Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Keterampilan Pemecahan Masalah Pada Pembelajaran Matematika Kurniawan, Heru
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.553 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah pada mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Sampel penelitian ini berjumlah 120 mahasiswa. Instrumen penelian menggunakan tes yang terdiri dari 4 soal essay. Analisis dilakukan dengan meihat hasil pekerjaan mahasiswa, observasi, dan wawancara. Dari hasil analisis terhadap tes tersebut menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan  masalah pada mahasiswa masih perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan keterampilan pemecahan masalah dapat dilakukan dengan pemberian metode pembelajaran yang tepat serta membiasakan mahasiswa berhadapan dengan soal-soal yang open ended. 
ANALISIS SPEKTRUM GETARAN UNTUK MENGIDENTIFIKASISINYAL KONTAK GIGIDALAM SISTEM TRANSMISIRODA GIGI DIFFERENSIAL DENGAN MEMANFAATKAN CREATIVE SOUNDBLASTER AUDIGY LS 5.1 DAN MATLAB 6.5 Eddy, Noor; Husen, A.; Kurniawan, Heru
MESIN Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usually, a modern industry requires theproduction keep going on with the least interrupt as possible,butfrequently, the unscheduled maintenance will waste money in a large amount which is allocated in amodern industry needs an enormous investment. Machines with good condition generally produce a littlerelative of vibration but with increase in service life, the vibration of machine will increase. In somecondition, the increase in quite drastic vibration probablymay occur. Thisphenomenon is an indicator thatthe machine must have an immediate repair. This vibration spectrum analysis is tried to conductedfor thetransmission system of differential gear. By means to use the alternative tools beside DSA (Dynamic SignalAnalyzer), that is CREATIVE SOUNDBLASTER AUDIGY LS5.1 and MATLAB 6.5 whichhave Fast FourierTransform facility and so, can to know the real condition gear by time domain andfrequency domain. Thevibration spectrum analysiswhich donetofocus byidentification signal ofproblem which comebygear meshlikegear meshfrequency ofhypoidgear andside gear.
Sensitivitas dan Spesifisitas Cystatin C dan Kreatinin Serum dalam Mendiagnosis Cedera Ginjal Akut pada Pasien Sepsis yang Dirawat di Ruang Rawat Intensif RSUP H. Adam Malik Medan Arifin, Hasanul; Kurniawan, Heru
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.34 KB)

Abstract

Kreatinin serum memiliki banyak keterbatasan dalam mendiagnosis cedera ginjal akut (CGA) terutama dalam ruang lingkup unit perawatan intensif sehingga kurang sensitif untuk menggambarkan tingkat disfungsi ginjal pada pasien sakit kritis. Dari sekian banyak penanda biologis baru yang tersedia, terdapat 4 penanda biologis yang saat ini secara luas digunakan para klinisi di seluruh dunia untuk mendeteksi CGA, antara lain neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), cystatin C, KIM-1, dan interleukin-18. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sensitivitas dan spesifisitas cystatin C dan kreatinin serum dalam mendiagnosis cedera ginjal akut pada pasien sepsis yang dirawat di ruang rawat intensif. Jenis penelitian ini adalah uji diagnostik dengan jumlah sampel 24 pasien dan dikerjakan di ruang rawat intensif Rumah Sakit H. Adam Malik (RSHAM) periode Februari–Maret 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dewasa dengan sepsis, sepsis berat, dan syok sepsis di ruang rawat intensif. Uji statistik dilakukan dengan metode receiving operator characteristics (ROC) melalui perangkat lunak SPSS 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cystatin C serum lebih superior dibanding dengan kreatinin serum dalam mendeteksi CGA pada pasien sepsis di ruang rawat intensif. Cystatin C memiliki sensitivitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, dan area under curve -receiving operator characteristics (AUC-ROC) yang lebih tinggi dibanding dengan kreatinin serum. Namun, dari nilai spesifisitas dijumpai nilai yang sama pada kedua penanda biologis. Cystatin C serum memiliki nilai cut-off 1,03 mg/L, sedangkan kreatinin serum mempunyai nilai cut-off 1,0 mg/dL. Simpulan, cystatin C dapat dijadikan penanda biologis alternatif untuk deteksi CGA pada pasien sepsis di RRI (Ruang Rawat Intensif) dengan nilai diagnostik yang lebih baik.Kata kunci: Cedera ginjal akut, cystatin C serum, kreatinin serumSensitivity and Specificity of Serum Cystatin C and Creatinine for Diagnosing Acute Kidney Injury in Sepsis Patients Treated in Intensive Care Unit at H. Adam Malik Hospital MedanSerum creatinine has many limitations when being used to diagnose acute kidney injury (AKI), especially in the scope of intensive care unit due to its low sensitivity to depict the kidney dysfunctional level of critically-ill patients. Out of numerous new available biological markers, four biological markers are widely used all over the world to detect AKI, e.g. neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), cystatin C, KIM-1, and interleukin-18. The purpose of this study was to determine the sensitivity and specificity of serum cystatin C and creatinine in establishing the diagnosis of acute kidney injury in sepsis patients treated in intensive care room. This study was a diagnostic test to 24 patients and conducted in intensive care room of H. Adam Malik Hospital during the period of February–March 2014. Population in this study is all adult patients with sepsis, severe sepsis, and septic shock in the intensive care room. A statistical test was conducted using receiving operator characteristics (ROC) method using SPSS 17 software. The result of this study showed that serum cystatin C was more superior than serum creatinine in detecting acute kidney injury in sepsis patients treated in intensive care room. In this study, cystatin C had higher sensitivity, positive prediction score, negative prediction score, and area under curve -receiving operator characteristics (AUC-ROC) than serum creatinine. As of specificity, there was no significant difference between these two biological markers. Serum cystatin C had a cut-off point of 1.03 mg/dL, and serum creatinine had 1.0 mg/dL. In conclusion, cystatin C can be an alternative biological marker to detect AKI in sepsis patients treated in intensive care room with a better diagnostic value.Key words: Acute kidney injury, serum creatinine, serum cystatin C DOI: 10.15851/jap.v4n2.819
Multiple Liver Abscess Zainal, Andi; Alfina, Dona; Kurniawan, Heru
The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy VOLUME 4, ISSUE 2, August 2003
Publisher : The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.24871/42200354-58

Abstract

Liver abscess is a public health problem in few countries in Asia, Africa, and South America.1 As time goes, there were only few cases of amebic liver abscess found in developed countries, on the contrary more pyogenic liver abscess are found in those countries.2 Liver abscess could be caused by bacteria, parasite, or fungus 2. The common symptoms among the liver abscess are fever, chill, fatigue, loss of appetite, weight loss, right upper abdominal pain,2,4 in a few cases have symptoms like coughing, hiccup, pain in low right chest, or pain on the shoulder. We reported a male patient 38 years batak ethnic was admitted with major symptoms such as high fever follow by chill, right upper abdominal pain, nausea, vomiting, appetite loss, fatigue and sometimes coughing. Based on clinical, laboratory data, and abdominal USG found this patient suspected suffered from pyogenic liver abscess. Treatment of this patient consist of antibiotic (cefotaxime 2x1 IV, metronidazol 3x500mg orally and aspiration of the liver abscess). Aspiration was done 2 times with the interval 1 week, extracted 260cc totally yellow greenish watery fluid with no smell. On the follow up abdominal USG was repeated on Janurary 8, 2003 found enlarge of the liver, 3 small abscesses on the right lobe liver and so recovery process and then patient left the hospital in good condition after 3 weeks hospitalized. Keywords: Multiple liver abscess, public health problem, pyogenic liver abscess
Perbandingan Cystatin C Serum dan Kreatinin Serum untuk Deteksi Cedera Ginjal Akut pada Pasien Sepsis di Ruang Rawat Intensif Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan Kurniawan, Heru; Hanafie, Achsanuddin; Mursin, Chairul M
Majalah Anestesia dan Critical Care Vol 32 No 1 (2014): Februari
Publisher : Perdatin Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan mendadak laju filtrasi glomerulus (LFG) pada pasien sakit kritis dengan sepsis tidak diikuti secara paralel dengan perubahan kreatinin serum. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kegunaan dari cystatin C serum dan kreatinin serum sebagai penanda biologis fungsi ginjal pada pasien sepsis di ruang rawat intensif (RRI). Sebuah studi cross-sectional dilakukan pada pasien dewasa usia 18–65 tahun di RRI RSUP Haji Adam Malik. Kreatinin serum, cystatin C serum dan creatinin clearance (CrCl) 24 jam urin diobservasi pada 24 pasien sepsis. CrCl 24 jam urin yang disesuaikan dengan luas permukaan tubuh digunakan sebagai “baku emas” untuk menentukan LFG. Kreatinin serum, cystatin C serum dan CrCl 24 jam urin (nilai rata-rata ± standar deviasi [range]) adalah 1,53 ± 1,13 mg/dL (0,3–4,2 mg/dl), 1,71 ± 1,1 mg/L (0,6–4,48 mg/L), dan 66,33 ± 37,77 ml/min/1,73 m2 (4–137 mL/min/1,73 m2). 17 dari total 24 pasien mengalami CGA. Cystatin C serum memilki nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 82,4% dan 85,7%. Sedangkan kreatinin serum memiliki nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 52,9% dan 85,7%. Cystatin C secara diagnostik lebih superior dibandingkan kreatinin serum dengan area under the curve (AUC) 0,874 untuk cystatin C serum dan 0,785 untuk kreatinin serum. Cystatin C serum dengan nilai cutt-off 1,03 mg/L dan kreatinin serum dengan cutt-off 1,0 mg/dL memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang sama yaitu 82,4% dan 85,7%. Cystatin C adalah penanda biologis yang akurat dalam mendeteksi perubahan akut pada LFG, dan terbukti lebih superior dibandingkan kreatinin serum dalam mendiagnosa CGA pada pasien sakit kritis. Kata Kunci: Cedera ginjal akut, creatinin clearance 24 jam urin, cystatin C serum, kreatinin serum, sepsis Comparative of Serum Cystatin C and Serum Creatinin for Detection Acute Kidney Injury on Septic Patients in Icu Haji Adam Malik Hospital Medan Sudden changes in glomerular filtration rate (GFR) septic critically ill patients are not instantly followed by parallel changes in serum creatinine. The aim of the present study was to compare the utility of serum cystatin C and serum creatinin as a marker of renal function in these patients.A cross-sectional study was conducted in adult patients among 18-65 years in the intensive care unit Haji Adam Malik hospital. Serum creatinine, serum cystatin C and 24-hour creatinine clearance (CrCl) were observed in 24 critically ill patients with sepsis. Twenty-four-hour body surface adjusted CrCl was used as a control because it is the ‘gold standard’ for determining GFR.Serum creatinine, serum cystatin C and CrCl (mean ± standard deviation [range]) were 1.53 ± 1.13 mg/dL (0.3–4.2 mg/dl), 1.71 ± 1.1 mg/l (0.6–4.8 mg/l), and 66.33 ± 37.77 mL/min per 1.73 m2 (4–137 mL/min per 1.73 m2), respectively. Of the total 24 patients, 17 patients had AKI. Serum cystatin C has a sensitivity of 82,4% and spesificity value of 85,7%. Serum creatinin has a sensitivity and spesificity value of 52,9% and 85,7%. Cystatin C was diagnostically superior to creatinine (area under the curve [AUC] for cystatin C 0.874 and for creatinine 0,785. Serum cystatin C with cutt-off value 1,03 mg/L and serum creatinin with cutt-off value 1,0 mg/dl has the same sensitivity and spesificity of 82,4% and 85,7%, respectively. Cystatin C is an accurate marker of subtle changes in GFR, and it may be superior to creatinine when assessing this parameter in clinical practice in critically ill patients. Key words: Acute kidney injury, serum creatinin, serum cystatin C, sepsis24-hour creatinine clearance Reference 1. Bagshaw SM, George C, Bellomo R. Changes in the incidence and outcome forearly acute kidney injury in a cohort of Australian intensive care units. Crit Care.2007;11:R68.2. Hoste EA, Clermont G, Kersten A. RIFLE criteria for acute kidney injury areassociated with hospital mortality in criticallyill patients: A cohort analysis. CritCare. 2006;10:R73.3. Mehta RL, Pascual MT, Soroko S. Spectrum of acute renal failure in the intensivecare unit: The PICARD experience. Kidney international. 2004; 66:, 1613–21.4. Uchino S, Kellum JA, Bellomo R.Acute renal failure in critically ill patients:A multinational, multicenter study. JAMA. 2005;294:813–8.5. Uchino S, Bellomo R, Goldsmith D: Anassessment of the RIFLE criteria for acuterenal failure in hospitalized patients. Critcare. 2006;34:1913–7.6. Doi K, Peter ST, Eisner C. Reduced production of creatinine limits its use as a marker of kidney injury in sepsis. J Am Soc Nephrol. 2009;20:1217–21.7. Abrahamson M, Olafsson I, Palsdottir A, Ulvsback M, Lundwall A,Jensson O, dkk. Structure and expression of the humancystatin C gene. Biochem J. 1990;268:287–94.8. Spahillari A, Parikh CR, Sint K, Koyner JL, Patel UD, Edelstein CL, dkk. Serum cystatin C- versus creatinine-based definitions of acute kidney injury following cardiac surgery: a prospective cohort study. Am J Kidneys Dis. 2012;60:922–9.9. Slort PR, Ozden N, Pape L, Offner G, Tromp WF, Wilhelm AJ, dkk. Comparing cystatin C and creatinine in the diagnosis of pediatric acute renal allograft dysfunction. Pediatr Nephrol. 2012;27:843–9.10. Chung MY, Won Jun D, Sung SA. Diagnostic value of cystatin C for predicting acute kidney injury in patients with liver cirrhosis. KASL. 2010; 16: 301–7.11. Le Bricon T, Leblanc I, Benlakehal M, Gay-Bellile C,Erlich D, Boudaoud S. Evaluation of renal function inintensive care: plasma cystatin C vs. creatinine andderived glomerular filtration rate estimates. Clin Chem. 2005;43:953–7.
Rekonstruksi dan Reaktualisasi Literasi Ekologi Sosial Islam Kurniawan, Heru
Jurnal Penelitian Volume 13 Nomor 2 2016
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.532 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v13i2.1194

Abstract

Literasi ekologi sosial Islam adalah interaksi manusia dengan lingkungan alam, teknologi, dan sosial yang didasarkan pada prinsip dasar Islam. Rekonstruksi literasi ekologi sosial Islam yang bisa direkonstruksi adalah prinsip dasar Islam yang menegaskan posisi manusia sebagai “pemimpin” yang diberi “amanah” untuk mengelola “bumi” atau “lingkungan alam dan sumber daya alam” sebaik-baiknya. Rekonstruksi literasi ekologis inilah yang kemudian akan diaktualisasikan pada masyarakat. Proses aktualisasi adalah kegiatan aktual dalam menanamkan kesadaran ekologi sosial Islam pada masyarakat yang mana dilakukan dalam ruang sosial keluarga, masyarakat, dan sekolah yang diorganisasi oleh negara melalui kebijakan dan peraturan per undang-undangan. Dengan proses rekonstruksi dan aktualisasi yang terstruktur ini, maka negara akan aktif membangun kesadaran ekologis sosial Islam dengan aktif dan terstruktur dengan baik guna mewujudkan basis kesadaran, ilmu pengetahuan, dan tata nilai ekologi sosial Islam pada masyarakat.
Kegiatan Literasi Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Minat Baca Anak Usia Dini di TK Masyithoh 25 Sokaraja Kurniawan, Heru; Prasetyani, Ikom
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 7, No 1 (2019): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v7i1.5069

Abstract

TK Masyithoh 25 Sokaraja library has an important role in developing the reading interest of their students. The activity which is developed is library literacy. Through this library literacy TK Masyithoh 25 Sokaraja is able to develop children's interest in reading. The library literacy activities which developed are the activities of borrowing and returning books, story telling activities for children, and literacy activities of reading aloud. The three activities in turn programmed are followed by students of TK Masyithoh 25 Sokaraja. Through these three activities, students of TK Masyithoh 25 Sokaraja can increase their reading interest which is characterized by: the child's needs for reading books, actions to looking for reading sources ; pleasure in reading; interest in reading; the desire to always read; and follow-up (following up on what they read).
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPUTER DENGAN METODE STAD DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA kurniawan, heru
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2014): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.691 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah prestasi belajar siswa dengan pembelajaran berbasis komputer (PBK) dengan metode STAD akan lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran dengan metode ekspositori. (2) Apakah prestasi siswa dengan motivasi belajar tinggi lebih baik daripada siswa dengan motivasi belajar sedang. Apakah prestasi siswa dengan motivasi belajar sedang lebih baik daripada siswa dengan motivasi belajar rendah. (3) Apakah terdapat interaksi antara PBK dengan metode STAD dengan motivasi belajar siswa terhadap pestasi belajar matematika. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD/MI Se-Kec. Selogiri. Sampling dilakukan dengan Stratified Cluster Random.Teknik pengumpulan data prestasi belajar matematika kompetensi pecahan menggunakan tes pilihan ganda. Sedangkan data keadaan motivasi belajar siswa menggunakan angket motivasi belajar. Teknik analisa data menggunakan uji-t, uji normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors, uji homogenitas dengan uji Bartlett, uji hipotesis dengan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, dan uji lanjut pasca anava dengan uji komparasi ganda metode Scheffe. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Prestasi siswa yang dikenai PBK dengan metode STAD lebih baik daripada prestasi siswa yang dikenai metode ekspositori pada kompetensi pecahan. (2) Prestasi siswa dengan motivasi belajar tinggi sama dengan siswa dengan motivasi belajar sedang. Prestasi siswa dengan motivasi belajar tinggi lebih baik dari pada siswa dengan motivasi belajar rendah. Prestasi siswa dengan motivasi belajar sedang lebih baik daripada siswa dengan motivasi belajar rendah. (3) Terdapat interaksi antara siswa yang dikenai PBK dengan metode STAD dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Komputer, STAD, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Matematika
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Kurniawan, Heru
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2014): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.049 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran matematika pada kompetensi jarak, waktu, dan kecepatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan pendidikan dengan model 4-D , yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development) dan tahap penyebaran (disseminate).  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Purworejo. Insrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar validasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji-t. Pada setiap tahap pengembangan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk telah sesuai dengan tujuan pengembangannya. Pada uji efekitfitas diperoleh tobs = 3,61 dengan ttab = 1,64 sehingga H0 ditolak, artinya prestasi siswa yang dikenai pembelajaran dengan multimedia lebih baik daripada prestasi siswa yang tidak dikenai pembelajaran dengan multimedia.   Kata kunci: Pembelajaran matematika, Multimedia
KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI ALJABAR SMP Kurniawan, Heru
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 29, No 01 (2017): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.003 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah matematika siswa SMP pada materi aljabar. Keterampilan pemecahan masalah matematika pada siswa akan dikaitkan dengan tahap berpikir concrette-pictorial-abstract. Penelitian ini dikenakan pada 5 siswa SMP kelas VII di Kabupaten Purworejo yang diambil dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes uraian, dokumen, dan wawancara. Data yang diperoleh diolah melalaui triangulasi teknik untuk memperoleh kesimpulan yang kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki keterampilan pemecahan masalah yang berbeda-beda sesuai dengan tahap berpikirnya.   Kata kunci: pemecahan masalah matematika, aljabar