Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perilaku Anti Sosial Anak Usia 5-6 Tahun dan Cara Guru Menangani di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Perdagangan Jami Nur Aisyah Rambe; Nasriah Nasriah
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i2.7506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi perilaku antisosial anak usia dini 5-6 Tahun dan cara guru menangani di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Perdagangan TA. 2020/2021. Jenis penelitiann adalah menggunakan pendekatan kualitatif yang sedang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata. Subjek dari penelitian ini adalah kelas B Al-Ikhlas  yang berjumlah 22 anak dan jumlah subjek yang akan di teliti adalah 10 orang anak. Data lapaangan diambil melalui observasi dan wawancara secara mendalam serta dukungan data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku antisosial di TK Aisyiyah Bustnaul Athfal Perdagangan yang berdominan muncul pada anak adalah mencubit, memukul, menyendiri, dan menyuruh. Faktor yang mendorong perilaku antisosial anak adalah faktor lingkungan sekitarnya, pola asuh orangtua, dan  teman sebayanya. Penanganan guru adalah memberikan contoh yang baik, menegur jika anak tersebut salah, memberikan nasehat yang baik, dan memberikan hukuman dan reward pada anak tersebut.
Strengthening Of Character Education Through The Method To Play Role In Early Childhood Nurul Akmal; Nasriah Nasriah
Jurnal Usia Dini Vol 3, No 2: Desember 2017
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.13 KB) | DOI: 10.24114/jud.v3i2.9505

Abstract

Character education in values is very important to start in early childhood because of character education is the education process, aimed at developing values, attitudes, and behaviors that emit high moral or noble character, and 18 grains of values of character education, namely, Religious, Honest , Tolerance, Discipline, Work Hard, Creative, Independent, Democratic, curiosity, Excitement ethnicity, Love the motherland, Rewarding achievements, Friendly / communicative, Love Peace, Joy of reading, Care for the environment, social Caring, responsibility. In order for character education can be achieved, especially in early childhood, which is referred to as a golden age because at this age children easily able to absorb and imitate all that is seen, taste and hearing, then Education characters require special methods appropriate for educational purposes can be achieved. One of the learning methods suitable for early childhood is in the form of play that contains elements of habituation exemplary method is the method of playing a role that can be done with simple and does not require high costs so easy to use in the conditions and circumstances.
Upaya Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Bermain Puzzle di TK SION Tanjung Morawa Riana Sembiring; Nasriah Nasriah
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 2, No 1: Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v2i1.9547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan bermain puzzle di kelas Melati TK SION Tanjung Morawa.Subjek penelitian ini adalah anak kelas Melati TK SION Tanjung Morawa, yang berjumlah 22 orang anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Penentuan subjek diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap kelas yang diteliti.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Dalam setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan adalah observasi. Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi pembelajaran dikelas untuk mengetahui pembelajaran di dalam kelas.Instrumen dalam penelitian ini digunakan lembar observasi perkembangan kognitif anak dengan indikator sebagai berikut: menyebutkan warna dasar, mengenal ukuran, berani menerima tugas, memecahkan masalah yang ada, memasangkan benda sesuai dengan pasangannya.Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari siklus I terdapat 9 orang anak (40,9%) yang memiliki tingkat kognitif  kurang, 7 orang anak (31,8%) yang memiliki tingkat kognitif cukup, 5 orang anak (22,7%) yang memiliki tingkat kognitif baik dan hanya 1 orang anak (4,6%) yang memiliki tingkat kognitif sangat baik. Sedangkan pada siklus II terdapat 2 orang anak (9,1%) yang memiliki tingkat kognitif kurang, 2 orang anak (9,1%) yang memiliki tingkat kognitif cukup, 9 orang anak (40,9%) yang memiliki tingkat kognitif baik dan 9 orang anak (9,1%) yang telah memiliki tingkat kognitif sangat baik.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan bermain puzzle dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, kegiatan bermain puzzle dapat diterapkan pada pembelajaran sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak di kelas Melati TK SION Tanjung Morawa
Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Keterampilan Berbicara Anak Usia 5 – 6 Tahun di TK Ilmi Insani Mustika Ayu; Nasriah Nasriah
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 6, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v6i1.23205

Abstract

Dalam penelitian ini yang menjadi sebuah masalah adalah keterampilan berbicara anak yang belum berkembang dengan baik. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kesempatan yang diberikan guru kepada anak untuk berinteraksi langsung baik dengan guru maupun dengan teman bermainnya, kurangnya  penerapan metode pembelajaran yang bervariasi, seperti metode bermain peran yang memberikan kebebasan pada anak untuk berinteraksi dengan temannya dan menumbuhkan rasa percaya diri anak untuk terampil dalam berhubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berbicara  anak usia 5-6 tahun di TK Ilmi Insani Medan.Jenis penelitian ini adalah penelitian post test only control design. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua kelas kelompok yang memiliki karakteristik yang sama yaitu kelas B1 dan kelas B2.  Penentuan sampel kelas dilakukan secara acak (random) dengan jumlah sampel tiap kelas sebanyak 13 anak.Variabel bebas adalah metode bermain peran sedangkan variabel terikat adalah keterampilan berbicara. Instrumen pengumpulan data yaitu pedoman observasi. Analisis data mengunakan uji-t. Dan observasi dilakukan pengobservasi dengan pedoman observasi yang telah disediakan. Dengan taraf nyata α = 0,05.Berdasarkan hasil analisis data  diperoleh rata-rata nilai pada kelas eksperimen 10,07 dengan nilai rata-rata tertinggi  anak adalah 3 dan nilai rata-rata terendah anak 8, sehingga keterampilan berbicara anak pada kelas eksperimen memperoleh perbedaan yang signifikan. Sedangkan nilai rata-rata pada kelas kontrol 8,38 dengan nilai rata-rata tertinggi 2,5 dan nilai terendah 1,5, sehingga keterampilan berbicara anak pada kelas kontrol memperoleh perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut hipotesis menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan metode bermain peran berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berbicara anak yaitu dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung  >   ttabel  yaitu 3,869  > 1,711 pada taraf α = 0.05. Dengan demikian metode bermain peran berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK Ilmi Insani Jl. Letda Sudjono Medan
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5 – 6 Tahun Melalui Permainan Eksplorasi di PAUD Mulia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Iis Damayanti Pratiwi; Nasriah Nasriah
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 6, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.843 KB) | DOI: 10.24114/jbrue.v6i1.23207

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) Rendahnya kreativitas pada anak (2) anak masih kurang percaya diri dalam mengerjakan tugas, (3) anak merasa bosan, ngantuk pada saat mengerjankan tugas, (4) kurangnya penggunaan permainan eksplorasi dalam pembelajaran khususnya untuk meningkatkan kreativitas anak, (5) Sistem pendidikan yang lebih memfokuskan pada kemampuan akademik seperti membaca, menulis dan berhitung (calistung). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kreativitas anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan permainan eksplorasi “bermain pasir” di PAUD Mulia Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang.Hasil observasi dan refleksi pada siklus I pertemuan 1 diperoleh nilai rata-rata 10,05%, anak yang tergolong dalam kemampuan kreativitas sangat baik 0 (0 %) , anak yang tergolong baik 0 (0 %) , anak yang tergolong cukup 15 (75%) , dan anak yang kurang 5(25,8%). Hasil pengamatan siklus II pertemuan II diperoleh nilai rata-rata 12,75%, anak yang tergolong sangat baik 0 (0%), anak yang tergolong baik 3 (15%), anak yang tergolong cukup  17 (85%), anak yang  tergolong kurang 0 (0%). Pada siklus II pertemuan 1 diperoleh nilai rata-rata anak 16,95  %, anak yang tergolong sangat baik 7 (35%), anak yang tergolong baik 8 (40%), anak yang tergolong cukup 5 (25%,), dan anak yang tergolong kurang 0 (0%). Hasil pengamatan siklus II pertemuan II diperoleh nilai rata-rata anak 19,95 %, anak yang tergolong sangat baik 11(55%), anak yang tergolong baik 7 (35%), anak yang tergolong cukup 2 (10%), dan anak YANG tergolong kurang 0 (0%).Dan tidak ditemukan lagi anak yang tergolong kurang kreatif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan permainan eksplorasi “bermain pasir” dapat meningkatkan kemampuan kreativitas anak. Oleh karena itu, kegiatan permainan eksplorasi “bermain pasir” dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di PAUD Mulia Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang
Pengaruh Mendongeng Terhadap Keterampilan Menyimak Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Ibnu AL – Akbar Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Fanny Octivasari; Nasriah Nasriah
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 6, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v6i1.23209

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : minimnya kegiatan-kegiatan di dalam kelas yang mengembangkan keterampilan menyimak pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendongeng terhadap keterampilan menyimak anak usia 5-6 tahun di TK IBNU AL-AKBAR Kec. Beringin Kab. Deli serdang Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian post test only control design. Populasi dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelas kelompok yang memiliki karakteristik yang sama yaitu seluruh B1 dan B2 yang berjumlah 40 orang. Penentuan sampel kelas dilakukan secara acak  ( random )dengan jumlah sampel setiap kelas masing-masing sebanyak 20 anak. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman obesrvasi. Dan penggunaan analisis data menggunakan uji-t. Pada saat mengobservasi, pengobservasi menggunakan pedoman observasi yang telah ditentukan yaitu taraf nyata α = 0,05Berdasarkan  hasil observasi keterampilan menyimak anak dikelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 39,5 dengan nilai tertinggi 48 dan nilai terendah 25, sehingga keterampilan menyimak pada anak dengan mendongeng  pada kelas eksperimen  memperoleh perbedaan yang signifikan.  Sedangkan nilai hasil observasi keterampilan menyimak anak dikelas kontrol yang memiliki rata-rata 24,45 dengan nilai tertinggi 35 dan nilai terendah 15, sehingga keterampilan  menyimak pada anak dengan mendongeng pada kelas kontrol memperoleh perbedaan yang signifikan.  Berdasarkan  hasil  tersebut, hipotesis menyatakanbahwa pembelajaran menggunakan metode mendongeng anak berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan keterampilan menyimakanak yaitu dari hasil hipotesis  diperoleh thitung> ttabel yaitu 9.336 >1,707 pada taraf α = 0,05.Berdasarkan penjelasa yang telah dipaparkan dapat ditarik kesimpulan bahwa mendongeng memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan menyimak pada anak dibanding dengan kelas kontrol yang menggunakan metode tanya jawab
ANALISIS PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PAUD BERDASARKAN PRESPEKTIF MAHASISW Kamtini Kamtini; Anita Yus; Nasriah Nasriah; Salim Salim
JURNAL TEMATIK Vol 10, No 3 (2020): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v10i3.24810

Abstract

This study aims to create a picture of the professionalism of early childhood teachers based on the perspective of students of PGPAUD FIP Medan State University as seen from the students' perspectives on the indicators of PAUD teacher professionalism developed based on the results of research by Brock (2012). This type of research is descriptive quantitative. Data were collected using questionnaires and document analysis and analyzed using descriptive and qualitative analysis techniques. The results of the data analysis showed that the perspective of the PGPAUD FIP UNIMED students' perspective on the dimensions of PAUD teacher professionalism proposed by Brock was on average 94.57%. There are 3% indicators of the professional dimension of PAUD teachers proposed by Brock which are not approved by PGPAUD FIP UNIMED students and 2.5% do not make their choice. Further analysis results were discussed.
PENERAPAN BUDAYA MUTU AKADEMIK DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN SKRIPSI Jasper Simanjuntak; Peny Husna Handayani; Nasriah Nasriah; Salim Salim
JURNAL TEMATIK Vol 8, No 3 (2018): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v8i3.24812

Abstract

The purpose of this research is to implement an academic culture and to determine the improvement of the thesis writing quality of PG PAUD students through the application of academic culture. This research was conducted in department of PG-PAUD. The sample in this study were PG PAUD students who were working on their thesis and thesis supervisor. This type of research is qualitative research with survey methods. The collect data through questionnaires, interviews, and observations. Based on the survey results, it can be concluded that the application of a culture of academic quality in improving the thesis in the PG-PAUD FIP UNIMED Study Program has been carried out by 91% of the thesis supervisors. The average application of the culture of academic quality in improving the thesis carried out by the thesis supervisor is in the very good category. The implementation of a culture of academic quality in improving the thesis in the PG-PAUD FIP UNIMED Study Program has been carried out by 83% or almost all of the thesis compilers. The average application of the culture of academic quality in improving the thesis carried out by thesis compilers is in the very good category. Aspects of thorough, rational, objective, honest, open, and productive have been applied by 100% or all students who compile the thesis
SOCIO-CULTURAL AND SOCIAL-ECONOMIC ANALYSIS OF PARENTS AND THEIR INFLUENCE ON LEARNING OUTCOMES OF CLASS VII STUDENTS OF SMP NEGERI 11 TANJUNGBALAI SCHOOL YEAR 2020/2021 Siti Fikriyah Bungsu Arief; Ichwan Azhari; Nasriah Nasriah
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 2 No. 4: Jurnal Ilmiah Teunuleh | December 2021
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v2i4.74

Abstract

Many factors can affect a student's success in learning, both internal and external factors, such as socio-cultural and economic parents of students. The study aims to analyze the socio-cultural conditions (family environment) and socio-economic conditions of parents (education, employment and parental income) and their effect on students' social study learning outcomes. From most of the socio-cultural conditions of students (family environments) are categorized well. The socio-cultural conditions of students have a significant effect on the learning outcomes of students' social studies with a value of p = 0.004, in socio-economic conditions of the student's parents, most of whom have a low education, work as non-civil servants and the majority of the student's parents' income is relatively low. The education of the student's parents has a significant effect on the student's social studies learning outcomes. The work of the student's parents had a significant effect on the student's social study learning outcomes with a score of p = 0.016. The income of the parents of students had a significant effect on the learning outcomes of social studies of students with a value of p = 0.017, the results of a double logistic regression analysis concluded that the socio-cultural and educational conditions of parents were simultaneously a significant and dominant (strong) influence on social study learning outcomes for students of class VII of Tanjungbalai State Junior High School 11 Tanjungbalai school year 2020/2021.
Hubungan Tingkat Pendidikan Pasangan Usia Subur (15-49 Tahun ) Dengan Keberhasilan Program Keluarga Berencana Meina Imelda Siregar; Nasriah Nasriah
Journal of Millennial Community Vol 1, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmic.v1i2.14710

Abstract

Masalah pertumbuhan penduduk yang besar sangat dikhawatirkan terjadinya ledakan penduduk dan jumlah penduduk yang besar ini bila tidak dijadikan manusia yang produktif maka menjadi  tanggungan  negara. Oleh karena itu, pemerintah membuat suatu program yang mampu menekan jumlah pertumbuhan penduduk tersebut dengan adanya Program KB. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 400 pasangan. Jumlah populasi yaitu 100 responden. Instrument yang digunakan dengan menggunakan angket tertutup, alat pengumpul data yang digunakan yaitu observasi dan angket. Berdasarkan100 responden, 27 responden menamatkan pendidikan SMP, 12 responden menyatakan pelaksanaan program KB baik, 7 responden menyatakan cukup baik, 8 responden menyatakan tidak baik. Berdasarkan 51 responden tamatan SMA, 11 responden pelaksanaan program KB baik, 33 responden menyatakan cukup baik, 7 responden menyatakan tidak baik. Berdasarkan 22 responden tamatan PT, 6 menyatakan pelaksanaan program KB baik, 11 responden menyatakan cukup baik dan 5 responden menyatakan tidak baik. Berdasarkan hasil perhitungan Chi Kuadrat, didapatkan hasil 31% korelasi antara tingkat pendidikan pasangan usia subur terhadap tingkat keberhasilan keluarga berencana.