Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMBANGUNAN PERTANIAN BERBASIS AGRIBISNIS DI ERA DAN PASCA COVID 19 kumalasari, dwi apriyanti
Jurnal Agriovet Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus covid 19 mucul dari Kota Hubei,Wuhan dan menyebar secara global hingga ke Indonesia. Akibat virus tersebut terjadi krisis kesehatan hingga krisis ekonomi global. Potensi pertanian Indonesia mampu memproduksi segala jenis komoditas sayuran, buah, dan pangan melimpah. Adanya covid 19 dan pembatasan sosial menyebabkan pembangunan pertanian berbasis Agribisnis di Indonesia terganggu mulai produksi, distribusi, dan harga. Banyak petani yang menderita kerugian Produksi terganggu akibat kelangkaan saprodi dan penurunan daya beli. Penelitian ini menganalisis secara teori dan fakta yang sedang terjadi di Indonesia tentang pembangunan pertanian berbasis agribisnis di era dan pasca covid 19. Hasil penelitian didapatkan perlu adanya pembangunan SDM pertanian, peningkatan komunikasi pertanian, dan peran hexa helix di semua sub sistem agribisnis mulai hulu, hilir, hingga sarana penunjang.Kata Kunci : Pembanguan Pertanian, Agribisnis, Era Covid, Pasca Covid
SKENARIO KEBIJAKAN SWASEMBADA BERAS DI INDONESIA Purnomo, Mangku; Hanani, Nuhfil; Kumalasari, Dwi Apriyanti
Habitat Vol 24, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.779 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agragaris penghasil komoditas pangan beras khususnya. Seiring dengan adanya pertumbuhan penduduk, maka permintaan pangan akan semakin meningkat. Peningkatan ini akan diikuti dengan peningkatan produksi beras dalam negeri. Namun yang terjadi pada beberapa tahun ini perberasan Indonesia hanya mengalami swasembada beras pada tahun 1969 hingga 1984. Setelah tahun tersebut Indonesia belum lagi bisa mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, yang mana memaksa melakukan impor beras dalam jumlah cukup besar. Besar impor semakin lama semakin tinggi seiring dengan kurang mampunya negara dalam mencukupi kebutuhan pangan dalam domestik sendiri. Penelitian ini akan membahas mengenai kondisi perberasan Indonesia beserta mencari permodelan yang tepat dalam mencari kebijakan yang paling tepat untuk diterapkan dalam mencapai swasembada beras. Data penelitian ini bersifat data skunder mulai tahun 1980 hingga 2011. Analisis data yang dilakukan analisis persamaan simultan historis. Hasil penelitian didapatkan terdapat 3 blok dalam estimasi model perberasan Indonesia, yakni produksi, konsumsi, dan impor. Menurut hasil identifikasi model tergolong over identified. Hasil estimasi model diketahui seluruh model signifikan dan memiliki nilai yang baik melalui koefisien determinasi R2, uji f, dan uji t. Berdasarkan hasil validasi menunjukkan nilai yang baik, yakni kecilnya selisih nilai prediksi dan aktualnya. Hasil simulasi secara historical didapatkan bahwa luas lahan perlu ditingkatkan 5% atau harga pupuk diturunkan 15% atau juga meningkatkan kredit sebesar 5% untuk mencapai swasembada beras pada tahun tersebut. 
SUPPLY CHAIN MANAGEMEN GULA MERAH KELAPA UD NIRWANA DI DESA DAYU KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR Dwi Apriyanti Kumalasari; Andik Suprayitno; Rini Ratna Nafita Sari; Imam Suhaimi
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 2 (2021): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness And Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v4i2.1460

Abstract

Penelitian supply chain managemen gula merah kelapa dilakukan UD Gula Nirwana Blitar Desa Dayu dengan tujuan mencari supply chain dan nilai harga di setiap titik market. Metode yang dipakai analisis kuantitatif dan kualitatif yakni dengan cara observasi, survei, dokumentasi, dan, wawancara. Sampel data diambil secara snowball sampling metode yakni sejumlah pedagang pasar yang ada dikawasan Kabupaten Blitar sampai ke pengguna akhir. Pengepul membeli gula merah kelapa dari UD Gula Nirwana harga Rp 14.000/kg dan dijual kepada sejumlah agen harga Rp 14.500/kg. Agen menjual gula merah kelapa kepada pengecer dengan harga Rp 15.000/kg. Di tingkat pengecer harga gula merah kelapa berkisar Rp 15.500/kg – Rp 15.700/kg. Panjangnya supply chain yang terjadi karena tidak semua konsumen gula merah kelapa di berbagai daerah mendapatkan gula merah dari UD gula Nirwana secara langsung seperti yang dilakukan pabrik kecap Tjapar dan Roti Orion Blitar, melainkan dari pengepul yang membeli gula merah di UD Gula Nirwana kemudian kepada agen, agen ke pengecer, selanjutnya pengecer kepada konsumen akhir. Perlunya memotong supply chain dengan cara pengrajin langsung distribusi kepada pengecer agar pengrajin mendapatkan peningkatan margin dan pengguna akhir bisa mendapatkan harga lebih murah.
Penerapan Belt of Business Ocassion pada Income Pelaku Usaha Kuliner Trendy di Kediri Dwi Apriyanti Kumalasari; Novi Dwi Priambodo; Imam Suhaimi
JURNAL EKUIVALENSI Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL EKUIVALENSI
Publisher : LPPM dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bisnis kuliner berbasis pertanian merupakan bisnis yang menjajikan dan menghasilkan income setiap harinya. Beberapa produsen produk kuliner trendi masih sederhana dalam menjalankan bisnis. Hasil yang mereka dapatkan kurang optimal akibat minimnya kreativitas, inovasi, pengalaman usaha hingga pemilihan komoditas yang kurang tepat Belt of business occasion upaya peningkatan income kuliner trendy di Kediri. Tujuan penelitian (1) Mengetahui Penerapan Belt of Business Ocassion Produk Kuliner Trendi pada Income Pelaku Usaha Kuliner di Kediri; (2) Mengetahui dampak Penerapan Belt of Business Ocassion Produk Kuliner Trendi pada Income Pelaku Usaha Kuliner di Kediri. Penelitian yakni (field research) dengan mixed methods, subjek penelitian ini adalah produsen kuliner produk trendi Kediri yang memenuhi kriteria sebagai mitra Universitas Kahuripan Kediri. Instrumen penilaian mulai waktu usaha beroperasi, penjualan hingga pemilihan komoditas. Pengukuran menggunakan lembar kuesioner dan lembar kegiatan penilaian. Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan Belt of business occasion padakuliner di Kediri dengan sistem pemberian wawasan dan pelatihan dengan menggunakan 26 indikator khusus, divalidasi oleh validator dengan skor rata-rata 4,0 dengan presentase 80% dengan kategori baik. Dampak Penerapan Belt of business occasion diaplikasikan pada usaha kuliner pilihan menghasilkan income dari 400.000 rupiah/hari menjadi 515.000/hari. Kata Kunci: Kuliner trendy; Belt of business occasion.
FEASIBILITY ANALYSIS AYAM GEPREK MOKOO CHICKEN SAYUR SEGAR HASIL PERTANIAN DI KABUPATEN KEDIRI Kumalasari, Dwi Apriyanti
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.486

Abstract

Ayam termasuk komoditas penting untuk keberlangsungan hidupmasyarakat saat ini. Kuliner ayam disajikan dengan sayuran segarberfungsi sebagai pemicu peningkatan nafsu makan. Produksi ayam diKabupaten Kediri cukup besar yaitu 28.335.754 ton pada tahun 2016begitu pula Kediri termasuk penghasil sayuran segar seperti selada,kubis, timun dan kemangi. Penelitian bertujuan untuk mengetahuifeasibility analisys pada usaha ayam “Geprek Mokoo Chicken” dengansayuran segar yang ada di Kabupaten Kediri. Feasibility analisysdiketahui terdapat nilai total biaya sebesar Rp 512.485.560/tahun.Diketahui nilai penerimaan sebesar Rp 612.000.000/tahun dengannilai keuntungan sebesar Rp 99.514.440/tahun. Adapun RC ratiosebesar 1,19. BEP Unit sebesar 8.528 unit. BEP Rupiah sebesar Rp68.224.667.14 Kesimpulannya dilihat dari nilai feasibility analysis,usaha ini layak dikembangkan. Kata Kunci: Feasibility , ayam geprek, sayuran segar
PENGARUH KONSUMSI PUPUK DAN LUAS AREAL PANEN PADI TERHADAP PRODUKSI BERAS DI INDONESIA Kumalasari, Dwi Apriyanti
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merupakan makanan pokok masyrakat Indonesia. Menurut Firdaus dkk (2008) 90% lebih masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok mereka. Seiring bertambahnya populasi penduduk Indonesia, yakni dari 150,82 juta jiwa pada tahun 1980 menjadi 247,188 juta jiwa pada tahun 2013 (FAO (2013) dalam IRRI (2013), maka produksi beras harus ditingkatkan dalam rangka memenuhi konsumsi masyarakat. Beberapa faktor yang mampu mempengaruhi produksi beras yaitu konsumsi pupuk untuk budidaya padi dan luas areal panen padi. Penelitian ini akan membahas mengenai kondisi produksi beras Indonesia terhadap konsumsi pupuk dan luas areal panen padi. Sehingga mampu dianalisis seberapa besar pengaruh konsumsi pupuk dan luas areal panen padi terhadap produksi beras di Indonesia. Data penelitian ini bersifat data skunder mulai tahun 1980 hingga 2013. Analisis data yang dilakukan analisis regresi linier berganda secara historis. Hasil penelitian didapatkan terdapat ada pengaruh antara konsumsi pupuk dan luas areal panen padi secara simultan terhadap produksi beras di Indonesia. Produksi beras di Indonesia dapat dijelaskan sebesar 98,4% dari konsumsi pupuk dan luas areal panen padi di Indonesia, sedangkan sisanya 1,6% dipengaruhi variabel lain. Konsumsi pupuk 1 ton mampu meningkatkan produksi beras sejumlah 1.688 ton. Sedangkan penambahan luas areal panen sebesar 1 ha mampu meningkatkan produksi beras sebesar 4.152 ton. Kata Kunci : Beras, Luas areal, Produksi
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS AYAM BAKAR DENGAN SAYURAN SEGAR DI AYAM BAKAR KEDIRI HALALAN TOYYIBAN kumalasari, dwi apriyanti
Jurnal Agriovet Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan wilayah dalam Jawa Timur yangmemproduksi ayam dalam jumlah besar yakni sebanyak 28.335.754ekor/tahun di tahun 2016, serta memproduksi sayuran segar mulai darikubis, tomat, cabai dan sayuran lainnya. Meningkatnya populasipenduduk maka jumlah kebutuhan pangan akan meningkat, termasukkuliner ayam bakara mix dengan sayuran segar. Penelitian dilakukan diusaha ayam bakar Kediri Halalan Toyiban Dari perhitungan yangdidapatkan bahwa usaha ini layak utuk dikembangkan, hal ini terlihatdari nilai Total biaya yakni 228.800.000 Rupiah. Pada analisispenerimaan didapatkan nilai 328.500.000 Rupiah/tahun, analisiskeuntungan 99.700.000 Rupiah/tahun, Nilai RC ratio sebesar 3,29 ataulebih dari nilai satu, serta di titik impas tidak untung dan tidak rugimenggunakan BEP unit 377 ekor serta BEP Rupiah 9.443.021,76Rupiah dalam sebulan. Kata Kunci : Kelayakan Bisnis, Ayam Bakar, Sayuran Segar
Implementasi Quadruple Helix Untuk Membentuk Creative Enterprenuer Network Bagi Umkm Olahan Tahu Di Kabupaten Kediri Khusniyah Khusniyah; Dwi Apriyanti Kumalasari
JURNAL EKUIVALENSI Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL EKUIVALENSI
Publisher : LPPM dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jatim berkembang besar Selama kurun waktu 2006-2016. Quadruple Helix merupakan salah satu pilar utama mendorong tumbuhnya UMKM dan menjadi salah program trobosan baru untuk UMKM guna meninggkatkan kualitas produk dan SDM. Tujuan Penelitian untuk mengidentifikasi kendala tumbuh kembang, potensi, serta peranan UMKM yang berbasis olahan tahu dalam mendukung perekonomian Kabupaten Kediri berdasarkan konsep Quadruple Helix dan Enterprenuer Network Metode Penelitian Data data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh melalui wawancara pelaku UMKM olahan tahu dan dinas (SKPD) yakni Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Data sekunder diperoleh sumber literatur dan hasil penelitian terkait dengan topik penelitian ini. Hasil Penelitian di kecamatan Banyakan dan kecamanatan Grogol yaitu belum ada pendampingan dari pemerintah dan universitas untuk membantu UMKM dalam meningkatkat inovasi produk olahan tahu, promosi hampir tidak ada baik secara offline (pameran) ataupun Online Kesimpulan implementasi quaduple helix untuk membentuk creative enterprener network bagi UMKM tahu dan olahan tahu belum terlaksana karena belum terjadi kerjasama yang baik. Kata kunci : Quadruple Helix, Enterprenuer Network, olahan tahu, UMKM