cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Acta Pharmaceutica Indonesia
ISSN : 0216616X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Acta Pharmaceutica Indonesia merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung. Jurnal ini mencakup seluruh aspek ilmu farmasi sebagai berikut (namun tidak terbatas pada): farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi, bioteknologi farmasi, serta farmakologi dan farmasi klinik. Acta Pharmaceutica Indonesia is the official journal published by School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung. The journal covers all aspects of pharmaceutical issues which includes these following topics (but not limited to): pharmaceutics, pharmaceutical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical biotechnology, pharmacology and clinical pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
ANALISIS KESESUAIAN DOSIS PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI SUATU RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI KOTA BANDUNG Zulfan Zazuli; Tomi Hendrayana; Bhekti Pratiwi; Cherry Rahayu
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 42 No. 1 (2017)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenurunan fungsi ginjal dapat memicu masalah terkait obat akibat terjadinya akumulasi senyawa obat dan timbulnya gangguan patologis lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dosis yang terjadi pada pasien gangguan fungsi ginjal dan menilai sensitivitas pustaka acuan dalam mendeteksi ketidaksesuaian dosis. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi retrospektif pada 266 sampel pasien rawat inap dengan gangguan fungsi ginjal di suatu rumah sakit pendidikan di Kota Bandung pada periode Januari-Maret 2015. Pasien yang diteliti adalah pasien yang menggunakan salah satu atau lebih obat yang diteliti dengan kriteria obat memerlukan penyesuaian dosis, paling banyak digunakan, dan obat untuk komorbid. Kriteria Penggunaan Obat (KPO) untuk 10 obat yang diteliti kemudian dibuat berdasarkan AHFS 2014, DIH 2015 dan Seyffart 2011 dan digunakan sebagai dasar dalam analisis kesesuaian dosis. Dari 176 pasien yang memiliki data mencukupi, terdapat kejadian hari tidak tepat dosis sebesar 54,59% berdasarkan pustaka AHFS-DIH dan 34,96% berdasarkan pustaka Seyffart dari total hari pemberian obat untuk setiap pasien (p<0,05). Pustaka AHFS dan DIH lebih sensitif dalam mendeteksi ketidaksesuain dosis daripada Seyffart. Tingginya persentase ketidaksesuaian dosis menunjukkan diperlukannya pemantauan penggunaan obat terutama dalam aspek pemberian dosis secara terus menerus untuk mengurangi kejadian masalah terkait obat dan memperlambat progresivitas penyakit.Kata kunci: masalah penggunaan obat; gangguan fungsi ginjal; asuhan kefarmasianANALYSIS OF DOSE ADJUSTMENT IN PATIENTS WITH RENAL DYSFUNCTION AT A TEACHING HOSPITAL IN BANDUNGABSTRACTRenal impairment might lead to drug related problems resulted from drug accumulation of drug and other pathological disorders. This study aimed to identify inappropriate dosage on renal impairment patients and investigate sensitivity of literature used for the dosage adjustment. A restrospective observational study was conducted on 266 sample of inpatients with impaired renal function in an academic hospital in January "“ March 2015 period. The patients studied were patients who used one or more selected drugs with the criteria of drugs requiring dose adjustment, most widely used drugs, and drugs to treat comorbids. The Drug Use Criteria (KPO) for the 10 drugs studied was then made based on AHFS 2014, DIH 2015 and Seyffart 2011 and used as a basis for dose conformity analysis. From 176 patients with sufficient data, there was a 54.59% and 34.96% of the total inpatient days was found to have inappropriate dosing based on AHFS-DIH and Seyffart respectively (p<0.05). The AHFS and DIH libraries are more sensitive in detecting dose nonconformities than Seyffart. The high percentage of dose discrepancy indicates the need for monitoring of drug use especially in the aspect of continuous dosing to reduce the incidence of drug related problems and slow the progression of the diseaseKeywords: drug-related problems; kidney disease; pharmaceutical care
Front Matter Vol 42 No 2 (2017) Acta Pharmaceutica Indonesia
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 42 No. 2 (2017)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI AKTIVITAS EKSTRAK BEBERAPA TUMBUHAN TERHADAP MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS GALUR SENSITIF DAN RESISTEN Garmana, Afrillia Nuryanti; Sukandar, Elin Yulinah; Fidrianny, Irda
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diteliti aktivitas ekstrak etanol batang bratawali (Tinospora tuberculata Beumee), ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan ekstrak etanol rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.)) terhadap Mycobacterium tuberculosis galur sensitif (H37Rv) dan resisten (HE dan SR). Ekstrak diuji pada konsentrasi 10, 20, 50, dan 100 ?g/mL media dengan metode pengenceran agar. Bakteri diinokulasikan pada media yang mengandung larutan ekstrak atau obat pembanding kemudian diinkubasi pada 37°C lalu diamati setiap minggu mulai minggu keempat sampai minggu kedelapan. Dari keempat ekstrak yang diuji, hanya ekstrak etanol rimpang kencur yang dapat menghambat pertumbuhan M. tuberculosis galur HE dan SR pada konsentrasi 100 ?g/mL media.Kata kunci : aktivitas antituberkulosis, Mycobacterium tuberculosis, Tinospora tuberculata Beumee, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Kaempferia galanga L., Curcuma zedoaria (Berg.)
DETECTION OF DRUG INTERACTION IN GICU (GENERAL INTENSIVE CARE UNIT) AT ONE HOSPITAL IN BANDUNG Wikaningtyas, Pratiwi; Amalia, Lia; S., Hartini
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ICU defined as an intensive monitoring place and life support activities as well as definite therapy in life-threatens disease patients. In this Unit, patients generally receive treatment from various doctors that a patient can receive a variety of drugs from different doctors (polypharmacy). This unit also has higher frequency of drug demand than the other units in the hospital so the potential or actual drug interactions can occur. This study begins with a retrospective pilot study in ICU, concurrent studies in GICU (General Intensive Care Unit), data analysis and conclusions. Detection of drug interactions concurrently on 185 patients obtained 78 drug interactions that consists of 46 (58.97%) pharmacodynamic interactions and 27 (34.61%) pharmacokinetic interactions.
AKTIVITAS KEMOPREVENTIF KANKER DARI EKSTRAK ETANOL TEMU KUNCI PADA MENCIT YANG DIINDUKSI DMBA Adnyana, I Ketut; Afifa, Alia Tri; Safitri, Dewi
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diuji efek kemopreventif dari ekstrak etanol temu kunci pada mencit betina yang diinduksi kanker dengan DMBA. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol, pembanding, dan kelompok temu kunci dengan dosis 140mg/kg bb. Pengamatan dilakukan setiap hari meliputi munculnya kanker, jenis dan jumlah kanker, serta jumlah kematian mencit. Pada akhir minggu ke-10, seluruh mencit dibedah untuk diamati jumlah dan jenis kanker yang muncul. Hasil menunjukkan bahwa tidak terjadi kematian kelompok temu kunci (0%), sedangkan pada kelompok kontrol dan kelompok pembanding jumlah kematian pada hewan uji mencapai 60%. Pada akhir minggu ke-10, tidak ditemukan kanker pada kelompok normal, ekstrak temu kunci dan obat pembanding, sementara pada kelompok kontrol ditemukan sebanyak 33 kanker. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol temu kunci memiliki aktivitas kemopreventif kanker yang ditandai oleh penurunan kejadian kanker, jumlah kanker, dan kematian.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI SEDIAAN MUKOADHESIF EKSTRAK ETANOL CENTELLA ASIATICA (L.) URB. Suciati, Tri; Prasetya, Dinda; Fidrianny, Irda; Satrialdi, -
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengevaluasi sediaanmikrosfer mukoadhesif dari ekstrak etanol Centella asiatica yang diketahui memiliki aktivitas antitukak lambung. Simplisia C. asiatica diekstraksi dengan metode refluks menggunakan etanol. Formulasi mikrosfer dilakukan dengan metode gelasi ionotropik menggunakan natrium alginat yang diinkorporasi dengan ekstrak etanol kental serta kitosan dalam larutan kalsium klorida. Variasi dilakukan terhadap konsentrasi natrium alginat, rasio bobot ekstrak dan natrium alginat, konsentrasi kitosan, dan konsentrasi kalsium klorida. Evaluasi meliputi ukuran dan distribusinya, karakteristik permukaan, efisiensi penjeratan, profil kapasitas mengembang, serta uji mukoadhesi in vitro. Formula optimum diperoleh dengan komposisi 3% natrium alginat, rasio ekstrak-natrium alginat 1:2, 0,5% kitosan, dan 0,5 M kalsium klorida. Mikrosfer yang dihasilkan memiliki distribusi ukuran terbanyak antara 630-710 ?m, efisiensi penjeratan 25,48 ± 1,88%, pertambahan bobot pada uji kapasitas mengembang 40,76 ± 1,51% (t=15 menit), dan kekuatan adhesi 78,67 ± 2,89%.
NICOTINE ALTERS CAFFEINE BEHAVIORAL DEPENDENCE PATTERN: A STUDY OF CONDITIONED PLACE PREFERENCE Pramastya, Hegar; Anggadiredja, Kusnandar
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caffeine and nicotine are widely used addictive substances in the world. Several studies have confirmed that nicotine could increase the caffeine intake. Animal studies also indicated that nicotine could enhance caffeine dependence behavior especially with low doses of caffeine. However, study about the behavioral interaction of caffeine and nicotine with its effect on reinstatement is still limited. This experiment was conducted for studying the interaction between nicotine and caffeine in terms of their dependence behaviors. Conditioned place preference (CPP) paradigm was used for establishing the dependence model. Forced swim test (FST) was carried out to observe any effect of caffeine and its combination with nicotine on depressive signs. A lower dose of caffeine (5 mg/kg) induced preference behavior. However, high dose of caffeine (50 mg/kg) stimulated aversive behavior indicated by decreasing preference score. Nicotine injection had no significant effect on the lower dose of caffeine. However at the high dose of caffeine, 0.7 mg/kg of nicotine i.p reduced the aversive behavior and changed the extinction-relapse behavioral pattern resulted from 50 mg/kg of caffeine. Moreover, high dose of caffeine (50 mg/kg i.p) resulted in anxiety behavior and also hyperkinesia shown by lower immobility time in FST. Nicotine injection prior to the high dose of caffeine reduced the anxiety-hyperkinesia manifestation. The result from the current study suggests that nicotine could alter the expression of behavioral manifestation of caffeine, especially with the higher dose of caffeine.
STUDI PADATAN DENGAN DIFFERENTIAL SCANNING CALORIMETRY DAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE PADA MIKROSFER PAUTAN SILANG ALGINAT YANG MENGANDUNG METFORMIN HCL Nugrahani, Ilma; Asyarie, Sukmadjaja; Utami, Ratna A.; Putra, Okky D.
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari interaksi fisika antara alginat dan metformin HCl dalam bentuk mikrosfer. Interaksi fisika diamati dengan menggunakan differential scanning calorimetry (DSC) dan scanning electron microscope (SEM). Mikrosfer dengan efisiensi penjeratan optimum ditentukan jenis interaksinya dengan DSC yang didukung dengan analisis morfologi mikrosfer yang dihasilkan oleh SEM. Termogram DSC menunjukkan interaksi fisika metformin HCl-matriks alginat yang ditunjukkan dengan perubahan profil kurva endotermik pada suhu 228-230°C dan 265-35°C. Hasil SEM mikrosfer menunjukan bahwa metformin berada dalam bentuk kristal sedangkan alginat hasil pautan silang dalam bentuk amorf. Dapat disimpulkan bahwa interaksi fisika yang terjadi adalah ikatan hidrogen yang kuat antara metformin HCl dengan alginat yang berefek pada meningkatnya efisiensi penjeratan.
Peningkatan Penetrasi Senyawa Hidrofilik Melalui Formulasi Emulsi Ganda A1/M/A2 dengan Mikroemulsi A1/M sebagai Fasa Dalam Suciati, Tri; Dwiani, R. R. Sarlita; Sudiati, Titi
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 1 & 2 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.865 KB)

Abstract

Senyawa α-arbutin adalah senyawa hidrofilik yang mempunyai aktivitas inhibisi tirosinase. Formula peningkat permeasi α-arbutin pada kulit diperlukan untuk penghantaran senyawa tersebut sebagai antihiperpigmentasi. Penambahan α-arbutin ke dalam emulsi primer air dalam minyak (A1/M) dilakukan sebelum proses emulsifikasi. Optimasi formula dilakukan untuk menghasilkan mikroemulsi A1/M yang jernih yang selanjutnya diemulsifikasi menggunakan Croduret 50 SS membentuk emulsi ganda air dalam minyak dalam air (A1/M/A2) dan dievaluasi viskositas, pH, kadar, efek inhibisi α-arbutin terhadap tirosinase, dan stabilitas fisiknya dengan cara sentrifugasi dan freeze thaw selama 28 hari pada suhu 400C. Uji permeasi in vitro α-arbutin dalam emulsi ganda dan emulsi M/A (pembanding) dilakukan menggunakan membran kulit ular. Mikroemulsi yang stabil dihasilkan dari komposisi air, Tween 80, gliserin, dan isopropil miristat (IPM) dengan rasio10:27,5:12,5:50 dan emulsi ganda yang stabil dihasilkan dari 5% Croduret 50 SS. Kadar α-arbutin yang terdifusi dari sediaan emulsi ganda selama 8 jam meningkat secara signifikan dibandingkan difusi dari sediaan M/A yaitu berturut-turut adalah 671,71±26,31 μg/cm2 dan 518,85±17,97 μg/cm2.
Uji Aktivitas Enzim Superoksida Dismutase dalam Ekstrak Mesokarp Buah Merah (Pandanus conoideus Lamarck) Menggunanakan Densitometri Citra Elektroforegram Rahman, Hamidah; Kartawinata, Tutus Gusdinar; Julianti, Elin
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 37, No 2 (2012)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.719 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas super oksida dismutase (SOD) mesokarp buah merah (Pandanus conoideus Lamarck). Pengujian dilakukan dengan metode elektroforesis gel poliakrilamid dan densitometri citra terhadap ekstrak kasar buah merah dan ekstrak hasil pemurnian dengan dialisis setelah pengendapan dengan amonium sulfat konsentrasi 25, 50 dan 75% b/v. Aktivitas SOD ditunjukkan dengan terbentuknya pita transparan pada gel setelah dua tahap proses pewarnaan yaitu dengan nitro biru tetrazolium dan riboflavin, dan hasil pencitraan gel dianalisis dengan densitometer. Aktivitas SOD ditentukan dengan membandingkan terhadap SOD dari Escherichia coli dan diperoleh aktivitas SOD sebesar 420 U/mL atau setara dengan 836 U/gram buah merah.Kata kunci: Elektroforesis, Densitometer, Superoksida dismutase, Buah merahThe aim of this study was to test the activity of SOD buah merah (Pandanus conoideus Lamarck). Evaluation was done by polyacrylamide gel electrophoresis and image densitometry was performed to raw extract of buah merah, and the extract pure by dialysis after precipitation with ammonium sulfate concentrations of 25, 50 and 75% w/v. SOD activity was shown by the formation of transparent tape on the gel after the gel staining by nitro blue tetrazolium and riboflavin, then imaging results were analyzed by densitometer. SOD activity was determined by comparing the SOD from Escherichia coli and it was 420 U/mL.Keywords: Electrophoresis, Densitometer, Superoxide dismutase, red fruit

Page 1 of 22 | Total Record : 212