Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Fasilitas Sanitasi Sekolah Yang Berhubungan Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Di Sekolah-Sekolah Wilayah Kerja Puskesmas Batu 10 Tanjung Pinang Herdianti Herdianti; Mega Gemala; Lydia Erfina
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.779 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v6i1.1763

Abstract

Puskesmas  Batu  10  Tanjungpinang memiliki  kasus  DBD  tertinggi  yakni  109 kasus  yang kebanyakan pada anak-anak sekolah yakni 82 kasus. Hal ini menunjukkan lingkungan sekolah yang tidak sehat terutama fasilitasi sanitasi sekolahnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan fasilitas sanitasi sekolah dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di sekolah pada wilayah kerja Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang.Jenis dan desain penelitian kuantitatif observational dan sampel penelitian sebanyak 46 responden. Data akan diolah dengan uji univariat  dan uji bivariat yang dianalisa menggunakan uji chi square melalui SPSS.Berdasarkan hasil penelitian bahwa fasilitas sanitasi sekolah yang memiliki hubungan yang signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti adalah toilet (p=0,045<0,05) dan SPAL (p=0,009<0,05) sedangkan yang tidak memiliki hubungan adalah ketersediaan air bersih (p=0,163>0,05) dan sarana pembuangan sampah (p=0,390>0,05). Saran kepada pihak sekolah agar menyediakan fasilitas sanitasi sekolah sesuai Kemenkes No 1429 Tahun 2006 dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan teknik dasar 3M Plus secara berkala. Kepada pihak Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang melakukan penyuluhan dan sweeping secara berkala ke sekolah-sekolah untuk mewujudkan kesehatan sekolah.
Rancang bangun alat penyaring air limbah laundry Mega Gemala; Hengky Oktarizal
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2019): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.226 KB) | DOI: 10.22437/chp.v4i1.6910

Abstract

Laundry merupakan usaha yang menghasilkan limbah cair setiap harinya yang bisa berdampak pada pencemaran tanah dan air jika tidak dikelola dan diolah dengan benar. Dilihat secara visual kondisi air limbah laundry di lingkungan PT X Kampung Seraya, Komplek Pelita Kecamatan Lubuk Baja masih belum memenuhi syarat kualitas air yang baik, maka diperlukan suatu pengolahan (treatment) dalam mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode penyaringan sederhana. Metode ini diharapkan dapat digunakan oleh PT X dalam mengolah limbah cair yang dihasilkan sebelum dibuang ke badan air dengan tujuan mengurangi beban pencemaran air pada lingkungan yang sesuai standar kesehatan masyarakat yang memenuhi parameter kualitas air dari segi fisika dan kimia sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen atau percobaan (experiment research).Adapun rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah one group pretest-posttest (pretest-posttest design. Dari hasil penelitian pada kualitas air sebelum pengolahan, terdapat beberapa parameter tidak memenuhi syarat dan setelah dilakukan pengolahan dengan kombinasi penyaringan zeolite dan arang aktif dapat memperbaiki kualitas air limbah laundry yaitu menurunkan kadar phospat hingga 98,46%.
Pemanfaatan Fermentasi Singkong, Air Tebu, Gula Merah dan Kulit Pisang dalam Optimalisasi Perangkap Nyamuk (Trapping) sebagai Atraktan Perangkap Roni Saputra; Mega Gemala; Hengky Oktarizal
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v9i1.782

Abstract

Nyamuk merupakan serangga yang dapat menganggu karena selain menyebabkan rasa gatal dan sakit, beberapa jenis nyamuk merupakan vektor atau penular berbagai jenis penyakit. Salah satu pengendalian vektor nyamuk yang bebas dan ramah lingkungan ialah membuat perangkap sederhana dengan atraktan yang berisi fermentasi bahan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah dan fermentasi kulit pisang sebagai atraktan nyamuk. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai alternatif metode perangkap nyamuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan (experiment research) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah (posttest – only group design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah sebagai atraktan nyamuk tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam menarik nyamuk dengan jumlah nyamuk yang terperangkap adalah 62 ekor, 56 ekor, 50 ekor terlihat selama 9 hari penelitian. Sedangkan untuk untuk fermentasi kulit pisang dengan jumlah nyamuk terperangkap 27ekor pada 9 hari penelitian dan mengalami penurunan dari hari ke hari. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fermentasi singkong adalah yang paling efektif sebagai penarik nyamuk dengan jumlah nyamuk terperangkap selama 9 hari penelitian 62 ekor , dengan rata-rata nyamuk terperangkap sebanyak 3 dan efektif pada hari ke 5 dari pengamatan.
Elemental Qualification of Welded Stainless Steels By XRF Positive Material Identification Mutiarani Mutiarani; Afiev Ferdilla Sidiq; Adhe Aryswan; Mega Gemala; Tian Havwini
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v4i1.3699

Abstract

Tests for determining the elemental composition of stainless steel (SS) in the weld metal and Heat Affected Zone (HAZ) were carried out using the Non-Destructive Evaluation (NDE) Positive Material Identification (PMI) method with X-ray Fluorescence (XRF) technology. This study aimed to identify the chemical composition of metals using the PMI method with XRF technology as a determinant of the feasibility of the stainless-steel materials tested, namely SS 316 and SS 2205. The results of the tests were then matched with the applicable standards, namely ASME Section II Part A for pipe materials and ASME Section II Part C for welding electrodes. The measurement results show that SS 316 with welding electrode grade ER 316 all parts of the object of inspection fall within the standard range used except for material 4, which is the connection between the flange and elbow is declared rejected because the values ​​for Cr, Ni, and Mo do not fall within the standard range. Meanwhile, SS 2205 with a welding electrode grade of ER 2594 shows that all parts of the object being measured meet the requirements of the standard range used.
Optimizing the Utilization of Fermented Natural Materials as Mosquito Trapping Attractives Roni Saputra; Mega Gemala; Hengky Oktarizal; Trisna Dewita; Wanda Rahmayni
Miracle Journal of Public Health Vol 5 No 1 (2022): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v5i1.285

Abstract

Mosquitoes are insects that can interfere because, in addition to causing itching and pain, several types of mosquitoes are vectors or transmitters of various diseases. One of the free and environmentally friendly mosquito vector controls is to make simple traps with attractants containing fermented natural ingredients. This study aimed to determine the effectiveness of cassava fermentation, sugarcane water fermentation, brown sugar fermentation, and banana skin fermentation as mosquito attractants. This study is experimental research designed as a post-test–only control group design. The results showed that the ability of fermented cassava, sugarcane water fermentation, brown sugar fermentation as mosquito attractants did not significantly differ in attracting mosquitoes with the number of trapped mosquitoes was 62 tails, 56 tails, 50 were seen during nine days of research. Whereas for banana peel fermentation with the number of mosquitoes trapped 27 seats which were seen for nine research days and experienced a decrease from day to day. These results show that cassava fermentation is the most effective as the attractant of mosquitoes, with the number of mosquitoes trapped during nine days of research 62 tails, with an average of trapped mosquitoes as many as three and effective on day 5 of the study.
Analisa Rancangan Pipe Support pada Aliran Fuel Gas Menggunakan Auto Pipe Irsan Saputra; Hendra Saputra; Mega Gemala
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - December 2020
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v2i2.2861

Abstract

Perancangan perpipaan yang baik dan benar sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan dari proses serta lama pemakaian pipa. Dalam proses perancangan banyak aspek yang perlu diperhatikan sehingga memperoleh desain yang baik dan efisien, hal yang diperhatikan salah satunya peningkatan tekanan dan suhu yang menyebabkan terjadinya tegangan, Untuk mengatasi besarnya tegangan maka diperlukan Analisa. Pada tugas akhir ini akan dilakukan Analisa tegangan menggunakan aplikasi Auto Pipe dengan pengerjaan desain mengunakan standar ASME B31.3 Proses Piping, terdapat 3 tegangan yang dianalisa menggunakan aplikasi yaitu tegangan sustain, expansion, dan hoop. Pada rancangan yang dibuat terdapat 10 point daerah dimana tiap-tiap point memilki tegangan yang terjadi berbeda, sehingga perlu diketahui daerah yang kritis berdasarkan besaran tegangan yang terjadi. Hasil yang didapat dari analisa perhitungan ini adalah tercapainya desain yang aman pada saat beroperasi dikarenakan penggurangan tegangan akibat adanya pipa support
Pemanfaatan Fermentasi Singkong, Air Tebu, Gula Merah dan Kulit Pisang dalam Optimalisasi Perangkap Nyamuk (Trapping) sebagai Atraktan Perangkap Roni Saputra; Mega Gemala; Hengky Oktarizal
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v9i1.782

Abstract

Nyamuk merupakan serangga yang dapat menganggu karena selain menyebabkan rasa gatal dan sakit, beberapa jenis nyamuk merupakan vektor atau penular berbagai jenis penyakit. Salah satu pengendalian vektor nyamuk yang bebas dan ramah lingkungan ialah membuat perangkap sederhana dengan atraktan yang berisi fermentasi bahan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah dan fermentasi kulit pisang sebagai atraktan nyamuk. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai alternatif metode perangkap nyamuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan (experiment research) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah (posttest – only group design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah sebagai atraktan nyamuk tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam menarik nyamuk dengan jumlah nyamuk yang terperangkap adalah 62 ekor, 56 ekor, 50 ekor terlihat selama 9 hari penelitian. Sedangkan untuk untuk fermentasi kulit pisang dengan jumlah nyamuk terperangkap 27ekor pada 9 hari penelitian dan mengalami penurunan dari hari ke hari. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fermentasi singkong adalah yang paling efektif sebagai penarik nyamuk dengan jumlah nyamuk terperangkap selama 9 hari penelitian 62 ekor , dengan rata-rata nyamuk terperangkap sebanyak 3 dan efektif pada hari ke 5 dari pengamatan.
COVID-19 Prevention: Healthy and Clean-Living Behavior Program on Toilet Access in Tiban New Village, Batam City, Indonesia Hengky Oktarizal; Yuanita Windusari; Irfannuddin Irfannuddin; R. Kintoko Rochadi; Ahmadi Ahmadi; Roni Saputra; Mega Gemala
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V10.I2.2022.138-143

Abstract

Background: The current low level of prevention of COVID-19 is one of the severe problems in Indonesia. Healthy and Clean-Living Behavior or PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) program and sanitation access are some things that can be done in terms of prevention during a pandemic. New Tiban Village ranks 3rd with the highest number of COVID-19 cases in Batam City. Objective: This study aims to determine whether there was a relationship between implementing the Healthy and Clean-Living Behavior program and toilet access on the incidence of COVID-19 in New Tiban Village, Batam City, Indonesia. Methods: A quantitative analytic observational study with a total sample of 115 families. The instrument used in this study was a questionnaire. The acquired data were analyzed with chi-square analysis using SPSS as the tool. Results: The results showed a significant relationship between the application of the Healthy and Clean-Living Behavior program towards COVID-19 cases p = 0.006. There was an effective relationship between toilet access towards COVID-19 cases p = 0.000. Conclusion: In this study, there was a significant relationship between applying the Healthy and Clean-Living Behavior program and toilet access toward COVID-19 with a value of α < 0.05. Recommendations for the community include always carrying out health protocols by maintaining distances and always washing hands using running water and soap after activities outside the home.
Efektifitas Cengkeh (Syzygium aromaticum), Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) dan Temulawak (urcuma xanthorrhiza Roxb) sebagai Repelen Tikus Got (Rattus norvegicus) Mega Gemala; Roni Saputra; Anes Hardi Cusinia
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.3.344-349

Abstract

Latar belakang: Bahan penolak tikus telah dikembangkan dan dicoba dalam berbagai penelitian. Salah satu bahan penolak tikus yaitu minyak atsiri yang memiliki bau khas menyengat. Cengkeh (Syzygium aromaticum), kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) mengandung minyak atsiri dan dapat menimbulkan bau khas menyengat, sehingga diasumsikan juga dapat digunakan sebagai penolak tikus. Tujuan dari penelitian ini adalah Mempelajari efektifitas tanaman cengkeh, kulit jeruk nipis dan temulawak sebagai repelensi tikus.Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest (pretest-posttest design). Penelitian dilakukan pada 2 sampel tikus pada setiap bahan repelen yang diamati setiap hari selama 5 hari. Efektifitas repelen diukur berdasarkan sisa pakan tikus dan pengurangan berat badan tikus. Penelitian ini dilakukan selama bulan November tahun 2021.Hasil: hasil penelitian memperlihatkan bahwa kemampuan repelensi dari tanaman cengkeh, kulit jeruk nipis dan temulawak jika dibandingkan dengan kontrol berturut-turut adalah 100%, 53% dan 57% yang dilihat selama 5 hari penelitian. Sedangkan berdasarkan pengurangan berat badan tikus, tikus pada kendang percobaan diberi campuran pakan dengan repelen cengkeh, kulit jeruk nipis dan temulawak yang diblender mengalami pengurangan berat badan secara berturut-turut sebanyak 31% , 25% dan 27% dari berat badan tikus semula. Simpulan: Cengkeh adalah yang paling efektif sebagai repelensi tikus dengan tingkat repelensi 100%, penurunan berat badan 31% dari berat tikus semula dan tidak dikonsumsinya pakan yang di campur repelen cengkeh. ABSTRACTTitle: The Effectiveness of  Cloves (Syzygium Aromaticum ), Lime Peel (Citrus aurantiifolia) and Temulawak (Curcuma  xanthorrhiza Roxb ) in Control of Norway Rats (Rattus  norvegicus)Background: Various studies have developed and tried ingredients of rat repellent. One of the ingredients is an essential oil with a characteristic tightening odor. Plants such as cloves (Syzygium aromaticum), lime peel (Citrus aurantiifolia), and temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) contain essential oil. They can cause a characteristic pungent odor, so it is assumed that they can also be used as rat repellent agents. This research aimed  to study the effectiveness of clove plants, lime peel, and temulawak as a repellent for rats.Method: This study used an experimental design with a one-group pretest-posttest design (pretest-posttest design). The study was conducted on 2 rat samples on each repellent material observed daily for 5 days. The effectiveness of the repellent was measured based on the rest of the rat feed and the reduction in the body weight of the rats. This research was conducted in November 2021.Result:  The results showed that the repellent ability of clove plants, lime peel, and temulawak compared to successive controls was 100%, 53%, and 57% seen during the 5 days of the study. Meanwhile, based on the weight reduction of rats, rats in the experimental drums were given a mixture of feed with clove repellent, lime peel, and blended temulawak and experienced successive weight reductions of 31%, 25%, and 27% of the rat's original body weight.Conclusion: it was concluded that cloves are the most effective as a repellent for rats with a repellent rate of 100%, weight loss of 31% of the weight of rats, and not in their consumption of feed mixed with clove repellents. 
Estimasi Durasi Serta Pekerjaan Kritis Pada Pembangunan Block 1 Kapal ASD Tug 35 M Oktaviani Kendri; Naufal Abdurrahman Prasetyo; Hendra Saputra; Mega Gemala; Mufti Fathonah Muvariz
ABEC Indonesia Vol. 10 (2022): 10th Applied Business and Engineering Conference
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A schedule is crucial to the success of a project so that it is completed within the specifiedtimeframe. Construction of a block on a tugboat is one of the projects used as a case study. The aim of timeestimation is to determine the length of time required to complete a block with the stages of work involved. Inorder to ensure the work process runs on a schedule, a time estimation is done before the work is performed.This data is processed via a computer program. Microsoft Project is a familiar application used in projectmanagement or to assist in the processing of a project. The purpose of this study is to estimate the constructiontime of Block 1 and the work in the critical path on the 35-meter ASD tug ship. In this study, researchersobserve and participate in the construction of a ship block using the observation method. The results obtainedfrom this study are the estimated construction time of one ship block which is built in stages from marking,cutting, fitting, quality assurance, welding and grinding, to the final inspection by the Quality Controldepartment.