cover
Contact Name
Rozalina
Contact Email
jurnalakar.usi@gmail.com
Phone
+628126472310
Journal Mail Official
jurnalakar.usi@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN (USI) JLN. SISINGAMANGARAJA BARAT PEMATANGSIANTAR
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Akar (Aspirasi Karya Anak Rimba) : Jurnal Ilmiah Hutan & Kehutanan
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23025999     DOI : https://doi.org/10.36985
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini akan memuat hasil-hasil penelitian ilmiah pada berbagai bidang ilmu kehutanan diantaranya Pengelolaan DAS, Hidrologi, Silvikultur, Penginderaan jauh, Ekologi, Ilmu Tanah Hutan, Perhutanan Sosial, Penyuluhan Kehutanan, Kebijakan Kehutanan, Agroforestri, Ekonomi dan Bisnis kehutanan, Ekowisata, dan Perlindungan hutan Manajamen dan Perencanaan Kehutanan, Konservasi kehutanan, Sosial Kebijakan kehutanan, Teknologi Hasil Hutan, Silvikultur
Articles 35 Documents
PENGELOLAAN BAHAN BAKAR DALAM RANGKA MENCEGAH KEBAKARAN HUTAN DENGAN METODE SEKAT BAKAR DI KAWASAN KHDTK DIKLAT KEHUTANAN SISIMENI SANAM Sinaga, Pamona Silvia; Ayu, Priskafila Kurniawati
Jurnal Akar Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL AKAR FEBRUARI
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v10i1.467

Abstract

Abstract: Special Purpose Forest Region (SPFR) Sisimeni Sanam is one of the area that often forest fire every year. Fires that often occur are from July to November because this month is a dry month. By knowing the factors of forest fires, we can control them. Therefore, what can be done is by controlling the fuel which can be done by isolating the fuel, namely the fire break. This study aims to determine howto manage fuel  through the firebreak method at the SPFR Sisimeni Sanam. Methods of data collection using direct interview techniques, field documentation and library literature.  The results showed that the fuel management at SPFR Sisimeni Sanam used the yellow line manual firebreak method with a distance of 3 meters in each sample plots. This has not been effectively implemented in KHDTK Sisimeni Sanam because the fires in this area were mostly due to spot fire.    
IDENTIFIKASI DAMPAK SERANGAN RAYAP PADA GEDUNG DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Nurrachmania, Meylida; Rozalina
Jurnal Akar Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL AKAR FEBRUARI
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v10i1.468

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini aspek yang diteliti adalah intensitas kerusakan yang disebabkan oleh serangan rayap serta dampak yang ditimbulkan akibat serangan tersebut terutama pada kompenen bangunan yang ada di lingkungan Universitas Simalungun yang terbuat dari kayu. Adapun komponen kayu pengamatan yaitu daun pintu, kusen pintu, dinding, daun jendela, kusen jendela, plafon,lisplang, dan tiang bangunan. Objek penelitian yaitu seluruh bangunan yang terdapat di lingkunga USI yang memiliki komponen kayu. Bagian kayu yang rusak diukur dimensinya, baik panjang, lebar dan tebalnya. Kemudian dihitung persentase kerusakan komponen kayu bangunan dan diamati tingkat kerusakannya. Intensitas serangan rayap yang menyerang bngunan di Universitas Simalungun termasuk dalam kategori sedang.Ada 2 rayap yang menyerang di Universitas Simalungun yaitu rayap tanah jenis Coptotermes curvignatus dan Macrotermes gilvus dari famili Termitidae dan jenis rayap Cryptotermes cynocephalus dari famili Kalotermitidae.    
IDENTIFIKASI POTENSI PEMANFAATAN EKOWISATA DAN JASA LINGKUNGAN KABUPATEN SAMOSIR Simarmata, Marulam MT; Triastuti
Jurnal Akar Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL AKAR FEBRUARI
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v10i1.469

Abstract

Abstract: The research aims to identify the utilization of Ecotourism and environmental services in Samosir Regency.The research was conducted using the tracking path to find potential locations that have the potential to have environmental services and tourist objects, which are then processed and with the support of available data, which is then carried out by a SWOT analysis as an effort to utilize and identify potential environmental services and natural tourism as well as making strategies for the utilization of environmental services and natural tourism.Based on the results of the analysis, the identification of the use of Ecotourism and environmental services in Samosir Regency is very supportive of tourism development in Samosir Regency. The results of the mapping of the tourist attraction tracking path found 3 potential locations in Harian District and 4 potential locations in Simanindo District with landscape activities, camping ground, out bound and relaxing hills.    
KEMAMPUAN DAN KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERTANIAN DI KABUPATEN PARIAMAN, SUMATERA BARAT: Paranita Asnur, Rini Laraswati, Asnur, Paranita; Laraswati, Rini
Jurnal Akar Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL AKAR FEBRUARI
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v10i1.470

Abstract

Abstrak: Jenis  data  yang  digunakan  dalam penelitian  ini  adalah berupa data sekunder yaitu berupa data yang diperoleh  berbagai  sumber instansi  yang terdiri dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Padang Pariaman dalam angka 2020, kemudian data suhu dan kelembaban 10 tahun terakhir, data produk unggulan (pertanian, perkebunan, hortikultura) Kabupaten Padang Pariaman tersebut diolah ke dalam microsoft excel, dan data berupa kebutuhan pupuk pada komuditas unggul tersebut.  Kabupaten Padang Pariaman mempunyai iklim tropis dengan suhu maksimum rata-rata sebesar 25,7°C, sedangkan rata-rata kelembaban pada kabupaten Padang Pariaman memiliki tingkat kelembaban 86,4%. Dengan kondisi iklim suhu dan kelembabantersebut, terdapat beberapa jenis komoditas unggulan pertanian pada kabupaten tersebut seperti padi, dan ubi kayu. Pada komoditas unggulan perkebunan yaitu tanaman kakao, kelapa sawit dan karet, sedangkan komoditas unggulan hortikultura adalah duku, terung, danmanggis. Pemupukan dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing tanaman dan cara pemberian harus tepat agar tidak merugikan dan tidak merusak lingkungan akibat kelebihan konsentrasi serta waktu dan cara aplikasinya.    
IDENTIFIKASI SEBARAN AGROFORESTRI KECAMATAN WAMPU KABUPATEN LANGKAT Sirait, Ade Oktavia
Jurnal Akar Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL AKAR FEBRUARI
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v10i1.471

Abstract

Abstrak:  Agroforestri memiliki peran penting dalam menghasilkan kayu dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Akan tetapi, sebaran dari agroforestri di Kecamatan Wampu masih belum terdata dengan baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sebaran, dan karakteristik agroforestri dengan menggunakan citra Landsat TM 5. Diperoleh hasil  yaitu potensi lahan agroforestri Kecamatan Wampu sebesar 1.474,27 ha dengan pola secara menyebar. Volume pohon dan NDVI memiliki hubungan yang erat yaitu semakin tinggi volume pohon maka semakin tinggi juga nilai NDVI. Komponen susunan agroforestri merupakan kombinasi antara tanaman kehutanan dan pertanian dengan ratio sebesar 9 : 16, yang terdiri dari 36% tanaman kehutanan serta 64% tanaman pertanian. Agroforestri memberikan kontribusi berkisar 45,07% hasil pertanian, dan 23,29% hasil tanaman kehutanan.    
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP OBJEK WISATA MATA AIR MANIK DI KECAMATAN SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN Sulysari1, Dinda; Sihombing, Benteng H; Sinaga, Pamona Silvia
Jurnal Akar Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL AKAR FEBRUARI
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v10i1.472

Abstract

Abstrak: Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu objek, keadaan, gejala atau kelompok tertentu untuk menentukan suatu frekuensi adanya hubungan atau pengaruh antara suatu gejala dengan gejala lain dalam masyarakat. Pada penelitian ini menggunakan sampel 60 responden dengan pengambilan sampel untuk penyedia jasa 20 dan untuk penikmat jasa sebanyak 40 responden. Dari hasil pembahasan yang diperoleh, menunjukkan bahwa persepsi penyedia jasa nilai dari X2 keseluruhan item sapta pesona adalah 0,28. Nilai tabel X2 dapat diketahui bahwa X2 tabel (20;0,05) = 31,41. Karena nilai X2 hitung (20;0,05) < X2 tabel (20;0,05) maka Ho diterima (Ada perbedaan persepsi yang tidak signifikan antara sesama responden penyedia jasa ekowisata). Persepsi penikmat jasa nilai dari X2 keseluruhan item sapta pesona adalah 0,49. Nilai tabel X2 dapat diketahui bahwa X2 tabel (40;0,05) = 55,76. Karena nilai X2 hitung (40;0,05) < X2 tabel (40;0,05) maka Ho diterima (Ada perbedaan persepsi yang tidak signifikan antara sesama responden penikmat jasa ekowisata).Serta berdasarkan daftar tabel t uji 2 arah dengan derajat bebas n-1 = 59 taraf kepercayaan 5,00 diketahui nilai t tabel = 2,01. Dengan demikian bahwa berdasarkan perbandingan nilai T tabel (59; 0,025) dengan T hitung (59; 0,025) sehingga dapat diambil keputusan bahwa hipotesis Ho diterima dan hipotesis H1 ditolak sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan persepsi yang tidak signifikan antara penyedia jasa ekowisata dengan penikmat jasa ekowisata mata air Manik dalam persepsi penilaian berdasarkan sapta pesona wisata.
PRODUK KAYU TIRUAN: KAYU LAPIS DAN KAYU LAMINA Lobang, Adrin; Nurrachmania, Meylida
Jurnal Akar Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL AKAR FEBRUARI
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v10i1.473

Abstract

Abstrak: Kayu lapis merupakan produk kayu komposit yang berasal dari lembaran-lembaran kayu atau yang disebut dengan vinir yang digabung dengan menggunakan perekat yang disusun bersilangan tegak lurus. Kayu lamina atau Glulam atau yang lebih terkenal dengan sebutan balok lamina merupakan suatu balok kayu yang diperoleh dari penggabungan papan gergajian yang berdimensi lebih kecil yang kemudian direkatkan sejajar dengan serat sehingga diperolehlah balok kayu dengan ukuran yang lebih besar.
Produktivitas Penyadapan Getah Pinus di Desa Parhottingan Aek Nauli KPH III Kabupaten Simalungun Pandiangan, Amrin; Sihombing, Benteng H; Sinaga, Pamona
Jurnal Akar Vol. 1 No. 1 (2019): Februari Jurnal Akar
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v8i1.110

Abstract

Abstrak                                                      Masalah penyadapan getah pinus yang selama ini dilakukan di daerah Simalungun belum banyak dikaji apakah produktivitanya sudah memenuhi harapan atau bahkan melanggar aturan yang berlaku.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui produktivitas penyadapan getah pinus dan kaitannya dengan kelestarian hutan dan hasil hutan khususnya di desa Parhottingan, Aek Nauli Wiayah KPH II Kabuapten Simalungun.Penelitian ini dilaksanakan dengan mengukur 30 batang pohon pinus yang akan disadap dan diukur produksi per pohon dan perkoakan sadapan dan dibuat plot seluas 1 ha untuk mengukur kesesuaian jumlah koakan nyata yang dilaksanakan oleh petani penyadap secara nyata dan dikaitkan dengan implementasi peraturan yang berlaku untu penyadapan getah pinus.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produktivitas penyadapan getah pinus per koakan adalah 277,8 g dari pohon pinus yang berdiameter rata-rata 57,7 cm dan jumlah koakan rata-rata 5,8 (6 koakan) per batang. Dari 170 pohon sampel pewakil, hanya 42 pohon (24,71 %) yang disadap dengan jumlah koakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku dan 128 pohon (75,29 %) lagi disadap dengan tidak memuhi aturan yang berlaku sehingga dapat dipastikan ada ancaman kelestarian hutan dan hasil hutan yang sedang dilakukan penyadapan getah pinus di desa Parhottingan, Kabupaten Simalungun.    
Potensi Kayu Berbagai Klon Eukaliptusdi HTI PT Toba Pulp Lestari, Tbk Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun Siallagan, Herman Doso; Sihombing, Benteng H; Rozalina
Jurnal Akar Vol. 1 No. 1 (2019): Februari Jurnal Akar
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v8i1.111

Abstract

Abstrak :   Masalah peningkatan potensi kayu di Hutan Tanaman Industri adalah hal yang sangat kritis karena berhubungan dengan potensi keuntungan yang akan diperoleh oleh korporasi dari proses produksi kayu penghara industri kehutanan melalui budidaya kayu. Telah dilakukan penelitian tentang potensi 5 klon jenis eukaliptus dengan tujuan untuk mengetahui potensi kayu 5 klon jenis eukaliptus dan rekomendasi klon mana yang akan dipilih untuk dikembangkan pada periode penebangan berikutnya yang dianggap memiliki keunggulan komparatif terutama dari aspek potensi dan kesehatan kayu. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari pengukuran diameter batang dari 3 plot ukur berbentuk lingkaran seluas 400 m2 dengan ulangan masing-masing tiga kali. Data potensi tiap klon akan dibandingkan untuk menentukan klon eukaliptus yang direkomendasi untuk periode penanaman berikutnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variasi diameter rata-rata (DBH rata-rata), tinggi pohon (H rata-rata), bidang dasar (BD rata-rata) dan potensi kayu (Volume rata-rata) jenis klon IND 91 (DBH rata-rata = 12,01cm, H rata-rata =  16,72 m, BD rata-rata/ha = 106,3355 m2/ha dan potensi (Volume rata-rata/ha = 197,7656 m3/ha); jenis klon IND 73 (DBH rata-rata = 12,07 cm, H rata-rata = 15,91 m, BD rata-rata/ha = 137,8725 m2/ha dan potensi (Volume rata-rata/ha = 174,3103 m3/ha); jenis klon IND 32 (DBH rata-rata = 12,21 cm, H rata-rata = 15,02 m, BD rata-rata/ha = 81,9207 m2/ha dan potensi (Volume rata-rata/ha = 127,5630 m3/ha); jenis klon IND 72 (DBH rata-rata = 12,26 cm, H rata-rata = 16,56 m, BD rata-rata/ha = 101,3083 m2/ha; potensi (Volume rata-rata/ha = 181,4799 m3/ha) dan jenis klon IND 83 (DBH rata-rata = 12,70 cm, H rata-rata = 16,38 m, BD rata-rata/ha = 107,1254 m2/ha; potensi (Volume rata-rata/ha = 187,7709 m3/ha). Berdasarkan hasil analisis fisik dan teknis maka tanaman jenis klon IND 91 merupakan tanaman yang direkomedasikan untuk dikembangkan pada periode tanam berikutnya di HTI PT Toba Pulp Lestari Tbk sektor Aek Nauli karena memiliki volume kayu tertinggi dari ke 5 jenis klon IND yang saat ini paling dianggap merupakan jenis klon IND terbaik.    
Potensi Kayu Berbagai Klon Eukaliptus di PT TOBA PULP LESTARI Tbk SektorTele Kabupaten Samosir Harianja, Donal Rinchano; Sihombing, Benteng H; Sinaga, Pamona Silvia
Jurnal Akar Vol. 1 No. 1 (2019): Februari Jurnal Akar
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v8i1.112

Abstract

Abstrak Masalah kesesuaian jenis terhadap site yang dikaitkan dengan pengembangan berbagai klon IND di areal HTI PT Toba Pulp Lestari Tbk saat ini sangat penting karena adanya keterbatasan pengetahuan dan hambatan factor lingkungan di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari pengukuran diameter dan tinggi bebas cabang dari 5 klon IND jenis eukaliptus dari 3 plot ukur berbetuk bujur sangkar berukuran 20 m x 20 m atau seluas 400 m2. Dengan menganalisis diameter rata-rata, tinggi rata-rata, bidang dasar rata-rata dan potensi kayu rata-rata tiap klon IND maka adapat diketahui klon IND mana yang memiliki prospek terbaik untuk dikembangkan pada periode berikutnya.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa klon IND 61 mampu mencapai DBH rata-rata = 14.9 cm, H rata-rata =  16.8 m, BD rata-rata/ ha = 29.7936 m2 dan potensi rata-rata/ ha = 250.2659 m3/ ha; klon IND 66mampu mencapai DBH rata-rata = 12.5 cm, H rata-rata =  14.8 m, BD rata-rata/ ha = 24.1042 m2/ ha dan potensi rata-rata/ ha = 178.3713 m3/ha; klon IND 47 mampu mencapai DBH rata-rata = 12.9 cm, H rata-rata =  13.7 m, BD rata-rata/ ha = 23.8765 m2/ ha dan potensi rata-rata/ ha = 163.5540 m3/ha, klon IND 52 mampu mencapai DBH rata-rata = 12.4 cm, H rata-rata =  12.9 m, BD rata-rata/ ha = 21.0087 m2/ ha dan potensi rata-rata/ ha = 135.5059 m3/ha) serta klon IND 60 mampu mencapai DBH rata-rata = 14.1 cm, H rata-rata =  16.3 m, BD rata-rata/ ha = 25.9933 m2/ ha dan potensi rata-rata/ ha = 211.8453 m3/ha). Berdasarkan hasil analisis biometrika tanaman secara teknis dan potensi maka tanaman jenis klon IND 61 merupakan tanaman yang direkomedasikan untuk dikembangkan pada periode tanam berikutnya di HTI PT Toba Pulp Lestari Tbk sektor Tele Kabupaten Samosir karena memiliki potensi kayu terbesar dari ke 5  klon IND jenis eukaliptus yang dikembangkan.    

Page 1 of 4 | Total Record : 35