cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AKSIOMA
ISSN : 20862725     EISSN : 25797646     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN DESAIN PERAGA INTERAKTIF MATEMATIKA BERBASIS E-LEARNING UNTUK MEMBENTUK KREATIVITAS MAHASISWA PADA MATA KULIAH WORKSHOP M. Saifuddin Zuhri; FX. Didik Purwosetiyono; Sutrisno .
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.755

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning untuk membentuk pola kreativitas mahasiswa. Adapun target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu menyusun Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning dalam membentuk kreativitas mahasiswa.Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan Thiagarajan.Penelitian terdiri atas dua tahap, tahun pertama diharapkan akan dihasilkan Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning yang dapat membentuk kreativitas mahasiswa melalui beberapa tahap meliputi tahap pendefinisian dan perencanaan (draft I), selanjutnya dilakukan tahap pengembangan melalui validasi ahli (draft II) dan uji coba lapangan terbatas (draft III). Pembelajaran workshop Matematika dengan desain peraga interaktif mencapai valid, yaitu dengan rata-rata penilaian validator baik yaitu 4,0 menunjukkan perangkat pembelajaran tersebut sudah baik dengan sedikit revisi (revisi diperlukan untuk perbaikan agar perangkat menjadi lebih baik).Pembelajaran workshop matematika dengan desain peraga interaktif sudah terlaksana dengan baik. Keterlaksanaan pembelajaran berdasarkan temuan ternyata mahasiswa dan dosen mata kuliah workshop memberikan respon bahwa pembelajaran matematika dengan desain peraga interaktif berjalan dengan baik. Implementasi pembelajaran dengan desain peraga interaktif mencapai hasil belajar yang baik ditandai Rataan kelas eksperimen sebesar 79,24 dan kelas kontrol sebesar 74,11, maka kelas eksperimen memiliki rataan hasil belajar lebih baik secara signifikan dari pada rataan kelas kontrol. Kata Kunci : Pengembangan, Desain Peraga Interaktif, E-learning, Hasil belajar.
PEMECAHAN MASALAH PENYIMPANGAN BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN DENGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI SOCIO HUMANISM BERBANTU WEBSITE Anton Sukarno,; Ida Dwijayanti,; Lukman Harun
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.761

Abstract

Isu global penyimpangan budaya yang disebabkan oleh industrialisasi yang cepat termasuk penggunaan internet tanpa filter serta ditinggalkannya nilai-nilai pancasila sebagai akar budaya bangsa. Data dari IPW menyatakan bahwa pada awal tahun 2013 kasus pemerkosaan meningkat. Tujuan pendidikan mengenal dan menguasai kebudayaannya dan menguasai ilmu pengetahuan, hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan dalam UU No. 20 Tahun 2003. Tujuan diterapkannya pendekatan humanistik dalam pembelajaran adalah mengembangkan self-direction yang positif (berkarakter) peserta didik melalui eksplorasi kemampuan individu maupun interaksi sosial. Gordon J. Wimmernam berpendapat bahwa interaksi social dapat digunakan untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologi seseorang. Dan Kaino menjelaskan ICT dapat konseptualisasi materi secara sehingga kreativitas peserta didik meningkat.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan draf awal berupa deskripsi pengembangan perangkat. Prosedur yang digunakan terdiri dari dua tahap, yaitu: a) pendefinisian dan perancangan. Metode pengumpulan yang digunakan ialah metode dokumentasi untuk mendapatkan data perangkat sebelum dikembangkan dan observasi untuk memperoleh data karakter peserta didik sebelum pengembangan perangkat serta data tentang proses pembelajaran yang ada. Seluruh data dianalisis secara deskriptif, untuk mendapatkan masukan gambaran awal karakter bangsa yang muai terdegredasi serta rancangan solusi pengembangannya.Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, socio humanism, karakter, penyimpangan budaya
ANALISIS KESTABILAN DAN SIMULASI MODEL PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Aurora Nur Aini; Ali Shodiqin
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.756

Abstract

Indonesia adalah Negara yang terletak pada daerah tropis dan sangat rentan terjangkit wabah penyakit tropis. Salah satu penyakit tropis yang sering terjadi di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue. Menurut data dari Departemen Kesehatan pada tahun 2014, sampai pertengahan bulan Desember tercatat penderita Demam Berdarah Dengue di 34 Provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang dan 641 orang diantaranya meninggal dunia. Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti betina. Pada penelitian ini dibahas tentang pembentukan model matematika penyebaran penyakit demam berdarah dengue. Dari model tersebut selanjutnya dibuat analisis kestabilan titik ekuilibrium bebas penyakit dan titik ekuilibrium endemik. Kemudian dilakukan simulasi menggunakan software Matlab untuk melihat perilaku solusi di sekitar titik ekuilibrium. Kata Kunci : dengue, ekuilibrium, kestabilan
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP BERBASIS PENDEKATAN METAKOGNITIF DITINJAU DARI REGULASI DIRI SISWA Yanuar Hery Murtianto; Lukman Harun
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.762

Abstract

Penelitian dengan judul ?óÔé¼?ôPengembangan strategi pembelajaran matematika SMP berbasis pendekatan metakognitif ditinjau dari regulasi diri siswa?óÔé¼?Ø bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif dan mengetahui pengaruh regulasi diri siswa terhadap hasil belajarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran (mix methods) karena disamping menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan profil metakognitf siswa penelitian ini juga menggunakan metode kuantitatif yaitu: eksperimen semu (quasi experimental research) dengan menggunakan desain factorial 2x3Penelitian ini dilakukan di SMP Muhamadiyah 3 Semarang. Subyek penelitian adalah 22 siswa kelas VII D (sebagai kelas kontrol) dan 30 siswa kelas VII E (sebagai kelas eksperimen).Tahap pelaksanaan penelitian ini meliputi: Pengembangan strategi pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif, mengembangkan angket regulasi diri siswa, melakukan pengujian angket, melakukan tes kemampuan awal siswa dan melakuan tes setelah diterapkanya strategi pembelajaran matematika metakognitif yaitu pada materi bilangan pecahan. Hasil pengembangan strategi pembelajaran matematika dengan pendekatan metakognitif memiliki 3 fase utama yaitu: (1) mengembangkan rencana tindakan, (2) memantau rencana tindakan, (3) mengevaluasi rencana tindakan dan dibagi dalam 6 tahapan yang meliputi: (1) Mengidentifikasi "apa yang diketahui" dan "apa yang tidak diketahui siswa dalam belajar matematika (apa yang siswa ketahui tentang bilangan pecahan apa pula yang tidak diketahui oleh mereka), (2) Menceritakan tentang pemikiran (menceritakan apakah siswa sebelumnya pernah mengenali, melihat atau bahkan memahami arti dari bilangan pecahan, (3) membuat catatan apa yang dipikirkannya, (4) merencanakan dan melakukan pengaturan diri berupa daftar pertanyaan terhadap diri siswa sendiri terkait dengan konsep-konsep bilangan pecahan, (5) mengontrol proses berpikir mereka sendiri yaitu dengan mencata setiap tahapan berpikir mereka dalam setiap pengerjaan soal-soal bilangan pecahan, (6) Evaluasi diri yaitu mencermati dan menilai hasil catatan-catatan dan proses belajarnya sendiri dalam rubrik evaluasi diri siswa. Hasil analisis angket menggambarkan bahwa pada kelas eksperimen terdapat 2 siswa dengan regulasi rendah, 16 siswa regulasi sedang dan 4 siswa dengan regulasi tinggi, sedangkan pada kelas kontrol dari 30 siswa terdapat 8 siswa dengan regulasi rendah, 15 regulasi sedang dan 7 siswa dengan regulasi tinggi. Hasil analisis ujicoba pada test of normality diperoleh nilai sig. 0.118 pada kelas kontrol dan 0.200 pada kelas eksperimen dimana kedua-duanya lebih besar dari 0.05 dan disimpulkan data berasal dari distribusi normal. Pada tes Anova dengan variable terikat: nilai akhir kelas eksperimen dan prediktornya adalah regulasi diri siswa diperoleh nilai sig. 0.219 dan F_hit = 1.583menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tes hasil belajar siswa setelah mereka mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan pendekatan metakognitif yang ditinjau dari regulasi diri siswa.Kata kunci: strategi pembelajaran matematika, metakognitif, regulasi diri,
FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR PENGHAMBAT YANG DIHADAPI GURU MATEMATIKA DI SMA NEGERI 6 CIREBON DALAM MELAKSANAKAN KINERJA BERDASARKAN STANDAR KOMPETENSI GURU Irmawati Liliana Kusuma Dewi Irmawati Liliana Kusuma Dewi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.757

Abstract

Guru adalah elemen kunci dalam sistem pendidikan, oleh karena itu guru matematika harus memiliki pemahaman yang mendasar dan komprehensif tentang regulasi dan substansinya yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kinerja yang baik merupakan tolak ukur tingkat keberhasilan guru matematika dalam menjalankan tugasnya. Guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memperbaiki kualitas pembelajaran. Agar kinerja guru matematika terstandar dan terarah adalah dengan berpedoman pada Standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi Guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi guru matematika di SMA Negeri 6 Cirebon dalam melaksanakan kinerja berdasarkan standar kompetensi guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripstif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat sehingga guru matematika pada khususnya di SMA Negeri 6 Cirebon dalam melaksanakan kinerja yang sesuai dengan standar kompetensi belum maksimal. Kata kunci : Kinerja guru matematika, Standar kompetensi.
Implementasi Media Software Geogebra dan Screencase dalam Pembelajaran Geometri Transformasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Tadris Matematika Budi Cahyono
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.758

Abstract

Media adalah alat bantu yang penting dalam suatu proses pembelajaran, hal itu dikarenakan penggunaan media yang cocok dalam pembelajaran akan memberikan pengaruh bagi peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan. Media dalam penelitian ini berbasis software geogebra dan screencase yang merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Mahasiswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest group design. Data diperoleh dengan mengambil dua macam data yaitu data kemampuan awal mahasiswa melalui dokumentasi hasil nilai ujian blok pada bab sebelumnya dan data setelah mahasiswa diberi perlakuan melalui posttest. Pretest maupun postest diberikan pada semua kelas sampel, dari data yang dihasilkan kemudian dibandingkan antara kelas kontrol dan eksperimen. Untuk memperoleh data tentang keaktifan mahasiswa dilakukan dengan observasi selama proses pembelajaran berlangsung oleh observer. Subyek penelitian yang diambil mahasiswa semester VIA (27 Mahasiswa) dan VIB (33 mahasiswa) pada mata kuliah geometri tranformasi. Dalam penelitian ini ada dua langkah analisis yang dilakukan yaitu analisis data soal tes dengan melakukan uji prasarat (Homogenitas varians, uji normalitas) dan uji t, untuk analisa data observasi keaktifan belajar mahasiswa dianalisis dengan analisis kuantitatif.Dari data awal yang didapat dari ujian blok pada bab sebelumnya dianalisis dengan bantuan program SPSS, didapatkan sampel dalam kondisi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif dengan menggunakan bantuan software geogebra dan screencase lebih efektif meningkatkan keaktifan dan hasil prestasi belajar mahasiswa dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional pada mata geometri transformasi jurusan tadris matematika IAIN Walisongo Semarang dan dari analisis regresi linier didapat kesimpulan bahwa 81,3 % hasil belajar mahasiswa dipengarui oleh keaktifan mahasiswa, 19,7% dipengaruhi oleh variabel lainnya.Kata kunci : Efektifitas, Geogebra dan Screencase, Keaktifan, Prestasi Belajar.
STUDI PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGIKUTI TRAINING DAN YANG TIDAK MENGIKUTI TRAINING PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 64 AMBON La Suha Ishabu
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.752

Abstract

Pendidikan merupakan sarana mutlak dalam mewujudkan masyarakat madani yang mampu menguasai, mengembangkan, mengendalikan dan memamfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Training adalah suatu proses pemberian bantuan belajar secara terus-menerus dan sistematis kepada individu atau peserta didik dalam memecahkan masalah yang dihadapinya yang berkaitan dengan kegiatan belajar di Sekolah. Rumusan dalam penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôapakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti Training dan yang tidak mengikuti Training pada siswa Kelas VI SD Negeri 64 Ambon. Sedemikian sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti Training dan yang tidak mengikuti Training pada siswa kelas VI SD Negeri 64 Ambon dengan menggunakan tipe penelitian deskriptif komparatif. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 25 Pebruari ?óÔé¼ÔÇ£ 23 Maret 2015, dengan Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 64 Ambon berjumlah 20 siswa. Berdasarkan tes hasil belajar yang diberikan pada siswa, terlihat adanya perbedaan antara siswa yang ikut Training dan siswa yang tidak mengikuti Training. Hal ini nampak dari nilai rata ?óÔé¼ÔÇ£ rata siswa yang mengikuti trainer sebesar 17,79 dan nilai rata-rata siswa yang tidak trainer sebesar 16,72. Berdasarkan Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti Training dan yang tidak mengikuti Training pada siswa kelas VI SD Negeri 64 Ambon.Kata Kunci : Training, Stasistik Inferensi, Hasil Belajar
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI DAN KARAKTER GURU MATEMATIKA KOTA METRO Rahmad Bustanul Anwar; Dwi Rahmawati
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.759

Abstract

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan karakter guru matematika melalui lesson study. Lebih khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha yang dilakukan dalam meningkatkan empat kompetensi yang harus dikuasai oleh guru matematika dan karakter melalui lesson study. Kegiatan lesson study ini dilaksanakan di SMA N 2 Metro dengan subjek guru mata pelajaran matematika. Kompetensi guru matematika yang ingin ditingkatkan antara lain: kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Untuk melihat peningkatkan kemampuan guru matematika dalam menguasai keempat kompetensi tersebut dalam penelitian ini dilakukan observasi. Hasil observasi tersebut yang akan menjadi bahan evaluasi untuk merencanakan kegiatan berikutnya. Selain itu dengan adanya peningkatan pada kompetensi guru matematika maka diharapkan adanya peningkatan karakter pada guru. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan penerapan lesson study dapat meningkatkan kompetensi dan karakter guru matematika di SMA N 2 Metro. Kompetensi yang dimiliki oleh guru matematika di SMA N 2 Metro rata-rata baik. Hal tersebut berdasarkan indikator pengamatan, empat kompetensi yang harus dimiliki oleh setip guru telah di miliki oleh semua guru matematika di SMA N 2 Metro. Dengan dua siklus yang dilaksanakan, kegiatan lesson study dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi dan karakter guru matematika.Kata kunci: Lesson Study, Kompetensi guru, Karakter.
IMPLEMENTASI ANIMASI MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Lilik Ariyanto; Muhammad Prayito; Ryky Mandar Sary
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.754

Abstract

Tujuan penelitian Implementasi animasi matematika dengan pendekatan realistic mathematics education untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa sekolah dasar adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar matematika serta tingkat kemampuan pemahaman matematis siswa sekolah dasar setelah diterapkanya pembelajaran matematika menggunakan animasi matematika dengan pendekatan RME. Implementasi animasi matematika dengan pendekatan realistic mathematics education untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa sekolah dasar yang telah dilakukan uji lapangan pada kelas II-A dan II-B di SDN N 3 Palebon Semarang, pelaksanaan dilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Metode penelitian implementasi animasi mateamtika dengan pendekatan Realistic Mathematic Education adalah melalui penelitian quasy experiment. Hasil Implementasi animasi matematika dengan pendekatan realistic mathematics education untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa sekolah dasar diperoleh nilai kelas eksperimen menunjukkan ketuntasan baik secara individual maupun klaksikal. Dan setelah dianalisis diperoleh bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada hasil yang diperoleh kelas kontrol. Kata kunci: Implemantasi, RME, Animasi Matematika, Quasy Experiment
Pengembangan Bahan Ajar Dengan ScientificApproach Melalui Mobile Learning System Mata Kuliah Aljabar Rina Dwi Setyowati,; Irkham Ulil Albab; Ahmad Natsir Tsalatsa
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i2/septembe.760

Abstract

Penelitian ini berjudul ?óÔé¼?ôPengembangan Bahan Ajar Berkarakter dengan pendekatan scientific melalui Mobile Learning System mata kuliah Aljabar?óÔé¼?Ø.Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôBagaimana mengembangkanBahan Ajar Berkarakter Dengan Pendekatan Scientific melalui Mobile Learning System Mata Kuliah Aljabar yang valid. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan. Perangkat yang dikembangkan adalah Bahan Ajar Berkarakter dengan pendekatan scientific melalui Mobile Learning System mata kuliah Aljabar untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa yang memenuhi kriteria valid. Prosedur penelitian ini, mengacu pada pengembangan 4D Thiagarajan namun dibatasi sampai 3 tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design) dan pengembangan (develop). Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa Bahan Ajar Berkarakter dengan pendekatan scientific melalui Mobile Learning System mata kuliah Aljabartelah valid yang divalidasi oleh ahli , yaitu: (1) validasi ahli materi dengan bilai rat-rata 3,8 (skor maksimal 4). (2) Validasi media dengan rata-rata nilai 3,0 (skor maksimal 4). Dari validasi ahli tersebut nilai rata-rata total adalah 3,4 (skor maksimal 4) sehingga bahan ajar dikatakan baik atau valid. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi dosen untuk mencoba melakukan pengembangan bahan ajar matematika dengan memanfaatkan teknologi yang berupa Mobile Learning Sistem untuk pembelajaran, sehingga akan menambah wawasan bagi dosen maupun mahasiswa. Kata Kunci: Bahan Ajar , Pendekatan scientific, Mobile learning system, Aljabar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA Vol 5, No 2/september (2014): aksioma Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA More Issue