Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Desain Portable Android Thermometer Fever (Prometer): Termometer Non-Kontak Praktis Berbasis Android Setyawan, Bima Agung; Agustianto, Tiar; Achmad Widodo, Syukri Fathudin
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v5i2.34787

Abstract

Vocational education plays an essential role in the corona pandemic case because it is a direct benchmark for applying science to a cultured society's environment. One of the applications is the development of tools to prevent the spread of COVID-19. The idea arises from the fact that gun thermometers, which are a vital tool to prevent pandemic spread, were scarce and expensive. The proposed solution was to develop a device called Portable Android Thermometer Fever (PROMETER), a suitable non-contact thermometer based on Android. The method was research and development.  Data were analyzed using a qualitative descriptive approach. From the study results, it can be concluded that the PROMETER can be used as an accurate and practical gun-type thermometer.Pendidikan kejuruan mengambil peran penting dalam kasus pandemi corona karena pendidikan kejuruan menjadi tolak ukur pengaplikasian langsung ilmu-ilmu untuk dapat dimanfaatkan dalam lingkungan masyarakat yang berbudaya. Salah satu pengaplikasian ilmu teknologi dalam pendidikan kejuruan yakni dengan pembuatan alat atau sistem sebagai bentuk solusi pencegahan penyebaran covid-19. Dari studi kasus tentang kelangkaan dan mahalnya termometer tembak yang menjadi alat penting dalam penanganan kasus penyebaran covid-19 didapat suatu gagasan desain alat yang diberi nama Portable Android Thermometer Fever (PROMETER): Termometer  Non-Kontak Praktis Berbasis Android Sebagai Alat Pemantau Suhu Badan Dalam Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Bentuk penelitian ini adalah research and development. Dari data hasil penelitian diperoleh data yang dianalisis secara kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Portable Android Thermometer Fever (Prometer)dapat digunakan sebagai termometer tembak yang akurat dan praktis.
MODEL PENGUATAN SOFT SKILLS DALAM PEWUJUDAN CALON GURU KEJURUAN PROFESIONAL BERKARAKTER Wagiran Wagiran; Sudji Munadi; Syukri Fathudin Achmad Widodo
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.712 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i1.2258

Abstract

Tujuan umum penelitian ini untuk menghasilkan model teoretis penguatan soft skills dengan tujuan khusus untuk mendapatkan gambaran profil aktual soft skills, mendapatkan gambaran pembekalan soft skills, dan merumuskan model teoretis penguatan soft skills calon guru kejuruan profesional berkarakter. Penelitian ini dipecahkan melalui desain RD. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat 68 dimensi soft skills yang diklasifikasi ke dalam lima dimensi utama, yakni jujur dan dapat dipercaya, tanggung jawab, disiplin, keteladanan, serta ketaatan terhadap etika; kedua, keunggulan calon guru adalah percaya diri, materi pembelajaran mutakhir, pemanfaatan IT, dan ketrampilan mengajar, sedangkan kelemahannya tampak dalam komunikasi interaktif dengan siswa, kurangnya disiplin, tanggung jawab, serta komunikasi dan inovasi; ketiga, pola penanaman soft skills dilakukan terhadap enam unsur, yakni kurikulum, pembelajaran, iklim akademik, kegiatan kemahasiswaan, kepemimpinan dan manajemen, serta hubungan sinergis dengan pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha/industri
PENGEMBANGAN MODEL PENGUATAN SOFT SKILLS DALAM MEWUJUDKAN CALON GURU KEJURUAN PROFESIONAL BERKARAKTER Wagiran Wagiran; Sudji Munadi; Syukri Fathudin
Jurnal Kependidikan Vol. 44, No.1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.655 KB) | DOI: 10.21831/jk.v44i1.2195

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model penguatan soft skills dalam mewujudkan calon guru kejuruan profesional berkarakter. Penelitian  dirancang dengan menggunakan  pendekatan  Researchand  Development selama dua tahun. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala SMK, guru, mahasiswa, dan ahli pendidikan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian meliputi hal-hal berikut ini. Pertama, rumusan model penguatan soft skills calon guru difokuskan kepada dua mata kuliah utama, yakni pengajaran mikro dan PPL dengan model integratif. Kedua, urgensi aspek hard skills dan soft skills berada dalam kategori baik/penting dengan pencapaian rerata di atas  rerata kriteria, dan pencapaian skor masing-masing 88,2%, dan 87,11%. Ketiga, kemampuan aspek hard skills dan soft skills berada dalam kategori baik/penting dengan pencapaian rerata atas rerata kriteria,dan pencapaian skor masing-masing 72,81%, dan 74,11% dalam kategori cukup tinggi
MENERAPKAN METODE COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Syukri Fathudin Achmad Widodo
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v6i1.3808

Abstract

Cooperative learning adalah metode pembelajaran dengan prinsip belajar untuk sukses bersama. Cooperative Learning biasa disebut dengan tutorial teman sebaya, artinya metode pembelajaran yang dilakukan dengan melibatkan siswa untuk saling membantu siswa yang lainnya. Cooperative learning sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran dapat dijadikan pilihan bagi para pendidik mulai  jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Dengan cooperative learning diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dan interaksi sosial dengan sesamanya dapat terjalin dengan baik. Implementasi cooperative learning pada kelas akan merubah paradigma cara belajar dengan suasana tradisional yang berfokus pada kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada dosen menjadi kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menjadi lebih baik selain  juga mengembangkan tanggung jawab, pemahanan pengetahuan, empati, dan interaksi sosial dengan sesama siswa lainnya, sehingga pendidikan berbasis mutu tidak hanya sebagai konsep tetapi juga perbaikan berkelanjutan dalam pendidikan menuju ke arah lebih baik. Tujuan Pendidikan Agama Islam lebih merupakan suatu upaya untuk membangkitkan intuisi agama dan kesiapan rohani dalam mencapai pengalaman transendental. Dengan demikian tujuan utamanya bukanlah sekedar mengalihkan pengetahuan dan keterampilan (sebagai isi pendidikan), melainkan lebih merupakan suatu ikhtiar untuk menggugah fitrah insaniyah (to stir up certain innate powers), sehingga mahasiswa bisa menjadi penganut atau pemeluk agama yang taat dan baik (Muslim paripurna). Sedangkan pendidikan pada umumnya, bertujuan lebih menitikberatkan pada pemberian pengetahuan dan ketrampilan khusus dan secara ketat berhubungan dengan pertumbuhan serta pemilahan areal kerja yang diperlukan dalam masyarakat. Dalam hal ini hubungan interaksi lebih bersifat kognitif-psikomotorik, dan kurang banyak menyentuh kealaman rohani serta sifat-sifat watak kepribadian manusia.
MENGGAGAS MODEL MANAJEMEN LABORATORIUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Syukri Fathudin Achmad Widodo
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 13, No 1 (2013): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v13i1.3324

Abstract

Abstrak : Tulisan ini menggagas manajemen laboratorium Pendidikan Agama Islam(PAI) ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Dasar tulisan ini adalah belum ditemukannya modellaboratorium PAI yang ideal sesuai dengan amanat Permenag No.16 tahun 2010, khususnyapasal 24 tentang laboratorium Pendidikan Agama Islam. Manfaat dari Laboratorium PAIsebagai sarana sumber belajar yang efektif sehingga peserta didik mampu menerima materi PAIdengan tuntas dan diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci : Managemen, Laboratorium Pendidikan Agama Islam, Sekolah Menengah Atas.
Front Syukri Fathudin Achmad Widodo
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 19, No 1 (2019): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i1.30062

Abstract

Depan, Daftar Isi, Pengantar
TUTORIAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYKARTA Syukri Fathudin Achmad Widodo
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 11, No 1 (2011): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v11i1.20994

Abstract

Tutorial Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan kegiatan kokurikuler yang menekankan pada pendalaman dan penguasaan keterampilan praktek ibadah dan baca tulis Al-Qur'an yang diwajibkan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pendidikan  Agama Islam.Artinya kegiatan tutorial  PAI melekat pada mata kuliah ini.Sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh para tutor PAI. Tutor PAI adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat khusus melalui seleksi, pelatihan dan mendapatkan mandat dari dosen PAI. Pada perkembangan selanjutnya tutorial PAI merupakan sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk memberikan pendalaman dan penguasaan tambahan keislaman bagi mahasiswa di luar materi perkuliahan pendidikan  Agama Islam. Dengan tutorial PAI diharapkan terbentuk sosok pribadi muslim yang utuh, tangguh, menjadi suri tauladan dan sanggup menyebarkan Dakwah Islam (Agent of Change and Inovation) kepada warga kampus maupun masyarakat umum. 
Front Syukri Fathudin Achmad Widodo
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 19, No 2 (2019): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i2.30153

Abstract

Halaman awal hingga daftar isi
PENINGKATAN PERILAKU RELIGIUS MELALUI INTEGRASI PEMBELAJARAN PAI DAN PEMBINAAN DI UNIT KEGIATAN KEAGAMAAN MAHASISWA Syukri Fathudin AW; Sudiyatno Sudiyatno
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 9, No 1 (2009): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v9i1.3783

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui 1) model  pembinaan keagamaan di UNY; 2) mengetahui apakah ada perbedaan dalam berperilaku religius antara mahasiswa  yang mengikuti pembelajaran PAI terpadu dengan mahasiswa yang mengikuti  pembelajaran PAI; dan 3) mengetahui perilaku religius mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Pendidikan Agama Islam yang terintegarasi dengan pembinaan di unit kegiatan keagamaan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY kelas A. Objeknya adalah integrasi pembelajaran PAI dan pembinaan keagamaan mahasiswa melalui  pelaksanaan program Tutorial Pendidikan Agama Islam. Hasil yang bisa diperoleh adalah: 1) Model pembinaan keagamaan yang tepat untuk pembinaan keagamanaa melalui   Tutorial Pendidikan Agama Islam adalah dengan strategi pembelajaran melalui diskusi dengan topik-topik kontemporer yang terjadi di masyarakat; 2) Hasil probabilitas 0,857 0,05  = Ho diterima. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam berperilaku religius  antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran PAI terpadu dengan mahasiswa yang mengikuti  pembelajaran PAI; dan 3) Perilaku religius mahasiswa  yang mengikuti perkuliahan Pendidikan Agama Islam yang terintegrasi dengan pembinaan di unit kegiatan keagamaan pada umumnya, baik hal tersebut berdasar hasil rata- rata amalan harian yaitu amalan Shalat fardlu dihasilkan rata-rata 3,78 maupun rata-rata amalan bacaan tilawah Al Qur’an yaitu 3,07.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM Suparlan Suparlan; Syukri Fathudin AW
Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 17, No 2 (2017): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.18566

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model manajemen pendidikan karakterberbasis pembelajaran pendidikan agama Islam di perguruan tinggi umum. Penelitian inimenggunakan prosedur Research and Development (RD) pada tahap awal, yaitu: (1)analisis permasalahan dan kebutuhan, (2) perencanaan, pengembangan. . Metode yangdigunakan adalah survei dan kajian literatur untuk menghasilkan rumusan desainmanajemen pendidikan karakter berbasis pembelajaran PAI. Teknik Delphi dilakukanuntuk mematangkan model manajemen pendidikan karakter berbasis pembelajaran PAI.Penelitian ini dilakukan di dua Perguruan Tinggi Umum yakni UPI Bandung danUniversitas Negeri Malang ( UM). Hasil penelitian menemukan desain model manajemenkarakter berbasis pembelajaran PAI dilakukan melalui (1) Perencanaan denganmenentukan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk meraihnya. (2)Pengorganisasian, adalah proses pembentukan organisasi sebagai keseluruhan, (3)Pengerakan dilakukan oleh setiap pemimpin/koordinator dalam struktur organiasi baiktingkat universitas/perguruan tinggi/rektorat, fakultas, dan mahasiswa (berbentuk timataupun tidak), dan (4). Pengevaluasian dilakukan secara simultan dan terus menerus baikdalam tingkat universitas/PT, Fakultas, dan kelas/mahasiswa baik evaluasiinternal/eksternal. This study aims to form a learning model based on learning Islamic character education inIslamic public education. This study uses the Research and Development (R D)procedure at the initial stage, namely: (1) problem analysis and needs, (2) planning,development. The method used is a survey and literature review to produce a formulationof PAI-based character education management design. The Delphi technique wasconducted to finalize the PAI-based learning education character management model. Thisresearch was conducted in two public universities, namely UPI Bandung and Malang StateUniversity (UM). The results of the study found that the design of the PAI-based charactermanagement model was conducted through (1) Planning by determining organizationalgoals and choosing the best way to achieve them. (2) Organizing, is the process of formingan organization as a whole, (3) Dredging is carried out by each leader / coordinator in theorganizational structure at the university / college / rectorate, faculty, and student level(whether it is team or not), and (4) . Evaluation is carried out simultaneously andcontinuously both at the level, faculty, and class / student both internal / externalevaluations.