Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Pelajaran Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Halmahera Selatan Nurlaila H Tasanif; Asmira Sudiman
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 2 No 1 (2021): Jimat: Jurnal Ilmiah Matematika
Publisher : JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.4870610

Abstract

Model yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK), Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Halmahera Selatan yang berjumlah 20 siswa yang pre tes dan post tes tentang hasil belajar siswa dalam meningkatkanhasil belajar pada pelajaran matematika dengan model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilakukan dua siklus, pada siklus pertama sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar model kontekstual sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada siswa tentang prinsip-prinsip dan langkah-langkah pembelajaran kontekstual. Proses pembelajaran pada siklus kedua peneliti lebih intensif membimbing kelompok serta memberikan motivasi kepada kelompok agar lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran. Sehingga pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model kontekstual telah berjalan sesuai yang diharapkan karena aktifitas siswa dalam pembelajaran sudah mengarah kepembelajaran model kontekstual secara lebih baik dan semua kelompok telah memahami langkah-langkah pembelajaran kontekstual sehingga pelaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Berdasarkan hasil pre tes dan post tes dapat menunjukkan model pembelajaran kontekstual terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang sangat signifikan. Hasil belajar siswa pada pre tes hanya diperoleh 2 siswa atau 6,67 yang mendapat kualifikasi kurang dan 18 siswa atau 93,33 mendapat kualifikasi gagal serta tidak ada satupun siswa atau 0,0% mendapat kualifikasi memuaskan, baik atau cukup. Sedangkan pada post tes diperoleh 9 siswa atau 36,67% memperoleh kualifikasi memuaskan, 1 siswa atau 23,33% memperoleh kualifikasi baik, 7 siswa atau 30% yang memperoleh kualifikasi cukup, 3 siswa atau 10% memperoleh kualifikasi kurang dan tidak ada satupun yang mendapat kualifikasi gagal.
Penerapan Model Pembelajaran Contekstual Teaching And Lerning (CTL) Untuk Meningatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Matriks Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Halmahera Timur Nurlaila H Tasanif; Asmira Sudiman
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 2 No 2 (2021): JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika ( Edisi Juli - Desember 2021)
Publisher : JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.5717469

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Matriks Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Halmahera timur.Pengunaan model pembelajaran CTL merpakan alternative penelitian dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Sma Negeri 9 Halmahera Timur.Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi matriks matematika.Sedangkan tujuan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa padam aterimatriks matematika. Penelitian ini mengunakan penilitian (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat siklusyaitu: perencanaankegiatan, pelaksanaan kegiatan,pengamatan dan refleksi. Sasaran dalam penilitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Halmahera Timur. Data yang di peroleh berupa hasil tes,dan lembaran observasi dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil analisis data di daptkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari data observasi awal ke siklus I sebesar 8,25%,dan dari siklus I ke siklus II 21,75%. Kesimpulan dari penilitian ini adalah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran contekstuan teaching and learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SmaNegeri 9 Halmahera Timur,semester genap pada materim,atriksmatematika,serta model pembelajaran ini dapat di gunakan sebagai salah satua lternatif pembelajaran matematika.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pecahan Siswa Kelas VII SMP Islam 2 Kota Ternate Nurlaila H Tasanif; Asmira Sudiman
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 3 No 1 (2022): JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika ( Edisi Januari- Juni 2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.6616758

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatakan Hasil Belajar Matematika pada materi pecahan Siswa SMP Islam 2 Kota Ternate Kelas VII, merupakan jdul dari penelitian ini. Masalah poko dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika materi pecahan di SMP Islam 2 Kota Ternate pada siswa kelas VII. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Islam 2 Kota Ternate dengan jumlah 18 siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 9 siswi perempuan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu menggunakan tes yang terdiri dari tes awal, tes siklus I dan tes siklus I, dan barengi dengan observasi yang di lakukan kepada guru dan kepada siswa. Setalah melaksanakan penelitian peneliti melakukan analisis data, dari hasil analisis data tersebut diperoleh bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Islam 2 Koat Ternate Kelas VII. Dengan data pencapaian sebagai berikut, pada siklus I prosentase keaktifan belajar sebesar 68,3% dan prosentase ketuntasan klasikal sebesar 50%, dan sikluus II mmengalami peningkatan keaktifan sebesar 90% dengan ketuntasan klasikal sebesar 88%.Melalui model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII pada materi operasi perkalian pecahan semester ganjil tahun pelajaran 2021. Pada siklus I ini nilai rata-rata yang diperoleh siswa masih 55,5 dengan ketuntasan kalsikal 50%, pada siklus II nilai rata-rata lebih meningkat menjadi 82,7 dengan ketuntasan klasikal sebesar 88%.
MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Asmira Sudiman; Sufri Saleh
PENDAS: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Pendas: Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar merupakan pendorong aktivitas dan inisiatif siswa yang mengarah pada ketekunan dan keberhasilan belajar siswa yang sedang dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kontekstual (Contekstual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaiaman penerapan sekaligus faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar pada siswa.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Dengan Model Problem Solving Dikelas VII MTs Al Khairat Kec. Ibu Tengah Asmira Sudiman; Jufri Ade; Bambang Sudin; Yani Awal; Nurlaila H. Tasanif; Rusdyi Habsyi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 9 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.177 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6626574

Abstract

The purpose of this research is to increase students' understanding of the concept of a one-variable linear equation system with a problem solving approach in Class VII MTs Al-Khairat Kec. Middle Mother. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR). While the technique in data collection is data obtained from sources of students and teachers in conducting qualitative and quantitative analysis. The results of data analysis prove that the comparison of the average value of student learning outcomes after applying learning using the Problem Solbing model has an increase in learning outcomes as much as 16.33%, from 65.89% it increases to 82.22%. And an increase of 4.26%, namely from the first cycle of 82.22% to 86.48%. This success can be said because of the comparison from pre-cycle to cycle I (good qualification level) and from cycle I to cycle II (excellent qualification level). Therefore, the research can conclude that 1) Efforts to improve students' understanding of concepts in the one variable equation system material with a problem solving approach in class VII MTs Al-Khairat Kec. Mother is being applied effectively and efficiently, smoothly and completely, which can be seen from the seriousness of the students in listening to the lesson. The results of the observation show that students are not very happy but still need a long time to adjust to the learning environment. 2) The problem solving method can improve students' conceptual understanding skills on the one-variable linear equation system material at MTs Al-Khairat Kec. Ibu Tengah, this can be seen in the learning outcomes that the average value of the results of learning outcomes for a single variable linear equation system using the prosolving method has increased by 16.33%, from 65.89% to 82.22%. And an increase of 4.26%, namely from the first cycle of 82.22% to 86.48%. This success can be said because of the comparison from pre-cycle to cycle I (good qualification level) and from cycle I to cycle II (excellent qualification level).
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-Soal Operasi Pecahan Asbar Jamin; Asmira Sudiman
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 3 No 2 (2022): JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika ( Edisi Juli - Desember 2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7416681

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah persentase kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan pecahan di kelas VII SMP islam samargalila labuha dan faktor apa saja untuk mengurangi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pacahanadapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan pecahan serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pecahan metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, instrumen yang digunakan adalah tes uraian yang terdiri dari 4 soal. sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas vii b smp islam samargalila labuha tes yang digunakan untuk penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan-kesalaha yang dilakukan siswa dalam menyelesikan soal-soal operasi pecahan, data yang behubungan dengan penyelesain soal-soal operssi pecahan dapat diperoleh melalui tes yang dan kemudian hasilnya di diberikan kemudian hasilnya dianalisis selain tes yang digunakan ada juga wawancara yang tujuannya adalah untuk menganalisis serta mencari tahu penyebab kesalahan-kesalahan siswa tersebut data didapat dari hasil tes yang di analisis melalui presentase tingkat penguasaan hasil siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada tes. setiap siswa masih sering melakukan kesalahan pada tahap- penyelesaian sial. karena siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep, operasi dan prosedur untuk menyelesaikan soal tes yang diberikan Oleh Guru.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Kesadaran Metakognisi Asmira Sudiman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 23 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.409 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7397099

Abstract

This study aims to determine the description of students' difficulties in solving two-variable systems of linear equations problems in terms of metacognition awareness and the factors that influence students' difficulties in solving two-variable systems of linear equations problems. This research is a qualitative research using a descriptive approach. Subject collection was carried out by giving metacognitive awareness questionnaires to class VII students of SMP Negeri 4 North Halmahera. From these results, 3 subjects were purposively selected based on categories, namely subjects with high metacognitive awareness, subjects with moderate metacognitive awareness and subjects with low metacognitive awareness. The instruments used were the Metacognitive Awareness Inventory (MAI) questionnaire developed by Scraw & Dennison which contained 30 statement items, a diagnostic test for the difficulty of solving a two-variable linear equation system problem which contained 2 item description questions and an interview guide. Problem solving difficulties were analyzed based on Polya's problem solving steps, namely difficulty understanding the problem, difficulty thinking of plans, difficulty implementing plans and difficulty reviewing. The results showed: 1) Subjects with high metacognitive awareness only found it difficult to understand the problems in word problems. 2) Subjects with metacognitive awareness are experiencing three difficulties in solving real problems related to the two-variable linear equation system material, namely difficulty thinking of plans, difficulty implementing plans and difficulty reviewing. 3) Subjects with low metacognitive awareness experience the most difficulty in solving problems of systems of two-variable linear equations. Subjects experienced four types of difficulties, namely difficulty understanding the problem, difficulty thinking of plans, difficulty implementing plans and difficulty reviewing.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika dengan Macromedia Flash Pada Siswa SMP Muhammadiyah Ternate Asmira Sudiman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 5 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.165 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7758154

Abstract

This research and development aims 1) to determine the feasibility of developing mathematics learning media using the Macromedia Flash application program, 2) to determine the attractiveness of student responses to the development of mathematics learning media using the Macromedia Flash application program. This research was conducted using the Research & Development (R & D) method using the modified Borg & Gall development procedure, namely 10 stages, limited to the 7th stage. Data collection techniques using validation questionnaire sheets. The instrument used is a validation questionnaire sheet to determine the feasibility of the module and a student response questionnaire to determine attractiveness. The data analysis technique used in research and development is descriptive quantitative to process data in the form of scores from assessments by the validator and student responses, while descriptive qualitative is to describe the data in the form of comments suggesting improvements from the validator. Based on the validation results for the development of mathematics learning media using the macromedia flash application program, an average score is obtained; (1) the feasibility of developing mathematics learning media using the macromedia flash application program validation results from material experts obtained an average of 3.73, on the linguistic aspect an average of 3.64, on the evaluation feasibility aspect an average of 3.66, media experts obtained an average score (the media efficiency aspect obtained an average score of 3.87, the button function aspect obtained an average score of 3.5 and the Graphic aspect obtained an average score of 3.4). The product validation results are in the feasible criteria, (2) the attractiveness of the development of mathematics learning media using the macromedia flash application program student responses obtained an average score of 3.61 in the "very interesting" criterion.