Dwi Lorry Juniarisca
Universitas Negeri Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pola aktivitas fisik atlet pelajar pada masa pandemi Covid-19 Nanik Indahwati; Bernard Djawa; Andhega Wijaya; Dwi Lorry Juniarisca
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 20, No 3 (2021): October
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v20i3.10417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pola aktivitas fisik atlet pelajar di Surabaya pada masa pandemi Covid-19 serta faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhinya. Sebagai partisipasinya adalah siswa SMP, SMA/SMK Negeri atau Swasta yang merupakan atlet pelajar di sekolahnya. Sampel dipilih berdasarkan kriteria atlet dari berbagai cabang olahraga yang ada di sekolah dengan teknik quota sampling. Tervalidasi sejumlah 193 orang yang terdiri dari 129 (67%) pria dan 64 (33%) wanita yang berusia antara 13-18 tahun. Pengumpulan data menggunakan angket melalui google form, dengan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan konsep Frequency, Intensity, Time and Type of exercise (FITT) selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif non-eksperimen. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pada saat sebelum terjadinya pandemi aktivitas fisik yang dilakukan menunjukkan pola aktivitas yang tinggi 90,67% dan menurun pada saat terjadinya pandemi yaitu 60,62%. Ketiga indikator frekuensi, intensitas dan waktu (durasi), yang memiliki kontribusi paling besar adalah intensitas lalu diikuti dengan frekuensi dan durasi. Dalam 1 minggu sebesar 73% rata-rata frekuensi atlet melakukan aktivitas fisik lebih dari 3 kali dengan intensitas di atas 6 sebanyak 77,7% dan 64,4% dengan durasi (time) minimal dari 60-120 menit setiap melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa masa pandemi bagi sebagian atlet pelajar tidak mengubah aktivitas fisiknya, mereka tetap melakukan kegiatan meskipun dengan pola yang kurang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola aktivitas fisik pada masa pandemi antara lain adalah faktor personal, faktor lingkungan yaitu keluarga dan masyarakat (sekolah).
Kelayakan produk pengembangan tutorial aktivitas fisik bagi anak berkebutuhan khusus saat pandemi Abdul Rachman Syam Tuasikal; Dwi Cahyo Kartiko; Faridha Nurhayati; Bayu Budi Prakoso; Dwi Lorry Juniarisca; Kolektus Oky Ristanto
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 20, No 2 (2021): June
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v20i2.10197

Abstract

Kebutuhan aktivitas fisik menjadi isu terkini ketika aktivitas di luar rumah dibatasi selama pandemi. Tidak terkecuali untuk para anak berkebutuhan khusus (ABK) yang pada umumnya memiliki keterbatasan pada kecakapan fokus. Untuk itu, perlu dibuatkan media agar memicu ABK memiliki tingkat aktivitas fisik sekaligus melatih kecakapan fokus. Produk yang sedang diujicobakan adalah video tutorial yang dimuat dalam https://fokusabk.com/ sebagai media aktivitas fisik untuk ABK. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan validitas dan kualitas https://fokusabk.com/ ditinjau dari para ahli dan orang tua sehingga menjadi tanda kelayakannya digunakan sebagai mediator aktivitas fisik untuk ABK. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian sebanyak 6 ahli dan 10 orang tua subjek. Validasi produk menggunakan indikator dari The Design of Instruction and Evaluation dan untuk kualitas produk menggunakan indikator Joint Committee on Standards for Educational Evaluation. Analisis data menggunakan content validity ratio (CVR) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ahli dan orang tua memberikan penilaian terhadap produk yang dihasilkan dinyatakan valid (CVR= 0,92-1,00 > 0,3). Berdasarkan para orang tua sebagai subjek, produk hasil pengembangan memiliki kualitas baik sekali (81,2%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa https://fokusabk.com/ layak digunakan sebagai mediator aktivitas fisik oleh ABK.
Berpikir kritis dan hubungannya dengan prestasi akademik calon guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Suroto Suroto; Bayu Budi Prakoso; Mochamad Ridwan; Dwi Lorry Juniarisca
Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI)
Publisher : Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.592 KB) | DOI: 10.54284/jopi.v1i1.5

Abstract

Kemampuan berpikir kritis wajib dimiliki oleh lulusan program sarjana di Indonesia sehingga perlu terus dikaji dan dimonitor pencapaiannya sebagai hasil belajar selain Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Penelitian korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterampilan berpikir kritis dengan IPK. Pengumpulan data berpikir kritis menggunakan metode wawancara tertutup, IPK diambil dari akun akademik pimpinan fakultas. Sebanyak 47 orang (laki-laki= 29 dan perempuan= 18) bertindak sebagai sampel yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Metode confirmatory factor analysis (CFA) digunakan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas konstruk hasil coding wawancara menggunakan LISREL 8.80 Trial. Sedangkan analisis statistik menggunakan deskriptif, Mann-Whitney Test, dan korelasi product moment menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran dinyatakan valid (╬╗= 0,77-0,88) dan reliabel (CR= 0,86). Rata-rata tingkat berpikir kritis calon guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berada pada tingkat rendah (M= 83,9; SD= 6,89; min= 74,6; max= 97,7). Tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis calon guru PJOK laki-laki dan perempuan (U= 0,241, p= 0,81). Terdapat hubungan linear berpikir kritis dengan IPK (r (47)= 0,542, p= 0,000) dengan besar kontribusi sebesar 28%. Kondisi rendahnya berpikir kritis sangat dikhawatirkan memengaruhi tingkat inovatif para calon guru sehingga pengukuran, monitoring, dan treatment perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Strategi Pengembangan Wisata Tradisi Ojhung Berbasis Sport Tourism di Kabupaten Sumenep Febryansah Gilang Aris Pradana; Asha Asha; Nurul Hidayat; Dwi Lorry Juniarisca; Ali Imron
Journal of Sport Science and Education Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v5n2.p83-93

Abstract

Sumenep Regency is known for its diverse cultures, one of which is Ojhung. Ojhung is the ritual performed as a request for rain. Ojhung is the art of fighting by hitting and fending off opponents using rattan guided by referees. Ojhung traditional art has the potential to be developed into cultural-based sport tourism, which combines sports activities with the strength of Ojhung traditional art. In line with the tourism sector which is the flagship in Sumenep. Evident from the inauguration of Sumenep as œSoul of Madura. This research aims to describe the development strategies of Ojhung tourism based on sport tourism in Sumenep Regency. This study used qualitative method. Data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, and literature studies. Data analyzed used SWOT, EFAS, and IFAS analysis. The data validity checking technique uses triangulation. Ojhung can be develop to be sport tourism in Sumenep Regency because it has a tourist attraction, based on the criteria among others: the ritual of request for rain and Ojhung competition, which visitors can participate in the Ojhung competition.
Penyegaran Guru tentang Asesmen Kompetensi Minimum pada Mata Pelajaran PJOK melalui Pelatihan Berbasis Komunitas Guru Faridha Nurhayati; Suroto Suroto; Sudarso Sudarso; Heryanto Nur Muhammad; Dwi Lorry Juniarisca; Bayu Budi Prakoso
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v2i2.10205

Abstract

Pemberlakuan Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional merupakan kebijakan baru yang perlu didukung dan dikuatkan melalui kesiapan para guru sebagai pelaksana utama di tingkat satuan pendidikan. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan satu bentuk dari pelaksanaan AN yang diberlakukan untuk semua mata pelajaran di sekolah. Di Mojokerto, sosialisasi tentang AKM terbatas diikuti oleh guru-guru tertentu mengakibatkan kurang meratanya informasi yang diperoleh guru. Untuk itu, tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyegaran kepada guru tentang AKM berbasis komunitas guru berupa MGMP Matapelajaran PJOK di kota Mojokerto. Metode pelatihan dilakukan melalui need assessment, penyusunan program pelatihan, pelatihan, dan evaluasi pelaksanaan pelatihan. Need assessment dilakukan dengan cara melakukan diskusi tim PKM bersama perwakilan MGPM PJOK yang membahas materi pelatihan. Disusun materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan para guru PJOK. Selanjutnya dilakukan pelatihan secara luring sekaligus dilaksanakan evaluasi pelaksanaan pelatihan sesuai dengan protokol kesehatan. Hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan dapat dijelaskan bahwa kualitas pelaksanaan pelatihan masuk dalam kategori baik sekali (4.75) sedangkan dampak pelaksanaan pelatihan masuk dalam kategori baik sekali (4.85). Terbukti bahwa para guru menghasilkan produk berupa soal-soal yang relevan dengan KD dan materi terpilih sesuai dengan karakteristik AKM.