cover
Contact Name
Ismil Khairi lubis
Contact Email
ismil.khairi@usu.ac.id
Phone
+6261-8213221
Journal Mail Official
trophico@usu.ac.id
Editorial Address
Tropical Public Health Journal (TROPHICO) Faculty of Public Health Universitas Sumatera Utara Jalan Universitas No. 21, Kampus USU Padang Bulan Medan 20155, Sumatera Utara - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 2774766     EISSN : 2797751X     DOI : -
Core Subject : Health,
TROPHICO: Tropical Public Health Journal is a journal published by TALENTA Publisher, Universitas Sumatera Utara and managed by Faculty of Public Health, Universitas Sumatera Utara. TROPHICO publishes research articles in the field of public health or other disciplines related to public health that have not been published by other publication media. The scientific scope of research results include Epidemiology, Health Policy and Administration, Occupational Health and Safety, Environmental Health, Health Education and Behavioral Science, Public Health Nutrition, Biostatistics and Demography, Family and Reproductive Health and other research in the field of Public Health Sciences. This journal was first published in March 2021 and will then be published twice a year in March and September both in printed and electronic versions designed using the Online Journal System (OJS).
Articles 21 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Status Gizi Siswa MAN Medan pada Masa Pandemi COVID-19 Septo Tepriandy; R. Kintoko Rochadi
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.303 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6042

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang masuk di Indonesia pada akhir tahun 2019. Pemerintah mengambil kebijakan untuk memutus rantai penularan COVID-19 ini yaitu melakukan pembatasan sosial, salah satunya dengan menghentikan kegiatan sekolah. Pemerintah juga mengimbau untuk menjaga pola hidup sehat, salah satunya dengan memerhatikan gizi seimbang agar status gizi menjadi baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan status gizi siswa MAN Medan pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang dilaksanakan di MAN 2 dan MAN 1 Medan. Sampel diambil dengan menggunakan simple random sampling yaitu pengambilan 60 orang siswa MAN 2 dan MAN 1 Medan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square kemaknaan α =0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi remaja di MAN 1 dan MAN 2 Kota Medan (p<0,05), dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan status gizi remaja di MAN 1 dan MAN 2 Kota Medan (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi siswa MAN 2 dan MAN 1 Medan pada masa pandemi COVID-19, namun tidak ada hubungan sikap dengan status gizi siswa.
Imunisasi pada Anak di bawah Dua Tahun dan Kaitannya dengan Persepsi Ibu serta Dukungan Suami Natasya Soraya; Heru Santosa
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.175 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6043

Abstract

Imunisasi merupakan upaya kesehatan suatu negara untuk menurunkan angka kematian bayi melalui upaya promotif dan preventif terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis imunisasi pada anak di bawah dua tahun (baduta) dan kaitannya dengan persepsi ibu dan dukungan suami. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kota Matsum dengan disain penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 134 orang anak baduta. Data dianalisis dengan multiple logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan suami (p=0,006) berpengaruh dominan terhadap imunisasi anak baduta, dengan 4,135 kali lebih besar anak diimunisasi secara lengkap yang didukung suami daripada yang tidak didukung. Disarankan untuk melakukan musyawarah terhadap ibu untuk mengumpulkan informasi tentang imunisasi yang merebak di masyarakat, serta menyebarluaskan informasi seperti manfaat, pencegahan penyakit dengan  imunisasi, serta dampak buruk yang dapat timbul jika anak tidak divaksinasi, perlu diperluas juga informasi tentang imunisasi kepada keluarga, termasuk suami, orang tua dan kerabat.
Pengelolaan Hipertensi dan Diabetes Mellitus dalam Mencegah Stroke di Banda Aceh: Indonesia Marlina; Irfanita Nurhidayah; Ibrahim; Nanda Fitria
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.566 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6044

Abstract

Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang paling berisiko tinggi, terkadang kedua penyakit ini tidak mengalami gejala, jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat mengalami komplikasi stroke bahkan sampai dengan kematian. Aceh merupakan daerah paling banyak yang mempunyai pasien dengan penyakit degeneratif, hal ini ditinjau dari budaya makan masyarakat Aceh yang tinggi kadar lemak dan karbohidrat, sehingga bisa memicu penyakit stroke. Tujuan penelitian adalah memperoleh cara pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus dengan baik untuk mencegah stroke. Metode penelitian menggunakan riset kualitatif dengan desain participatory action research. Penelitian dilaksanakan di Aceh dengan 30 partisipan. Hasil penelitian setelah dilakukan focus group discussion, wawancara, dan observasi dengan partisipan ada 23 partisipan yang mampu mengelola hipertensi dan diabetes, sehingga hipertensi dan diabetes dapat terkontrol dengan baik dan dapat mencegah terjadinya stroke. Kesimpulan diperoleh cara pengelolaan hipertensi dan diabetes untuk mencegah stroke. Rekomendasi bahwa pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus dengan baik dapat mencegah stroke.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Ketahanan Pangan Selama Pandemi COVID-19 di Kecamatan Bilah Barat Zuhrina Aidha; Reni Agustina Harahap
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.605 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6045

Abstract

Pandemi COVID-19 yang sedang dihadapi secara global menyebabkan masalah pada sektor kesehatan, dan sektor lain seperti ekonomi, pertanian, dan sosial masyarakat. Beberapa negara termasuk Indonesia menerapkan kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah untuk mencegah peningkatan penularan COVID-19. Kebijakan ini memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi keluarga. Salah satu cara untuk membantu ekonomi dan memenuhi pangan keluarga adalah dengan pengoptimalan sumberdaya yang ada di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan masyarakat tentang kegiatan pemberdayaan masyarakat dan manfaat pemberdayaan masyarakat dalam upaya ketahanan pangan di Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhan Batu selama pandemi COVID-19. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat dan unsur pemerintahan di Kecamatan Bilah Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan action research. Aksi yang dilakukan adalah membagi kelompok masyarakat di 10 desa/kelurahan di Kecamatan Bilah Barat. Setiap kelompok beranggotakan 10 orang, sehingga yang terlibat dalam aksi ada 100 orang. Kelompok diberi bibit sayuran (cabai, tomat, terong) dan pelatihan menanam bibit tersebut, kemudian dimonitoring dengan melihat perkembangan bibit dan dievaluasi dengan melihat hasil produksi, dan menanyakan tanggapan, manfaat dari pemberdayaan yang dilakukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat mengatakan pemberdayaan masyarakat dan pelatihan menanam bibit pohon produktif seperti cabai, tomat dan terong dalam upaya ketahanan pangan di Kecamatan Bilah Barat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Manfaat yang dirasakan masyarakat dibagi 3 kategori, yaitu sangat baik (57%), baik (38%) dan kurang (5%). Tanggapan masyarakat dari pemberdayaan yang dilakukan juga baik (88%). Peneliti menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara rutin agar memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.
Pengetahuan Bidan Tentang Preeklamsia di Sumatera Utara Dodoh Khodijah; Sarma Lumbanraja
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.714 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6046

Abstract

Bidan memiliki peran penting dalam penanganan kasus kebidanan termasuk preeklamsia. Preeklamsia di Provinsi Sumatera Utara menyumbangkan 23,7% kematian ibu dan termasuk lima provinsi penyumbang AKI terbesar di Indonesia. Tenaga kesehatan pertama yang dikunjungi oleh ibu hamil adalah bidan. Pengetahuan bidan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kebidanan dan menjadi daya ungkit menurunkan AKI. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengetahuan bidan tentang preeklamsia di Provinsi Sumatera Utara. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan survei. Sampel sebanyak 225 orang bidan yang bekerja di 88 kecamatan dari 28 Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah bidan mempunyai pengetahuan baik tentang preeklamsia (59,1%). Bidan mampu mendefinisikan preeklamsia (91,2%), eklamsia (97,8%), tetapi tidak mampu membedakan hipertensi kronis (79,1%). Hanya sedikit bidan yang tidak memahami cara melakukan deteksi dini preeklamsia (4,9%) dan melakukan pengukuran tekanan darah (18,2%). Bidan tidak memahami penyebab preeklamsia (50,7%), kurang mampu mengidentifikasi faktor risiko dengan kejadian preeklamsia (13,8%-47,1%), kurang tepat dalam menegakkan diagnosa (44,0%), kurang mengetahui gejala (31,1%-40,0%) kurang paham tentang pencegahan preeklamsia (37,3%-90,7%), tetapi hampir seluruh responden (94,2%) memahami MgSO4 dalam mengatasi kejang eklamsia. Responden tidak mengetahui dampak preeklamsia terhadap terjadinya solusio plasenta (34,2%) dan penyakit jantung (43,1%). Kesimpulan penelitian adalah 59,1% bidan mempunyai pengetahuan baik tentang preeklamsia, meliputi definisi preeklamsia dan eklamsia, cara melakukan deteksi dini, cara mengukur tekanan darah, mendeteksi faktor risiko usia lebih 40 tahun dan ibu dengan riwayat preeklamsia, cara pemberian MgSO₄, dampak preeklamsia menyebabkan solusio plasenta dan preeklamsi tidak dapat bersalin secara Asuhan Persalinan Normal (APN).
Perspektif Sehat dan Sakit Anak pada Masyarakat Batak Toba di Kabupaten Samosir Sri Rahayu Yusnita Situmorang; Vera Chitra Dewi Saragih
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.189 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6048

Abstract

Anak usia 0-59 bulan belum dapat mengungkapkan masalah kesehatan dan keluhan sakit yang dialami pada tubuhnya dengan baik sehingga seorang ibu harus memiliki perspektif tersendiri untuk mengetahui kondisi sehat, sakit dan penyebab sakit yang dialami anak sehingga dapat menentukan pilihan perawatan dan pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah menggali perspektif sehat, sakit dan penyebab sakit pada anak menurut Masyarakat Batak Toba di Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada ibu yang memiliki anak usia di bawah 0-59 bulan sebanyak 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan anak sehat digambarkan dengan berat badan yang bertambah, kuat makan, tinggi badan bertambah, lasak, jarang sakit, lincah, aktif dan tidak korengan. Anak yang sedang sakit diketahui ibu dari badannya yang panas atau biasa disebut “banggor” setelah ibu melakukaan perabaan (palpasi) pada tubuh dan anak terlihat layu, tidak aktif, tidak lasak, mencret dan gejala sakit perut. Perspektif sehat, sakit dan penyebab sakit anak akan menentukan pilihat orangtua terhadap cara perawatan dan pengobatan yang diberikan kepada anak. Perspektif anak sehat dan sakit tidak selamanya sesuai dengan kondisi tubuh anak tetapi dipengaruhi juga oleh nilai, kepercayaan, cara berpikir, budaya yang dianut dan kebiasaan sehingga dapat memberi dampak positif juga negatif kepada anak.
Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Anak 6 – 24 bulan di Kabupaten Langkat Sri Henny Siregar; Albiner Siagian
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.6 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6049

Abstract

Stunting merupakan masalah malnutrisi kronis akibat kekurangan gizi jangka panjang terkait dengan kurangnya asupan makanan. Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia. Kabupaten Langkat merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sumatera Utara. Banyak faktor yang memengaruhi kejadian stunting seperti karakteristik keluarga, pendapatan orang tua, usia ibu, dan berat lahir bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan. Kajian ini bersifat kuantitatif, dengan disain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terhadap 144 sampel melalui wawancara. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman’s dan kendall’s tau b. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Langkat sebesar 50%. Hasil uji korelasi spearman’s mendapatkan hubungan antara panjang lahir bayi, umur ibu, pendapatan keluarga dan berat badan lahir bayi dengan kejadian stunting dengan nilai rho lebih kecil dari p value (rho < 0,05), dan dari hasil uji korelasi kendall’s tau b terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting di mana nilai sig lebih kecil dari alpha (0,01 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah stunting berhubungan dengan panjang lahir bayi, umur ibu, pendidikan ibu dan berat badan lahir.
Faktor Risiko Malaria Masyarakat Pesisir di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Putra Apriadi Siregar; Izzah Dienillah Saragih
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.303 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i2.7261

Abstract

Malaria merupakan penyakit umum terjadi di daerah pesisir. Studi ini bertujuan mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian penyakit malaria di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan desain case control yang dilaksanakan di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Januari-Agustus 2019. Kelompok kasus dalam penelitian ini merupakan penderita malaria di Puskesmas Pantai Cermin sebanyak 36 orang dan kelompok kontrol merupakan yang bukan penderita malaria sebanyak 36 orang. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara melalui instrumen kuesioner terstruktur, selanjutnya melakukan analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kawat kasa ventilasi (p=0,083, OR= 0,087), jenis dinding rumah (p=0,035, OR=1,157), aktivitas individu untuk keluar rumah pada malam hari (p=0,009, OR=1,273), penggunaan kelambu berinsektisida saat tidur (p<0,001, OR=4,007). Risiko terkena penyakit malaria 12,98 kali lebih besar  pada masyarakat yang tidak memasang kelambu berinsektisida saat tidur dibandingkan masyarakat yang memasang kelambu berinsektisida saat tidur. Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai dan tokoh masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin diharapkan lebih intens untuk mensosialisasikan penggunaan kelambu berinsektisida saat tidur sebagai salah satu upaya untuk mencegah kejadian penyakit malaria di Kecamatan Pantai Cermin.
Analisis Informasi Kesehatan Melalui Pemetaan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Prambanan, Gamping dan Mlati, Sleman, Yogyakarta Hendra Rohman; Asmi Rizal Abdillah; Anisa Risqi Qhoiriyah
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.064 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i2.7263

Abstract

Kasus DBD di Kabupaten Sleman dari tahun 2018 - 2020 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 terdapat 728 kasus DBD, di tahun 2020 meningkat menjadi 810 kasus. Terdapat 3 wilayah dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman yang memiliki kasus DBD tinggi yaitu di Prambanan, Gamping dan Mlati. Penelitian ini menganalisis informasi kesehatan melalui pemetaan penyakit DBD di wilayah Prambanan, Gamping dan Mlati. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Hasil pemetaan penyakit DBD, kasus tertinggi di wilayah Prambanan (120 kasus) yaitu di Sumberharjo. Wilayah Gamping (117 kasus) yaitu di Balecatur. Wilayah Mlati (104 kasus) yaitu di Sinduadi. Jenis kelamin laki-laki dan kelompok umur 15-44 tahun menempati kasus terbanyak di ketiga wilayah. Faktor penyebab tingginya kasus DBD adalah faktor curah hujan, suhu, kelembaban dan ketinggian wilayah. Faktor kepadatan penduduk dan mobilitas penduduk tidak berpengaruh. Promosi kesehatan fokus di daerah tinggi kasus DBD sehingga tidak akan terulang lonjakan kasus yang tinggi pada daerah tersebut. Upaya pencegahan dan penanggulangan DBD lebih terorganisir dalam jangka waktu yang rutin dan berkesinambungan.
Dukungan Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Desa Tuntungan 2 Kabupaten Deli Serdang Dhani Syahputra Bukit; Alam Bakti Keloko; Taufik Ashar
Tropical Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.333 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i2.7264

Abstract

Stunting adalah ketidakseimbangan gizi yang merupakan penurunan kecepatan pertumbuhan dan gangguan pertumbuhan fisik. Masalah gizi terkait stunting masih menjadi permasalahan yang terjadi di Indonesia. Dampak jangka panjang akibat stunting yang masih terjadi adalah gangguan perkembangan fisik, mental, intelektual, serta kognitif. Kejadian stunting yang tinggi pada anak akan mengakibatkan permasalahan jangka panjang dan sulit untuk dikendalikan sehingga akan menyebabkan risiko pada keturunan yang akan rentan dengan berat badan lahir yang rendah. Dukungan dari tenaga kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dukungan tenaga kesehatan dalam pencegahan stunting di Desa Tuntungan 2 Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang dengan menggunakan disain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 135 orang ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan tenaga kesehatan kurang baik dalam pencegahan stunting yaitu sebesar 27,4% dan kejadian stunting sebesar 41,5%. Untuk meningkatkan upaya pencegahan stunting, diharapkan terjadi peningkatan peran dan dukungan dari pemerintah agar pencegahan stunting menjadi prioritas.

Page 1 of 3 | Total Record : 21