Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asesmen Kinerja Ruas Jalan PerintisKemerdekaan Kota Padang Widiawati Purba; Rafki Imani; Briant Mcchristyadillan
Civil Engineering Collaboration Vol. 5 (2020) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v5i2.15

Abstract

Masalah kemacetan seperti keberadaan pedagang kaki lima, parkir liar dan hambatan samping lainnya yang terdapat di Jl. Perintis Kemerdekaan menyebabkan menurunnya kinerja jalan. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mendapatkan nilai kapasitas jalan, derajat jenuh dan tingkat pelayanan jalan. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan survei pada jam sibuk untuk mendapatkan volume lalulintas harian rata-rata, survei hambatan samping dan meminta data jumlah penduduk Kota Padang. Selanjutnya melakukan analisis manual dengan berpedoman pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 2014 (PKJI 2014). Hasil dari analisis manual ini bahwa nilai volume harian rata-rata adalah 2867,38 smp/jam. Hambatan samping di Jl. Perintis Kemerdekaan dapat dikategorikan tinggi karena nilai hambatan samping adalah 848,63. Kemudian tingkat pelayanan pada jalan ini mendapat kategori F dimana arus kendaraan dipaksakan pada jalan ini. Maka dari itu perlu dilakukan penambahan lahan parkir dan melakukan penertiban agar dapat mengurangi hambatan samping.
Studi Arus Jenuh pada Persimpangan dengan Bundaran Widiawati Purba; Jihan Melasari; Helmi Prabowo
Civil Engineering Collaboration Vol. 4 (2019) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v4i2.5

Abstract

Permasalahan transportasi sangat sering terjadi seperti kemacetan, polusi udara, kecelakaan, antrian maupun tundaan biasa di jumpai dengan tingkat kualitas yang rendah maupun tinggi. Kota padang adalah salah satu kota diSumatra Barat dan merupakan kota industri dan pariwisata yang banyak menarik peminat penduduk di kota lain yang ikut berkunjung. Jln. Khatib Sulaiman pada simpang empat bundaran merupakan salah satu simpang yang terletak di simpang presiden. Arus lalu lintas yang melalui simpang tersebut tersebut cukup padat pada waktu-waktu jam sibuk. Sehingga terdapat aktivitas padat di jalan ini seperti angkutan umum yang berhenti untuk naik dan menurunkan penumpang, kendaraan yang parkir di badan jalan serta kendaraan yang keluar masuk disamping jalan darilingkungan sekitar simpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau mengevaluasi arus jenuh pada simpang empat bundaran Khatib Sulaiman saat ini dengan memberikan alternatif pemecahan masalah yang tepat pada simpang tersebut. Sifat dari penelitian ini adalah analisis, penelitian dilakukan satu minggu penuh dari hari senin sampai minggu dan di mulai pada pukul 07:00-09:00, 12:00-14:00, sampai 16:00-18:00. Dari hasil penelitian yangdilakukan maka didapat nilai kapasitas sebagai berikut: Kapasitas (C) = 1921,01 SMP/jam, Penelitian kapasitas jalan Teuku Umar kurang memadai disebabkan tingkat pelayanan jalan (LOS) mencapai 2,3 dimana dengan nilaitersebut sering terjadi kemacetan dan antrian panjang dengan tingkat pelayanan F dan berdasarkan banyak jumlah pengguna kendaraan Di Jl Khatib Sulaiman arah simpang DPRD pada jam sibuk yaitu hari senin jam 16.00 – 18.00 adalah sebesar 3291,3.
Risiko Rantai Pasok Konstruksi Proyek Konstruksi Gedung Pusat Olah Raga Pasca Bencana Gempa Bumi Indonesia Wendi Boy; Z Zefriyenni; Widiawati Purba
Civil Engineering Collaboration Vol. 4 (2019) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v4i2.2

Abstract

Rantai pasok adalah metode yang bertujuan untuk meningkatkan daya layan (serviceability) dalam menghasilkan suatu produk barang atau jasa kepada pengguna akhir dengan serangkaian proses produksi didalamnya. Metode ini diyakini telah membawa banyak manfaat dan sukses diterapkan di dalam industri manufaktur untuk kemudian diaplikasikan dalam industri lainnya termasuk pada industri konstruksi. Pengadopsian metode tersebut pada industri konstruksi bukan berarti tidak menimbulkan permasalahanpermasalahan baru. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih dalam mengenai praktik rantai pasok khususnya terkait risiko yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko menggunakan matriks analisis probabilitas dan dampak, mendapatkan faktor risiko paling dominan menggunakan analisis faktor serta mengetahui hubungan antara tingkat risiko dengan faktor risiko dalam konteks rantai pasok proyek konstruksi. Penelitian dilakukan dalam bentuk survei persepsi risiko responden terhadap para pelaku dalam rantai pasok proyek konstruksi gedung yaitu kontraktor, subkontraktor, dan supplier di Kota Padang Sumatera Barat.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Stasiun Kereta Api Simpang Haru, Kota Padang Maiyozzi Chairi; Widiawati Purba; Violita Nirma Putri
Civil Engineering Collaboration Vol. 4 (2019) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v4i2.4

Abstract

Stasiun Simpang Haru, Kota Padang dibuka pada 22 Agustus 1891. Stasiun ini terletak di jalan Stasiun No.1 Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Padang, Sumatera Barat merupakan stasiun kereta api kelas besar yang berada dalam pengelolaan PT.Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatra Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan stasiun kereta api simpang haru dengan menggunakan metode survey lapangan serta melakukan pengamatan di Stasiun Simpang Haru yang akan di bandingkan dengan ketentuan Permenhub No. 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api dan penyebaran kuisioner tentang pelayanan Stasiun Simpang Haru secara langsung kepengguna jasadengan menggunakan metode perhitungan Servqual (Service Quality). Stasiun Simpang Haru memenuhi 86,66% fasilitas yang diatur oleh tabel Permenhub No.48 tahun 2015 tentang standar pelayanan minimum angkutan orang dengan kereta api. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di stasiun Simpang haru, maka dapat disimpulkan bahwa dari perhitungangap secara keseluruhan ruang tunggu stasiun memiliki tempat duduk yang memadai dengan nilai gap sebesar -1.25, sedangkan dalam tingkat kepentingan ruang tunggu stasiun memiliki tempat yg memadai berada prioritas yang ke-9. Yang berarti bahwa apa yang diharapkan pengguna jasa cukup terpenuhi. Darihasil pengolahan analisis gap per dimensi dapat diketahui bahwa dimensi emphaty (empati) menempati rangking terakhir karna memiliki nilai gap yang sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwakriteria dalamdimensi emphaty (empati) perlu atau lebih diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan.