Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KLASIKAL MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK MENGEMBANGKAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS VIII SEMESTER GANJIL DI SMPN 26 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Susanti, Devi; Monica, Mega Aria
KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Islamic University Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.158 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya peserta didik mengalami masalah kemampuan interaksi sosia rendah yakni peserta didik mengalami perkelahian, egois sentrisme, memilih teman dalam bergaul dan masih banyak lagi, peran bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik untuk bisa mengembangkan interaksi sosialnya secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah bimbingan klasikal menggunakan media audio-visual efektif dalam mengembangkan interaksi sosial peserta didik kelas VIII SMPN 26 Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah quasi eksprimental. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non-equaivalent Control Group Design. Subyek diobservasi dua kali (pretest dan post-test). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan sosiometri, angket, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 peserta didik yang terdiri dari kelas VIII E dan VIII H SMPN 26 Bandar Lampung tahun pelajaran 2016/2017 yang memiliki interaksi sosial sedang dan rendah. Hasil perhitungan rata-rata skor interaksi sosial kelompok eksprimen sebelum mengikuti layanan bimbingan klasikal menggunakan media audio-visual adalah 50,17 dan setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal menggunakan media audio-visual meningkat menjadi 84,13. Sedangkan pada kelompok kontrol adalah 54,58 dan pada saat posttest mendapatkan peningkatan menjadi 63,5. Dari hasil uji-t dengan df = 58 taraf signifikan 0,05 sebesar 2,000, dan diperoleh  = 28,358. Karena > (28,358≥2,000). Maka, Ho ditolak dan Ha diterima yang berbunyi bimbingan klasikal menggunakan media audio-visual untuk mengembangkan interaksi sosial peserta didik kelas VIII SMPN 26 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017 diterima.Kata kunci: Bimbingan Klasikal, Media Audio-Visual, Interaksi Sosial
Literature Review: Pemanfaatan Pesan Singkat dalam Promosi Kesehatan pada Penderita Hipertensi Noni Hendrita; Devi Susanti; Lia Ananda Hartawan; Widya Nur Khasanah; Rusman Hadiatma; Laticia Hernandha; Sri Damayanti; Rahma Nuraini
Jurnal Kesehatan Holistic Vol 5 No 1 (2021): Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 5/Nomor 1/Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v5i1.86

Abstract

WHO pada tahun 2015 melakukan penelitian menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi, yang artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Perawat berperan dalam menerapkan teknologi seperti pesan singkat promosi kesehatan dalam pelayanan kesehatan, untuk mencegah peningkatan angka kejadian hipertensi dalam masyarakat. Pada penderita hipertensi, tujuan dari dilakukannya literature review yaitu untuk mengetahui hasil pemanfaatan pesan singkat dalam promosi kesehatan. Metode penelusuran yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literature review. Hasil dari pembahasan sepuluh jurnal literatur adalah penggunaan pesan singkat yang terbukti efektif untuk memantau dan mengontrol kepatuhan pengobatan pasien hipertensi dalam jarak jauh. Pesan singkat promosi kesehatan ditunjukkan untuk memantau perubahan pengendalian hipertensi yang lebih baik dan memiliki potensi kuat untuk membawa inovasi yang lebih besar dalam manajemen perawat dalam pemanfaatan layanan kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER Susanti, Devi; yanti, Lastri; Haryono, Sugeng
Jurnal Mitra Kesehatan Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit  Jantung  Koroner  (PJK)  adalah  penyakit “silent  killer”  yang menyebabkan  kematian  mendadak.   Penderita  PJK  akan mengalami serangan berulang dan akan menimbulkan dampak re -hospitalisasi bagi  aspek  fisik,  psikologis,  sosial  dan  ekonomi.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui hubungan pengetahuan  terhadap manajemen  diri  penderita PJK di  RSAL Dr. Mintohardjo  Jakarta.  Metode yang digunakan studi korelasi yaitu menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen diri penderita  PJK  dengan  rancangan  cross  sectional  yaitu  jenis  penelitian yang  menekankan  waktu  pengukuran data  variabel  independen  dan  dependen. Subjek  adalah  pasien PJK  di poli jantung RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta dengan teknik  non probability  sampling  jenis  consecutive  sampling dengan 95 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner data karakteristik, pengetahuan dan manajemen diri. Hasil  penelitian  bivariat bahwa  35,8% penderita  PJK  memiliki pengetahuan baik dan manajemen diri yang baik pula. Uji korelasi menggunakan  Chi square  dengan nilai p  value  0,551. Nilai p   α 0,05 yang  artinya  tidak  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  pengetahuan  dengan manajemen diri penderita PJK. Kesimpulan penelitian ini adalah walaupun secara statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan manajemen diri, data pengamatan menunjukkan terdapat peningkatan manajemen diri ketika berpengetahuan baik dimana mungkin ada faktor lain yang lebih berpengaruh. Kata kunci:   manajemen diri, pengetahuan, penyakit jantung koroner
Faktor kejadian In-Stent Re-stenosis pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Susanti, Devi; Nurachmah, Elly; Herawati, Tuti
Jurnal Mitra Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): JMK
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Koroner adalah penyakit yang diakibatkan penyempitan pembuluh darah koroner akibat aterosklerosis. Salah satu penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner adalah pemasangan stent untuk mengatasi sumbatan pada pembuluh darah jantung. Tindakan tersebut dapat berulang apabila terjadi sumbatan pada lokasi pembuluh darah yang terpasang stent atau disebut in-stent re-stenosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan tindakan PCI berulang. Desain penelitian menggunakan desain non eksperimental jenis cross sectional analitik. Responden sebanyak 70 orang, diperoleh melalui teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi square dan uji t tidak berpasangan) serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat merokok memiliki hubungan yang signifikan dan merupakan faktor dominan dengan tindakan PCI berulang. Implikasi hasil penelitian dalam keperawatan  peningkatan peran perawat sebagai pendidik dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang in-stent re-stenosis khususnya pengendalian faktor risiko khususnya kebiasaan merokok pada pasien yang terpasang stent dalam mencegah re-stenosis.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSAL dr. MINTOHARJO Susanti, Devi; yanti, Lastri
Jurnal Mitra Kesehatan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data World Health Organisastion Tahun 2012 menunjukkan bahwa sebanyak 17.5 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung koroner. Berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung koroner di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta. Metode yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan menggunakan kuesioner kepada 95 pasien yang kontrol rawat jalan di poli Jantung RSAL. Dr Mintohardjo Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berusia ≥ 55 tahun sebanyak 65 orang, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 53 orang dan tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 52 orang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada penderita penyakit jantung koroner adalah perokok pasif sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia ≥ 55 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Penelitian ini menjadi dasar untuk penelitian berikutnya dan diharapkan mengindentifikasi factor risiko lainnya dalam jumlah sampel yang lebih besar.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSAL dr. MINTOHARJO Susanti, Devi; Lastriyanti
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v2i2.33

Abstract

Pendahuluan: Menurut data World Health Organization Tahun 2012 menunjukkan bahwa sebanyak 17.5 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung koroner. Berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung koroner di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta. Metode: Metode yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan menggunakan kuesioner kepada 95 pasien yang kontrol rawat jalan di poli Jantung RSAL. Dr Mintohardjo Jakarta. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berusia lebih dari 55 tahun sebanyak 65 orang, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 53 orang dan tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 52 orang. Kesimpulan: Faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada penderita penyakit jantung koroner adalah perokok pasif sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia lebih dari 55 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Penelitian ini menjadi dasar untuk penelitian berikutnya dan diharapkan mengindentifikasi factor risiko lainnya dalam jumlah sampel yang lebih besar.
Trends antimicrobial resistance in urinary tract infections: a research at the Dr. Zainoel Abidin Teaching Hospital, Banda Aceh, Indonesia Said A. Khalilullah; Devi Susanti; Ramadhan W. Saputra; . Nurjannah
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 1, No 1 (2011): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.841 KB)

Abstract

The aim of this study was to identify the most common bacterial cause of urinary tract infections and the patterns of antimicrobial resistance. The study was conducted at Dr. Zainoel Abidin Teaching Hospital, Banda Aceh, Indonesia with descriptive retrospective study approach.  The data was taken from medical records. One hundred and nineteen bacterials was identified, encountered gram-negative bacteria namely Escherichia coli (31.7%), Klebsiella pneumoniae (27.7%), Acinetobacter (12.6%), Pseudomonas aeruginosa (10.1%), Enterobacter (5.1%) and Proteus mirabilis (0.8%). Meanwhile encountered gram-positive bacteria were Beta-hemolytic Streptococci (9.2%) and Staphylococcus aureus (3.4%). Observations on the sensitivity profile suggested that the pathogenic gram-negative bacteria had a high resistance against ampicilin, ciprofloxacin, cefuroxime and cefotaxime, while meropenem, chloramphenicol, gentamicin and tobramycin have a high sensitivity level. Descriptive analysis also found pathogenic gram-positive bacteria showed high resistance to ceftriaxone, clindamycin, tetracycline and cephalotin and had a high sensitivity level to meropenem, vancomycin and oxacillin. Based on these results we concluded that the most common of urinary tract infections were caused by gram-negative bacteria species Escherichia coli. Encounters a high resistance pattern to 3rd generation cephalosporin antibiotics group, this was caused by the irrational use of antibiotics and the ability of bacteria to produce beta-lactamase enzymes which results in degradation of beta-lactam ring (β-lactam). We recommended the antibiotics group of chloramphenicol, gentamicin and vancomycin to use as empirical therapy in urinary tract infections. Antibiotic treatment should be prescribed only for as long as necessary to be effective. Recurrent urinary tract infections may be managed better by self initiated therapy or prophylaxis than by continuing to treat each case emergently. We also recommend health practitioners to use antibiotics rationally to prevent the resistances.
PERBEDAAN KOMPETENSI IPA FISIKA MELALUI PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN MODEL KREATIF-PRODUKTIF BERKELOMPOK DENGAN INDIVIDUAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 25 PADANG Devi Susanti
PILLAR OF PHYSICS EDUCATION Vol 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.528 KB) | DOI: 10.24036/496171074

Abstract

Abstract - This study aimed to investigate the differences in physical competencies through portfolio assessment of the teaching between groups and individual creative-productive model with the eighth grade students in SMP 25 Padang. Type of research is quasi-experimental with the study design randomized control group only design. Sampling was conducted using cluster random sampling technique. The competence data collected by using portfolios, pencil and paper test, observation sheets attitudes and performance scoring rubric. The data analysis technique competency in pencil and paper test and portfolio is two equality average test (t test) at the level 0.05, while for the attitude and performance by calculating the average value of each indicator of competence. Based on the results obtained are significant difference in the competence of science Physics through portfolio assessment of the teaching between groups and individual creative-productive model with the eighth grade students in SMP 25 Padang. The results of t-test analysis of the written test, obtained thitung = 2.103 and ttable = 2.00 at real level of 0.05. The results of t-test analysis of the portfolio, acquired thitung = 1.38 and ttable = 2.00. In the assessment of attitudes and performance appraisal average values ​​obtained experimental class 1 higher than the experimental class 2. Overall the experimental class 1 better than the experimental class 2. Keywords: portfolio assesment, creative-productive, groups, individual, attitudes assesment, performance
Identifikasi Self Esteem Siswa Kelas XTN3 SMK Mudita Singkawang Devi Susanti; Iip Istirahayu
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.806 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v1i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil self esteem siswakelas XTN3 SMK MUDITA Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK MUDITA Singkawang. Penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah36 orang siswakelas XTN3 SMK MUDITA Singkawang.Data dihitung dengan menggunakan penghitungan Zskor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 orang siswa kelas XTN3, profil siswa dengan kategori tinggi adalah 6 orang (17%), siswa yangt ergolong dalam kategori sedang sebanyak 24 orang(66%),dan dalam kategori rendah sebanyak 6 orang (17%).Saran yang dapat diberikan kepada guru BK adalah dapat menggunakan profil yang ada dalam menentukan materi atau memberikan bimbingan dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sedangkan untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian sebagai studi pendahuluan atau referensi dalam penelitiannya.
HUBUNGAN ANTARA VITAMIN A DAN PENCAHAYAAN TERHADAP TERJADINYA ASTIGMAT Devi Susanti
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.142 KB)

Abstract

Background :Astigmat optically is a refractive condition in which a point object is generated as a baying point by an optical system. While astigmat according to the conditions and the literal is within the optical system is not "dot-shaped". Factors related to the occurrence of patients Astigmat is, Descendants, Lighting, Pattern Food Vitamins A, Generation / Age, Visibility, Work, And Ultraviolet On Sun. Objective:Due to cost and time constraints. The authors simply take Vitamin A and lighting on the incidence Astigmat. Methode:This research method using analytic survey with cross sectional approach with a population of 37 respondents, the number of samples taken from the total population. Results of univariate, bivariate and staitsik chi-square test showed no significant correlation between vitamin A with the astigmat with p value 0.000 <0.05, there is a significant relationship between exposure to the astigmat with p value 0,000 <0,05. Suggestion:It is suggested to the leadership determine the policy to develop health services, especially to astigmat as well as in providing a detailed explanation. Keywords: Occurrence Astigmat,Vitamin A, lighting