Fredy Hermanto, Fredy
Unknown Affiliation

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EFEKTIVITAS PERAN GENERASI BERENCANA DALAM MEMINIMALISIR PENYIMPANGAN SOSIAL REMAJA DI KECAMATAN WARUREJA KABUPATEN TEGAL Arifin, Muhammad Jaenal; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i2.43047

Abstract

Free sex and drug use are deviant behaviors that are often carried out by teenagers. Warureja Subdistrict is a place where, based on data from the P3A2P and KB Office, it is the area with the highest rates of free sex and drug use. The research method used is the mix methods approach, namely by combining two forms of approach in research, namely qualitative and quantitative. The results of this study are: (1) The Role of Planning Generation in minimizing adolescent social deviation in Warureja District is included in the very high category of 53.28% or effective with effectiveness indicators: a) Work program 49.64%, and b) Independence of PIK R 89.05% . (2) The inhibiting factor of the genre in the high category is 71.53%, but the driving factor is higher because of the belief in the performance of the genre, namely 74.45%. (3) The role of the planning generation is to provide socialization and understanding to adolescents about the dangers of free sex and drug use, the importance of planning for the future (education, career, marriage, community life), providing lifeskill training, and collaboration with agencies and communities. Seks bebas dan penyalahgunaan napza merupakan perilaku menyimpang yang kerap dilakukan oleh para remaja. Kecamatan Warureja merupakan tempat dimana berdasarkan data Dinas P3A2P dan KB merupakan daerah yang paling tinggi tingkat terjadinya seks bebas dan penyalahgunaan napza. Meode penelitian yang digunakan dengan pendekatan mix methods yaitu dengan menggabunngkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Peran Generasi Berencana dalam meminimalisir penyimpangan sosial remaja di Kecamatan Warureja termasuk dalam kategori sangat tinggi 53.28% atau efektif dengan indikator keefektivan; (2) Faktor penghambat genre dalam kategori tinggi 71,53%, namun faktor pendorongnya lebih tinggi karena adanya kepercayaan terhadap kinerja genre yaitu 74,45%. (3) Peran generasi berencana adalah memberikan sosialisasi serta pemahaman kepada remaja akan bahaya seks bebas dan penyalahgunaan napza, pentingnya merencanakan masa depan (pendidikan, karir, menikah, hidup bermasyarakat), memberikan pelatihan lifeskill, serta kolaborasi dengan dinas dan masyarakat.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 pada MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII di SMP SEKECAMATAN GUNUNGPATI Nurmeipan, Reza; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i1.40522

Abstract

The teacher has a role in implementing the 2013 curriculum in social studies lessons in directing students to be active during learning. This study aims to determine the implementation of the 2013 curriculum in social science education class VIII in Junior High School, Gunungpati District, seen from the planning, implementation, evaluation development, supporting factors and inhibiting factors. The research method used is a qualitative method. The results showed that (1) the preparation of lesson plans that the teacher uses in the form of syllabus and lesson plans refers to the standard process. (2) The teacher implementation process uses the group discussion method and the scientific approach with a learning model according to the 2013 curriculum. (3) the evaluation of teacher learning designs an assessment instrument to assess the abilities of students in the realms of attitudes, knowledge and skills. (4) supporting factors include MGMP training which discusses learning tools, implementation and evaluation techniques. The inhibiting factor for teachers is still difficult to developtype learning HOTS in the realm of skills. Guru memiliki peran mengimplementasikan kurikulum 2013 pada pelajaran IPS mengarahkan peserta didik untuk aktif saat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Sekecamatan Gunungpati dilihat dari penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pengembangan evaluasi, faktor pendukung serta faktor penghambat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyusunan perencanaan pembelajaran yang guru gunakan dalam bentuk silabus dan RPP mengacu pada standar proses. (2) proses pelaksanaan guru menggunakan metode diskusi kelompok dan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran sesuai kurikulum 2013. (3) evaluasi pembelajaran guru merancang instrumen penilaian untuk menilai kemampuan peserta didik mencangkup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. (4) faktor pendukung mengikutsertakan pelatihan MGMP membahas perangkatan pembelajaran, pelaksanaan dan teknik evaluaasi. Faktor penghambat guru masih sulit mengembangkan pembelajaran tipe HOTS pada ranah keterampilan.
Penanaman Karakter Bangsa Melalui Ekstrakulikuler Kepramukaan di SMP/MTS Se-Kecamatan Mungkid Lasi, Isni Yun; Purnomo, Arif; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i2.36418

Abstract

The character of the Indonesian nation that began to fade requires an attempt to overcome. Scouting is one of the extracurricular activities that became the character education effort. This study aimed to (1) know the value of the character of the nation that is planted through scouting in SMP / MTs in Mungkidregency, (2) to know the effort to cultivate the value of nation character through scouting in SMP / MTs in Mungkidregency; (3) to know the factors that support and obstruct the cultivation of nation character value through scouting in SMP / MTs in Mungkidregency. The research method usedwas descriptive qualitative research method. Data collection techniques used were observation, interview and documentation. The result of this research showed the value of the character of the nation that is planted through scouting in SMP / MTs in Mungkid regency were religious, discipline, creative, independent, democratic, love the homeland, and appreciate the achievements pursued through the activity planning, scouting contest and SKU test and SKK. The driving and inhibiting factors include internal factors (motivation of learners) and external factors (coach or coach, family, and school). Karakter bangsa Indonesia yang mulai pudar memerlukan sebuah upaya untuk mengatasinya. Ekstrakurikuler Kepramukaan merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi upaya pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) nilai karakter bangsa yang ditanamkan melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs se-Kecamatan Mungkid; (2) upaya penanaman nilai karakter bangsa melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs seKecamatan Mungkid; (3) faktor yang mendukung dan menghambat penanaman nilai karakter bangsa melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs se-Kecamatan Mungkid. Metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan nilai karakter bangsa yang ditanamkan melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs se-Kecamatan Mungkid adalah religius, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, cinta tanah air, dan menghargai prestasi yang diupayakan melaui perencanaan kegiatan, lomba-lomba kepramukaan dan uji SKU dan SKK. Adapun faktor pendorong dan penghambat antara lain faktor internal (motivasi peserta didik) dan faktor eksternal (pembina atau pelatih, keluarga, dan sekolah).
SIKAP DAN KETERAMPILAN SOSIAL DALAM MENERIMA KEBUDAYAAN BARU PADA MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN Wulandari, Erfina Ayu; Purnomo, Arif; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i2.32616

Abstract

Coastal societies are defined as the unity of collective social people living in coastal areas. Coastal societies are still very thick with their culture. As time goes by, the times are growing so that lead to the development of new cultures, including the new culture in coastal societies. The attitudes of the coastal societies towards the new culture are to accept the new culture, but the coastal societies also reject new cultures that are deemed incompatible with the culture that already exist in coastal societies. The social skills of coastal societies towards a new culture are to keep upholding existing cultural values. So that, even though a new culture develops in coastal societies, coastal communities still keep upholding existing cultural values inherited from generation to generation. Ayah District is one of the districts in Kebumen Regency. Ayah District is one of the districts whose southernmost border is the Indian Ocean. So that, some of the people in Ayah District are coastal societies. Ayah culture is very diverse, ranging from language, knowledge systems, social organizations, living equipment systems and technology, living systems, religious systems and arts are still very thick with old culture. As time goes by, the times are growing so that lead to the development of new cultures, including the new culture of coastal societies in Ayah District. The purpose of this study was to find out how the attitudes and social skills of coastal societies in the Ayah District towards the existence of a new culture that is increasingly developing. The research method applied in this study is a qualitative method. The source of data in this study is the coastal society of the Ayah District considered and trusted to know the problem to be studied. Informants in this research are Village Heads, Community Leaders and Fishermen. Data collection techniques applied by using observation, interviews, and documentation studies. Data analysis applied was interactive model analysis. Masyarakat pesisir didefinisikan sebagai kesatuan sosial kolektif masyarakat yang hidup di kawasan pesisir. Masyarakat pesisir masih sangat kental dengan kebudayaannya. Semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula kebudayaan baru, begitu juga dengan kebudayaan baru di masyarakat pesisir. Sikap masyarakat pesisir terhadap kebudayaan baru yaitu menerima kebudayaan baru tersebut, tetapi masyarakat pesisir juga menolak kebudayaan baru yang dianggap tidak sesuai dengan kebudayaan yang sudah ada pada masyarakat pesisir. Keterampilan sosial masyarakat pesisir terhadap kebudayaan baru yaitu tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan yang sudah ada. Sehingga meskipun kebudayaan baru berkembang di masyarakat pesisir, tetapi masyarakat pesisir tetap menjunjung tinggi nilai kebudayaan yang sudah ada yang diwariskan secara turun-temurun.
Hubungan Antara Gaya Belajar dengan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Demak Untsa, Fatrikha Najma; Tukidi, Tukidi; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i2.36420

Abstract

An educator should be able to realize that every student has different learning styles. By knowing the student's learning style, the teacher can accommodate various learning methods to suit the needs of students. So that all students can get effective ways of learning. This research was conducted in SMP Negeri 2 Demak as a research subject with the aim of finding out the relationship between learning styles with the results of social studies learning of eighth grade students of SMP Negeri 2 Demak. The population in this study were all students of class VIII A-J totaling 338 students and a sample of 138 students using random sampling technique. Collecting learning style data using questionnaires, while social studies learning outcomes are taken from the rapot value of the even semester of 2017/2018 school year. The data obtained is calculated by anova formula with a significance level of 5%, so that the value of F_h 3.29 > F_tab 3.05 means that H_ (a) is accepted. This shows that there is a positive relationship between learning styles and student social studies learning outcomes. Seorang pendidik seharusnya dapat menyadari bahwa setiap anak memiliki perbedaan gaya belajar. Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat mengakomodasikan berbagai metode pembelajaran menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Sehingga semua siswa dapat memperoleh cara yang efektif dalam belajarnya. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Demak sebagai subjek penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Demak. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII A-J yang berjumlah 338 siswa dan sampel sebanyak 138 siswa dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data gaya belajar dengan menggunakan angket, sedangkan hasil belajar IPS diambil dari nilai rapot semester genap tahun ajaran 2017/2018. Data yang diperoleh dihitung dengan rumus anova dengan taraf signifikansi 5%, sehingga nilai 3,29 > 3,05 artinya diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara gaya belajar dengan hasil belajar IPS siswa.
KONSERVASI LITERASI BAGI ANAK DI LINGKUNGAN TPA JATIBARANG SEMARANG Hermanto, Fredy; Ginanjar, Asep; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.581 KB)

Abstract

Literacy awareness will lead to a civilization in a respectable position, literacy is a necessity of life for advanced societies. Of course the low literacy of a person inhibits the progress of a nation's life. Humans as social beings need language skills in performing their functions in people's lives. Therefore, literacy ability is very important to be the provision of acceptance of someone in the community container itself. Poverty that hit it will cause efforts to meet the needs of literacy as a secondary and even tertiary needs. The objectives of this PPM activity are: (1) to provide literacy access to children according to their needs, (2) establishing a reading park (library) in the neighborhood around which the child can take advantage at any time; (3) to educate the importance of education as an effort to gain literacy access for children. The method in this PPM activity is using Participatory Rural Appraisal (PRA) approach approach. The operational steps needed to overcome the problems include three things: Exploratory, Topical, Evaluation and Monitoring. Kesadaran berliterasi akan mengantarkan sebuah peradaban pada kedudukan yang terhormat, literasi merupakan kebutuhan hidup masyarakat maju. Tentu saja rendahnya literasi seseorang menghambat kemajuan hidup suatu bangsa. Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan keterampilan berbahasa dalam melakukan fungsinya di dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, kemampuan literasi sangat penting menjadi bekal diterimanya seseorang di dalam wadah masyarakat itu sendiri. Kemiskinan yang melanda maka akan menyebabkan upaya memenuhi kebutuhan literasi sebagai kebutuhan sekunder bahkan tersier. Tujuan daripada kegiatan PPM ini adalah: (1) memberikan akses literasi kepada anak sesuai dengan kebutuhannya, (2) mendirikan taman bacaan (perpustakaan) di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dapat dimaanfaatkan oleh anak setiap saat, (3) memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan sebagai sebuah upaya mendapatkan akses literasi bagi anak. Metode dalam kegiatan PPM ini adalah menggunakan metode pendekatan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Langkah-langkah operasional yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan meliputi tiga hal, yaitu: Exploratory, Topical, Evaluation and Monitoring.
PERSEPSI GURU MENGENAI PERMENDIKBUD NO 10 TAHUN 2017 TENTANG PERLINDUNGAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI KOTA SEMARANG Ginanjar, Asep; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun; Hermanto, Fredy; Putri, Noviani Achmad
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.929 KB)

Abstract

The existence of Permendikbud No. 10 of 2017 is expected to provide peace for teachers in carrying out their duties and profession. However, the understanding of the teachers and the educational institutions is that this is still low, so that research is needed. This study used qualitative research methods. Data analysis method in this study is Interactive Analysis. The results of this study are teacher perceptions of Permendikbud No. 10 of 2017 concerning the Protection of Educators and Education Personnel in Semarang City where teachers will feel safe and comfortable when the candy can be realized properly when teachers, education staff and school principals carry out their duties. The Role of Permendikbud No. 10 of 2017 concerning Protection of Educators and Education Personnel in protecting teachers is still not maximal, it is shown that there are still some teachers, educators and principals who still have not received protection from the Education and Culture Minister. Adanya Permendikbud No 10 Tahun 2017 ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi guru dalam menajalankan tugas dan profesinya. Namun pemahaman para guru dan juga instansi pendidikan mengeanai hal tersebut masih rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu Analisis Interaksi (Interactive Analysis). Hasil dari penelitian ini adalah Persepsi guru terhadap Permendikbud No 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kota Semarang adalah guru akan merasa aman dan nyaman ketika permen tersebut dapat terealisasi sebagaimana mestinya ketika guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah ketika melaksanakan tugasnya. Peran Permendikbud No 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam melindungi guru masih belum maksimal, hal ini ditunjukkan masih ada beberapa guru, tenaga pendidik dan kepala sekolah yang masih belum mendapatkan perlindungan dari pemendikbud tersebut.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS DI SMP AL-AZHAR 29 SEMARANG Ginanjar, Asep; Putri, Noviani Achmad; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun; Hermanto, Fredy; Mewangi, Adila Bunga
HARMONY Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 November 2019
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.906 KB)

Abstract

The progress of science and technology, especially in the field of information and communication technology has led to the rapid spread of globalization and has an impact in various sectors. This condition indirectly requires students to have the ability to sort content and information that they can through the internet or commonly referred to as digital literacy. In relation to social studies learning, digital literacy is one of the supporters to develop students' knowledge of social issues that occur in society in real-time. This study aims to examine the implementation of digital literacy in social studies learning. This type of research is qualitative research. The location of the study was conducted in an educational environment in the city of Semarang, precisely at SMP Al-Azhar 29 Semarang City. Data analysis method in this research is interactive analysis. The validity of the data used is data triangulation. Research results Implementation of digital literacy in social studies learning is done through Google Classroom, Kahoot, and Quizzleet. Kemajuan IPTEK terutama dibidang teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan semakin pesatnya penyebaran globalisasi dan menimbulkan dampak dalam berbagai sektor. Kondisi ini secara tidak langsung menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan memilah konten dan informasi yang mereka dapat melalui jaringan internet atau biasa disebut dengan literasi digital. Dalam kaitannya dengan pembelajaran IPS, literasi digital menjadi salah satu pendukung untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik terhadap isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji implementasi literasi digital dalam pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di lingkungan pendidikan yang berada di Kota Semarang, tepatnya di Sekolah Menengah Pertama Al-Azhar 29 Kota Semarang. Metode analisis data dalam penelitian ini analisis interaktif. Validitas data yang digunakan adalah Triangulasi data. Hasil penelitian Implementasi literasi digital dalam pembelajaran IPS dilakukan melalui Google Classroom, Kahoot, dan Quizzleet.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 34 SEMARANG Pratiti, Nolix; Purnomo, Arif; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.30453

Abstract

Character education is highly emphasized in the education practice at schools as a major step in dealing with students' moral degradation and 21st-century challenges. The purpose of research is to know the planning, implementation, and evaluation phases conducted by social science teachers to implement character education. This research using descriptive qualitative study by setting the location of research at SMPN 34 Semarang. The results showed that: (1) Planning includes the teachers’ understanding of the importance of character education; the selection of character values adapted to the Basic Competence and the students’ conditions; and the inclusion of character values in learning media, (2) implementation of learning at the introduction stage is by warming up the students; the core stage is by using lecture method, discussion, role model by teacher, and reward punishment; (3) evaluation by the teacher to assess the students’ characters is by observation and written in attitude evaluation journal. Pendidikan karakter sangat ditekankan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah sebagai langkah utama dalam menghadapi degradasi moral pelajar dan tantangan abad 21. Tujuan penelitian adalah mengetahui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan guru IPS untuk mengimplementasikan pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil lokasi penelitian di SMP Negeri 34 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan meliputi pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan karakter; pemilihan nilai karakter yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar dan kondisi peserta didik; serta mencantumkan nilai karakter dalam perangkat pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran tahap pendahuluan dengan mengkondisikan peserta didik; tahap inti dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, keteladanan guru, dan pemberian reward punishment; (3)evaluasi dilakukan guru IPS untuk menilai karakter peserta didik dengan pengamatan yang kemudian ditulis di jurnal penilaian sikap.
IMPLEMENTASI PENGUATAN PEDIDIKAN KARAKTER (PPK) NASIONALISME DAN RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NASIMA SEMARANG Lestari, Sri Puji; ., Tukidi; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.30457

Abstract

The purposes of this research (1) to find out the Implementation of Nationalism and Religious Strengthening Character Education in learning social studies; (2) identify the supporting and inhibiting factors for the Implementation of Nationalism and Religious Strengthening Character Education in learning social studies at Junior High School of Nasima Semarang. The research method used was qualitative. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Mile and Huberman Interactive Analysis.The data validity checking technique was using source triangulation. The results showed that: (1) the Implementation of Character buildings in learning social studies was carried out in all learning processes, including learning plan, learning implementation, and learning avaluation. (2) The barriers faced by social science’s teachers of Junior High School of Nasima Semarang were related to the efforts of consistency and continuity in internalizing the value of Character buildings,especially nationalism and religion character.The supporting factors for the mplementation of Nationalism and Religious Character buildings in learning social studies at Junior High School of Nasima Semarang were qualified teachers, and the complete facilities and infrastructure. Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui implementasi PPK nasionalisme dan religius dalam pembelajaran IPS; (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi PPK nasionalisme dan religius dalam pembelajaran IPS di SMP Nasima Semarang.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu analisis interaktif. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi PPK Nasionalisme dan Religius dalam pembelajaran IPS dilakukan dalam semua proses pembelajaran, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi pencapaian belajar; (2) Hambatan yang dihadapi guru IPS di SMP Nasima terkait dengan upaya konsistensi dan kontinuitas dalam menginternalisasikan nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Nasionalisme dan Religius dalam diri siswa. Adapun faktor pendukung Implementasi PPK Nasionalisme dan Religius dalam pembelajaran IPS di SMP Nasima Semarang meliputi guru yang berkualitas, serta sarana dan prasarana yang lengkap.