Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ABON IKAN MELALUI PENDEKATAN MARKETING MIX PADA INDUSTRI “RAJA BAWANG” DI KOTA PALU Khatimah, Husnul; Mappatoba, Marhawati; Rauf, Rustam Abd.
AGROTEKBIS Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Raja Bawang merupakan salah satu industri yang memproduksi abon ikan, dimana abon ikan ini banyak diminati oleh konsumen karena memiliki cita rasa yang khas,  namun volume produksi abon ikan masih dalam jumlah sedikit, sehingga tidak dapat memenuhi semua permintaan konsumen,  promosi yang dilakukan belum efektif,  harga  yang ditawarkan kepada konsumen relatif mahal, dan pelayanan yang diberikan kurang memuaskan,  sehingga melihat masalah tersebut, peneliti bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang akan dikembangkan dalam rangka pengembangan usaha abon ikan melalui pendekatan  marketing mix.  Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), dengan  jumlah responden sebanyak 5 orang terdiri dari 1 pimpinan perusahaan, 3 konsumen yang berbelanja abon ikan, dan 1 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Analisis yang digunakan yaitu Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan usaha abon ikan melalui pendekatan marketing mix adalah menggunakan strategi SO (Strength – Opportunity),  yaitu mempertahankan kualitas produk, memanfaatkan hubungan kerjasama dan dukungan pemerintah, memperluas daerah distribusi dengan membuka jaringan distribusi diluar daerah, memanfaatkan reputasi merk pada pasar, dan menciptakan pengembangan produk.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN MAHASISWI KEDOKTERAN UNLAM YANG MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN SENAM AEROBIK C.G., Ekky Adrianto; Arifin, Miftahul; Khatimah, Husnul
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.175

Abstract

Aerobics is believed becoming a good sport choice especially for women to be spared from lower hemoglobin level risk. This study aims to determine the difference of hemoglobin level between medical female students of Lambung Mangkurat University who did and didn’t do aerobics. This study took 33 female students as subjects who divided to 17 people in control group and 16 people in exercise group. Exercise group did aerobics twice a week for a month. Blood sample were taken twice, before and after a month of study. The result of this study showed descriptively a little decreased average of hemoglobin level in exercise group, from 12,38±0,83 g/dL to 12,37±0,71 g/dL, but statisticly showed insignificant decreased. However, descriptively average of hemoglobin level after did aerobics in exercise group showed a little higher than control group, those are 12,37±0,71 g/dL in exercise group and 12,23±0,86 g/dL in control group, although statisticly showed insignificant difference (p>0,05). In conclusion, there was insignificant difference of hemoglobin level between medical female students who did and didn’t do aerobics for a month. Keywords: hemoglobin level, aerobics, female students
PENGARUH EKSTRAK SEREH (Cymbopogon citratus) TERHADAP PANJANG LUKA MUKOSA LABIAL MENCIT SECARA KLINIS Hairi, Melinda; Dewi, Nurdiana; Khatimah, Husnul
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Background: Lemongrass is one of the most widely used plants for traditional medicine. Lemongrass has bioactive substances such as phenolic acid, flavonoid, and tannin which act as anti-inflammatory and antioxidant agent which could affect the wound healing process. Purpose: The aim of this study was to assess the effects of 25%, 50%, and 100% lemongrass extract on mice labial mucosa clinical wound length by measuring the wound length. Methods: This study was a true experimental with post test-only with control design. 30 mice were used in this study, which were divided into 5 groups, patent drug containing Aloe vera extract as positive control group, 100% lemongrass extract group, 50% lemongrass extract group, 25% lemongrass extract group, and aquadest as negative control group. Results: One-way ANOVA and Post-hoc LSD tests showed significant difference between Aloe vera extract group, 100% lemongrass extract group, and 50% lemongrass extract group with aquadest group. There was no significant difference between Aloe vera extract group, 100% lemongrass extract group, and 50% lemongrass extract group. There was also no significant difference between 25% lemongrass extract group with aquadest group. Conclusion: Based on the conducted study, it can be concluded that 100% and 50% lemongrass extract could accelerate wound healing process on mice labial mucosa by measuring length of the wound.  Keywords: lemongrass extract, wound healing, wound length, oral mucosa, mice  ABSTRAK   Latar Belakang:Sereh adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional.  Sereh mengandung zat bioaktif seperti phenolic acid, flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antiinflamasi dan antioksidan yang berpengaruh dalam proses penyembuhan luka.Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak sereh 25%, 50%, dan 100% terhadap panjang luka mukosa labial mencit secara klinis dengan mengukur panjang luka. Metode:Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif yang menggunakan obat paten mengandung ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%,  kelompok ekstrak sereh 50%, kelompok ekstrak sereh 25%, dan kelompok kontrol negatif menggunakan akuades.Hasil:Hasil uji One-way ANOVA dan Post-hoc LSD menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%, dan kelompok ekstrak sereh 50% dibandingkan dengan kelompok akuades. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%, dan kelompok ekstrak sereh 50% serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak sereh 25% dan kelompok akuades.Kesimpulan:Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak sereh 100% dan 50% dapat mempercepat penyembuhan luka mukosa labial mencit dilihat dari panjang luka.  Kata-kata kunci:ekstrak sereh, penyembuhan luka, panjang luka, mukosa mulut, mencit
PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN DRY SOCKET PADA PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL DAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN KONTRASEPSI HORMONAL Ananda, Retno Septiana; Khatimah, Husnul; Indra Sukmana, Bayu
Dentino Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Dry socket (alveolar osteitis) is a postoperative pain around tooth’s socket that can increase from day 1 until day 3 after tooth extraction. One of the factors that can cause dry socket is hormonal contraception utilization. Hormonal contraception is contraception that use estrogen hormone. Estrogen hormone has a role on increasing the lysis of blood clots. Purpose: The purpose of this research is to describe the difference of dry socket incidents on hormonal contraception users and non-users. Methods: The method of this research was study observation of prospective longitudinal study with total sample of 76 samples. Observation conducted on women patients after permanent tooth extraction that use and did not use hormonal contraception. Results: The results hormonal contraception users as many as 38 samples that consist of 3 samples were positive 3,7 % (developed dry socket) and 35 samples were negative 46% (didn’t develop dry socket), whereas the ones that did not use contraception hormonal as many as 38 samples consist of 1 sample was positive 1,3% (developed dry socket) and 37 samples were negative 49% (did not developed dry socket).Conclusion: From alternative test of fisher obtained p value = 0,615 which means there was no difference of dry socket incidence contraception hormonal users and non-users. ABSTRAK Latar Belakang Dry socket (alveolar osteitis) adalah sakit pasca operasi pada sekitar soket gigi yang dapat meningkat tiap waktu antara hari ke 1 sampai hari ke 3 setelah pencabutan gigi. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya dry socket adalah pengguna kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang menggunakan hormon, progesteron sampai kombinasi estrogen dan progesteron. Estrogen memiliki peran dalam proses fibrinolisis dengan mengaktifkan sistem fibrinolitik dan kemudian meningkatkan lisis bekuan darah. Tujuan:. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan angka kejadian dry socket pada pengguna kontrasepsi hormonal dan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasi studi longitudinal prospektif dengan jumlah sampel yang diperoleh secara seluruhnya sebanyak 76 sampel. Pengamatan dilakukan terhadap pasien wanita dewasa pasca pencabutan gigi permanen yang menggunakan kontraspesi hormonal dan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengguna kontrasepsi hormonal berjumlah 38 sampel yang terdiri dari 3 sampel positif sebesar 3,7% (mengalami dry socket) dan 35 sampel negatif sebesar 46% (tidak mengalami dry socket), sedangkan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal berjumlah 38 sampel yang terdiri dari 1 sampel positif sebesar 1,3% (mengalami dry socket) dan 37 sampel negatif sebesar 49% (tidak mengalami dry socket).Kesimpulan: Dapat disimpulkan dari hasil uji alternatif fisher diperoleh nilai p = 0,615 artinya tidak terdapat perbedaan angka kejadian dry socket pada pengguna kontrasepsi hormonal dan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal.
PERBEDAAN KEJADIAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA WANITA DENGAN DIABETES MELITUS DAN TANPA DIABETES MELITUS Amelia, Helna; Khatimah, Husnul; Istiana, Istiana
Berkala Kedokteran Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i2.1861

Abstract

Abstract: Sexual dysfunction in woman with diabetes mellitus has received less attention from the doctors. The study about sexual dysfunction in female is relatively less than sexual dysfunction in male. The aim of this study was to analyze the difference of sexual dysfunction in diabetes and non-diabetes female at Ulin and Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospitals Banjarmasin. This study was an observational analytic study with case control approach. Diabetes and non-diabetes female that came to the subspecialist polyclinic in Ulin hospital and to the internal medicine polyclinic in Dr. H. Moch. Ansari Saleh hospital period July-September 2015 that meet to the inclusion criteria were included as sample of this study. Female sexual dysfunction was assessed using the Female Sexual Function Index (FSFI) questionnaire. From 30 diabetes females, there were 19 females (63,3%) had sexual dysfunction and from 30 non-diabetes females there were 14 females (46,7%) had sexual dysfunction. The data analysis using chi-square was resulted p=0,299 that means there was no significant difference. It was concluded that there was no significant difference of sexual dysfunction in diabetes and non-diabetes female. Keywords:sexual dysfunction, female, diabetes mellitus Abstrak: Disfungsi seksual pada wanita dengan diabetes melitus (DM) belum banyak mendapat perhatian dari dokter. Penelitian tentang disfungsi seksual pada wanita juga relatif sedikit jika dibandingkan dengan disfungsi seksual pada laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kejadian disfungsi seksual pada wanita dengan DM dan tanpa DM di RSUD Ulin dan RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control.Pasien wanita DM dan tanpa DM yang datang ke poliklinik subspesialis RSUD Ulin dan poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin periode Juli-September 2015 yang memenuhi kriteria inklusi menjadi sampel pada penelitian ini. Disfungsi seksual wanita dinilai dengan menggunakan kuesioner the Female Sexual Function Index (FSFI). Dari 30 wanita DM yang menjadi subjek penelitian, terdapat 19 orang (63,3%) yang mengalami disfungsi seksual dan dari 30 wanita tanpa DM yang menjadi subjek penelitian, terdapat 14 orang (46,7%) mengalami disfungsi seksual. Analisis data dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p=0,299 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang bermakna.  Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kejadian disfungsi seksual pada wanita DM dan tanpa DM. Kata-kata kunci: lingkar pinggang, obesitas sentral, diabetes melitus, disfungsi ereksi
KADAR TESTOSTERON INTRATESTIKULAR TIKUS Rattus novergicus STRAIN Sprague dawley AKIBAT PEMBERIAN KURKUMIN SETELAH STIMULASI hCG Khatimah, Husnul
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.168

Abstract

Curcumin is an active agent on Curcuma longa. Curcumin had so many biologic activities; one of them is anti fertility. Curcumin research in male reproductive system had been done. Curcumin reduced testis weight and serum testosterone. This study is done to know curcumin effect on testosterone intratesticular level in rats. This study was conducted to 15 male Sprague dawley rats aged 90 days. Rats divided into 5 groups treatment : group 1 rats were given aquades, group 2 rats were given a single dose of 50 IU hCG, group 3 rats were given CMC, group 4 rats were given curcumin, group 5 rats were given hCG and curcumin.  Rats were sacrified on age 91 days. Testis was taken, homogenizer and sentrifuge. Supernatant was taken in order to measured intratesticular testosterone level. The result of this study show intratesticular testosterone level from 5 group treatment, each group are n = 3, are (1) 44.36±1.30 (aquades), (2) 41.53±16.44 (hCG), (3) 37.33±9.05 (CMC), (4) 54.16±29.82 (curcumin), (5) 49.36±5.05 (hCG + curcuminStatistic analytic with ANOVA showed there is no significant difference  (p>0.05). This study had a conclusion that curcumin not decreased testosterone intratestikular level in rats. Keywords: curcumin, hCG, intratesticular testosterone
HUBUNGAN KONDISI VENTILASI RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR Sinaga, Ferdy Ricardo; Heriyani, Farida; Khatimah, Husnul
Berkala Kedokteran Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i2.1878

Abstract

Abstract : Pulmonary TB is an infectious disease which is transmitted through air contaminated by Mycobacterium tuberculosis. TB remains a main health problem in all over the world and also one of leading causes of death from infectious disease. Enviromental characteristic is the key factor to the risk of transmition. Ventilation condition is one factor that contributes to the house’s environmental characteristic. This research aims to know the correlation between ventilation condition and the incidence of pulmonary TB in working area of Kelayan Timur Community Health Center. This is an analitic observasional research with study design of case control. Subjects were selected using the simple random sampling technique. Subjects were divided into 2 groups, 30 subjects for the case group and 30 subjects for the control group. Data was analyzed using Chi Square test with 95 % confidence interval. The result shows that 29 of 30 houses (96,67 %)  from the case group have an inproper ventilation meanwhile only 9 of 30 houses (30 %) from the control group which have an inproper ventilation. The analysis shows a significant correlation between ventilation condition and the incidence of pulmonary TB with ρ = 0,000.  Keywords: ventilation condition, pulmonary TB, Kelayan Timur Community Health Center. Abstrak : TB paru merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara yang terkontaminasi Mycobacterium tuberculosis. TB masih menjadi masalah utama kesehatan di seluruh dunia dan merupakan salah satu penyebab kematian akibat penyakit infeksi. Keberlangsungan hidup kuman TB ditentukan oleh karakteristik lingkungannya. Kondisi ventilasi rumah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi karakteristik lingkungan dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi ventilasi rumah dengan kejadian TB paru di wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain studi kasus kontrol. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian terdiri dari 2 kelompok yaitu 30 sampel kelompok kasus dan 30 sampel kelompok kontrol. Data dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan 29 dari 30 kelompok kasus (96,67 %)  memiliki kondisi ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat, sedangkan hanya 9 dari 30 kelompok kontrol (30 %) yang memiliki kondisi ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat. Hasil analisa mendapatkan nilai ρ=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kondisi ventilasi rumah dengan kejadian TB paru. Kata-kata kunci: kondisi ventilasi, TB paru, Puskesmas Kelayan Timur.
PERBEDAAN KADAR LDL MAHASISWI KEDOKTERAN UNLAM YANG MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN SENAM AEROBIK Fakhrina, Dina Aulia; Arifin, Miftahul; Khatimah, Husnul
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.139

Abstract

Low-density lipoprotein (LDL) is a lipoprotein that transports cholesterol from the liver to body tissues. Aerobic gymnastic can lower LDL cholesterol is believed to reduce the risk of cardiovascular disease. This study aim was to know difference between LDL levels of Lambung Mangkurat University medical women students who did and did not do aerobic gymnastic. Method of researchused randomized pretest-posttest control design. These samples included 17 people in training group and 16 in control group. Taking blood samples was performed twice, before and after the study. Training group didgymnastic twice a week, 60 minutes for four weeks. The result of mean in LDL levels in control group was95.38 mg/dL and training group after study was 92.71 mg/dL. Mann-Whitney test between the two groups resulted in 0.787 of the significant value. The conclusion is there is no significant difference between LDL levels in the women college students who did and did not do aerobic gymnastic. Keywords: LDL levels, aerobic gymnastic, women college student
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA PUZZLE PADA KELOMPOK B TK TUNAS HARAPAN Khatimah, Husnul
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol 1, No 1 (2018): ECEIJ - JANUARI
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.453 KB) | DOI: 10.31934/eceij.v1i1.155

Abstract

Permasalahan yang mendasar pada penelitian ini adalah apakah kemampuan kognitif anak dapat ditingkatkan melalui media Puzzle kelompok B di TK Tunas Harapan Lompio Kecamatan Sirenja.Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bahwa media Puzzle dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak. Subyek penelitian adalah anak kelompok B TK yang berjumlah Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan Siklus II, dengan masing-masing tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi yang berupa lembar pengamatan, dokumentasi, hasil karya.Metode analisis data yang digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan secara kolaboratif dengan teman sejawat, peneliti di sini bertindaksebagai observer. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa media Puzzle dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini dapat dilihat pada kenaikan frekuensi dan persentase yang terjadipada kondisi awal dari 15 anak berada pada kategori belum berkembang yaitu 80 % atau 12 anak,  pada siklus I meningkat jadi 7atau (47%) berada kategori mulai berkembang dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 13 anak (87 %)., Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan kognitif anak dapat ditingkatkan melalui media Puzzle pada anak kelompok B TK. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKSES LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT ADAT DI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA TAHUN 2018 MPH, Candra; Khatimah, Husnul; Sundari, Sinta
Infokes Vol 9 No 02 (2019): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.306 KB)

Abstract

Mengakses pelayanan kesehatan dasar jauh lebih kompleks daripada sekedar mencari layanan dalam atau dekat dengan masyarakat adat. Beberapa studi menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat adat secara substansial lebih miskin dibandingkan dengan populasi umum, dengan tingkat penyakit dan mortalitas lebih tinggi daripada populasi umum. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap akses layanan kesehatan masyarakat adat Kabupaten Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional survey.Sampel penelitian ini adalah masyarakat adat di kabupaten Jayapura berjumlah 141 orang. Analisis data menggunakan software Stata 12. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jarak tempuh, status parenthood, transportasi, zona geografis dengan akses layanan kesehatan masyarakat adat dimana p value < 0,005. Sedangkan waktu tempuh, pendapatan tidak terdapat hubungan dengan akses layanan kesehatan masyarakat adat dimana p value > 0,005. Waktu tempuh yang lama dapat menghambat aksesibilitas ke fasilitas kesehatan sehingga menurunkan tingkat utilisasi puskesmas. Ketersediaan alat transportasi menjadi hambatan aksesibilitas ke fasilitas layanan kesehatan. Masyarakat adat yang berdomisili di kota lebih sering menggakses layanan kesehatan dibanding di desa. Kesimpulan: Akses layanan kesehatan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura masih belum memadai.