Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Kecemasan Pada Lansia Di Unit Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma, Umbulharjo Yogyakarta Judha, Mohammad; Syafitri, Endang Nurul
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.979 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i0.283

Abstract

Aromaterapi Lemon merupakan salah satu jenis aromaterapi yang memiliki efek menenangkan atau rileks untuk beberapa gangguan misalnya mengurangi kecemasan, ketegangan dan insomnia. Zat yang terkandung dalam lemon salah satunya adalah linalool yang berguna untuk menstabilkan sistem saraf sehingga dapat menimbulkan efek tenang bagi siapapun yang menghirupnya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap kecemasan pada lansia di Panti Wreda Budhi Dharma , Umbulharjo, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode Quasyexperimentalone group pre post test dengan rancanganTime Series. Data hasil analisa pengukuran kecemasan pada lansia yang mendapatkan aromaterapi lemon didapatkan dari kuesioner DASS 42 dan dilakukan uji hipotesisi secara statistic. Teknik sampel menggunakan consecutive samplingsebanyak 18 responden.Karakteristik responden sebagian besar berada pada kategori lanjut usia 66.7% dan mayoritas lansia berjenis kelamin perempuan 72.2%. Stres lansia sebelum pemberian aromaterapi lemon rata-rata skor kecemasan yaitu 16.28  dan setelah pemberian aromaterapi lemon 11.67. Hasil analisis diperoleh selisih paling tertinggi pada hari ketiga dan kelima yaitu 0.89dengan p-value adalah 0.000. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap kecemasan pada lansia di Unit Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma.
Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Tingkat Stres Kerja Pada Karyawan PT. Astra Honda Motor Di Yogyakarta Syafitri, Endang Nurul
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.206 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i2.213

Abstract

Hasil observasi dan wawancara di PT Astra Honda Motor, karyawan yang belum mampu menghasilkan kinerja secara optimal hal ini dikarenakan kondisi kelelahan fisik, jam kerja yang tidak memenuhi standar kerja, kejar target produksi yang harus di seleseaikan yang disebabkan oleh adanya keterlibatan dalam waktu yang lama dengan situasi yang menuntut secara emosional sehingga pegawai tidak mampu mengendalikan tingkat stres yang dialami. Teknik relaksasi autogenik merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi ketegangan ataupun stres yang dialami oleh setiap orang. Tujuan penelitian yakni mengetahui pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap penurunan tingkat stres kerja pada karyawan PT. ASTRA HONDA MOTOR di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Control Group pre-posttest design. Subjek penelitian merupakan karyawan di bidang penjualan berjumlah 30 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres kerja sebelum diberikan terapipada kelompok intervensi berada pada kategori sedang (73.3%) dan pada kelompok kontrol pada kategori sedang (80%). Setelah diberikan terapi pada kelompok internevsi sebagian besar tingkat stres kerja berada pada kategori ringan (73.3%) dan pada kelompok kontrol tanpa pemberian terapi tetap pada kategori sedang (73.3%). Kesimpulan: Ada pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap penurunan tingkat stres kerja di PT.AHM Yogyakarta.
Kerentanan Kehamilan Remaja Dan Konseling Sebaya: Tinjauan Teori Adyani, Sang Ayu Made; Muflih, Muflih; Syafitri, Endang Nurul
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.45 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v6i1.300

Abstract

Remaja rentan mengalami masalah kesehatan karena berperilaku yang berisiko, seperti perilaku seksual bebas. Dampak dari perilaku tersebut adalah terjadinya kehamilan remaja. Remaja mungkin sulit untuk mengutarakan masalah-masalah kesehatannya disebabkan kurangnya kosakata dan rasa malu saat membahas tentang seksual. Perawat dapat mengantisipasi atau mencegah kejadian kehamilan remaja dengan tiga tingkat pencegahan yakni pencegahan primer, skunder dan tersier. Konseling pasangan remaja tentang pilihan-pilihan yang bisa dilakukan mereka, merupakan pencegahan tersier. Konseling sebaya merupakan sebuah program pelayanan dari konselor sebaya yang efektif dalam memberikan informasi kesehatan dan membantu teman lainnya untuk mengenali masalahnya, menyadari kebutuhan untuk mencari pertolongan atas masalahnya. Konseling dengan konselor sebaya lebih disukai daripada kepada orang yang lebih dewasa, karena teman sebaya dianggap lebih mengerti permasalahannya dengan baik.
Perilaku Seksual Remaja Dan Pengukurannya Dengan Kuesioner Muflih, Muflih; Syafitri, Endang Nurul
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.208 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.255

Abstract

Pada umumnya bahasa seksual mengacu pada aktivitas seksual manusia terhadap dirinya atau orang lain. Aktivitas seksual secara umum oleh dilakukan remaja dalam berpacaran diantaranya adalah bersentuhan, berciuman, bercumbu, berhubungan intim, dan masturbasi. Perilaku seksual remaja berdampak pada masalah kesehatan seperti: kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit infeksi menular, kematian ibu & balita, dan aborsi. Perilaku seksual remaja pada artikel ini diuraikan berdasarkan domain perilaku menurut Benyamin Bloom yang didominasi domain tindakan/aktivitas seksual. Jika dilihat dari dampak kesehatannya, maka kategorisasi tingakatan perilaku seksual terdiri dari tidak berisiko dan berisiko. Adapun kategori berisiko dapat dibagi menjadi kurang aman dan tidak aman. Pengukuran perilaku seksual remaja dapat dilakukan menggunakan kuesioner, namun tetap perlu dilakukan uji validitas lebih lanjut untuk memperkuat dan memastikan bahwa kuesioner dapat digunakan dengan baik.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSI DI BPSTW YOGYAKARTA UNIT ABIYOSO Ximenes, Pulqueria Lay; Syafitri, Endang Nurul; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.349 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v3i2.30

Abstract

Latar Belakang:Meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan umur harapan hidup. UHH di Indonesiameningkat menjadi 69,43 tahun pada tahun 2010 dan tahun 2011 UHH meningkat menjadi 69,65 tahun. UHH dan jumlah Lansia yang meningkat, mencerminkan perbaikan kesehatan salah perbaikan kesehatan bagi lansia dengan pemeliharaan tidur. 34,3% lansia mengalami sulit tidur. Hasil wawancara pada sembilan lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso mengatakan sering terbangun dimalam hari. Masalah kualitas tidur pada lansia dapat diatasi dengan pemberian terapi musik. Terapi musik sebagai salah satu intervensi untuk mengatasi masalah tidur. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur pada lansia di BPSTW Yogyakarta unit Abiyoso. Metode Penelitian : Metode yang digunakan quasi experimentdengan rancangan penelitian pre test dan post testnonequevalen control group. Teknik sampling menggunakan convenience samplingjumlah 20 lansia setiap kelompok. menggunakan analisa independent T-test untuk kelompok intervensi dan kontrol dan paired testuntuk sebelum dan setelah terapi musik. Hasil:skor kualitas tidur pada kelompok kontrol sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,30 dan 9,15. Skor kualitas tidur pada kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,55 dan 4,30 dengan p value0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur pada lansia di BPSTW Yogyakarta unit Abiyoso pada kelompok intervensi tetapi, pada kelompok kontrol tidak ada pengaruh. Kata kunci :Kualitas tidur, lansia, terapi musik.
Upregulation of MRNA TNF-α in Skeletal Muscle Tissue of Streptozotocin-Induced Diabetic RAT Akbar Satria Fitriawan; Christin Wiyani; Endang Nurul Syafitri; Ririn Wahyu Widayati
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 1 No 1 (2020): November 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.02 KB)

Abstract

Inflammation is a molecular mechanism that linking obesity and ageing with insulin resistance in type 2 diabetes mellitus (DM). Although type 1 DM is primarily caused by insulin deficiency, but insulin resistance also prominent feature in this disease. It is not fully understood whether inflammation also contribute in insulin resistance phenotype in type 1 DM. This study aimed to assess mRNA TNF-α expression in the skeletal muscle tissue of type 1 diabetes mellitus rat model.This in-vivo study used 18 adults male wistar rats. The study conducted at Department of Anatomy, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada from July to October 2020. Male Wistar rats divided into control group (CDM, n=6), and diabetes mellitus group which is divided into 1-month DM group (DM1M, n=6), and 2-month DM group (DM2M, n=6). The DM model was conducted through single intraperitoneal injection of Streptozotocin 60 mg/kg Body Weight (BW). At the end of study, rats were sacrificed and the gastrocnemius muscle was harvested. The expression of mRNA TNF-α was measured by RT-PCR. Statistical analysis was conducted using One Way ANOVA test. Blood glucose level were significantly higher in DM groups compared to control group (p<0.05). The body weight of DM groups was significantly lower after 1 month and 2 months DM period compared to control group (p<0.05). DM groups demonstrated upregulation of mRNA TNF-α compared to control group (p<0.05). Type 1 diabetes mellitus model demonstrated upregulation of mRNA TNF-α in skeletal muscle tissue.