Claim Missing Document
Check
Articles

Kedudukan lafaz dalam kajian usul dan pengaruhnya terhadap hukuman potong tangan Salma, Salma
IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 13, No 1 (2013): IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding about punishment of stolen which is commonly heard and understood by the society is amputation of the hand. The punishment is explained clearly in the holy Quran. However, there are different interpretations about the punishment. This paper is elaborated from library research by collecting, deviding and reading many sources which appropriate with the topic and then analize the data in descriptive way. The interpretations are based on different view in usul fiqh. These differences arise from the words qat}‘ and yad which have more than one meaning. The meaning of the qat}‘ are not only as an amputation but also as hurt and anticipation. Beside that, the yad means knukles, fingers to wrist even to soldier. As a result, these differences also influence the limitation of the hand which is amputated (qat}‘ al-yad) in the Quran.
Kedudukan lafaz dalam kajian usul dan pengaruhnya terhadap hukuman potong tangan Salma, Salma
Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijtihad.v13i1.85-104

Abstract

Understanding about punishment of stolen which is commonly heard and understood by the society is amputation of the hand. The punishment is explained clearly in the holy Quran. However, there are different interpretations about the punishment. This paper is elaborated from library research by collecting, deviding and reading many sources which appropriate with the topic and then analize the data in descriptive way. The interpretations are based on different view in usul fiqh. These differences arise from the words qat}‘ and yad which have more than one meaning. The meaning of the qat}‘ are not only as an amputation but also as hurt and anticipation. Beside that, the yad means knukles, fingers to wrist even to soldier. As a result, these differences also influence the limitation of the hand which is amputated (qat}‘ al-yad) in the Quran.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI KERJA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI HONOR LEPAS PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN MOROWALI Salma, Salma
Katalogis Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Katalogis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.058 KB)

Abstract

This research aims to analyze the influence of organizational commitment, work motivation and work experience on the performance of temporary employees at the health centers in Morowali Regency. Through purposive sampling, this research selects 84 temporary employees in three health centers that are : Bahomotefe, Bahonsuai and Laantula Jaya, as respondents. The result of multiple linear regressions test show that : 1) organizational commitment, work motivation and work experience simultaneously have positive and significant influence on the performance of temporary employees; 2) organizational commitment positively influences the performance of temporary employees, but insignificant; 3) work motivation positively influences the performance of temporary employees, but insignificant; 4) work experience positively and significanly influences the performance of temporary employees; 5) work experience has dominant influence on temporary employees’ performance.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN UNTUK MENDETEKSI PENGALAMAN TRAUMATIS PENYINTAS ERUPSI GUNUNG BERAPI Salma, Salma; Hidayat, Rahmat
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.028 KB) | DOI: 10.14710/jpu.15.1.1-10

Abstract

Volcano eruption was one kind of disaster which could cause psychological problems among its survivors. Traumatic experience particularly was one of three determinant factors which increases risk of psychological problems after disaster. Hence, a rapid assessment instrument of survivors’ traumatic experience could examine vulnerability of survivors, so that an effective intervention could be done for them. The study aims to develop rapid assessment instrument for Merapi eruption survivors namely Traumatic Experience’s Checklist. Concurrent validity of the instrument is tested for trauma which is known as one of the most common psychological problems after disaster. A number of 66 survivors participated in this study with age above 21 years old. Subjects were divided into three zones: victim, endangered, and evacuated zone. Data were collected using Traumatic Experience’s Checklist for measuring traumatic experience and Harvard Trauma Questionnaire (HTQ) for measuring trauma. Pearson’s product moment analysis was used in the study analysis. The result showed that the instrument is valid and has significant positive correlation with trauma (r= .487; p< .001). Zonation also showed a significant ability to differentiate the level of trauma among survivors. Further discussion and study is needed to find the best rapid assessment method to predict psychological problems among volcano eruption survivors.
Tradisi Sunat Perempuan di Lampasi Tigo Nagari Salma, Salma
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3262.383 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v10i1.923

Abstract

Pelaksanaan sunat perempuan di Indonesia selalu diperdebatkan karena adanya perbedaan pendapat tentang hukum maupun tentang penyimpangan pelaksanaannya. Penyimpangan ini misalnya mengangkat klitoris secara sebagian maupun menyeluruh oleh dukun. Atas dasar itu pula Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengajukan usul kepada MUI agar sunat perempuan dihapuskan di Indonesia. MUI tidak mengabulkan usulan tersebut dengan beberapa pertimbangan.Ada kelompok masyarakat yang menggunakan jasa dukun untuk melaksanakansunat dengan kurang memperhatikan standar dan fasilitas kesehatan yang telah memadai seperti di Lampasi Tigo Nagari. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tatacara dukun melakukan sunat terhadap anak perempuan didominasi oleh ritual keagamaan dan sunat hanya sesaat ketika dukun melakukan insisi (luka luar) pada permukaan klitoris dengan ukuran yang sangat kecil.Tujuan sunat pada anak perempuan adalah untuk mengembangkan syiar Islam, mengikrarkan keislaman anak, menanamkan akidah Islamiyah pada anak, mencegah anak berakhlak buruk dan mendidik anak berbakti pada ibu bapak. Alasan masyarakat mengantar anak perempuan mereka pada dukun untuk disunat adalah untuk mendapatkan kepuasan beragama.
DARI SEGI ERGONOMI PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT BARANG DI PELABUHAN KOTA SORONG Hahury, Sanny; Tajuddin, Tamrin; Salma, Salma
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Pelabuhan Kota Sorong yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan pada tenaga kerja bongkar muat barang pada saat memindahkan barang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Metode Rula yaitu metode pengamatan bentuk postur tubuh pada saat memindahkan barang dimana pengukuran tingkat kelelahannya ditentukan dari pemberian skor. Adapun teknik pengolahan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah mengamati bentuk tubuh saat bekerja, mengukur bentuk postur tubuh, pemberian skor, menentukan tindakan tingkat kelelahan. Setelah penulis melakukan penelitian pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Kota Sorong dan memperoleh data-data yang dibutuhkan, maka penulis melakukan pengukuran dan analisa data dan didapatkan hasil bahwa tingkat kelelahan pada para tenaga kerja bongkar muat barang di Pelabuhan Kota Sorong beresiko tinggi dengan rata-rata tingkat kelelahan berada pada level 7+ dan membutuhkan tindakan perbaikan.
METODE DAN PENGAPLIKASIAN DAKWAH ISLAM DI LEMBAGA STUDI ISLAM ASSALAAM MANADO (SIAM) PROVINSI SULAWESI UTARA Salma, Salma
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.157 KB) | DOI: 10.30984/ajip.v2i2.520

Abstract

Lembaga-lembaga Islam memerlukan metode untuk melaksanakan perannya dalam pembinaan umat. Dakwah yang dilakukan baik melalui perbuatan  maupun melalui lisan harus didukung oleh gerakan dakwah sesuai dengan konsep Islam, terencana, dan selaras dengan perubahan zaman. Pola metode dakwah seperti inilah yang diaplikasikan oleh Lembaga Studi Islam Assalam Manado (SIAM) dalam pembinaan umat. Salah satu kegiatan dakwah yang dilakukannya adalah pembinaan majelis taklim. Lembaga ini, sejak awal berdirinya pada tanggal 9 April 1994 hingga saat ini, masih terus bergerak secara inovatif dan dinamis dalam mengembangkan majelis-majelis taklim binaannya. Perjalanan panjang telah dilaluinya dalam mengembangkan majelis-majelis taklim binaannya, yang bermula dibentuknya 4 majelis taklim. Kini majelis taklim binaannya sudah berkembang pesat, dan telah berjumlam 39 majelis taklim yang dibagi dalam 7 rayon. Strategi kegiatan dakwah dalam pembinaan majelis taklim di lembaga ini, terdiri atas (1) Penguatan tenaga pengajar Lembaga SIAM, dan (2) dinamisasi teknis kegiatan pembinaan majelis taklim Lembaga SIAM yang dilakukan dengan tiga model, yakni: (a) pengajian mingguan, (b) pengajian bulanan, dan (c) dan pengajian tahunan.Kata Kunci: Dakwah Islam, Metode dan Aplikasi, Lembaga Studi Islam Assalaam Manado (SIAM), Provinsi Sulawesi UtaraAbstract.  An Islamic institution needs a method to perform their role in coaching the ummah (Islamic da’wah). A da’wah through deeds and speaking should be supported by an Islamic concept of da’wah, well-planned, and aligned with the changing era. This method of da’wah is applied by the Assalaam Islamic Studies institution of Manado (SIAM). One of the programs is majlis taklim. Since it was established on 9 April 1994, this institution has been continuously innovative and dinamic in developing majlis taklim under its supervision. Its long journey has started out with four majlis taklim. Today, its majlis taklim has rapidly grown in numbers. There are 39 majlis which are devided into 7 districts. The strategies of majlis coaching are 1) empowerment of teachers in the institution and 2) the dinamic of majlis activities which are conducted in three models. They are a) weekly recitation, b) monthly one, and c) yearly one.Key Words: Islamic Da’wah, Methods and Application, the Assalaam Islamic Studies of Manado (SIAM) North Sulawesi
ISTIHSAN DAN PEMBARUAN HUKUM ISLAM Salma, Salma
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.83 KB) | DOI: 10.30984/as.v13i1.7

Abstract

Pada dasarnya Istihsan mempunyai relevansi dengan pembaruan hukum Islam. Kerelevansian keduanya adalah terletak pada maqashid al-syari’at. Hal ini dapat dilihat bahwa pembaruan hukum Islam bertujuan untuk merealisasikan dan memelihara kemaslahatan umat manusia semaksimal mungkin yang merupakan tujuan syari’at, sedangkan istihsan adalah salah satu metode istinbat hukum yang sangat mengutamakan dan menonjolkan nilai-nilai daripada maqashid al-syari’ah dan selalu berusaha merealisasikan serta memelihara maqashid al-syari’ah yang dimaksud.
MASLAHAH DALAM PERSPEKTIF HUKIIM ISLAM Salma, Salma
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.326 KB) | DOI: 10.30984/as.v10i2.261

Abstract

Kata maslahah berarti kepentingan, manfaat yang jika digunakan bersama dengan kata mursalah berarti bermakna kepentingan yang tidak terbatas, tidak terikat, atau kepentingan yang diputuskan secara bebas Metode maslahah mursalah muncul sebagai pemahaman mendasar tentang konsep bahwa syari at ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan berfungsi untuk memberikan kemanfaatan dan mencegah kemudaratan. Para ulama ushul fikih membagi maslahah ke dalam tiga kategori yaitu: I maslahah berdasarkan segi perubahan maslahax, terdiri dari al-maslahah as-sabitah dan al-mastahah al-muiagayyirah 2. Maslahah berdasarkan keberadaan maslahat menurut syara', terdiri dari : al-maslahah al-mu'tabarah, al-maslahah al-mulgah, dan al-maslahah al-mursalah. 3. Maslahah berdasarkan segi kualitas dan kepent'ngan kemaslahatan, terdiri dari: al-maslahah al-dharuriyyah, al-maslahah al-hajiyyah dan al-maslahah  al-tahsiniyah.
SISTEM PILKADA DALAM SOROTAN HUKUM ISLAM Salma, Salma
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.487 KB) | DOI: 10.30984/as.v11i1.167

Abstract

Islam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia menuju kehidupan yang paripurna. Sebab Islam merupakan suatu system kehidupan yang komprehensif dan tuntas yang mengatur pondasi yang bijak hingga hal-hal yang terkeci jadi Islam pada hakekatnya membawa ajaran yang bukan hanya mengenai satu membawa ajaran yang bukan hanya mengenai satu dimensi kehidupan saja, tetapi multi dimensi dari kehidupan manusia yaitu dimensi teologi, ibadah, moral, filsafat, hukum termaasuk dalam hal politik. Walaupun demikian, kontroversi mengenai Islam dan urusan kenegaraan atau politik. Pertama, golongan yang berpendapat bahwa islam bukanlah semata-mata agama dalam arti hanya menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi system ajaran lengkap yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia termasuk politik. Kedua, golongan yang berpendapat bahwa Islam sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan kenegaraan (politik), dan ketiga, golongan yang menolak pemikiran pertama dan kedua. Golongan ini berpendapat bahwa Islam tidak terdapat prinsip-prinsip nilai etika dan aturan dalam kehidupan bernegara.