cover
Contact Name
Prodi Penelitian & Evaluasi Pendidikan, Pascasarjana UNNES
Contact Email
jere@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jere@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Postgraduate, Universitas Negeri Semarang Kelud Utara III, Semarang 50237 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Research and Educational Research Evaluation
ISSN : 22526420     EISSN : 25031732     DOI : https://doi.org/10.15294/jere
Core Subject : Education,
Journal of Research and Educational Research Evaluation is a fully refereed international journal publishing original academic articles that promote educational processes and outcomes that are both well-informed and evidence-based. The journal is deliberately multi-disciplinary and broad in its scope, and addresses rigorous research and evaluation at all levels, and in all sectors and ages of education. The journal publishes papers which report results of: original research and evaluation studies; secondary analyses of existing (international) data sets; meta-analyses and reviews synthesizing evidence and guidelines for practice. Journal of Educational Research and Evaluation also invites articles about the use and evaluation of evidence in practice, theoretical, conceptual, methodological and substantive issues in research and evaluation, as well as position papers related to issues about evidence-based education.
Articles 285 Documents
THE DEVELOPMENT OF EVALUATION PROGRAM MODEL GUIDANCE AND COUNSELING SERVICE BASED ON CSE-UCLA OF JUNIRO HIGH SCHOOL IN KUDUS Kusmanto, Agung Slamet; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji; Sugiyo, Sugiyo
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.501 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen dengan cara ujicoba dalam bentuk model dan instrumen, berdasarkan pertimbangan pakar dan penilaian dari praktisi/pengguna yang dilakukan melalui FGD dapat menggambarkan keterpenuhan validitas konstruk, tingkat reliabilitas, dan kriteria fit model yang pengukurannya dapat disimpulkan telah memenuhi syarat sebagai salah satu model dan instrumen yang dapat digunakan dalam evaluasi program bimbingan dan konseling SMP Kab. Kudus sehingga dapat menjadi acuan dalam guru bimbingan dan konseling/ konselor sekolah dalam meningkatkan keefektifan kinerjanya. Dengan ujicoba instrumen sebanyak 50 guru bimbingan dan konseling SMP se Kabupaten Kudus meliputi 9 kecamatan diperoleh hasil reliabitas 0,952. Dengan demikian, model CSE-UCLA dapat digunakan untuk mengevaluasi program layanan bimbingan dan konseling dan dapat menjadi alat ukur efektivitas kinerja guru bimbingan dan konseling. Saran yang dapat diberikan kepada peneliti lain yang akan meneliti tentang evaluasi CSE-UCLA atau yang akan melanjutkan penelitian tentang evaluasi CSE-UCLA yang penulis lakukan, alangkah lebih baiknya apabila melakukan uji coba dengan kawasan yang lebih besar dengan mengujikan uji efektivitasnya sehingga dapat terlihat dengan jelas efektivitas modelnya. This development research aims to build instrument by counducting an experiment using models and instruments under consideration of experts and the assessment from the practicioners/users. Such instrument as conducted through an FGD so the result fulfill the requirements of constructions validity, reliability levelsare qualified as one of the model and instruments can be used as evaluation of guidance and counseling program at junior high school in Kudus. Hopefully, these model and instruments can be used asa areference by wich the guidance and counseling he guidance and counseling teachers of Junior High School in Kudus can improve their performance effectiveness. The sample are 50 junior high school guidance and counseling teachers form 9 kecamatan (districts) of Kudus within reliability 0,952. Not only the CSE-UCLA models is an appropriate model for evaluating the guidance and counseling service and become the measurement in measuring performance effectiveness of the guidance and counseling teachers. For those who wont to conduct a research on CSE-UCLA evaluation or continue this research, it will be much better if it is conducted in wider area so that tehe effectiveness of the model will be more vivid.
PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI KLINIS DENGAN PENDEKATAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BAHASA INGGRIS SMA NEGERI DI KABUPATEN CILACAP Akhmad, Sulthoni; Haryono, Haryono; Fakhruddin, Fakhruddin
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.947 KB)

Abstract

Kompetensi profesional guru merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru, namun kompetensi profesional guru bahasa Inggris SMA Negeri di Kabupaten Cilacap masih rendah. Indikator rendahnya kompetensi profesional guru tersebut di antaranya hasil UKG bahasa Inggris tahun 2012 rata-rata 34,42, prosentase daya serap mata pelajaran bahasa Inggris SMA (Jurusan IPA/IPS/Bahasa) tingkat kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2012/2013 masih di bawah daya serap tingkat provinsi dan tingkat nasional, pemantauan dan pembinaan profesional guru oleh pengawas dan kepala sekolah belum berjalan efektif. Hasil penelitian secara deskriptif bahwa supervisi model faktual yang dilaksanakan oleh pengawas dan kepala sekolah belum berjalan efektif. Analisis kebutuhan guru bahasa Inggris SMA Negeri di Kabupaten Cilacap, tentang supervisi klinis 76% (cukup tinggi). Hasil uji efektifitas terbatas model supervisi klinis dengan Pendekatan lesson study terhadap 6 guru model dengan analisis uji paired two sampel t-test menunjukkan peningkatan rata-rata nilai supervisi sebelum eksperimen 72 menjadi 78 sesudahnya. Hasil hitung ttest dengan derajat kesalahan 5% dan dk n-1=5 sebesar 1,333 dikorelasikan dengan distribusi nilai ttabel menunjukkan nilai 2,015 kategori signifikan. Respon guru model sesudah eksperimen meningkat dari 76% menjadi 87%. Efektivitas model supervisi klinis dengan Pendekatan lesson study lebih baik dari model supervisi faktual.Professional competence of teachers is a competency that should be owned by every teacher, but the professional competence of teachers of English high schools in Cilacap still low. Poor indicator of professional competence among teachers of English UKG result in 2012 average 34.42, the percentage of subjects absorption for English (Classese of IPA/ IPS/Language) Cilacap district level of the school year 2012/2013 was still below the absorption provincial and national level, monitoring and professional development of teachers by supervisors and principals have not been effective. This research method using the method of research and development (R & D). The results of descriptive studies that supervision factual models imple­mented by supervisors and principals have not been effective. Analysis of the needs of teachers of English high schools in Cilacap regency, about 76 % of clinical supervision (high enough). Test results limited effectiveness of clinical supervision models based on 6 teacher lesson study model with a two sample test analysis of paired t-test showed the increase in the average value of supervision before experiments 72 to 78 afterwards. Count the results of t-test with degrees of error of 5% and df = 5 n-1 correlated with the distribution of 1,333 ttabel value indicates the value 2.015 significant category. Response after experimental model teacher has the imp­rovement of 76 % to 87 %. The effectiveness of clinical supervision models based lesson study model of supervision is better than factual.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN ATLET PADA KLUB BOLA BASKET PUTRA DI STKIP DHARMA WACANA METRO Aziz, Randes Rahdian; Sulaiman, Sulaiman; Sugiharto, Sugiharto
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.052 KB)

Abstract

Klub Bola Basket STKIP Dharma Wacana merupakan suatu wadah bagi para mahasiswa yang menekuni bidang basket yang tergabung di dalamnya. Penerimaan pelatih untuk Klub Bola Basket STKIP Dharma Wacana sangat objektif dan hanya mengambil pelatih yang berprestasi dalam bidang melatih. seleksi yang dilakukan di klub ini menggunakan dua tes yaitu untuk melihat kemampuan peserta tes dalam kerja sama tim maupun kemampuan individu. Dari semua peserta yang mengikuti tes, tidak semua peserta bisa lolos tes dan masuk ke dalam Klub Bola Basket STKIP Dharma Wacana karena seleksi dengan ketat. Program pembinaan olahraga di Klub Bola Basket STKIP Dharma Wacana telah menerapkan komponen olahraga yang ditunjang oleh peran pemerintah dan peran klub olahraga dalam pembinaan. Klub Bola Basket STKIP Dharma Wacana juga tidak melakukan bursa transfer pemain untuk spekulasi dana klub seperti klub-klub basket lainnya, karena dalam Klub Bola Basket STKIP Dharma Wacana atlet dibina oleh lembaga dan hanya bermain untuk lembaga serta tidak diizinkan untuk mengikuti bursa transfer karena status mereka adalah mahasiswa STKIP Dharma Wacana. Kesimpulan latar belakang program pembinaan, tujuan program pembinaan pada Klub Bola Basket STKIP Dharma Wacana memiliki kejelasan dalam berdirinya pembinaan yang didasarkan pada data dan fakta secara nyata di lapangan. Basketball club STKIP Dharma Discourse is a place for students who pursue the field basketball. Acceptance Basketball Club coach for Dharma Discourse STKIP very objective and just take the coaches who excel in the field of training. selection made at this club using two tests that test the participants? ability to see the teamwork and individual skills. Of all the participants who took the tests, not all participants could pass the test and get into the Basketball Club STKIP selection with Dharma Discourse as tight. Program in sports coaching Basketball Club STKIP Dharma Discourse has implemented components are supported by the sports and the role of government in the health club coaching role. Basketball club STKIP Dharma Discourse also did transfer window for the club fund speculation as other basketball clubs, as the club?s Basketball athletes STKIP Dharma discourse fostered by institutions and only played for the agency as well as not allowed to participate in the transfer market because of their status Dharma is a student STKIP Discourse. Conclusions background coaching program, coaching programs aim at Basketball Club STKIP Dharma Discourse has clarity in the establishment of coaching that is based on real data and facts on the ground.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PADA FEDERASI OLAHRAGA KARATE INDONESIA (FORKI) KOTA METRO Budiarte, Wayan; Soegiyanto, Soegiyanto
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.405 KB)

Abstract

Program pembinaan olahraga karate yang dilakukan oleh FORKI Kota Metro merupakan pembinaan pada tahap lanjut dari hasil pembinaan yang dilakukan oleh ranting karate yang ada di Kota Metro, para karateka yang berada di ranting dengan cara seleksi yang lakukan dengan mengadakan pertandingan-pertandingan karate di tingkat Kota Metro, dari hasil seleksi itulah didapat atlet yang menjadi binaan FORKI Kota Metro. Proses pembinaan berjalan dengan baik karena didukung pelatih, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh FORKI Kota Metro, meskipun memiliki keterbatasan dari segi pendanaan dan sarana namun itu tidak menyurutkan semangat pelatih dan atlet dalam menjalankan proses pembinaan, pembinaan berjalan dengan baik juga karena adanya atlet-atlet yang dibina merupakan atlet terbaik yang ada di Kota Metro. Simpulan dari aspek input, proses dan output program pembinaan FORKI Kota Metro ini layak untuk dilanjutkan karena mampu membentuk atlet menjadi atlet yang berprestasi di tingkat provinsi, ataupun nasional. Akan tetapi perlu ada pembenahan lebih lanjut lagi dari segi sarana dan prasarana dan pendanaan agar pelaksanaannya dapat meningkat di waktu mendatang. Program ini dapat dilanjutkan dengan berbagai saran dan masukan dalam program pembinaan yang mengacu pada IPTEK dalam olahraga.Karate sports coaching program performed by Forki Metro City is advanced stage of development results coaching is done by existing karate branch in Metro City, karateka who are in branches in a way that did the selection by holding karate matches in level Metro City, which is derived from the selection of athletes who become the target number Forki Metro City. Coaching process goes well because it is supported coaches, facilities and infrastructure owned by Forki Metro City, although it has limitations in terms of funding and facilities, but it did not dampen the spirit of coaches and athletes in the running process of coaching, coaching goes well also because of the athletes coachee is the best athlete in Metro City. Conclusions of the aspect of input, process and output of Metro City Forki coaching program is appropriate to proceed as capable of forming an athlete athletes who excel at provincial, or national. However, there needs to be further improvement in terms of infrastructure and funding so that implementation can be increased in the future. This program can be continued with a variety of suggestions and input in the coaching program that refers to the science and technology in sport.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN HOKI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Setyawati, Dwika Yuli; Rahayu, Tandiyo
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.155 KB)

Abstract

Pembinaan dan pengembangan olahraga selain ditujukan untuk pengembangan prestasi olahraga. Diperlukan evaluasi komperhensif pada  aktivitas program sampai hasil yang dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengevaluasi input program pembinaan hoki, 2) mengevaluasi proses program FHI, 3) mengevaluasi hasil produk program pembinaan hoki. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian evaluasi program ini adalah modifikasi CIPP Model. Subyek penelitian ini adalah tim hoki DIY yang meliputi pengurus, pelatih, atlet, masyarakat. Pengumpulan data primer menggunakan observasi, wawancara, sedangkan data sekunder menggunakan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian: 1) Input program pembinaan masih kurang terutama pada aspek perekrutan pelatih dan asisten pelatih serta pembiayaan pelaksanaan program pembinaan. 2) Process pembinaan hoki meliputi aspek pelaksanaan program latihan, konsumsi, kesejahteraan, transportasi dan koordinasi belum terlaksana dengan maksimal oleh pengurus berdasarkan data dan fakta secara nyata di lapangan. 3) Product pembinaan hoki DIY belum mencapai prestasi yang maksimal. Saran FHI DIY sebagai induk organisasi hoki perlu melakukan evaluasi, perbaikan dan penyempurnaan terhadap program pembinaan yang telah berjalan. The aims of the development and elaboration of sport are for improving the achievement. The comprehensive evaluation is needed to conceive the activities of the program and the result of implementation. The objectives of this study are to: 1) evaluate the input of hockey development program, 2) evaluate the process of development program, 3) evaluate the result of hockey development program. The approach used in this study was CIPP modification model. The subjects of this study were the hockey teams in special region of Yogyakarta which consisted of boards, coaches, athletes, and societies. The primary data of this study were observation and interview, meanwhile the secondary data was the documentation. The data was analyzed. The findings of the study were: 1) The input of the development program was also imperfectly.  2) form the data and fact gained, the process of hockey development program which consisted of the implementation of the program, refreshments, prosperity, transportation and coordination was unable implemented perfectly by the board. 3) The product of  hockey development program in special region of Yogyakarta showed unsatisfied achievements. The suggestions for Indonesia hockey federation of Yogyakarta, they need to evaluate and improve hockey development program.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AFEKTIF MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK Kusumawati, Tri
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.84 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui penilaian afektif mata pelajaran Aqidah Akhlak yang dilaksanakan, serta mengembangkan instrumen penilaian ranah afektif yang keefektifannya teruji dan menghasilkan instrumen penilaian afektif yang valid reliabel.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah R and D dengan mengadaptasi prosedur pengembangan dari Borg dan Gall tanpa tahapan yang terakhir yaitu diseminasi dan implementasi.Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif meliputi uji validitas menggunakan product momen, uji reliabilitas menggunakan alfa cronbach serta uji generalisabilitas antar rater. Pengembangan instrumen dalam penelitian ini meliputi instrumen angket skala sikap, instrumen observasi dan instrumen wawancara. Instrumen penilaian afektif diujicobakan secara terbatas dengan subyek ujicoba 10 siswa, ujicoba lanjutan 20 siswa dan diujicoba lapangan sebanyak 53 siswa yang merupakan siswa kelas V MIT Nurul Islam Semarang. Hasil pengujian menyatakan bahwa instrumen penilaian afektif meliputi instrumen angket skala sikap, instrumen observasi dan instrumen wawancara, terbukti valid dan reliabel berdasar data empiris di lapangan.Temuan penelitian direkomendasikan untuk dimanfaatkan oleh guru dalam pelaksanaan penilaian afektif yang sistematis terarah agar lebih obyektif dan komprehensif untuk menghasilkan penilaian yang bermakna sejalan dengan tujuan dan fungsi penilaian afektif.This study aims to determine the assessment of affective subjects Aqidah Morals conducted during this assessment instruments and develop the affective domain, which tested their effectiveness and produce a affective assessment instruments valid and reliable.The research approach used is R and D to adapt of the development procedure Borg and Gall without the last stage is dissemination and implementation. Data was analyzed by descriptive qualitative and quantitative includes the validity test of using the product moment, reliability test of Cronbach alpha and generalizabilitytest inter-rater. The development instrument in this study include the attitude scale questionnaire instrument, the instrument of observation and interview instruments. Affective assessment instruments tested were limited to subjects testing 10 students, 20 students advanced trial and field tested by 53 students which is a class V student of MIT Nurul Islam Semarang. The test results stated that the assessment instruments include instruments affective attitude scale questionnaire, observation instruments and instrument interview proved valid and reliable in the field based on empirical data.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KARAKTER MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI Sunanto, Heri
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian mengembangkan instrumen afektif dan kognitif yang valid isi,konstruk,serta efektif. Penelitian dikembangkan berdasarkan teori Borg & Gall (1983:772). Dipilih populasi kelas XI IPA-2 SMA Kesatrian 1 Semarang, data diambil melalui pengamatan dan angket serta tes prestasi belajar. Hasil penelitian kriteria valid isi skor penilaian oleh pakar rerata karakter 3, 59 dan prestasi belajar 3, 65 pada skor maksimum 4. Uji coba terbatas prestasi belajar validasi kontruk telah memenuhi padaobjektif, invalid 6, 66 %, valid 93, 33 %, reliabilitas: 0, 67 (moderat). Pada butir tes nonobjektif validitas konstruk adalah invalid 0%, valid 100%, reliabilitas: 0, 666 (moderat).Pada uji lapangan efektif penggunaannya ditandai uji instrumen karakter rasa ingin tahusiswa rerata 3,59 skor maksimal 4 berarti positif, mempunyai hubungan terhadap prestasi belajar dibuktikan perhitungan uji data keefektifan diperoleh: (1) rerata prestasi belajaran 78,07,kalsikal dengan taraf nyata 5 %, olahan data 14, 45 % mencapai ketuntasan individu dan klasikal, (2) uji pengaruh terdapat pengaruh positif regresi linier instrumen karakter rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar menghsilkan 58, 2 %.The purpose of this study is to develop affective instrument i.e. the curiosity character and cognitive i.e. learning achievement by applying role playing method, articulation which is valid in content and construction as well as effective in application to the field.The study was developed based on the theory of Borg & Gall (1983: 772) with 8 steps.The results of the study showed that on the criteria of content validity, the average of curiosity character on assessment score made by the experts is 3, 6 and for the learning achievement is 3, 65. In the field test, it was obtained the instrument which is effective in use marked by the instrument test on curiosity character with average score 3. 59. It showed a positive response, For the test of data effectiveness, it was obtained result: (1) the average of learning achievement: 78. 07, significance level classical: the data processing: 14.45%. It has reached individual and classical mastery. (2) For the influence test, there was a positive influence. The result of the linear regression on instrument of curiosity character toward the learning achievement was It means 58.2%.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KARAKTER MATA PELAJARAN PAI SMP Muzayanah, Umi
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.802 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian karakter terintegrasi dalam PAI yang valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall (1983:775) diambil 8 (delapan) tahapan, yaitu (1) studi pendahuluan; (2) perancangan; (3) pengembangan; (4) uji coba lapangan terbatas; (5) revisi hasil uji coba lapangan terbatas; (6) uji coba lapangan lebih luas; (7) revisi uji coba lapangan lebih luas; dan (8) uji kelayakan. Variabel penelitian adalah 4 (empat) karakter amatan, yaitu disiplin, ingin tahu, kerja keras, dan jujur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, instrumen observasi, dan instrumen penilaian diri. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif untuk tahap studi pendahuluan, sedangkan analisis untuk tahap pengembangan sampai pada uji coba menggunakan analisi kuantitafif. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen observasi valid ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi dari seluruh butir instrumen lebih besar dari 0,5 dan reliabel ditunjukan dengan nilai koefisien reliabilitas antar observer sebesar 0,809. Implementasi instrumen penilaian karakter menunjukan bahwa perkembangan karakter peserta didik selama mengikuti pembelajaran PAI 13,0% berada pada tingkat MK (membudaya), 40,7% berada pada tingkat MB (mulai berkembang), 27,8% MT (mulai terlihat), dan 18,5% berada pada tingkat BT (belum terlihat).Pelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian karakter terintegrasi dalam PAI yang valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall (1983:775) diambil 8 (delapan) tahapan, yaitu (1) studi pendahuluan; (2) perancangan; (3) pengembangan; (4) uji coba lapangan terbatas; (5) revisi hasil uji coba lapangan terbatas; (6) uji coba lapangan lebih luas; (7) revisi uji coba lapangan lebih luas; dan (8) uji kelayakan. Variabel penelitian adalah 4 (empat) karakter amatan, yaitu disiplin, ingin tahu, kerja keras, dan jujur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, instrumen observasi, dan instrumen penilaian diri. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif untuk tahap studi pendahuluan, sedangkan analisis untuk tahap pengembangan sampai pada uji coba menggunakan analisi kuantitafif. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen observasi valid ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi dari seluruh butir instrumen lebih besar dari 0,5 dan reliabel ditunjukan dengan nilai koefisien reliabilitas antar observer sebesar 0,809. Implementasi instrumen penilaian karakter menunjukan bahwa perkembangan karakter peserta didik selama mengikuti pembelajaran PAI 13,0% berada pada tingkat MK (membudaya), 40,7% berada pada tingkat MB (mulai berkembang), 27,8% MT (mulai terlihat), dan 18,5% berada pada tingkat BT (belum terlihat).AbstractThis study aims to develop an integrated assessment instrument character in PAI which is valid and reliable. This study uses research and development Borg and Gall (1983:775) taken 8 (eight) stages, namely (1) a preliminary study, (2) design, (3) development, (4) limited field trials; (5) revision of the results of a limited field trial, (6) the wider field trials; (7) revision wider field trials, and (8) the feasibility test. The variables of this study is 4 (four) character, namely discipline, curiosity, hard work, and honest. Data collected through interviews, observation, document study, observation instruments, and self-assessment instrument. Analysis used is qualitative in preliminary study phase, whereas for the analysis phase of development to the test using quantitative analysis. The results showed that observation instruments valid indicated by the correlation coefficient of whole grains instruments is greater than 0.5 and reliable indicated by the value of inter-observer reliability coefficient amounted to 0.809. The implementation of an assessment instrument that shows the character of the character development of students during the learning PAI 13.0% at the level of entrenched, 40.7 % at the start growing level, 27.8% starting to look, and 18.5% at the level of not shown.
MODEL PENGEMBANGAN INSTRUMEN SUPERVISI BIMBINGAN DAN KONSELING Ulfa, Ulfa; Sugiyo, Sugiyo; Purwanto, Edy
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.053 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) memberikan gambaran model instrumen supervisi BK yang diterapkan selama ini, (2) menghasilkan model instrumen supervisi BK yang handal yang dapat menggali lebih dalam unjuk kerja profesional guru BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen supervisi BK yang dikembangkan mampu menggali semua komponen unjuk kerja profesional guru BK sebagaimana yang diatur dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Kompetensi Konselor yang penjabaran layanannya merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81.A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum, khususnya pada lampiran IV bagian VIII, memanifestasikan komponen arah pelayanan program BK pada lima komponen pelayanan.This reaserch is purposed to: (1) to depict the model of the supervision instrument of guidance and counselling teachers which is currently implemented, (2) to create the smarter model of the supervision instrument of guidance and counselling which is able to dig up deeper skill and more profesional guidance and counseliing teachers. Result of the research describes that the developed supervision instrument of the job of professional guidance and counselling teacher which is related to the regulation of the Natural Ministry of Education (Permendiknas) number 27, 2008 on the subject of the standard of academic qualification of the counsellor competence, which its implementation related to the regulation of the Ministry of Education and Culture number 81A, 2013 on the subject of the curriculum implementation, especially on the attachment IV article VIII to conclude the componence aimed to service programme on guidance and counselling which contains of five components.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN OTENTIK UNJUK KERJA MATERI BANGUN RUANG DI SEKOLAH DASAR Yudha, Rivo Panji; Masrukan, Masrukan; Djuniadi, Djuniadi
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.988 KB)

Abstract

Asesmen unjuk kerja atau dalam mata pelajaran pendidikan matematika memungkinkan guru untuk melihat kompetensi siswa yang teramati dalam pembelajaran matematika secara nyata. Menanggapi kenyataan tersebut, perlu upaya pengembangan instrumen penilaian kinerja yang layak digunakan untuk menilai kinerja siswa secara otentik. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan dari Borg and Gall meliputi (1) pendahuluan; (2) pengembangan produk (develop); (3) Penyajian (deliver) produk hasil pengembangan. dihitung validitasnya menggunakan validasi ahli dari ke-empat penilai terhadap instrumen asesmen unjuk kinerja adalah dapat digunakan dilihat dari nilai expert judgment menggunakan Teknik Delphi. Nilai realibilitas instrumen unjuk kerja pada skala kecil soal nomor satu 0,89, Soal nomor dua 0,90, soal nomor tiga 0,82 dan untuk soal nomor tiga sebesar 0,78. Untuk nilai realibilitas pada skala besar menggunakan ICC. Hasil analisis kesepakatan antar rater sebesar 0,935 Sedangkan untuk orang rater konsistensinya adalah 0.940 artinya instrumen mempunyai kualitas stabilitas yang Cukup tinggi.Performance assessment or the subjects of mathematics education allows teachers to see student competence in mathematics learning observed in practice. Responding to this fact, it should be efforts to develop appropriate performance assessment instrument used to assess the performance of students in an authentic way. Development model used in this research is the development of a model of Borg and Gall include (1) introduction; (2) product development (develop); (3) Presentation (deliver) the product development results. calculated using the validation expert validity of the four assessors on the assessment instrument performance is the performance can be seen from the values used expert judgment using the Delphi Technique. Value reliability of the instrument performance on a small scale about the number 0.89, 0.90 Problem number two, number three about 0.82 and to about number three was 0.78. To the value of reliability on a large scale using the ICC. The results of the analysis of inter-rater agreement was 0.935, while for the rater consistency was 0.940 meaning that the instrument has a high enough quality stability.

Page 1 of 29 | Total Record : 285