak kreatif yang diciptakan Guru sebagai bahan pembelajaran anak usia dini (AUD). Pada kegiatan ini, para guru diarahkan untuk menciptakan sebuah tarian kreatif dengan cara mengubah, memodifikasi atau menciptakan gerakan-gerakan kreatif yang disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan AUD. Kegiatan dilaksanakan Bulan Agustus-November 2021dengan Mitra TK Senthosa Jl Kembang Sepatu-Cireundeu Tangerang Selatan. Kegiatan berlangsung secara luring (tatap muka) dengan enam pertemuan dan jarak jauh (pendampingan dan kerja mandiri) selama enam minggu. Rincian pelaksanaan tatap muka, meliputi: 1) Penyamaan persepsi dan penyusunan jadwal kegiatan luring dan pembimbingan jarak jauh. 2) Penyampaian materi dasar oleh Pakar. 3) Diskusi dan pemilihan lagu dan gerak yang akan diciptakan. 4) Reviu hasil karya cipta model tarian rakyat. 5) Evaluasi hasil revisi karya cipta tarian rakyat yang dibuat Guru. 6) perekaman dan pembuatan produk video tarian rakyat ciptaan guru. Sedangkan kerja mandiri dilaksanakan diantara pertemuan tatap muka. Proses yang dilakukan dalam kerja mandiri:1) pembuatan dan penciptaan rancangan tari, 2) pembuatan tarian 3) konsultasi dan pembimbingan melalui telepon, video call ataupun percakapan di WhatsApp. Peserta adalah Guru-guru TK Senthosa Tangerang Selatan berjumlah enam Guru. Hasil kegiatan berupa video model tarian rakyat hasil ciptaan guru. Semua Guru menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah keterampilan Mereka dalam mengembangkan bahan pembelajaran khususnya tarian untuk menstimulasi anak didiknya. Rekomendasi adalah proses pengembangan tarian harus dilakukan dengan pembimbingan secara intensif dan tarian yang diciptakan perlu diujicobakan kepada anak usia dini secara nyata guna mengetahui efektivitasnya. Traditional dance is one of the Indonesian cultures that is almost forgotten, especially by the current generation. This activity aims to implement the development of an Indonesian Folk Dance practice model through creative movements created by the teacher as learning materials for early childhood children. In this activity, teachers are directed to create a creative dance by changing, modifying, or creating creative movements that are adapted to the characteristics and abilities of early childhood. The activity will be held in August-November 2021 at Senthosa Kindergarten on Jl Kembang Sepatu-Cirendeu, South Tangerang as a partner. The activity takes place offline (face to face) with six meetings and remotely (assistance and independent work) for six weeks. Activities are carried out offline (face to face) with six meetings and remotely (assistance and independent work) for six weeks. Details of face-to-face implementation, including 1) Equalization of perceptions and preparation of schedules for offline activities and remote mentoring. 2) Submission of basic material by the Expert. 3) Discussion and selection of songs and movements to be created. 4) Review the creation of a folk dance model. 5) Evaluation of the revised folk dance creations made by the teacher. 6) recording and making folk dance video products created by the teacher. While independent work is carried out between face-to-face meetings. The process is carried out in independent work: 1) making and creating dance designs, 2) making dances 3) consulting and mentoring via telephone, video calls, or conversations on WhatsApp. The participants were Senthosa Kindergarten teachers, South Tangerang, totalling six teachers. The result of the activity is a video model of a folk dance created by the teacher. All the teachers stated that this activity was very useful and increased their skills in developing learning materials, especially dances to stimulate their students. Recommendations that can be conveyed are that the process of making dances must be carried out with intensive guidance and the dances that are created need to be tested on real early childhood children to determine their effectiveness.
Model Pengembangan Big Book untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD Sri Tatminingsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022): June 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1698

Abstract

Dalam kompetensi pedagogis dan profesional Guru PAUD terdapat indikator menguasai media pembelajaran dan mampu menciptakan materi pembelajaran yang menarik. Indikator tersebut mencakup kemampuan dalam menentukan materi, menyusun strategi dan metode, membuat media dan bahan belajar secara kreatif. Big book merupakan salah satu media dan bahan belajar yang sering digunakan guru PAUD dalam pembelajarannya, namun sebagian besar Guru menggunakan Big book yang sudah tersedia atau bukan hasil karyanya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan Model Pengembangan Big book yang sistematis, mudah dan sederhana dalam pengaplikasiannya. Metode penelitian menggunakan RD dengan paradigma kualitatif deskriptif. Desain penelitian mengadaptasi model yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang dikonstruk menjadi empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan model, uji coba model dan revisi model.  Penelitian dilaksanakan selama dua tahun, yaitu tahun 2019 dan 2020. Hasil penelitian berupa “Model pengembangan big book” yang mencakup materi, material (bahan dasar dan bahan pendukung) serta strategi pelaksanaan model.
Correlation between I-Learning Skills, Domicile and Student Learning Achievement in Distance Education Sri Tatminingsih; Hulaifi Hulaifi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2022): August 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i4.1703

Abstract

This article will describe a part of the results of the research that aims to analyze the relationship between literacy skills, domicile and learning outcomes of the Mataram Universitas Terbuka (UT) students. This research was conducted using a correlational survey method. The data were collected with an instrument in the form of a questionnaire. The population is the 2020 Early Childhood Education Teacher (ECET) Program students as many as 982 students. The sample is an ECET Program new students who are in the odd and even semesters of 2020 as many as 213 students. All samples are respondents. The results show that there is no significant relationship between domicile, and student learning achievement and I-literacy with student learning achievement. This is because student learning achievement are based on their ability to read and master the Basic Materials Book. Recommendations that can be conveyed are to prepare new students to study independently, train how to learn to use print and non-print media, including how to understand the content of the Basic Materials Book.
KUALITAS SUPLEMEN BAHAN AJAR CETAK PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (BERDASARKAN PERSEPSI MAHASISWA DI UPBJJ-UT JAKARTA, SERANG, DAN BANDUNG) Sri Tatminingsih; Mukti Amini; Denny Setiawan
Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol. 12 No. 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.424 KB)

Abstract

This research was aimed to access the quality of non printed learning materials especially video as a supplement for learning modules offered by undergraduate study program of early childhood education (PGPAUD). Data were collected by using questionnaire with 86 closed-ended questions and one open-ended question. Students in their third, forth, and fifth semester from Jakarta, Serang, and Bandung were taken as samples. Among 90 questionnaires distributed, about 69 (76.67%) were returned. Descriptive analysis was employed in this research. It was concluded that the technical quality of the Video Program including sounds, colors, packaging, duration, captions, utilization, and documentation, were good. The quality of instruction in that video was good as well. In addition, the Video Program has high quality content. The respondents also agreed that the Video Program was useful for them as kindergarten teachers. However it was stated that the Video Program was only a little helps in doing their course examination. Meanwhile, the average students score for this subject is B and C.