cover
Contact Name
Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pangabdhi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Telang, Kamal Bangkalan
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pangabdhi
ISSN : 24776270     EISSN : 24776289     DOI : https://doi.org/10.21107/pangabdhi
PANGABDHI JOURNAL the Scientific Journal of Community Service, which is published twice a year (April and October) by the Institute for Research and Community Services (LPPM) Trunojoyo University Madura. This scientific journal carried an article on this research, the study of the application of the theory of dedication, devotion conceptual ideas, and a reviewer of books about the problems of social humanities, etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA PONDOK PESANTREN DAN MADRASAH TSANAWIYAH DI PULAU MANDANGIN KABUPATEN SAMPANG Firman Farid Muhshoni; Makhfud Efendy
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.199 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i1.5944

Abstract

PENERAPAN TEKNOLOGI PERMAKULTUR PADA LAHAN KERING MARGINAL DI PULAU MANDANGIN-SAMPANG Andrie Kisroh Sunyigono; Mardiyah Hayati
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.241 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i1.5945

Abstract

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN TEPUNG IKAN DARI LIMBAH IKAN DI KEPULAUAN TALANGO SUMENEP MADURA Bain Khusnul Khotimah; Bangun Sentosa Dwi Haryanto
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.085 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i1.5946

Abstract

RUMAH BELAJAR DALAM UPAYA MEMBANGUN MASYARAKAT LITERASI Wanda Rahmansyah; Mahmud Mahmud
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.194 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i1.5947

Abstract

PEMANFAATAN TEKNOLOGI LISTRIK TENAGA SURYA BAGI KELOMPOK MASYARAKAT PULAU GILI RAJA M Latif; Askur Rahman
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.694 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i1.5948

Abstract

Program pengabdian ini melibatkan dua mitra kelompok masyarakat di desa Banmaleng kabupaten sumenep yang berada di pulau Gili Raja. Berdasarkan analisis situasi, keadaan ekonomi dan geografis kedua mitra memiliki permasalahan yang sama. Prioritas permasalahan dari kedua mitra adalah belum memiliki sumber aliran listrik sebagai penerangan dan kebutuhan lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga sumber penerangan masih menggunakan lampu tempel dan petromaks. Permasalahan lain yang dimiliki mitra adalah belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan energi listrik tenaga surya. Berdasarkan permasalahan kedua mitra, melalui program transfer ilmu dan teknologi berbasis masyarakat (IbM) ini maka ditetapkan beberapa tujuan. Tujuan pertama adalah memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi listrik tenaga surya. Kemudaian memberikan keterampilan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sederhana sebagai sumber pasokan aliran listrik secara mandiri. Memberikan keahlian dan keterampilan penggunaan serta pemeliharaan teknologi pembangkit listrik tenaga surya. Untuk mencapai tujuan kegiatan tersebut dan berdasarkan prioritas permasalahan mitra, maka metode yang ditawarkan adalah; transfer pengetahuan pemanfaatan energi listrik tenaga surya, pengadaan alat-alat PLTS, pelatihan keterampilan instalasi dan pemeliharaan teknologi PLTS serta pendampingan kepada mitra kegiatan ini. Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah; pertama, Adanya pasokan aliran listrik secara mandiri yang dimiliki oleh kedua mitra. Kedua, Mitra memiliki keterampilan instalasi dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya. Ketiga, Mitra memiliki keterampilan dalam pemeliharaan terhadap alat-alat pembangkit tenaga surya. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat ditarik beberapa kesimpulan seperti berikut ini; (1). Kegiatan secara umum berhasil dilaksanakan dengan sukses dan lancar. (2). Mitra merasa sangat terbantu dengan adanya program IbM yang didanai oleh DIKTI. (3). Mitra telah memiliki sumber tenaga listrik untuk kebutuhan penerangan. (4). Mitra telah memahami dan dapat melakukan Instalasi, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya.Kata Kunci: PLTS, Sel Surya, Gili Raja
PENGELOLAAN UNIT BISNIS SOUVENIR “LE OLLE UTM” UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Rosyida Ekawati; Diva Wenanda; Suyono Suyono
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 2: Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.896 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i2.5950

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana mengelola sebuah unit bisnis souvenir yang ada di Universitas Trunojoyo Madura. Target awal pangsa pasar dari usaha ini adalah seluruh civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang meliputi dosen, karyawan dan mahasiswa. Selain itu juga tamu-tamu UTM, peserta kegiatan ilmiah dan akademik, dan keluarga mahasiswa. Agar usaha ini berjalan dengan baik, maka diperlukan berbagai usaha mulai dari persiapan sampai penjualannya. Karena usaha ini adalah usaha penjualan produk, maka yang paling awal adalah melakukan survey awal kepada civitas akademika untuk produk souvenir yang diminati. Selanjutnya menentukan varian produk souvenirdilengkapi dengan desain dan bahan bakunya. Kemudian juga bagaimanamemproduksi barang-barang tersebut. Setelah ada barang jadi yang meliputi kaos katun, kaos polo, blocknote, gantungan kunci karet, gantungan kunci akrilik, berbagai model pin dan gantungan kunci standar, pulpen UTM, mug, magnet kulkas, dan stiker maka untuk menjualnya perlu dilakukan pengecekan kualitas dan selanjutnya pengemasan produk. Produk didisplay diruang unit dipslay permanent dan juga gerai-gerai non permanen. Selain itu, dilakukan promosi, baik melalui media sosial yang ada maupun melalui banner-banner.Kata-kata kunci: bisnis souvenir, le olle, Universitas Trunojoyo MaduraABSTRACTThis article discusses how to manage a souvenir business unit at the University of Trunojoyo Madura. The initial target of the market share of the business is theentire academic community of University of Trunojoyo Madura (UTM) whichincludes lecturers, employees, and students. In addition, UTM guests, participants of scientific and academic activities, and students’ families. To make the business runs well, various businesses, from preparation to sales, are needed. Because this business is a product sales business, the earliest step is to conduct an initial survey of the academic community for souvenir products of interest. Next, determine the variant of souvenir products equipped with the design and raw materials. Then also how to produce these goods. The products include cotton shirts, polo shirts, block notes, rubber key chains, acrylic key chains, various models of standard pins and key chains, UTM pens, mugs, fridge magnets, and stickers. It is necessary to check quality and packaging of the products. Products are displayed in the permanent display unit and non-permanent outlets. In addition, promotion is carried out, both through existing social media and through banners. Key words: souvenir business, le olle, University of Trunojoyo Madura
KADER PELESTARI LINGKUNGAN DI PULAU MANDANGIN BERBASIS PONDOK PESANTREN Eko Setiawan; Kaswan Badami; Andrie Kisroh Sunyigono
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 2: Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.371 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i2.5952

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah 1) kesadaran terhadap pelestarian lingkungan sangat rendah, 2) kerusakan lingkungan daratan, pesisir dan pantai yang sangat parah, 3) keterbatasan teknologi budidaya tanaman baik untuk penghijauan, perlindungan wilayah pesisir, dan 4) rendahnya kemampuan untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari budidaya tanaman. Target luaran yang yang akan dicapai dalam kegiatan IbM ini adalah berupa peningkatan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan yang disinergikan dengan teknologi budidaya tanaman buah dan konservasi, serta peningkatan sumber pendapatan baru. Luaran yang kegiatan ini adalah: 1) Terbentuknya kelompok santri pelestari lingkungan, 2) Penamanan masingmasing 25 tanaman buah yang terdiri dari mangga, jambu air, jambu biji, delima, sirsat, srikaya, belimbing, sawo, belimbing wuluh, kelapa, 3) Penanaman 200 tanaman cemara udang di pesisir Pulau Mandangin, 4) Penguasaan teknologi budidaya tanaman buah dan konservasi, dan 5) Penguasaan teknologi budidaya sayuran. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan dalam kegiatan ini meliputi strategi pemberdayaan dan penyadaran partisipatif yang memperhatikan pilar pendidikan dan penyadaran, ekonomi dan lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menjamin kontinuitas dari program pemberdayaan. Logika yang digunakan adalah masyarakat akan sadar apabila kita memberikan contoh dan teladan, Namun hal itu saja tidak cukup, program dan kegiatan yang ditawarkan harus memberikan insentif ekonomi tambahan bagi mereka. Adapun strategi pemberdayaan dan penyadaran partisipatif yang akan dilaksanakan dapat dikelompokkan menjadi: 1) Sosialisasi, 2) Pemberian motivasi dan insentif, 3) Penyuluhan, 4) Pelatihan teknologi, 5) Praktek, 6) Pendampingan oleh kader sebaya lokal dan 7) Bantuan program. Hasil kegiatan yang telah dilakukan: 1. program pengembangan santri pelestari lingkungan menghadapi beberapa kendala terutama pada motivasi dan kesadaran akan lingkungan yang rendah, 2. penerapan penghijauan dan permakultur menghadapi kendala utama yaitu keberadaan kambing yang sangat banyak dan dibiarkan berkeliaran, 3. permakultur disain yang telah diterapkan yaitu natural wave barrier, banana circle dan vertical garden. Hal ini bertujuan untuk melakukan suksesi pada lahan di sekitar lokasi agar menjadi lahan yang lebih produktif.Kata Kunci: Lingkungan, Berkelanjutan, Pelestari, Santri, Pondok Pesantren
IBM BEBEK SONGKEM RENDAH KOLESTEROL Ida Lumintu; Arie Wahyu Prananta
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 2: Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.123 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i2.5953

Abstract

Daging bebek memang gurih dan nikmat, apalagi jika digoreng garing dan dicocol sambal. Tapi sayang, daging bebek punya kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi (Maslah 1), sehingga cukup berisiko meningkatkan berat badan dan kadar kolesterol dalam tubuh. Tidak seperti olahan bebek lain yang biasanya di goreng atau dibakar, Bebek Songkem di masak dengan cara di kukus sehingga rendah kolesterol. Bumbu yang digunakan semuanya bumbu alami. Bebek Songkem dimasak dengan cara dilumuri bumbu-bumbu alami selanjutnya dikukus dengan daun pisang sekitar 3-4 jam (Masalah 2) sehingga menghasilkan bumbu yang meresap rata dan daging yang empuk merata seluruhnya. Rasa pedas yang pas menghasilkan sensasi yang takkan terlupakan bagi yang menikmati Bebek Songkem. Untuk mengatasi semua permasalahan tersebut kami bekerja sama UKM Kwanyar dan UKM Demangan merancang alat pengukus Bebek Songkem dengan menggunakan metode Value Engineering. Dengan menggunakan rancangan alat yang diusulkan akan diperoleh hasil 1. Bebek songkem yang rendah Kolesterol, 2. Proses Produksi yang lebih cepat 2-3 jam, 3. Kapasitas produksi meningkat menjadi 16-20 ekor bebek sekali masak, 4. Kualitas bebek yang dihasilkan merata secara keseluruhan.Kata kunci : Value Engineering, Bebek Songkem
PEMBENTUKAN PERATURAN DESA DI DESA TELANG DAN GILI TIMUR - BANGKALAN Encik Muhammad Fauzan; Uswatun Hasanah
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 2: Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.438 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i2.5954

Abstract

Pembentukan Peraturan Desa bagi pemerintahan desa sangat menyulitkan karena keterbatasan sumber daya manusia khususnya pada faktor pendidikan yang rendah. Sementara pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintahan desa dapat membentuk peraturan desa untuk melaksanakan berbagai kebijakan Kepala Desa. Berdasarkan hal ini maka tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam menyusun peraturan desa. Maka untuk meningkatkan dalam merancang peraturan ini maka digunakan metode partisipasi aktifdan pendampingan kepada perangkat desa dan anggota BPD. Partisipasi aktif adalah kegiatan pelatihan yang mengutamakan keaktifan peserta mempraktekkan dalam merancang peraturan desa. Sementara pendampingan dimaksudkan untuk memberikan masukan dan arahan ketika perangkat desa maupun BPD dalam merancang peraturan desa. Hasil dari kegiatan ini adalah pemerintahan desa pada kedua desa tersebut dapat menyusun rancangan peraturan desa terkait pembentukan Badan Usaha Milik Desa.Kata Kunci: pembentukan, peraturan desa, pendampingan, pelatihan, BUMDes.MAKING VILLAGE REGULATIONS IN VILLAGE OF TELANG AND GILI TIMUR - BANGKALANABSTRACTMaking village regulation for village government is very difficult because of limited human resources, especially in the case of low education. While in Law Number 6 of 2014 concerning Villages, village government can form village regulations to implement various Village Head policies. Based on this, the purpose of the implementation of this service is to improve the ability of village officials in preparing village regulations. So to improve in designing this regulation, the method of active participation and assistance tovillage officials and BPD members is used. Active participation is a training activity that prioritizes the activeness of the participants in practicing in designing village regulations. While assistance is intended to provide input and direction when village officials and BPD in making village regulations. The result of this activity is that the village government in the two villages can draft a village regulation related to the establishment of a Village-Owned Enterprise.Keywords: Making, Village Regulation, Assistance, Training, Village-OwnedEnterprise.
PENDAMPINGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KOPI BUBUK SANGRAI DI KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG Mokh Rum; Burhan Burhan
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 3, No 2: Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.405 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v3i2.5955

Abstract

Melalui kegiatan pendampingan yang dilaksanakan oleh tim IbM IRT. BungaKopi dan IRT. Harum Sari memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalammelaksanakan manajemen produksi dan manajemen usaha, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan bisnis yang dihadapi. 2. Implementasi teknologi pada produksi kopi dengan menggunakan mesin sangrai dan mesin penepung mampu meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk kopi sangrai. Implementasi program IbM ini mampu meningkatkan kapasitasproduksi dan pendapatan mitra program IbM.

Page 1 of 14 | Total Record : 139