cover
Contact Name
Syifania Hanifah Samara
Contact Email
jafh@fpk.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jafh@fpk.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Fish Health
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017309     EISSN : 25280864     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Aquaculture And Fish Health (JAFH) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fisheries. These contributions came from innovative researches that encourage science and technology development in the field of fisheries and marine science on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Tilapia Culture in South Latitudes: First Report of Successful Fattening in Hot Springs of Buenos Aires Province, Argentina Damian Luis Castellini; Aldo Nahuel Zanazzi; Angelina Gorosito; Enzo Damián Tranier; María Fernández-Subiela; Juan Carlos Mallo
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 3 (2020): JAFH Vol. 9 No. 3 September 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v9i3.19979

Abstract

In the present work, the feasibility of fattening Oreochromis niloticus specimens on a pilot scale in a geothermal water resource located in the Southeast of the province of Buenos Aires was analyzed. Before placing the culture units, physical and chemical characteristics of hot spring were studied to evaluate its suitability for tilapia farming. In the experimental stage, two hundred specimens with an average weight of 14.5 ± 1.8g were placed in two floating cages (1.30x1x1m) (100 individuals per cage) and they were harvested at 140 days. The specimens were fed 3 times a day with a commercial pelleted feed with a content of 35% of proteins. Monthly samplings were carried out to evaluate growth (weight and total length), survival, and water samples were collected to measure their physical-chemical characteristics. The results of the water analysis showed a high quality in the hot springs (Simplified Water Quality Index=88). The fattening results showed an average final weight of 423-435.9 g, a survival of 87-91%, a SGR 1.47- 1.49% / day and  the FCR was estimated at 1.05-1.07 for each cage respectively. We can conclude that this hot spring has the necessary water conditions to obtain excellent weight gains during the fattening period for the O. niloticus specimens. The present study represents the first Nile tilapia culture in the southernmost thermal waters, setting a precedent for future ventures in the area.
Evaluation of Flock Volume Levels on Water Quality and Production Performance of Catfish (Clarias gariepinus) Culture Using Micropore Pipe As Aeration Diffusers. Sumitro Sumitro; Arfan Afandi; Wa Ode Safia
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v11i2.25186

Abstract

High floc accumulation in intensive catfish culture will increase the bacterial consumption of oxygen and affects the dissolved oxygen in the media is relatively low then affecting the fish growth.  For control the floc accumulation is to remove the flock regularly. However, removing a large amount of floc will affect the flock's ability to control nitrogen waste in the water and the utilization of the flock as feed for fish will be minimum. The research was conducted to evaluate of floc volume levels on water quality and production performance of catfish culure in the biofloc system. The research design used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The research treatments were floc volume level (KVF), namely (KVF) 20-40 ml/L, (KVF) 40-60 ml/L, (KVF) 60-80 ml/L and (KVF) 80-100 ml/L. The results showed that the water quality in all treatment were within the safe level for catfish. (KVF) 60-80 ml/L and 80-100 ml/L had higher survival rates of 100% (P <0.05). The growth rate in (KVF) 80-100 ml/L showed the lowest value compared of other treatments (P <0.05). (KVF) 60-80 ml/L can improve feed conversion ratio and increase protein retention by 59.17%, significantly different compared to other floc level treatment (P <0.05).
OPTIMALISASI DOSIS PROBIOTIK TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA SISTEM BIOFLOK Suprianto Suprianto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.336 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.13156

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas ikan bernilai ekonomi yang sangat penting. Intensifikasi budidaya ikan nila berdampak kurang baik terhadap lingkungan. Tingginya penggunaan pakan buatan menyebabkan pencemaran perairan. Salah satu cara mengurangi penggunaan pakan buatan adalah dengan sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan menganalisis dosis optimal probiotik terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila pada sistem bioflok. Metode yang digunakan  adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penambahan dosis probiotik P1 (0,007 ml/l), P2 (0,008 ml/l), P3 (0,009 ml/l), dan Kontrol (0 ml/l) sebagai perlakuan. Bobot mutlak, panjang mutlak, dan kelangsungan hidup ikan nila sebagai variabel utama. Analisis polynomial orthogonal digunakan untuk menentukan dosis optimal probiotik. Dosis optimal probiotik berdasarkan bobot mutlak adalah 0,0036 ml/l dengan hasil bobot mutlak 26,00 g. Dosis optimal probiotik berdasarkan panjang mutlak adalah 0,0028 ml/l dengan hasil panjang mutlak 33,40 cm. Kelangsungan hidup ikan nila tertinggi adalah 77% pada dosis probiotik 0,007 ml/l.
JENIS-JENIS IKAN LAYANG (Decapterus spp) BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN BAGAN DI TELUK DORERI, KABUPATEN MANOKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT Sampari Suruan; Frankly Lahumeten; Roni Bawole; Ridwan Sala
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.014 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.13379

Abstract

Ikan layang (Decapterus spp) merupakan komponen utama dari sumberdaya ikan pelagis kecil yang sering tertangkap oleh nelayan bagan perahu di perairan Teluk Doreri, namun belum diketahui secara pasti jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) yang tertangkap oleh nelayan bagan perahu di perairan ini, sehingga dapat berakibat terhadap jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) secara spesies, jika tidak dapat dikelola secara berkelanjutan, sedangkan informasi ini sangat perlu diketahui untuk menunjang pengelolaan jenis-jenis ikan layang (Decapterus spp) perairan laut Teluk Doreri Kabupaten Manokwari dalam rangka pengelolaan perikanan tangkap secara berkelanjutan dan terpadu. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis ikan layang yang tertangkap oleh nelayan bagan di Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari di bulan April 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung. Survei dilakukan pada 6 bagan nelayan yang melakukan operasi penangkapan di perairan Teluk Doreri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil yang didapatkan, nelayan biasanya melakukan operasi peangkapan pada 2 lokasi penangkapan, yaitu belakang Pulau Mansinam dan sekitar perairan Anday, dimana ke 2 lokasi ini merupakan target Fishing ground nelayan bagan. Hasil identifikasi jenis-jenis ikan layang menunjukan bahwa, dari 6 bagan nelayan yang melakukan penangkapan ikan layang, ditemukan 3 jenis ikan layang (Decapterus spp) yang sering tertangkap oleh bagan nelayan di sekitar perairan Teluk Doreri, yaitu jenis Decapterus macarellus, Decapterus akaadsi dan Decapterus macrosoma. Diperlukan kajian lebih lanjut dalam menunjang prospek perikanan ikan layang di Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia.
Aplikasi Sistem Imuno-Probiosirkulasi pada Tambak Udang pola Tradisional Di Desa Jenu, Kabupaten Jenu Sudarno Sudarno; Gunanti Mahasri; Rahayu Kusdarwati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 7 No. 1 (2018): JAFH Vol. 7 No. 1 Februari 2018
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.988 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v7i1.11239

Abstract

Udang galah (Penaeus monodon Fab) merupakan salah satu udang yang penting secara ekonomi, sampai tahun 1992 menjadi komoditi ekspor non migas yang paling penting dari sektor perikanan. Sejak akhir tahun 1993 sampai sekarang, tingkat kematian Penaeus monodon Fab relatif tinggi dan karena keadaan ini telah menyebabkan banyak tambak roboh sehingga produksi udang menurun secara dramatis dari tahun ke tahun. Kabupaten Jenu merupakan salah satu daerah Tuban yang memiliki potensi perikanan besar, terutama untuk kolam air pemecah gelombang, yang paling top sebagai kabupaten lainnya. Ada banyak kasus mati udang sampai sekarang. Tapi, agar 80% kolam pemecah air pecah dan tidak operasional. Tujuan dari kegiatan pelayanan masyarakat ini adalah menerapkan teknologi kultur udang Imuno-Probiokulasi dengan metode tradisional plus (SI-PBR), meningkatkan produksi udang di Kabupaten Jenu, Tuban, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi / konseling, perencanaan dan panduan penerapan teknologi SI-PBR dalam satu periode (tiga bulan). Hasil ini menunjukkan indikasi positif. Ada pengetahuan petani yang berhenti melalui sosialisasi, namun juga menerapkan teknologi budidaya udang. Ada juga yang menunjukkan bahwa model SI-PBR dapat menurunkan produksi udang dari 272,43 kg / ha menjadi 854,66 kg / ha, artinya meningkat 313%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah model SI-PBR dapat meningkatkan produksi udang dan dapat diaplikasikan di daerah yang lebih luas di wilayah Tuban. 
PENGARUH PEMBERIAN V AKSIN WHOLE CELL Aeromonas hydrophilla DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN TOTAL LEUKOSIT IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) Linnya Prima Agustin; Rahayu Kusdarwati; Gunanti Mahasri
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 6 No. 1 (2017): JAFH Vol. 6 No. 1 Februari 2017
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.155 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v6i1.11270

Abstract

Budidaya ikan gurami telah menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sentra budidaya ikan gurami tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa. Salah satu kendala dalam budidaya ikan gurami adalah menurunnya jumlah produksi yang disebabkan oleh penyakit bakterial. Salah satu penyebab penyakit pada ikan gurami adalah bakteri A. hydrophila. Penyakit ini dapat menyebabkan wabah pada budidaya ikan air tawar dengan tingkat kematian yang tinggi berkisar 80-100% dalam kurun waktu 1-2 minggu. Pencegahan yang efektif terhadap penyakit tersebut adalah vaksinasi. Vaksinasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh ikan terhadap suatu patogen tertentu, sehingga angka kematian dapat ditekan sekecil mungkin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis vaksin whole cell A. hydrophilla terhadap kelulushidupan ikan gurami, total leukosit ikan gurami, dan dosis optimum vaksin. Metode penelitian mengunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan serta tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis vaksin A (Kontrol -), B (Kontrol +), C (105 sel/ml), D (106 sel/ml), E (107 sel/ml), dan F (108 sel/ml). Parameter utama yang diamati adalah kelulushidupan, total leukosit dan gejala klinis. Parameter pendukung adalah kualitas air pada media pemeliharaan. Perhitungan kelulushidupan dilakukan pada akhir penelitian. Perhitungan total leukosit dilakukan pada hari ke-0, hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21. Pengamatan gejala klinis dilakukan setelah uji tantang selama satu minggu. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan dosis vaksin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kelulushidupan dan total leukosit ikan. Kelulushidupan tertinggi diperoleh pada perlakuan D yaitu 54,17%. Total leukosit tertinggi diperoleh pada perlakuan D (20,43x103 sel/mm3). Perlakuan D dengan dosis vaksin 106 sel/ml memberikan hasil optimum pada kelulushidupan dan total leukosit ikan, meskipun total leukosit antara perlakuan D, E, dan F tidak berbeda nyata tetapi tingkat kelulushidupan ikan tertinggi pada perlakuan D. Gejala klinis ikan kontrol lebih nampak dibandingkan gejala klinis pada ikan yang telah divaksinasi. 
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA IKAN AIR LAUT DI BALAI KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN KELAS I NGURAH RAI DENPASAR, BALI Seto Sugianto P. R.; Ifatul Masfiah; Indirawati Fairwandari; Sulis Nur Hidayati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 6 No. 3 (2017): JAFH Vol. 6 No. 3 September 2017
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.78 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v6i3.11292

Abstract

Potensi terbesar yang dimiliki Indonesia dari sektor non migas salah satunya adalah pengembangan sumber daya perairan. Indonesia yang sekitar 75% wilayah teritorialnya merupakan perairan dengan berbagai kekayaan yang sudah maupun belum dikelola dengan optimal. Kegiatan Perikanan memiliki peranan besar terhadap perekonomian bangsa dan Negara. Keberadaan penyakit di perairan merupakan salah satu kendala dalam pengembangan subsektor budidaya perikanan. Tujuan dari identifikasi bakteri pada ikan air laut adalah untuk mengetahui jenis bakteri yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada ikan air laut. Selain itu juga untuk menambah keterampilan dan pengetahuan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Juli sampai dengan 25 Agustus 2017 di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Penyakit Ikan Kelas I Denpasar, Bali. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi lapang, wawancara dan partisipasi aktif. Teknik identifikasi bakteri menggunakan metode konvensional dengan menggunakan uji biokimia. Uji Biokimia adalah suatu cara untuk mengidentifikasi bakteri melalui sifat-sifat fisiologinya. Identifikasi bakteri selama penelitian hanya dilakukan pada ikan hias air laut. Dari 43 ikan hias yang diidentifikasi selama pada proses identifikasi diperoleh 2 jenis bakteri yaitu bakteri Vibrio parahaemolyticus dan Vibrio vulnificus. 
PENAMBAHAN LISIN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP RETENSI PROTEIN DAN RETENSI ENERGI UDANG GALAH (Macrobrachium Rosenbergii) Akbar Falah Tantri; Boedi Setya Rahardja; Agustono Agustono
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 5 No. 2 (2016): JAFH Vol. 5 No. 2 Juni 2016
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.169 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v5i2.11326

Abstract

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) yaitu salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis. Permasalahan yang saat ini dihadapi dalam budidaya udang galah adalah jangka waktu budidaya yang relatif lebih lama dibandingkan dengan budidaya udang konsumsi lainnya. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pakan, salah satunya melalui pemberian feed additive berupa lisin kedalam pakan udang galah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan lisin pada pakan komersial terhadap retensi protein dan retensi energi udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisa data untuk menguji beda nyata menggunakan Analysis of Variant berfungsi untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penambahan lisin pada pakan komersial tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap retensi protein dan retensi energi udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Kualitas air media pemeliharaan udang galah adalah suhu 29-30 °C, Oksigen terlarut 6,9-7,3 mg/l, pH 7-8, Amonia 0-0,25 mg/l. 
Pemanfaatan Tepung Tapioka dengan Dosis Berbeda Sebagai Sumber Karbon Pembentuk Bioflok pada Media Pemeliharaan Benih Ikan Patin (Pangasius sp.) Novi Mayang Runa
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 1 (2019): JAFH Vol. 8 No. 1 Februari 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.793 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i1.12011

Abstract

Biofloc technology is one of alternative method that used to control water quality on culture media using heterotrophic bacteria with addition of organic matter. This research was held to determine the effect of tapioca flour addition as source of biofloc carbon in culture media on water quality, survival rate and growth of catfish fry. The research held on February to March 2015 in Laboratorium Budidaya Perairan, Aquaculture Department, Agriculture Faculty of Sriwijaya University. Used completely randomized design with four treatments and three replications were addition of tapioca flour with C/N ration 5, 10, and 15 as carbon source. The result showed that addition of flour as carbon source with C/N ratio of 15 was the best treatment with 88% survival rate, absolute length 3,20 cm and absolute weight 2,26 g. 
TEKNIK PEMBENIHAN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) DI BALAI BENIH IKAN NGORO, JOMBANG Budiana Budiana; Boedi Setya Rahardja
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 7 No. 3 (2018): JAFH Vol. 7 No. 3 September 2018
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.699 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v7i3.11256

Abstract

Indonesia memiliki potensi lahan budidaya yang cukup besar untuk mengembangkan budidaya ikan, salah satunya adalah ikan gurame. Ikan gurame merupakan ikan air tawar asli Indonesia yang termasuk dalam famili Labyrinthici. Ikan gurame sudah lama dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat karena rasa dagingnya lezat dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Pembenihan ikan gurame memiliki potensi tinggi untuk dilakukan karena produksi ikan gurame dari tahun ke tahun cenderung meningkat sehingga tingkat permintaan benih ikan gurame juga mengalami peningkatan. Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan di Balai Benih Ikan Ngoro, Jombang pada tanggal 19 Desember 2017 sampai 19 Januari 2018. Tujuan Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk mengetahui teknik pembenihan ikan gurame (Osphronemus gouramy) dan hambatan yang dihadapi dalam teknik pembenihan ikan gurame (Osphronemus gouramy). Metode kerja yang digunakan adalah metode partisipasi aktif dengan pengumpulan data meliputi data primer berupa observasi, wawancara dan partisipasi aktif serta data sekunder berupa studi pustaka untuk melengkapi data yang dikumpulkan. Teknik pembenihan ikan gurame (Osphronemus gouramy) di Balai Benih Ikan Ngoro, Jombang meliputi tahap persiapan kolam pemijahan, seleksi induk, pemijahan, pemanenan telur, penetasan telur dan pemeliharaan larva, pendederan, hama dan penyakit, panen dan pasca panen. Pemijahan dilakukan di kolam beton dengan perbandingan induk jantan dan betina 1:2. Nilai FR (Fertilization Rate), HR (Hatching Rate) dan SR (Survival Rate) yang didapatkan secara berturut-turut adalah 53,54 %; 87,73 % dan 86,26 %. Hambatan yang terdapat dalam teknik pembenihan ikan gurame (Osphronemus gouramy) di Balai Benih Ikan Ngoro, Jombang terdiri atas faktor internal yaitu biologis ikan dan faktor eksternal yaitu faktor lingkungan, kualitas air dan penyakit. 

Page 1 of 20 | Total Record : 192