Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN KONSEP DIRI, KEPERCAYAAN DIRI DAN KREATIVITAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Kurniasih, Nila; Kurniawan, Heru; Minarsih, Heri
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 32, No 1 (2018): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.244 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri, kepercayaan diri dan kreativitas terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara : 1) konsep diri dengan prestasi belajar matematika yang berarti semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya, 2) kepercayaan diri dengan prestasi belajar matematika yang berarti semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya, 3) kreativitas dengan prestasi belajar matematika yang berarti semakin tinggi kreativitas maka semakin tinggi prestasi belajarnya, 4) terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan antara konsep diri, kepercayaan diri dan kreativitas dengan prestasi belajar yang berarti semakin tinggi konsep diri, kepercayaan diri, dan kreativitas maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya. Tetapi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sangat lemah.
PEMBELAJARAN CERITA UNTUK ANAK USIA DINI: SUATU PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS CINTA LINGKUNGAN Kurniawan, Heru
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 17 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v17i2.1497

Abstract

Abstract : Learning the story means the active action, interactive, and creative among (young) students with teachers in understanding the story as a medium of instruction, the stories read or recited by teachers for students. This confirms that the story as a learning medium used to establish interaction between pupils with the teacher, so that the active and creative interaction, children can gain knowledge related to an increase in intellectual, affective, psychomotor, linguistic, and social sensitivity of students. Creating the next generation of human beings who have a love for nature and the environment are important, one way that can be taken is to create contextual language learning that prioritizes the side effect of implanting the love to the environment since childhood. Key Words: Learning, Story, The Environment.
Pembelajaran Kreatif Untuk Mewujudkan Anak-Anak Yang Cerdas, Kreatif, dan Berkarakter Kurniawan, Heru
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 20 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.788 KB) | DOI: 10.24090/insania.v20i2.1433

Abstract

Abstract: Creative learning is learning that rets on four basic foundation, namely learning fun designed for children; learn to be more than getting a good value, but is to produce work in the form of learning: intellectual, creative permormance, and educational activities; learning always appreciated the value and the publication of the teacher; and learning that can improve the child's motivation to learn. With four foundsations above, this creative learning will be formed: children are intellegent, that who could resolve the issue of learning in accordance with the breadth of his knowledge; a creative child, the child can actualize ideas and feelings in concrete; and children who have personality and good character in their daily lives. Keywords creative learning, intellegent, creative, characters
Sensitivitas dan Spesifisitas Cystatin C dan Kreatinin Serum dalam Mendiagnosis Cedera Ginjal Akut pada Pasien Sepsis yang Dirawat di Ruang Rawat Intensif RSUP H. Adam Malik Medan Kurniawan, Heru; Arifin, Hasanul
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.34 KB)

Abstract

Kreatinin serum memiliki banyak keterbatasan dalam mendiagnosis cedera ginjal akut (CGA) terutama dalam ruang lingkup unit perawatan intensif sehingga kurang sensitif untuk menggambarkan tingkat disfungsi ginjal pada pasien sakit kritis. Dari sekian banyak penanda biologis baru yang tersedia, terdapat 4 penanda biologis yang saat ini secara luas digunakan para klinisi di seluruh dunia untuk mendeteksi CGA, antara lain neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), cystatin C, KIM-1, dan interleukin-18. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sensitivitas dan spesifisitas cystatin C dan kreatinin serum dalam mendiagnosis cedera ginjal akut pada pasien sepsis yang dirawat di ruang rawat intensif. Jenis penelitian ini adalah uji diagnostik dengan jumlah sampel 24 pasien dan dikerjakan di ruang rawat intensif Rumah Sakit H. Adam Malik (RSHAM) periode Februari–Maret 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dewasa dengan sepsis, sepsis berat, dan syok sepsis di ruang rawat intensif. Uji statistik dilakukan dengan metode receiving operator characteristics (ROC) melalui perangkat lunak SPSS 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cystatin C serum lebih superior dibanding dengan kreatinin serum dalam mendeteksi CGA pada pasien sepsis di ruang rawat intensif. Cystatin C memiliki sensitivitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, dan area under curve -receiving operator characteristics (AUC-ROC) yang lebih tinggi dibanding dengan kreatinin serum. Namun, dari nilai spesifisitas dijumpai nilai yang sama pada kedua penanda biologis. Cystatin C serum memiliki nilai cut-off 1,03 mg/L, sedangkan kreatinin serum mempunyai nilai cut-off 1,0 mg/dL. Simpulan, cystatin C dapat dijadikan penanda biologis alternatif untuk deteksi CGA pada pasien sepsis di RRI (Ruang Rawat Intensif) dengan nilai diagnostik yang lebih baik.Kata kunci: Cedera ginjal akut, cystatin C serum, kreatinin serumSensitivity and Specificity of Serum Cystatin C and Creatinine for Diagnosing Acute Kidney Injury in Sepsis Patients Treated in Intensive Care Unit at H. Adam Malik Hospital MedanSerum creatinine has many limitations when being used to diagnose acute kidney injury (AKI), especially in the scope of intensive care unit due to its low sensitivity to depict the kidney dysfunctional level of critically-ill patients. Out of numerous new available biological markers, four biological markers are widely used all over the world to detect AKI, e.g. neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), cystatin C, KIM-1, and interleukin-18. The purpose of this study was to determine the sensitivity and specificity of serum cystatin C and creatinine in establishing the diagnosis of acute kidney injury in sepsis patients treated in intensive care room. This study was a diagnostic test to 24 patients and conducted in intensive care room of H. Adam Malik Hospital during the period of February–March 2014. Population in this study is all adult patients with sepsis, severe sepsis, and septic shock in the intensive care room. A statistical test was conducted using receiving operator characteristics (ROC) method using SPSS 17 software. The result of this study showed that serum cystatin C was more superior than serum creatinine in detecting acute kidney injury in sepsis patients treated in intensive care room. In this study, cystatin C had higher sensitivity, positive prediction score, negative prediction score, and area under curve -receiving operator characteristics (AUC-ROC) than serum creatinine. As of specificity, there was no significant difference between these two biological markers. Serum cystatin C had a cut-off point of 1.03 mg/dL, and serum creatinine had 1.0 mg/dL. In conclusion, cystatin C can be an alternative biological marker to detect AKI in sepsis patients treated in intensive care room with a better diagnostic value.Key words: Acute kidney injury, serum creatinine, serum cystatin C DOI: 10.15851/jap.v4n2.819
LEARNING TRAJECTORY SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Purwoko, Riawan Yudi; Kurniawan, Heru; Ningsih, Singgih Tresna
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 38, No 1 (2019): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.336 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui learning trajectory siswa dalam pemecahan masalah ditinjau dari kemampuan koneksi matematis tinggi dan rendah. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data triangulasi. Subjek penelitian kelas VIII D SMP Negeri 15 Purworejo sebanyak 6 siswa. Teknik pengambilan subjek adalah teknik purposive yang bersifat snowball. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan koneksi matematis, tes pemecahan masalah, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning trajectory subjek dengan kemampuan koneksi matematis tinggi, memahami masalah secara lisan maupun tulisan dengan tepat, merencanakan penyelesaian menggunakansatu alternatif penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, memeriksa kembali serta menuliskan kesimpulan. Sedangkan learning trajectory subjek dengan kemampuan koneksi matematis rendah, belum mampu memahami masalah dengan tepat, menyusun rencana penyelesaian menggunakan satu alternatif penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, tetapi subjek belum mampu mengecek kembali. Learning trajectory siswa dengan kemampuan koneksi matematis tinggi, lebih singkat dibandingkan dengan learning trajectory siswa dengan kemampuan koneksi matematis rendah. Kata kunci: learning trajectory, pemecahan masalah, koneksi matematis
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Kurniawan, Heru
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2014): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.049 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran matematika pada kompetensi jarak, waktu, dan kecepatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan pendidikan dengan model 4-D , yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development) dan tahap penyebaran (disseminate).  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Purworejo. Insrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar validasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji-t. Pada setiap tahap pengembangan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk telah sesuai dengan tujuan pengembangannya. Pada uji efekitfitas diperoleh tobs = 3,61 dengan ttab = 1,64 sehingga H0 ditolak, artinya prestasi siswa yang dikenai pembelajaran dengan multimedia lebih baik daripada prestasi siswa yang tidak dikenai pembelajaran dengan multimedia.   Kata kunci: Pembelajaran matematika, Multimedia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP Budiarsih, Cahya; Darminto, Bambang Priyo; Kurniawan, Heru
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 33, No 1 (2018): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model GI dan prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran dengan model konvensional, (2) prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi lebih baik dari siswa yang mempunyai kemandirian sedang dan rendah, dan prestasi siswa yang mempunyai kemandirian sedang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemandirian rendah, (3) adanya interaksi antara model GI dan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Teknik pe­­ngam­bilan da­ta yang digunakan adalah metode dokumentasi, angket dan tes. Instrumen penelitian berupa lembar angket dan tes prestasi belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji anava dua jalan sel tak sama dan komparasi ganda untuk uji lanjut anava. Penelitian ini menunjukan bahwa (1) model pembelajaran GI memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dari model pembelajaran konvensional pada materi segitiga dan bangun datar segiempat (2) terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pada tingkat Kemandirian belajar tinggi, sedang dan rendah pada materi segitiga dan bangun datar segiempat (3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi segitiga dan bangun datar segiempat.   Kata kunci: Model pembelajaran GI, prestasi belajar, kemandirian belajar.
Analisis Keterampilan Pemecahan Masalah Pada Pembelajaran Matematika Kurniawan, Heru
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.553 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah pada mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Sampel penelitian ini berjumlah 120 mahasiswa. Instrumen penelian menggunakan tes yang terdiri dari 4 soal essay. Analisis dilakukan dengan meihat hasil pekerjaan mahasiswa, observasi, dan wawancara. Dari hasil analisis terhadap tes tersebut menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan  masalah pada mahasiswa masih perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan keterampilan pemecahan masalah dapat dilakukan dengan pemberian metode pembelajaran yang tepat serta membiasakan mahasiswa berhadapan dengan soal-soal yang open ended. 
ANALISIS SPEKTRUM GETARAN UNTUK MENGIDENTIFIKASISINYAL KONTAK GIGIDALAM SISTEM TRANSMISIRODA GIGI DIFFERENSIAL DENGAN MEMANFAATKAN CREATIVE SOUNDBLASTER AUDIGY LS 5.1 DAN MATLAB 6.5 Eddy, Noor; Husen, A.; Kurniawan, Heru
MESIN Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usually, a modern industry requires theproduction keep going on with the least interrupt as possible,butfrequently, the unscheduled maintenance will waste money in a large amount which is allocated in amodern industry needs an enormous investment. Machines with good condition generally produce a littlerelative of vibration but with increase in service life, the vibration of machine will increase. In somecondition, the increase in quite drastic vibration probablymay occur. Thisphenomenon is an indicator thatthe machine must have an immediate repair. This vibration spectrum analysis is tried to conductedfor thetransmission system of differential gear. By means to use the alternative tools beside DSA (Dynamic SignalAnalyzer), that is CREATIVE SOUNDBLASTER AUDIGY LS5.1 and MATLAB 6.5 whichhave Fast FourierTransform facility and so, can to know the real condition gear by time domain andfrequency domain. Thevibration spectrum analysiswhich donetofocus byidentification signal ofproblem which comebygear meshlikegear meshfrequency ofhypoidgear andside gear.
Multiple Liver Abscess Zainal, Andi; Kurniawan, Heru; Alfina, Dona
The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy VOLUME 4, ISSUE 2, August 2003
Publisher : The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.24871/42200354-58

Abstract

Liver abscess is a public health problem in few countries in Asia, Africa, and South America.1 As time goes, there were only few cases of amebic liver abscess found in developed countries, on the contrary more pyogenic liver abscess are found in those countries.2 Liver abscess could be caused by bacteria, parasite, or fungus 2. The common symptoms among the liver abscess are fever, chill, fatigue, loss of appetite, weight loss, right upper abdominal pain,2,4 in a few cases have symptoms like coughing, hiccup, pain in low right chest, or pain on the shoulder. We reported a male patient 38 years batak ethnic was admitted with major symptoms such as high fever follow by chill, right upper abdominal pain, nausea, vomiting, appetite loss, fatigue and sometimes coughing. Based on clinical, laboratory data, and abdominal USG found this patient suspected suffered from pyogenic liver abscess. Treatment of this patient consist of antibiotic (cefotaxime 2x1 IV, metronidazol 3x500mg orally and aspiration of the liver abscess). Aspiration was done 2 times with the interval 1 week, extracted 260cc totally yellow greenish watery fluid with no smell. On the follow up abdominal USG was repeated on Janurary 8, 2003 found enlarge of the liver, 3 small abscesses on the right lobe liver and so recovery process and then patient left the hospital in good condition after 3 weeks hospitalized. Keywords: Multiple liver abscess, public health problem, pyogenic liver abscess