cover
Contact Name
Afriadi Putra
Contact Email
afriadi.putra@uin-suska.ac.id
Phone
+6281328179116
Journal Mail Official
afriadi.putra@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. HR. Soebrantas KM. 15,5 Panam - Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Annida
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Annida memuat hasil-hasil penelitian, baik kajian kepustakaan maupun kajian lapangan. Fokus utama Annida adalah: 1. Pemikiran Islam berkaitan dengan isu-isu kontemporer, Islam moderat, HAM, gender, dan demokrasi dalam Al-Quran dan Hadis 2. Sosial keagamaan: kajian gerakan-gerakan keagamaan, aliran-aliran keagamaan, dan aliran kepercayaan 3. Integrasi Islam, sains, teknologi dan seni
Articles 132 Documents
Oseanografi dalam Perspektif Al-Qur`an Hasani Z, Jufri
An-Nida' Vol 44, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v44i1.12501

Abstract

Tulisan ini mencoba mengungkap mukjizat Al-Qur`an di bidang kelautan. Laut memiliki sumber daya alam yang melimpah, Allah telah menciptakan laut yang begitu luas, selain tempat berdiamnya ikan dan binatang laut lainnya, di laut juga tersimpan mutiara indah dan bernilai tinggi, energi laut yang sangat bermanfaat bagi manusia. Selain sumber kekayaan alam yang melimpah, di laut juga tersimpan energi yang bisa mendatangkan kerusakan bagi kehidupan manusia. Al-Qur`an memberikan informasi yang cukup kepada manusia tentang laut sehingga informasi-informasi Al-Qur`an tersebut menjadi dasar bagi manusia untuk mengembangkan ilmu dan teknologi kelautan sehingga ayat-ayat Al-Qur`an tentang laut semakin terungkap dan manfaat laut yang begitu banyak bisa diambil untuk kepentingan manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tafsir tematik sederhana di mana  penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang laut dan memilih beberapa ayat untuk ditafsirkan sesuai dengan tema dan sub pembahasan yang penulis susun sebelumnya. Ayat-ayat tersebut ditafsirkan dengan pendekatan sains dan teknologi untuk mendapatkan informasi secukupnya tentang pesan-pesan Al-Qur`an terkait laut.
KAIDAH-KAIDAH TAFSIR BERKAITAN DENGAN KAIDAH USHUL MENURUT KHALID UTSMAN AL-SABT Ismardi, Ismardi
An-Nida' Vol 39, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v39i1.865

Abstract

Pendekatan dengan menggunakan Kaidah ushul merupakan suatu cara untuk memahami suatu masalah yang dilihat dari sudut manfaat, sehingga dengan cara ini akan memungkinkan kita mengetahui makna al-Qur’an. Pendekatan terhadap ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan kaidah ushul, biasanya digunakan pada ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah di Madinah, di mana isinya menyangkut syariah Islam dengan macam-macam cabangnya. Pendekatan kaidah ushul dalam memahami masalah yang berkaitan dengan perintah, baik sunat maupun wajib, kadang-kadang dapat dilihat dari sejauhmana urgensinya dalam kehidupan, khususnya yang menyangkut masalah ibadah
Kontrol Diri di Media Sosial Perspektif Pemikiran Hermeneutika Hadis Khaled Abou El-Fadl Muhsin, Muhsin; Arif, Muhammad
An-Nida' Vol 43, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v43i1.12316

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana perspektif hadis Nabi saw. mengenai menjaga lisan dan tangan? Lalu dijabarkan dalam sub-sub masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kualitas hadis tentang menjaga lisan dan tangan? 2. Bagaimana kandungan hadis tentang menjaga lisan dan tangan? 3. Bagaimana bentuk pengaplikasian hadis tentang menjaga lisan dan tangan dalam media sosial?. Menyelesaikan permasalahan ini, penulis menggunakan pendekatan hermeneutika dalam memahami hadis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas hadis, kandungan hadis dan bentuk pengaplikasian hadis tentang menjaga lisan dan tangan di dunia medsos. Adapun perkiraan hasil temuan dari penelitian ini adalah persolan menjaga lisan ini tidak hanya didudukkan dalam konteks hukum dan normative. Melainkan melibatkan budaya dan norma-norma kehidupan. Dalam konteks masyarakat timur yang mengacu pada nilai-nilai dan tatanan ketimuran menggangap bahwa manusia adalah bagian dari manusia yang lain yang tidak terpisahkan sehingga membentuk sebuah masyarakat yang sejahtera terhindar dari pembodohan akibat tidak menjaga lisan.
Hermeneutika Tauhid; Kritik terhadap Penafsiran Amina Wadud tentang Nusyuz Janah, Miftahul; Yasir, Muhammad
An-Nida' Vol 43, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v43i2.12327

Abstract

Tulisan ini mengkaji paradigma, prinsip, metode dan hasil penafsiran Amina Wadud, khususnya tentang nusyuz. Paradigma penafsiran merujuk pada hermeneutika tauhid yang memahami bahwa Al-Qur’an mempunyai satu-kesatuan makna dari seluruh bagian-bagian ayatnya. Sehingga ada integrasi antara hal yang universal dan partikular dalam Al-Qur’an. Secara geneologi, prinsip penafsiran Wadud merujuk pada hermeneutika filosofis atau aliran obyektivies-cum-subyektivies, yakni Gadamer. Kelompok ini lebih mengedepankan pada wilayah “bagaiman memahami”, tidak pada wilayah bagaimana memahami teks dengan benar dan objektif. Terdapat tiga metode yang dilalui Wadud dalam menafsirkan Al-Qur’an; dalam konteks apa suatu teks ditulis atau diwahyukan, bagaimana komposisi tata bahasa teks tersebut, terakhir bagaimana keseluruhan teks (ayat), Weltanschauung-nya atau pandangan hidupnya. Sementara terkait nusyuz, Wadud memahami sebagai disruption of marital harmony. Salah satu kritik terhadap penafiran Wadud terletak pada pemahamannya bahwa lafad qānitāt hanya berlaku pada ketaatan manusia kepada Allah, tidak pada keta’atan sesama mahluk hidup, namun dalam Q.S. Al-Ahzab (33):31 tidak demikian.
PEMIKIRAN PARA FILOSOF MUSLIM TENTANG JIWA M, Afrizal
An-Nida' Vol 39, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v39i1.860

Abstract

Tulisan ini memaparkan pemikiran beberapa filosof muslim tentang jiwa. Banyak pemikiran dalam memahami keesaan Allah yang diangkat oleh berbagai aliran dalam Islam, tetapi setelah dicermati maka semuanya mengerucut pada dua kelompok saja, yaitu pemikiran rasional dan pemikiran tradisional. Kedua corak pemikiran ini bertolak dari starting point yang sama yaitu al-Quran, tetapi kemudian antara keduanya kelihatan terjadi perbedaan yang bertolak belakang. Pemikiran rasional berusaha memberikan interpretasi yang tajam dan tidak segan-segan memberikan takwil suatu teks al-Quran karena bertentangan dengan alur pikir yang tepat. Sebaliknya pemikiran tradisional berusaha mengikuti teks apa adanya dan menjauhi interpretasi yang berlebihan karena dikhawatirkan terjadi penyimpangan yang tidak wajar dalam memahami keesaan Allah. Dengan mengetahui metode berpikir kedua kelompok ini ternyata hasilnya bermuara pada satu titik yang sama, yaitu peningkatan dan pemahaman atas keesaan Allah. Pemahaman tentang perbedaan interpretasi di antara keduanya secara tepat dapat membuka cara berpikir yang lebih luas di kalangan masyarakat Islam
MENGUNGKAP METODE PENDIDIKAN DALAM PERSEPKTIF AL-QUR’AN DAN APLIKASINYA DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWARAH DI KOTA PEKANBARU Ramli, Syahril; Hitami, Munzir
An-Nida' Vol 42, No 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v42i2.9364

Abstract

The position of al-Qur'an as the main source of Islamic education invites expert participation to explore its contents more deeply to realize this. It requires a method that can extract from the Qur'an, so that it can become a foothold in the theory and practice of Islamic education. One method that can be implemented is the tarbawi interpretation method, namely the method of studying the Qur'an with an Islamic education approach. The nuances of education in al-Qur'an are three arguments, namely the first many verses of the Qur'an can be found in the expression tarbiyyah (education). Secondly, the Prophet (SAS) identified himself as a Muslim (educator). Third, al-Qur'an teaches Muslims about life, so that the principles of the Qur'an must be a soul and guide for Islamic education. This research is a qualitative descriptive study, then supported by literature data that is related to this writing. The data is collected and classified according to the group. The author uses primary and secondary sources related to the object of study. The purpose of this study is to uncover the educational methodology in the perspective of the Koran and its application in the al-Munawwarah Islamic boarding school in the city of Pekanbaru (Analysis of thematic interpretations of al-Hikmah, al-Mau'izah and al-Mujadalah. Based on the results of the research conducted, the author found the word al-Hikmah in al-Qur'an 19 verses, the word al-Mau'izhah 9 verses and the word al-Mujadalah as many as 5 verses Indicators of the meaning of al-Hikamah: Wisdom, correct and firm words, knowledge , understanding, revelation of Allah (al-Qur'an), as-Sunnah and Hujjah (Arguments with words that are always based on the correct proposition to eliminate doubts and obtain truth. And indicators of the meaning of al-Mau'izhah: Advice, remind, subtle words, heartfelt descriptions / tenderness in giving advice, good lessons and teaching, and indicators of the meaning of al-Mujadalah: Good debate, dialogue, and exchange of thoughts / al-Munazharah. these three concepts have been applied in the learning process at the boarding school al-Munawarah in the city of Pekanbaru
Penerapan Sunnah Nabi Shallallahualaihi Wasallam., Ruqyah Syariyyah, di Klinik Surabaya Ruqyah Center Adynata, Adynata
An-Nida' Vol 38, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v38i2.335

Abstract

Ruqyah is one of the way of treatment of the disease, both physical and non-physical illness that existed before the advent of Islam. In the last ten years, ruqyah Syar’iyyah in Indonesia is growing rapidly with the implementation of a mass ruqyah by some Muslim groups. During its development, to meet the needs of the community will ruqyah, it is necessary to set up a clinic that specializes in serving the needs of the community and one of ruqyah experienced and intense clinics serving ruqyah until now is Ruqyah Surabaya Clinical Center which was founded in 2004. In the implementation of ruqyah, the ruqyah in Surabaya Ruqyah Center ruqyah can be made to either the human believers and disbelievers, and can also be carried out on a place like homes, shops, schools, dormitories, and others.
PERSEPSI DEMOKRASI INDONESIA DI ARAB SAUDI ANALISIS FRAMMING BERITA PEMILIHAN PRESIDEN INDONESIA 2019 DI SITUS ARABNEWS.COM Mustafa, Mustafa
An-Nida' Vol 42, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v42i1.9336

Abstract

The 2019 Presidential Election of the Republic of Indonesia, which brought Joko Widodo to power for the second time, led to various democratic events both before, or after the vote. This general election appeals to the mass media not only the media in Indonesia but also the international media. This article attempts to explain how the framing carried out by the media in the Kingdom of Saudi Arabia over the democratic process that occurred in Indonesia. To some extent, this analysis supports the claim: throughout the election, the Saudi Arabian media offered several substantive criticisms of democracy in Indonesia.
RELASI TUHAN- MANUSIA : PENDEKATAN ANTROPOLOGI METAFISIK TERHADAP Gurindam Duabelas Karya Raja Ali Haji Irwandra, Irwandra
An-Nida' Vol 38, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v38i1.330

Abstract

penetrated into thematic domains it urgens sustain life and enhance mutual existing chapters.
NON MUSLIM SEBAGAI MENTERI TANFIDZI PERSFEKTIF PEMIKIRAN AL-MAWARDI Mutasir, Mutasir
An-Nida' Vol 42, No 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v42i2.9359

Abstract

This research was written against the background of Thought raised by al-Mawardi as a prominent Muslim thinker in the Middle Ages who allowed non-Muslims or infidels to occupy the post of minister of Tanfidzi. The Minister of tanfidzi is a ministerial position whose job is to assist the caliph in carrying out all the affairs ordered by the caliph without him having autonomous powers. Al-Mawardi's opinion has caused controversy among scholars both in the classical period until the modern era. In this study, it will study and analyze the reasons used by al-Mawardi to allow non-Muslims to serve as minister of tanfidzi.

Page 1 of 14 | Total Record : 132