Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Melalui Model Pembelajaran Problem solving dengan Jigsaw Rusdyi Rusdyi; Isman M. Nur
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : LPPM STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v11i2.475

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan tujuan adalah: (a) Untuk mengetahui hasil belajar siswa antara model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (b) Untuk mengetahui bagaimana perbedaan hasil belajar siswa antara model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (c) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Muhammadiyah kota Ternate dengan sampel penelitian sebanyak dua kelas yaitu kelas XI-A digunakan sebagai kelas jigsaw sebanyak 22 siswa dan kelas XI-B digunakan sebagai kelas pemecahan masalah yang berjumlah 22 siswa. penelitian sebanyak dua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) hasil belajar siswa antara model pembelajaran problem solving dengan model pembelajaran jigsaw yakni, siswa yang memperoleh model pembelajaran problem solving terdapat 2 siswa mencapai kualifikasi cukup, 2 siswa berkualifikasi kurang, sebanyak 18 siswa berkualifikasi gagal. Pada siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terdapat 3 siswa berkualifikasi kurang, 19 siswa berkualifikasi gagal. (a) siswa yang memperoleh model pembelajaran problem solving terdapat 2 siswa mencapai kualifikasi cukup, 2 siswa berkualifikasi kurang, sebanyak 18 siswa berkualifikasi gagal. Pada siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terdapat 3 siswa berkualifikasi kurang, 19 siswa berkualifikasi gagal. (b) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa terhadap pembelajaran problem solving dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (c) Hasil belajar siswa yang memperoleh model pembelajaran problem solving di bandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw tidak terdapat perbedaan.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Guided Dicovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Rusdi Habsyi; Rusmin R. M. Saleh; Isman M. Nur
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v2i1.385

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi Guru pada materi persamaan lingkaran adalah belum adanya bahan ajar yang dapat menfasilitasi peserta didik dalam kegiatan-kegiatan terstruktur seperti Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-LKPD persamaan lingkaran berbasis Guided Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Kami menggunakan instrumen lembar validasi, respon peserta didik, observasi, wawancara, dan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) produk e-LKPD untuk materi dan media dikategorikan sangat valid; (2) siswa memberikan respon sangat baik; (3) e-LKPD dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini juga menyarankan bahwa ditemukan beberapa kendala saat menggunakan aplikasi tersebut, sehingga perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematka Pada Materi SPLDV Di Kelas VIII SMP Swasta Gane Raya Ferliska Coko; Rusdyi Habsyi
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 1 No 1 (2020): Jimat: Jurnal Ilmiah Matematika
Publisher : JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.4435613

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Penerapan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) siswa kelas VIII SMP Swasta Gane Raya. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Recearch). Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas VIII dengan jumlah siswa 19 orang. Peneltian ini dilaksanakan dalam dua siklus Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, dan lembar observasi, untuk guru dan siswa. Setiap data yang dianalisis merupakan ssandingan antra data observasi aktivitas guru, maupun aktivitas siswa dengan hasil belajar disetiap siklus. Data hasil belajar siswa dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik tes, sedangkan aktivitas belajar siswa diperoleh dengan teknik non tes, Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif, yaitu dengan melihat persentase ketuntasan belajar, sikulus I siswa yang tuntas hanya 5 siswa dari19 siswa dengan presentase 26,32% rata-rata nilai 62,74, sedangkan pada siklus II, sebanyak 17 siswa yang tuntas dari 19 siswa dengan presentase 89,47% rata-rata nilai 78,79. Dari data tersebut didukung juga dengan aktivitas guru dalam menerapkan Pembelajaran Problem Solving dan aktivitas siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Means End’s Analisys (MEA) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pecahan Bentuk Aljabar Pada Siswa Kelas VII Rusdyi Habsyi; Saribanun Bahalle
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 2 No 1 (2021): Jimat: Jurnal Ilmiah Matematika
Publisher : JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.4870940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil Belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) pada materi pecahan bentuk aljabar di Kelas VII SMP Nurul Ilmi Posi-Posi Kayoa Selatan. (2) Aktivitas guru dan siswa saat di terapkan model pembelajaran Means Ends Analysis pada materi pecahan bentuk aljabar di kelas VII SMP Nurul Ilmi Posi-Posi Kayoa Selatan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di SMP Nurul Ilmi Posi-Posi Kayoa Selatan. Hasil Temuan Penelitian ini menunjukan: (1) pada siklus I diperoleh hasil belajar siswa yang dapat dideskripsikan diantaranya 7 siswa (23,33%) dengan kategori cukup, 12 siswa (40%) dengan kategori kurang dan 11 siswa (36,67%) dengan kategori gagal dengan nilai rata-rata 43,12 yang berkategori kurang. (2) pada siklus II diperoleh hasil belajar yaitu 15 siswa (50%) dengan kategori memuaskan, 8 siswa (26.67%) dengan kategori baik dan 4 siswa (13,33%) dengan kategori cukup dan 3 siswa (10%) dengan kategori kurang, maka nilai rata-rata dari tes akhir pada siklus II yaitu 79,38 yang berkategori Baik. Selain dari paparan nilai diatas dapat dibuktikan juga dengan aktivitas guru dan siswa, dimana pada sisklu II aktivitas siswa sangat mencerminakan Penelitian ini menjelaskan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Means Ends Analysis.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Materi Statistik Rusdyi Habsyi
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 2 No 2 (2021): JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika ( Edisi Juli - Desember 2021)
Publisher : JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.5717547

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan model spiral refleksi-diri yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 9 Tidore Kepulauan, dengan jumlah 16 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes . Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) siklus dimana terdapat dua kali pertemuan pada tiap siklusnya. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk keaktifan belajar siswa adalah 75,00 % peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses kegiatan pembelajaran dan keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar siswa adalah 75,00% dari jumlah seluruh siswa, mengacu pada nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 75.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 9 Tidore Kepulauan. Rata-rata keaktifan belajar siswa pada observasi awal hanya mencapai 27,41%. Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus I ratarata keaktifan belajar siswa mencapai 54,32% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,17%. Hasil belajar siwa pada observasi awal, dilihat dari ujian tengah semester siswa yang mencapai nilai KKM (75,00) hanya 31,25% dari jumlah seluruh siswa . Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus I hasil belajar siswa mencapai 43,75% dan pada siklus II meningkat menjadi 75,00%.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Dengan Model Problem Solving Dikelas VII MTs Al Khairat Kec. Ibu Tengah Asmira Sudiman; Jufri Ade; Bambang Sudin; Yani Awal; Nurlaila H. Tasanif; Rusdyi Habsyi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 9 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.177 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6626574

Abstract

The purpose of this research is to increase students' understanding of the concept of a one-variable linear equation system with a problem solving approach in Class VII MTs Al-Khairat Kec. Middle Mother. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR). While the technique in data collection is data obtained from sources of students and teachers in conducting qualitative and quantitative analysis. The results of data analysis prove that the comparison of the average value of student learning outcomes after applying learning using the Problem Solbing model has an increase in learning outcomes as much as 16.33%, from 65.89% it increases to 82.22%. And an increase of 4.26%, namely from the first cycle of 82.22% to 86.48%. This success can be said because of the comparison from pre-cycle to cycle I (good qualification level) and from cycle I to cycle II (excellent qualification level). Therefore, the research can conclude that 1) Efforts to improve students' understanding of concepts in the one variable equation system material with a problem solving approach in class VII MTs Al-Khairat Kec. Mother is being applied effectively and efficiently, smoothly and completely, which can be seen from the seriousness of the students in listening to the lesson. The results of the observation show that students are not very happy but still need a long time to adjust to the learning environment. 2) The problem solving method can improve students' conceptual understanding skills on the one-variable linear equation system material at MTs Al-Khairat Kec. Ibu Tengah, this can be seen in the learning outcomes that the average value of the results of learning outcomes for a single variable linear equation system using the prosolving method has increased by 16.33%, from 65.89% to 82.22%. And an increase of 4.26%, namely from the first cycle of 82.22% to 86.48%. This success can be said because of the comparison from pre-cycle to cycle I (good qualification level) and from cycle I to cycle II (excellent qualification level).
Profil Kesalahan Mahasiswa PGSD dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematika SD Rusdyi Habsyi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.042 KB) | DOI: 10.53299/diksi.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif yang bertujuan untuk (1) mengidentifikasinjenis-jeniskesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa PGSD dalamnmenyelesaikan soal cerita pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematika SD; (2). Mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling.banyak dilakukan oleh mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan soal cerita pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematikan SD. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Semeter V PGSD Tahun akademik 2020/2021 sebanyak 37 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrument yaitu tes diagnostik. Hasil analisis statistik deskriptif adalah deskripsi mengenai jumlah kesalahan yang banyak dilakukan mahasiswa adalah 2 dengan persentase 37,8%, banyaknya mahasiswa yang melakukan kesalahan dengan jumlah tersebut adalah 14 mahasiswa dan persentase kesalahan penyelesaian soal cerita  untuk jenis kesalahan pada tiap item. Item 1, kesalahan teknis 13,51%; item. 2, kesalahan algoritma 16,21%; item 3, kesalahan konsep dan algoritma 29,72%; item 4, kesalahan algoritma 21,62 %; item 5, Kesalahan konsep 37,83%.
Developing e-learning based on animation content to improve students’ mathematical connection abilities Rusdyi Habsyi; Rusmin R.M Saleh
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 5, No 4 (2022)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.887 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v5i4.167

Abstract

Mathematical connection capabilities are part of an interconnected network of interconnected knowledge packages of interconnected knowledge packages of knowledge packages consisting of key concepts for understanding and developing relationships between mathematical ideas, concepts, and procedures. The purpose of this paper is to develop e-learning based on animation content to improve mathematical connection abilities in senior high school students. The e-learning was developed using framework proposed by Moodle, while the animation content was developed using macromedia flash. To get the student mathematical connection abilities, pretest and posttest were administered before and after teaching and learning process. The data were analyzed using t-test and found that e- learning which was based on animation content not only had significant effect on mathematical connection abilities but also been able to improve students’ mathematical connection abilities far better than that of conventional approach. From the posttest results show that the total score of mathematical connection abilities presented shows that the average posttest of mathematical connection abilities is 72.9 e-learning based on animation content, this shows that e-learning based on animation content can improve mathematical connection skills students with e-learning.
Developing e-learning based on animation content to improve students’ mathematical connection abilities Rusdyi Habsyi; Rusmin R.M Saleh
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 5, No 4 (2022)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.887 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v5i4.167

Abstract

Mathematical connection capabilities are part of an interconnected network of interconnected knowledge packages of interconnected knowledge packages of knowledge packages consisting of key concepts for understanding and developing relationships between mathematical ideas, concepts, and procedures. The purpose of this paper is to develop e-learning based on animation content to improve mathematical connection abilities in senior high school students. The e-learning was developed using framework proposed by Moodle, while the animation content was developed using macromedia flash. To get the student mathematical connection abilities, pretest and posttest were administered before and after teaching and learning process. The data were analyzed using t-test and found that e- learning which was based on animation content not only had significant effect on mathematical connection abilities but also been able to improve students’ mathematical connection abilities far better than that of conventional approach. From the posttest results show that the total score of mathematical connection abilities presented shows that the average posttest of mathematical connection abilities is 72.9 e-learning based on animation content, this shows that e-learning based on animation content can improve mathematical connection skills students with e-learning.
E-MODUL BERBASIS ANDROID “KITKAT VERSI 4.4” UNTUK MEMFASILITASI ASYNCHRONOUS LEARNING MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI TERNATE Teguh Wibowo; Ageng Triyono; Rusmin R. M. Saleh; Rusdyi Habsyi; Riawan Yudi Purwoko
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p147--164

Abstract

Learning in asynchronous learning in introductory basic mathematics courses in Ternate is hampered by unstable internet conditions. These conditions require the existence of electronic teaching materials that can be accessed when conditions without the internet. So this study aims to develop electronic teaching materials in the form of e-modules that meet valid and practical criteria as an alternative solution to the constraints experienced during the asynchronous learning process in introductory basic mathematics courses. This goal will be achieved through the Research and Development (R&D) method which is carried out following the stages of the ADDIE model. The research subjects involved consisted of 1 instrument expert, 2 material experts, 2 learning technology experts, 1 IT expert, and 11 Mathematics Education students at STKIP Kie Raha-Ternate. Research data were collected using instruments in the form of material validation sheets, media validation sheets, and practicality response questionnaires. The data obtained was analyzed for its validity from the material aspect, media aspect, and practicality aspect. Based on the results of data analysis, it can be shown that the developed e-module has met the valid criteria from the media aspect and the material aspect. In addition, e-modules are also practical when implemented using the asynchronous learning method. So it can be concluded that the research conducted has achieved the stated objectives.AbstrakPembelajaran pada mata kuliah pengantar dasar matematika secara asynchronous learning di Ternate terhambat oleh kondisi internet yang tidak stabil. Kondisi tersebut menuntut adanya bahan ajar elektronik yang dapat diakses ketika kondisi tanpa internet. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar elektronik berupa e-modul yang memenuhi kriteria valid dan praktis sebagai alternatif solusi terhadap kendala yang dialami selama proses asynchronous learning pada mata kuliah pengantar dasar matematika. Tujuan tersebut akan dicapai melalui metode Research and Development (R&D) yang dikerjakan mengikuti tahapan model ADDIE. Subjek penelitian yang terlibat terdiri dari 1 orang ahli instrumen, 2 orang ahli materi, 2 orang ahli teknologi pembelajaran, 1 orang ahli IT, dan 11 mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Kie Raha-Ternate. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar validasi materi, lembar validasi media, dan angket respon kepraktisan. Data yang diperoleh dianalisis validitasnya dari aspek materi, aspek media, dan aspek kepraktisan. Berdasarkan hasil analisis data dapat ditunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dari aspek media dan aspek materi. Selain itu e-modul juga praktis jika diterapkan menggunakan metode asyncrhonous learning. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan telah mencapai tujuan yang ditetapkan.