cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 33 Documents
Perspektif Inklusif Pendidikan Agama Kristen terhadap Teks Kerja Pada Masyarakat Dawan di Nusa Tengara Timur Iswanto Iswanto; Ferdinant Alexander
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.811 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.1

Abstract

An inclusive perspective is conceptualized as the adaptation or internalization of the paradigm of a particular register into the intended concept. Christian education as a pedagogical concept is in a broad register, such as family, church and society. This study uses working text data on the Dawan community in an inclusive perspective on Christian education. The method used in this research is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The results of the study explained that the working text of the Dawan community focused on the concept of monit naleko 'living well' as the main reference of the concept of 'work'. The inclusive perspective of Christian religious education is not necessarily adaptive to the reference. This non-adaptive emerges social interpretations and forms new concepts that are seen in attitudes and behavior. The novelty of research seen in the formulation of inclusive perspectives does not always refer to the adaptive renewal as previous research. Conceptual interactions can produce new concepts in social cognition. Strong internalization based on biblical interpretation must continue to be sought in the process of adaptive, inclusive perspective on Christian religious education. Key Words: inclusive perspective, Christian religious education, working texts.
Implikasi Kepemimpinan Yesus Bagi Pemimpin Kristen Millenial Berdasarkan Markus 10:43-45 Yogi Darmanto; Krido Siswanto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.392 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.2

Abstract

Discussing about leadership means expressing the ways or strategies used by a leader in leading an organization.  The leader is the most influential individual in an organization that is entrusted to bring an organization to a goal or vision that will be achieved in some time during his / her tenure / service.  The Lord Jesus has shown His example in leading.  But in reality, many Christian leaders pay less attention to the pattern of leadership that Jesus taught.  In this scientific work, the writer discovers that there are three things that exist in Jesus regarding leadership in Mark 10: 43-45.  Among them, namely, leaders must serve for others, leaders must be like servants, and leaders must be fully dedicated in service. Berdiskusi mengenai kepemimpinan berarti mengemukakan tentang cara-cara atau strategi yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam memimpin suatu organisasi. Pemimpin ialah seorang individu yang paling berpengaruh dalam suatu organisasi yang ada yang dipercayakan untuk membawa suatu organisasi tersebut kepada sebuah sasaran atau visi yang akan dicapai dalam beberapa waktu selama masa jabatan/pelayanannya. Tuhan Yesus telah menunjukan teladan-Nya dalam memimpin. Namun dalam kenyataannya, banyak pemimpin Kristen kurang memperhatikan bagaimana pola kepemimpinan yang Yesus ajarkan. Dalam karya ilmiah ini, penulis menemukan ada tiga hal yang ada dalam diri Yesus mengenai kepemimpinan dalam Markus 10:43-45. Diantaranya yaitu, pemimpin harus melayani bagi sesama, pemimpin harus seperti seorang hamba, dan pemimpin harus berdedikasi penuh dalam pelayanan.
Kepemimpinan Multistaf Menurut Keluaran 18:13-27 Dan Implikasinya Bagi Pemimpin Gereja Masa Kini Wulan Agung
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.886 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.3

Abstract

Leadership is an important aspect of the organization. If leadership is less effective it will have an impact on organizational development. Therefore we need to think about the concept of leadership. The Bible shows that there is a concept of leadership that works effectively. To discuss this concept, the authors conducted an analysis of Exodus 18: 13-27, the writer looked at it as a biblical concept for multistaff leadership. From the results of the literature analysis of Exodus 18: 13-27, it is found that the concept of multistaff leadership represents leadership centered between the main leaders and the leaders below them to overcome the issues that arise. In a multistaff leadership system the recruitment of prospective leaders who have the qualifications desired by God, then gives approval and division of responsibilities. This leadership model is still very relevant for church leaders today.Kepemimpinan merupakan aspek penting dalam sebuah organisasi. Jika kepemimpinan kurang efektif akan berdampak para perkembangan organisasi. Oleh sebab itu perlu sebuah gagasan konsep kepemimpinan. Alkitab menunjukkan bahwa ada konsep kepemimpinan yang berjalan efektif. Untuk meneliti konsep tersebut, penulis melakukan analisis terhadap Keluaran 18:13-27 penulis pandang sebagai konsep alkitabiah untuk kepemimpinan multistaf. Dari hasil analisis literatur terhadap Keluaran 18:13-27 ditemukan konsep bahwa kepemimpinan multistaf merupakan kepemimpinan yang berpusat pada kerjasama antara pemimpin utama dan pemimpin yang ada dibawahnya untuk mengatasi perkara-perkara yang muncul. Dalam system kepemimpinan multistaf perekrutan calon pemimpin yang memiliki kualifikasi yang dikehendaki Allah, kemudian memberikan pengajaran dan pembagian tanggung jawab. Model kepemimpinan tersebut masih sangat relevan bagi pemimpin gereja masa kini.
Pemetaan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran Sekolah Minggu Yudhi Kawangung; Rinto Hasiholan Hutapea; Yuel Yoga Dwianto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.205 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.4

Abstract

This purpose of this paper is to obtain an overview of curriculum mapping and Sunday school learning strategies. This paper uses a literature study approach in achieving this goal. The results of the analysis of the authors find that Sunday school is an integral part of the ministry of the church. One effective learning strategy used is the discussion method. The method of discussion is exciting heaven. By using the discussion method children will go through three levels of thought, namely: first, believe that has no basis. Second, doubt and doubt about this original opinion, and want to want to know the truth. And third, believe that is based on investigation and correct way of thingking. Tujuan tulisan ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pemetaan kurikulum dan strategi pembelajaran sekolah minggu. Tulisan ini menggunakan pendekatan studi pustaka dalam mencapai tujuan tersebut. Hasil analisis penulis menemukan bahwa sekolah minggu merupakan bagian pelayanan yang integral dari gereja. Salah satu strategi pembelajaran yang efektif digunakan adalah metode diskusi. Metode diskusi adalah surga yang mengasikkan. Dengan memakai metode diskusi anak-anak akan melalui tiga tingkat pikiran, yaitu: pertama, yakin yang tiada berdasar. Kedua, bimbang dan ragu-ragu tentang pendapatnya semula, dan ingin hendak mengetahui yang sebenarnya. Dan ketiga, yakin yang berdasarkan kepada penyelidikan dan cara berpikir yang betul.
Kajian Etis-Teologis Terhadap Pandangan Pragmatisme Tentang Tindakan Aborsi H Harming
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.225 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.5

Abstract

Artikel ini meneliti tentang tindakan aborsi dari perspektif pragmatisme dan perspektif Teologi Injili. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Tindakan aborsi menurut perspektif pragmatisme berdasarkan dampak yang terjadi setelah aborsi baik secara kesehatan maupun spiritual, sedangkan perspektif teologi injili, tindakan aborsi merupakan tindakan pembunuhan terhadap serta melanggar kekudusan manusia dan hal itu bertentangan dengan kitab suci.
Layanan Bimbingan Konseling Karier Bagi Pengambilan Keputusan Meniti Karier Siswa Lilis Ermindyawati; Audry Prima
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.698 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.6

Abstract

There are still many students who plan their careers unrealistically, they make career plans based solely on their desires which are not adjusted to their abilities. The purpose of this study was to determine the effect of career guidance counseling services on career decision making for students in the State Public High School. The research method is descriptive qualitative and quantitative methods. Based on the results of the analysis of the data that has been processed shows that career counseling guidance services for making career decisions for students in the State Vocational High School are well implemented.
Gembala Sidang Pemimpin Rohani Keluarga Dan Jemaat Menurut 1 Petrus 5:2 Karyo - Utomo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.10

Abstract

AbstractLife of the Pastor as a Spiritual Leader of the Family and the Church, based on the letter of I Peter 5: 2; who will explain the basic vocation to be a pastor with his main task as the spiritual leader of the family and the church.This research to highlight the spiritual life of the pastor, spiritual leadership in the family and church. This study uses a literature study approach with descriptive presentation, as well as field observations; that a pastor has the main calling and duty as a spiritual leader in the family and the church. Thus, it is concluded that before leading the spiritual life of the congregation, a pastor must be able to lead the spiritual life of the family. Keywords: Pastor; Family Spiritual Leaders; Church Spiritual Leaders. AbstrakKehidupan Gembala Sidang Sebagai Pemimpin Rohani Keluarga Dan Jemaat, berdasarkan surat I Petrus 5:2; yang akan menjelaskan mengenai dasar panggilan menjadi seorang gembala sidang dengan tugas utamanya sebagai pemimpin rohani keluarga dan jemaat.Penelitian ini bertujuan mengetengahkan kehidupan rohani gembala sidang, kepemimpinan rohani dalam keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan penyajian deskriptif, serta observasi lapangan; bahwa seorang gembala sidang memiliki panggilan dan tugas utama sebagai pemimpin rohani dalam keluarga dan jemaat.  Dengan demikian, disimpulkan bahwa seorang gembala sidang sebelum memimpin kehidupan rohani jemaat harus mampu memimpin kehidupan rohani keluaraga. Kata kunci: Gembala Sidang; Pemimpin Rohani Keluarga; Pemimpin Rohani Jemaat
Covid-19 Memudarkan Rasa Kemanusiaan Terhadap Sesama Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Simon Simon; Lindin Anderson
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.202 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.11

Abstract

ABSTRACTThis paper highlights the fading sense of humanity towards others due to the influence of Covid-19. The understanding of humanity as referred to in this paper, of course, departs from a Christian theological perspective. The meaning of humanity means empathy or concern in understanding the difficulties experienced by others, as well as being an active actor in overcoming the burdens of other people's lives without seeking profit. The method used in this paper is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The results of this discussion obtained an explanation, that government policies in dealing with Covid-19 are sometimes not pro-people. Then those who were expose to Covid-19, received negative stereo types from others, then there were hospitals that took advantage of Covid-19 victims for an incentive. Paramedic services are not optimal for some patients, and there are still people who do not fully comply with health protocols. In a climate of social conditions that have begun to diminish the sense of humanity, it is fitting for believers (Christians) to become light and salt by practicing the universal truth of God's word through their deeds to others.ABSTRAKTulisan ini menyoroti mulai memudarnya rasa kemanusiaan terhadap sesama karena pengaruh Covid-19. Pengertian rasa kemanusiaan yang dimaksud dalam tulisan ini tentunya berangkat dari perspektif teologis Kristen. Adapun makna kemanusiaan yang dimaksud adanya empati atau kepedulian dalam memahami kesulitan yang dialami oleh orang lain, serta menjadi pelaku aktif dalam menanggulangi beban hidup orang lain tanpa mencari keuntungan. Metode yang dipakai dalam tulisan ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomologis. Hasil dari pembahasan ini didapatkan suatu pemaparan, kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 terkadang tidak bersifat pro ke-rakyat. Kemudian mereka yang terpapar Covid-19, menerima streo type negatif dari sesama, kemudian adanya rumah sakit yang mengambil keuntungan dari korban Covid-19 demi sebuah insentif. Pelayanan tenaga medis yang tidak maksimal ke-sebagian pasien, serta masih dijumpainya masyarakat yang tidak sepenuhnya patuh pada protokol kesehatan. Iklim kondisi sosial yang mulai memudarkan rasa kemanusiaan, sudah sepatutunya orang percaya (Kristen) menjadi terang dan garam dengan mengamalkan kebenaran firman Allah secara menguniversal melalui perbuatannya kepada sesama.
Deskripsi Tentang Iman Yang Memindahkan Gunung Menurut Perspektif Alkitab Matius 17:20 Gideon Ricu Sele
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.399 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.12

Abstract

My righteous people will live by faith. Because without faith it is impossible to please God, because faith is the basis and evidence. Every believer must be able to practice his faith in everyday life. Faith as big as a mustard seed can move mountains. Quality faith is faith that has power. True faith is in accordance with the will of God which comes from God. Active faith. Faith without doubt. Faith that is completely surrendered to God without hesitation. What is the description of that mountain-moving faith? The author uses a qualitative descriptive study method from literature / literature sources that support this writing. Hopefully the results of this research can help every believer / Christian to be able to properly actualize his faith in this pluralistic society. Christians or believers can account for their faith appropriately and rightly before this world.
Membangun Paradigma Tentang Misi sebagai Landasan dan Motivasi untuk mengaktualisasi Amanat Agung Yonatan Alex Arifianto; Wulan Agung; Setya Budi Tamtomo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.592 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.13

Abstract

Believers and churches have the wrong mindset towards the basic concepts of missiology that will result in not maximally preaching the good news to others. This wrong paradigm needs to be reduced as part of the motivation to evangelize. The author describes by using a descriptive qualitative approach, this research can be started by describing the mission in the values and basis of the Bible, then providing an understanding of the importance of reducing wrong paradigms and providing the concept of mission in Bible truth so that believers can actualize the mission with the right spirit and motivation. Since there is no excuse not to go on a mission, the gospel must be preached. Therefore, believers can be in God's mission through everything that is built into the correct paradigm of missiology. Orang percaya dan gereja  memiliki mindset  yang salah terhadap konsep dasar misiologi akan mengakibatkan tidak maksimalnya pemberitaan kabar baik bagi orang lain. Paradigma yang salah tersebut perlu direduksi sebagai bagian motivasi untuk menginjil. penulis mendeskripsikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini dapat dimulai dengan mendeskripsikan misi dalam nilai dan dasar Alkitab selanjutnya memberikan pemahaman begitu pentingnya mereduksi paradigma yang salah dan memberikan konsep misi dalam kebenaran Alkitab sehuingga orang percaya dapat mengaktualisasi misi dengan semangat dan motivasi yang benar. Karena tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan misi, injil harus diberitakan. Maka itu orang percaya dapat berada dalam misinya Tuhan melalui setiap apa yang dibangun dalam paradigma yang benar tentang misiologi.

Page 1 of 4 | Total Record : 33