p-Index From 2017 - 2022
7.238
P-Index
Jarnawi Afgani Dahlan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 69 Documents
Claim Missing Document
Articles

## Title

### Found 69 Documents Search

HOW DOES PRE-SERVICE MATHEMATICS TEACHER PROVE THE LIMIT OF A FUNCTION BY FORMAL DEFINITION? Oktaviyanthi, Rina; Herman, Tatang; Dahlan, Jarnawi Afgani
Journal on Mathematics Education Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

#### Abstract

The purpose of this study was to investigate the flow of thought of the pre-service mathematics teachers through the answers of a function limit evaluation by formal definition. This study used a qualitative approach with descriptive method. The research subjects were the students of mathematics education department of Universitas Serang Raya, Indonesia. After analyzing the studentsâ€™ written answers, we interviewed the subjects to get further explanation on their strategies and common mistakes. This study found that based on the studentsâ€™ results in the function limit evaluation by formal definition, there were common strategies, i.e. (1) preparing the proof and (2) proving. The stage of preparing the proof consisted of (1) determining delta value by the final statement of formal definition, (2) substituting the given f(x) and L process, (3) simplifying value in the absolute sign, (4) solving the inequality, and (5) finding the delta value. The stage of proving consisted of (1) stating positive epsilon, (2) defining delta, (3) stating positive delta, (4) substituting the constants and delta values in the initial statement of formal definition, and (5) solving the inequality to create the final inequality statement of the formal definition.
MATHEMATICAL PROOF: THE LEARNING OBSTACLES OF PRE-SERVICE MATHEMATICS TEACHERS ON TRANSFORMATION GEOMETRY Noto, Muchamad Subali; Priatna, Nanang; Dahlan, Jarnawi Afgani
Journal on Mathematics Education Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

#### Abstract

Several studies related to mathematical proof have been done by many researchers on high-level materials, but not yet examined on the material of transformation geometry. The aim of this research is identification learning obstacles pre-service teachers on transformation geometry. This study is qualitative research; data were collected from interview sheets and test. There were four problems given to 9 pre-service mathematics teachers. The results of this research were as follows: learning obstacles related to the difficulty in applying the concept; related to visualize the geometry object; related to obstacles in determining principle; related to understanding the problem and related obstacles in mathematical proofs such as not understanding and unable to express a definition, not knowing to use the definition to construct the proof, not understanding the use of language and mathematical notation, not knowing how to start the proof.
ANALISIS REPRESENTASI MATEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA KONTEKSTUAL Juandi, Dadang; Dahlan, Jarnawi Afgani
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 1 (2011): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

#### Abstract

Abstract: The purpose of this study was to examine the forms of representation constructed by primary school students in solving mathematical problems. Representation is the basis or foundation of how a student could understand and use mathematical ideas. The forms of representation, such as charts, graphs, and symbols, are essentially a long process of learning mathematics, but unfortunately these representations are often thought of and studied in its final form. Actually, representations should be given as support in the process of understanding concepts, the associations of mathematics, mathematical communication, constructing arguments, and apply mathematical concepts in everyday life through modeling. This research showed that the forms of representation constructed by the students are extremely varied. They are constructed in tables, images, patterns, and in the formal forms of mathematics (the formula). This study was also revealed that some students are able to develop forms of representation using logical mathematical processes. Students begin to formulate a representation using known premise, set the table, make conjecture, and subsequently arrange a formal representation.Keywords: mathematic representation, tables, charts, graphs, statements.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Dahlan, Jarnawi A; Kusumah, Yaya S; Oktavien, Yelli
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

#### Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menelaah perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa yang mendapatkan pembelajaranÂ  konvensional, serta sikap siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Postest Control Group Design. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen antara lain; tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan skala sikap siswa. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas dengan level tinggi. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Rengat Propinsi Riau dengan responden penelitiannya adalah siswa kelas X sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak kelas dari delapan yang ada. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS 16 uji normalitas dan uji beda dua rerata (uji-t) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematisÂ  siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model kooperatif tipe Jigsaw secara signifikan dapat lebih meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah matematis, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS, KREATIF, DAN REFLEKTIF SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN OPEN-ENDED Nurjanah, Ms; Dahlan, Jarnawi Afgani; Rohayati, Ade
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

#### Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir reflektif, dan kemampuan berpikir kreatif siswa SMA, (2) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended. Penelitian ini merupakan studi eksperiment dengan desain penelitian bentuk pretest dan posttest yang dilaksanakan di Kota dan Kabupaten Bandung, dengan subyek utama siswa SMA dari beberapa sekolah. Penelitian ini menggunakan beberapa jenis instrumen yaitu tes tulis, observasi, angket, jurnal siswa, dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa; (1) kemampuan komunikasi matematik siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended lebih meningkat daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model ekspositori, (2) terdapat peningkatan kemampuan berpikir reflektif siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan open-ended melalui model pembelajaran kooperatif. Berdasarkan hasil perhitungan, peningkatan yang terjadi tergolong dalam kategori sedang dengan perolehan rata-rata sebesar 0,31, (3) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran pemecahan masalah matematis terbuka (open-ended) lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran ekspositori, (4) respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended positif.Kata kunci: open-ended, kemampuan berfikir kreatif, kemampuan berfikir reflektif, kemampuan komunikasi matematik
EFEKTIVITAS STRATEGI REACT DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Dahlan, Jarnawi Afgani; Turmudi, Mr; Herlina, Sari
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

#### Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan pemecahan masalah pada matematika dengan jenis percobaan kuasi-penelitian menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di sekolah SMP di Pekanbaru, dan ekstraksi sampel dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Sampel adalah mahasiswa di kelas IX di SMP. Dalam penelitian ini dibandingkan dua kelompok, yaitu belajar dengan Strategi REACT untuk kelompok eksperimen dan pembelajaran konvensional untuk kelompok kontrol. Masing-masing kelompok terdiri dari 39 siswa dibagi menjadi tiga kategori kemampuan matematika siswa terhadap siswa yang berbeda mampu tinggi, menengah, dan rendah. Instrumen yang digunakan dalam bentuk tes dan non-tes. Hasil yang diperoleh adalah (1) peningkatan kemampuan komunikasi matematika untuk memperoleh pembelajaran dengan strategi REAKSI lebih baik daripada siswa yang menerima pembelajaran konvensional, (2) tidak ada perbedaan dalam matematika kemampuan komunikasi antara siswa yang sangat Dan siswa menengah yang memperoleh REAKSI strategi; (3 ) ada peningkatan perbedaan kemampuan komunikasi antara siswa yang memperoleh dengan REAKSI strategi dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan konvensional dan kategori kemampuan matematika siswa, (4) terdapat interaksi antara pembelajaran dan kategori kemampuan matematika siswa fo dalam kemampuan peningkatan komunikasi matematika , (5) strategi REAKSI efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata kunci: strategi REACT, komunikasi, efektivitas
PENGEMBANGAN MODEL COMPUTER-BASED E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN HIGH ORDER MATHEMATICAL THINKING SISWA SMA Sutarno, Mr Heri; Kusumah, Yaya Sukjaya; Dahlan, Jarnawi Afgani
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 2 (2011): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

#### Abstract

The focus of this research is on the development of mathematics teaching and learning activity which is based on the application of computer software. The aim of research is as follows : 1) to identify some mathematics topics which feasible to be presented by computer-based e-learning, 2) design, develop, and implement computer-based e-learning on mathematics, and 3) analyze the impact of computer-based e-learning in the enhancement of SMA studentsâ high order mathematical thinking. All activity in this research achieved in 2 phases. In the first phase, the following activities are conducted: analysis theoretically topics which are difficult to be delivered by conventional methods, need too many repetitions, need high accuracy, need high speed process, and can be presented more interestingly. In the second phase, the following activities are conducted: designing, developing, and implementing a number of teaching and research instruments; implementing computer-based e-learning on mathematics for SMA studentsâ, and analyzing the impact of computer-based e-learning in the enhancement of SMA studentsâ high- order mathematical thinking.Â Key words: computer-based e-learning model, high-order mathematical thinking
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF SISWA SMK DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE THREE STEP INTERVIEW Priatna, Bambang Avip; Dahlan, Jarnawi Afgani; Aisyah, Ani
Euclid Vol 3, No 2 (2016): EDISI JULI
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

#### Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan penalaran induktifsiswa SMK melalui pembelajaran dengan model kooperatif tipe three step interview.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, dengan desain nonequivalent conttolgroup design, yang melibatkan dua kelas yang dipilih secara acak dengan teknik clusterrandom sampling. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas XI pada salah satu SMK diKota Bandung. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas XI-A dan siswa kelas XI-B.Instrumen yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan jurnal harian. Intrumen tesberupa soal uraian sesuai dengan indikator dari kemampuan penalaran induktif memilikireliabilitas dengan kategori sangat tinggi. Data yang digunakan untuk menganalisispeningkatan kemampuan penalaran induktif adalah gain ternormalisasi dengan bantuansoftware SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaraninduktif siswa SMK yang memperoleh pembelajaran dengan model kooperatif tipe three stepinterview lebih tinggi secara signifikan dibandingkan peningkatan penalaran induktif siswaSMK yang memperoleh pembelajaran konvensional.Kata Kunci: Kemampuan Kemampuan Penalaran Induktif, Model Kooperatif Tipe Three StepInterview.
ENHANCING STUDENTS' COMMUNICATION SKILLS THROUGH TREFFINGER TEACHING MODEL Alhaddad, Idrus; Kusumah, Yaya S.; Sabandar, Jozua; Dahlan, Jarnawi A.
Journal on Mathematics Education Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

#### Abstract

This research aims to investigate, compare, and describe the achievement and enhancement of students' mathematical communication skills (MCS). It based on the prior mathematical knowledge (PMK) category (high, medium and low) by using Treffinger models (TM) and conventional learning (CL). This research is an experimental study with the population of all students of Mathematics Education Department who took Discrete Mathematics subject matter of one university in the city of Ternate. The results show that (1) the achievement and enhancement of MCSÃ‚Â  students that usedÂ  TM are higher than the students learning using CL; (2) Based on the categories of PMK, the achievement and enhancement of MCS of students using TM are also higher than those learning with CL; and (3) There was no interaction effect between learning (TM and CL) and PMK to the achievement and enhancement of MCS of the students.Keyword: Communication Skills, Prior Mathematical Knowledge, Treffinger Model
Development of Instructional Materials Based on Ethnomathematic in Mathematics Learning in Junior High School Dahlan, Jarnawi Afgani; Permatasari, Revina
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 2, No 1 (2018): EDISI MARET
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

#### Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis masalah dan mengetahui respon siswa terhadap soal matematika berbasis masalah yang diberikan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif diskriptif. Subyek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Yogyakarta yang terdiri dari 2 siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subyek penelitian memiliki kemampuan dalam menyelesaikan soal matematika berbasis masalah dengan berbagai tingkatan. Selanjutnya, siswa memiliki respon positif terhadap seluruh soal yang diberikan.Â Kata Kunci. Kemampuan matematika, Soal matematika berbasis masalah, Sistem persamaan linier dua variabelÂ Abstract. The study aims to determine the ability of students in solving the mathematics problem-based and to know the studentsâ response to the problem-based math problems provided. This research uses descriptive quantitative research. The researchâs subjects are 6 students of class VIII SMP Negeri 11 Yogyakarta consisting of 2 students with high, medium, and low math skills. The results showed that all research subjects have the ability to solve problem-based math problems with various levels. Furthermore, students have a positive response to all given questions.Â  Â Keywords. Mathematical skills, Problem-based math problems, Two-variable linear equation system