Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Formulasi Sediaan Topikal Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Widyastuti Widyastuti
Jurnal Ipteks Terapan Vol 13, No 1 (2019): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2019.v13i1.217

Abstract

Ekstrak kulit buah naga super merah (H. costaricensis) setelah dilakukan pengujian antioksidan mempunyai nilai IC50 sebesar 4602,740 ppm. Dari hasil yang didapat maka konsentrasi ekstrak yang digunakan untuk formulasi sediaan topikal sebesar 2%. Antioksidan yang terkandung dalam kulit buah naga dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan membuat suatu sediaan yang digunakan pada kulit. Pengembangan formulasi sediaan topikal yang diaplikasikan pada kulit berupa sediaan lotion, krim dan gel. Sediaan lotion dan krim sebagai basis dengan menambahkan minyak zaitun dan VCO sebagai humektan dalam fase mainyak dan pada sediaan gel dengan menggunakan basis gel Carbopol-940, PVA dan HPMC. Dari semua sediaan yang dibuat dapat digunakan untuk sediaan topikal. Hasil uji hedonis didapatkan F8 (lotion minyak zaitun) merupakan formula yang terbaik dalam hal tekstur dan warna sediaan, F14 (gel HPMC) dalam hal bau dan F11 (krim VCO) dalam hal kenyamanan pemakaian. Penambahan ekstrak kepada basis sediaan mempengaruhi secara signifikan terhadap tekstur, warna dan bau tetapi tidak terhadap kenyamanan pemakaian.
Formulasi Pasta Gigi Ekstrak Kulit Jeruk (Citrus sp.) dan Daun Mint (Mentha piperita L.) Serta Aktivitas Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Widyastuti Widyastuti; Hanifah Rifnola Fantari; Vevia Risa Putri; Intania Pertiwi
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7357

Abstract

ABSTRAK Kulit jeruk merupakan limbah yang terbuang yang kurang dimanfaatkan, tetapi mempunyai aktivitas sebagai antibakteri. Minyak yang berasal dari daun mint banyak digunakan sebagai penyegar mulut. Kombinasi kedua tanaman ini belum banyak diformulasi dalam bentuk sediaan pasta gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula pasta gigi yang mengandung ekstrak kulit jeruk dan ekstrak daun mint yang mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sebagai penyebab plak pada gigi. Metode ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia dan selanjutnya di formulasi dalam bentuk pasta gigi dengan membandingkan jumlah kedua ekstrak dengan basis yang sama. Aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi menggunakan metode difusi dengan cara cetak lobang. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit jeruk mempunyai rendemen sebesar 8,27% dan mengandung metabolit sekunder senyawa fenolik dan flavonoid sedangkan ekstrak daun mint memiliki rendemen sebesar 4,53% dan mengandung metabolit sekunder senyawa fenolik dan flavonoid. Kedua ekstrak dapat di formulasi dalam bentuk sediaan pasta gigi dan stabil dalam penyimpanan. Semua formula memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan menunjukkan perbedaan yang signifikan pada p<0,05. Formula pasta gigi yang memberikan daya hambat terbesar terdapat pada FII yang mengandung ekstrak daun mint 10%. Kata kunci: kulit jeruk, daun mint, formulasi, pasta gigi, Streptococcus mutans  ABSTRACT Orange peels are wasted waste that is underutilized, but has antibacterial activity. Oil derived from mint leaves is widely used as a mouth freshener. The combination of these two plants has not been much formulated in the form of toothpaste preparations. The purpose of this study was to obtain a toothpaste formula containing extracts of orange peel and mint leaves extract which has the activity of inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria as a cause of plaque on teeth. Extraction method by maceration using 96% ethanol solvent. The extract obtained was subjected to phytochemical screening and then formulated in the form of toothpaste by comparing the amount of both extracts on the same basis. Antibacterial activity of toothpaste preparations using the diffusion method in print hole. The results showed that orange peel extract had a yield of 8.27% and contained secondary metabolites of phenolic compounds and flavonoids while mint leaves extract had a yield of 4.53% and contained secondary metabolites of phenolic compounds and flavonoids. Both extracts can be formulated in toothpaste dosage forms and are stable in storage. All formulas had a inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans and showed a significant difference at p <0.05. Toothpaste formula that provides the higher inhibition is found in FII which contains 10% mint leaf extract. Keyword: orange peels, mint leaves, formulation, toothpaste, Streptococcus mutan
EKSTRAK ETANOL BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa Duchesne ex Rozier) SEBAGAI INHIBITOR TYROSINASE Widyastuti .; Edo Primagara
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2418

Abstract

ABSTRAK Manusia mempunyai warna kulit yang berbeda akibat perbedaan jumlah melanin. Proses pembentukan melanin terjadi akibat sejumlah enzim, hormon, oksigen, mineral, serta sinar ultraviolet. Kelebihan jumlah melanin dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi yang dapat merusak penampilan dari kulit. Penggunaaan bahan pencerah kulit sintetis dapat membahayakan kulit. Penelitian bahan-bahan pencerah kulit dari alam terus dilakukan karena efek samping bahan kimia yang berbahaya bagi kulit. Buah stroberi merupakan suatu antioksidan. Penelitian ini mencoba menguji aktivitas tabir surya dan inhibitor tirosinase secara in vitro dari ekstrak etanol buah stroberi segar dengan menggunakan metode spektrofotometer. Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah stroberi mengandung metabolit sekunder flavonoid, senyawa fenolik dan saponin. Pada konsentrasi ekstrak 1mg/mL diperoleh kandungan senyawa fenolik total 1755 mg GAE/100 gram ekstrak dengan kapasitas antioksidan sebesar 6,23%. Pada konsentrasi ekstrak 0,6 mg/mL telah didapatkan nilai SPF lebih dari 15 yaitu 26,853. Aktivitas inhibisi tirosinase diperoleh nilai IC50 sebesar 662,096 μg/mL. Ekstrak etanol buah stroberi memiliki potensi sebagai tabir surya dan inhibitor  tirosinase.. ABSTRACT Humans have different skin colors due to different amounts of melanin. The process of melanin formation occurs due to a number of enzymes, hormones, oxygen, minerals, and ultraviolet light. Excess amount of melanin can cause hyperpigmentation which can impair the appearance of the skin. Using synthetic leather brighteners can harm your skin. Research on skin lightening ingredients from nature continued because of the side effects of chemicals that are harmful to the skin. Strawberry fruit is an antioxidant. This study tried to test the activity of sunscreens and tyrosinase inhibitors in vitro from ethanol extracts of fresh strawberries. Research shows that ethanol extracts of strawberries contain secondary metabolites of flavonoids, phenolic compounds, and saponins. In the extract concentration of 1 mg/ml obtained a total phenolic compound of 1755 mg GAE/100 g extract and antioxidant capacity of 6.23%. SPF value of strawberry extract of more than 15 found at a concentration of 0.6 mg/ml extract was 26.853. The tyrosinase enzyme inhibitory activity of ethanol extract of strawberries obtained IC50 values of 662.096 μg/ml. Ethanol extract of strawberry fruit has the potential as a sunscreen and tyrosinase inhibitor. 
POTENSI EKSTRAK BUAH JAMBU JAMBLANG (Syzygium cumini L.Skeel) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA Widyastuti Widyastuti; Najmi Hilaliyati
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v4i1.6716

Abstract

AbstrakPenggunaan herbal saat ini semakin berkembang sebagai nutrifood, obat-obatan dan kosmetik. Syzigium cumini atau jambu jamblang mengandung senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Disamping itu adanya senyawa fenol didalam buah jambu jamblang diduga memiliki aktivitas tabir surya. Peelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya pada buah jambu jamblang (Syzigium cumini (L.) Skeel) dengan menggunakan pelarut yang berbeda, sehingga dapat dilihat potensi ekstrak sebagai antioksidan dan tabir surya.Ekstraksi buah jambu jamblang secara maserasi menggunakan pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan. Ekstrak yang didapat dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa metabolit sekunder.  Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Aktivitas tabir surya dilakukan secara metode spektrofotometri. Dari penelitian yag dilakukan didapatkan hasil ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik,dan terpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa alkaloid dan terpenoid. Ekstrak n-heksan mengandung senyawa alkaloid. Nilai IC50 ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan masing-masing 4441,6 ppm, 1754,2 ppm dan 16964,6 ppm. Nilai Sun Protecting Factor (SPF) dari ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan pada kadar 1000 ppm masing-masing 6,324; 38,018 dan 3,872. Ekstrak etil asetat memiliki potensi sebagai antioksidan dan tabir surya yang lebih baik dibanding ekstrak etanol dan n-heksan.Abstract The use of herbs is now growing as nutrifood, medicine and cosmetics. Syzigium cumini or guava contains compounds that have antioxidant activity. In addition, the presence of phenolic compounds in guava fruit is thought to have sunscreen activity. This study aims to determine the antioxidant and sunscreen activity of jamblang guava (Syzigium cumini (L.) Skeel) using different solvents, so that it can be seen the potential of the extract as an antioxidant and sunscreen. Maceration of guava fruit extraction using ethanol solvent, ethyl acetate and n-hexane. The extract obtained was examined for the content of secondary metabolite compounds. Antioxidant activity testing used the DPPH method. Sunscreen activity was carried out using the spectrophotometric method. From the research conducted, it was found that the ethanol extract contained alkaloid, flavonoid, phenolic, and terpenoid compounds. Ethyl acetate extract contains alkaloid and terpenoid compounds. N-hexane extract contains alkaloid compounds. The IC50 values of ethanol, ethyl acetate and n-hexane extract were respectively 4441.6 ppm, 1754.2 ppm and 16964.6 ppm. Sun Protecting Factor (SPF) values of ethanol, ethyl acetate and n-hexane extract at levels of 1000 ppm were 6.324 each; 38,018 and 3,872. Ethyl acetate extract has better potential as an antioxidant and sunscreen than ethanol and n-hexane extracts.
Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Stroberi (Fragaria x ananassa A.N. Duchesne) Widyastuti Widyastuti; Ariya Eka Kusuma; Nurlaili Nurlaili; Fitriani Sukmawati
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.528 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2016.3.1.92

Abstract

Ekstrak buah stroberi mengandung senyawa polifenol yang mempunyai aktivitas antioksidan dan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Pada penelitian ini dicoba untuk melihat aktivitas dari daun stroberi (Fragaria x ananassa A.N. Duchesne) apakah juga mempunyai aktivitas antioksidan dan tabir surya. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Dari hasil penelitian didapatkan nilai IC50 ekstrak etanol daun stroberi sebesar 363,551 ppm dan untuk vitamin C sebesar 33,573 ppm. Pada pengujian aktivitas sebagai tabir surya menggunakan metode spektrofotometri dimana ekstrak etanol daun stroberi mempunyai nilai SPF diatas 15 pada konsentrasi 175 ppm, yaitu sebesar 20,090 dengan persentase eritema sebesar 5,496 dan persentase pigmentasi sebesar 5,074. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ekstrak etanol daun stroberi mempunyai aktivitas antioksidan dan tabir surya.
PROFIL PERESEPAN OBAT PADA POLI BEDAH RSUD BATUSANGKAR TAHUN 2012 Widyastuti Widyastuti
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan pada poli bedah RSUD Batusangkar pada tahun 2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-restropektif. Hasil penelitian didapatkan 886 lembar resep. Berdasarkan analisa kelengkapan resep didapatkan semua resep memuat nama pasien, nama dokter dan signa. Resep yang mencantumkan umur sebanyak 67 lembar (7,56%), yang mencantumkan alamat sebanyak 642 lembar (72,46%) dan semua resep tidak mencantumkan berat badan pasien. Resep untuk anak-anak sebanyak 13 lembar (1,47%), resep untuk dewasa sebanyak 819 lembar (92,44%) dan tidak ada resep untuk bayi. Obat yang paling banyak diresepkan adalah dari golongan antimikroba yaitu antibiotika siprofloksasin (40,52%).
PROFIL PERESEPAN OBAT PADA POLI BEDAH RSUD BATUSANGKAR TAHUN 2012 Widyastuti Widyastuti
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.619 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan pada poli bedah RSUD Batusangkar pada tahun 2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-restropektif. Hasil penelitian didapatkan 886 lembar resep. Berdasarkan analisa kelengkapan resep didapatkan semua resep memuat nama pasien, nama dokter dan signa. Resep yang mencantumkan umur sebanyak 67 lembar (7,56%), yang mencantumkan alamat sebanyak 642 lembar (72,46%) dan semua resep tidak mencantumkan berat badan pasien. Resep untuk anak-anak sebanyak 13 lembar (1,47%), resep untuk dewasa sebanyak 819 lembar (92,44%) dan tidak ada resep untuk bayi. Obat yang paling banyak diresepkan adalah dari golongan antimikroba yaitu antibiotika siprofloksasin (40,52%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA MASYARAKAT NAGARI SIANOK ANAM SUKU Widyastuti Widyastuti; Hafizah Hafizah; Hansen Nasif
Jurnal Endurance Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.32 KB) | DOI: 10.22216/jen.v6i1.132

Abstract

The use of antibiotics has now become a global health problem, mainly due to inappropriate use of antibiotics that can cause resistance. Knowledge and behavior are factors in the use of antibiotics. This study aims to look at the relationship of knowledge with behavior antibiotic use in the Nagari Sianok Anam Suku community. The study was conducted with a cross-sectional study using questionnaire of 96 respondents. Data were analyzed using Rank-Spearman correlation test. The results showed 54.2% of respondents had good knowledge and 51% of respondents had good behavior. The correlation between knowledge and behavior is very weak and unidirectional (r = 0.186), there is no significant relationship between knowledge and behavior (p = 0.069). Conclusion: There is no significant relationship between respondents' knowledge and behavior regarding the use of antibiotics
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUD DR. ACHMAD DARWIS Widyastuti Widyastuti; Noviar Noviar; Maizul Putra
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.78 KB)

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan silent killer disease atau merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka prevalensi yang tinggi di dunia maupun Indonesia. Hipertensi merupakan faktor risiko dari penyakit kardiovaskular yang dapat mengakibatkan kematian, sehingga diperlukan evaluasi efektivitas obat dengan mengkaji ketepatan pemilihan dan dosis obat antihipertensi untuk menentukan terapi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat dan proporsi penggunaan obat antihipertensi yang efektif serta melihat efek samping dan interaksi obat pada pasien rawat inap di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang bersifat prospective dengan rancangan case series. Data diambil dari rekam medis pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam Rumah Sakit dr. Achmad Darwis Suliki periode April dan di evaluasi berdasarkan literatur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 data pasien yang menggunakan obat antihipertensi. Kasus terbanyak terdapat pada jenis kelamin perempuan (56,52%) dan kelompok umur geriatri (73,92%). Penggunaan obat antihipertensi tunggal lebih banyak dibandingkan kombinasi yaitu 52,17%. Golongan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan jenis obat candesartan. Efektivitas penggunaan obat dilihat dari terjadinya penurunan tekanan darah pada tiap hari rawat sebesar 43,47%, interaksi obat antihipertensi yang terjadi dalam peresepan sebanyak 43,47% dan efek samping yang terjadi sebanyak 4,35%.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUD DR. ACHMAD DARWIS Widyastuti Widyastuti; Noviar Noviar; Maizul Putra
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan silent killer disease atau merupakan penyakit tidak menular yang memiliki angka prevalensi yang tinggi di dunia maupun Indonesia. Hipertensi merupakan faktor risiko dari penyakit kardiovaskular yang dapat mengakibatkan kematian, sehingga diperlukan evaluasi efektivitas obat dengan mengkaji ketepatan pemilihan dan dosis obat antihipertensi untuk menentukan terapi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat dan proporsi penggunaan obat antihipertensi yang efektif serta melihat efek samping dan interaksi obat pada pasien rawat inap di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang bersifat prospective dengan rancangan case series. Data diambil dari rekam medis pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam Rumah Sakit dr. Achmad Darwis Suliki periode April dan di evaluasi berdasarkan literatur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 data pasien yang menggunakan obat antihipertensi. Kasus terbanyak terdapat pada jenis kelamin perempuan (56,52%) dan kelompok umur geriatri (73,92%). Penggunaan obat antihipertensi tunggal lebih banyak dibandingkan kombinasi yaitu 52,17%. Golongan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan jenis obat candesartan. Efektivitas penggunaan obat dilihat dari terjadinya penurunan tekanan darah pada tiap hari rawat sebesar 43,47%, interaksi obat antihipertensi yang terjadi dalam peresepan sebanyak 43,47% dan efek samping yang terjadi sebanyak 4,35%.