Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Model Turbulensi Aliran Terhadap Simulasi Numerik Aircurtain Lillahulhaq, Zain; Maulana, Hasan Syafik
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 02 (2019): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.978 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i02.3008

Abstract

Aircurtain commonly used in department store enterance, biocabinet, display refrigenerator even in operating room. Turbulance model, which used in air curtain simulation, involve numerical simulation result. This numerical simulation held to study various effect of turbulancy model in air curtain model. The characteristic of fluid flow in aircurtain is being shown in this paper. The 2D simulation of stady state air curtain flow is simulated using compressible fluid. k-? BSL dan Transition k-kl-? is suitable turbulance model which can be used in air curtain simulation.
EXPERIMENTAL STUDY OF VARIATION OF THE EFFECT OF THE PELTON TURBINE VALVE OPENING ON ELECTRICITY ENERGY THAT WAS PRODUCED TO TURNED ON A LAPTOP Syamsuri Syamsuri; Hasan Syafik Maulana; Abdul Sulisyanto
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v3i2.4129

Abstract

In this modern era all human activities are still very dependent on non-renewable energy sources. Electricity is one of the most important needs for humans, starting from lighting, communication, transportation and other needs. Energy supplies, especially fossil energy, are increasingly depleted, therefore an alternative energy source that is environmentally friendly and abundant availability is needed. One alternative energy source is water energy, especially energy derived from Piko Hydro. With variations in valve openings installed on pelton turbines of 18ᵒ, 36ᵒ, 54ᵒ, 72ᵒ, and 90ᵒ analyzed using the experimental method to determine the efficiency of the pelton turbine system used to produce electrical power from the Piko Hydro system. The results of this study indicate that the highest power is produced with a 90ᵒ faucet opening where the Power is 3.96 Watts and the system efficiency is 14.56%.
Pengaruh Kecepatan Aliran Udara Panas Terhadap Kualitas Pengeringan Keripik Porang dengan Dimensi Ruang Pengering 1 m3 Menggunakan Heater 700 Watt Maulana, Hasan Syafik; Kurniawan, Adi
Jurnal IPTEK Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i2.539

Abstract

Umbi porang (Amorphophallus Muelleri) merupakan komoditi tumbuhan yang berguna dan bermanfaat bagi manusia. Umbi porang ini memiliki kandungan Glucomannan Konjac yang tinggi sehingga cocok digunakan bagi penderita diabetes maupun orang yang melakukan diet. Indonesia yang berada pada wilayah tropis mengakibatkan daerah-daerahnya memiliki curah hujan yang cukup beasar dan durasinya lama, maka pemanfaatan umbi porang sebagai keripik menjadi tidak efiisien karena pada musim penghujan keripik porang tidak dapat dikeringkan secara maksimal karena keripik porang memiliki kandungan air yang tinggi. Oleh karena itu pada penelitian ini dibuatlah mesin pengering untuk mengeringkan keripik porang. Alat pengering dibuat dengan ukuran 1 m3 dan pemanas (Heater) 700 Watt. Udara panas dari heater dialirkan menggunakan kipas dengan variasi kecepatan aliran sebesar 2 ms, 4 ms, dan 6 ms.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Semakin lama waktu pengeringan maka perpindahan panas atau temperatur yang dihasilkani akan semakin besar. Dengan waktu pengeringan sebesar 120 menit, pengeringan menggunakan aliran udara sebesar 4 m/s mengalami penurunan massa dan prosentase pengeringan yang paling besar dibandingkan dengan aliran udara panas 2 m/s dan 6 m/s yaitu sebesar 133 gram untuk penurunan masanya dan 44% untuk prosentase pengeringannya.
The Effect Analysis of Reservoir Height Variations at the Pico-Hydro System to Charger a Laptop Battery Syamsuri, Syamsuri; Maulana, Hasan Syafik; Kusuma, Wendy Candra
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 8, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.965 KB) | DOI: 10.24127/trb.v8i1.905

Abstract

Energy has become a very serious problem in many countries, one of which is electric energy. Water is the latest energy that deserves to be developed and also utilized to the fullest. In addition to the source of our life, water is also an energy that can be utilized for a variety of things including the development of technology, such as the energy source for hydroelectric power generation such as pico hydro. An example of piko-hydro is a Pelton turbine that utilizes the flow of water from a height.  Among other advantages, the power produced is large, simple construction, easy to maintain, the technology that is simple and easy to apply in isolated areas.  In generating the maximum electric energy, research is conducted experimental studies of the influence of Pelton turbine head height variation of the electrical energy that is generated to turn on the laptop.  The study was carried out in the ITATS H building using a variety of valve openings and head heights of 18º, 36º, 54º, 72º, 90º and 17, 12.5, and  9  meters on Pelton turbines.  Based on research and data analysis, the greatest electrical power is obtained, which is 3.96 Watts at variations of the valve opening 90º and with a reservoir height of 17 meters. The maximum efficiency system achieved at the water reservoir height of the 17 meters with 90 valve openings is 14.56%. The results of the electrical power produced by this Pelton turbine can be used to charge the laptop for 2.18 hours
Pengembangan Desain Lengan Support Jib Crane Dengan Menggunakan Analisa Metode Elemen Hingga Arifin, Ahmad Anas; Maulana, Hasan Syafik
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i1.4029

Abstract

Galengdowo adalah salah satu desa penghasil cengkeh di Jombang. Mayoritas penduduk Jib crane adalah salah satu jenis crane yang banyak digunakan di skala industri menengah dan besar sebagai alat pemindah bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari konfigurasi support arm terbaik untuk di pasang pada lengan crane. Penelitian dilakukan dengan mensimulasikan tiga jenis konfigurasi support lengan crane menggunakan software finite element analysis. Simulasi difokuskan pada displacement yang terjadi pada lengan crane ketika diberi beban. Berdasarkan hasil simulasi bahwa displacement yang terjadi adalah 56 mm, 21.09 mm, dan 18.48 mm berturut-turut untuk jenis support arm 1, 2, dan 3. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa jenis support arm yang paling baik diantara tiga jenis tersebut adalah support arm 3.Kata kunci: jib crane, FEA, support arm, displacement
Studi Eksperimental Pengaruh Panjang Penyangga Magnet pada Getaran Batang dengan Eddy Current Tuned Mass Damper Efendi, Rizal; Noerpamoengkas, Ardi; Maulana, Hasan Syafik
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2021.v2i1.1518

Abstract

Getaran dengan amplitudo berlebih bersifat destruktif dan perlu direduksi. Pada penelitian ini, batang kantilever utama dieksitasi sehingga bergetar. Salah satu teknik peredam getaran yang diaplikasikan adalah dengan menggunakan Eddy Current Tuned Mass Damper (ECTMD). Batang kantilever tambahan diberikan untuk menyangga magnet dengan variasi panjang 100 mm, 150 mm, 200 mm. Arus Eddy ditimbulkan dengan menambah pelat tembaga di batang kantilever utama. Respon peralihan maksimal dan amplitudo respon tunak diperoleh. Batang kantilever penyangga magnet ini semakin panjang menyebabkan respon peralihan maksimal semakin kecil dan amplitudo respon tunak semakin kecil. Akibatnya, penurunan respon dibandingkan tanpa ECTMD juga semakin naik dan transmissibilitas semakin turun.
Pengaruh Kecepatan Aliran Udara Panas Terhadap Kualitas Pengeringan Keripik Porang dengan Dimensi Ruang Pengering 1 m3 Menggunakan Heater 700 Watt Hasan Syafik Maulana; Adi Kurniawan
Jurnal IPTEK Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i2.539

Abstract

Umbi porang (Amorphophallus Muelleri) merupakan komoditi tumbuhan yang berguna dan bermanfaat bagi manusia. Umbi porang ini memiliki kandungan Glucomannan Konjac yang tinggi sehingga cocok digunakan bagi penderita diabetes maupun orang yang melakukan diet. Indonesia yang berada pada wilayah tropis mengakibatkan daerah-daerahnya memiliki curah hujan yang cukup beasar dan durasinya lama, maka pemanfaatan umbi porang sebagai keripik menjadi tidak efiisien karena pada musim penghujan keripik porang tidak dapat dikeringkan secara maksimal karena keripik porang memiliki kandungan air yang tinggi. Oleh karena itu pada penelitian ini dibuatlah mesin pengering untuk mengeringkan keripik porang. Alat pengering dibuat dengan ukuran 1 m3 dan pemanas (Heater) 700 Watt. Udara panas dari heater dialirkan menggunakan kipas dengan variasi kecepatan aliran sebesar 2 ms, 4 ms, dan 6 ms.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Semakin lama waktu pengeringan maka perpindahan panas atau temperatur yang dihasilkani akan semakin besar. Dengan waktu pengeringan sebesar 120 menit, pengeringan menggunakan aliran udara sebesar 4 m/s mengalami penurunan massa dan prosentase pengeringan yang paling besar dibandingkan dengan aliran udara panas 2 m/s dan 6 m/s yaitu sebesar 133 gram untuk penurunan masanya dan 44% untuk prosentase pengeringannya.
Studi Eksperimental Pengaruh Panjang Penyangga Magnet pada Getaran Batang dengan Eddy Current Tuned Mass Damper Rizal Efendi; Ardi Noerpamoengkas; Hasan Syafik Maulana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2021.v2i1.1518

Abstract

Getaran dengan amplitudo berlebih bersifat destruktif dan perlu direduksi. Pada penelitian ini, batang kantilever utama dieksitasi sehingga bergetar. Salah satu teknik peredam getaran yang diaplikasikan adalah dengan menggunakan Eddy Current Tuned Mass Damper (ECTMD). Batang kantilever tambahan diberikan untuk menyangga magnet dengan variasi panjang 100 mm, 150 mm, 200 mm. Arus Eddy ditimbulkan dengan menambah pelat tembaga di batang kantilever utama. Respon peralihan maksimal dan amplitudo respon tunak diperoleh. Batang kantilever penyangga magnet ini semakin panjang menyebabkan respon peralihan maksimal semakin kecil dan amplitudo respon tunak semakin kecil. Akibatnya, penurunan respon dibandingkan tanpa ECTMD juga semakin naik dan transmissibilitas semakin turun.
Perhitungan Biaya Manufaktur Alat Pembulat Adonan Kosmetik Dengan Sistem Putaran Eksentrik Skala Usaha Kecil Menengah Hery Irawan; Ahmad Anas Arifin; Desmas Arifianto Patriawan; Hasan Syafik Maulana; Bambang Setyono; Vincentius Deny Pradana
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.388 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi adalah kunci untuk peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi. Hal ini juga berlaku pada sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Banyak UKM yang telah menerapkan teknologi pada proses produksi yang dilaksanakan. Salah satunya adalah UKM obat dan kosmetik yang mengembangkan alat pembuat adonan kosmetik dengan sistem putaran eksentrik. Sistem kerja alat ini hampir sama dengan mesin nastar bulat profood dengan type mini encrusting ME-168 with DR-138 rounding machine. Dimana adonan yang keluar dari ekstruder akan terpotong sesuai dengan dimensi yang akan dikehendaki dan hasil potongan akan dihantarkan oleh belt conveyor ke sebuah plat yang bertumpu pada 4 buah poros eksentrik yang nantinya akan membulatkan adonan yang sudah terpotong. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung total biaya yang diperlukan untuk membuat satu alat pembuat adonan kosmetik. Perhitungan dilakukan pada komponen penyusutan biaya tetap, screw, hopper, nozzle, nozzle lock, rangka, plat landasan dan plat tertutup. Selanjutnya perhitungan dilandaskan pada waktu produksi dan biaya part yang dibutuhkan. Hasil yang didapatkan adalah total biaya produksi proses pemesinan = Rp. 5.620.241,114,- dan total jumlah biaya keseluruhan, pembelian material atau komponen, non pemesinan = Rp. 7.508.450,-. Sehingga harga pokok produksi untuk pembuatan mesin “Pembulat Adonan Kosmetik dengan Sistem Putaran Eksentrik” adalah Rp. 13.128.691,114 ,- /unit.
Perancangan dan Analisis Sistem Pneumatik pada Kendaraan Hybrid Penggerak Motor Listrik dan Udara Bertekanan BED-18 Bayu Petir Bambang Setyono; Firman Prastya Nugroho; Desmas Arifianto Patriawan; Hery Irawan; Ahmad Anas Arifin; Hasan Syafik Maulana
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.274 KB)

Abstract

Sistem pneumatik memiliki berperanan penting dalam pengembangan teknologi otomasi. Pada umumnya sistem otomasi pneumatik terdiri dari berbagai sumber daya, sinyal input, sinyal proses, sinyal kendali dan elemen output (aktuator). Pengembangan sistem pneumatik perlu untuk dilakukan, salah satunya merancang kendraan hybrid dengan penggerak pneumatik. Metodologi yang digunakan adalah membuat simulasi pneumatik dengan beban yang disesuaikan hasil rancang bangun kendaraan. Hasil yang didapatkan dari simulasi menjadi acuan untuk membuat sistem pneumatik pada kendaraan hybrid. Berdasarkan hasil perancangan sistem pneumatik pada kendaraan yang menggunakan sistem pneumatik menunjukkan bahwa kendaraan hibrid ini bisa menempuh 1,1 km menggunakan sistem pneumatik 2 tabung udara bertekanan 150 bar, kapasitas 2 tabung @ 13,4 liter, diperlukan dua silinder pneumatik double acting kapasitas udara yang dibutuhkan sebesar 0,592 liter/detik dengan 4 kali kerja.