Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Profile Quantitative Hepatitis B Surface Antigen (qHBsAg) of Chronic Nai?ve Hepatitis B Patients in Dr. Soetomo Hospital, Surabaya, Indonesia Yessy Puspitasari; Puspa Wardhani; Munawaroh Fitriyah; Erik Hasudungan; Atika; Ummi Maimunah; Aryati
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 2 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i2.14941

Abstract

This study aimed to evaluate the profile of qHBs Ag profile, and also to investigate the correlation betweenqHBs Ag and HBV DNA. Seventy samples of chronic-nai?ve hepatitis B patients in Dr. Soetomo Hospitalwere analyzed in a cross-sectional study. Patients were categorized according to the HBe Ag positive (n=30)and HBe Ag negative (n=18), also based on qHBs Ag 1000 IU/mL and qHBs Ag >1000 IU/mL. qHBs Agwas correlated with HBV DNA. qHBs Ag by CLEIA method from Sysmex, KOBE HISCL, HBV DNAwas measured by real-time Polymerase Chain method from Gene Xpert, Cepheid. 70 patients nai?ve CHBtreatment showed a median of ALT level 60.21±70.76 U/L. 30 patients showed a positive-HBeAg, 18 patientsshowed negative-HBeAg, 22 patients were not evaluated (N/A). Positive-HBeAg patients had 70% qHBsAg>2500 mg/dL and median HBV DNA 7.49×107IU/mL. Negative-HBeAg patients had 55.6% HBsAg ?1000mg/dL and median HBV DNA 9.66×102 IU/mL. qHBsAg correlated with HBV DNA (p <0.001). This datademonstrated that quantitative HBsAg was associated with a phase of HBV-infection, quantitative HBsAgshowed a moderate correlation with DNA HBV, quantitative HBsAg levels might be a predictor of initiationtherapy for CHB patients.
PENGARUH INFLASI, NON PERFORMING FINANCING (NPF) DAN DANA PIHAK KETIGA (DPK)TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Periode 2006-2016) Atika
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Publik Vol 10 No 2 (2019): JURNAL Akuntansi Bisnis dan Publik
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.384 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Inflasi, Non Performing Financing (NPF) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Pembiayaan Murabahah pada bank syariah di Indonesia. Data yang digunakan adalah data Time Series periode 2006 – 2016, yang bersumber dari Statistik Perbankan Indonesia. Untuk menganalisis, penulis menggunakan metode Regresi LinierBerganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Inflasi, Non Performing Financing (NPF) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Pembiayaan Murabahah. Dalam penelitian ini diketahui bahwa Inflasi berpengaruh signifikan positif, Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif dan Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh signifikan positif terhadap Pembiayaan Murabahah.
ANALISIS PENERAPAN PSAK NO. 50 & 55 ATAS CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI (CKPN) PADA PT. BANK SUMUT Atika
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Publik Vol 8 No 1 (2017): JURNAL Akuntansi Bisnis dan Publik
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.767 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan PSAK 50/55 tentang instrumen keuangan dan presentasi pengungkapan / pengakuan dan pengukuran yang berfokus pada perhitungan CKPN yangdilakukan oleh PT. Bank Sumut. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif terhadap multi purpose credit PT. Bank Sumut dengan staf wawancara, dan laporan data. Dan literatur penelitian tersedia dari perusahaan dan data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Sumut telah menerapkan PSAK 50/55 standar yang tepat yang berfokus pada perhitungan CKPN, akuntansi perawatan yang dilakukan perusahaan bagus bahwa laporan keuangan yang dihasilkan dapat diandalkan untuk pelanggan dan pemangku kepentingan.
Comparative Analysis of Islamic Monetary Economic System With the Conventional Monetary Economic System Reviewed From the Stability of the Indonesian Economy Atika
International Conference of ASEAN Prespective and Policy (ICAP) Vol 1 No 1 (2018): INTERNATIONAL CONFERENCE OF ASEAN PERSPECTIVE AND POLICY (ICAP)
Publisher : International Conference of ASEAN Prespective and Policy (ICAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.009 KB)

Abstract

The purpose of this research is to examine empirically how the influence of monetary economic system of Islam in the economic stability in Indonesia and compare it with the conventional economic system. This research is expected to explain that the sharia banking is said still new if compared with conventional banks that have the influence to economic stability in affairs and more effective in improving the welfare of the Indonesian people and to be able to survive in the face of inflation using the system of result sharing. The material used in this research is the request of Islam money variable is all (Depositor funds Third Party) sharia banks in Indonesia. The variables for the results sharing of the form of return (acquisition business activities) from investment contracts from time to time, is uncertain and does not remain in the sharia banks. How big or small of the gains depends on the business results that really obtained by sharia banks. Conventional Money Demand variable is all demand deposit on conventional banks in Indonesia, Conventional Bank Rate variable (BI rate), Variables Gross domestic product (GDP) is the market value of all final goods and services produced in a country in a specific period of time and inflation variables in Indonesia. Observasi data used is variables data in the time frame of the 11 years namely from 2005 to 2015. The data is obtained from the BPS and Bank Indonesia. To perform data processing, author uses software SPSS. Research results on the first model simultaneously prove that the demand for Sharia money and for the results sharing of the effect of the GDP, partially both also affect the GDP. In the second model simultaneously proves that the demand for Sharia money and for the results sharing of the effect of inflation, partially variable only for the results sharing that affect inflation. In the third model simultaneously proves that the demand for conventional money and the BI rate affect the GDP, partially only demand of conventional money (Giral) that affect GDP. On the fourth model simultaneously proves that the demand for conventional money (Giral) and BI rate influence on inflation, partially both also affect inflation.
ANALISA KOMPARASI SISTEM EKONOMI MONETER ISLAM DENGAN SISTEM EKONOMI MONETER KONVENSIONAL DITINJAU DARI STABILITAS PEREKONOMIAN INDONESIA Atika
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Publik Vol 8 No 2 (2018): JURNAL Akuntansi Bisnis dan Publik
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.822 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara empiris bagaimana pengaruh sistem ekonomi moneter Islam dalam stabilitas ekonomi di Indonesia dan membandingkannya dengan sistem ekonomi konvensional. Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan bahwa perbankan syariah yang dikatakan masih baru jika dibandingkan dengan perbankan konvensional mempunyai pengaruh terhadap stabilitas perekonomian di Indonesia dan lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta mampu bertahan dalam menghadapi Inflasi dengan menggunakan sistem bagi hasilnya.Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah variabel Permintaan uang Islam yaitu seluruh DPK (Dana Pihak Ketiga) Bank Syariah di Indonesia. Variabel bagi hasil yaitu bentuk return (perolehan aktivitas usaha) dari kontrak investasi dari waktu ke waktu, tidak pasti dan tidak tetap pada bank Syariah. Besar kecilnya perolehan itu tergantung pada hasil usaha yang benar-benar diperoleh bank Syariah. Variabel Permintaan Uang Konvensional yaitu seluruh uang giral pada perbankan Konvensional di Indonesia, variabel suku bunga Bank Konvensional (BI rate), Variabel PDB (Produk Domestik Bruto) yaitu nilai pasar dari semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu negara dalam kurun waktu tertentu dan Variabel Inflasi di Indonesia. Obserasi data yang digunakan yaitu data variabel-variabel tersebut dalam kurun waktu 11 tahun terakhir yaitu tahun 2005 s/d 2015. Data diperoleh dari BPS Indonesia dan Bank Indonesia. Untuk melakukan pengolahan data, penulis menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini pada model pertama secara simultan membuktikan bahwa Permintaan uang Syariah dan bagi hasil berpengaruh terhadap PDB, secara parsial keduanya juga berpengaruh terhadap PDB. Pada model kedua secara simultan membuktikan bahwa Permintaan uang syariah dan bagi hasil berpengaruh terhadap Inflasi, secara parsial hanya variabel bagi hasil yang berpengaruh terhadap Inflasi. Pada model ketiga secara simultan membuktikan bahwa Permintaan uang Konvensional dan BI rate berpengaruh terhadap PDB, secara parsial hanya permintaan uang konvesional (Giral) yang berpengaruh terhadap PDB. Pada model keempat secara simultan membuktikan bahwa Permintaan uang konvensional (Giral) dan BI rate berpengaruh terhadap Inflasi,secara parsial keduanya juga berpengaruh terhadap Inflasi.
ANALISIS PENGARUH SIMPANAN MUDHARABAH DAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH TERHADAP PROFITABILITAS BANK MUAMALAT DI INDONESIA Atika
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Publik Vol 9 No 1 (2018): JURNAL Akuntansi Bisnis dan Publik
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.4 KB)

Abstract

Pembiayaan mudharabah sebagai modal kerja, dalam hal ini mudharib melaksanakan kegiatan usaha yang menghasilkan perolehan yang dibagikan berdasarkan nisbah yang disepakati. Bertambahnya tabungan mudharabah maka dana yang tersimpan juga bertambah dan laba yang didapat juga bertambah selain itu bank juga bisa menambah laba jika dana yang tersimpan disalurkan kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh simpanan mudharabah terhadap profitabilitas (ROA) Bank Muamalat yang terdaftar di Indonesia, untuk mengetahui pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap profitabilitas (ROA) Bank Muamalat yang terdaftar di Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh simpanan mudharabah dan pembiayaan mudharabah terhadap profitabilitas (ROA) Bank Muamalat yang terdaftar di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah data kausal dengan tehnik analisis dengan menggunakan model linier berganda. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Pengerjaan model regresi linier ini dilakukan dengan bantuan aplikasi program SPSS 17. Data yang dianalisis adalah ROA, simpanan mudharabah dan pembiayaan mudharabah pada tahun 2007-2016. Hasil dari penelitian ini yaitu secara parsial simpanan mudharabah berpengaruh signifikan terhadap ROA, secara persial pembiayaan mudharabah berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dan secara simultan simpanan mudharabah dan pembiayaan mudharabah berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Peningkatan Self Awarness Siswa dalam Memilih Karir yang Tepat Di Era Industri 4.0 di MA Asyafi’iyah 01 Jakarta Mari Esterilita; Atika; Rianda Abdi; Sandro Prayuda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 1 No. 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v1i01.133

Abstract

Revolusi Industri 4.0 banyak merubah aspek dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah adalah profesi dan pekerjaan. digitalisasi dan penggunaan big data banyak menggeser profesi yang dilakukan oleh manusia kepada mesin atau robot. Menghadapi perubahan revolusi industri 4.0 remaja perlu memiliki ketrampilan yang mumpuni untuk mempersiapkan karir di masa yang akan datang. Usia remaja adalah masa dalam menentukan karir setelah lulus di bangku SMA/MA/ sederajat. Self-awarness penting dimiliki oleh siswa-siswi MA As-Syafi’iyah 01 dalam menentukan karir setelah tamat dari bangku sekolah. Peran sekolah dan orangtua sangat penting dalam mendukung tumbuhnya Self Awarness dalam diri siswa. Self-awareness juga penting ditumbuhkan dengan cara mengedukasi kepada siswa-siswi tentang memilih karir yang tepat di Era 4.0. Berdasarkan data hasil angket yang dikelola peneliti bahwa tingkat self-awareness siswa dalam memilih karir yang tepat di Era 4.0 masih cukup rendah berdasarkan hasil pre test mengenai pengetahuan siswa-siswi terkait karir di Era Industri. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah melakukan Peningkatan self-awareness kepada siswa-siswi MA AS’Syafiiyah 01. Metode yang digunakan adalah melalui kegiatan penyuluhan dan penyebaran angket Pre-Test dan Post-Test dan pembukaan Stand Karir kepada Siswa-Siswi. Adapun hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah terdapat peningkatan self-awareness siswa terhadap Karir di Era Industri 4.0. Implikasi dari kegiatan PKM ini adalah siswa siswi MA As-Syafi’iyah 01 memiliki perspektif terhadap pilihan karir di Era 4.0 dengan cara menerima berbagai informasi yang dijadikan dasar dalam memutuskan karir ke depan.
Association between Albuminuria and Serum Phosphate Levels in Non-Dialysis Stage 3-5 Chronic Kidney Disease Patients Ernesto Everald Baibelino Harfonso; Nunuk Mardiana; Atika
Current Internal Medicine Research and Practice Surabaya Journal Vol. 4 No. 2 (2023): CURRENT INTERNAL MEDICINE RESEARCH AND PRACTICE SURABAYA JOURNAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/cimrj.v4i2.49184

Abstract

Introduction: Chronic kidney disease (CKD) remains a global burden and catastrophic disease as about 697.5 million people suffering from it in 2017. About 42% of CKD mortality in Indonesia is related to cardiovascular complications. Hyperphosphatemia, a manifestation of chronic kidney disease-mineral bone disorder, could increase the risk of cardiovascular mortality. Albuminuria has been proven to inhibit the compensatory mechanisms for hyperphosphatemia, thereby aggravating this condition. This study was conducted to analyze the association between albuminuria and serum phosphate levels among CKD patients in Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia.Methods: This cross-sectional study used medical records of 129 non-dialysis stage 3-5 CKD patients at the outpatient clinic of Dr. Soetomo General Academic Hospital from March-November 2021. Descriptive analysis was performed on albuminuria, serum phosphate, age, sex, body mass index, comorbid, blood chemistry tests, and CKD stages data. Correlational analysis was conducted using the Spearman Rank test on albuminuria and serum phosphate levels.Results: The majority of the subjects in this study were male (55.81%); mean age was 55.21±11.99 years; mean BMI was 22.39±2.27 kg/m2; hypertension was found in 65.89% of the patients; mean eGFR was 25.01±16.1 ml/min/1.73 m2 and dominated by CKD stage 3-5. The distribution of albuminuria grade was dominated by heavy albuminuria (>300 mg/g) and the mean serum phosphate level was 4.81±1.9 mg/dl. Spearman Rank analysis found a significant positive correlation with weak association strength (p<0.001; rs=0.277) between albuminuria and serum phosphate levels.Conclusion: There was a significant positive correlation with weak association strength between albuminuria and serum phosphate levels.