cover
Contact Name
Vega Aditama
Contact Email
vegaaditama@gmail.com
Phone
+6282257017949
Journal Mail Official
vegaaditama@gmail.com
Editorial Address
jalan bendungan sigura-gura no. 2 , Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sondir
ISSN : 19792832     EISSN : 27468275     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Sondir Journal is a publication media of research results in the field of Civil Engineering and sub-fields of structure, geotechnical engineering, transportation, construction management, water resources and geographic information systems (GIS). This journal is published regularly as much as 2 volumes per year in April and October.
Articles 81 Documents
PENINGKATAN KINERJA SISTEM SALURAN DRAINASE KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK Baiq Husnul Khotimah; Kustamar; Nenny Roostrianawaty
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.392 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2539

Abstract

Salah satu masalah utama terjadinya genangan di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk terjadi karena kinerja sistem drainase yang tidak berjalan sesuai fungsinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan analisis untuk peningkatan sistem pada saluran-saluran di Kecamatan Kertosono. Analisis yang digunakan yaitu dengan menganalisis curah hujan 10 tahun terakhir menggunakan metode Log Pearson Type III dan Metode E.J Gumbel. Berdasarkan hasil analisis kapasitas saluran eksisting, didapatkan 2 saluran yang tidak dapat menampung debit saluran. Saluran primer Jl. Ngronggot dengan debit yang tidak tertampung oleh saluran sebesar 0,160 m3/detik dan saluran Jl. Urip Sumuharjo kanan sebesar 0,024 m3/detik. Untuk yang tidak memenuhi syarat maka dilakukan peningkatan saluran drainase dengan membuat sumur resapan dan dengan pelebaran saluran. Dari hasil analisa biaya konstruksi, peningkatan kinerja sistem drainase yang paling ekonomis yaitu dengan sumur resapan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH GEDUNG MENGGUNAKAN PONDASI BORE PILE : STUDI KASUS GEDUNG PASCASARJANA UNISMA Silvia Megananda; Afriza Marianti S; Sudirman Indra
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.966 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2540

Abstract

Gedung Pascasarjana UNISMA dibangun dengan perencanaan 7 lantai dan 1 atap, yang terletak di tengah kota Malang dengan kondisi padat dan sangat berdekatan dengan bangunan di sekitarnya. Sebelumnya gedung tersebut menggunakan pondasi tiang pancang dan proses pemasangannya dapat mengganggu aktivitas yang berada di sekitar gedung karena dapat menimbulkan getaran yang dapat mengganggu bahkan merusak konstruksi maupun struktur tanah. Sehingga dianggap perlu melakukan perencanaan ulang menggunakan jenis pondasi Borepile dengan kedalaman 12 m. Data tanah menggunakan data boring. Struktur balok dan kolom menggunakan data awal perencanaan, dihitung menggunakan program bantu ETABS untuk mendapatkan data beban vertikal yang akan diteruskan ke pondasi. Pondasi Tipe 1 (4 tiang diameter 50 cm) dengan tulangan pilecap D22 – 130 (x) dan D22-130 (y). Tipe 2 (3 tiang diameter 50 cm) dengan Tulangan pilecap D22 – 230 (x) & D22 – 210 (y). Tipe 3 (2 tiang diameter 50 cm) dengan Tulangan pilecap D22-190 (x) & D22-190 (y). Tulangan Borepile (8 D 19) dengan penurunan tiang tipe 1 adalah 0.3104 cm, tiang tipe 2 sebesar 0.1286 cm dan tipe 3 sebesar 00537 cm.
PERENCANAAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR M. Faisal Ferial; I Wayan Mundra; Hirijanto
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.766 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2541

Abstract

Penyediaan air bersih di Kecamatan Pagak saat ini relatif terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan air untuk 53879 penduduk. Hal ini dikarenakan Kecamatan Pagak merupakan daerah yang minim sumber air. Pemenuhan air bersih ini direncanakan dengan perencanaan sistem penyediaan air bersih dengan sumber air yang berasal dari sumur bor dalam. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penduduk sampai 2028, debit kebutuhan air bersih di Kecamatan Pagak, perencanaan jaringan pipa distribusi, dimensi pipa, dimensi reservoir, dan debit aliran air tanah. Perencanaan jaringan distribusi air bersih ini menggunakan metode Hazen-William. Data yang dibutuhkan yaitu jumlah penduduk 10 tahun terakhir, fasilitas umum, peta topografi, dan data geolistrik di daerah Kecamatan Pagak. Berdasarkan hasil perencanaan dari proyeksi penduduk tahun 2028 yaitu jumlah penduduk sebanyak 58948 penduduk; debit kebutuhan air bersih total 107,52 lt/s dengan kebutuhan air bersih yang terpenuhi sebesar 41,23 lt/s dan tidak terpenuhi sebesar 66,29 lt/s; debit air tanah Desa Pagak 12,34 lt/s, Desa Sempol 16,22 lt/s dan Desa Gampingan 19,39 lt/s; dimensi pipa PVC dengan diameter 1.5 inci, 2 inci, 2.5 inci, 3 inci, 4 inci, 6 inci, dan 8 inci; dimensi reservoir atas untuk menampung kebutuhan air bersih di Kecamatan Pagak antara lain Desa Sempol 7,5m x 5m x 3m; Desa Pagak 7m x 5m x 3m; dan Desa Gampingan 6.5m x 5m x 4m; dimensi reservoir bawah untuk menampung kebutuhan air bersih di Kecamatan Pagak antara lain Desa Sempol 22,5m x 15m x 9m; Desa Pagak 21m x 15m x 9m; dan Desa Gampingan 19,5m x 15m x 12m.
ANALISIS PENANGANAN KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX): STUDI KASUS JL. JOYO AGUNG, JL. JOYOSARI, JL. JOYO UTOMO, JL. JOYO TAMBAKSARI, KEC. MERJOSARI, KOTA MALANG Nadhila Salsabilla; Nusa Sebayang; Eding Iskak Imananto
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.811 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2542

Abstract

Jalan Joyo Agung, Jalan Joyosari, Jalan Joyo Utomo dan Jalan Joyo Tambaksari yang merupakan jalan lokal yang berada di Kecamatan Merjosari, Kota Malang. Panjang total ke 4 ruas jalan ini sebesar 3.513 meter dan termasuk ke dalam jalan kelas III. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis kerusakan yang terjadi dan melakukan pemilihan jenis penanganan yang dapat diterapkan sesuai dengan tingkat kerusakan yang diperoleh berdasarkan Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement condition index). Pelaksanaan penelitian ini meliputi survei lalu lintas dan survei kerusakan jalan secara visual dengan membagi ruas Jalan Joyo Agung – Jl. Joyo Tambaksari per 100 meter sebanyak 37 segmen. Data survei kemudian digunakan untuk menentukan kondisi jalan dengan menggunakan Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement condition index). Setelah memperoleh nilai kondisi jalan per ruas dengan dua metode, kemudian ditentukan jenis pemeliharaan dengan program pemeliharaan rutin. Terdapat 6 jenis kerusakan yaitu : Kekasaran Permukaan, Amblas, Tambalan, Lubang, Retak Kulit Buaya, dan Retak Memanjang/ Melintang. Sesuai dengan hasil analisis penentuan kondisi jalan dengan Metode PCI (Pavement condition index), diperoleh tingkat kondisi kerusakan untuk Jl. Joyo Agung sebesar 41,72 (Sedang), Jl. Joyosari sebesar 40,50 (Sedang), Jl. Joyo Utomo sebesar 51,50 (Sedang), Jl. Joyo Tambaksari sebesar 62,00 (Sedang). Nilai urutan prioritas berdasarkan Metode Bina Marga untuk Jl. Joyo Agung dan Jl. Joyo Utomo adalah 7, sedangkan Jl. Joyosari dan Jl. Joyo Tambaksari adalah 8 yang artinya kondisi jalan tersebut masuk kedalam program penanganan pemeliharaan rutin.
ALTERNATIF DESAIN STRUKTUR BANGUNAN ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA TYPE STEEL ARCH DENGAN RANGKA WARREN : PADA JEMBATAN TUKAD BANGKUNG DI KAB. BADUNG – BALI I Komang Dedi Wijaya; Sudirman Indra; Mohammad Erfan
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.224 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2543

Abstract

Dalam perencanaan dan perancangan jembatan sebaiknya mempertimbangkan fungsi kebutuhan transportasi, persyaratan teknis dan estetika-arsitektural yang meliputi : Aspek lalu lintas, Aspek teknis, Aspek estetika. jembatan alternatif desain struktur bangunan atas jembatan rangka baja type steel arch dengan rangka warren pada jembatan tukad bangkung di kab. badung – bali merupakan jembatanrangka baja yang memiliki bentang keseluruhan 360 m dan lebar 9,6 m. alternatifstruktur atas pada jembatan Tukad Bangkung Kabupaten Badung - Bali dengan penggabungan antara konstruksi baja pelengkung / busur ( Steel Arch ) 2 sendi rol dan struktur rangka warren. Dimana antara pelengkung / busur dengan pelat profil baja dihubungkan dengan kabel yang berfungsi memberikan dukungan kekuatan pada struktur rangka tersebut oleh karena bentangan yang panjang. Pada perencanaan jembatan kali ini menggunakan metode L.R.F.D dan untuk pemodelan analisa struktur penulis menggunakan program bantu STAADPRO V8i. Dari analisa hasil perhitungan struktur atas didapat dimensi perencanaan jembatan Steel Arch yang di rencanakan menggunakan profil baja, WF 350 x 175 x 7 x 11 untuk gel. memanjang, WF 918 x 303 x 19 x 37 untuk gel. melintang, WF 350 x 350 x 12 x 9 untuk gel. melintang atas, WF 498 x 432 x 45 x 70 untuk gel. induk, LD 250.250.25 untuk ikatan angin.
OPTIMASI DIAMETER PIPA DALAM PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN WONOTIRTO KABUPATEN BLITAR Muhammad Haidar Nur Hilmy; Dr. Ir, Kustamar,MT; Nenny Roostrianawaty, ST.MT
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.975 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2544

Abstract

Penyebaran air bersih yang kurang merata dikarenakan kondisi geografis yang tidak sama, salah satu contohnya di Kecamatan Wonotirto. Kondisi geografis di Kecamatan Wonotirto merupakan dataran tinggi sehingga air bersih hanya mengandalkan air hujan. Optimasi diameter pipa dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Wonotirto ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi jumlah penduduk ditahun 2028, debit kebutuhan, perencanaan jaringan pipa distribusi, dimensi reservoir, dan jenis pompa air. Perencanaan optimasi diameter pipa dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih ini menggunakan metode Hazen-William. Data yang dibutuhkan adalah jumlah penduduk 10 tahun terakhir, data geolistrik, dan peta topografi di Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil perencanaan sesuai proyeksi tahun 2028 yaitu pelayanan dengan jumlah penduduk 37,013 jiwa. Besar debit kebutuhan air bersih 63.73 lt/dt, dan dimensi reservoir 1 adalah 6 m x 4 m x 3 m, reservoir 2 adalah 6.5 m x 4 m x 3 m. Jenis pipa PVC dengan diameter 0.75 inchi, 1 inchi, 1.25 inchi, 1.5 inchi, 2 inchi, 2.5 inchi, 3 inchi, 4 inchi, 6 inchi.
PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DI KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON Roliams Mayaut; Nenny Roostrianawaty
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.713 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2545

Abstract

Berdasarkan data kondisi eksisting sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon diketahui bahwa jumlah penduduk Kecamatan Nusaniwe sebesar 112.510 jiwa dengan komposisi jumlah desa dan kelurahan sebanyak 13 terdiri dari 8 kelurahan dan 5 desa dimana yang sudah terlayani air bersih adalah sebanyak 80% , sedangkan penduduk yang belum terlayani air bersih terdapat pada Kelurahan Benteng dan Kelurahan Nusaniwe. Selama ini penduduk di Kelurahan Nusaniwe masih bergantung pada sumur galian yang belum tentu menjamin kebutuhan air bersih yang diperlukan. Tujuan penelitian dilakukan untuk merencanakan pengelolaan air bersih di Kecamatan Nusaniwe dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan fasilitas umum. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan jumlah total kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kecamatan Nusaniwe sampai tahun 2028 sebesar 289 liter/detik sesuai dengan jam pembagian air bersih air akan dialirkan ke pemukiman penduduk selama 24 jam setiap harinya. Perencanaan jaringan air bersih pada studi ini mengunakan program EPANET dimana didapatkan tekanan pada jaringan air bersih sebesar 90,59 meter dengan kecepatan max 5,58 m/detik sehingga dapat menjangkau 2 kelurahan yang ada.
PENINGKATAN KINERJA SISTEM DRAINASE PERKOTAAN NGANJUK Ryanwira Adha; I WayanMundra; Nenny Roostrianawaty, ST.MT
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.43 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2546

Abstract

Setiap musim penghujan tiba memungkinkan di daerah perkotaan terjadi genangan bahkan berdampak banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengananalisa apakah saluran drainase di Kota Nganjuk masih dapat menampung limpasan air hujan dan buangan air domestik. Penelitian ini menggunakan data yang diambil melalui pengukuran 83 saluran secara langsung dilapangan dengan memperhatikan tata guna lahan, luas daerah, serta data-data lain yang diperlukan melalui dinas terkait, setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisa curah hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun dengan metode Log Person Type III. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya 15 saluran drainase yang teridentifikasi tidak dapat menampung debit rancangan, untuk itu maka perlu dilakukan perubahan dimensi pada saluran tersebut dengan melakukan pelebaran dasar saluran.
KAJIAN EMBUNG PADA KALI KEDUNG WARU UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR KABUPATEN TULUNGAGUNG Akhmad Dwi Prasetiya; Kustamar; Hirijanto
SONDIR Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.793 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2560

Abstract

Banjir yang acapkali terjadi di wilayah kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung tepatnya di kali Kedungwaru dikarenakan debit air yang terlalu besar pada puncak musim hujan, jenis pengendalian banjir disini dipilih embung dengan pertimbangan biaya dan keuntungan sebagai penampung debit air berlebih pada musim hujan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluaan lainnya sebagai reservoir air. Perencanaan embung memerlukan data hidrologi, topografi, klasifikasi jenis tanah yang digunakan untuk embung, Dengan data hidrologi yang baik akan didapatkan debit banjir maksimum umur rencana dari embung, dari data-data di atas kita akan dapat menentukan tipe embung ideal yang kita rencanakan juga kondisi material yang paling efisien yang tersedia. Dengan tes tanah didapatkan data tanah yang terdapat disekitar lokasi relatif homogen, sehingga diputuskan menggunakan embung tipe urugan homogen. Dengan hasil yang didapatkan yaitu elevasi muka air normal sebesar +0,50 m dan muka air banjir +2,19 m dan tinggi elevasi jagaan +2,69 m, dengan kemiringan embung hulu sebesar 1:3 dan hilir 1:2,25 dengan tinggi embung secara keseluruhan 2,94 m, lebar puncak embung 2m, panjang tubuh embung 6,28 m sehingga kebutuhan material sebanyak 142 m3. Stabilitas lereng tubuh embung bagian hilir pada kondisi kosong terhadap gempa rencana sebesar 1,98 dengan stabilitas tanpa gempa sebesar 1,981 . Pada kondisi penuh stabilitas lereng tubuh embung hilir terhadap gempa rencana sebesar 1,393 dengan stabilitas tanpa gempa sebesar 1,393..
ANALISA PERBANDINGAN PORTAL GABLE FRAME BAJA WF DAN STRUKTUR RANGKA BAJA SIKU DAN T Al Imran; Ir. Ester Priskasari, MT; Ir. Agus Santosa, MT
SONDIR Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.763 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2561

Abstract

Konstruksi portal baja dengan profil baja custom atau rekayasa profil baja akan mendapatkan baja dengan volume yang paling efisien. Maka dari itu, penulis ingin membandingkan dua profil baja untuk kebutuhan balok pada gable frame yaitu profil baja WF dan struktur kerangka baja siku dan T. Dalam studi perbandingan ini, penulis akan menerima dimensi profil yang pas terlebih dahulu. Pada desain penampang profil baja WF dan baja siku dan T menggunakan metode LRFD yaitu suatu metode yang ada faktor faktor reduksi untuk memproleh desain yang aman dan ekonomis, selain itu untuk memproleh jumlah baut yang dibutuhkan untuk setiap sambungannya dan hasil perhitungan dengan pembebanan yang sama didapatkan dimensi profil WF 700.600.18.34. Didapatkan dimensi profil Siku 130.130.9 dan T beam 400.300. Kebutuhan baut untuk sambungan profil WF adalah 112 baut dan profil Siku dan T adalah 688 baut. Berat struktur balok menggunakan WF 700600.18.34 sebesar : 37238,4 kg .Sedangkan menggunakan Struktur rangka baja siku 130.130.9 dan T 400.300 berat struktur sebesar : 36545,1 kg. Terdapat selisih berat struktur sebesar 693,3.