cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
yosnofendri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yosnofendri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
ISSN : 2502843X     EISSN : 24069671     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal yang berhubungan dengan Teknik Mesin khususnya bidang ilmu : 1. Konversi Energi 2. Proses Manufaktur 3. Perencangan 4. Material Engineering
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGENAT PADA SOLAR TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL nofendri, yos
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.429 KB)

Abstract

ABSTRAK Penurunan kualitas udara pada bumi terus menurun. Ini disebabkan oleh polusi udara semakin lama semakin meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas udara. Penegakan aturan yang ketat dalam pengendalian pencemaran pada emisi gas buang semakin diperketat. Oleh itu diperlukan suatu bahan bakar kendaraan yang dapat mengurangkan emisi gas buang pada kendaraan. Pada saat sekarang ini pencarian bahan bakar ramah lingkungan difokuskan dengan menggunakan aditif berbahan dasar alami. Dengan demikian perlu diteliti penambahan aditif ditambahkan ke minyak solar, dengan tujuan untuk mengurangi emisi gas buang. Sebuah mesin diesel satu silinder telah digunakan yang digabungkan gas analyzer Bosc tipe BEA 150 / 250 / 350. Oksigenat berbahan dasar nabati digunakan sebagai aditif dalam bahan bakar diesel dengan campuran 1% - 5% volume. Tes emisi gas buang dilakukan pada kecepatan antara 900 - 1.700 rpm dan kondisi beban penuh. Percobaan dilakukan untuk mendapatkan parameter emisi gas buang. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan aditif oksigenat sebanyak 1 % bisa menurunkan jelaga 30%, meningkatkan CO2 sebanyak 5%, menurunkan CO 35% dan peningkatan NOx sebanyak 9% dibanding solar murni. Kata Kunci : Mesin diesel, Oksigenat, Emisi Gas Buang ABSTRACT Decline in air quality on earth continues to occur. One of its causes is air pollution which is the mistake of vehicle exhaust emissions. Strict enforcement of pollution control on exhaust emissions is one way to control exhaust emissions. It is therefore necessary to fuel a vehicle that can reduce exhaust emissions on vehicles. At the present time this environmentally friendly fuel search is focused using natural based additives. Thus it is necessary to examine the addition of additives added to the diesel oil, with the aim of reducing exhaust emissions. A single-cylinder diesel engine has been used which incorporates a BEA 150/250/350 Bosc gas analyzer. Vegetable oxygenates are used as additives in diesel fuel with a mixture of 1% - 5% by volume. The exhaust emission test is carried out at speeds between 900 - 1,700 rpm and full load conditions. The experiment was conducted to obtain the parameters of exhaust emissions. The experimental results show that the addition of 1% oxygenate additive can decrease carbon 30%, increase CO2 by 5%, decrease CO 35% and increase NOx by 9% compared to pure diesel. Keyword : Diesel Engine, Oxygenat, Emmision Engine
PENINGKATAN KONDISI AREA BAHAN LABORATORIUM PRODUKSI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Ferry Budhi Susetyo
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.835 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i1.327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi area bahan pada Laboratorium Produksi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNJ dengan menambah kapasitas rak bahan dan menerapkan salah satu 5S pada area bahan. Penelitian ini diawali dengan pembuatan gambar kerja. Apabila gambar kerja telah dibuat maka dilakukan penambahan kapasitas rak sesuai dengan gambar kerja, dan kemudian dilakukan penataan pada area bahan berdasarkan salah satu prinsip Kaizen (dalam hal ini Seiton). Setelah dilakukan salah satu langkah 5S berupa seiton atau penataan bahan-bahan praktik yang terdapat di lantai area bahan Laboratorium Produksi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNJ dapat diletakkan di rak sehingga kondisi area bahan menjadi lebih rapi yang ditunjukkan dengan penempatan bahan praktik sesuai dengan jenisnya masing-masing.Kata kunci: Area Bahan, Penerapan 5S
ANALISA NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MAGNESIUM YANG DIFREIS DALAM KONDISI TERSUPLAI UDARA DINGIN Gusri Akhyar Ibrahim
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.46 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i1.328

Abstract

The use of magnesium material, as alternative to iron and steel, is becoming more popular. Besides the fact that it is lighter, magnesium is popular because it is available in a quite large quantity in this world. To make magnesium to be a machine component, there is a process needed to be done, which is known as machining process. The machining process done in several conditions doe to the pharamater or factor in machining process.. The examples of cutting pharameter are feed rate, cutting speed, and deep of cutting. This research used magnesium as the material of research. The purpose of this research is to investigate the influence of cutting pharameter to the surface roughness of magnesium machined with milling process ang supplied with cooling air from vortex tube cooler. Cutting pharameter used in this research are feed rate and cutting speed. Feed rate used was three levels, those are 0,15 mm/rev, 0,20 mm/rev, and 0,25 mm/rev. Cutting speed used also three levels, those are 23,18 m/min, 32,15 m/min and 42,7 m/min. Cooling air is released from vortex tube cooler with 15 oC of temperature. The result of this research is found that feed rate affect the number of magnesium surface roughness very significan. It can makes the number of surface roughness higher. Another pharameter, cutting speed also affect the number of magnesium surface roughness. It can make the number of surface roughness decreased. The number of magnesium surface roughness is also affected by nose radius, vibration, and cutting force.Keywords: magnesium material, surface roughness, milling, cutting pharameter, cooling air.
STUDI KOROSI BESI COR KELABU DILINGKUNGAN TEMPERATUR TINGGI YANG MENGANDUNG H2SO4 DAN NaCl Yovial Mahyoedin
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.87 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i1.329

Abstract

Besi cor kelabu merupakan bahan yang memiliki kekuatan baik, banyak digunakan pada blok silinder mesin disel dan tungku pemanas. Penggunaan bahan pada suhu tinggi dapat mengalami pengkorosian, karena pada suhu tinggi kinetika reaksi kimia akan meningkat sehingga akan mempercepat laju korosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji laju korosi besi cor kelabu dalam lingkungan dengan suhu tinggi yang mengandung unsur H2SO4 dan NaCl. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu dari 5 hingga 8 jam dan pada suhu 700oC. Bahan uji dipanaskan sebelumnya selama 30 menit dengan suhu 200oC. Pada suhu ini benda uji dilapisi larutan NaCl dan H2SO4 dengan perbandingan 50:50 yang nantinya akan dilarutkan dengan 400ml air. Setelah pelapisan, pengujian dengan suhu tinggi dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan kehilangan berat sebesar 0,0085 mm/year dalam waktu 5 jam. Pada waktu 6 jam diperoleh kehilangan berat sebesar 0,0048 mm/year, untuk waktu 7 jam diperoleh kehilangan berat sebesar 0,0189 mm/year dan untuk waktu 8 jam diperoleh kehilangan berat yang sangat signifikan yaitu sebesar 0,0257 mm/year. Keberadaan deposit NaCl dan H2SO4 pada lapisan besi cor kelabu sangat signifikan dalam mempengaruhi laju oksidasi.Kata kunci: besi cor kelabu, korosi, suhu tinggi, NaCl dan H2SO4
KINERJA PIPA KALOR DENGAN STRUKTUR SUMBU FIBER CARBON dan STAINLESS STEEL MESH 100 dengan FLUIDA KERJA AIR I Wayan Sugita
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.714 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i1.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pipa kalor dengan struktur sumbu fiber carbon yang akan dibandingkan terhadap pipa kalor dengan struktur sumbu stainless steel mesh 100. Dilakukan perhitungan kinerja pipa kalor pada berbagai variasi sudut pengoperasian (0o-90o), dengan menghitung laju perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas konduksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Pipa kalor yang menggunakan struktur sumbu fiber carbon dan struktur sumbu stainless steel mesh 100 dibuat dari bahan pipa tembaga dengan diameter luar 9.525 mm, tebal 0.8 mm, panjang 300 mm. Didalam pipa kalor dimasukkan struktur sumbu fiber carbon dan stainless steel mesh 100. Fluida kerja yang digunakan adalah air karena air mudah didapat serta memenuhi syarat utama sebagai fluida kerja, yaitu tidak bereaksi dengan material pipa maupun struktur sumbu (wick), mampu beroperasi pada temperatur 30o - 200oC, sifat termalnya stabil dan panas laten yang tinggi. Pengujian pipa kalor dengan memberikan beban panas pada evaporator sebesar 14 W dan mendinginkannya pada bagian kondensor dengan pendinginan dilakukan secara konveksi paksa menggunakan air pada debit yang konstan.Hasil yang didapat menunjukkan bahwa laju perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas konduksi pipa kalor dengan struktur sumbu fiber carbon dalam berbagai variasi sudut selalu lebih besar dibandingkan dengan pipa kalor struktur sumbu stainless steel mesh 100. Laju perpindahan panas tertinggi terjadi pada pipa kalor struktur sumbu fiber carbon dengan sudut 90o sebesar 13.8 W. Koefisien perpindahan panas konduksi pipa kalor struktur sumbu fiber carbon lebih besar dibandingkan dengan pipa kalor struktur sumbu stainless steel mesh 100 dengan nilai terbesar 16299.96 yang terjadi pada sudut 90o.Kata Kunci : Pipa Kalor, Struktur Sumbu, Fluida Kerja
POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO TURBIN KAPLAN DENGAN VARIASI DEBIT AIR Didik Sugiyanto
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.479 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i1.331

Abstract

Dalam rancang bangun turbin Kaplan perlu di perhatikan besar kecilnya debit air serta heat statis.Tujuannya adalah merancang bangun turbin Kaplan dengan ketinggian 4m dengan debit 0.025 l/s dengan sudu rotor 30º dan sudu stasioner 30º.Selanjutnya hasil rancang bangun turbin Kaplan di uji unjuk kerjanya.Pengujian turbin Kaplan dilakukan engan menggunakan empat buah pompa air.untuk mendapatkan debit air 17.676 l/s, 26.514 l/s, 35.352 l/s dan ketingian heat statis 4m selanjutnya mengukur putaran turbin setiap pergantian debit air dengan tachometer.Hasil rancang bangn turbin Kaplan didapatkan diameter luar sudu turbin 0,138m , diameter tengah sudu turbin 0,095m dan diameter tengah sudu turbin0,057m, sementara itu hasil dari pengujian turbin Kaplan dengan sudu rotor 30º dan sudu stasioner 30º Putaran tertinggi yang dihasilkan oleh Turbin Kaplan ini ada pada debit 35,352 l/s yaitu pada putaran 503 rpm. Putaran terendah yang dihasilkan oleh Turbin Kaplan ini, ada pada debit 17,676 l/s yaitu pada putaran136 rpm.Kata kunci: turbin kaplan, sudu, debit
ANALISA AERODINAMIKA AIRFOIL NACA 0021 DENGAN ANSYS FLUENT M Fajri Hidayat
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.473 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i1.332

Abstract

Analisa performa aerodinamika suatu penampang airfoil sangatlah diperlukan untuk menerntukan gaya angkat maksimum yang terjadi serta gaya-gaya yang bekerja pada penampang airfoil seperti Gaya Drag dan Gaya Lift. Dalam penelitian ini suatu desain penampang airfoil seri NACA 0021 suatu airfoil simetris di test dengan menggunakan software ANSYS Fluent dengan input kecepatan, viskositas dan densitas fluida sehingga dapat diketahui sebaran kecepatan dan sebaran tekanan di sepanjang airfoil. Untuk mendapatkan performa yang maksimal dari airfoil ini, diberi variasi sudut serang yang berbeda-beda sehingga nantinya di dapatkan sudut serang maksimal untuk menghasilkan gaya angkat yang maksimal juga. Dari kontur kecepatan dan kontur tekanan yang terbaca di ANSYS Fluent sepanjang permukaan atas dan permukaan bawah airfoil diambil harga rata-ratanya dan kemudian di plot dalam grafik untuk menunjukkan besarnya gaya lift dan gaya drag yang terjadi serta dari distribusi kecepatan dan distribusi temperatur tersebut diperoleh harga koefisien drag dan koefisien lift. Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat di dunia aerodinamika khususnya yang berhubungan dengan sayap pesawat sehingga permodelan ini bisa memaksimalkan performa terbang suatu pesawat dan memungkinkan pengembangan desain sayap-sayap pesawat yang sesuai dengan pemilihan desain totalnya dengan standar-standar NACA.Keywords : Aerodinamika, Airfoil, Sudut Serang, Gaya angkat
POTENSI PASIR LOKAL TANJUNG BINTANG PADA ALUMINIUM SAND CASTING TERHADAP POROSITAS PRODUK HASIL COR ALUMINIUM Yusup Hendronursito; Yogi Prayanda
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.562 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i2.336

Abstract

Green sand is one of the most important components in the process of metal casting. The sand in Indonesia region is varied level of subtlety, size of sand, and shape of sand. Green sand used in the process of metal casting is possible can affect the quality of casting product. This aims to determine the potential of Tanjung Bintang sand as green sand and the quality of the product in terms of porosity defects. The research was conducted by varying sand river from Tanjung Bintang and sand from Maringgai. Composition made varying  is 100%,75%, 50%, and 25% Tanjung Bintang sand compared Maringgai sand with bentonit and water is 10% and 5% constantly .The Examine of the green sand by SNI 15-0312-1989 among other water content, clay content, Grain Finnest Number (GFN), Shape of grain. The result said aluminium casting product with  50% Tanjung Bintang sand has the lowest value of porosity, 5.08% and the higher value with 75% composition of Tanjung Bintang sand, 6.98%.
ANALISA KINERJA ALAT PENUKAR KALOR JENIS PIPA GANDA audri deacy cappenberg
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.879 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i2.459

Abstract

Pengujian Alat Penukar Panas Jenis Pipa Ganda Dan Optimasi Kinerjanya. Pengujian dilaksanakan dalam beberapa tahap dimana ada parameter yang divariasikan (Gvc, Gvh, dan Th) dan ada parameter yang konstant (Tc). Dari hasil pengujian dan perhitungan diperoleh koefisien perpindahan panas menyeluruh (U) dengan menggunakan metode LMTD sebesar 3024 W/m2 °C dan yang menggunakan metode NTU sebesar 1814 W/m2 °C.   Kata kunci: Sistem pengoperasian, Optimasi, Perpindahan panas menyeluruh
PENGARUH KEKUATAN BENDING DAN TARIK BAHAN KOMPOSIT BERPENGUAT SEKAM PADI DENGAN MATRIK UREA FORMALDEHIDE harini raharjo
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.022 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v1i2.460

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kekuatan bending dan impact yang optimal dari komposit berpenguat sekam padi bermatrik urea formaldehyde pada fraksi volume 40%, 50%, 60%, 70% dengan variasi ketebalan-ketebalan 5mm, 10mm, 15mm, 20mm, dengan perlakuan alkali serta mengetahui jenis patahan dengan pengamatan makro pada specimen yang memiliki harga optimal dari pengujian bending dan impact.   Pembuatan dengan cara press mold, pengujian bending yang dilakukan dengan acuan standar  ASTM D 790-02 dan impak charpy dengan acuan standart ASTM D 256-00.   Hasil pengujian didapat pengaruh alkali 2, 4, 6, dan 8 jam pada fraksi volume 40%, 50%, 60%, 70% dengan variasi ketebalan ketebalan 5mm, 10mm, 15mm, 20mm pada pengujian bending paling optimal yaitu spesimen tebal 5mm pada Vf 50% sebesar 2,08 Mpa dan pada uji impak paling optimal komposit serat sekam padi acak yaitu spesimen dengan tebal 5mm Vf 50% yaitu sebesar 0,0906 J/mm2, selanjutnya engamatan struktur makro  didapatkan jenis  patahan broken fiber.   Kata Kunci: sekam padi, urea formadehyde, bending, impak

Page 1 of 11 | Total Record : 102