cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 516 Documents
PENILAIAN KERENTANAN PANTAI DI SENDANG BIRU KABUPATEN MALANG TERHADAP VARIABEL OCEANOGRAFI BERDASARKAN METODE CVI (COASTAL VULNERABILITY INDEX) Handartoputra, Aly; Purwanti, Frida; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.985 KB)

Abstract

Pantai Sendang Biru berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, perlu dijaga karena letaknya berdekatan dengan wilayah Cagar Alam Pulau Sempu. Banyak aktivitas masyarakat yang dapat mempengaruhi kerentanan ekosistem pantai, sehingga perlu dilakukan kajian tentang kerentanan ekosistem pantai agar dapat mengantisipasi dampak kerentanan dan mendukung konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerentanan ekosistem pantai berdasarkan parameter fisik sebagai variabel oceanografi dan parameter sosial ekonomi, serta mengetahui nilai indeks kerentanan ekosistem pantai di Pantai Sendang Biru. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014 dengan menganalisis data parameter fisik (geomorfologi, erosi/akresi, kemiringan pantai, jarak tumbuhan dari pantai, tinggi gelombang, dan kisaran pasang rata rata) sebagai variabel oceanografi dan parameter sosial ekonomi menggunakan konsep Coastal and Vulnerability Index (CVI) yang diadaptasi dengan kondisi perairan setempat. Metode pengambilan data lapangan dengan mengamati sepanjang garis pantai menggunakan sel ukuran 50x50 m sehingga didapatkan 18 sel. Hasil penelitan Kerentanan Ekosistem Pantai berdasarkan parameter fisik sebagian besar termasuk dalam kategori kerentanan rendah < 20,5, namun bila dikaitkan dengan faktor sosial ekonomi masyarakat termasuk dalam kategori kerentanan sangat tinggi, Nilai CVI sebagian besar berada di tingkat rendah dengan kisaran < 20,5., kecuali sel 5 pada kategori tingkat kerentanan menengah (CVI 23,09), sedangkan sel 6 dan 18 pada kategori tingkat kerentanan tinggi (CVI 25,82). Sendang Biru Beach is located at District Sumbermanjing Wetan, Malang Regency, should be managed because of near by the Sempu Island Sanctuary. Many community activities could affect vulnerability of coastal ecosystems, so it is necessary to study on vulnerability of coastal ecosystems to anticipate vulnerability impact and to support environmental conservation. This study aimed to determine vulnerability condition of coastal ecosystems based on physical parameters as oceanography variables and socio-economic parameters, and to know the value of coastal ecosystem vulnerability index at the Sendang Biru Beach. The study was conducted on May 2014 by analyzing the physical parameters data (geomorphology, erosion / accretion, coastal slope, vegetation distance from the coast, wave height, and average tidal range) as oceanographic variables and the socio-economic parameters using Coastal Vulnerability Index (CVI) concept that is adapted to the coastal waters. Data collection methods on the field by observing coastline using 50x50 meter cell so it gained 18 cells. The results of Coastal Ecosystem Vulnerability based on physical parameters mostly categorized at low level with a range <20.5, however when it associated to the socio-economic factors was categorized at very high levels, CVI value mostly categorized at low level with a range <20.5, except for the 5th cells was categorized at medium level of vulnerability (23.09)., while the 6th and 18th cells were categorized at high levels of vulnerability (25,82).
HUBUNGAN PANJANG DAN BERAT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DALAM MEDIA PEMBESARAN DENGAN PENAMBAHAN ENZIM EZ-PLUS(SKALA LABORATORIUM) Swarto, Muhammad Dwi Hudoyo; Haeruddin, Haeruddin; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.069 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22535

Abstract

Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pertumbuhan panjang dan berat dalam kegiatan pembesaran ikan Nila adalah memperbaiki daya cerna dengan cara pemberian enzim EZ-plus ke dalam pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan panjang dan bobot ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada berbagai konsentrasi enzim yang ditambahkan pada pakan, serta keeratan hubungan antara pakan yang telah diberi enzim dengan pertambahan panjang total dan bobot ikan. Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari yaitu pada bulan Mei-Juni 2017. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan sebagai berikut: kontrol, L (0,0125%), M (0,025%), N (0,05%) dan O (0,075%). Pemberian pakan dilakukan pada pagi hari dan sore hari dengan jumlah pakan yang diberikan 5% dari bobot ikan dalam sekali pemberian pakan.Selama penelitian dilakukan pergantian air setiap 7 hari untuk menjaga kualitas air. Data panjang dan bobot ikan dianalisis menggunakan regresi dan dilakukan uji F. Hasil penelitian pertumbuhan panjang berat diperoleh nilai b berkisar 2,43 – 3,09. Pola pertumbuhan pada perlakuan K, L, N, dan O yaitu alometrik negatif, sedangkan pola pertumbuhanpada perlakuan M yaitu isometrik. Hasil penelitian panjang berat diperoleh nilai R berkisar antara 0,86 – 0,96 atau mendekati nilai 1, menunjukkan adanya hubungan yang erat antara panjang dan berat ikan Nila. Data pengukuran kualitas air selama penelitian diperoleh temperatur berkisar antara 25,0 – 26,9 oC, pH berkisar antara 5,00 - 6,95 dan oksigen terlarut berkisar antara 4,01 – 6,89 mg/L. One of the effort to optimize the growth of length and weight in the activity oF Tilapia growout is to improve the digestibility by giving EZ-plus enzyme into fish feed. This research aims to determine the relationship between length and weight of Oreochromis niloticus growth in various concentrations of enzymes the feed, and closeness between feeds that have been given enzymes with length and weight growth of fish. This research was conducted for 35 days in May-June 2017. The experiment conducted with Complete Randomized Design with 5 treatments as follows: control, L (0,0125%), M (0,025%), N (0,05 %) and O (0,075%). Feeding done in the morning and afternoon with the amount 5% of fish weight in one feeding. During the research carried out water changes every 7 days to maintain water quality. The length – weight data were determined by linear regression analysis and F test. Result of research of length and weight growth obtained value of b ranged from 2,43 – 3,09. The growth pattern on the treatments of K, L, N and O are allometrik negative, while the growth pattern in  M treatment is isometric. Result of research length – weight growth obtained value of R ranged from 0,86 – 0,96 or close value 1, meaning a close relationship between the length – weight of Tilapia fish.. Water quality measurement data during the research obtained temperatures ranged from 25,0 – 26,9oC, the pH ranged from 5,00 to 6,95 and dissolved oxygen ranged from 4,01 to 6,89 mg / L.
DAMPAK SURFAKTAN BERBAHAN AKTIF Na-ABS TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KARPER (Cyprinus carpio) DALAM SKALA LABORATORIUM Prahastuti, Maulina Septia; Sulardiono, Bambang; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.512 KB)

Abstract

Penurunan kualitas lingkungan disebabkan adanya bahan pencemar, contohnya limbah deterjen yang mengandung surfaktan berbahan aktif Na-ABS. Deterjen dapat memberikan dampak negatif terhadap proses kehidupan organisme di dalamnya, salah satunya proses penetasan telur ikan. Fase telur merupakan stadia yang rentan dan jauh lebih sensitif terkena pengaruh dari luar atau dari lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan adanya masukan mengenai dampak surfaktan terhadap daya tetas telur ikan karper (C. carpio). Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai LC50-96 jam dari deterjen berbahan aktif surfaktan jenis NA-ABS, dan mengetahui pengaruh kandungan surfaktan terhadap daya tetas telur ikan karper (C. carpio). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan karper (C. carpio) dan telurnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang terdiri dari 3 ulangan. Tahap penelitian terdiri dari: uji pendahuluan, uji lanjut, Persiapan materi telur ikan, uji utama, perhitungan daya tetas telur, dan pengukuran variabel kualitas air. Perlakuan yang diberikan pada uji utama adalah pemberian deterjen terhadap telur ikan dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100% dari nilai LC50-96 jam, yaitu 1,35 mg/L, 2,70 mg/L, 5,40 mg/L, 10,80 mg/L, dan 21,60 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50-96 jam surfaktan terhadap ikan karper (C. carpio) adalah 21,60 mg/L. Kualitas air selama penelitian, yaitu: suhu 24,37 – 28,30oC, oksigen terlarut 2,37 – 4,00 mg/L, dan pH 7. Hasil analisis data menggunakan ANOVA faktorial menunjukkan bahwa konsentrasi deterjen berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan karper (p<0,05), semakin besar konsentrasi deterjen maka persentase daya tetas telur setiap harinya semakin kecil. Pengaruh deterjen mulai terlihat jelas pada konsentrasi 5,40 mg/L dengan waktu kritis yaitu pada hari kedua.
KAJIAN INTENSITAS CAHAYA YANG BERBEDA TERHADAP KONSENTRASI KLOROFIL-a PADA PERTUMBUHAN MIKROALGA Spirulina platensis DALAM SKALA LABORATORIUM Indrastuti, Chrysalina; Sulardiono, Bambang; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.672 KB)

Abstract

Salah satu mikroalga yang telah banyak dimanfaatkan adalah Spirulina platensis. Pigmen klorofil-a pada S. platensis merupakan pigmen fotosintesis. Cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat  berpengaruh  dalam budidaya mikroalga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan intensitas cahaya terhadap kepadatan dan kandungan klorofil-a S. platensis, mengetahui intensitas cahaya terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (16 watt, 23 watt, 45 watt), tiga kali ulangan. Analisis dan pengolahan data menggunakan program SPSS 20. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa cahaya tidak berpengaruh nyata pada Kandungan Klorofil-a S. platensis. dan Intensitas cahaya terbaik pada kandungan Klorofil-a dari lampu 23 watt. One of the species of microalgae that has been widely utilized is Spirulina platensis. Pigments of  Chlorophyll-a  in S. platensis  are photosynthesis pigments. Light is one of the environmental factor  that is very influential in cultivating microalgae. This study was aimed to know the effects of different light intensities on the density and chlorophyll-a content of  S. platensis, to know  the best light intensities. The methods used in this research is a method of laboratory experiments. This study was using random sampling methods  with three treatment of three different light intensities (16 watt, 23 watt and 45 watt), and three repetition. Analysis  and  data  processing was using SPSS 20 program. The result of ANOVA test showed that light not effect on the chlorophyll-a content of S. platensis, and the best light Intensites for the chlorophyll-a Content on the 23 lamp.
VALUASI EKONOMI PEMANFAATAN WADUK WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO (The Economic Valuation of Utilization Wadaslintang Reservoir of Wonosobo Regency) Manullang, Panogu; Saputra, Suradi Wijaya; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.506 KB)

Abstract

Waduk Wadaslintang merupakan waduk yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Waduk ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, diantaranya untuk perikanan tangkap, keramba jaring apung, pariwisata, air bersih, dan  PLTA. Pemanfaatan waduk Wadaslintang  belum terukur secara ekonomi sehingga perlu dilakukan studi tentang besarnya nilai ekonomi pemanfaatan waduk sebagai dasar upaya pengelolaan. Penelitian dilakukan pada Juni - Juli 2017 dengan tujuan untuk menghitung nilai ekonomi total pemanfaatan waduk. Metode yang digunakan untuk air bersih yaitu Contingent Valuation Method (CVM), rekreasi dengan metode Travel Cost Method (TCM), PLTA, perikanan tangkap dan budidaya KJA dengan metode Market Price Method. Metode penentuan responden untuk PLTA,perikanan tangkap dan Budidaya KJA menggunakan metode purposive sampling, air bersih menggunakan cluster sampling dan rekreasi menggunakan acidental sampling. Hasil penelitian didapatkan nilai ekonomi Perikanan Tangkap Rp.493.744.000/tahun, Nilai ekonomi Budidaya keramba jaring apung Rp.1.024.612.000/tahun, Nilai ekonomi Pariwisata Rp.426.845.468,-/tahun, Nilai ekonomi Air Bersih Rp.63.018.000/tahun, dan Nilai ekonomi PLTA Rp.101.519.999.812/tahun. Nilai ekonomi total per tahun sebesar Rp.22.778.531.066/tahun. Wadaslintang Reservoir is a reservoir located in Wonosobo regency, Central Java. This reservoir is used for various needs, such as for fishery catch, floating catch, tourism, clean water, and hydropower. Utilization of Wadaslintang reservoir has not been economically measured so it is necessary to study about the economic value of reservoir utilization as the basis of management effort. The study was conducted in June - July 2017 with the aim to calculate the total economic value of reservoir utilization. The method used for clean water is Contingent Valuation Method (CVM), recreation with Travel Cost Method (TCM) method, hydropower, capture fishery and KJA cultivation by Market Price Method method. Determination method of respondents for hydropower, capture fishery and floating catch cultivation using purposive sampling method, clean water using cluster sampling and recreation using acidental sampling. The results obtained economic value of Capture Fisheries Rp.493.744.000 / tahun, Economic value of floating catch cultivation Rp.1.024.612.000 / year, Economic value of Tourism Rp.426.845.468, - / year, the economic value of clean water Rp.63.018. 000 / year, and Economic Value of PLTA Rp.101.519.999.812 / year. Total economic value per year is Rp.22.778.531.066 / year.
DOMESTIKASI IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) MELALUI OPTIMALISASI MEDIA DAN PAKAN Rahmawati, Isna Yunita; Anggoro, Sutrisno; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.056 KB)

Abstract

Ikan Kerapu macan adalah salah satu ikan karang yang potensial untuk dibudidayakan, kendala yang dihadapi semakin sulitnya ditemukannya bibit yang terdapat di alam maka harus dikurangi eksploitasi bibit dari alam. Domestikasi merupakan suatu cara pengadopsian hewan dalam suatu populasi yang hampir punah (terancam kelestariannya) dari kehidupan liar  (habitat asli) ke dalam lingkungan budidaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pola osmoregulasi, pertumbuhan, dan efisiensi pemanfaatan pakan. Pola osmoregulasi  kerapu macan pada perlakuan S3 dengan salinitas media 30 ppt (isoosmotik) , sedangakan perlakuan S1  dengan salinitas media 22 ppt dan perlakuan S2 dengan salinitas  media 26ppt (hipoosmotik),dan perlakuan S4 dengan salinitas 34 ppt (hiperosmotik). Tingkat kerja osmotik terendah berada pada perlakuan S3 (30ppt) sebesar 10,20 mOsm/l H2O, sedangkan pada perlakuan S1 (22 ppt) memiliki Tingkat kerja osmotik tertinggi yaitu sebesar 157,11 mOsm/l H2O. Laju pertumbuhan mutlak dan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik pada perlakuan  S3(30 ppt), yaitu 3,84 g dan 18,55%.
STUDI TENTANG POTENSI MANGROVE DESA TAMBAKBULUSAN BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA SEBARAN TINGKAT KERAPATAN, C/N RATIO DAN TOTAL BAKTERI Hutama, Yuwananda Perwira; Purnomo, Pujiono Wahyu; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.443 KB)

Abstract

Desa Tambakbulusan merupakan salah satu wilayah Kabupaten Demak yang memiliki ekosistem mangrove cukup luas. Mangrove di Tambakbulusan mempunyai peran penting sebagai penahan abrasi pantai dan penyedia nutrien bagi lingkungan perairan pantai. Pertumbuhan mangrove yang baik di suatu pesisir pantai berkaitan dengan proses dekomposisi dari bahan organik yang dihasilkan oleh serasah daun mangrove. Proses dekomposisi berkaitan dengan jumlah dari bahan organik, rasio C/N dan jumlah total bakteri yang terdapat pada substrat pohon mangrove di wilayah pantai desa Tambakbulusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan kerapatan mangrove Desa Tambakbulusan serta mempelajari hubungan antara kerapatan mangrove dengan rasio C/N dan jumlah total bakteri pada sedimen di kawasan mangrove Desa Tambakbulusan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey yang dilakukan terhadap sekumpulan obyek yang diteliti telah mewakili daerah yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi mangrove Desa Tambakbulusan tersebar dalam 3 blok, blok I seluas 15 ha dengan kerapatan 5859,3 pohon/ha, rasio C/N 21 - 22,5; total bakteri 4,5 x 104 Cfu/ml. blok II seluas 12 ha, kerapatan 7292,6 pohon/ha, Rasio C/N 21,5 – 22; total bakteri 7 x 104 Cfu/ml – 11,6 x104 Cfu/ml. Blok III seluas 3,3 ha, kerapatan 5859,3 pohon/ha, rasio C/N 21 – 21,75; total bakteri 4 x 104 – 4,5 x 104 Cfu/ml. Nilai C/N dan total bakteri dari ketiga blok mangrove di desa Tambakbulusan tidak berbeda, berdasarkan garis linier pada uji statistik regresi korelasi terdapat kecenderungan bahwa semakin meningkat kerapatan mangrove maka rasio C/N dan total bakteri juga semakin meningkat. Tambakbulusan village is one of area in the Demak Sub district which has a fairly extensive mangrove ecosystem. Mangrove in Tambakbulusan has an important role as a provider anchoring coastal erosion and and supplier nutrients for coastal area. Growth of mangrove have relation with to the decomposition process of organic material that produced by mangrove leaf litter. The decomposition process related to the amount of organic material, C / N ratio and the total number of bacteria that present on mangrove tree’s substrate in the coastal areas of Tambakbulusan village. This research aims to determine the distribution and density of Tambakbulusan village’s mangrove, learning the connection between the density of mangrove with C / N ratio and the total number of bacteria in the sediment on mangrove areas Tambakbulusan village. This research was conducted in May until June 2015. The method used in this research was survey on a set of objects that represented observed area. The results showed that the mangrove vegetation at Tambakbulusan village spread over 3 blocks, the first block of 15 ha with a density of 5859.3 trees / ha, C / N ratio from 21 to 22.5; total bacteria 4.5 x 104 CFU / ml. Block II of 12 ha, density of 7292.6 trees / ha, C / N ratio from 21.5 to 22; total bacteria 7 x 104 CFU / ml - 11.6 x 104 CFU / ml. Block III area of 3.3 ha, the density of 5859.3 trees / ha, C / N ratio from 21 to 21.75; total bacterial 4 x 104 to 4.5 x 104 CFU / ml. The value of C / N and total bacteria of the third block of mangrove in Tambakbulusan is not different, based on a linear line regression test correlation there is a tendency that increased the density of the mangrove, the C / N ratio and total bacteria also increased. 
ANALISIS STATUS MUTU AIR SUNGAI SIANGKER BERDASARKAN INDEKS KUALITAS AIR Water Quality Status Analysis of Siangker River based on Water Quality Index Asmawati, Hayu; Haeruddin, Haeruddin; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 4 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.327 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i4.26483

Abstract

Sungai Siangker merupakan sungai yang terletak di Semarang Barat. Terdapat berbagai aktivitas di sepanjang aliran sungai tersebut, diantaranya pemukiman penduduk, perkotaan, dan pertambakan dimana buangan limbah masuk ke dalam badan sungai. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi nitrat, fosfat, BOD, dan COD, mengetahui status mutu air berdasarkan nilai indeks kualitas air (IKA), dan rasio BOD/COD Sungai Siangker. Penelitian  dilaksanakan bulan April 2019. Pegambilan sampel terdiri dari 3 stasiun yang masing-masing dilakukan 3 kali pengulangan. Stasiun I berada di kawasan pemukiman namun masih jauh dari pipa pembuangan limbah domestik, stasiun II berada setelah kawasan pemukiman dan di kawasan pertambakan, serta stasiun III berada di hilir Sungai Siangker. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi rata-rata nitrat di Sungai Siangker sebesar 0,52 mg/l, konsentrasi rata-rata fosfat di Sungai Siangker sebesar 0,054 mg/l, konsentrasi rata-rata BOD di Sungai Siangker sebesar 28 mg/l, dan konsentrasi rata-rata COD di Sungai Siangker sebesar 113 mg/l. Konsentrasi  nitrat, fosfat, BOD, dan COD di beberapa titik telah melebihi baku mutu, baik baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 kelas III untuk perikanan maupun baku mutu air laut untuk biota laut KepMenLH No. 51 Tahun 2004. Berdasarkan nilai IKA, kualitas air Sungai Siangker (IKA: 1,48 - 29,72) termasuk kategori tercemar ringan - tercemar sangat berat (kotor). Hasil rasio BOD/COD pada stasiun I (0,23), stasiun II (0,30), dan stasiun III (0,38) menunjukan bahwa bahan-bahan pencemar yang berada pada stasiun I, II, dan III bersifat biodegradable. ABSTRACT Siangker River is a river that located in West Semarang. There are various activities along the river flow, including the existence of settlements, restaurants, and aquaculture where waste effluents enter the river. It causes a decrease in water quality. The purpose of this study was to determine the concentration of nitrate, phosphate, BOD, and COD, also to determine water quality status based on Water Quality Index (WQI). The study was conducted on April, 2019. Samples of water from Siangker were taken from the upstream, midstream, and downstream. The sampling point was consisted of 3 points with 3 repetitions. Station I is located in a residential area but still far away from the domestic sewage pipe, station II is after the residential area and near a fishpond area, and station III is downstream of Siangker River. Based on the result, the average concentration of nitrate was 0.52 mg/l, the average concentration of phospate was 0.054 mg/l, the average concentration of BOD was 28 mg/l, and the average concentration of COD was 113 mg/l. The concentration of nitrate, phosphate, BOD, COD, and DO at some point has exceeded the quality, both quality standard PP No. 82 of 2001 class III and KepMenLH No. 51 of 2004 seawater quality standard for marine biota. Based on IKA, water quality of Siangker River (WQI: 1.48 – 29.72) included in the slightly polluted category - the very heavily polluted category. The BOD/COD ratio at station I (0.23), station II (0.30), and station III (0.38) shows that pollutants at stations I, II, and III are biodegradable. 
EFISIENSI PENGGUNAAN OIL WATER SEPARATOR PADA KAPAL PENANGKAP IKAN UNTUK PENCEGAHAN PENCEMARAN MINYAK DI LAUT (STUDI KASUS KM. MANTIS) DI BBPPI SEMARANG Setiawan, Teguh Edi; Haeruddin, -; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.463 KB)

Abstract

Cemaran minyak akan berdampak pada penurunan daya dukung lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan organisme perairan. Cemaran minyak dapat berasal dari limbah cair kamar mesin kapal. Berdasarkan ketentuan IMO (International Maritime Organization) yaitu harus kurang dari 15 ppm. Kapal berukuran di atas 100 GT diwajibkan menggunakan OWS (Oil Water Separator) sebagai alat pemisah air dan minyak. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) Semarang mencoba menerapkan penggunaan OWS pada kapal penangkap ikan berukuran di bawah 100 GT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan OWS, dan perbedaan toksisitas minyak sebelum dan setelah diolah dengan OWS terhadap Chlorella vulgaris. Penelitian dilaksanakan pada bulan November – Desember 2013. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menganalisis kandungan minyak. Dilanjutkan analisis efisiensi OWS dan uji toksisitas minyak terhadap alga Chlorella vulgaris sebelum dan setelah diolah dengan OWS. Kemudian dilakukan uji statistika T berpasangan apabila distribusi data normal dan uji wilcoxon apabila distribusi data tidak normal dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan OWS mampu mereduksi kandungan minyak dari sebelum diolah dengan OWS antara 2.083,60 mg/L - 29.246,60 mg/L menjadi  8,40 mg/L - 23,20 mg/L setelah diolah, tingkat efisiensi mencapai 99,3% - 99,9%. Hasil analisis statistik uji wilcoxon pada hasil uji toksisitas (p < 0,05) OWS mampu mengurangi toksisitas limbah cair kamar mesin mengandung minyak sebelum dan setelah diolah dengan OWS terhadap Chlorella vulgaris. Oil pollution results in the reduction of environmental capacity which can disturb the life of aquatic organism. The waste water from engine room of the vessel is one of the source oil pollution. Based on IMO (International Maritime Organization) recommendation which are less than 15 ppm. Vessel measuring above 100 GT must use OWS (Oil Water Separator) as the equipment to separate water and oil. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) semarang has tried to apply the usage of OWS at the fishing vessel measuring under 100 GT. This research has intended to determine the efficiency of using OWS, and the difference of oil toxicity before and after processed OWS to Chlorella vulgaris. The research was carried in November – December 2013. The methods used are laboratory experimental by analyzing oil continued by OWS efficiency analysis and testing oil toxicity on Chlorella vulgaris before and after processed using OWS. After that, data was analyzed using paired sample T-test if the data distribution was normal or wilcoxon test if the data distribution was abnormal using significancy level 95%. The result that OWS was able to reduce the oil content from 2.083,60 mg/L - 29.246.60 mg/L before processed, and 8,40 mg/L - 23,20 mg/L after processed with OWS, with efficiency level attained 99,3% - 99,9%. The statistical analysis using wilcoxon test at toxicity test (p<0,05) that OWS was able to reduce waste water from engine room that contains oil and it has proven by comparing the toxic level before and after processed using OWS to Chlorella vulgaris.
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN PADA EKOSISTEM MANGROVE BERDASARKAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN NITRAT FOSFAT DI DESA BEDONO DEMAK Hutami, Ganjar Hesti; Muskananfola, Max Rudolf; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.423 KB)

Abstract

ABSTRAKPerairan Bedono merupakan perairan bermangrove yang ada di Desa Bedono Kabupaten Demak. Kandungan nutrien yang ada di perairan ekosistem mangrove membuat ekosistem ini kaya akan unsur hara. Konsentrasi unsur hara sangat mempengaruhi kelimpahan biota yang ada di kawasan tersebut termasuk fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan kelimpahan fitoplankton dan nitrat fosfat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik purposive sampling. Stasiun penelitian dibagi 3 stasiun dengan ulangan 3 kali. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net dengan mesh size 25 μm. Pengukuran parameter fisika kimia perairan dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel fitoplankton. Hasil analisis parameter fisika kimia air selama penelitian diperoleh temperatur air (27-31°C), kecerahan (7-44 cm), kedalaman (31-189 cm), kecepatan arus (0,03-0,4 m/s). pH 7, oksigen terlarut (1,2-7,2 mg/l), CO2 (1,2-19,6 mg/l), salinitas (9-31), nitrat (1,6-7,8 mg/l), dan fosfat (0,11-4,54 mg/l). Fitoplankton yang teridentifikasi terdiri dari 18 genera. Kelimpahan fitoplankton tiap stasiun berkisar antara 1168-9045 ind/liter, keanekaragaman (0,15-2,08), keseragaman (0,07-0,99), dan dominasi (0,14-1,00). Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat lebih berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton dengan nilai t hitung 2,743 dibandingkan dengan konsentrasi fosfat dengan t hitung 2,374. Kata Kunci : Kualitas Perairan; Kelimpahan Fitoplankton; Nitrat; Fosfat; Perairan Bedono ABSTRACTBedono waters is one of the existing mangrove waters in the Demak Regency. The content of nutrients in the waters of mangrove ecosystems make this ecosystem rich in nutrients. Nutrient concentrations greatly affect the abundance of biota present in the region including phytoplankton. In addition to nutrients, water quality factors are also important to support the life of phytoplankton. This study aims to determine the quality of waters based on the abundance of phytoplankton and nitrate phosphate. This research was conducted in January-February 2017. The method used is descriptive method with purposive sampling technique. The research station is divided into 3 stations based on the tides, then each station is determined 3 point sampling. Sampling of phytoplankton using plankton net with mesh size 25 pm. Measurements of water chemistry physics parameters were performed simultaneously with phytoplankton sampling. The results of analysis of water chemistry physics parameters during the study obtained water temperature (27-31 ° C), brightness (7-44 cm), depth (31-189 cm), current velocity (0.03-0.4 m / s). PH 7, dissolved oxygen (1.2-7.2 mg / l), CO2 (1.2-19.6 mg / l), salinity (9-31), nitrate (1.6-7.8 mg / L), and phosphate (0.11-4.54 mg / l). The identified phytoplankton consists of 18 genera. The phytoplankton abundance of each station ranged from 1168-9045 ind / liter, diversity (0.15-2.08),uniformity (0.07-0.99), and dominance (0.14-1.00). The result of linear regression test showed that nitrate concentration had more influence to phytoplankton abundance with 2,743 value compared to phosphate concentration 2,374. Keywords: Water Quality; Abundance of Phytoplankton; Nitrate; Phosphate; The waters of Bedono

Page 1 of 52 | Total Record : 516