Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM SUATU PERTANDINGAN DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING PEMAIN BOLABASKET SMA NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO PURNOMO, ARIF
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler berarti kegiatan di luar program kurikulum dalam rangka peningkatan optimalisasi potensi diri siswa. Permainan bolabasket merupakan permainan 5 lawan 5 yang bertujuan untuk memasukan bola ke dalam ring atau keranjang lawan serta mencegah lawan memasukan bola ke dalam keranjang. Kecemasan adalah suatu perasaan subjektif terhadap sesuatu yang ditandai oleh kekhawatiran, ketakutan, ketegangan, dan meningkatnya kegairahan secara fisiologik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kecemasan dalam suatu pertandingan dengan kemampuan shooting pemain bolabasket di SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian non eksperimen dan sasaran penelitian ini adalah seluruh populasi siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo yaitu sebanyak 12 siswa. Setelah data terkumpul didapat rata-rata nilai hasil test kecemasan sebesar 55,08 dan nilai hasil kemampuan shooting bolabasket pada saat pertandingan sebesar 52,35. Setelah itu dihitung standart deviasi nilai hasil test kecemasan sebesar 7,80 dan nilai hasil  kemampuan shooting bolabasket pada saat petandingan sebesar 31,29. Secara keseluruhan hasil uji statistik penelitian ini, pada Independent Samples Test (hasil test angket kecemasan dan hasil kemampuan shooting bolabasket saat pertandingan) didapat rhitung 0,376 , rtabel 0,576 untuk semua item tes. Sehingga disimpulkan Ha ditolak, Ho diterima. Dengan kata lain bahwa tidak ada hubungan tingkat kecemasan dalam suatu pertandingan dengan kemampuan shooting pemain bolabasket siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai subyek penelitian ini. Kata Kunci:  Kecemasan, Kemampuan Shooting Bolabasket Saat Pertandingan, Ekstrakurikuler   Abstract Extracurricular activities means activities outside the program curriculum in order to increase the optimization potential students. Basketball game is a game of 5 against 5 that aims to incorporate the ball into the hoop or basket and prevent the opponent to incorporate the ball to the basket. Anxiety is a subjective feeling of something that is characterized by worry, fear, tension, and increasing the physiological excitement. The purpose of this study to determine the relationship of anxiety to the results of shooting basketball learning in Junior High School 3 Sidoarjo. This type of research used in this study was non experimental research and targeted research on student extracurricular participants SMP Negeri 3 basketball Sidoarjo by the number of 35 students. Having collected the data obtained the average value of the test anxiety of 91,60 and the value of test results for 1,86 shooting basketball. After that calculated the standard deviation of test anxiety scores of 10,63 and the value of basketball shooting test results for 1,264. Overall the results of statistical tests of this study, the Independent Samples Test (test results and the anxiety questionnaire basketball shooting test results) obtained rcount 0,344 = ttable 0,344 for all test items. So that concluded Ha rejected, Ho received. In other words that there is no relationship of anxiety to the results of learn shooting basketball student extracurricular participants SMP Negeri 3 Sidoarjo which has previously been defined as the subject of this study. Keywords: Anxiety, Learning results shooting basketball, , Extracurricular
STUDI KOMPARASI MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS ANTARA YANG DIAJARKAN DENGAN GAYA MENGAJAR EKSPOSITORI DAN CERAMAH PADA KELAS VIII SMPN 6 SEMARANG Mukti, Amir; Purnomo, Arif; Ginanjar, Asep
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.30444

Abstract

IPS not just learning the process of interaction between educators and learners with learning resources in a certain environment, with ekspositori learning strategies teachers were able to control the sequence and extent of learning material, he can know the extent to which students master learning materials delivered. Through the learning strategy ekspositori in addition to the students can be heard through the utterance of a learning material, also at once students can see or observing (through the implementation of the demonstration). Obstacles faced by IPS teacher at SMP 6 Semarang is the presumption IPS in the lessons students are always related to memorize and write so much. This resulted in students are not motivated to focus during the following lesson IPS. Although for most students still consider the lessons of IPS is the preferred lesson. Pembelajaran IPS bukan sekedar proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam lingkungan tertentu, Dengan strategi pembelajaran ekspositori guru mampu mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, ia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pembelajaran yang disampaikan. Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pembelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).Kendala yang dihadapi oleh guru IPS di SMPN 6 Semarang ialah anggapan para siswa dalam pelajaran IPS selalu berkaitan dengan menghafal dan menulis yang begitu banyak. Hal ini yang mengakibatkan siswa tidak termotivasi untuk fokus selama mengikuti pelajaran IPS. Walaupun bagi sebagian siswa masih banyak yang menganggap pelajaran IPS merupakan pelajaran yang disukai.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP NEGERI 38 SEMARANG Soleha, Siti; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.29898

Abstract

This research was aimed to know the influence of mind map learning media to student’s learning outcomes on IPS subject in class VII, at SMP N38 Semarang. This research used True Eksperimental Design employing Pretest-Posttest Control Group Desain. The population of this research wasstudents of class VII in SMP N 38 Semarang with the total number of 157 students. The sample of this research is 31 students of VII B as an experiment class and 31 students of VII C as a control class. The data collection used was test method and documentation. The result of the t-test analysis gained tcount =2,784 > ttabel=2,000 and the significant value gained was 0,007<0,05 so Ha is received. It can be concluded that there was influence of mind map learning media to the student’s learning outcomes on IPS subject in class VII, SMP Negeri 38 Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Mind Map terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang. Penelitian ini menggunakan True Eksperimental Design dengan bentuk desain Pretest-Posttest Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang sebanyak 157 siswa. Sampel penelitian ini adalah 31 siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji t, diketahui bahwa taraf signifikansi α = 0,05 dengan nilai t hitung = 2,784 > t tabel = 2,000 dan nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,007 < 0,05 sehingga Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran Mind Map terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG KONSEP BUDAYA ISLAM PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN SEJARAH PADA MATA KULIAH SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MELALUI PEMBELAJARAN THINK PAIRE SHARE Muntholib, Abdul; Siregar, Insan Fahmi; Purnomo, Arif
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This research was aimed to increase of students understanding about Islamic culture concept. Problem of research can formulated: (1) how think pairshare models of learning can improve students understanding about Islamic culture concept?, and (2) how‟s the models got positive respon from the students?. This research was classroom action research. Subject of research are the students of program of study history education. The research have two cycles. Every cycle have four phase, i.e: planning, actuating, observation, and reflection. The data collected through interview, observation, and documentation. Data analyses used Milles and Huberman interactive models. From the research, it can be concluded that there are understanding increase of Islamic culture concept. In first cycle, three group of students has opinion of Islamic culture as a culture was characterized by religion (Islam) archeological remains. Meanwhile two groups still seen the concept as a culture who has made by moslem society. In second cycle, five group of students have opinion of Islamic culture as a culture was characterized by Islam archeologicalremains. Secondly, there is more activity of students in teaching learning process which used the models of learning. The students enthusiastic to accompanied every stage of teaching learning process. Based from the findings of research, it can be suggested that: (1) variation of models of learning need to be used in teaching learning process, (2) this research only used in one topic and subject matter, so that it necessary be used in different topic and subject matter for content the similar problem. Key word: Islamic culture, think pair share models of learning
MODEL PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) PADA MATERI KONTROVERSI (CONTROVERSY ISSUES) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KOTA SEMARANG Purnomo, Arif; Muntholib, Abdul; Amin, Syaiful
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 33, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v33i1.7661

Abstract

Social science subjects need to be constructed to shape the life of a democratic citizen. Organizing the material needed to form a controversy very intelligent character and critical learners. Organizing materials studied so interesting controversy will be able to develop a model that is capable of learning controversy develops the creativity of learners. The problems of this study are: (1) Which materials in IPS is controversial in the Junior High School?, (2) how teachers prepare and implement instructional materials IPS on the controversy?, and (3) how the teacher needs to be learning model on the IPS material controversy?.This study uses a design research and development (R & D), proceeded by a qualitative approach to determine the need for learning model IPS on the matter of controversy. Data collected through observation and interviews, and data analysis techniques used qualitative analysis.Based on the results of the study concluded that the learning material in the field of IPS controversy has not constructed well by the teacher. Teachers have not done the analysis of the material by separating the material which can be developed to foster critical thinking of students because it contains materials that controversy. Thus, the learning was done using a learning model that is not based matteri, because equating the controversy materials with other materials. This happens because the educational background of teachers who monodisiplin and analysis of materials that do not involve groups of teachers in the MGMP forum as well as a lack of understanding of the controversy in the learning material IPS. Based on the conclusions suggested: (1) teachers need to do the analysis of learning materials in MGMP so that the development of learning materials are made into more depth, and (2) there needs to be an understanding of the learning model that can be used by teachers to develop the material controversy in social studies.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KONSERVASI SOSIAL DALAM PERKULIAHAN PADA PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FIS UNNES Purnomo, Arif
Forum Ilmu Sosial Vol 42, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v42i1.9244

Abstract

This research was aimed to discuss implementation of social conservation in history study program, especially in lesson plan and teaching leraning process. This research used qualitatif method. Focus of research are lecturer, students and lesson plan in history study program. Data anayses used qualitative interactive models Miles and Huberman. Based from research, can be concuded that implementation of characters social conservation in lesson plan depend on lecturer style in teaching learning process so that there is not the same models.
Sejarah Transportasi Bus Esto dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Kota Salatiga Tahun 1923-1942 Setyowati, Eny; Purnomo, Arif; Muntholib, Abdul
Journal of Indonesian History Vol 6 No 1 (2017): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya kebijakan Pemerintah Hindia Belanda melalui Undang – Undang Agraria 1870 dan dibukanya jalur transportasi kereta api di pedalaman Jawa membuat industri perkebunan semakin berkembang di Indonesia salah satunya di Salatiga. Adanya hal tersebut meningkatkan kebutuhan sarana transportasi di Salatiga. Bus Esto merupakan angkutan umum masal pertama di Salatiga. Penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah, yang mencangkup empat langkah, yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengambilan data yang digunakan melalui studi dokumen, studi pustaka, observasi, dan wawancara.
Perkeretaapian di Wonosobo Tahun 1917-1942 Novita, Fitrianis; Sodiq, Ibnu; Purnomo, Arif
Journal of Indonesian History Vol 4 No 1 (2015): JIH
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah Hindia Belanda menerapkan politik pintu terbuka (Opendeur Politiek) pada tahun 1870 membuat sistem kapitalisme mulai masuk ke Indonesia dan industri perkebunan berkembang. Kebutuhan sarana pengangkutan bagi industri perkebunan melatarbelakangi dibukanya jalur kereta api, termasuk di Wonosobo. Latar belakang dibukanya jalur kereta api di Wonosobo adalah karena permintaan pabrik gula yang mengeluhkan kesulitan dalam pendistribusian hasil bumi ataupun hasil industri. Adanya kereta api ini telah mengakibatkan mobilitas barang dan penumpang naik setiap tahun. Awal pembukaan jalur merupakan masa keemasa bagi kereta api di Wonosobo. Depresi ekonomi dan pendudukan Jepang merupakan masa suram bagi kereta api di Wonosobo. Pada tahun 1917-1942 banyak dampak yang telah ditimbulkan oleh transportasi kereta api, seperti dampak politik, sosial budaya, dan ekonomi.
Kampongverbetering dan Perubahan Sosial Masyarakat Gemeente Semarang Tahun 1906-1942 Amalia, Rizky; Purnomo, Arif; Shokheh, Mukhamad
Journal of Indonesian History Vol 5 No 1 (2016): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak abad ke-19, Semarang mengalami kemajuan pesat di bidang perdagangan dan perindustrian yang mengundang para pendatang untuk memasuki kota Semarang dan turut mengadu nasib di kota ini. Permasalahan di kota Semarang pun semakin beragam dan kompleks seiring pesatnya peningkatan jumlah penduduk di kota ini. Salah satu masalah yang muncul di Semarang sejak awal awal abad ke-20 yaitu permasalahan terkait dengan perkampungan rakyat. Perkampungan rakyat Semarang identik dengan berbagai wabah penyakit yang berkembang di dalamnya. Hal ini tidak terlepas dari buruknya kondisi fisik perkampungan dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Program kampongverbetering digagas oleh pemerintah gemeente Semarang sebagai solusi dari permasalahan di perkampungan rakyat. Anggaran dana dari pelaksanaan program kampongverbetering ditanggung oleh dua pihak yaitu pemerintah pusat dan pemerintah gemeente. Program ini membawa dampak positif bagi masyarakat yang tinggal di perkampungan. Mereka dapat tinggal di lingkungan yang lebih layak dan kepedulian akan kesehatan pun membaik. Dengan demikian angka kesehatan di perkampungan Semarang pun meningkat dan angka kematian yang sebelumnya tinggi bisa dikurangi.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Pembelajaran Sejarah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS MAN Temanggung Ramadhany, Ardhian; Purnomo, Arif; Suryadi, Andy
Indonesian Journal of History Education Vol 4 No 2 (2016): Indonesian Journal of History education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh penggunaan model pembelajaran project based learning pada pembelajaran sejarah terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS di MAN Temanggung. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif jenis quasi eksperimental design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS MAN Temanggung tahun ajaran 2015/2016, sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1, prosedur pengambilan sampel ini menggunakan teknik random sample (sampel acak). Variabel dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Project Based Learning dan hasil belajar. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, angket dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa, hasil belajar siswa yang menggunakan model Project Based Learning memiliki nilai rata-rata pretest 61,86 dan posttest meningkat sebesar 82,94. Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Project Based Learning terhadap hasil belajar sejarah. Hal ini dilihat dari besarnya pengaruh penggunaan model pembelajaran project based learning adalah 23,8%, ini menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran project based learning merupakan faktor yang cukup dominan dalam menentukan meningkat atau tidaknya hasil belajar.