cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA, INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA Nurul Fadhilah; Andi Muhammad Akram Mukhlis
Jurnal Pendidikan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v22i1.940.2021

Abstract

This research aims to explain the correlation of family environment, peer interaction and emotional intelligence with Biology learning outcomes of science students grade XI in senior high school of Bulukumba District. This research is an ex-post facto, with a sampel of 263 students grade XI in senior high school of Bulukumba regency. Data collection uses questionnaire and student test result. The data was analyzed using descriptive statistic and inferential statistic analysis (path analysis). The result showed that the students in general has a condusive family environment, a good peer interaction, and a high level of emotional intelligence. Family environment and peer interaction were directly related and significant with emotional intelligence. Family environment, peer interaction, and emotional intelligence were directly related and significant with Biology learning outcomes. Family environment and peer interaction were indirectly related with Biology learning outcomes and significant through emotional intelligence. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga, interaksi teman sebaya dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto, dengan siswa sebagai sampel sebanyak 263. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data hasil belajar biologi siswa. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial yakni analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa dalam kategori sedang, dengan kondisi lingkungan keluarga pada kategori kondusif, interaksi teman sebaya pada kategori sangat tinggi, dan kecerdasan emosional pada kategori tinggi. Lingkungan keluarga dan interaksi teman sebaya berhubungan langsung dan signifikan dengan kecerdasan emosional. Lingkungan keluarga, interaksi teman sebaya, dan kecerdasan emosional berhubungan langsung dan signifikan dengan hasil belajar Biologi. Lingkungan keluarga dan interaksi teman sebaya berhubungan tidak langsung dan signifikan dengan hasil belajar Biologi melalui kecerdasan emosional.
FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH Abdul Hakim
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.907.2020

Abstract

To improve the quality of human resources, the development of the education sector is very important.. Therefore, the Indonesian government has established a 12-year compulsory education program to create quality human resources. However, education participation at the secondary level needs to be increased, and the dropout rate needs to be controlled. This study uses secondary data from the March 2019 National Socio-Economic Survey (Susenas) to identify variables that affect the dropout rate for students ages 7 to 18 years in Aceh. In addition, the purpose of this study is to determine the probability of school dropouts by certain characteristics. The analysis used is logistic regression, which is a method that explains the relationship between the dichotomous response variable and a set of categorical explanatory variables. The result shows that the six variables selected were able to explain the variation of dropouts with a significance level of 5 percent. These variables are the education of household head, Kartu Indonesia Pintar/Program Indonesia Pintar (KIP/PIP) ownership, household size, working children, poverty, and urban-rural classification. The most dominant independent variable is ownership of KIP/PIP. Pembangunan di bidang pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalamm eningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan program wajib belajar 12 tahun agar tercipta SDM yang berkualitas. Namun, partisipasi sekolah pada tingkat sekolah menengah perlu ditingkatkan agar angka putus sekolah dapat ditekan. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Aceh menggunakan data Susenas Maret 2019 dengan tujuan mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi angka putus sekolah pada usia 7–18 tahun. Selain itu, dapat juga untuk mengetahui probabilitas anak putus sekolah dengan karakteristik tertentu. Analisis yang digunakan adalah regresi logistik, yaitu suatu metode yang menerangkan hubungan antara variabel respon dikotomi dan satu set variabel penjelas katagori. Enam variabel yang dipilih mampu menjelaskan variasi anak putus sekolah dengan tingkat signifikan 5%. Variabel tersebut adalah pendidikan kepala rumah tangga, kepemilikan KIP/PIP, jumlah anggota rumah tangga, anak yang bekerja, kemiskinan, dan daerah tempat tinggal. Variabel yang paling dominan adalah kepemilikan KIP/PIP.
PEMANFAATAN KONTEN DIGITAL PUSAT SUMBER BELAJAR (PSB) PADA SEKOLAH RINTISAN PENERIMA BANTUAN PERANGKAT PSB Eni Susilawati Siswo wardoyo; Ai Sri Nurhayati; Kusnandar
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.954.2020

Abstract

Learning Resources Center (LRC) in schools provides a wide selection of learning resources to support learning activities and encourage effective learning so as to achieve learning goals. LRC assistance has been provided from 2016 to 2019, so a research is needed to determine its utilization in schools.This research aims to determine the description of the utilization of ICT tools to support the learning process, as well as obstacles encountered, and recommendations for solution in use of ICT tools and content of LRC for learning in schools. Research uses evaluation research using CIPP (context, input, process and product). The samples are headmasters, teachers, and education staff in schools receiving PSB assistance from Data Center and Information Technology (Pusdatin) Ministry of Education and Culture Education Center in the 2016 to 2019 which is spread in various regions of Indonesi. Data collection using online questionnaires, interviews, limited observation, and documentation. The results showed that:1) the forms of utilizing PSB digital content in schools vary including: most teachers present in front of the class using projectors with the lecture method and some have integrated with other learning models, forms of use are used as independent learning resources for students both individually and in groups or on scheduled;2) in general the availability of inovative teachers is quite adequate, as many as 31% of schools have more than 5 teachers who are able to make independent digital learning materials and 53% of schools have less than 5 teachers who are able to make independent digital learning materials; 3)some recommendations in an effort to improve the quality of utilizing PSB digital content and PSB assistance tools, namely the need: increasing the availability of ICT infrastructure, improving the quality of HR management of PSB, increasing the quality of applications and quantity of PSB digital content, and improving the quality of policy support. Pusat Sumber Belajar (PSB) di sekolah menyediakan berbagai macam pilihan sumber belajar untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan mendorong cara belajar yang efektif sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Bantuan PSB telah diberikan sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019, sehingga perlu dilakukan kajian untuk mengetahui pemanfaatannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan bantuan perangkat TIK untuk menunjang proses pembelajaran, serta kendala yang dihadapi, dan rekomendasi solusi dalam pemanfaatan bantuan perangkat TIK dan konten PSB untuk pembelajaran di sekolah penerima bantuan PSB. Penelitian menggunakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPP (context, input, process dan product). Sampel adalah kepala sekolah, guru-guru dan tenaga kependidikan pada sekolah penerima bantuan perangkat PSB dari Pusdatin Kemendikbud Tahun 2016 s/d. Tahun 2019 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online, wawancara, observasi terbatas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk pemanfaatan bantuan konten digital PSB di sekolah beragam diantaranya: sebagian besar guru menyajikan di depan kelas menggunakan projector dengan metode ceramah dan ada yang sudah mengintegrasikan dengan model pembelajaran lainnya, bentuk pemanfaatan digunakan sebagai sumber belajar mandiri bagi siswa baik individu maupun kelompok atau secara terjadwal; 2)pada umumnya ketersediaan guru penggerak cukup memadai, sebanyak 31% sekolah memiliki lebih dari 5 orang guru yang mampu membuat bahan belajar digital mandiri dan 53% sekolah memiliki kurang dari 5 orang guru yang mampu membuat bahan belajar digital mandiri; 3) beberapa rekomendasi dalam upaya peningkatan kualitas pemanfaatan konten digital PSB dan perangkat bantuan PSB yaitu perlunya: peningkatan ketersediaan sarana prasarana TIK, peningkatan kualitas SDM pengelola PSB, peningkatan kualitas aplikasi dan kuantitas konten digital PSB, serta peningkatan kualitas dukungan kebijakan.
DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU BULLYING Wahyu Bagja Sulfemi; Okti Yasita
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.951.2020

Abstract

Descriptive quantitative analytic with a cross-sectional approach was used in this study. This research was conducted at SMA Taruna Andhiga Bogor City, amounting to 110 people with a sample size of 86 people by random sampling. The background of this research is the rampant bullying behavior in Bogor City where 30% to 40% of students are victims of bullying. Based on the results of data analysis, it is known that there are 36 people or (41.9) negative peer social support, and 50 people or (58.1%) provide positive support. There were 45 people (52.3%) who behaved bullying and 41 people (47.7%) did not behave bullying. There is a significant relationship between social support from friends and bullying behavior with a risk of 0.258 times compared to those who do not have social support. Deskriptif analitis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang digunakan dalam kajian ini. Penelitian ini dilakukan di SMA Taruna Andhiga Kota Bogor yang terdiri dari 110 orang dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang secara random sampling. Latar belakang dari studi ini adalah maraknya perilaku bullying di Kota Bogor dimana 30% sampai 40% pelajar menjadi korban bullying. Berdasarkan analisi data diketahui terdapat 36 orang atau (41.9) dukungan sosial teman sebaya negatif dan 50 orang atau (58.1%) memberikan dukungan positif. Terdapat 45 orang (52,3%) berperilaku bullying dan 41 orang (47,7%) tidak berperilaku bullying. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial teman dengan perilaku bullying dengan risiko pencegahan sebesar 0,258 kali lipat dibandingkan yang tidak mendapat dukungan sosial.
PEMBELAJARAN INTEGRATIF DALAM MATAKULIAH MATERI DAN PEMBELAJARAN IPA SD DENGAN KONSEP DASAR IPA PADA MAHASISWA S1 PGSD UT SURABAYA Surasmi, Wuwuh Asrining; Supardiyono, Supardiyono
Jurnal Pendidikan Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To improve the quality of science education in elementary first step is to improve the quality of teachers and prospective science teachers in primary schools, especially in teacher education institutions, one of which is in UT. This study aims to describe the first implementation model of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts in the S-1 student PGSD pokjar Tuban. Secondly to describe the effectiveness of the implementation of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts in improving the mastery of basic science concepts and the ability to plan student learning in the S-1 PGSD pokjar Tuban. Third to describe the influence of the implementation of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts on learning achievement and course materials to students of elementary Science Lesson S-1 PGSD Pokjar Tuban. This research is the development of learning tools such as: Design Activity Tutorial (RAT), Unit Events Tutorial (SAT), Draft Evaluation (RE), and the Student Worksheet (MFI). Software development refers to the four D model proposed by Thiagarajan and Semmel (1974:6). Learning tools developed quite fit for use, can improve the ability to make lesson plans and student learning outcomes. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan IPA di SD langkah pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas guru dan calon guru IPA di SD, khususnya di lembaga pendidikan guru, salah satunya adalah di UT. Penelitian ini bertujuan untuk pertama mendeskripsikan model implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA pada mahasiswa S-1 PGSD pokjar Kabupaten Tuban. Kedua untuk mendeskripsikan efektifitas implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA dalam meningkatkan penguasaan konsep dasar IPA dan kemampuan membuat perencanaan pembelajaran pada mahasiswa S-1 PGSD pokjar Kabupaten Tuban. Ketiga untuk mendeskripsikan besar pengaruh implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA terhadap prestasi belajar matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD pada mahasiswa S-1 PGSD Pokjar Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berupa: Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT), Satuan Acara Tutorial (SAT), Rancangan Evaluasi (RE), dan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Pengembangan perangkat mengacu pada four D model yang dikemukakan oleh Thiagarajan dan Semmel (1974:6). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan cukup layak digunakan, dapat meningkatkan kemampuan membuat RPP dan hasil belajar mahasiswa.  
EFEKTIVITAS PENGAWASAN SEKOLAH DASAR DI KOTA BAU-BAU Laalisa, Laalisa
Jurnal Pendidikan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The teacher profesionalism and accountability must be oriented to increase output quality. School supervising is part of the effort to increase student output and school quality. This research was aimed to elaborate: (1) the school's supervisor intensity in increasing elementary schoolteachers quality; (2) the quality of teachers at elementary school; and (3) the condition of elementary school supervisory management in Bau-Bau City. Data were analyzed descriptively.Results showed that the school's supervising were done regularly once or twice a month in the forms of evaluation and counseling. Teachers' mastery of the teaching skills were good. Mastery of classroom skills is the result of interaction of various factors, and one of these factors is the effectiveness of school supervision. Management factors that influence the regulatory policy of the school classroom teachers quality is generally considered adequate, except for the availability of financial resources which considered inadequate.
PENGARUH SARANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA (Studi Empirical Pada Mahasiswa Beasiswa Bidikmisi UPBJJ-UT Ternate) Anfas, Anfas; Yusuf, Yusuf; Sudarwo, Raden
Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v19i2.p68-83.2018

Abstract

This study aims to determine the influence of learning facilities and student learning motivation towards the independence of student learning. The result of the research shows that there is positive and significant influence of learning tool (X1) on learning independence (Y). It is obtained by tvalue (2,159) with p = 0,034 <0,05 and ttable at 5% significant level with df = 78 equal to 1,991. There is a positive and significant influence of learning motivation (X2) on learning independence (Y). It is obtained tvalue (7,858) with p = 0,000 <0,05 and ttable at 5% significant level with df = 78 equal to 1,991. There is a positive and significant influence of learning facilities (X1) and learning motivation (X2) simultaneously to the independence of learning (Y). This shows the coefficient of double correlation RY (1,2) = 0,746 and R² = 0,557 and price Fvalue equal to 48,980 with p = 0,000 <0,05 and Ftable = 3,11 at 5% significant level. Coefficient value X1 = 0,186 and X2 = 0,647, constant number equal to 8,650 so that can be made regression equation Y = 8,650 + 0,186X1 + 0,647X2. The higher the learning means (X1) and the learning motivation (X2), the higher the learning independence (Y). Coefficient of Determination is R² of 0,557. Means 55,7% learning independence is explained by learning tools and learning motivation. Meanwhile, 44,3% is explained by other factors not discussed in this study. The study concludes that partially, learning facilities and student learning motivation has a positive and significant effect on student independence (self-sufficiency) in learning.  In addition, both learning facility and motivation have a positive and significant effect on student learning independence or sense of self-sufficiency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar dan motivasi belajar siswa terhadap kemandirian belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan sanara belajar (X1) terhadap kemandirian belajar (Y). Hal ini diperoleh dengan nilai thitung (2,159) dengan p = 0,034 <0,05 dan ttabel pada 5% tingkat signifikan dengan df = 78 sama dengan 1,991. Ada pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar (X2) pada kemandirian belajar (Y). Diperoleh nilai thitung (7,858) dengan p = 0,000 <0,05 dan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan df = 78 sebesar 1,991. Ada pengaruh yang positif dan signifikan dari fasilitas belajar (X1) dan motivasi belajar (X2) secara bersamaan terhadap kemandirian belajar (Y). Hal ini menunjukkan koefisien korelasi ganda RY (1,2) = 0,746 dan R² = 0,557 dan harga Fhitung sebesar 48,980 dengan p = 0,000 <0,05 dan Ftabel = 3,11 pada taraf signifikan 5%. Nilai koefisien X1 = 0,186 dan X2 = 0,647, bilangan konstan sebesar 8,650 sehingga dapat dibuat persamaan regresi Y = 8,650 + 0,186X1 + 0,647X2. Semakin tinggi nilai sarana belajar (X1) dan motivasi belajar (X2), semakin tinggi kemandirian belajar (Y). Koefisien Determinasi adalah R² 0,557. Berarti 55,7% kemandirian belajar dijelaskan oleh alat belajar dan motivasi belajar. Sementara itu, 44,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara parsial, baik ketersediaan sarana prasaran belajar dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan pada kemandirian mahasiswa, dari dari kedua variable tersebut motivasi mempunyai pengaruh lebih besar. Secara simultan ketersediaan sarana prasarana dalam belajar dan pembelajaran, serta motivasi berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ELPSA DENGAN PERMAINAN KSD BAGI SISWA KELAS VII A SMPN 2 PATEAN KENDAL SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Mustakim Mustakim
Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v17i1.255.2016

Abstract

The problems of classroom action research are for students of class VII A SMPN 2 Patean Kendal 2nd Semester Academic Year 2015/2016: (1) Is ELPSA learning with the game KSD can improve learning outcomes Mathematical quadrilateral material?, (2) What ELPSA learning with games KSD can increase the activity of learning mathematics quadrilateral material?, and (3) How to change the behavior of students of class VII A after following learning learning ELPSA with KSD game on material quadrilateral? The study was conducted in two cycles each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collected through observation activities, teacher journals, student questionnaire, and test. Subjects were increased activity and results study A class VII SMPN 2 Patean Kendal, amounting to 22 learners with a composition of 12 male students and 10 female student. The study was conducted in January to April 2016. The indicators in this study were (1) More than 75% of students are actively involved in the learning process; (2) The average grade formative test at least 75 to 75% of students reach the minimum KKM is 75; (3) At least 85% of students are well behaved during the learning process. The results showed that (1) increased student learning outcomes seen from the highest value, lowest value, average, and mastery learning. In the first cycle the highest grade 86 increased 14 points to 100 in the second cycle, the lowest value of 54 increased 4 points to 58 in the second cycle, the average value of 74 increased by 12 points to 86, and the learning completeness 51% increase 35% to 86%; (2) All aspects of the students in learning activities is experiencing an increase in both activity visual, oral, listening, writing, drawing, metrics, mentally, and emotionally. The conclusions of this Class Action Research is a learning game ELPSA with KSD on quadrilateral materials can improve learning outcomes and activities as well as change the behavior of students of class VII A SMPN 2 Patean Kendal 2nd Semester Academic Year 2015/2016. Rumusan masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas di SMP2 kelas VII A tahunajaran 2015/2016 adalah (1) Apakah pembelajaran ELPSA dengan permainan KSD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi segiempat Semester 2 Tahun Pelajaran?, (2) Apakah pembelajaran ELPSAdengan permainan KSD dapat meningkatkan aktivitas belajar Matematika materi segiempat?, dan (3) Bagaimana perubahan perilaku siswa Semester 2 setelah mengikuti pembelajaran pembelajaran ELPSA dengan permainan KSD pada materi segiempat? Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data, melalui pengamatan, jurnal guru, angket siswa, dan tes. Subjek penelitian adalah peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII A SMPN 2 Patean Kendal yang berjumlah 22 siswa dengan komposisi 12 siswa putra dan 10 siswa putri. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2016. Indikator dalam penelitian ini adalah (1) Lebih dari 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran; (2) Rata-rata nilai tes formatif minimal 75 dengan 75% siswa mencapai batas minimal KKM yaitu 75; (3) Minimal 85% siswa berperilaku baik selama mengikuti proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa meningkat dilihat dari nilai tertinggi, nilai terendah, rata-rata, dan ketuntasan belajar. Pada Siklus I nilai tertinggi 86 meningkat 14 point menjadi 100 pada Siklus II, nilai terendah 54 meningkat 4 point menjadi 58 pada Siklus II, rata-rata nilai 74 meningkat 12 point menjadi 86, dan ketuntasan belajar 51% meningkat 35% menjadi 86%.; (2) Semua aspek aktivitas siswa dalam belajar mengalami peningkatan baik aktivitas visual, oral, mendengarkan, menulis, mengambar, metrik, mental, maupun emosional. Simpulannya adalah pembelajaran ELPSA dengan permainan KSD pada materi segiempat dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas serta mengubah perilaku siswa.
ISU GENDER DAN SERTIFIKASI GURU VERSUS PRESTASI BELAJAR SISWA Sukarti, Sri
Jurnal Pendidikan Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to identify achievement differences among elementary student connected with teaching professionalism and gender issues. Samples were retrieved randomly from elementary teachers in District KaranglewasBanyumas Regency consisted of 60 certified teachers and 60 non-certified teachers, in which each group consists of 30 male teachers and 30 female teachers. Data were obtained from the test scores. Results showed nonsignificant differences between the learning outcomes of students taught by certified teachers and students taught by non-certified teacher (tvalue0.789< ttable1.980). Significant differences between the learning outcomes of students taught by male teachers and female teachers (t value4.610)>ttable=1.980). Non significant differences in teaching ability between certified teacher and non-certified teachers. On average male teachers performed better than female groups. Suggested to review the certification system/model to improve teaching profesionalism. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan prestasi belajar siswa SD ditinjau dari aspek profesionalitas guru dan isu gender. Sampel ditarik secara acak di Kecamatan Karanglewas Banyumas, terdiri dari 60 guru yang bersertifikat dan 60 guru non-sertifikat, dan masing-masing terdiri dari 30 guru laki-laki dan 30 guru perempuan. Data prestasi belajar siswa diperoleh dari nilai ulangan umum. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar oleh guru yang sudah bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi dengan nilai t hitung0,789, dan ttabel1,980. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar guru laki-laki dan guru perempuan (thitung= 4,610)>ttabel=1,980). Tidak terdapat perbedaan kemampuan mengajar yang signifikan antara guru yang sudah bersertifikasi dengan guru non-sertifikasi, guru laki-laki menghasilkan siswa dengan rata-rata nilai ulangan umum lebih baik dibanding guru perempuan. Disarankan peninjauan ulang sistem sertifikasi guru.
KEMAMPUAN GURU SD DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA PELAJARAN IPA Fauziah, Yuli Nurul
Jurnal Pendidikan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the ability of elementary school teacher to develop creative thinking skills in teaching science. The research was conducted at grade 5 of 11 elementary schools in the city of Bandung during the 2010-2011 school year. Research subjects were 5 certified teachers through portfolio program, 5 certified teachers through training program, and 5 uncertified teachers. Data collection include analyzing lesson plans, observing learning processes, recording the process of learning through vidoegraph and conducting  evaluation tests. Data were analyzed based on the characteristics of creative thinking; which were fluency, flexibility, originality and elaborateness. Results revealed that elementary school teacher had drawn up plans to develop creative thinking skills in their lesson plans, but still could not implemented them in learning activities in classroom. It was concluded that the development of creative thinking skills in science teaching had not been executed effectively. It is suggested that teachers should be encouraged to carry out the learning process that is able to develop creative thinking skills.

Page 1 of 25 | Total Record : 242