cover
Contact Name
Saharudin
Contact Email
din_linguistik@unram.ac.id
Phone
+6281917006020
Journal Mail Official
bastrindo-journal@unram.ac.id
Editorial Address
Gedung E Lantai I FKIP Universitas Mataram Jalan Majapahit Nomor 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27236277     EISSN : 27234835     DOI : https://doi.org/10.29303/jb
Jurnal Bastrindo adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Jurnal Bastrindo hadir sebagai media untuk menyebarkan pikiran dan bertukar gagasan tentang wacana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Focus and Scope: Bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mencakup pembelajaran dan ilmu bahasa dan sastra Indonesia; topik tentang pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia; linguistik Indonesia (termasuk linguistik daerah); sastra Indonesia (termasuk sastra daerah); dan penerjemahan (sastra asing ke bahasa Indonesia)
Articles 28 Documents
Nilai Didaktis dalam Cerita Putri Denda Mandalika Versi S.S.T. Wisnu Sasangka dan Hubungannya dengan Pembelajaran Sastra di SMA: Didactic Values of Putri Denda Mandalika Story Of S.S.T. Wisnu Sasangka Version and It’s Correlation with The Study of Literature in Senior High School Desi Hurmatisa; Sapiin; Muhammad Khairussibyan
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.7

Abstract

Abstrak: Upaya mengembangkan karakter siswa salah satunya dapat dilakukan dengan membangun pemahaman pada diri siswa melalui nilai-nilai didaktis dalam cerita rakyat Putri Denda Mandalika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai didaktis dalam cerita Putri Denda Mandalika versi S.S.T Wisnu Sasangka dan hubungannya dengan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif kualitatif yang menggunakan metode analisis deksriptif. Data yang terkumpul dianalisis, diidentifikasi, diklasifikasi, dan dideskripsikan. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku cerita Putri Denda Mandalika versi S.S.T Wisnu Sasangka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan yakni teknik yang menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai didaktis dalam cerita rakyat Putri Denda Mandalika versi S.S.T Wisnu Sasangka dan terdapat hubungan antara nilai-nilai didaktis yang ditemukan dengan pembelajaran sastra di SMA. Adapun nilai-nilai didaktis yang ditemukan yakni nilai moral, nilai sosial, nilai religius, dan nilai budaya. Sedangkan hubungan nilai-nilai didaktis dalam cerita rakyat Putri Denda Mandalika dengan pembelajaran sastra di SMA adalah dengan dimasukkannya cerita rakyat Putri Denda Mandalika sebagai bahan ajar dalam memenuhi standar kompetensi dasar no 3.7 dan 4.7. Abstract: One of the efforts to develop student character can be done by building understanding in students through didactic values ??in the folklore of Putri Denda Mandalika. This study aims to determine the didactic values ??in the story of Putri Denda Mandalika S.S.T Wisnu Sasangka version and its relationship with literature learning in high school. This research is a qualitative descriptive study using descriptive analysis method. The collected data is analyzed, identified, classified and described. The data source in this research is the story book of Putri Denda Mandalika S.S.T version of Wisnu Sasangka. Data collection is done by using the literature method which is a technique that uses written sources to obtain data. Analysis of the data in this study used descriptive analysis with a pragmatic approach. The results showed that there were didactic values ??in the S.S.T Wisnu Sasangka version of Putri Denda Mandalika folklore and there was a relationship between didactic values ??found and literary learning in high school. The didactic values ??found were moral values, social values, religious values, and cultural values. Whereas the relationship between didactic values ??in the Putri Denda Mandalika folklore with literary learning in high school is the inclusion of Putri Denda Mandalika folklore as teaching material in meeting basic competency standards no. 3.7 and 4.7.  
Interaksi Sosial pada Kumpulan Cerpen Jendela Cinta dan Hubungannya dengan Pembelajaran Sastra di SMA: The Social Interactions in Jendela Cinta and Relationships to Literature Learning in Senior High School Arin Nafiana; Johan Mahyudi; Muhammad Khairussibyan
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.8

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk interaksi sosial dalam ketujuh cerpen pada kumpulan cerpen Jendela Cinta karya Fahri Asiza dkk. dan (2) mendeskripsikan pemanfaatan cerpen dalam kumpulan cerpen Jendela Cinta sebagai pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif analitis yang meliputi pengidentifikasian, pengklasifikasian, dan penyimpulan pada data-data yang terkumpul dari kumpulan cerpen Jendela Cinta karya Fahri Asiza dkk. dengan pendekatan sosiologi sastra, yakni teori interaksi sosial Georg Simmel. Bentuk interaksi sosial dalam teori ini berupa superordinasi dan subordinasi, pertukaran, konflik, prostitusi, dan sosiabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 37 data dengan rincian data 8 bukti data superordinasi dan subordinasi, 6 bukti data pertukaran, 11 bukti data konflik, 3 bukti data prostitusi, dan 9bukti data sosiabilitas. Pada bentuk interaksi superordinasi dan subordinasi satu di antaranya tergambar dalam hubungan antara tokoh majikan dan tokoh pembantu pada cerpen berjudul “Dia!”, bentuk pertukaran salah satunya tampak melalui tokoh Ratna dan ketiga adiknya pada cerpen “Malam Biru” saat bertukar informasi, bentuk konflik ditemukan satu di antaranya dalam perselisihan antara GAM dan TNI di Aceh yang diceritakan dalam cerpen “Terapung” dan “Bidadari Kecilku”, bentuk prostitusi ditemukan dalam cerpen “Bulan Mengapung” melalui tokoh Parjo dan teman-temannya, dan bentuk sosiabilitas satu di antaranya tergambar melalui keramahan tokoh Aminah dalam cerpen “Jendela Cinta”. Abstract: This research aims to (1) describe the forms of social interactions in the seven short stories called Jendela Cinta by Fahri Asiza et al. and (2) describe the use of short stories in the collection of Jendela Cinta short story as literary learning in senior high school. The method use is descriptive qualitative method. The data collection technique is documentation. Furthermore, the data were analyzed using descriptive analitytical techniques which include identifying, classifying, and inferring data collected from the short story collection of Jendela Cinta by Fahri Asiza et al. with a sociological approach to literature, based on Georg Simmel’s theory of social interaction. The form of social interaction in this theory is in the form of superordination and subordination, exchange, conflict, prostitution, and sociability. The result of this research indicate that found 37 data with 8 data details of superordination and subordination data, 6 evidence of exchange data, 11 evidence of conflict data, 3 evidence of prostitution data, and 9 evidence of sociability data. In the form interaction of superordination and subordination, one of them is illustrated in the relationship between the employer and the maid in the short story “Dia!”, one form of exchange was seen through the character Ratna and her three younger siblings in the short story “Malam Biru” when exchanging information, one form of conflict was seen in a dispute between GAM and TNI in Aceh which was told in the short stories “Terapung” and “Bidadari Kecilku”, a form of prostitution found in the short story “Bulan Mengapung” through Parjo figures and friends, and one form of sociability was seen through Aminah figures in the short story “Jendela Cinta”.
Bentuk Lingual dan Makna Konotasi pada Lirik Lagu Ebiet G. Ade dalam Album Masih Ada Waktu : Lingual Form and Connotation Meaning in The Song Lyrics Of Ebiet G. Ade in “Masih Ada Waktu” Album Maya Ariska Damayanti; Saharudin; I Nyoman Sudika
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.10

Abstract

Abstrak: Ada dua hal yang menjadi permasalahn dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana bentuk lingual yang terdapat pada lirik lagu Ebiet G. Ade dalam album “Masih Ada Waktu”. Kedua, bagaimana makna konotasi pada setiap bentuk lingual yang bermakna konotasi pada lirik lagu tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi bentuk lingual bermakna konotasi yang terdapat pada lirik lagu dalam album tersebut serta mendeskripsikan makna konotasi pada setiap bentuk lingual tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode dokumentasi dan metode simak. Sementara itu, metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dan ekstralingual. Hasil analisis data disajikan secara informal atau penyajian dengan kata-kata biasa. Data-data yang ditemukan berupa bentuk lingual morfologi dan sintaksis. Setelah dilakukan analisis makna konotasi ditemukan bahwa lagu-lagu dalam album tersebut mengandung nilai-nilai kehidupan seperti nilai keagamaan dan sosial. Selain itu, lagu-lagu tersebut juga memberikan nasihat kepada pendengar agar tetap bersyukur atas segala nikmat Tuhan serta selalu patuh dan taat pada aturan dan perintah Tuhan. Selain itu, lagu-lagu tersebut juga memperingati kita untuk segera bertaubat pada Tuhan selagi masih ada kesempatan serta memasrahkan hidup dan mati kita pada-Nya karena hanya Tuhanlah Sang Pemberi Pertolongan dan Pemberi Cinta Yang Maha Luas. Abstract: There are two things that become the problem in this study. First, how the lingual form in the song lyrics of Ebiet G. Ade in the "Masih Ada Waktu" album. Second, how the connotation meaning of each lingual form which means connotation in the song lyrich of the album. The purpose of this study is to identify meanin connotations of lingual forms were  found in the song lyrics in the album and describe the connotation meaning in each of those lingual forms. The method used in data collection is the documentation method and refer to the method. Meanwhile, the data analysis method used is the intralingual and extralingual equivalent method. The results of data analysis are presented informally or presented in ordinary words. The data found wete lingual form of morphology and syntax. After analyzing the connotation meaning it was found that the songs in the album contained life values ??such as religious and social values. In addition, the songs also provide advice to listeners to remain grateful for all the blessings of God and always obey and obey God's rules and commands. In addition, these songs also warn us to immediately repent to God while there is still a chance and surrender our life and death to Him because only God is the Giver of Relief and the Giver of Love in the Most Widespread.
Homografi dalam Bahasa Sasak di Kelurahan Tanjung Kabupaten Lombok Timur: Homography in Sasak Language in Tanjung Village East Lombok District Nurhayati; I Nyoman Sudika; Ratna Yulida Ashriany
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.11

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah wujud homografi dalam bahasa Sasak di Kelurahan Tanjung Kabupaten Lombok Timur? (2) Bagaimanakah distribusi homografi dalam pembentukan kalimat ? (3) Bagaimanakah makna leksem homografi ? Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi wujud homografi dalam bahasa Sasak di Kelurahan Tanjung Kabupaten Lombok Timur, (2) mengidentifikasi distribusi homografi dalam pembentukan kalimat, (3) mendeskripsikan makna leksem homografi. Dalam pengumpulan data digunakan beberapa metode, yaitu: 1) metode introspeksi, 2) metode cakap, dan 3) metode simak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian ini adalah (1) wujud leksem berhomografi walaupun memiliki wujud yang sama tetapi lafal dan maknanya berbeda, sehingga dikategorikan sebagai homografi. Contohnya, leksem lekaq [lEka?] yang bermakna ‘jalan’ dan leksem lekaq [l?ka?] yang bermakna ‘lepas’, (2) distribusi leksem homografi dalam pembentukan kalimat yaitu secara umum leksem homografi dapat menempati posisi di awal kalimat, di tengah kalimat, dan di akhir kalimat. Namun, ada beberapa leksem homografi yang tidak berdistribusi lengkap, (3) makna masing-masing leksem homografi berbeda-beda dan mengacu pada makna leksikalnya. Akan tetapi, berdasarkan distribusi leksem homografi dalam kalimat, makna leksem tersebut tidak selalu sama dengan makna leksikalnya. Selain itu, makna leksem homografi ini mengalami perubahan saat berada di dalam konteks kalimat yang berbeda. Abstract: The problems in this study, namely (1) How is the form of homography in Sasak in Tanjung subdistrict, East Lombok Regency ? (2) What is the distribution of homography in sentence formation ? (3) What is the meaning of homographic lexeme ? The purpose of this study was to (1) identify homogeneous forms in Sasak in Tanjung Subdistrict, East Lombok Regency, (2) identify homographic distributions in sentence formation, (3) describe the meaning of homographic lexemes. In collecting data, several methods are used, namely: 1) the introspection method, 2) the competent method, and 3) the listening method. Data analysis methods used are the intralingual equivalent method and the extralingual equivalent method. The results of this study are (1) the shape of the lexeme having a homograph even though it has the same form but the pronunciation and meaning are different, so they are categorized as homography. For example, leksem lekaq [lEka?] which means 'path' and leksem lekaq [l?ka?] Which means 'loose', (2) the distribution of homographic lexemes in sentence formation that is generally homographic lexemes can occupy positions at the beginning of a sentence, in the middle of a sentence , and at the end of the sentence. However, there are some homographical lexemes that are not fully distributed, (3) the meanings of each homographic lexeme are different and refer to the lexical meaning. However, based on the distribution of homographic lexemes in sentences, the meaning of the lexeme is not always the same as the lexical meaning. In addition, the meaning of this homographic lexeme changes when it is in the context of different sentences.
Klasifikasi Emosi Tokoh Nathan dalam Novel Dear Nathan Karya Erisca Febriani: Kajian Perspektif David Krech: Nathan’s Emotion Classification in The Novel Dear Nathan By Erisca Febriani: Study of David Krech’s Perspective Ayu Septiana; Murahim; Marii
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.16

Abstract

Abstrak: Masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk klasifikasi emosi tokoh Nathan dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani: kajian perspektif David Krech. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klasifikasi emosi tokoh Nathan dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani: kajian perspektif David Krech. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data-data tertulis  yang diperoleh dari hasil pengamatan tokoh Nathan dalam novel  Dear Nathan karya Erisca Febriani yang mencerminkan klasifikasi emosi perspektif David Krech. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dear Nathan karya Erisca Febriani yang diterbitkan oleh Best Media tahun 2016 dengan 520 halaman. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi pustaka dan teknik baca catat. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis data dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh klasifikasi emosi perspektif David Krech pada tokoh Nathan dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani. Klasifikasi emosi tersebut yaitu konsep rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kesedihan, kebencian dan cinta. Klasifikasi emosi yang paling dominan dalam tokoh Nathan adalah klasifikasi emosi kebencian, sedangkan klasifikasi emosi yang lemah dalam tokoh Nathan adalah klasifikasi emosi konsep rasa bersalah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan dalam meneliti dan mengembangkan penelitiaan yang berkenaan dengan teori klasifikasi emosi perspektif David Krech. Abstract: The problem raised in this study is how the emotional classification of Nathan's character in the novel Dear Nathan by Erisca Febriani: Study of David Krech's Perspective.  This study aims to describe the emotional classification of Nathan in the novel Dear Nathan by Erisca Febriani: David Krech's Perspective Study. This type of research is a qualitative descriptive study. This study uses written data obtained from observations of Nathan's character in Erisca Febriani's Dear Nathan novel that reflects the emotional classification of David Krech's perspective. The data source in this study is Erisca Febriani's Dear Nathan novel published by Best Media in 2016 with 520 pages.  The data collection method used in this research is to use literature study and note-taking techniques. The data in this study were analyzed using data analysis techniques by identifying, classifying, analyzing, and concluding. The results of this study indicate that there are seven emotional classifications of David Krech's perspective on Nathan's character in Erisca Febriani's Dear Nathan novel. This emotional classification is the concept of guilt, buried guilt, self-punishment, shame, sadness, hatred and love. The most dominant emotional classification in Nathan's character is the classification of hate emotions, while the weak emotional classification in Nathan's character is the emotional classification of the concept of guilt. It is hoped that this research can become input in researching and developing research relating to David Krech's perspective of emotional classification theory.
Pemerolehan Fonem Bahasa Ibu Anak Usia 2,6 Tahun: Studi Kasus pada “Rasyid Hidayat”: Acquisition of Phonemes for Mother Tongue Children Aged 2,6 Years: A Case Study in “Rasyid Hidayat” M. Zakaria; I Nyoman Sudika; Siti Rohana Hariana Intiana
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.17

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang pemerolehan fonem bahasa ibu atau pertama pada anak usia 2,6 tahun. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk dari pemerolehan fonem bahasa ibu dalam studi kasus pada Rasyid Hidayat usia 2,6 tahun dengan melihat fonem-fonem bahasa yang sudah dikuasai.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini mencoba menggambarkan dan memahami sesuatu terkait fenomena yang akan diteliti berdasarkan perspektif peneliti, yaitu bentuk pemerolehan fonem bahasa ibu pada Rasyid Hidayat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Teknik yang digunakan dalam melaksanakan metode tersebut adalah teknik catat dan rekam. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini adalah secara formal dan informal. Penelitian tentang pemerolehan fonem bahasa ibu pada anak usia 2,6 tahun, peneliti menemukan bentuk-bentuk fonem yang sudah dikuasai oleh Rasyid Hidayat. Adapun fonem bahasa yang sudah dikuasai adalah (1) semua fonem vokal, yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/ yang menduduki semua posisi dalam setiap kata, (2) fonem konsonan yang sudah dikuasai dan belum semuanya menduduki semua posisi dalam kata pada usia 2,6 tahun yaitu adalah /p/, /b/, /m/, /n/, /t/, /h/, /s/, /c/, /w/, /y/, /q/,  dan /k/. Abstract: This study discusses about the phonological acquisition of mother tongue or first language of a child, 2.6 years old, namely Rasyid Hidayat. The purpose of this study is to describe the forms of phonological acquisition of mother tongue of Rasyid Hidayat by analyzing the phonemes of language that have been mastered. In this study, the researcher uses descriptive qualitative approach which describes and gives understanding about language phenomenon that the researcher want to analyze based on the researcher’s point of view.  The data collected were gained from recording and note taking. In presenting the data analyzed, the researcher uses formal and informal way. The findings show that the participant has mastered 1) all vowel phonemes such as /a/, /i/, /u/, /e/, and /o/ which have occupied all positions in many words, 2) consonant phonemes such as /p/, /b/, /m/, /n/, /t/, /h/, /s/, /c/, /w/, /y/, /q/, and /k/ where not all of them have already occupied all positions in some words.
Inkonsistensi Kaidah dalam Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia dengan KBBI dan PUEBI: Inconsistency in Counseling Book Series by Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.20

Abstract

Abstrak: Penelitian ini hadir dalam rangka menguak inkonsistensi dalam Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia yang dipublikasikan oleh Badan Bahasa di laman resminya. Buku yang menjadi objek penelitian ini adalah buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Ejaan dan buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesai: Bentuk dan Pilihan Kata. Data yang ditinjau kritis dalam objek penelitian ini adalah data yang menyimpang dari kaidah terbaru yang berlaku.  Prosedur penelitian ini mengikuti dua prosedur analisis kontrastif yang di dalam pembahasannya juga membicarakan kesalahan berbahasa. Prosedur penelitiannya adalah pengidentifikasian masalah dan pendeskripsian masalah. Pengidentifikasian masalah dilakukan dengan Metode Simak dan Teknik Catat. Setiap ditemukan inkonsistensi, peneliti mencatat dan sekaligus mengidentifikasi bentuk inkonsistensi itu pada kartu data, termasuk dalam tahap ini adalah pengklasifikasian data. Pada tahapan pendeskripsian masalah, digunakan pembandingan antara penjelasan dan contoh yang ada di objek penelitian dengan kaidah yang tercantum di dalam KBBI dan PUEBI. Perbedaan itu kemudian dideskripsikan sehingga didapatkanlah uraian yang representatif mengenai inkonsistensi kaidah dalam objek penelitian. Simpulan penelitian menyatakan bahwa terdapat penjelasan dan data yang ada di dalam objek penelitian bertentangan dengan kaidah terbaru yang berlaku. Pertentangan atau inkonsistensi itu ditemukan dalam setiap bagian objek penelitian. Abstract: This research is present in order to uncover inconsistencies in the Indonesian Counseling Book Series published by Badan Bahasa on its official page. The books that are the object of this research are the Spelling Counseling Series, the Forms and Choice of Counseling Series, the Grammar Counseling Series, and the Sentence Counseling Series. The data that is critically reviewed in this research object is data that deviates from the latest applicable rules. The procedure of this research follows two language error analysis procedures. The research procedures namely problem identification and problem description. Identifying the problem is done using Simak Method and Catat Technique. Every time an inconsistency is found, the researcher notes and simultaneously identifies the form of the inconsistency on the data card. At the stage of describing the problem, a comparison is used between the explanation and examples in the object of research with the rules that applied in KBBI and PUEBI. The difference found then described in order to obtain a representative description of the inconsistencies in the object of research. The conclusion of the study stated that there are explanations and data contained in the object of research contrary to the latest rules that applied. These contradictions or inconsistencies are found in every part of the research object.
TIPOLOGI KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL INTROVER KARYA M.F. HAZIM: KAJIAN PSIKOLOGI ANALITIK CARL GUSTAV JUNG: Personality Typology of The Main Character in The Introver Novel by M. F. Hazim : A Study of Analytic Psychology Carl Gustav Jung Miftahul Janah; Johan Mahyudi; Murahim
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i2.35

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Tipologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Introver Karya M.F. Hazim: Kajian Psikologi Analitik Carl Gustav Jung. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Tipologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Introver karya M.F Hazim:Kajian psikologi analitik Carl Gustav Jung. Penelitian ini dibuat berdasarkan dua alasan, yaitu pertama, novel Introver memiliki psikologi yang menonjol terutama pada tokoh utama yang merupakan sosok pemuda yang mempertahankan prinsip dan keyakinannya sebagai seorang intover. Kedua, novel ini merupakan novel yang menarik dan banyak  mengandung pesan tentang kepribadian kaum introver yang belum banyak diketahui oleh orang lain.Bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Tipologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Introver karya M.F Hazim:Kajian psikologi analitik Carl Gustav Jung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Introver karya M.F Hazim. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan adapun tahapan dalam menganalisis data, yaitu pengumpulan data, mengelompokkan data, menganalisis data, penarikan kesimpulan. Cara pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan, baca catat, dan studi dokumenter. Adapun hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 kelompok data dalam novel Introver yaitu ekstrover-pikiran, ekstrover-perasan, ekstrover-pengindraan, ekstrover-intuisi dan introver-pikiran, introver-perasaan, introver-pengindraan, introver-intuisi. Abstract: This research is entitled Main Character Personaliti Typology in IntroverNovel by: M.F. Hazim: Carl Gustav Jung’s Analytical Psychology Study. The formulation of the problem in this study is how the typology of the main character’s personality in the introvert novel by: M.F. Hazim: Carl Gustav Jung’s Analytical Psychology study. This research is based on two reasons, first, introvert novels have a prominent psychology, especially in the main character who is an introverted figure. Secondly, this novel and contains many messages about the personality of the people that are not widely known by others. It aims to describe the typology of the main character’s personality in M.F. hazim’s Introverts Novel. The data in this study were analyzed using descriptive methods and the stages in analyzing the data, namely data coection, grouping data, analyzing data, drawing conclusions. Data collection is done by using literature techniques, reading notes, and documentary studies. The results showed that there were 8 groups of data in the novel introverted, namely thougt extrovert, preoccupied extrovert, sensory extrovert, intuition extrovert and thougt introvert, feeling introvert, sensory introvert, intuition introvert.
VARIASI BAHASA SLANG PADA KETERANGAN FOTO AKUN LAMBE TURAH DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH: The Form and Function of The Slang in The Caption Photo of The Lambe Turah Account on Instagram Social Media Baiq Dwi Intan Cahyani; Burhanuddin; Syamsinas Jafar
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i2.40

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi bahasa slang pada teks keterangan foto akun Lambe Turah di media sosial instagram.. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik lanjutan, yaitu teknik catat. Metode analisis datanya menggunakan metode padan intralingual dan ekstralingual. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bentuk dan fungsi bahasa slang dalam teks keterangan foto akun instagram Lambe Turah. Bentuk bahasa slang Lambe Turah meliputi bentuk kata, frase, klausa, dan kalimat. Fungsi bahasa slang Lambe Turah terdiri dari fungsi personal, fungsi direktif, fungsi fatik, fungsi referensial, dan fungsi imaginatif. Abstract: This study aims to describe the form and function of slang in the photo caption text of Lambe Turah's Instagram account on social media. The data collection method used in this study was the observation method with advanced techniques, namely the note taking technique. Methods of data analysis using intralingual and extralingual matching methods. The results of data analysis were presented using formal and informal methods. Based on the results of data analysis, it was found the form and function of slang in the caption text of Lambe Turah's Instagram account. The slang form of Lambe Turah includes the form of words, phrases, clauses and sentences. Lambe Turah slang functions consist of personal functions, directive functions, fatigue functions, referential functions, and imaginative functions.
Karakteristik Bahasa Gaul Remaja sebagai Kreativitas Berbahasa Indonesia pada Komentar Status Inside Lombok di Instagram: Caracteristics of Teenage Slang as Indonesian Language Creativity on Status Comments Inside Lombok on Instagram Sandi Irawan; I Nyoman Sudika; Rahmad Hidayat
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i2.44

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kosakata bahasa gaul yang terdapat di komentar status Inside Lombok, berdasarkan perubahan bentuk, jenis makna, dan fungsi bahasa gaul. Subjek penelitian ini adalah bahasa gaul yang digunakan oleh kaum remaja. Objek penelitiannya yaitu bentuk perubahan kosakata bahasa gaul. Data dikumpukan menggunakan metode simak dan metode catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskripsi dengan teknik distribusional. Hasil penelitian disajikan sebagai berikut. Pertama, terdapat 7 perubahan bentuk bahasa gaul, yaitu bentuk nasalisasi +s, bentuk nasalisasi, bentuk pembalikan struktur fonem, bentuk sisipan -c-, bentuk perubahan suku kata akhir dengan –ay, dan bentuk tidak beraturan. Sementara itu, proses perubahan bentuk bahasa gaul yang bersangkutan dengan aspek morfologis ditemukan dalam bentuk akronim. Kedua, berdasarkan jenis makna, kosakata dalam bahasa gaul yang digunakan kaum remaja bermakna denotasi dan konotasi. Namun, makna denotasi lebih banyak digunakan. Ketiga, berdasarkan fungsinya, penggunaan kosakata gaul mengandung empat fungsi, yaitu fungsi ekspresif, fungsi informatif, fungsi direktif, dan fungsi fatis. Abstract: This study aims to describe the slang vocabulary contained in the status comments Inside Lombok, based on changes in form, types of meaning, and functions of slang. The subject of this research is the slang used by teenagers. The object of the research is the changing form of slang vocabulary. The data in this study were collected using the observation method with advanced techniques in the form of free listening proficiently and note-taking techniques. The methods and data analysis techniques used are descriptive methods with distributional techniques. The research results are presented as follows. First, there are 7 changes in the form of slang, namely the nasalization form + s, the nasalization form, the reversal form of the phoneme structure, the -c- insertion form, the change in the final syllable form with -ay, and the irregular shape. Meanwhile, the process of changing the form of slang, which is concerned with morphological aspects, is found in the form of acronyms. Second, based on the type of meaning, the vocabulary in the slang used by adolescents means denotation and connotation. However, the meaning of denotation is more widely used. Third, based on its function, the use of slang vocabulary contains four functions, namely the expressive function, the informative function, the directive function, and the phatic function.

Page 1 of 3 | Total Record : 28