Reh Bungana Br Perangin-angin
Universitas Negeri Medan

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Model Pembelajaran SAVI pada Era Society 5.0 di Madrasah Tsanawiyah Farida Suri; Daulat Saragi; Reh Bungana Br Perangin-angin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran savi pada era society 5.0. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil belajar ini merupakan permasalahan utama yang harus diselesaikan karena pembelajaran PPKn sangat penting untuk menumbuhkan sikap kewarganegaraan generasi penerus bangsa. Tentunya studi ini sangat mendukung untuk membentuk mental dan kepribadian siswa menjadi mental yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Berangkat dari permasalahan tersebut, diperlukan model dan media pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran SAVI (somatic, auditory, visual, intellectual) dengan bantuan media yang inovatif. Pada era society 5.0. perubahan yang dibuat bukan hanya cara mengajar, namun yang terpenting adalah perubahan dalam perspektif konsep pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum untuk saat ini dan masa depan harus melengkapi kemampuan peserta didik dalam dimensi pedagogik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup bersama (kolaborasi) dan berpikir kritis dan kreatif. Mengembangkan soft skill dan transversal skill, serta keterampilan tidak terlihat yang berguna dalam banyak situasi kerja seperti keterampilan interpersonal, hidup bersama, kemampuan menjadi warga negara yang berpikiran global, serta literasi media dan informasi.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar Servista Bukit; Reh Bungana Br Perangin-Angin; Abdul Murad
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3633

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Strategi guru adalah pendekatan yang dilakukan oleh guru terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap proses pembelajaran dalam rentang waktu tertentu. Guru perlu menerapkan  strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa selama  proses pembelajaran berlangsung. Bahkan dengan adanya suatu strategi pembelajaran, guru memiliki pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal. Dengan adanya kemandirian belajar dalam diri siswa akan membangun rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran, memiliki rasa percaya diri dalam bertanya, memiliki sikap kerja keras dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru bahkan siswa tidak bergantung kepada orang lain untuk mengerjakan tugas. Untuk menentukan strategi pembelajaran dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa, guru perlu memahami indikator-indikator kemandirian belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa.
Validitas Modul PPKn Berbasis Contextual Teaching Learning (CTL) Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar Servista Bukit; Reh Bungana Br Perangin-angin; Abdul Murad
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.102 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2577

Abstract

AbstrakModul adalah bahan ajar mandiri yang dikembangkan oleh guru untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pengembangan modul dalam pembelajaran PKn yang kemudian disebut modul PKn dinilai mampu mendukung sumber belajar siswa berbasis Contextual Teaching Learning (CTL). Pengembangan Modul PKn berbasis CTL menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan dalam empat tahap: Definition, Design, Development, dan Disseminate. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan validitas modul PKn berbasis CTL pada siswa kelas V SD. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Validasi dilakukan oleh 3 orang ahli yang merupakan dosen pascasarjana Universitas Negeri Medan. Penelitian ini dilakukan hingga tahap pengembangan dengan uji kelayakan oleh Validator. Hasil uji kelayakan modul PPKn berbasis CTL oleh validator menunjukkan persentase rata-rata 93,75% (sangat layak).Kata kunci: Validitas, Modul PPKn, Pendekatan CTL AbstractModules are independent teaching materials developed by teachers to assist students in achieving learning objectives. The development of modules in PPKN learning which was later called the PPKn module is considered capable of supporting student learning resources based on CTL.  The development of the CTL-based PPKn Module uses a 4D model developed by Thiagarajan in four stages: Definition, Design, Development, and Disseminate. The purpose of this study was to describe the validity of the CTL-based PPKn module for 5th  grade elementary school students. Research method is Research and Development   by collecting data using a questionnaire. Validation was carried out by 3 experts who are postgraduate lecturers at the State University of Medan. This research was carried out until the development stage with a feasibility test by the Validator. The results of the feasibility test for the CTL-based PPKn module by the validator showed an average percentage of 93.75% (very feasible).Keywords: Validity, PPKn Module, CTL Approach
Analisis Model Pembelajaran SAVI pada Era Society 5.0 di Madrasah Tsanawiyah Farida Suri; Daulat Saragi; Reh Bungana Br Perangin-angin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran savi pada era society 5.0. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil belajar ini merupakan permasalahan utama yang harus diselesaikan karena pembelajaran PPKn sangat penting untuk menumbuhkan sikap kewarganegaraan generasi penerus bangsa. Tentunya studi ini sangat mendukung untuk membentuk mental dan kepribadian siswa menjadi mental yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Berangkat dari permasalahan tersebut, diperlukan model dan media pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran SAVI (somatic, auditory, visual, intellectual) dengan bantuan media yang inovatif. Pada era society 5.0. perubahan yang dibuat bukan hanya cara mengajar, namun yang terpenting adalah perubahan dalam perspektif konsep pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum untuk saat ini dan masa depan harus melengkapi kemampuan peserta didik dalam dimensi pedagogik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup bersama (kolaborasi) dan berpikir kritis dan kreatif. Mengembangkan soft skill dan transversal skill, serta keterampilan tidak terlihat yang berguna dalam banyak situasi kerja seperti keterampilan interpersonal, hidup bersama, kemampuan menjadi warga negara yang berpikiran global, serta literasi media dan informasi.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar Servista Bukit; Reh Bungana Br Perangin-Angin; Abdul Murad
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3633

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Strategi guru adalah pendekatan yang dilakukan oleh guru terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap proses pembelajaran dalam rentang waktu tertentu. Guru perlu menerapkan  strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa selama  proses pembelajaran berlangsung. Bahkan dengan adanya suatu strategi pembelajaran, guru memiliki pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal. Dengan adanya kemandirian belajar dalam diri siswa akan membangun rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran, memiliki rasa percaya diri dalam bertanya, memiliki sikap kerja keras dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru bahkan siswa tidak bergantung kepada orang lain untuk mengerjakan tugas. Untuk menentukan strategi pembelajaran dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa, guru perlu memahami indikator-indikator kemandirian belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa.
Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar Tisa Enika Sitepu; Reh Bungana Br Perangin-angin; Nasriah Nasriah
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4248

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN 106790 Sei Mencirem pada materi nilai-nilai Pancasila. Sehingga melalui penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) melalaui pendekatan kontekstual. Adapun metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan PTK melalui empat tahapan kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi, yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan temuan data di lapangan bahwa strategi pembelajaran PPKn yang selama ini dilaksanakan oleh guru masih cenderung bersifat konvensional, pemaparan materi sulit untuk dipahami oleh siswa karena bersifat abstrak dan teoritis. Sehingga saaat diukur hasil belajar PPKn siswa pada kondisi awal secara klasikal sebesar 45,62% (belum tuntas). Namun setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran PPKn di siklus 1 hasil belajar PPKn siswa meningkat menjadi 66,86% (belum tuntas) dan semakin meningkat oada siklus 2 menjadi 86,54% (tuntas). Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran PPKn berlangsung terlihat siswa mulai aktif untuk bertanya untuk mengkonstruksi pengetahuannya terkait nilai-nilai Pancasila. Bahkan dalam kegiatan belajar kelompok, siswa sudah bisa memberikan pendapat terkati pengalaman siswa lain tentang nilai-nilai pancasila. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa.    
Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar Tisa Enika Sitepu; Reh Bungana Br Perangin-angin; Nasriah Nasriah
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4248

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN 106790 Sei Mencirem pada materi nilai-nilai Pancasila. Sehingga melalui penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) melalaui pendekatan kontekstual. Adapun metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan PTK melalui empat tahapan kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi, yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan temuan data di lapangan bahwa strategi pembelajaran PPKn yang selama ini dilaksanakan oleh guru masih cenderung bersifat konvensional, pemaparan materi sulit untuk dipahami oleh siswa karena bersifat abstrak dan teoritis. Sehingga saaat diukur hasil belajar PPKn siswa pada kondisi awal secara klasikal sebesar 45,62% (belum tuntas). Namun setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran PPKn di siklus 1 hasil belajar PPKn siswa meningkat menjadi 66,86% (belum tuntas) dan semakin meningkat oada siklus 2 menjadi 86,54% (tuntas). Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran PPKn berlangsung terlihat siswa mulai aktif untuk bertanya untuk mengkonstruksi pengetahuannya terkait nilai-nilai Pancasila. Bahkan dalam kegiatan belajar kelompok, siswa sudah bisa memberikan pendapat terkati pengalaman siswa lain tentang nilai-nilai pancasila. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa.    
Perbandingan Tata Kelola Desa Pusuk 1 dengan Desa Purba Manalu Kabupaten Humbang Hasundutan Yuli Simatupang; Englin Sianturi; Reh Bungana Br Perangin-angin
Asian Journal of Applied Education (AJAE) Vol. 1 No. 1 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.145 KB) | DOI: 10.55927/ajae.v1i1.1400

Abstract

Tata kelola desa yang baik berarti desa memiliki sasaran yang akan dicapai sesuai dengan landasan maupun visi dan misi yang telah dirancang untuk melaksanakan seluruh program atau kegiatan dan juga memberdayakan masyarakat serta dapat meningkatkan daya saing desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan bagaimana Tata Kelola Desa Pusuk 1 Dengan Desa Purba Manalu Kabuaten Humbang Hasundutan. Subjek dalam penelitian ini ada 7 (tujuh) orang yaitu: Kepala Desa, Bendahara Desa, Kepala Bidang Pemerintahan, Kepala Dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tokoh Masyarakat. Dilaksanakan pada 4-6 Mei 2022 di Desa Pusuk 1 dan Desa Purba Manalu. Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil dalam penelitian ini yaitu bahwasannnya setiap desa memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing bidangnya, contohnya perbandingan pengelolaan yang ada di Desa Pusuk 1 dengan Desa Purba Manalu yaitu: di Desa Pusuk 1sampai saat ini belum terdapat BUMDes namun memiliki kelompok tani dan kelompok ternak, sedangkan di Desa Purba Manalu sudah terdapat BUMDes namun belum memiliki kelompok ternak. Maka dari itu setiap kekurangan tersebut perlu dibenahi guna menciptakan pembangunan desa yang berkelanjutan dan good governance.
Praktikalitas Pengembangan Modul PPKn Berbasis Contextual Teaching Learning untuk Siswa Kelas V SDN 101835 Sibolangit Servista Bukit; Reh Bungana Br Perangin-angin; Abdul Murad
Asian Journal of Applied Education (AJAE) Vol. 1 No. 1 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.606 KB) | DOI: 10.55927/ajae.v1i1.1414

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis tingkat praktikalitas modul PPKn berbasis Contextual Teaching Learning. Modul PPKn berbasis CTL adalah bahan ajar mandiri yang dikembangkan berdasarkan komponen-komponen pendekatan kontekstual, yaitu konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik. Pengembangan modul PPKn berbasis CTL dengan model 4D yang oleh Thiagarajan dalam empat tahap: Definition, Design, Development, dan Disseminate. Modul PPKn berbasis CTL diperuntukkan bagi siswa kelas 5 SD. Penelitian ini menggunakan metode analisis. Data dikumpulkan dari hasil angket respon 1 orang guru kelas 5 SDN 101835 Sibolangit dan 25 orang siswa kelas 5 SDN 101835 Sibolangit  terhadap kepraktisan penggunaan modul. Hasil penelitian menunjukkan tingkat  kepraktisan modul PPKn oleh guru 90% kategori sangat Praktis dan kepraktisan oleh  siswa 83,13% kategori Sangat Praktis.
Pemberian Perlindungan dan Pemberlakuan Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia San Mikael Sinambela; Manotar Leryaldo Sinaga; Reh Bungana Br Perangin-angin; Maulana Ibrahim
Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik Vol 2 No 1 (2024): Januari : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jaksa.v2i1.1468

Abstract

This research was conducted with the aim of understanding how the provision of protection and enforcement of justice for victims of sexsual violence is viewed from the perspective of criminal law in Indonesia. The research method employed was qualitative descriptive using a literature review approach. The results indicate that the provision of protection and enforcement of justice for victims of sexual violence has been consistently implemented in accordance with criminal law, with penalties for perpetrators commensurate with their actions. In conclusion, Indonesian criminal law affirms that any criminal act, especially sexsual violence, will be met with proportional punishment for the perpetrator, and enforcement will be carried out firmly and justly.