cover
Contact Name
Bayu Dwi Setyo
Contact Email
bayu.dwisetyo@unimman.ac.id
Phone
+6285146303044
Journal Mail Official
jurnal@apji.org
Editorial Address
Jalan Pandu Pangiang Lingkungan, Pandu, Kec. Bunaken, , Manado, Provinsi Sulawesi Utara, 95249
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
ISSN : 29621593     EISSN : 29621577     DOI : https://doi.org/10.57214/pengabmas.v4i3
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian sebagai hasil pengabdian masyarakat. Focus dan Scope pada bidang Multidisiplin Ilmu, pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, dan Rekayasa. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat indonesia memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabmas Nusantara terbit 1 tahun 4 kali (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN EVAKUASI DALAM BENCANA DI KAMPUNG AMBONG KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KOTA MANADO Oldi Rembet; Nelawati Radjamuda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.825 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.86

Abstract

Latar belakang dilakukan pengabdian ini Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan geografis, klimatologis topografis dan sosiologis termasuk daerah rawan bencana di Indonesia. Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) termasuk dalam wilayah rawan bencana seperti gempa, tanah longsor dan letusan gunung berapi. Rawan bencana longsor meliputi Sangihe, Sitaro, Manado, Jalan Manado-Tomohon, Jalan Manado-Amurang, Noongan-Ratahan-Belang dan Torosik, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Sedangkan kawasan yang terletak pada zona patahan aktif, yaitu sesar Amurang-Belang, sesar Ratatotok, sesar Likupang, sesar Lembeh, sesar Bolaang Mongondow (Bolmong) dan sesar Manado-Kema. Kawasan rawan gelombang tsunami meliputi daerah pesisir pantai dengan elevasi rendah atau berpotensi atau pernah mengalami tsunami yang tersebar di seluruh wilayah provinsi. Kampung Ambong Kecamatan Likupang yang merupakan salah 1 desa yang berada dipesisir pantai, sehingga paling mudah terkena bencana. Tujuan melakukan pelatihan evakuasi dalam bencana di daerah Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengabdian dengan langsung melakukan pemaparan materi dan praktek evakuasi dalam bencana di Balai Desa Kampung Abong. Hasil pelatihan menunjukkan adanya tanggapan positif dari peserta yang nampak pada antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan. Pada saat kegiatan praktik, peserta hanya sedikit mengalami kesulitan pada awal praktik sehingga perlu adanya pendampingan dari narasumber dan tim. Namun demikian pada kesempatan praktik selanjutnya para peserta bahkan dapat membantu satu sama lain apabila terdapat peserta yang tertinggal atau belum memahami instruksi yang diberikan oleh narasumber.
Swamedikasi dan Pelatihan Pembuatan Infusa Tanaman Herbal Di Desa Ilo-Ilo Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken Kota Manado Siti Salma; Mutmainnah Mutmainnah; Amir Fatah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.356 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.87

Abstract

Keberadaan tanaman sebagai obat sudah dikenal sejak ribuan tahun lampau. Penggunaan dan cara pengolahan yang benar dari tanaman obat dapat membantu mengobati dan mengurangi masalah kesehatan masyarakat. Peran serta perguruan tinggi STIKES Muhammadiyah Manado dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat terkait dengan kurangnya pengetahuan dan pengembangan tumbuhan obat tradisional di lingkungan masyarakat sehingga diperlukan “Swamedikasi dan Pelatihan Pembuatan Infusa Tanaman Herbal Di Desa Ilo-Ilo Kelurahan Pandu Kecamatan Mapanget” dari tumbuhan yang berada di sekitar lingkungan.. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, diskusi, tanya jawab dan pelatihan tentang pembuatan sediaan herbal berupa infusa dari berbagai tanaman yang berada di sekitar lingkungan seperti daun afrika, daun gedi, daun jeruk, rimpang jahe, rimpang kunyit, buat tomat, buah lemon, bunga rosella kepada masyarakat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat dapat melakukan swamedikasi dan mengetahui serta membuat alternatif pengobatan terhadap penyakitnya sendiri.
Pelatihan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa Rahmat Ismail; Moh. Perdana M. Mo’o; Abulkhair Abdullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.27 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.88

Abstract

Masyarakat di Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara cukup banyak, namun berbagai sarana kesehatan yang minim membuat masyarakat kurang memperhatikan cara menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Masalah ini muncul dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang obat masih sangat minim. Selama ini pemberdayaan masyarakat belum dioptimalkan sehingga penanganan terhadap masalah kesehatan dan pengobatan belum mendapat perhatian khusus. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan pelatihan Dagusibu dengan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) kepada Masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara. Materi terkait penyimpanan obat menekankan terhadap perlunya memperhatikan aturan pakai dan cara penyimpanan obat yang tertera pada etiket.Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara memahami tentang cara mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat dan membuang obat, mengetahui perbedaan klasifikasi obat (obat bebas, bebas terbatas, obat keras) dan bagaimana cara serta dimana tempat legal yang memiliki izin untuk menjual obat-obat tersebut, dan mengetahui cara menggunakan antibiotik dengan cerdas
Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) pada Anak Usia Sekolah di Kelurahan Kombos Barat Kecamatan Singkil Kota Manado Helly M. Katuuk; Sri Wahyuni; Berthina H. Korah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 4 (2021): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.907 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v3i4.89

Abstract

Anak usia sekolah adalah anak dalam rentang 6 – 12 tahun memiliki kemampuan menghasilkan karya, berinteraksi dan berprestasi dalam belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri. Hambatan atau kegagalan dalam mencapai kemampuan tugas perkembangan pada anak, dapat menyebabkan anak merasa rendah diri sehingga pada masa dewasa anak dapat mengalami hambatan dalam bersosialisasi (Keliat, Helena, dan Farida, 2011). Data yang didapatkan berdasarkan survey awal di wilayah kerja Puskesmas Kombos, yaitu ada 7 anak usia sekolah yang memiliki masalah dalam hal perkembangan baik secara fisik, psikis, dan sosial. Masalah perkembangan yang terjadi seperti kurangnya interaksi antara teman sebaya, secara kognitif dan sosial belum mampu bekerja secara berkelompok, dan kurangnya kemampuan dalam menghasilkan karya secara mandiri. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui efektifitas Terapi Kelompok Terapeutik terhadap peningkatan perkembangan Anak Usia Sekolah.. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan terapi kelompok yang bersifat terapeutik kepada anak usia sekolah di Kel. Kombos Barat, Kec. Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara. Ketecapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat yakni dilihat dari hasil evaluasi, dimana terapi kelompok terapeutik efektif dalam meningkatkan perkembangan anak usia sekolah.dapat dilihat dari kemampuan peserta untuk saling memberikan komentar positif dan motivasi kepada sesama peserta.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI APLIKASI PETANI DAN NELAYAN PINTAR: SOCIALIZATION OF THE IMPLEMENTATION OF SMART FARMERS AND FISHERMEN APPLICATIONS Nofri Yudi Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.257 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i1.128

Abstract

The implementation of learning at this time needs to be supported by technology-based learning media. Technology-based media can make people adapt to the current developments in technology. One of the technology-based information media that can be used as a support for existing media is in the application. There are various types of applications such as smart farmer and fisherman applications. In this community service the author will introduce one technology-based application, namely the application of smart farmers and fishermen. The purpose of this activity is that participants are expected to help facilitate access for farmers and fishermen to obtain or exchange information.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN DETEKSI DINI GANGGUAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI DESA PALAES KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Cut Mutiya Bunsal; Rizal Arsyad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.029 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i1.95

Abstract

Tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang kontinyu, dimulai sejak kandungan sampai anak tumbuh dewasa. Kualitas anak yang baik dapat dicapai dengan memastikan bahwa proses tumbuh kembang anak juga baik. Pemantauan pertumbuhan, perkembangan, dan gangguan tumbuh kembang anak merupakan acuan bagi tenaga kesehatan yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar/primer. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada kader kesehatan di desa Palaes yang berjumlah 6 orang dengan kegiatan pemberian materi tentang DDTK dan dilakukan simulasi deteksi dini tumbuh kembang anak. Adapun keberadaan kader kesehatan dapat menunjang kinerja puskesmas dalam mendeteksi gangguan tumbuh kembang anak. Pemberdayaan dilakukan kepada kader kesehatan yang ada agar kinerja dapat deteksi dini tumbuh kembang anak dapat maksimal dilakukan dipelayanan posyandu dengan keterlibatan yang dilakukan langsung oleh kader kesehatan desa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH, KONSELING DAN PEMBENTUKAN KADER HIPERTENSI DI DESA KAUDITAN I KECAMATAN KAUDITAN MINAHASA UTARA Bertina Hermin Korah; Petronela Mamentu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.723 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i1.96

Abstract

Hipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah mengalami peningkatan yang memberikan gejala berlanjut pada suatu organ target di tubuh. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan yang lebih berat, misalnya stroke (terjadi pada otak dan menyebabkan kematian yang cukup tinggi), penyakit jantung koroner (terjadi kerusakan pembuluh darah jantung), dan hipertrofi ventrikel kiri (terjadi pada otot jantung). Hipertensi juga dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal, penyakit pembuluh darah dan penyakit lainnya. Analisa situasi Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian karena dapat menyebabkan kematian utama di negara-negara maju maupun negara berkembang. Berdasarkan hasil survey tanggal 16 sampai 18 Februari di Desa Kauditan I Kabupaten Minahasa Utara, dengan populasi 855 KK, sampel 212 KK didapatkan data bahwa yang menderita menderita hipertensi ada 167 jiwa dan yang minum obat hipertensi secara teratur hanya 48 jiwa, artinya lebih dari 50% atau sekitar 119 jiwa yang tidak minum obat hipertensi dengan teratur. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat “Peningkatan pengetahuan melalui pemeriksaan tekanan darah, konseling, dan pembentukan kader hipertensi di desa Kauditan I Minahasa Utara yang dilaksanakan pada tanggal 03 Maret 2020 bertempat di kantor lurah desa Kauditan I didapatkan hasil evaluasi kader yang sudah dilatih dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan BAIK
“PENYEGARAN KADER POSYANDU LIMA MEJA DI PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO” Noormah Juwita; Nelawati Radjamuda; Ria A.J.Rotinsulu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.827 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i1.97

Abstract

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Berdasarkan hasil survei Pendahuluan oleh Tim pengabdian masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2019, di Puskesmas Kombos didapatkan hasil bahwa cakupan SKDN masih belum mencapai target nasional yaitu kurang dari 80 %. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan capaian SKDN dengan salah satu cara yaitu penyegaran Kader Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode pelaksanaan kegiatan Penyegaran kader posyandu tentang lima meja adalah dengan metode ceramah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di laksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6-7 November 2019. Hari ke 1 : Pembukaan, pretest, materi 5 meja di lanjutkan hari ke 2 : Post test dan penutupan. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu kader mampu mengaplikasikan peran dan fungsinya sebagai kader posyandu, Meningkatkan kemampuan fasilitasi pembelajaran kader posyandu dalam melaksanakan tugas Penggerakan dan Pemberdayaan masyarakat, meningkatkan keterampilan bagi kader posyandu dalam menunjang pelaksanaan desa siaga, meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan komunikasi, advokasi dan negosiasi dengan pihak pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mendapatkan dukungan sumber daya.
“PENYEGARAN KADER DAN PELAYANAN POSYANDU LIMA MEJA DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO” Ike Fitrah Atul Chabibah; Berthina Hermien Korah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.87 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i1.98

Abstract

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Berdasarkan hasil survei Pendahuluan oleh Tim pengabdian masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2019, di Puskesmas Paniki Bawah didapatkan hasil bahwa cakupan SKDN masih belum mencapai target nasional yaitu kurang dari 80 %. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan capaian SKDN dengan salah satu cara yaitu pelatihan dan penyegaran Kader Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Metode pelaksanaan kegiatan Penyegaran kader posyandu tentang lima meja adalah dengan metode ceramah yang kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pelayanan Posyandu Lima meja dengan sasaran Balita se kecamatan Mapanget. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 5-7 November 2019. Hari ke 1 : Pembukaan, pretest, materi 5 meja dilanjutkan hari ke 2 : Post test dan penutupan. hari ke 3 : Pelayanan Posyandu Se Kecamatan Mapanget. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu Kader Mampu mengaplikasikan peran dan fungsinya sebagai kader posyandu, Meningkatkan kemampuan fasilitasi pembelajaran kader posyandu dalam melaksanakan tugas Penggerakan dan Pemberdayaan masyarakat, Meningkatkan keterampilan bagi kader Posyandu dalam menunjang pelaksanaan desa siaga, Meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan komunikasi, advokasi dan negosiasi dengan pihak pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mendapatkan dukungan sumber daya.
Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Tekanan Darah Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Terhadap Perilaku Deteksi Dini Hipertensi Di Desa Kolongan Rizkan Halalan Djafar; Amir Fatah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.606 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i1.99

Abstract

Pemantauan tekanan darah merupakan salah satu kegiatan posyandu lansia yang dilakukan para kader posyandu, Kader posyandu mempunyai potensi yang sangat besar karena kader sangat dekat dengan masyarakat, sehingga pasien dengan hipertensi menjadi lebih terkontrol tekanan darahnya. Peran serta perguruan tinggi STIKES Muhammadiyah Manado dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat terkait dengan pengukuran tekanan darah dan pemanfaatan herbal untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit hingga saat ini sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya biaya pengobatan. Metode : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang manajemen hipertensi yang terdiri dari gaya hidup sehat bebas hipertensi dan pemanfaatan TOGA untuk menurunkan tekanan darah. Hasil : masyarakat dapat melakukan pengukuran tekanan darah dan mengetahui serta membuat alternatif pengobatan tanaman obat hipertensi.