Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Cara Pembuatan Komposter Rumahan Sederhana Rida Respati; Hendra Cahyadi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.659 KB) | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v3i2.389

Abstract

The increase in population in Palangka Raya each year results in an increase in the waste produced. The increase in the amount of garbage was apparently not followed by an increase in temporary waste disposal facilities (TPS). Based on the results of previous research it was found that for the Pahandut Subdistrict of Palangka Raya City the waste generation produced was not comparable to the capacity of the TPS capacity. It was stated that the capacity of the TPS was only 45% of the waste generation that occurred per day. As a result, a lot of garbage is scattered outside the TPS and some are dumped into rivers and drainage channels. Based on the foregoing, a proposal arises to reduce the problem of waste generation. One such proposal is to reduce the initial source of waste from individual households. However, to reduce household waste, of course, it needs an effort to provide knowledge to the public about the waste sorting efforts that occur. Community participation in addressing the problem of municipal waste is very dominant, and this level of participation should be the main barometer in future waste management. To increase the role of the community in dealing with waste issues we propose an idea as a solution. The idea is to utilize household waste into compost. For this reason, it is necessary to provide a socialization on how to make compost from household waste. Therefore we made socialization with the topic of How to Make Simple Home Composter.
Peran Kearifan Lokal Bahuma Batahutn terhadap Kondisi Lingkungan Masyarakat Suku Dayak Rida Respati; Muhammad Azhari; Sari Marlina
Anterior Jurnal Vol 17 No 1 (2017): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.026 KB) | DOI: 10.33084/anterior.v17i1.25

Abstract

The environment that continues to experience quality degradation caused by human activities in fulfilling the necessities of life such as the fulfillment of food and board clothing requires that human beings have to sacrifice what is around it for that matter. The role of government and society is very important in maintaining environmental sustainability. For example by optimizing the role of local wisdom owned by the public like Bahuma Batahutn. Bahuma Batahutn is one way of environmental management wisely, owned by the Dayak people. This type of research is a type of qualitative research using ethnographic methods and research data obtained by using data collection techniques in the form of literature review, observation, and interviews related to local wisdom.
Pembuatan Meja Bak Cuci Tangan Menggunakan Mutu Beton Sederhana dengan Memanfaatkan Limbah Olahan Rotan dan Sosialisasi Cuci Tangan 6 Langkah di Panti Asuhan Budi Mulya Kota Palangka Raya Rida Respati; Nirwana Puspasari; Hendra Putra Jaya; Ridho Saleh Silaban; Ari Widya Permana
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i2.1872

Abstract

The development of coronavirus or Covid-19 in Central Kalimantan is currently increasingly worrying. All areas in this province are now in red zone status. This transmission is very fast spreading, so we are doing outreach to the community at Budi Mulya Orphanage, Palangka Raya City, implementing 6 recommended handwashing steps to kill the Covid 19 virus that sticks to our fingers. Washing hands with soap is one of the sanitation measures to prevent disease. Even WHO also recommends 6 steps in washing the palms of hands, the palms of backs of hands, between the fingers, the backs of hands, the thumbs, and the tips of fingers. The last method of washing hands is to clean soap with running water and dry it. To support the 6-step handwashing program, we are working with the orphanage's leadership to make a table for a water storage basin used for washing hands. The table is made permanent, made of reinforced concrete, whose composition of the reinforced concrete mixture is mixed with processed rattan waste that is no longer used as a substitute for concrete fiber. The rattan waste mixture used was 0.25% of the total volume of concrete.
Kajian Pererapan Keselamatan dan Lingkungan Kerja pada Proyek Konstruksi Gedung di Palangka Raya Rida Respati
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2016): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.995 KB) | DOI: 10.33084/mits.v4i2.366

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting dalam industri jasa konstruksi, namun demikian masalah K3 sering kali luput dari perhatian pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan konstruksi. Tidak jarang masalah K3 oleh sebagian kalangan cenderung diabaikan dan hanya sedikit saja pihak yang ingin memperhatikan masalah ini secara sungguh-sungguh. Kita mengetahui undang-undang tentang keselamatan dan kesehatan kerja itu ada, tetapi dalam pelaksanaannya di lapangan penggunaan alat pengaman sering kali jarang digunakan hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan. Untuk mengurangi kecelakaan kerja, di samping menggunakan alat-alat pengaman yang sesuai aturannya, kesadaran manusia itu sendiri. Perbaikan lingkungan juga salah satu upaya pencegahan terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Di daerah khususnya Palangka Raya belum membudaya upaya perbaikan lingkungan kerja, Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit, penurunan derajat kesehatan atau ketidaknyamanan baik pada pekerja maupun pada warga masyarakat di sekitar tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji penerapan keselamatan dan lingkungan kerja pada proyek konstruksi gedung di Palangka Raya, di mana untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor K3 yang terdiri dari peralatan kerja, alat kerja dan lingkungan kerja secara simultan dan parsial terhadap kinerja proyek di Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan membagikan kuisioner kepada para pemilik pekerjaan, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas, dari hasil kuisioner tersebut dianalisa dengan analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut faktor peralatan kerja, alat kerja dan lingkungan kerja apabila dilaksanakan secara simultan (bersama-sama) maupun secara parsial (sendiri-sendiri) adalah signifikan signifikan terhadap kinerja proyek di Kota Palangka Raya.
Analisis Daya Dukung Tanah Pondasi Dalam Berdasarkan Data Lapangan Di Desa Baringin Kota Palangka Raya Amanda Rachmad Pratama; Rida Respati; Norseta Ajie Saputra
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2020): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v9i1.1918

Abstract

Soil bearing capacity is the ability of the soil to support the foundation load acting on it. To produce an accurate bearing capacity, it is necessary to know the properties and characteristics of the soil. For this reason, a comparison of the carrying capacity of the soil is carried out based on the calculation of CPT / Sondir and SPT to be able to plan a safe and economical pile foundation. The purpose of this study was to determine the amount of soil bearing capacity of the deep foundation in the environment around the Ataqwa Mosque, Baringin Village, Palangkaraya City based on field tests, and based on laboratory tests, and to determine the value of the comparison between the Mayerhof Method and the Schmertmann-Nottingham Method. Based on the Sondir value, it is continued with the calculation of the carrying capacity of the soil, then the calculation results are analyzed and concluded. From the calculation of the value of the carrying capacity of the foundation pile implementation of point 1 (one), the highest value of 400 mm diameter piles in the Meyerhoff method is 75,319 kg, while the lowest bearing capacity value is also at 400 mm piles of 10,676 kg. For point 2 (two), the highest value is obtained at 400 mm diameter piles in the Shmertmann-Nottingham method of 65,853 kg, while the lowest bearing capacity value is also at 400 mm piles of 10,676 kg
PENERAPAN VALUE ENGINEERING (VE) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA hendra cahyadi; Rida Respati; Galibur Rahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.058 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i2.1774

Abstract

Menganalisa kembali sebuah perencanaan pembangunan gedung menjadi salah satu pilihan untuk menghemat biaya, namun masih sesuai ketentuan dan standar yang berlaku. Banyak alternatif yang digunakan untuk menghemat biaya-biaya dengan mengurangi atau menghilangkan biaya yang tidak diperlukan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah value engineering (rekayasa nilai).  Value  Engineering  (VE)  dapat  didefinisikan  sebagai  sebuah teknik  dalam  manajemen  pendekatan  yang  sistematis  untuk  mencari keseimbangan fungsi terbaik antara biaya, kendala kinerja sebuah proyek serta mengurangi atau menghilangkan biaya yang tidak penting.Pada penelitian ini analisa VE dilakukan berdasarkan item yang dianalisis menggunakan distribusi Paretto, kemudian selanjutnya dilakukan analisa dengan beberapa tahap/ fase yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap rekomendasi. Untuk Rancangan Anggaran Biaya dikelompokan lebih ringkas menjadi beberapa kelompok selanjutnya dilakukan distribus Paretto sehingga diperoleh item yang akan dilakukan Value Engineering yaitu Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Dinding, Lantai dan Plafond serta Pekerjaan Saluran dan Ruas Jalan.Rancangan usulan yang diterapkan pada studi ini adalah penggantian item pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba menjadi Bored Pile ditambah dengan pekerjaan yang menyertainya sehingga diperoleh selisih biaya untuk pekerjaan struktur sebesar                 Rp. 435.419.421. Rancangan usulan pekerjaan dinding hanya mengganti  partisi  dinding  dari  Gypsum board 5 mm (kayu  kelas  II)  menjadi Triplek 6  mm sehingga   diperoleh selisih biaya sebesar Rp. 17.034.473. Rancangan  pada  pekerjaan  ruas  jalan  hanya  me-review  untuk  pemanacangan galam per- m2dengan selisih biaya Rp. 1.050.000.000. Berdasarkan perhitungankeseluruhan total biaya hasil yang diperoleh pada studi penerapan valueengineering  ini  relatif  kecil  yaitu  hanya berkisar 7,4% dari  total  kesuluruhanbiaya.Kata kunci: rancangan anggaran biaya, rekayasa nilai, gedungRe-analyzinga building development plan to be anoption to save costs, but still in  accordance with applicable terms  and standards. Many alternatives are used to save costs by  reducing or eliminating unnecessary  costs. One of the alternatives                             that can be used is value engineering (VE). Value Engineering (VE) can be defined as atechnique in the management of a systematic approach to finding the best balance of functions between cost, performance constraints of  a  project  and reducing  or eliminating unnecessary costs.In this research VE analysis is done based on the items analyzed using Paretto distribution, then next done by analysis with some phase/phase that is stage information, creative  phase, analysis phase  and recommendation phase. For the Budget Plan, it will bedivided into several groups, then distributed by Paretto so that the items will be done Value Engineering is Structural Work,Wall Work, Floor and Ceilingas wellas Channel and Road Works.The proposed draft applied in this study is there placement of the foundation of the Sarang Laba-Laba Construction to Bored Pile plus the accompanying work so that the cost difference for the structural work is Rp. 435,419,421. The proposed wall work only replaces the wall partition of Gypsumboard 5 mm (class II wood) into Triplek 6 mm so that the cost difference of Rp.17.034.473. The design on the road works is only reviewed for perforation of the 2nd marine with a cost difference of Rp.1.050.000.000. Based on th ecalculation entire of the cost of the results obtained in the study of the application of value engineering is relatively small that is only about 7.4% entire of cost.Keywords: budget draft, value engineering and building
Pemanfaatan Limbah Olahan Rotan sebagai Serat Beton Rida Respati; Achmad Imam Santoso
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i2.9489

Abstract

Kalimantan Tengah sebagai komoditas penghasil kerajinan rotan.Pemanfaatan limbah hasil kerajinan inilah yang digunakan sebagai serat pada beton. Adapun persentase yang digunakan adalah 0,1%, 0,3% dan 0,5% berdasarkan kebutuhan semen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang serat rotan jika digunakan pada campuran beton, mengetahui nilai kuat tekan yang dihasilkan akibat penambahan serat limbah rotan dan seberapa besar perbandingan yang terjadi akibat penambahan serat limbah rotan.Tahapan penelitian meliputi persiapan bahan, pemeriksaan bahan, pembuatan benda uji, perendaman benda uji, uji kuat tekan serta analisa dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mendapatkan kuat tekan rata-rata pada beton dengan tipe campuran tanpa serat sebesar 391,378 kg/cm², sedangkan pada tipe campuran 0,1% sebesar 371,734 kg/cm², tipe campuran 0,3% sebesar 308,267 kg/cm² dan tipe campuran 0,5% sebesar 297,689 kg/cm². Masing-masing pada tipe campuran terjadi penurunan sebesar 5,02 %, 21,24 % dan 23,94 %. Semakin banyak serat yang ditambah semakin menurun kuat tekan yang didapat, namun semakin banyak serat yang digunakan semakin besar kekuatan beton dalam menahan retakan.
Stabilisasi Tanah Lempung Desa Tumbang Rungan dengan Roadbooster untuk Perkerasan Jalan Evi Meilisa Adhanty; Rida Respati; Norseta Ajie Saputra
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2017): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.521 KB) | DOI: 10.33084/mits.v5i2.265

Abstract

Land is the foundation for construction. Foundation is the lowest part of a construction, serves to channel the load directly from the construction structure to the soil layer at underneath it. Soils that have bad properties are very unfavorable if used for something construction, especially for highway pavement. The way to increase the carrying capacity of clay soil is to do soil stabilization efforts, that is, using roadbooster as a stabilizing chemical and is expected to improve the nature of the clay and meets the requirements for road pavement materials. In this study will stabilization of the clay soil of Tumbang Rungan Village Palangka Raya with the main parameters which is used as a research reference, namely California Bearing Ratio (CBR) immersion and Unconfined Compressive Strength (UCS). Based on the results of testing the clay soil of Tumbang Rungan Village, Palangka Raya, the data were obtained: Original ground immersion CBR 7.89%, CBR immersion 0% roadbooster 76%, CBR 4% immersion roadbooster 40.85%, CBR immersion 8% roadbooster 27.08%, UCS original soil 0.56 kg / cm2, UCS 0% roadbooster 7.30 kg / cm2, UCS 4% roadbooster 7.40 kg / cm2, and UCS 8% roadbooster 8.30 kg / cm2. From the CBR data, you can see the value The highest CBR is when mixing 0% roadbooster or without additional roadbooster, while the highest UCS value lies in mixing 8% roadbooster.
Analisa Ekonomi Proyek Pada Pembangunan Palangka Raya Mall Rida Respati
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.714 KB) | DOI: 10.33084/mits.v5i1.333

Abstract

Bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat dan sering kali mempengaruhi suasana hidup bagi setiap individu. Sebagian besar dari kehidupan manusia berada di sekitar atau di dalam bangunan, seperti perumahan, kantor-kantor, tempat-tempat pendidikan, pabrik-pabrik, rumah sakit, jembatan dan sebagainya. Pengaruh yang sedemikian luas itu mengakibatkan sektor bangunan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa besarnya investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan Gedung Palangka Raya Mall, apakah akan memberikan keuntungan bagi investor dan pemerintah daerah. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara (interview) yang kompeten dan pengamatan (observation), juga dari buku-buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Hasil Dari hasil perhitungan yang ada, biaya pembangunan dalam waktu hampir 7 tahun tahun akan BEP (break even point), dan ini sangat menguntungkan bagi investor sehingga dengan sisa umur bangunan adalah keuntungan bagi investor dan karena tanah yang digunakan adalah tanah milik pemerintah daerah provinsi, maka setelah habis masa pinjam 40 tahun akan dikembalikan kepada pemerintah provinsi beserta bangunannya, hal ini pun menjadi keuntungan bagi pemerintah daerah. Untuk itu disarankan, bangunan yang ada sudah cukup memadai, sebaiknya perlu didukung dengan fasilitas dan pelayanan yang baik. Sebaiknya parkir diatur sedemikian rupa sehingga pengunjung merasa nyaman dan tidak was-was saat meninggalkan kendaraan di tempat parkir.
Pengaruh Matos Terhadap Stabilisasi Tanah Lempung Desa Mintin Dengan Semen Untuk Perkerasan Jalan Raya Rasmia Noor Janah; Rida Respati; Norseta Ajie Saputra
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2017): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.136 KB) | DOI: 10.33084/mits.v6i1.1455

Abstract

Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi bangunan maupun jalan raya. Sifat-sifat tanah yang buruk atau kurang menguntungkan bila digunakan untuk suatu bangunan atau konstruksi antara lain, plastisitas yang tinggi, kekuatan geser yang rendah, dan potensi kembang susut yang besar. Seperti tanah lempung Desa Mintin yang memiliki nilai CBR dan UCS yang rendah karena dominan butiran halus sehingga mudah dipengaruhi oleh air. Guna mengatasi permasalahan yang ada pada tanah lempung ini, akan dicoba stabilisasi dengan menggunakan semen dan ditambah matos sebagai bahan kimia dan diharapkan mampu memperbaiki dan memenuhi syarat teknis. Pada prosedur penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu penelitian awal meliputi analisa saringan, dan indeks plastisitas, setelah diketahui bahwa tanah tersebut tanah berbutir halus maka dilakukan penelitian kedua yaitu menambahkan campuran pasir 50% terhadap berat isi kering tanah kemudian dilakukan pengujian plastisitas (PI) ≤ 10%. Setelah didapatkan nilai PI ≤ 10% maka dilakukan penelitian tahap akhir yaitu penambahan semen 10% dan campuran matos 0, 4, 8 dan12% terhadap berat isi kering tanah pasir kemudian diuji CBR dan UCS. Hasil penelitian menunjukan bahwa stabilisasi semen ditambah matos dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung, pada sifat fisik berat volume, kadar air, berat jenis, dan batas-batas Atterberg mengalami penurunan setelah dilakukan stabilisasi. Sementara, pada sifat mekanik tanah lempung menjadi semakin baik. Dari hasil campuran semen 10% dan campuran 0, 4, 8, dan 12% matos, campuran yang paling baik terdapat pada 4% penambahan matos untuk nilai CBR, sedang untuk nilai UCS campuran yang paling baik terdapat pada 8% penambahan matos.