cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
ISSN : 19071736     EISSN : 26853574     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Adyan (ISSN 1907-1736) is a journal published by the Religious Studies, Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic Institute of Lampung, INDONESIA. Al-Adyan published twice a year. Al-Adyan focused on the Religious Studies, especially the basic antropology, local wisdom. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
IDENTITAS AGAMA ORANG BADUY Hakiki, Kiki Muhamad
AL-ADYAN Vol 6, No 1 (2011): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.222 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v6i1.484

Abstract

Sampai saat ini masih kuat teori yang menyatakan bahwa tidak ada satu pun masyarakat di dunia ini yang tidak mempunyai konsep tentang agama atau kepercayaan beragama, termasuk di dalamnya masyarakat terasing yang berada di wilayah pedalaman hutan sekalipun, salah satu di antaranya adalah suku Baduy yang ada diwilayah Banten Selatan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa agama yang dianut oleh Orang Baduy adalah agama Sunda Wiwitan. Agama ini merupakan agama sinkretis antara Islam dan Hindu.
TRADISI UPACARA KEMATIAN PADA MASYARAKAT NAHDHIYYIN DALAM TINJAUAN AGAMA DAN ADAT HS, A. Syihabuddin
AL-ADYAN Vol 8, No 1 (2013): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.116 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v8i1.523

Abstract

Setelah Nabi Muhammad saw wafat (570-632 M)1 dan Islam mulai melakukan kontak dengan dunia luar, ajaran Islam kemudian ditafsirkan oleh pemeluknya secara herbeda akibat perbedaan kehidupan sosialnya. Penafsiran yang berbeda itu melahirkan keragaman pemahaman di bidang Syariah dan Akidah, terutama terkait dengan persoalan yang belum pernah muncul pada masa Nabi Muhammad saw, di antaranya tentang praktik keagamaan yang disebut dengan istilah Islam populer. Perdebatan ulama dalam menyikapi praktik keagamaan populer kemudian menjadi salah salu tema dalam studi Islam. Di antara praktik keagamaan populer dalam masyarakat Islam yang menjadi perhatian ulama tentang upacara siklus kehidupan dan jiarah makam tokoh yang diyakini sebagai wali Allah untuk mendapatkan berkah. Banyak praktek keagamaan popular dalam masyarakat Islam yang telah dilakukan dalam praktek keagamaan popular itu cukup beragam, antara lain adalah sebagai berikut; Islam lokal lawan dari Islam universal, Islam praktis lawan dari Islam tekstual, Islam rakyat lawan dari Islam ulama, Islam simbolik lawan dari Islam normatif, Islam popular lawan dari Islam ofisial, tradisi kecil lawan dari tradisi besar, Islam nyata lawan dari Islam normatif. Oleh karena itu dalam tulisan ini akan mengupas dari salah satu keragaman tradisi kematian yang ada di Indonesia khususnya yang dilakukan oleh warga Nahdiyin.
ETIKA ISLAM DAN SEMANGAT PLURALISME AGAMA DI ERA GLOBAL Ruslan, Idrus
AL-ADYAN Vol 5, No 1 (2010): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.2 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v5i1.479

Abstract

Pandangan negatif para orientalis yang sangat mencolok adalah bahwa Islam anti toleransi dan menolak globalisasi serta tidak memiliki spirit pluralisme agama ternyata tidak benar. Hal ini dapat dilihat di dalam al-Qur’an yang merupakan kitab suci kaum muslim, mengisyaratkan tema-tema tersebut. Dalampandangan Islam, pluralisme agama adalah design Tuhan, karenya Islam sangat melarang pemaksaan terhadap suatu kaum untuk memeluk agama tertentu. Selain itu, Islam juga sangat menganjurkan untuk merespon globalisme secara positif dan kreatif, ini berarti globalisme tidak mungkin dihindari. Yang perlu untuk disadari adalah efek negatif dari globalisasi itu sendiri dan itu harus menjadi perhatian semua agar tidak tidak terjebak kepada paham liberalisme. Dalam konteks Indonesia, menyadari pluralisme agama sebagai suatu yang tidak bisa dihindari, maka akan melahirkan sikap toleransi yang bertanggungjawab, sehingga konflik yang mengantasnamakan agama dapat dihentikan.
DAMPAK KONVERSI AGAMA TERHADAP SIKAP DAN TINGKAH LAKU KEAGAMAAN INDIVIDU Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 7, No 2 (2012): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.414 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v7i2.503

Abstract

Proses konversi agama melalui perubahan batin yang sangat mendasar dalam hidup manusia. Terjadinya konversi agama secara spontanitas akan merobah pola hidup yang lama kepada pola hidup yang baru. Perubahan paradigma pola hidup itu didorong oleh suatu energi jiwa yang menguasai pusat kejiwaaan dalam diri manusia turut pula mempengaruhi aspek kognitif, aspek afektif/konatif dan aspek psikomotor yang direflesikan melalui motivasi, sikap dan tingkah laku individu. Seiring terjadinya konversi agama pada individu maka munculnya berbagai persepsi baru yang membentuk sikap, motivasi dan tingkah laku keagamaan dalam hidupnya.
PARADIGMA INTEGRASI SAINS DAN AGAMA UPAYA TRANSFORMASI IAIN LAMPUNG KEARAH UIN Aziz, Abdul
AL-ADYAN Vol 8, No 2 (2013): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.225 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v8i2.587

Abstract

Menghadapi dunia modern yang mendikotomikan antara sains dan agama beberapa perguruan tinggi mencari model pilihan dalam pengembangan keilmuan kajian keislaman. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengambil bentuk Interkoneksitas sebagai trade-mark keilmuan pasca konversi, paradigma integratifinterkonektif yang dipandang sebagai cultural identity yang membedakan UIN dengan perguruan tinggi lainnya. Sedangkan UIN Jakarta Menggagas konsep Integrasi dengan varian, Keilmuan, Keislaman, Keindonesiaan. Dalam pengertian ini, kedua institusi ini bukan sebagai perguruan tinggi umum yang terlepas dari ilmu-ilmu keislaman, seperti UGM dan semacamnya; juga bukan sebagai perguruan tinggi agama yang tidak mengakomodir ilmu-ilmu umum, seperti IAIN sebelumnya. Demikian pula, keduanya bukan perguruan tinggi yang sekedar menginterkoneksikan atau mengintegrasikan ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu keislaman melalui pembentukan fakultas agama dan fakultas umum, seperti UII, dan semacamnya. UIN, sebagaimana dapat dipahami dalam grand design UIN, adalah perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan atau menginterkoneksikan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu umum pada tataran keilmuan, bukan sekedar menghadirkan program studi umum atau mata kuliah umum berdampingan dengan program studi agama. Pola pengintegrasian atau penginterkoneksian semacam ini justeru sebaliknya bersifat dikotomis. IAIN Lampung, jika ingin melakukan upaya transformasi kearah UIN tentunya haruslah memiliki gagasan seperti kedua pendahulunya tersebut.
FUNDAMENTALISME DALAM ISLAM Fauzan, Fauzan
AL-ADYAN Vol 5, No 1 (2010): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.999 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v5i1.469

Abstract

Fenomena fundamentalisme dalam Islam cukup mendapat perhatian dari khalayak. Fundamentalisme merupakan paham dan gerakan dalam agama yang berupaya kembali kepada apa yang diyakini sebagai dasar-dasar atau asas-asas agama. Penggunaan istilah fundamentalisme dalam konteks Islam hingga saat ini masih menyisakan persoalan, karena bukan hanya berasal dari tradisi non muslim, fundamentalisme juga dimaknai sebagai paham atau gerakan yang mengandung makna minor.
ALIRAN KEBATINAN DI INDONESIA Hakiki, Kiki Muhamad
AL-ADYAN Vol 6, No 2 (2011): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.21 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v6i2.497

Abstract

Eksistensi agama lokal seperti aliran kebatinan meskipun mengalami diskriminasi tetaplah berkembang dan banyak diminati. Claim kebenaran yang kerap kali disuarakan oleh agama ”resmi” (baca: Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu) nampaknya tak membuat penganut agama lokal takut apalagi pindah kepercayaan. Bahkan yang menarik kerap kali justru para penganut agama ”resmi” pun disadari atau tidak disadarinya mencampur keyakinannya dengan kepercayaan agama lokal. Lalu jika sudah seperti itu, masihkah kita bercita-cita mengusir dan menganggap keyakinan mereka sebagai keyakinan yang salah?. Bukankah benar dan salah itu urusan Tuhan?. Inilah yang menarik untuk dicermati.
GERAKAN KEAGAMAAN ISLAM DI MESIR ( Studi tentang tokoh-tokoh Islam Mesir ) Ibrahim, Ibrahim
AL-ADYAN Vol 8, No 1 (2013): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.378 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v8i1.529

Abstract

Islam meletakkan akidah sebagai asas utama dalam perjuangan. Bahkan ia merupakan rahasia kekuatan Islam sepanjang zaman. Dengan kata lain, Islam tidak menjadikan isu sebagai landasan utama kerana persoalan akidah adalah bersifat menyeluruh dan evergreen. Perjuangan yang berasaskan isu akan tamat dengan selesainya isu berkenaan. Sebaliknya Islam sentiasa mengetengahkan isu-isu yang berpaksi pada akidah untuk menjelaskan tuntutan sebenar tauhid. Kalimah syahadah La ilaha illa Allah yang menjadi tema tauhid itu sendiri adalah suatu cetusan revolusi atau perubahan besar-besaran dalam jiwa dan kehidupan manusia kerana ia bererti pengakuan kepada kekuasaan menghukum dan memerintah tertinggi yang diserahkan hanya kepada Allah. Ia adalah cetusan revolusi terhadap kuasa duniawi yang telah merampas suatu sifat khusus Tuhan yang utama iaitu menentukan perjalanan dan peraturan hidup manusia. Islam adalah revolusi terhadap kenyataan hidup yang bersandarkan kepada rampasan hak Tuhan itu dan juga merupakan suatu pukulan maut ke atas sebarang peraturan dan kekuasaan yang tidak diredhai Allah. Sebaliknya Islam menuntut manusia tunduk dan patuh kepada Allah selaras dengan pengertian kalimah Islam sendiri. Syed Qutb menyifatkan Islam merupakan revolusi dalam kehidupan manusia. Dalam hubungan ini Syed Qutb menyatakan, "Seorang yang menganut Islam itu sebenarnya telah melucutkan dari dirinya segala sesuatu dari zaman lampaunya pada alam jahiliyah. Dia merasakan ketika dia mula menganut Islam bahawa dia memulakan zaman baru dalam hidupnya; terpisah sejauh-jauhnya daripada hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah. Sikapnya terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada."
TUHAN, AGAMA, DAN KEBENARAN (MEMBACA ULANG LOGIKA KEBENARAN AGAMA DALAM KERANGKA PEMIKIRAN FILSAFAT) Nur, Muhammad
AL-ADYAN Vol 6, No 1 (2011): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.045 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v6i1.492

Abstract

Agama merupakan fenomena universal umat manusia. Meski tidak semua manusia kemudian beragama, namun pada kenyataannya, mereka punya keyakinan masing-masing tentang yang transenden. Di sisi lain, ketika manusia beragama, yang sering terjadi adalah pemutlakan terhadap kebenaran agama masing-masing. Pemutlakan ini pada akhirnya bisa menutup pintu dialog. Karena itu, mendiskusikan kembali kebenaran agama menjadi penting dilakukan. Tulisan ini hendak menginventarisir berbagai pandangan para filsuf agama tentang makna kebenaran agama. Tokoh utama yang dijadikan dasar pengkajian adalah John Hiks dan W.C Smith berdasarkan teori kebenaran agama yang ditulis oleh Hendrik M. Vroom yang berjudul “Religions and The Truth, Philosophical Reflection and Perspectives”. Tentang kebenaran agama, John Hiks menyimpulkan bahwa kebenaran bisa diperoleh dari agama apapun, karenanya jalan keselamatan dimiliki oleh semua agama. Sehingga pada akhirnya, semua manusia sebenarnya sedang menyembah pada Tuhan yang sama (divine One). Sementara itu W.C. Smith menyimpulkan bahwa dalam beragama yang paling inti adalah to love god (mencintai Tuhan). Kebenaran tunggal adalah milik Tuhan, sementara kebenaran pada tataran manusia adalah kebenaran dengan “b” kecil yang bersifat nisbi.
KONFLIK DAN KERAGUAN INDIVIDU DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 8, No 1 (2013): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.136 KB) | DOI: 10.24042/adyan.v8i1.524

Abstract

Konflik dan keraguan merupakan suatu sikap yang seringkali dialami oleh setiap manusia, walaupun bentuk dan kwalitas konflik dan keraguan itu berbeda pada setiap indvidu. Keadaan ini terjadi berdasarkan fakta yang dialami manusia bahwa seseorang tidak bisa berada pada dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa dua persoalan yang bertentangan itu tidak mungkin terjadi pada saat yang bersamaan dalam dua situasi yang berbeda secara stimulan. Agama pada suatu waktu memproklamirkan perdamaian, keselamatan, persatuan dan persaudaraan, namun pada waktu yang lain menampakkan dirinya sebagai sesuatu yang diangap menyebar konflik, bahkan tak jarang seperti dicatat dalam sejarah bahwa konflik dapat menimbulkan keraguan, perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat

Page 1 of 28 | Total Record : 276


Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17, No 2 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17, No 1 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16, No 2 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16, No 1 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15, No 2 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15, No 1 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14, No 2 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14, No 1 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13, No 2 (2018): Al-Adyan Vol 13, No 2 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13, No 1 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13, No 1 (2018): Al-Adyan Vol 12, No 2 (2017): Al-Adyan Vol 12, No 2 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12, No 1 (2017): Al-Adyan Vol 12, No 1 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 11, No 1 (2016): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 11, No 1 (2016): Al-Adyan Vol 10, No 2 (2015): Al-Adyan Vol 10, No 2 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10, No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10, No 1 (2015): Al-Adyan Vol 9, No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9, No 2 (2014): Al-Adyan Vol 9, No 1 (2014): Al-Adyan Vol 9, No 1 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8, No 2 (2013): Al-Adyan Vol 8, No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8, No 1 (2013): Al-Adyan Vol 8, No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 7, No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 7, No 2 (2012): Al-Adyan Vol 6, No 2 (2011): Al-Adyan Vol 6, No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6, No 1 (2011): Al-Adyan Vol 6, No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 5, No 1 (2010): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 5, No 1 (2010): Al-Adyan More Issue