cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 360 Documents
TUHFAT AL –NAFIS:KARYA SASTRA SEJARAH (MELAYU) DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Akkase Teng, H.Muhammad Bahar
Paramasastra Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p

Abstract

Dalam makalah  ini  telah  dibahas mengenai  sastra Melayu  klasik,  sastra  sejarah melayu  serta  Tuhfat  Al  Nafis.  Sastra  Melayu  klasik(lama)  adalah  sastra  yang berbentuk  lisan  atau  sastra  yang  tercipta  dari  ucapan.  Karya  sastra  sejarah, merupakan  suatu  karya  sastra  yang  terkandung  didalamnya  unsur  sejarah.Sastra sejarah merupakan  dongeng, fantasi, bukan fakta dan kebenaran cerita. Anggapan masyarakat terhadap karya sastra Sejarah ini sebagai karya sejarah, disebabkan  a) judul  karya  ini    menggunakan  kata  sejarah,b)  latar  atau  tempat-tempat  yang diceritakan  ada  dalam  dunia  nyata,c)  nama-nama  pelaku  atau  tokoh  cerita merupakan  tokoh  historis,  dan  dipercayai  benar-benar  ada.Tuhfat  al  Nafis  Trengganu  salah  satu  naskah  kuno  yang  tergolong  sastra  sejarah  yang  dikarang oleh  dua  orang,  ayah  dan  anak    Haji  Raja  Ahmad(1778-1878)  dan  Haji  Raja Ali(1808-1872).  Raja  Ali  Haji  juga  merupakan  seorang  intelektual  terkenal  di penghujung abad ke-19. Karya-karyanya bukan hanya sastra, tetapi juga dibidang lain, seperti; agama, sejarah, bahasa dan budaya Melayu. Naskah ini telah disalin untuk disimpan di Isana Diraja Trengganu pada masa pemerintahan Sultan Zainal Abidin  III(1881-1918).  Corak  kaligrafinya    jauh  lebih  bermutu  dari  pada manuskrip lainnya yang disalin untuk pegawai-pegawai asing.
MITOS DALAM NOVEL MANUSIA LANGIT KARYA J.A. SONJAYA Mulayani, Wahyu
Paramasastra Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRAKMitos sebenarnya merupakan cerita masa lalu dari leluhur yang dianggap memiliki pesan dan makna kebenaran. Untuk itu sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Nias tidak mau melanggar adat istiadat (yang sebenarnya mitos), karena takut kena tulah atao azab.  Sonjaya banyak menceritakan tentang mitos yang ada di pulau Nias melalui novelnya yang berjudul Manusia Langit. Mitos yang diceritakan dalam novel Manusia Langit berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di Nias.  Selain itu, bahasa yang digunakan oleh Sonjaya indah, sehingga cocok untuk dikaji. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan 1) bentuk mitos percintaan dalam novel Manusia Langit karya Sonjaya, 2) bentuk mitos religius dalam novel Manusia Langit karya Sonjaya. Penulisan ini menggunakan pendekatan antropologi sastra, karena yang dibahas tentang mitos yang merupakan salah satu unsur budaya.  Budaya merupakan cultural bangsa sehingga masing-masing memiliki kepercayaan yang berbeda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Manfaat yang diharapkan dalam penulisan ini, 1) dapat menambah jumlah penelitian sastra khususnya tentang mitos. 2) dapat menghibur, menambah pengetahuan dan memperkaya wawasan pembacanya dengan cara yang unik, yaitu melalui bentuk naratif. Sehingga pesan yang disampaikan kepada pembaca tidak terkesan menggurui.  Hasil dari pembahasan 1) mitos percintaan, menceritakan hubungan antara tokoh Mahendra dengan kekasihnya, 2) mitos religius menceritakan para leluhur Nias yang menganut kepercayaan animisme. Masyarakat Nias masih mendewakan roh-roh yang tidak kelihatan (roh halus) dan memuja roh-roh yang berbentuk, seperti  patung yang di buat dari bahan batu atau kayu, serta pohon tertentu yang dianggap memiliki kekuatan gaib.Kata kunci: Mitos percintaan, Mitos religius, Novel Manusia Langit
ANALISIS MAKNA VERBA TOORU, SUGIRU DAN KOERU Renold, Renold
Paramasastra Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Verba  tooru,  sugiru,  dan koeru selain merupakan kata kerja pergerakan juga merupakan kata kerja yang bersinonim bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk membuktikan apakah ke tiga verba tesebut merupakan sinonim maka dilakukan analisis dengan teknik subtitusi antar kalimat dengan dua jenis verba yaitu:tooru????dan sugiru ?????; sugiru?????dan koeru?????; koeru?????dan tooru????. Berdasarkan hasil analisis ketiga verba tersebut diketahui bahwa; ?tooru? adalah verba yang memiliki ciri subjek mulai bergerak melewati objek dengan cara masuk kedalam objek tersebut dan berakhir setelah keluar dari objek, hal ini ditandai dengan keberadaan makna preposisi penanda tempat, ?sugiru? adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak tidak masuk kedalam objek melainkan hanya bergerak di samping objek tersebut,  ?koeru?adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak melewati objek dengan cara melewati sisi sebelah atas objek.
KOLOKASI BERKONTRUKSI “NOMINA + VERBA” DALAM BAHASA JEPANG PADA MINNA NO NIHONGO SHOKYUU DAN NIHONGO CHUUKYUU Khoiriyah, Amalia Rizqi
Paramasastra Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n2.p124-141

Abstract

This research is motivated by the existence of problems in language, because each language has their own habits to join the words with certain words. This habit is called collocation. The focuss in this study, is the use of collocation with the construction of "Nomina + Verba" and its role in Japanese in Minna no Nihongo Shokyuu and Nihongo Chuukyuu. Collocation with verb types is considered as the focus in this study, because verbs are 'lives' in a sentence. The results of this study indicate that the construction of nouns + verbs on Nihongo Shokyuu and Nihongo Chuukyuu are 4 constructions: (a) Noun + wo + Verba there are 3 roles of syntax, namely Objective, Locative and role of Time, (b) Noun + ni + Verb role found are Objective, Locative, Time, Opposition, Direction, Giver, Receiver and Results role roles, c) Noun + ga + role verbs which are objective-patient roles. This is because the construction that meets Nomina + Verba requirements is only in the patient role. Then the last one is construction (d) Nominal + de + Verba with 4 synthetic roles, Locative?s role, Time, Instrument and cause / reason. The type of collocation studied is limited collocation, fixed collocation and idiom.
MEMAHAMI ISLAM LOKAL MELALUI KITAB SERIBU MASA’IL: STUDI KOMPARASI TEKS ARAB-MELAYU Alindah, Lutfiyah
Paramasastra Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n2.p%p

Abstract

The  spread  and  development  of  Islam  in  the  Indonesia  not  only  brought Islam together, but also brought Islamic culture in the form of literature. The development  in teaching Islamiccultural  tradition  is  important  in  the process of Islamization.  Many  books  were  translated,  composed  or  adapted  to  many languages in the archipelago. The books are compiled in what is known as sastra kitab  (literature  of  Islamic  theology).  Its  two  versions,  the  Masail  Sayyidi 'Abdullah bin Salam  lin Nabi  in  the Arabic version or  Seribu Masa?il  in Malay version,  are  still  preserved.  Both  of  these  texts  are  part  of  the  process  of translation  from  Arabic  texts  into  Malay  text  which  have  variations  either  in structure  linguistic  or meaning.This  paper  examines  the  variations  occurring  in process of translation between Arabic text and Malay text, and how the variations are manifested  in  these  two  texts. This  research  is  important because  it  looks at Sirah nabawiyah (history of  the prophet)  that documents both written and verbal teachings  of  Islam.  In  addition,  this  study  contains  the  theological  values  and dialogue between Muslims and non-Muslims. By using George Steiner?s  theory, this study tries to examine the difficulties and the paradoxes created by translation from  one  language  to  another.This  study  demonstrates  that  the  final  translation between Mas??il  Sayyidi  ?Abdull?h  Bin  Sal?m  li-Nab?  text  and  Seribu Masa'il have variations both in the structure of linguistics and meanings. 
FABELSEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Azis, Abdul
Paramasastra Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n2.p%p

Abstract

Pembelajaran  sastra  cenderung  kurang  berani menggali  teks  dalam  konteks yang  lebih  luas.  Padahal  sangatlah  mungkin  sebagai  media  pendidikan  dan hiburan, membentuk  kepribadian  anak,  serta menuntun  kecerdasan  emosi  anak. Penelitian  ini  bertujuan  mendeskripsikan  cerita  rakyat  kategori  Fabel  untuk kepentingan pemilihan bahan ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SD. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  deskriptif analitik.  Data  dalam  penelitian  ini  adalah  cerita  rakyat  kategori  Fabel. Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  teknik  dokumentasi  dari  8  guru  SD  di  8 kecamatan di Kabupaten Maros Periode Maret-Mei 2014. Teknik analisis meliputi  proses pengorganisasian dan pengurutan data tentang Fabel dan pemilihan bahan ajar cerita rakyat  ke dalam pola kategori dan satuan uraian. Hasil  analisis  data  dan  temuan  menunjukkan  bahwa  rata-rata  penilaian  responden  untuk  cerita  rakyat  kategori  Fabel  sebesar  3,763  atau  pada  kategori layak dijadikan bahan ajar.  Bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran cerita  rakyat  adalah  jenis  bahan  ajar  cerita  rakyat  apa  saja.  Namun,  sebaiknya untuk tingkat SD, bahan ajar cerita rakyat yang digunakan adalah bahan ajar ceita rakyat yang  isinya harus sesuai dengan karakteristik, pengalaman, dan kebutuhan siswa.
MENULIS KREATIF DAN PSIKOLOGI KOMUNITAS: STUDI DI PONDOK PESANTREN Ahmadi, Anas
Paramasastra Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v6n2.p%p

Abstract

This study aims to describe the implementation of creative writing in the perspective of community psychology at Tebu Ireng Islamic Boarding School, Jombang. This research is a study that uses qualitative methods because it narrates and describes the process of creative writing activities in the perspective of community psychology at the Tebu Ireng Islamic Boarding School. The results and discussion of the research in this study relate to the process of creative writing, namely pre-writing, writing process, and post-writing. Based on the results of questionnaires and interviews, it was concluded that participants gained new knowledge in writing, especially writing psychological perspectives.
ANALISIS KONDISI PSIKOSEKSUAL TOKOH WARAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI Mujihadi, Mujihadi
Paramasastra Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n2.p%p

Abstract

An analysis in novel of trilogy Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) written by Ahmad Tohari focuses on how psychosexual which happen in Waras as the character. This research uses descriptive qualitative method. The purpose of this research is to describe the Waras? psychosexual  as the character in the novel which is use the psychological art approach.  Psychological art approach is an analysis which focuses on the psychological theory. This analysis model in this novel basically focuses on objective approach. The data in this research is taken from the quotation from the novel RDP which is suitable with research points.  After doing the analysis, writer found the psychosexual from the waras as the character.  The condition of Waras? psychosexual if related to the Sigmund freud psychosexual development theory, it can be concluded that that psychosexual of Waras was not in appropriate  psychosexual development.  These psychosexual problems in Waras as character that in his seventeen he still like playing with the younger children, he also like taking care of  podang bird just like younger children, and he also is not interested with women.
THE SOUND OF EVIL: A PERSPECTIVE OF COMPARATIVE LITERATURE Purnomosasi, Lusia Kristiasih Dwi
Paramasastra Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n2.p%p

Abstract

The representation of evil in The Scarlet Letter, Madam Bovary, Anna Karenina, and Lady Chatterley?s  Lover  is  a  choice  to  be  compared  by  the  theory  of  comparative literature of Claudio Guillen.It  is  called  thematology.  It  is  based on  the assumption that a theme will be different as  it is accepted by different cultures. Internationality is applied among others. The evil functions as a representation of a sinner in The Scarlet Letter in line with external marital affairs by the main character. It is due to the belief of  witch  that  leads  to  the  special  woman.  The  witch  as  the  representation  of  evil changes  to  the  beggar  in  Madam  Bovary  and  a  railway  station  officer  in  Anna Karenina. Both  reflect  the different  social  stratification as  the effect of materialism. Lady Chatterley?s Lover  has  transformed  to an  invisible  representation of evil.  It  is the mentality of capitalism. The  transformation of  those evil  in  the novels  is created from the stereotype towards the cursed by society. It deals with the belief and status.
GRAMATIKALISASI VERBA HEIN DAN SEIN Ridwan, Agus
Paramasastra Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n1.p%p

Abstract

Linguistic units in any language will develop at a certain time. Such development can occur in the field of phonology, (morpho) syntax, and semantics. However, not all of linguistic units can develop in parallel on these three areas. It also occurs at the language units of German like verbs haben ?have? and sein ?to be?. The verbs haben ?have? and sein ?to be? can have function as a full verb. In addition to a full verb, the verbs haben ?have? and sein ?to be? also serve as an auxiliary verb, a functional verb and a modality verb. The various functions of verbs especially the origin of their formation certainly created problems for language expert and observer, and also German language teachers/learners. In connection with the issue, this article tries to describe the development of verbs haben ?have? and sein ?to be?. The theory used in the analysis is the theory of grammaticalization in the field of syntagmatic/paradigmatic (morpho) syntax and semantics.

Page 1 of 36 | Total Record : 360


Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue