Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS SERAT REKEL UNTUK BAHAN KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR Herwandi Herwandi; Robert Napitupulu
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.537 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian terhadap pemanfaatan serat rekel (serat resam dan serat kelapa) sebagai bahan komposit sudah dilakukan oleh penulis sejak tahun 2013 sampai akhir tahun 2015. Pada penelitian tahun 2015, penulis sudah melakukan pengujian terhadap perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat resam. Hasilnya menunjukkan komposit sudah memenuhi standar dashboard mobil. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan ini untuk melihat pengaruh serat rekel terhadap perlakuan kimia NaOH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat bahan komposit baru, hasil dari perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat rekel. Tahapan proses penelitian yaitu pembuatan sampel uji, pengujian mekanik dan analisis data. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel diantaranya adalah serat rekel, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO sebagai hardener, 5% NaOH dan wax glasses sebagai pencegah menempelnya resin ke cetakan. Ukuran benda uji dibuat berdasarkan standar uji tarik (ASTM D 638), uji flexure (ASTM D 790) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik 24,4 MPa, modulus elastisitasnya 6686 MPa dan regangannya 0,38%. Nilai maksimum tegangan flexure 94,85 MPa dan modulus lentur 4141,5 MPa. Sedangkan nilai paling tinggi uji impact adalah 55,81 kJ/m2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji tarik, uji flexure dan uji impact sudah memenuhi standar plastic yang digunakan dashboard mobil
PENGARUH PENINGKATAN KUALITAS SERAT RESAM TERHADAP KEKUATAN TARIK, FLEXURE DAN IMPACT PADA MATRIKS POLYESTER SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL Herwandi Herwandi; Robert Napitupulu
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.994 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i2.72

Abstract

Tanaman resam (dicranopteris linearis) merupakan pakis hutan yang hidup di perkebunan karet dan tumbuh hampir diseluruh provinsi di Indonesia. Tumbuhan ini menjalar dan memiliki panjang kurang lebih 7 meter. Penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti lain menunjukkan bahwa penggunaan serat alam sebagai bahan komposit dapat ditingkatkan dengan NaOH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat bahan komposit baru, hasil dari perlakuan kimia dengan larutan NaOH terhadap serat resam. Tahapan proses penelitian ini yaitu pembuatan sampel uji, pengujian mekanik dan analisis data. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel diantaranya adalah serat, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO sebagai hardener, 5% NaOH dan wax glasses sebagai pencegah menempelnya resin ke cetakan. Benda uji dibuat dengan cara mencampurkan secara acak serat ke resin. Sebelumnya serat sudah dibuat tiga ukuran panjang yaitu: 20 mm, 40 mm, dan 60 mm. Ukuran benda uji dibuat berdasarkan standar uji tarik (ASTM D 638),  uji flexure (ASTM D 790) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik 30,750 MPa, modulus elastisitasnya 9400 MPa. Nilai maksimum tegangan flexure 138 MPa dan nilai paling tinggi uji impact adalah 54,14 kJ/m2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji tarik, uji flexure dan uji impact sudah memenuhi standar plastic yang digunakan  dashboard mobil.
Sistem Kontrol Kecepatan Motor Spinner Pada Cucurbita Powder Menggunakan Metode PID Bobby Ananda; Ari Murtono; Herwandi Herwandi
Jurnal Elkolind: Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol 7, No 3 (2020): Elkolind Volume 7 No 3 (September 2020)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elk.v7i3.204

Abstract

Inti dalam pembuatan cucurbita powder adalahpemisahan antara ampas dan air labu, dalam proses initerdapat dua cara yaitu manual dengan kain kasa, danotomatis menggunakan alat spinner. Untuk efisiensi waktudan juga tenaga, perlu dibuat miniplant mesin ekstraksi airlabu otomatis yang kecepatan motor spinnernya dikontrolmenggunakan metode PID. Motor spinner ini menggunakanmikrokontroler Arduino Uno sebagai kontrolernya dan sensorrotary encoder sebagai sensor kecepatannya.Perancangan kontroler PID menggunakan metode ZieglerNichols menghasilkan nilai Kp = 9.15 Ki = 2.31 dan Kd =9.05. Hasil yang didapatkan antara lain rise time (tr) sebesar10.2 s, settling time (ts) 37 s, peak time (tp) sebesar 24 s danPercent Overshoot (Po) sebesar 7.6%. Pengujian dilakukandengan memberikan beban 1kg campuran labu dan air. Prosesakhir dari spinning labu ini ditandai keringnya ampas padadinding tabung peniris.
Stabilisasi Suhu Heatrig Menggunakan Metode Kontrol Logika Fuzzy (KLF) Laily Ratnaningtyas; Eka Mandayatma; Herwandi Herwandi
Jurnal Elkolind: Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol 6, No 3 (2019): Elkolind Volume 6 No 3 (September 2019)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elk.v6i3.170

Abstract

Heatrig merupakan alat yang digunakan untukpengamatan atau pengukuran sensor suhu.Selain itu, heatrigjuga dapat digunakan untuk kalibrasi sensor suhu. Suhu yangdihasilkan heatrig disetiap bagian cekungan alumuniumberbeda-beda dan tidak stabil.Oleh karena itu dibuatkan alatyang dapat mengatasi permasalahan ketidakstabilan suhu yangdihasilkan heatrig dikarenakan faktor suhu lingkungan danarus listrik. Alat yang digunakan adalah mikrokontrolersebagai pusat pengendali sistem yang bekerja pada alat,elemen heater dimana panasnya akan menyala disesuaikandengan alat pengendali sehingga dapat menjaga kestabilansuhu. Sistem kendali yang digunakan adalah kontrol logikaFuzzy.Pada pengambilan data resistansi sensor NTC diketahuibahwa sensor NTC bukan merupakan sensor yang rasponnyalinier.Pembacaan sensor dengan menggunakan thermometerdan LCD memilili error total sebesar 0,11%. Pada saatpengambilan data respon heatrig, untuk mencapai suhu 90°Cmembutuhkan waktu 22,5 menit. Range suhu yang akandikontrol adalah 25°C sampai 90°C. Setiap setpoint pada suhu40ºC, 50ºC, 60ºC, 70ºC dan 80ºC akan meberikan respon yangberbeda-beda tetapi tetap stabil. Saat pengujian dengangangguan, meskipun sistem diberi gangguan respon kontrollermasih berjalan dan tetap kembali pada set point suhu yangtelah dipilih. Hal ini membuktikan bahwa kontroler Fuzzy(KLF) yang telah direncanakan berhasil.
Implementasi Sistem Kontrol PID Pada Robot “Smart Trash” Untuk Proses Distribusi Sampah Wahyu Budi Kusuma Wardana; Herwandi Herwandi; Subiyantoro Subiyantoro
Jurnal Elkolind: Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol 5, No 2 (2018): Elkolind Volume 5 No 2 (Juli 2018)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elk.v5i2.133

Abstract

Dengan semakin majunyateknologi di masa sekarang, tentu akan mendorongterlahirnya inovasi baru. Salah satunya dalam bidangrobotika. Robot smart trash ini berfungsi sebagaipengangkut sampah dari suatu tempat danmembuangnya ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir)dengan mengikuti jalur yang telah disediakan.Dengan adanya robot ini diharapkan tidak adanyapenumpukan sampah lagi. Sensor photodioda disinidigunakan sebagai pendeteksi jalur, untukmendeteksi orang disekitar digunakan sensorSRF05, untuk mengatur jadwal pembuangan sampahdigunakan sensor RTC dan untuk kontrolermenggunakan At-mega32. Metode yang digunakanadalah metode PID, dengan metode ini kecepeatanputar motor dapat diatur supaya mendapatkanpergerakan yang stabil. Setelah melakukanpercobaan dengan metode trial and error didapatkannilai Kp = 3, Ki=1, dan Kd = 2.4. dengan nilaikonstanta PID yang telah diberikan pergerakan robotsudah sesuai dengan yang diinginkan.
Stabilisasi Suhu Heatrig Menggunakan Metode Kontrol Dua Posisi Amirah Nisrina; Eka Mandayatma; Herwandi Herwandi
Jurnal Elkolind: Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol 5, No 1 (2018): Elkolind Volume 5 No 1 (Mei 2018)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elk.v5i1.127

Abstract

Heatrig merupakan alat yang digunakan untukpengamatan atau pengukuran suhu. Selain itu, heatrig jugadapat digunakan untuk kalibrasi sensor suhu. Jika tanpakontrol suhu, suhu yang dihasilkan heatrig disetiap bagiancekungan alumunium tidak stabil. Oleh karena itu dibuatkanalat ini yang dapat mengatasi permasalahan ketidakstabilansuhu yang dihasilkan heatrig dikarenakan faktor suhulingkungan dan arus listrik. Perlu dilakukan metode kontroluntuk meningkatkan kestabilan suhu dan efisiensi kerjaheatrig.Sistem kendali yang digunakan adalah kontrol dua posisi.Mikrokontroler ATmega16 sebagai pusat pengendali sistemuntuk mengontrol aktuator berupa heater yang mendapatumpan balik dari sensor suhu PT100. Elemen heater panasnyaakan menyala disesuaikan dengan kontroler sehingga dapatmenjaga kestabilan suhu. Dari pengujian lima titik set pointyaitu 35 , 40 , 60 , 70 , dan 80 , diperoleh hasil error(+3.2% , -6.3%).
Peningkatan Akurasi Pembacaan Sensor RTD 3 Kabel Dengan Mempertimbangkan Resistansi Kabel Penghantar Novi Ayuningdyah; Eka Mandayatma; Herwandi Herwandi
Jurnal Elkolind: Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol 5, No 3 (2018): Elkolind Volume 5 No 3 (September 2018)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elk.v5i3.142

Abstract

Resistance Temperatur Detector (RTD) atau dikenalsebagai detektor temperatur tahanan adalah sebuah alat yangdiginakan untuk menentukan nilai atau besaran suatutemperatur suhu dengan menggunakan elemen sensitif darikawat platina, tembaga, atau nikel murni, yang memberikannilai tahanan yang terbatas untuk masing-masing temperatur didalam kisaran suhunya. Pada pengukuran resistansi kabelRTD PT-100 memiliki berbagai macam metode. Ada 3 macammetode pengukuran yang dapat digunakan yaitu pengukuranresistansi kabel dengan 2 wire, 3 wire, dan 4 wire. Pengukuranresistansi ini digunakan pada industri yang memiliki jarakyang jauh antara sensor dengan kontrol. Antara sensor dengankontrol tersebut dihubungkan menggunakan kabel. Panjangpendeknya kabel mempengaruhi besar kecilnya nilairesistansi, semakin panjang kabel tersebut maka semakin besarnilai resistansi kabel. Pengaruh panas pada lingkungan sekitarkabel akan mempengaruhi nilai resistansi kabel yangakibatnya akan mempengaruhi hasil pengukuran RTD.Rangkaian untuk pengukuran resistansi menggunakanrangkaian jembatan Wheatstone. Rangkaian jembatanWheatstone tersusun dari empat buah hambatan. Pengukuranresistansi kabel 3 wire menggunakan rangkaian jembatanWheatstone lebih sering digunakan dari pada pengukuranresistansi kabel 2 wire, karena nilai resistansi 3 wire tidakmengalami perubahan atau kompensasi. Pada pengujian 3 wiredengan suhu 31 0C Vout pada 3 wire adalah 0,28 V dan padasuhu 76 0C Vout yang dihasilkan sebesar 0,29 V. Sedangkanpada 2 wire saat dipanaskan dengan suhu yang sama yaitu 310C menghasilkan Vout sebesar 0,27 V dan pada suhu 76 0CVout yang dihasilkan sebesar 0,98 V. Perbedaan yang sangatbesar ini mengakibatkan 3 wire lebih sering digunakan karenamenghasilkan nilai ΔV sebesar 0,01 V dari pada rangkaian 2wire yang menghasilkan nilai ΔV 0,71 V. Sehingga dengan 3wire menghasilkan hasil pengukuran yang lebih tepat.
PENGARUH VOLUME SERAT REKEL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPACT KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL Herwandi Herwandi; Sugianto Sugianto; Somawardi Somawardi; Muhammad Subhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai bahan komposit untuk pembuatan komponen kendaraan dewasa inibanyak  digunakan,  diantaranya  adalah  serat  kelapa,  jute,  rami,  sisal,  dan  kenaf.Kondisi    inisangatlah  sulit  bila  hanya  bergantung  pada  beberapa  serat,  padahal  masih  banyak  tanaman  lainyang belum tersentuh. Oleh karena itu, perlu alternatif lain misalnya dengan serat rekel (serat resamdan  serat  kelapa).Resam  merupakan  pakis  hutan  yang  hidup  di  perkebunan  karet  dan  tumbuhhampir diseluruh provinsi di Indonesia.Tumbuhan ini menjalar dan memiliki panjang kurang lebih7 meter. Pemanfaatan resam hanya untuk bahan baku kerajinan tangan. Untuk itu perlu dilakukanpenelitian  terhadap  penggabungan  serat  kelapa  dengan  serat  resam  agar  memiliki  pemanfaatanlebih  luas.  Tahapan  penelitian  ini  yaitu:  pembuatan  sampel  uji,  pengujian  mekanik  dan  analisisdata. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel uji diantaranya adalah serat resam, serat kelapa, resinjenis  Yukalac  157  BQTN-EX,  MEKPO  sebagai hardener,  dan wax  glasses sebagai  pencegahmenempelnya  resin  ke  cetakan.  Benda  uji  dibuat  dengan  cara  mencampurkan  secara  acak  seratresam dan serat kelapa ke resin. Sebelumnya serat sudah dibuat tiga ukuran yaitu: 3 mm, 10 mm,dan 20 mm. Kemudian serat ditimbang sesuai  prosentase yang diinginkan. Parameter prosentaseserat    25%,  30%,    dan  35%    dan  prosentase  curing  agent 1,5%.  Ukuran  benda  uji  berdasarkanstandar uji tarik (ASTM D 638) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik adalah 30,05MPa, modulus elastisitasnya 2425 MPa dan regangannya 1,65%. Sedangkan nilai paling tinggi ujiimpact adalah 67,8 kJ/m2. Hasil ini menunjukkan  uji tarik dan uji impact sudah memenuhi standarplastik yang digunakan  dashboard mobil.
Rancang Bangun Sistem SCADA Loading Station pada Mini Factory Trainer di Laboratorium Mekatronika Windarti Setianingsih; Muhammad Rifa'i; Herwandi Herwandi
Jurnal Elkolind: Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elk.v1i1.32

Abstract

Sistem pamantauan dan pengendalian peralatan jarak jauh menjadi solusi bagi kompleksitas sistem. Politeknik Negeri Malang sebagai lembaga pendidikan vokasi harus selalu memperbaharui teknologinya sejalan dengan kebutuhan industri saat ini. Sinkronisasi antara dunia industri dan dunia pendidikan vokasi diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan skill standar industri. Oleh sebab itu, di buat suatu penelitian berjudul Rancang Bangun Sistem SCADA Loading Station pada Factory Trainer di Laboratorium Mekatronika. SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) adalah sistem pengawasan dan pengendalian dengan cara melakukan pengumpulan dan analisa data secara real time. Sistem SCADA terdiri dari tiga bagian utama yaitu master, slave dan media komunikasi. PLC CP1EN40DR-A sebagai pembentuk komponen Master dan Slave. Media komunikasi antara Master dan Slave menggunakan komunikasi serial RS 232. Berdasarkan hasil pengujian bahwa waktu respon output saat diaktifkan melalui plant lebih cepat dibandingkan waktu respon output saat diaktifkan melalui HMI akan tetapi interval waktu tidak lebih dari satu detik, adapun interval waktu rata-rata adalah 0.32 detik. Hal ini disebabkan oleh adanya proses transferring data dari HMI ke kontroller. Kata Kunci—Journal mahasiswa D4, standar format IEEE, panduan penulisan artikel ilmiah
Optimasi Solar Charge Control Dengan Daya 100wp Menggunakan Maximum Power Point Tracking (MPPT) Bhakti Pradana Roesyadi; Andriani Parastiwi; Herwandi Herwandi
Jurnal Elkolind: Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol 8, No 1 (2021): Elkolind Volume 8 No 1 (Mei 2021)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elk.v8i1.230

Abstract

Fotovoltaik memiliki karakteristik kurva tegangan dan arus yang tidak linier dan mempunyai daya maksimum pada titik puncak dengan koordinat pada Vmpp dan Impp. MPPT memiliki metode Icremental Conductance (IC) dan metode Perturbation and Observation (P&O), tujuan dari metode tersebut adalah untuk menganalisa kelebihan dari masing – masing metode dalam pengoptimalan output  dari sistem PLTS. Output dari sistem PLTS untuk mengisi baterai dikontrol oleh modul MPPT LTC3780. Hasil dari perbandingan ini adalah, rasio daya yang dihasilkan oleh MPPT dengan metode Perturbation and Observation memiliki rasio daya hingga 93,46% terhadap daya ouput panel surya, sedangkan MPPT dengan metode Incremental Conductance  memiliki rasio daya hingga 96,84% terhadap daya ouput panel surya. Ini membuktikan bahwa metode IC menghasilkan daya yang lebih besar daripada metode P&O.