cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 185 Documents
Perbandingan Efektivitas Berbagai Jenis Pasta Gigi Bahan Herbal dan Pasta Gigi Bahan Non Herbal Terhadap Pembentukan Plak Anggina, Dientyah Nur; Ramayanti, Indri
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1338

Abstract

Pasta gigi dan menyikat gigi dapat mengendalikan pembentukan plak. Tidak terdapatnya deposit pada rongga mulut seperti plak merupakan indikator tingkat kesehatan gigi dan mulut. Berbagai jenis bahan pasta gigi baik herbal maupun non herbal banyak diperjualbelikan, namun masih terdapat perbedaan mengenai efektivitas pasta gigi tersebut dalam menghambat pembentukan plak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas berbagai jenis pasta gigi bahan herbal dan non herbal terhadap pembentukan plak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan posttest only design group. Responden berjumlah 64 orang yang terbagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu pasta gigi bahan herbal daun teh dan daun sirih, pasta gigi bahan herbal jeruk nipis dan daun sirih, pasta gigi herbal daun sirih, dan pasta gigi non herbal fluoride. Pengukuran indeks plak dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 minggu. Hasil penelitian menggunakan uji Repeated Meassure Annova menunjukkan bahwa pasta gigi herbal dan non herbal sama-sama memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan plak (p<0.05). Namun setelah 2 minggu dilakukan pengukuran, terdapat perbedaan yang bermakna antara pasta gigi herbal dan non herbal (p<0,05). Penurunan indeks plak lebih besar pada pengguna pasta gigi herbal setelah 2 minggu penggunaan. Simpulan, pasta gigi bahan herbal lebih efektif dalam menghambat pembentukan plak daripada pasta gigi non herbal.
Survey Penyebab Kematian Berdasarkan Prosedur Advance Trauma Life Support (ATLS) pada Pasien Multiple Trauma di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Periode Januari – Juli 2014 Ramadiputra, Gamal; Ismiarto, Yoyos Dias; Herman, Herry
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1339

Abstract

Trauma adalah penyebab kematian utama pada usia di bawah 44 tahun di Amerika Serikat (AS). Di Indonesia, trauma menjadi penyebab kematian utama pada kelompok umur 15 – 24 tahun, dan nomor 2 pada kelompok usia 25 – 34 tahun. Penyebab umumnya ialah kecelakaan lalulintas, diikuti jatuh dari ketinggian, luka bakar dan karena kesengajaan (usaha pembunuhan atau kekerasan lain dan bunuh diri). Salah satu perintis pelayanan kedaruratan medik termasuk kasus trauma adalah Dr. Adams R. Cowley, dari beliau muncul konsep “The golden hour”. Pelatihan Advanced Trauma Life Support(ATLS) dimulai pada tahun 1980 di Alabama, AS, dan atas prakarsa Dr. Aryono D. Pusponegoro, Ketua Komisi Trauma IKABI pusat, mulai 1995 kursus ATLS terselenggara di Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dalam kurun waktu Januari sampai Juli 2014 dengan jumlah pasien meninggal di instalasi gawat darurat bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sebanyak 58 pasien. Melalui penelitian ini akan ditelusuri penyebab kematian dilihat dari segi pertolongan pertama ketika pasien datang ke instalasi gawat darurat, dengan mengacu kepada prosedur Advanced Trauma Life Support (ATLS) yang biasa diterapkan. Hasilnya, pasien meninggal di instalasi gawat darurat bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dari Januari sampai Juli 2014 sebanyak 58 pasien, sebanyak 6 pasien (10,34%) meninggal pada satu jam pertama, 12 pasien (20,68%) meninggal pada satu sampai enam jam pertama. Dinilai dari segi prosedur Advanced Trauma Life Support (ATLS), mayoritas mengalami kegagalan pada tahap disability (D), yaitu sebanyak 41 pasien meninggal (70,06%), pada tahap circulation (C) sebanyak 10 pasien (17,24%), pada tahap breathing (B) sebanyak 6 pasien (10,34%) dan tahap airway (A) sebanyak 1 pasien (1,72%).
Rasionalitas Penggunaan Kortikosteroid pada Terapi Asma Bronkial di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Fitriani, Nyayu; Permana, Adhi; Diningrum, Aryani
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1340

Abstract

Asma merupakan penyakit yang tidak khas, biasanya merupakan peradangan saluran napas kronis yang ditandai oleh riwayat gejala gangguan pernapasan seperti mengi, sesak napas, dan batuk yang bervariasi intensitasnya dari waktu ke waktu, bersamaan dengan keterbatasan aliran udara saat ekspirasi. Kortikosteroid sebagai pengontrol adalah medikasi asma jangka panjang untuk mengontrol asma. Tujuan penelitian, mengidentifikasi rasionalitas kortikosteroid pada terapi asma di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Desain penelitian deskriptif dengansampel penelitian seluruh pasien asma yang berobat di Bagian Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode Oktober - November 2016 dengan jumlah 39 pasien. Hasil penelitian didapatkan 3 jenis kortikosteroid yangdigunakan, yaitu budesonide 74,4%; flutikason 23%; dan methylprednisolone 2,6%. Penggunaan kortikosteroid yang tepat dosis pada pasien terkontrol baik 17,9%; dan tidak terkontrol 66,7%. Tepat cara pemberian pada pasien terkontrol baik 20,5%; dan tidak terkontrol 76,9%. Tepat waktu pemberian pada pasien terkontrol baik 20,5%; dan tidak terkontrol 79,5%. Simpulan, sebanyak 82% penggunaan kortikosteroid pada terapi asma di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang periode Oktober-November 2016 masih rasional.
Laporan Kasus: Kutil Kelamin pada Uretra dan Meatus Uretra yang Diterapi dengan Krim 5-Fluorourasil 5% Nugrahaini, Pramita Kusuma Catur; Cahyawari, Dartri; Iriani, July; Achdiat, Pati Aji; Rowawi, Rosmia
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1341

Abstract

Angka kejadian kutil kelamin (KK) di seluruh dunia terus meningkat. Sampai saat ini belum terdapat terapi yang lebih unggul dibanding dengan terapi lainnya. Krim 5-fluorourasil (5-FU) 5% merupakan salah satu terapi untuk KK pada meatus uretra dan uretra. Krim 5-FU 5% adalah antimetabolit pirimidin fluorinated yang memiliki fungsi sebagai agen antineoplastik dengan menghambat sintesis DNA. Seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun dengan KK tipe kondiloma akuminta (KA) di meatus uretra dan uretra. Pada meatus uretra dan uretra tampak lesi papula ukuran 0,3x0,5x0,2 cm, sewarna kulit dan mukosa dengan permukaan yang tidak rata, pemeriksaan acetowhite positif, dan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) positif untuk HPV tipe 6. Pasien diterapi dengan krim 5-FU 5% yang diaplikasikan 3 hari berturut-turut setiap minggu per siklus. Setelah mengaplikasikan krim 5-FU 5% selama 3 siklus, didapatkan lesi pada meatus uretra dan uretra menghilang pada pengamatan hari ke-29 serta tidak timbul lesi baru hingga hari ke-180. Hasil, krim 5-FU 5% untuk KK pada meatus uretra dan uretra memiliki efektivitas yang bervariasi, berkisar 25-95%, dan rekurensi sebesar 50%. Penggunaan krim 5-FU 5% efektif untuk lesi KK berukuran kecil pada meatus uretra dan uretra, dapat diaplikasikan sendiri oleh pasien, mudah digunakan, dan murah. Simpulan, krim 5-FU 5% merupakan terapi yang efektif untuk KK di meatus uretra dan uretra.
Hubungan Nilai Ujian MCQ Tengah Blok dengan Nilai Ujian MCQ Akhir Blok I - XXIII pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Angkatan 2014 Hartanti, Miranti Dwi; Layal, Kamalia
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1342

Abstract

Pendidikan kedokteran mempunyai peran yang sangat strategis dalam mencetak tenaga dokter berkualitas. Dokter yang berkualitas akan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas pada masyarakat, dan tentunya dokter tersebut merupakan hasil didikan dari lembaga pendidikan kedokteran yang berkualitas pula. Salah satu bentuk penilaian untuk melakukan evaluasi terhadap pembelajaran pada mahasiswa yang diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (FK UM Palembang) yaitu dengan evaluasi formatif dan sumatif berupa ujian tulis dalam bentuk Multiple Choice Question (MCQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai ujian MCQ tengah blok dengan nilai ujian MCQ akhir blok I – XIII pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang angkatan 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa nilai ujian MCQ tengah blok dan nilai ujian MCQ akhir blok I – XIII. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara nilai ujian MCQ tengah blok dengan nilai ujian MCQ akhir blok (p = 0,001) dan menunjukkan adanya hubungan korelasi (r = 0,428) berpola positif yang artinya semakin besar nilai ujian MCQ tengah blok, maka semakin besar pula nilai ujian MCQ akhir blok.
Purifikasi DNA Manusia dengan Teknik Kitchen Preparation Menggunakan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc) Purwoko, Mitayani
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1343

Abstract

Penelitian biologi molekuler di bidang kedokteran selalu melibatkan DNA atau RNA. Pemeriksaan DNA mengharuskan dilakukannya proses ekstraksi atau purifikasi DNA. Saat ini proses purifikasi yang tersedia adalah metode salting out; yang cukup rumit dan menggunakan banyak sekali reagen kimia, serta ekstraksi menggunakan kit dari pabrikan yang lebih simpel namun mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara purifikasi DNA yang mudah dan murah sehingga dapat memudahkan penelitian dan pendidikan di bidang biologi molekuler. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni. DNA manusia diperoleh dengan cara berkumur-kumur selama 1 menit dan air kumur tersebut ditampung di dalam wadah. DNA dipurifikasi menggunakan teknik kitchen preparation menggunakan deterjen 1%, enzim protease dari ekstrak jahe (Zingiber officinale Rosc), dan etanol. Hasil eksperimen menunjukkan adanya lapisan putih keruh pada bagian atas tabung reaksi dengan volume ekstrak jahe 2,3 ml, 4,6 ml, dan 6,9 ml. Hal ini menunjukkan bahwa ada proses penguraian DNA dari dalam inti sel dan presipitasi DNA ke arah lapisan etanol sehingga terbentuk benang-benang DNA berwarna putih keruh. Proses purifikasi DNA manusia dengan teknik kitchen preparation menggunakan sumber protease dari tanaman khas Indonesia dapat menghasilkan DNA yang dapat dinilai secara visual dalam tabung reaksi.
Andrographis paniculata Nees dan Holothuria Sp., Sumber Daya Alam Indonesia dengan Potensi Anti Malaria Azani, Aisyah
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1344

Abstract

Malaria adalah penyakit reemerging, yakni penyakit yang menular kembali secara massal yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles (mosquito borne diseases). Penyakit infeksi ini banyak dijumpai di daerah tropis. Di Indonesia, prevalensi malaria tahun 2013 adalah 6,0 persen. Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki berjuta flora dan fauna yang kaya manfaat sehingga penduduk Indonesia cenderung memilih obat tradisional. Dukungan WHO terhadap konsep back to nature dibuktikan dengan adanya rekomendasi untuk menggunakan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan salah satu flora dengan potensi antimalaria. Pengolahan sambiloto dapat dilakukan dengan membuat rebusan langsung dari daun sambiloto yaitu daun kering dengan dosis anjuran sebesar 5 gr, yang direbus bersama air dua gelas sampai sisa satu gelas untuk satu hari (diminum 3 x 1/3 gelas). Jika menggunakan daun segar, dosisnya adalah 30 lembar daun dengan cara yang sama seperti merebus daun kering. Tak hanya flora, fauna Indonesia yaitu Teripang (Holothuria Sp.) memiliki potensi sebagai antiprotozoa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji fitokimia yang mengandung alkaloid. Pengolahan Teripang dilakukan dalam berbagai tahap yaitu pengeluaran isi perut teripang dan pencucian, perebusan, pengeringan lalu perebusan kembali.
Tinjauan Pustaka: Manifestasi Klinis dan Gambaran Dermoskopi pada Karsinoma Sel Basal Fakhrosa, Irma; Sutedja, Eva Krishna; Agusni, Jono Hadi; Feriza, Vina; Saraswati, Nia Ayu
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1346

Abstract

Karsinoma sel basal (KSB) adalah suatu tumor ganas yang berasal dari sel basal  epidermis, ditandai dengan pertumbuhan tumor yang lambat, tetapi dapat menyebabkan destruksi jaringan sekitarnya. Berdasarkan manifestasi klinis, KSB dibagi menjadi subtipe nodular, pigmentasi, superfisial, morfeaformis, dan fibroepitelioma of pinkus. Suatu lesi dapat dicurigai keganasan jika lesi tersebut mudah rapuh, mudah berdarah, sulit sembuh, dan sering berulang. Dalam membantu menegakkan diagnosis KSB selain dari manifestasi klinis, diperlukan pemeriksaan penunjang seperti dermoskopi. Dermoskopi merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang tidak invasif, mudah dilakukan, murah dan cepat dalam membantu menegakkan diagnosis KSB dengan sensitivitas mencapai 95-97% dan spesifitas mencapai 87-96%. Berdasarkan gambaran dermoskopi, diagnosis KSB harus memenuhi dua syarat yaitu tidak ditemukan gambaran pigment network dan terdapat minimal satu karakteristik gambaran dermoskopi KSB.  Karakteristik gambaran dermoskopi yang dapat ditemukan pada KSB berupa arborizing vessel, superfisial fine telangiectasis, ulserasi, multiple small erosions, blue-gray ovoid nest, multiple blue-gray dots/globules, maple leaf-like areas, dan spoke-wheel areas. Berdasarkan hal tersebut, dermoskopi dapat dijadikan suatu pemerikaan rutin pada setiap lesi yang dicurigai keganasan. 
Efek Samping Kortikosteroid Topikal Jangka Lama pada Wajah Febrina, Dia; Hindritiani, Reti; Ruchiatan, Kartika
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1347

Abstract

Efek samping penggunaan kortikosteroid topikal (KT) jangka panjang antara lain berupa hipertrikosis, telangiektasis, dan dispigmentasi. KT sering digunakan sebagai kombinasi dengan tretinoin dan hidrokuinon untuk terapi melasma, tetapi penggunaannya juga banyak disalahgunakan untuk memutihkan kulit wajah. Tujuan kasus ini untuk melaporkan efek samping penggunaan KT jangka panjang. Dilaporkan dua kasus dengan berbagai efek samping akibat penggunaan KT jangka panjang pada wajah. Pasien yang pertama diduga sudah menggunakan KT selama empat tahun untuk terapi melasma, sedangkan pasien kedua diduga sudah menggunakan KT selama sepuluh tahun untuk mencerahkan kulit wajah. Pemeriksaan fisik kedua pasien didapatkan hipertrikosis, telangiektasis, dan makula eritema pada wajah. Pada pasien pertama terdapat pula makula hipopigmentasi di kedua pipi. Penatalaksanaan kedua pasien ini yaitu menghentikan penggunaan KT, dan diberikan emolien, tabir surya, serta retinoid topikal. Pada pengamatan hari ke-37 didapatkan perbaikan klinis berupa berkurangnya eritema. Penggunaan KT jangka panjang dapat menimbulkan efek samping hipertrikosis, telangiektasis, dan dispigmentasi seperti pada kedua pasien ini. Penggunaan KT harus memperhatikan indikasi dan durasi penggunaan agar efek samping dapat dicegah.
Kombinasi Pola Sidik Jari Ulnar Loop dan Whorl pada Orang Kembar di Palembang Mundijo, Trisnawati; Chairani, Liza
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1348

Abstract

Pola sidik jari merupakan suatu fenotip yang terdapat pada setiap manusia dengan kekhasan dan keunikan untuk setiap individu. Pola sidik jari terdiri dari tiga pola dasar yaitu Loop, Whorl dan Arch. Gambaran pola sidik jari pada orang kembar belum banyak dilaporkan bagaimana kekhasannya, sehingga penelitian ini dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, yang dilakukan dari bulan November 2017 sampai bulan Januari 2018 di laboratorium mikroskopis, FK UM Palembang. Populasi penelitian adalah seluruh orang kembar di kota Palembang dengan menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian berupa data primer dari kesepuluh jari tangan sampel dengan cara mengoleskan lipstik pada masing-masing jari tangan kemudian satu persatu ditempelkan di kertas observasi sehingga terbentuk cap pola sidik jari dan di analisis dengan alat bantu kaca pembesar (lup). Hasil penelitian didapatkan dari 16 pasang kembar dengan 320 pola pada jari tangan, pola sidik jari yang terbanyak yaitu pola whorl 173 jari tangan (54,06%), dengan kombinasi persamaan pola terbanyak yaitu ulnar loop+whorl sebanyak 14 pasangan kembar (87,5%).

Page 1 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue