cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : -     EISSN : 25797913     DOI : https://doi.org/10.33006/ji-kes.v6i1.307
Core Subject : Health,
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan): jurnal hasil penelitian di bidang kesehatan JI-KES diterbitkan oleh LPPM Stikes Hafshawaty Zainul Hasan yang terbit sejak bulan Agustus 2017. JI-KES terbit secara berkala dua kali setahun. JI-KES berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang kesehatan seperti: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, gizi, farmasi, dan lain-lain. Pengelola menyambut baik kontribusi dalam bentuk artikel dari para dosen peneliti, dan pakar di bidang kesehatan untuk dipublikasikan di jurnal ini. Naskah yang dikirim harus asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 111 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS NELAYAN KOTA CIREBON Muharry, Andy; Kumalasari, Isti; Dewi, Eka Rosmayanti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.386 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.41

Abstract

AbstrakBalita merupakan kelompok usia yang memerlukan asupan gizi yang cukup baik karena pada masa ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kekurangan gizi pada masa ini akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan. Beberapa faktor yang terkait dengan status gizi balita yaitu kondisi sosial ekonomi, pendidikan ibu, jumlah anak dan pengetahuan ibu. Adapun prevalensi gizi kurang di wilayah kerja Puseksmas Nelayan lebih tinggi dari rata-rata prevalensi gizi kurang di Kota Cirebon yaitu sebesar 10,9%. Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor yang mempengaruhi status gizi balita usia 12-24 tahun. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah balita usia 12-24 bulan. Sampel berjumlah 93 orang diambil dengan teknik  proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil analisis dengan chi square didapatkan variabel yang hubungan dengan status gizi balita yaitu pengetahuan ibu (p=0,003; OR=3,68) pendapatan keluarga (p=0,003; OR=3,702). Faktor yang paling berpengaruh terhadap status gizi balita yaitu keaktifan posyandu. Pengetahuan ibu yang kurang tentang gizi balita, pendapatan keluarga yang rendah dan keaktifan posyandu yang tidak aktif merupakan faktor yang mempengaruhi status gizi balita usia 12-24 bulan. Ibu agar tetap aktif mebawa balita ke posyandu dan meningkatkan pengetahuan tentang gizi balita. Kata kunci: pengetahuan, pendapatan keluarga,  keaktifan posyandu, status gizi, balita AbstractToddlers are the age group that needs a good enough nutritional intake because there is a process of growth and development very rapidly. Malnutrition will lead to failure of physical growth and development of intelligence. Several factors related to the nutritional status of toddlers are socio-economic conditions, maternal education, number of children and mothers knowledge. The prevalence of less nutrition in the working area of Nelayan Public Health Centers is higher than the average prevalence of malnutrition in Cirebon City. The purpose of this research to analyze  factors that influence the nutritional status of toddlers. This research uses analytic design with cross sectional approach. The population is children aged 12-24 months. A sample of 93 people was taken with proportional random sampling technique. The research instrument is a questionnaire. Data were analized by univariable, bivariable and multivariable. The result showed that the correlation between nutrition status of toddler was maternal knowledge (p = 0,003; OR = 3,68), family income (p = 0,003; OR = 3,702). The most influential factor on the nutritional status of toddlers is the activeness of posyandu.  Mother to remain active to bring toddlers to posyandu and improve knowledge about child nutrition. Keywords: knowledge, family income, activeness of posyandu, nutritional status, toddler 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS NELAYAN KOTA CIREBON Andy Muharry; Isti Kumalasari; Eka Rosmayanti Dewi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.386 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.41

Abstract

AbstrakBalita merupakan kelompok usia yang memerlukan asupan gizi yang cukup baik karena pada masa ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kekurangan gizi pada masa ini akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan. Beberapa faktor yang terkait dengan status gizi balita yaitu kondisi sosial ekonomi, pendidikan ibu, jumlah anak dan pengetahuan ibu. Adapun prevalensi gizi kurang di wilayah kerja Puseksmas Nelayan lebih tinggi dari rata-rata prevalensi gizi kurang di Kota Cirebon yaitu sebesar 10,9%. Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor yang mempengaruhi status gizi balita usia 12-24 tahun. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah balita usia 12-24 bulan. Sampel berjumlah 93 orang diambil dengan teknik  proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil analisis dengan chi square didapatkan variabel yang hubungan dengan status gizi balita yaitu pengetahuan ibu (p=0,003; OR=3,68) pendapatan keluarga (p=0,003; OR=3,702). Faktor yang paling berpengaruh terhadap status gizi balita yaitu keaktifan posyandu. Pengetahuan ibu yang kurang tentang gizi balita, pendapatan keluarga yang rendah dan keaktifan posyandu yang tidak aktif merupakan faktor yang mempengaruhi status gizi balita usia 12-24 bulan. Ibu agar tetap aktif mebawa balita ke posyandu dan meningkatkan pengetahuan tentang gizi balita. Kata kunci: pengetahuan, pendapatan keluarga,  keaktifan posyandu, status gizi, balita AbstractToddlers are the age group that needs a good enough nutritional intake because there is a process of growth and development very rapidly. Malnutrition will lead to failure of physical growth and development of intelligence. Several factors related to the nutritional status of toddlers are socio-economic conditions, maternal education, number of children and mother's knowledge. The prevalence of less nutrition in the working area of Nelayan Public Health Centers is higher than the average prevalence of malnutrition in Cirebon City. The purpose of this research to analyze  factors that influence the nutritional status of toddlers. This research uses analytic design with cross sectional approach. The population is children aged 12-24 months. A sample of 93 people was taken with proportional random sampling technique. The research instrument is a questionnaire. Data were analized by univariable, bivariable and multivariable. The result showed that the correlation between nutrition status of toddler was maternal knowledge (p = 0,003; OR = 3,68), family income (p = 0,003; OR = 3,702). The most influential factor on the nutritional status of toddlers is the activeness of posyandu.  Mother to remain active to bring toddlers to posyandu and improve knowledge about child nutrition. Keywords: knowledge, family income, activeness of posyandu, nutritional status, toddler 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENALI BESAR KOTA JAMBI TAHUN 2017 Anggraini, Putri Dewi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.425 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.42

Abstract

AbstrakKesadaran masyarakat memberikan ASI kepada bayinya menunjukkan grafik yang meningkat. Sepanjang tahun 2004-2008 cakupan pemberian ASI eksklusif meningkat dari 59.9% menjadi 62.2%. Namun setelah itu grafik tidak mengalami peningkatan bahkan cenderung mengalami penurunan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 197 orang. Sampel diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2017.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu, peran keluarga dan persepsi ibu dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi tahun 2017.  Kata kunci  : pengetahuan, persepsi, peran keluarga, ASI eksklusif  AbstractAwareness of the community giving breast milk to the baby shows an increasing graph. Throughout 2004-2008, exclusive breastfeeding coverage increased from 59.9% to 62.2%. But after that the graph did not increase even tended to decrease. This research is an analytic research using cross sectional approach. This research was conducted at Working Area of Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. The study was conducted in June of 2017. The population in this study amounted to 197 people. Samples were taken by purposive sampling. The data were collected using questionnaires by filling out questionnaires. The analysis used in this research is univariate and bivariate analysis. The purpose of this study to determine the factors associated with exclusive breastfeeding behavior in infants aged 0-6 months in the work area Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Year 2017. The results showed that there was a correlation between mothers knowledge of family role and mothers perception with exclusive breastfeeding behavior in infants aged 0-6 months in the Working Area of Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi in 2017. Keywords    : knowledge, perception, family role, exclusive breast milk
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENALI BESAR KOTA JAMBI TAHUN 2017 Putri Dewi Anggraini
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.425 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.42

Abstract

AbstrakKesadaran masyarakat memberikan ASI kepada bayinya menunjukkan grafik yang meningkat. Sepanjang tahun 2004-2008 cakupan pemberian ASI eksklusif meningkat dari 59.9% menjadi 62.2%. Namun setelah itu grafik tidak mengalami peningkatan bahkan cenderung mengalami penurunan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 197 orang. Sampel diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2017.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu, peran keluarga dan persepsi ibu dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi tahun 2017.  Kata kunci  : pengetahuan, persepsi, peran keluarga, ASI eksklusif  AbstractAwareness of the community giving breast milk to the baby shows an increasing graph. Throughout 2004-2008, exclusive breastfeeding coverage increased from 59.9% to 62.2%. But after that the graph did not increase even tended to decrease. This research is an analytic research using cross sectional approach. This research was conducted at Working Area of Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. The study was conducted in June of 2017. The population in this study amounted to 197 people. Samples were taken by purposive sampling. The data were collected using questionnaires by filling out questionnaires. The analysis used in this research is univariate and bivariate analysis. The purpose of this study to determine the factors associated with exclusive breastfeeding behavior in infants aged 0-6 months in the work area Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Year 2017. The results showed that there was a correlation between mother's knowledge of family role and mother's perception with exclusive breastfeeding behavior in infants aged 0-6 months in the Working Area of Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi in 2017. Keywords    : knowledge, perception, family role, exclusive breast milk
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA WANITA HIV POSITIF (Studi dilakukan di Poli VCT RSUD Waluyojati Kraksaan Probolinggo) Ilmiah, Widia Shofa; Azizah, Fifin Maulidatul; Amelia, Nina Sukma
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.371 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.44

Abstract

AbstrakEpidemi HIV secara global telah memasuki kondisi kritis.Kasus HIV per Propinsi di Indonesia tertinggi kedua terdapat di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah kasus mulai tahun 1987 – Maret 2016 di Jawa Timur sebesar 26.052 orang. Jumlah pasien Wanita HIV sampai maret 2016 sebesar 74.512. Data Poli VCT sampai 30 November 2015 sebanyak 657 pasien menerima ARV. 49 orang telah meninggal dunia, 10 orang dirujuk dan 20 orang drop out. Kontrol rutin sesuai jadwal dan teratur minum ARV sebanyak 273 orang dan tidak teratur minum ARV sebanyak 297 orang.Tujuan Penelitian menganalisis hubungan konsep diri dan tingkat religiusitas dengan kepatuhan (adherence) minum obat ARV pada wanita HIV positif di Poli VCT RSUD Waluyojati Kraksaan Probolinggo. Desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh wanita HIV positif yang berkunjung dan mendapatkan treatment obat ARV di Poli VCT RSUD Waluyojati sebesar 81 orang. Sampel penelitian 68 orang. Teknik consecutive sampling dan uji statistik regresi linear. Hasil penelitian Nilai R = 0,337 dan nilai R square = 0,114 dan nilai adjustes R square 0,087. Kesimpulan ada hubungan  konsep diri dan tingkat religiusitas dengan kepatuhan minum obat ARV pada wanita HIV Positif di Poli VCT RSUD Waluyojati Kraksaan Probolinggo dengan kekuatan hubungan rendah. Kata kunci  : konsep diri, religiusitas, kepatuhan, ARV, HIV  AbstractHIV Epidemic in globally had entered in critical condition. HIV cases on each provice in Indonesia are in the second highest in East Java Province in 1987-March 2016 with a number of 26.052 people. A number of HIV women patient till march 2016 are 74.512. Data on clinic VCT till November, 30rd 2015 are 657 patient that receive ARV. 49 people have died, 10 people have refered to and 20 people have drop out. Routine control appropriate by schedule and take ARV regularly are 273 people and not regularly are 297 people. The objective is to analysis association of self concept and religiousity with adherence to take ARV on HIV positif women. Analityc design with crossectional study. The population are all HIV women that visit and get ARV treatment in Clinic VCT. The sample are 68 people. Sampling consecutive and linear regression statistic test. The result R value = 0,337 and R square = 0,114 and adjustes R square 0,087. The conclusion is that self concept relates to religiousity with adherence to take ARV on HIV positif women in Clinic VCT with low level of relation  Keywords    : self concept, religiousity, adherence, ARV, HIV
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA WANITA HIV POSITIF (Studi dilakukan di Poli VCT RSUD Waluyojati Kraksaan Probolinggo) Widia Shofa Ilmiah; Fifin Maulidatul Azizah; Nina Sukma Amelia
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.371 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.44

Abstract

AbstrakEpidemi HIV secara global telah memasuki kondisi kritis.Kasus HIV per Propinsi di Indonesia tertinggi kedua terdapat di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah kasus mulai tahun 1987 – Maret 2016 di Jawa Timur sebesar 26.052 orang. Jumlah pasien Wanita HIV sampai maret 2016 sebesar 74.512. Data Poli VCT sampai 30 November 2015 sebanyak 657 pasien menerima ARV. 49 orang telah meninggal dunia, 10 orang dirujuk dan 20 orang drop out. Kontrol rutin sesuai jadwal dan teratur minum ARV sebanyak 273 orang dan tidak teratur minum ARV sebanyak 297 orang.Tujuan Penelitian menganalisis hubungan konsep diri dan tingkat religiusitas dengan kepatuhan (adherence) minum obat ARV pada wanita HIV positif di Poli VCT RSUD Waluyojati Kraksaan Probolinggo. Desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh wanita HIV positif yang berkunjung dan mendapatkan treatment obat ARV di Poli VCT RSUD Waluyojati sebesar 81 orang. Sampel penelitian 68 orang. Teknik consecutive sampling dan uji statistik regresi linear. Hasil penelitian Nilai R = 0,337 dan nilai R square = 0,114 dan nilai adjustes R square 0,087. Kesimpulan ada hubungan  konsep diri dan tingkat religiusitas dengan kepatuhan minum obat ARV pada wanita HIV Positif di Poli VCT RSUD Waluyojati Kraksaan Probolinggo dengan kekuatan hubungan rendah. Kata kunci  : konsep diri, religiusitas, kepatuhan, ARV, HIV  AbstractHIV Epidemic in globally had entered in critical condition. HIV cases on each provice in Indonesia are in the second highest in East Java Province in 1987-March 2016 with a number of 26.052 people. A number of HIV women patient till march 2016 are 74.512. Data on clinic VCT till November, 30rd 2015 are 657 patient that receive ARV. 49 people have died, 10 people have refered to and 20 people have drop out. Routine control appropriate by schedule and take ARV regularly are 273 people and not regularly are 297 people. The objective is to analysis association of self concept and religiousity with adherence to take ARV on HIV positif women. Analityc design with crossectional study. The population are all HIV women that visit and get ARV treatment in Clinic VCT. The sample are 68 people. Sampling consecutive and linear regression statistic test. The result R value = 0,337 and R square = 0,114 and adjustes R square 0,087. The conclusion is that self concept relates to religiousity with adherence to take ARV on HIV positif women in Clinic VCT with low level of relation  Keywords    : self concept, religiousity, adherence, ARV, HIV
EFEK SELF EFFICACY TRAINING TERHADAP SELF EFFICACY DAN KEPATUHAN DIET DIABETESI Yaqin, Ainul; Niken, Safitri; Dharmana, Edi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.583 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.45

Abstract

AbstrakPasien diabetes melllitus (DM) seringkali tidak patuh terhadap pola diet yang dianjurkan. Banyak pasien DM yang mengalami berat badan berlebih atau kurus. Ketidakpatuhan diet menyebabkan rendahnya kontrol glikemik, dan meningkatkan komplikasi, disability and mortality. Kepatuhan dipengaruhi oleh keyakinan diri/self efficacy (SE), di sisi lain program peningkatan SE terkait dietDM belum banyak diteliti. Self efficacy training (SET)mampu meningkatkan SEsehingga kepatuhan diet meningkat. Tujuan penelitian untuk menganalisis efek SET terhadap SE dan kepatuhan diet diabetesi. Metode menggunakan quasy experiment dengan rancangan post test nonequivalent control group. Sampel kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 48 dan 51 orang. Intervensi dilakukan sebanyak 6 sesi selama 12 hari. Hasil menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan dengan usia 58-67 tahun. SE diukur dengan kuisioner DIET-SE dan kepatuhan dengan PDAQ Selisih nilai mean SE kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan adalah 4,27 dengan p=0,000 dan selisih mean kepatuhan diet kelompok intervensi dan kontrol adalah 5,94 dengan p=0,000. Hasil uji multivariat dengan MANOVA didapatkan ada efek SETpada kedua variabel dependen yang sangat bermakna (p=0,000), namun jika dilihat dari hasil selisih mean dengan kelompok kontrol, variabel kepatuhan memiliki peningkatan nilai mean yang lebih besar dibandingkan variabel SE. Kesimpulan penelitian SET dapat meningkatkan kepatuhan diet pasien DM melalui peningkatan SE. Kata kunci: sef efficacy training; self efficacy; kepatuhan  AbstractDiabetic Mellitus (DM) patients are often not adherent to the recommended dietary patterns. Many DM patients are overweight or underweight. Dietary adherence leads to lower glycemic control, and increases complications, disability and mortality. Adherence is influenced by self-efficacy (SE), on the other hand SE improvement programs related to DM diet has not been much studied. Self efficacy training (SET) is able to improve SE so that diet compliance increases. The objective of the study was to analyze the effects of SET on SE and adherence to the diabetic diet. The method used quasy experiment with post tes nonequivalent control group design. The sample of the intervention and control groups were each 48 1 person. Intervention conducted as much as 6 sessions for 12 days. Results showed the majority of respondents were women aged 58-67 years. SE is measured by a DIET-SE questionnaire and compliance with PDAQ. The mean difference of SE values of the intervention and control groups after treatment was 4.27 with p = 0,000 and the mean difference of dietary intervention group and intervention was 5.94 p = 0,000. The result of multivariate test with MANOVA showed that there was a SET effect on both highly significant dependent variables (p = 0.000_, but if seen from the result of mean difference with the control group, the compliance variable had higher mean value than the SE variable. Improving DM patients compliance through SE enhancement. Keywords: self efficacy training; self efficacy; obedience
EFEK SELF EFFICACY TRAINING TERHADAP SELF EFFICACY DAN KEPATUHAN DIET DIABETESI Ainul Yaqin; Safitri Niken; Edi Dharmana
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.583 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.45

Abstract

AbstrakPasien diabetes melllitus (DM) seringkali tidak patuh terhadap pola diet yang dianjurkan. Banyak pasien DM yang mengalami berat badan berlebih atau kurus. Ketidakpatuhan diet menyebabkan rendahnya kontrol glikemik, dan meningkatkan komplikasi, disability and mortality. Kepatuhan dipengaruhi oleh keyakinan diri/self efficacy (SE), di sisi lain program peningkatan SE terkait dietDM belum banyak diteliti. Self efficacy training (SET)mampu meningkatkan SEsehingga kepatuhan diet meningkat. Tujuan penelitian untuk menganalisis efek SET terhadap SE dan kepatuhan diet diabetesi. Metode menggunakan quasy experiment dengan rancangan post test nonequivalent control group. Sampel kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 48 dan 51 orang. Intervensi dilakukan sebanyak 6 sesi selama 12 hari. Hasil menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan dengan usia 58-67 tahun. SE diukur dengan kuisioner DIET-SE dan kepatuhan dengan PDAQ Selisih nilai mean SE kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan adalah 4,27 dengan p=0,000 dan selisih mean kepatuhan diet kelompok intervensi dan kontrol adalah 5,94 dengan p=0,000. Hasil uji multivariat dengan MANOVA didapatkan ada efek SETpada kedua variabel dependen yang sangat bermakna (p=0,000), namun jika dilihat dari hasil selisih mean dengan kelompok kontrol, variabel kepatuhan memiliki peningkatan nilai mean yang lebih besar dibandingkan variabel SE. Kesimpulan penelitian SET dapat meningkatkan kepatuhan diet pasien DM melalui peningkatan SE. Kata kunci: sef efficacy training; self efficacy; kepatuhan  AbstractDiabetic Mellitus (DM) patients are often not adherent to the recommended dietary patterns. Many DM patients are overweight or underweight. Dietary adherence leads to lower glycemic control, and increases complications, disability and mortality. Adherence is influenced by self-efficacy (SE), on the other hand SE improvement programs related to DM diet has not been much studied. Self efficacy training (SET) is able to improve SE so that diet compliance increases. The objective of the study was to analyze the effects of SET on SE and adherence to the diabetic diet. The method used quasy experiment with post tes nonequivalent control group design. The sample of the intervention and control groups were each 48 1 person. Intervention conducted as much as 6 sessions for 12 days. Results showed the majority of respondents were women aged 58-67 years. SE is measured by a DIET-SE questionnaire and compliance with PDAQ. The mean difference of SE values of the intervention and control groups after treatment was 4.27 with p = 0,000 and the mean difference of dietary intervention group and intervention was 5.94 p = 0,000. The result of multivariate test with MANOVA showed that there was a SET effect on both highly significant dependent variables (p = 0.000_, but if seen from the result of mean difference with the control group, the compliance variable had higher mean value than the SE variable. Improving DM patient's compliance through SE enhancement. Keywords: self efficacy training; self efficacy; obedience
EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI DI RSIA ANNISA TAHUN 2017 Umbarsari, Dewi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.076 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.47

Abstract

AbstrakPemberian ASI Ekslusif di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar  tahun 2013 hanya mencapai angka 30,2%, sementara itu target pemberian ASI ekslusif di Indonesia harus mencapai 80%. Penyebab rendahnya pemberian ASI Ekslusif adalah penurunan produksi ASI yang disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormone oksitosin dan prolactin. Pijat Oksitosin sangat membantu dalam proses pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI di RSIA Annisa tahun 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment dengan rancangan yang digunakan post test only design with control group. Penelitian dilaksanakan selama 25 hari pada tanggal 4-28 April 2017 di RSIA Annisa Jambi. Populasi penelitian  adalah ibu post partum 3 jam. Teknik Pengambilan sampel dengan non probability sampling dengan 12 responden kelompok perlakuan dan 12 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rerata waktu pengeluaran ASI kelompok perlakuan 5.15 jam sedangkan rerata waktu pengeluaran ASI kelompok kontrol 8.30 jam. Hasil uji T-Test Independent nilai p-value=0.006 yang berarti p<0.05 menyatakan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap rerata waktu pengeluaran ASI.Setiap petugas kesehatan khususnya Bidan hendaknya dapat mengaplikasikan pijat oksitosin kepada ibu postpartum agar ibu dapat tetap memberikan ASI pada bayi segera setelah lahir. Kata kunci  : pijat oksitosin, pengeluaran ASI  AbstractAccording to the data of Health Researchin 2013 only 30,2%, while the target of exclusive breastfeeding in Indonesia have to reach 80%. The low breastfeeding because decrease mother’s milk production less by the luck of stimulation of the oxytocin and prolactin hormone. Massage oxytocin very helpful in processing to get the milk.The purpose of research to determine the effect of oxytocin massage to Breastfeeding in RSIA Annisa 2017. This type of research is quasy experiment with design post test only control group design. The research was conducted 25 days on 4-28 April 2017 in RSIA Annisa Jambi. The Population in this research was postpartum 3 hours. The sampling tecnik with non probability sampling with 12 respondent group of treatment and 12 respondent group of the control.The results of research can be concluded that treatment group meanbreastfeeding time 5:15 hours, while the control group mean breastfeeding time 8:30 hours. The test results independent T-test p-value=0,006 which means p<0,05, the oxytocin messege effect on the everage time breastfeeding.Midwife or public health have to apply massage oxytocin to the mother postpartum to give breast milk on her baby after birth. Keywords    : oksitosin massage, breastfeeding
EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI DI RSIA ANNISA TAHUN 2017 Dewi Umbarsari
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 1 (2017): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.076 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i1.47

Abstract

AbstrakPemberian ASI Ekslusif di Indonesia menurut data Riset Kesehatan Dasar  tahun 2013 hanya mencapai angka 30,2%, sementara itu target pemberian ASI ekslusif di Indonesia harus mencapai 80%. Penyebab rendahnya pemberian ASI Ekslusif adalah penurunan produksi ASI yang disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormone oksitosin dan prolactin. Pijat Oksitosin sangat membantu dalam proses pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI di RSIA Annisa tahun 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment dengan rancangan yang digunakan post test only design with control group. Penelitian dilaksanakan selama 25 hari pada tanggal 4-28 April 2017 di RSIA Annisa Jambi. Populasi penelitian  adalah ibu post partum 3 jam. Teknik Pengambilan sampel dengan non probability sampling dengan 12 responden kelompok perlakuan dan 12 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rerata waktu pengeluaran ASI kelompok perlakuan 5.15 jam sedangkan rerata waktu pengeluaran ASI kelompok kontrol 8.30 jam. Hasil uji T-Test Independent nilai p-value=0.006 yang berarti p<0.05 menyatakan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap rerata waktu pengeluaran ASI.Setiap petugas kesehatan khususnya Bidan hendaknya dapat mengaplikasikan pijat oksitosin kepada ibu postpartum agar ibu dapat tetap memberikan ASI pada bayi segera setelah lahir. Kata kunci  : pijat oksitosin, pengeluaran ASI  AbstractAccording to the data of Health Researchin 2013 only 30,2%, while the target of exclusive breastfeeding in Indonesia have to reach 80%. The low breastfeeding because decrease mother’s milk production less by the luck of stimulation of the oxytocin and prolactin hormone. Massage oxytocin very helpful in processing to get the milk.The purpose of research to determine the effect of oxytocin massage to Breastfeeding in RSIA Annisa 2017. This type of research is quasy experiment with design post test only control group design. The research was conducted 25 days on 4-28 April 2017 in RSIA Annisa Jambi. The Population in this research was postpartum 3 hours. The sampling tecnik with non probability sampling with 12 respondent group of treatment and 12 respondent group of the control.The results of research can be concluded that treatment group meanbreastfeeding time 5:15 hours, while the control group mean breastfeeding time 8:30 hours. The test results independent T-test p-value=0,006 which means p<0,05, the oxytocin messege effect on the everage time breastfeeding.Midwife or public health have to apply massage oxytocin to the mother postpartum to give breast milk on her baby after birth. Keywords    : oksitosin massage, breastfeeding

Page 1 of 12 | Total Record : 111