cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
KARAKTERISTIK DISTRIBUSI KOMODITAS BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Tudus, Chyntia Christila; Andaki, Jardie A.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13305

Abstract

Abstract The purpose of this study, namely: knowing the production of tilapia fish and identifying patterns of distribution of commodities for the last 4 years (years 2011-2014) at the Institute of Freshwater Aquaculture Tatelu. This is a descriptive study, which describes the characteristics and patterns of marketing distribution obtained by each offender commodity trade system tilapia farmed In a study, there are several variables that must be clearly defined before data collection. Variable is everything that shaped what researchers set out to learn in order to obtain information about it. The variables in this study, the amount of production and distribution of tilapia fish in 2011 - 2014. These data will be used as an illustration of the tilapia fish seed distribution pattern produced by Institute of Freshwater Aquaculture Tatelu Dimembe District of North Minahasa Regency. Distribution characteristics of tilapia in BPBAT, the purchaser transact directly with the BPBAT by way of coming directly to the site or through the communications media in this media phone. Tilapia fish farmers distributed to the public and government istansi. Location distribution of tilapia fish were in 5 provinces, namely North Sulawesi, south Sulawesi, gorontalo, north Maluku, and Papua, which is divided into districts and municipalities, namely North Minahasa Regency, Minahasa South, southeast Minahasa, Minahasa, Manado, tomohon , Bitung, Kotamobagu, Ternate, and Siau Tagulandang Biaro. Keywords: tilapia, freshwater aquaculture, the distribution pattern Abstrak Tujuan penelitian ini, yaitu : mengetahui produksi benih ikan nila dan mengidentifikasi pola distribusi komoditas selama 4 tahun terakhir (tahun 2011 - 2014) di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan karakteristik dan pola distribusi pemasaran yang diperoleh setiap pelaku tata niaga komoditas ikan nila hasil budidaya. Dalam suatu penelitian terdapat beberapa variabel yang harus ditetapkan dengan jelas sebelum pengumpulan data. Variabel merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Variabel dalam penelitian ini, yaitu jumlah produksi dan Distribusi benih ikan nila tahun 2011 – 2014. Data-data ini akan digunakan sebagai gambaran pola distribusi benih ikan nila yang diproduksi oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Karakteristik distribusi ikan nila di BPBAT, yaitu pembeli bertransaksi langsung dengan pihak BPBAT dengan cara datang langsung ke lokasi ataupun lewat media komunikasi dalam hal ini media telpon. Benih ikan nila didistribusikan kepada masyarakat pembudidaya dan istansi pemerintah.Lokasi pendistribusian benih ikan nila berada di 5 provinsi, yaitu Sulawesi Utara, sulawesi Selatan, gorontalo, maluku Utara, dan Papua yang terbagi atas Kabupaten dan Kota, yaitu Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa Induk, Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kotamobagu, Ternate, dan Siau Tagulandang Biaro. Kata Kunci : ikan nila, budidaya air tawar, pola distribusi
ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMUM PERUSAHAAN AGRIBISNIS DI BURSA EFEK INDONESIA Masloman, Ikrama; Dien, Christian R.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13306

Abstract

Abstract Investment decision process is an understanding of the relationship between risk and return that is expected by an investor. An investor who will invest reasonably to derive the maximum possible benefit. In general economics and special science of investing there is an assumption that investors are rational beings. Rational investor would choose stocks that provide maximum return or minimum risk, and this attitude is held by the risk averse. This study is conducted by using secondary data obtained from the Center for Capital Market Reference or Pusat Referensi Pasar Modal (PRP. M) in IDX (Indonesia Stock Exchange) at the Jakarta headquarters and representative offices Manado. The company is a joint field agribusiness studied in the period February 2011 - February 2012. The processed data is taken from the data in the study JCI, stock prices and dividends. Data were analyzed using a model of a single index. This model analyzes the variables of share and market in shaping the optimal portfolio The method of data analysis in this study using the value Excess Return to Beta (ERB) of each stock, and then narrow down the value of the shares with Cutoff Point (Ci). When ERB > Ci then, the stock is included in the optimal portfolio. However, if the ERB < Ci, then the stock is not included in the optimal portfolio. The study was being conducted in April-May 2012. The results showed that 4 of 9 shares of Agribusiness, namely Agro Astra Lestari Tbk, bahtera Adimina Samudera Tbk, inti Agri Resources Tbk, and Multibreeder Adirama are classified as an optimum portfolio, which has a positive value of ERB that is greater than Ci, or the rate of return over of the risks that may be encountered by the portfolio. Keywords: Investment process, stock Exchange, agribusiness   Abstrak Tahapan dalam memutuskan suatu investasi tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara risk and return yang diharapkan oleh seorang investor. Investor yang akan melakukan investasi beralasan ingin memperoleh keuntungan yang semaksimal mungkin. Dalam ilmu ekonomi pada umumnya dan ilmu investasi pada khususnya terdapat asumsi bahwa investor adalah mahkluk yang rasional. Investor yang rasional akan memilih saham yang memberikan maximum return atau minimum risk, dan sikap ini dimiliki oleh para risk averse. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRP.M) di BEI (Bursa Efek Indonesia) di kantor pusat Jakarta dan kantor perwakilan Manado. Perusahaan yang diteliti merupakan perusahaan dibidang argibisnis yaitu pada periode Februari 2011 – Februari 2012. Data yang diolah dalam penelitian diambil dari data IHSG, harga saham, dan deviden. Data yang dianalisis menggunakan model indeks tunggal (single index model). Model ini menganalisa tentang variabel saham dan pasar dalam membentuk portofolio optimum. Metode Analisis data dalam penelitian ini menggunakan nilai Excess Return to Beta (ERB) masing-masing saham, kemudian melakukan pembatasan nilai saham dengan Cut off Point (Ci). Bila ERB > Ci maka, saham tersebut termasuk dalam portofolio optimum. Namun, bila ERB < Ci, maka saham tersebut tidak termasuk dalam portofolio optimum. Penelitian sudah dilaksanakan pada April-Mei 2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 9 saham Agribisnis , yaitu Agro Astra Lestari Tbk, bahtera Adimina Samudra Tbk, inti Agri Resources Tbk, dan Multibreeder Adirama tergolong sebagai portofolio optimum, dimana memiliki nilai ERB yang positif serta lebih besar dari Ci, atau tingkat return lebih besar dari resiko yang mungkin dihadapi portofolio tersebut. Kata Kunci: proses investasi, bursa saham, agribusiness
KARAKTERISTIK TENAGA KERJA PENGALENGAN IKAN DI PT. CITRA RAJA AMPAT CANNING SORONG KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT Kocu, Agustina; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13307

Abstract

Abstract In the days of tight competition, efforts to improve the quality and productivity of labor are needed. Improving the quality of human resources in the labor aspect of the system was developed through the integration of education and training on the basis of developments in science and technology. Labor characteristics are traits that entrenched for a long time. Characteristics of the labor force were age, education, region of origin, religion, expertise, skills and productivity. This study aimed to investigate the characteristics of the workforce in the industry PT. Canning image of Raja Ampat Sorong. Basic research is a case study and the nature of this research is descriptive. Method of data collection is done by sampling techniques were analyzed using descriptive analysis method. The research was carried out for 1 month at PT. Canning image of Raja Ampat Sorong. The company is located in the village of Kampung Baru, Sorong, west Papua. Workforce numbered 631 men, aged 25-30 years at most. Most are elementary school education. Most regions of origin, namely West Papua, while the little originating from Napier. Hindu religion is the least, which many are Protestant Christians. Highest productivity in January, is FP = 3,940,982 per person by the number of 631, while the lowest in December, ie FP = 2,310,085 per person by the number of 129 people. Working time starts at 7:00 a.m. to 15:00, with the basic wage is Rp. 384,000.00. Keywords: characteristics, labor, canning, productivity   Abstrak Di era persaingan yang semakin ketat, upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja sangat dibutuhkan. Peningkatatan kualitas sumberdaya manusia dalam aspek ketenagakerjaan dikembangkan melalui sistem keteRp. aduan antara dunia pendidikan dan pelatihan atas dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karakteristik tenaga kerja adalah sifat-sifat yang membudaya sejak lama. Karakteristik tenaga kerja tersebut adalah umur, pendidikan, asal daerah, agama, keahlian, ketrampilan dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja pada industri PT. Citra Raja Ampat Canning Sorong. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus dan sifat penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik sampling yang dianalisis mengunakan metode analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan di PT. Citra Raja Ampat Canning Sorong. Perusahaan ini berlokasi di Kelurahan Kampung Baru, Kota Sorong, propinsi Papua Barat. Tenaga kerja berjumlah 631 orang, paling banyak berumur 25-30 tahun. Pendidkan terbanyak adalalah sekolah dasar. Asal daerah paling banyak, yaitu Papua Barat, sedangkan sedikit berasal dari Makasar. Agama paling sedikit adalah hindu, yang banyak adalah Kristen Protestan. Produktivitas tertinggi pada bulan Januari, yaitu FP = 3.940.982/orang dengan jumlah 631, sedangkan terendahpada bulan Desember, yaitu FP = 2.310.085/orang dengan jumlah 129 orang. Waktu kerja dimulai pada pukul 07.00-15.00, dengan upah pokok berjumlah Rp. 384.000,00. Kata Kunci:karakteristik, tenaga kerja, pengalengan, produktivitas
MANAJEMEN TENAGA KERJA TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) AERTEMBAGA KOTA BITUNG Lengkong, Amelia; Dien, Christian R.; Aling, Djuwita R.R
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13308

Abstract

Abstract The purpose of this research is to study labour management at the fish auction place Aertembaga Bitung city. The research was conducted at the office of the Regional Technical Implementation Unit / Fish Auction Aertembaga, Bitung City. The data obtained was analyzed using descriptive analysis method, which analyzes the data through a depiction of what the results of their research. Organizational structure in UPTD/TPI indicates that the process of division of labour can be divided broadly upright (vertical) and the horizontal line (horizontal). In this case is the Head of the Department of Marine and Fisheries and the head UPTD / TPI. While the horizontal division of labour based on the specificity of horizontal work based on the specificity of the work that is sub section administration, data collection sexy Fish (sub-section of facilities/infrastructure, marine and sub ​​sections of facilities/infrastructure land). At this time in the labour UPTD/TPI totalling 5 people. The main duties and functions of the head UPTD/TPI are as follows: coordination functions for all existing activities. Each section or sub-section, it will directly accountabel for the results of their work through written reports each month or as requested by the Head of the Department of Marine and Fisheries. Keywords: fish auction, management, labour, duties and functions.   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari manajemen tenaga kerja di Tempat Pelelangan Ikan Aertembaga Kota Bitung. Penelitian ini dilaksanakan di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah/Tempat Pelelangan Ikan Aertembaga, Kota Bitung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu menganalisis data-data hasil penelitian melalui penggambaran apa adanya. Struktur organisasi di UPTD/TPI menunjukkan proses pembagian kerja yang dapat dibagi-bagi secara garis tegak (vertikal) maupun pada garis mendatar (horizontal). Dalam hal ini adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala UPTD/TPI. Sedangakan pembagian kerja secara horizontal didasarkan atas spesialisasi kerja secara horizontal didasarkan atas spesialisi kerja yaitu Sub Bagian Tata Usaha, seksi Pendataan Ikan (sub seksi sarana/prasarana laut dan sub seksi sarana/prasarana darat). Pada saat ini tenaga kerja di UPTD/TPI berjumlah 5 orang. Adapun tupoksi dari kepala UPTD/TPI adalah sebagai berikut : menjalankan fungsi koordinasi untuk semua kegiatan yang ada di masing-masing seksi maupun sub seksi dan secara langsung akan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya melalui laporan tertulis tiap bulan atau sesuai dengan permintaan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Kata Kunci:pelelangan ikan, manajemen, tenaga kerja, tugas pokok dan fungsi
KEGIATAN ALTERNATIF NELAYAN DI DESA MAKALESUNG KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Tairas, Marlon; Rarung, Lexy K.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13309

Abstract

Abstract Livelihood as fishermen whose livelihood is heavily dependent on weather and sea conditions. In this condition fishermen increasingly difficult to get a satisfactory income. Heaviest burden will be borne by the fishermen households, the wife of coastal fishermen or women. By their husbands because of reduced income or none at all then also the fishermen of coastal women should strive tomoveo ther professions during the waiting time allowed to go to sea. This study aims to look at the general state of fisheries in Mangket Makalisung coastal village and to know and analyze the alternative activities of fishermen in Mangket Makalisung coastal village when they are not able to carry out fishing activities in the sea. Research conducted in the Makalisung village this is a case study in which the phenomenon described in this study apply only to areas where research. In accordance with the alternative title of the research activities chosen by the fishermen in the study area cannot be enacted in other regions. The data was collected in the census, where all the fishermen in the Makalisung village as object for questioning. The data obtained in this study were analyzed with descriptive analysis. This analysis is to develop the ability of researchers to provide discussion relating to the situation found in the field. The type of alternative activities on coastal fishing communities Maengket include motorcycle taxis (those who have motorcycles), masons, collect sea cucumbers and make aboat. Keywords: fishermen, livelihood, alternative activities   Abstrak Mata pencaharian sebagai nelayan adalah mata pencaharian yang sangat bergantung pada cuaca dan kondisi laut. Pada kondisi ini nelayan semakin sulit mendapatkan penghasilan yang memuaskan.Beban paling berat akan ditanggung rumah tangga nelayan, yaitu istri nelayan atau kaum perempuan pesisir. Oleh karena pendapatan suami mereka berkurang ataupun tidak ada sama sekali maka perempuan pesisir juga para nelayan harus berusaha keras untuk beralih profesi lain selama menunggu waktu yang memungkinkan untuk melaut. Penelitian ini bertujuan melihat keadaan umum usaha perikanan di Pantai Mangket Desa Makalisung dan mengetahui serta menganalisis kegiatan alternatif masyarakat nelayan yang ada di pantai Mangket Desa Makalisung pada saat mereka tidak dapat melakukan kegiatan penangkapan ikan di laut. Penelitian yang dilakukan di desa Makalisung ini merupakan penelitianstudi kasus dimana fenomena yang digambarkan dalam penelitian ini hanya berlaku untuk wilayah ditempat penelitian.Sesuai dengan judul penelitian ini maka alternatif kegiatan yang dipilih oleh nelayan di wilayah penelitian tidak dapat di berlakukan di wilayah lain. Pengumpulan data dilakukan secara sensus, dimana semua nelayan yang ada di desa Makalisung dijadikan objek untuk dimintai informasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif. Analisis ini merupakan suatu analisis dengan mengembangkan kemampuan peneliti dalam memberikan bahasan yang berkaitan dengan situasi yang ditemukan di lapangan. Adapun jenis kegiatan alternatif masyarakat nelayan di pantai Mangket di antaranya adalah tukang ojek (bagi yang memiliki sepeda motor), tukang bangunan, mengumpul teripang dan membuat perahu. Kata Kunci: nelayan, mata pencaharian, kegiatan alternatif
MANAJEMEN USAHA PERIKANAN JARING INSANG DASAR DI KELURAHAN MANADO TUA 1 KOTA MANADO Lanes, Stela; Pontoh, Otniel; Lumente, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13310

Abstract

Abstract The study examines the bussiness management of bottom gillnet fishery in Manado Tua 1 village Manado city. This study aims to identify and assess fisheries management that includes venture capital, the catch, the marketing system, sharing system, labor system, performance of the functions of business management and financial analysis of the bottom gillnet fishery. The result of the study, the required capital of Rp. 4, 100,000. the catch is classified as demersal fish. Marketing system of fishermen, wholesaler, fish traider and consumers. But if it catches a bit of a marketing system directly to consumers. Sharing system 50% for owners and 50% for fishermen workers. The labour are needed 3-4 people. Keywords: Bussiness Management, bottom Gillnet, Manado Tua 1   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang manajemen usaha perikanan jaring insang dasar di KelurahanManado Tua 1.Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji manajemen usaha perikanan yang mencakup modal usaha, hasil tangkapan, sistem pemasaran, sistem bagi hasil dan sistem tenaga kerja, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Berdasarkan hasil penelitian, modal yang dibutuhkan sebesar Rp. 4.100.000.Hasil tangkapan ialah ikan yang tergolong demersal, sistem pemasaran dari nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen. Tetapi jika hasil tangkapan sedikit, sistem pemasaran yang dilakukan dari nelayan langsung kepada konsumen. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan 3-4 orang. Kata Kunci: Manajemen Usaha, jaring Insang Dasar, Manado Tua 1
ANALISIS FINANSIAL USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) KELURAHAN MANADO TUA I KOTA MANADO Palit, Olive Monique; Tambani, Grace O; Lumente, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13311

Abstract

Abstract This study examines the financial analysis soma pajeko in Manado Tua 1 Village Manado city. This study aims to determine the feasibility of soma pajeko and learn financial analysis of businessabout soma pajeko in Manado Tua I village Manado City . capital investment required to start a business with Small Purse Seine or Soma Pajeko Rp. 544 million, while the return on investment for a period of 1 year 6 months. Sharing system 50% for owners and 50% for fishermen workers. required 15-20 workers Keyword : Analysis Financial, small Purse Seine, Manado Tua I Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang analisis finansial usaha soma pajeko di Kelurahan Manado Tua 1 Kota Manado. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha soma pajeko dan mempelajari analisis finansial usaha soma pajeko di Kelurahan Manado Tua I Kota Manado. modal investasi yang diperlukan untuk memulai usaha dengan Small Purse Seine atau soma pajeko yaitu Rp. 544.000.000, sedangkan jangka waktu pengembalian Investasi selama 1 tahun 6 bulan. System bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja dibutuhkan 15 – 20 orang pekerja. Kata Kunci : Analisis Finansial, soma Pajeko, Manado Tua I
FLUKTUASI HARGA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) SEGAR DI PASAR “BERSEHATI” KOTA MANADO PROPINSI SULAWESI UTARA Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 2 (2013): (Oktober 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.2.2013.13317

Abstract

Abstract This study aims to determine the cause of fluctuations in the market price of tuna "Bersehati". The importance of the role of marketing as a key achievement of the goals and targets of fisheries, it is necessary to conduct research related to the field of marketing, as well as by looking at the fluctuations in the price of marketing, this research is more focused on price fluctuations in market held fish "Bersehati" City Manado. Research methods used in this field practice is a case study, namely an intensive investigation of a person or an individual, is also a social unit. Data were analyzed descriptively. Descriptive analysis was to provide an overview and analysis of the information by using the author's own words, in a systematic and easily understood in accordance with the data that has been obtained. Further discussion or interpreted to provide a review of the data. Based on the results of the study and discussion of a number of conclusions as follows : 1) fluctuations in the market price of fish "Bersehati" caused by variations in the number and type of fish on offer ; 2) In terms of supply, price fluctuations occurring in the tuna market "Bersehati" Manado is caused by the influence of fishing season, and the influence of technology ; 3) in terms of demand, price fluctuations caused by the influence of tuna consumer income, prices of other goods influence and shape the market, 4) the high price of fish occur on Tuesdays and Saturdays, and 5) Form of “Bersehati” market is an oligopoly, where retailers play an important role in the determination of the market price of fish. Keywords: tuna, descriptive, prices, fluctuations   Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab terjadinya fluktuasi harga ikan cakalang dipasar bersehati. Pentingnya peranan pemasaran sebagai kunci keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan perikanan, maka dirasakan perlu untuk mengadakan penelitian sehubungan dengan bidang pemasaran, serta dengan melihat adanya fluktuasi harga dalam pemasaran, maka penelititan ini lebih difokuskan pada fluktuasi harga ikan yang dilaksanakan di pasar Bersehati Kota Manado. Metode Penelitian yang digunakan dalam praktek kerja lapang ini adalah metode studi kasus, yaitu suatu penyelidikan intensif tentang seseorang atau individu, juga suatu unit sosial. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Analisis deskriptif yaitu analisis dengan memberikan gambaran serta keterangan dengan menggunakan kalimat penulis sendiri, secara sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang telah diperoleh. Selanjutnya diinterpretasi untuk memberikan bahasan atau kajian terhadap data.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1) Fluktuasi harga ikan di Pasar Bersehati disebabkan oleh adanya variasi jumlah dan jenis ikan yang ditawarkan ; 2) Dari segi penawaran, fluktuasi harga ikan cakalang yang terjadi di Pasar Bersehati Manado disebabkan oleh pengaruh musim penangkapan, dan pengaruh teknologi ; 3) Dari segi permintaan, fluktuasi harga ikan cakalang disebabkan oleh pengaruh pendapatan konsumen, pengaruh harga barang lain, dan bentuk pasar ; 4) Harga ikan tinggi terjadi pada hari selasa dan sabtu ; danan 5) Bentuk pasar bersehati adalah oligopoli, dimana pedagang eceran memegang peranan penting dalam penetuan harga ikan yang dipasarkan. Kata Kunci : ikan cakalang, deskriptif, harga, fluktuatif
DESKRIPSI KEADAAN SOSIAL NELAYAN SOMA PAJEKO STUDI KASUS DI KELURAHAN BEO KECAMATAN BEO KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Sendow, Olvie Erni; Aling, Djuwita R.R.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 2 (2013): (Oktober 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.2.2013.13322

Abstract

Abstract Indonesia have upper most resources that is human being resources, where more 220 million civil, there more 60 percent among others life and living in the coastal region. Thereby most among others drape its life to existence of natural resources of coastal area and sea, so that not surprise if everyday activity and activity always relate to existence of resources around. In general problems the lifted is how situation of fisherman social of soma pajeko in Sub-District Of Beo, District Of Beo, Sub-Province Archipelago of Talaud? As for target of research is first, to know and study generality in research area and second to know situation of fisherman social of soma pajeko in Sub-District Of Beo, District Of Beo, Sub-Province Archipelago of Talaud covering age size measure, education, religion, job experience, health, family size measure. Nature of this research is descriptive under colour of research of case study. Data collecting cover primary data and data collecting of secondary. Soma Pajeko represent circular net which included clasified of small purse seine addressed to catch fishs of pelagic which is life by ganging. Haul by using soma pajeko consist of fish of malalugis (Decapterus Sp), fish of tude (Selaroides Sp), fish of deho (Sardinella Sp) and fish of Skipjack Tuna (Katsuwonus pelamis). Deskripsi situation of fisherman social of soma pajeko cover age, education, religion, job experience, health, family size measure, situation of house, entertainment amusement and facility had, organization, social stratification and social interaction. Keywords: purse seine, fisherman, social stratification, social interaction   Abstrak Indonesia memiliki sumberdaya yang menonjol yaitu sumberdaya manusia, dimana lebih kurang 220 juta jiwa penduduk, ada lebih kurang 60% diantaranya hidup dan bermukim di wilayah pesisir. Dengan demikian sebagian besar diantaranya menggantungkan kehidupannya kepada keberadaan sumberdaya alam pesisir dan laut, sehingga tidak mengherankan apabila kegiatan dan aktivitas sehari-hari selalu berkaitan dengan keberadaan sumberdaya di sekitarnya. Secara umum permasalahan yang diangkat adalah bagaimana keadaan sosial nelayan soma pajeko di Kelurahan Beo, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud? Adapun tujuan penelitian adalah pertama, untuk mengetahui dan mempelajari keadaan umum di daerah penelitian dan kedua, untuk mengetahui keadaan sosial nelayan soma pajeko di Kelurahan Beo, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud yang meliputi ukuran umur, pendidikan, agama, pengalaman kerja, kesehatan, ukuran keluarga. Sifat penelitian ini adalah deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus. Pengumpulan data meliputi data primer dan pengumpulan data sekunder. Soma pajeko merupakan jaring lingkar yang tergolong dalam klasifikasi mini purse seine yang ditujukan untuk menangkap ikan-ikan pelagis yang hidup secara bergerombol. Hasil tangkapan dengan menggunakan soma pajeko terdiri dari ikan malalugis (Decapterus sp), ikan tude (Selaroides sp), ikan deho (Sardinella sp) dan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Deskripsi keadaan sosial nelayan soma pajeko meliputi umur, pendidikan, agama, pengalaman kerja, kesehatan, ukuran keluarga, keadaan rumah, fasilitas dan hiburan yang dimiliki, organisasi, stratifikasi sosial dan interaksi sosial. Kata Kunci : soma pajeko, nelayan, stratifikasi sosial, interaksi sosial
SEJARAH, KENDALA DAN HAMBATAN INVESTASI SEKTOR RIIL TERHADAP PERKEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR (Studi Kasus Pabrik Pengolahan Ikan) Mantjoro, Eddy
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 2 (2013): (Oktober 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.2.2013.13323

Abstract

Abstract Goals to be achieved through this research are as follows: (1) the scientific explanation about the initial conditions of fishing effort in the area of ​​research in this area is South Minahasa; (2) To obtain information on the historical development of the fish processing industry in North Sulawesi and Minahasa south in particular; (3) To be informed of the obstacles and challenges faced by the fisheries sector investors, especially fish processing timber. This research focuses on one unit of the fish processing industry wooden fish processing plant, and then in the case study method is relevant. The case study method is expected that researchers can examine more detailed and focused on problems experienced by fish processing company. As a consequence the results can not be generalized as like which would otherwise require science. Unless some case studies on the same topic on other companies and the result is the same, the efforts generalizations can be made. However the results of the case study can paint a picture on the history, constraints and barriers to investment that occur in similar industries and other industries. The initial condition of fisheries business investment in South Minahasa in 1995 was still dominated by small-scale businesses, which is limited to household livelihoods of fishermen. How governance is still very traditional in terms of business objectives just to meet daily food needs. Wooden fish processing technology already existed and developed since the year 700 BC in Japan. In Indonesia, especially in North Sulawesi started introduced in 1927 by a Japanese man named Hara Ko. The new investment started in 1971 until now. Investment in fish processing faces many obstacles and challenges, namely (1) the limited market share, (2) Legal certainty is not guaranteed, (3) Investors from outside the region and abroad to invest by holding on minimal information about the culture and traditions of local communities (4 ) morale of local residents very traditional if not arguably worse. (5) The investment policy is supported by the local government level only at the Regent while Assiten level, down to the village more displays of terror and intimidation to investors. Keywords: fish factory, investment, history, constraints, obstacles Abstrak Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah sebagai berikut: (1) Penjelasan ilmiah tentang kondisi awal usaha perikanan di wilayah penelitian dalam hal ini Daerah Minahasa Selatan. (2) Memperoleh informasi tentang sejarah perkembangan industri pengolahan ikan di Sulawesi Utara dan Minahasa selatan khususnya. (3) Mendapatkan informasi mengenai kendala dan tantangan yang dihadapi oleh investor bidang perikanan khususnya pengolahan ikan kayu. Penelitian ini berfokus pada satu unit industri pengolahan ikan yakni pabrik pengolahan ikan kayu, maka metode studi kasus di pandang relevan. Metode studi kasus diharapkan peneliti dapat mengkaji lebih rinci dan fokus pada masalah yang dialami oleh perusahan pengolahan ikan. Sebagai konsekwensinya hasil penelitian tidak dapat digeneralisir sebagai layaknya yang di syaratkan oleh ilmu pengetahuan. Kecuali beberapa studi kasus dengan topik yang sama pada perusahan lain dan hasilnya sama maka upaya generalisasi dapat dilakukan. Walau demikian hasil studi kasus dapat melukiskan gambaran mengenai sejarah, kendala dan hambatan investasi yang terjadi pada industri sejenis dan industri lainnya. Kondisi awal usaha perikanan di wilayah Minahasa selatan pada tahun 1995 ketika investasi pabrik pengolahan ikan kayu di mulai masih didominasi oleh usaha skala kecil, yaitu sebatas mata pencaharian rumah tangga nelayan. Cara kelola pun masih sangat tradisional dalam pengertian tujuan usaha hanya untuk memenuhi kebutuhan makanan harian. Teknologi pengolahan ikan kayu sudah ada dan berkembang sejak tahun 700 sebelum masehi di Jepang. Di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara mulai di perkenalkan pada tahun 1927 oleh orang Jepang bernama Hara Ko. Investasi baru dimulai pada tahun 1971 hingga sekarang. Investasi bidang pengolahan ikan menghadapi banyak kendala dan tantangan, yaitu (1) keterbatasan pangsa pasar, (2) Kepastian hukum tidak terjamin, (3) Investor dari luar daerah dan luar negeri berinvestasi dengan berpegang pada informasi minim mengenai budaya dan tradisi masyarakat lokal (4) moral kerja penduduk lokal amat tradisional jika tidak boleh dikatakan buruk.(5) Kebijakan investasi ditunjang oleh pemerintah daerah hanya pada level Bupati sedangkan level assiten, ke bawah sampai kelurahan lebih banyak menampilkan teror dan intimidasi kepada investor. Kata Kunci : pabrik ikan, investasi, sejarah, kendala, hambatan

Page 1 of 22 | Total Record : 215