cover
Contact Name
Victor Sooai
Contact Email
abdimas.undana@gmail.com
Phone
+6282112765742
Journal Mail Official
abdimas.undana@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas Nusa Cendana Jl. Adisucipto, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana (Abdimas Undana)
ISSN : -     EISSN : 23558350     DOI : https://doi.org/10.35508/jpkmlppm.v17i1
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana (Abdimas Undana) merupakan sebuah wadah untuk menampung tulisan - tulisan atau artikel dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh dosen - dosen di lingkup Universitas Nusa Cendana dan juga Perguruan Tinggi lain yang ingin berpartisipasi dalam penulisan artikel kegiatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
PKM ECOBRICK KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN BATUPLAT KOTA KUPANG Elsy Elisabet Hangge
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1862

Abstract

Salah satunya berupa sampah plastic menjadi masalah tersendiri karena sampah jenis ini sangat sulit didegradasi. Peran serta ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga, terutama sampah plastik, akan sangat bermanfaat bagi lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick untuk menghasilkan furnitur berupa kursi dan meja yang merupakan barang-barang kerajinan bernilai ekonomi untuk menambah pendapatan keluarga ini penting untuk dilakukan. Selain itu kegiatan ini memberi edukasi untuk penyelamatan lingkungan hidup berupa penanganan sampah plastik. Permasalahan dalam kegiatan ini adalah bagaimanakah cara mengumpulkan dan mengelola sampah plastik yang berasal dari aktivitas rumah tangga; bagaimanakah cara memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk meminimalisasi limbah plastik dengan cara memanfaatkannya menjadi furnitur kursi dan meja berbahan ecobrick yang bernilai ekonomi; dan bagaimanakah efektivitas pelatihan yang diadakan bagi ibu-ibu rumah tangga dalam hal memanfaatkan sampah plastik yang berasal dari aktivitas rumah tangga menjadi furnitur kursi dan meja berbahan ecobrick yang bernilai ekonomi. Kegiatan PKM Ecobrick kelompok ibu rumah tangga di Kelurahan Batuplat Kecamatan Alak Kota Kupang memberikan pemahaman dan pelatihan tentang pentingnya memelihara kebersihan lingkungan khususnya penanganan sampah plastik.Ibu-ibu rumah tangga di RT.014 RW.06 Kelurahan Batuplat menjadi mengerti untuk melakukan pemisahan sampah organik dan non organik serta diberikan ketrampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobrick sebagai bahan pembuatan furnitur berupa kursi sofa dan meja. Luaran dari penelitian ini dapat menjadi acuan atau model dalam penangan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi dan penyelamatan lingkungan dari sampah plastik.
MODERNISASI KEMASAN PRODUK LONTAR DI DESA TUAPUKAN KABUPATEN KUPANG Rosmiyati A Bella
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1865

Abstract

Mayoritas penduduk desa Tuapukan di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, mengolah air nira yang disadap dari nektar lontar menjadi gula air (gula cair) dan gula lempeng. Pada tahun 1999, sejumlah produsen gula lontar di wilayah tersebut dilatih membuat gula semut dari nira lontar dan memproduksinya.Setelah kurang lebih 6 bulan, produksi mereka berhenti.Kendala yang dihadapi saat itu dan juga dirasakan saat ini adalah kesulitan dalam memasarkan produk olahan nira lontar.Selain itu biaya produksi yang besar membuat keuntungan semakin sedikit, tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan untuk menyadap nira lontar. Solusi yang ditawarkan untuk masalah di atas adalah menata ulang strategi dan manajemen produksi serta pemasarandengan memperbaiki dan memoderenisasi kemasan gula olahan sehingga mampu menarik perhatian pembeli. Dengan bentuk dan kemasan yang bagus, harga jual gula air dan gula lempeng akanmeningkat dan mampu menembus pasar menengah dan atas karena berhasil masuk ke supermarket. Kemasan yang dihasilkan dalam kegiatan ini berupa gabungan dari motif adat Rote dan gambar pohon lontar.Luaranlain adalah penggunaan media sosial Facebook sebagai media promosi di manahal tersebut menghasilkan sejumlah pesanan gula air dan gula lempeng.
PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT PEMAKAI AIR EMBUNG DI DESA OELOMIN Wilhelmus Bunganaen
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1867

Abstract

Embung Oelomin terletak di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Embung tersebut dibangun pada tahun 1993 dengan tujuan pembangunannya adalah mendekatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat terutama pada musim kemarau. Hal ini dikarenakan masyarakat pada Desa Oelomin pada dusun 1 (Dusun Oelomin) dan dusun 2 (Dusun Nenup) pada saat musim kemarau sangat sulit mendapatkan air bersih. Hasil penelitian Bunganaen. W, 2013 dalam Jurnal Teknik Sipil Vol. II No. 1 (April 2013) ISSN 2089-4953 dengan Judul Analisis Kinerja Embung Oelomin di Kabupaten Kupang, menunjukan bahwa : nilai aspek fisik 2,38 nilai ini menunjukkan bahwa secara fisik embung belum berfungsi dengan baik, nilai aspek pemanfaatan 3,10 berarti secara pemanfaatan embung sudah di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat, nilai aspek operasional dan pemeliharaan (O&P) 1,49 menunjukkan bahwa secara aspek operasional dan pemeliharaan embung berada pada kondisi tidak baik. Secara umum analisis kinerja embung Oelomin berada dalam kondisi tidak baik dengan nilai 2,32. Dalam kaitan dengan masalah tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dimana dalam kegiatan ini ada dua tahapan yang dilakukan, yaitu : 1) kegiatan pelatihan/penyuluhan, 2) kegiatan pendampingan kepada kelompok. Capaian utama dari kegiatan pengabdian adalah “Kelompok Masyarakat Pemakai Air Embung (KMPAE) Di Desa Oelomin” yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merawat, memelihara dan mengoperasikan sarana dan prasarana Embung Oelomin dalam suatu wadah organisasi pemakai air embung, sehingga dapat mempertahankan usia layanan dari embung itu sendiri dan dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
LITERASI MEDIA TERHADAP ORANG TUA DI CAR FREE DAY KOTA KUPANG Ferly Tanggu Hana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1868

Abstract

Perkembangan media massa yang kian pesat membawa dampak yang cukup besar dalam masyarakat. Ketika masyarakat hanya menerima informasi secara pasif tanpa mempertimbangkan informasi yang layak atau tidak untuk dikonsumsi maka tentunya masyarakatlah yang dirugikan. Oleh karena itu, cerdas dalam memilah konten media atau literasi media menjadi kebutuhan yang penting bagi masyarakat selaku konsumen media. Keluarga, khususnya orang tua sebagai ujung tombak pembentukan karakter generasi bangsa memiliki peran yang besar dalam menanamkan pesan - pesan cerdas bermedia dalam keluarga. Adapun mitra yang terlibat dalam PKM ini adalah Komunitas Kritis Media Kota Kupang dan Prodi Ilmu Komunikasi Undana. Kegiatan ini bertujuan mengkampanyekan informasi tentang literasi media kepada para orang tua. Kegiatan berlokasi di ajang Car Free Day Kota Kupang. Selain menyampaikan kampanye secara langsung, beberapa media kampanye juga digunakan yakni leaflet, stiker dan rolling banner.
PKM KELOMPOK TANI SAYUR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IRIGASI CURAH INSTALASI BAMBU DI DESA TUNFEU, KECAMATAN NEKAMESE, KABUPATEN KUPANG I Made Udiana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1870

Abstract

Kualitas sumber daya manusia pada Kelompok Tani Sayur (KTS) Kasih dan Manekan di Desa Tunfeu masih rendah dan manajemen penanaman cabai rawit masih memakai cara tradisional. Disamping itu cara pemberian air yang umum dipakai oleh masyarakat petani cabai di Desa Tunfeu dilakukan dengan cara pengaliran melalui semprotan dengan ujung selang, di mana air yang dialirkan dari ujung selang yang terbuka langsung disiramkam ke tanaman dengan bantuan mesin pompa. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penyuluhan, demo, praktek dan pendampingan yang dilakukan berpedoman pada Pedoman Teknologi Irigasi Curah (2017) dan Pedoman Budi Daya Cabai Rawit (2018). Dari Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) PKM ini di dapat hasil sebagai berikut: 1). Adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia pada KTS Kasih dan Manekan dilihat kehadiran (100%) dan keaktifan dalam kegiatan PPM PKM. Pengetahuan petani tentang penggunaan air dan budi daya cabai rawit meningkat, 2). Penggunaan air pada bedengan tanah untuk tanaman cabai rawit sudah optimal (tidak boros) dan penyiramannya sudah merata, karena menggunakan teknologi sistem irigasi curah/pancar (sprinkler irrigation) dengan instalasi dari bambu (bahan lokal), di mana penghematan penggunaan air sebelumnya (yaitu penyiraman air langsung ke arah tanaman dengan ujung selang) dan sesudah penggunaan irigasi curah instalasi bambu adalah sebesar 2,10 m3 atau sebesar 33,33% per 10 bedengan tiap kali penyiraman, 3). Kegiatan praktek tentang budi daya cabai terutama cabai rawit yang dirancang secara teknis dalam lahan petani juga baru pertama kali dilakukan sehingga perbandingan hasil produksi untuk 10 bedengan yang didapat sebelumnya (yaitu penyiraman air langsung ke arah tanaman dengan ujung selang) dan sesudah penggunaan irigasi curah instalasi bambu adalah (Rp. 200.000,- per 10 bedengan) : (Rp. 400.000,- per 10 bedengan) atau 1 : 2, dan 4). Rasio pencapaian dalam tahapan kegiatan PPM PKM mulai dari kegiatan persiapan, pelaksanaan, pendampingan, penanaman, pemanenan, evaluasi dan pelaporan sebesar 100%.
PEMBANGUNAN KINCIR AIR UNTUK IRIGASI DI POLO DAN TURBIN AIR TIPE CROSSFLOW UNTUK JARINGAN LISTRIK DI DESA LINAMNUTU KABUPATEN TTS, PROPINSI NTT Remigildus Cornelis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1871

Abstract

Pembangunan kincir air untuk irigasi dan turbin air tipe open crossflow untuk jaringan listrik telah dilakukan di saluran irigasi desa Polo dan desa Linamnutu, Kecamatan Bena, Kabupaten TTS. Data-data potensi energy alternatif sesuai hasil survey lapangan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai berikut; a) Pada saluran irigasi desa Polo, debit aliran (pengukuran sesaat) berfluktuasi antara 0,2-1,0 m3/s, kecepatan 0,2-0,5 m/s, dan beda tinggi rata-rata 1 m per 300 m panjang saluran. b) Pada saluran irigasi desa Linamnutu, debit aliran (pengukuran sesaat) relatif stabil 1,34 m3/s, kecepatan 2,52 m/s dan beda tinggi pada salah satu terjunan 3,4 m. Berdasarkan data-data ini, dilakukan desain kincir air untuk desa Polo dan telah dibangun untuk mengalirkan air ke lahan pertanian dengan kapasitas 42 m3/s, sedangkan di Desa Linamnutu dilakukan desain turbin air tipe open crossflow dan telah dibangun untuk membangkit tenaga listrik dengan daya terpasang 20 kW. Kincir air yang dibangun dengan model kincir air Undershot untuk melayani kebutuhan irigasi pada lahan pertanian masyarakat desa Polo dan model turbin air open crossflow pembangkit daya listrik untuk jaringan listrik masyarakat desa Linamnutu.
DESAIN WADAH SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA UNTUK PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI RT 02 RW 01 KELURAHAN KOLHUA KOTA KUPANG Sudiyo Sudiyo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1872

Abstract

PKM (Program Kemitraan Masyarakat) di RT 02 RW 01 Kelurahan Kolhua Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur telah melakukan desain wadah sampah organik skala rumah tangga untuk pembuatan pupuk kompos dan pemanfaatannya untuk tanaman pekarangan. Desain Alat merupakan proses awal untuk pembuatan pupuk kompos. Peralatan yang digunakan antara lain : ember volume 40 liter, bokor plastik yg berlubang, selang air Ø ½ cm, sendok semen ukuran besar, alat solder, alat lem lilin, gunting. Selanjutnya pengukuran, pemotongan dan pembuatan lubang untuk selang pada dinding ember. Pembuatan ganjal bokor / alas limbah agar air lindi terpisah dari limbah, ganjal terbuat dari potongan pipa paralon diameter 3”. Bahan-bahan pembuatan kompos berupa daun-daun kering, daun-daun yang masih basah, sisa-sisa makanan dari dapur (limbah dapur) baik yang sudah dimasak maupun yang belum dimasak dan tanah yang digembur. Bahan-bahan tersebut dimasukan dalam wadah secara berlapis, setiap lapisan diperciki air dan disemprot ciran EM4 yang sudah dicampur dengan air gula atau molase dan air dengan komposisi 1 : 1 : 50. Setelah itu ditutup rapat dengan tutupan yang sudah disiapkan. Pada tutupan dibuat lubang-lubang kecil agar ada sirkulasi udara. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Penggunaan teknologi tepat guna berupa wadah sampah organik rumah tangga untuk pembuatan pupuk kompos dengan bahan dan bentuk yang sederhana, mudah didapat, mudah pengoperasianya serta ramah lingkungan; Pencemaran lingkungan sekitar TPS dapat dihindari, karena kotoran yang dihasilkan limbah dapur langsung dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk.
PEMANFAATAN LIMBAH KANTONG PLASTIK BAGI WKRI RANTING NAIMATA Evtaleny Rollan Mauboy
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1873

Abstract

Aktivitas produksi plastic dan penggunaannya terus meningkat diakibatkan materialnya yang sangat dikenal dalam kehidupan manusia baik dalam kemajuan teknologi produksinya maupun penggunaannya. Hal ini menyebabkan hampirsetiap produk menggunakan plastic sebagai kemasan atau bahan dasar. Tim pengusul bersama mitra melakukan justifikasi permasalahan yang harus diselesaikan adalah bagaimana meningkatkan pengetahuan warga tentang lingkungan dan pemanfaatan limbah kantong plastic melalui para wanita dalam kelompok masyarakat yaitu WKRI (Wanita Katholik Republik Indonesia) di wilayah Naimata sehingga mereka bias menularkan pengetahuan yang didapat tersebut kepada warga lainnya. Solusi yang ditawarkan dosen pengusul dan disambut dengan baik oleh mitraa dalah diadakannya pelatihan pemanfaatan limbah kantong plastik yang dapat digunakan untuk kebutuhan yang lainnya dalam rumah tangga ataupun dapat dijadikan sumber usaha baru yang berdaya nilai jual tinggi. Keahlian yang didapat dari pelatihan ini sebenarnya bias menghasilkan penghasilan tambahan mengingat produk-produk kerajinan berbahan kantong plastic bekas pakai masih dibutuhkan banyak orang yang sadar lingkungan sehat dan bersih, dapat mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru.
PENERAPAN PENGGUNAAN PAKAN LOKAL YANG MENGANDUNG TANAMAN HERBAL PADA TERNAK BABI I Made S. Aryanta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1874

Abstract

Suatu kegiatan pengabdian telah dilaksanakan di kelompok Tani Tetus dan Suka Maju di desa Oeltua Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Iptek kelompok masyarakat agar memperbaiki manajemen pemeliharaan ternak babi ke arah lebih baik, sehingga memperoleh produksi yang lebih tinggi. Metode yang digunakan adalah metode latihan (in house training, dengan menerapkan teknologi inovatif yakni penyuluhan, praktek, pendampingan dan evaluasi tentang manajemen perkandangan, manajemen menjaga kesehatan ternak, cara membuat pakan bernutrisi tinggi dan meramu herbal, teknik pemberian pakan. Hasil yang dicapai penyuluhan dan praktek berhasil (meningkat >80%) dilihat dari kehadiran dan keaktifan, mengelola kesehatan ternak dan lingkungan dengan perbaikan kandang (meningkat >70%), mampu membuat pakan campuran dengan bahan pakan lokal+herbal (meningkat >60%), trampil cara/teknik pemberian pakan (meningkat >80), sehingga terjadi peningkatan pendapatan.
MAHASISWA TANGGAP BENCANA Yermia Djefri Manafea
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LPPM UNDANA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1875

Abstract

Indonesia berada di urutan ketiga negara-negara di Asia yang paling sering dilanda bencana alam selama periode 1964-1986. Selama tahun 1996/1997, rata-rata terjadi 2,75 kejadian bencana alam per hari di Indonesia (Hadi et al., 2007). Setiap komponen masyarakat termasuk didalamnya kelompok mahasiswa memiliki kerentanan untuk terekposur oleh resiko bencana tersebut. Pendidikan kebencanaan untuk menciptakan masyarakat terutama mahasiswa tanggap bencana penting dilaksanakan sebagai upaya untuk mengembangkan kesadaran terkait dengan bencana.Kegiatansosialisasidanpelatihan mahasiswa tanggap bencana dilakukan di lingkunganUniversitas Nusa Cendana. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa yang diharapkan untuk mempunyai interaksi dengan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.